Menurut Technopedia, “programming logic”
didefinisikan “Programming logic is a fundamental
construct that’s applied to computer science in a
variety of comprehensive ways”.
Intinya, Logika Pemrograman merupakan suatu
kemampuan dasar yang dapat diterapkan dalam
berbagai aspek ilmu komputer dan mencakup
pemahaman atas operasi-operasi logika terhadap
data.
Logika Pemrograman adalah kemampuan
menggunakan Ilmu Pemrograman dalam
memecahkan masalah (problem solving).
Logika dan algoritma pemrograman
merupakan sesuatu yang berbeda tetapi tidak
dapat dipisahkan saat digunakan untuk
membangun sebuah produk dengan
menggunakan bahasa pemrograman. Logika
dapat digunakan untuk memecahkan masalah
pemrograman yang sedang dihadapi.
Sedangkan algoritma akan membuat
permasalahan tersebut terselesaikan secara
runtut sesuai alur yang seharusnya.
Algoritma adalah urutan atau langkah-langkah untuk penghitungan atau untuk
menyelesaikan suatu masalah yang ditulis secara berurutan.
Operasi aritmatika adalah operasi yang melibatkan
beberapa operator aritmatika seperti misalnya
penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian
untuk memproses 2 buah nilai atau lebih.
Operasi logika proses yang melibatkan beberapa
operator logika seperti AND, OR, NOR, XOR dan
operator logika lainnya yang menghasilkan nilai true dan
false atau menghasilkan nilai benar dan salah.
Operator matematika adalah operator yang digunakan
untuk memproses operasi aritmatika, operater
matematika yang sudah kita kenal misalnya
penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
Operasi aritmatika adalah operasi yang melibatkan
beberapa operator aritmatika seperti misalnya
penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian
untuk memproses 2 buah nilai atau lebih.
Operasi logika proses yang melibatkan beberapa
operator logika seperti AND, OR, NOR, XOR dan
operator logika lainnya yang menghasilkan nilai true
dan false atau menghasilkan nilai benar dan salah.
Operator matematika adalah operator yang digunakan untuk memproses
operasi aritmatika, operater matematika yang sudah kita kenal misalnya
penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
Algoritma adalah serangkaian urutan langkah-langkah yang
tepat, logis, terperinci, dan terbatas untuk menyelesaikan
suatu masalah yang disusun secara sistematis.
Algoritma dapat diartikan urutan langkah-
langkah (instruksi-instruksi / aksi-aksi) terbatas untuk
menyelesaikan suatu masalah.
Dari pengertian diatas maka dapat diartikan Logika
dan Algoritma adalah ilmu yang mempelajari cara
penyelesaian masalah berdasarkan langkah-langkah
terbatas yang logis dan sistematis dengan tujuan tertentu.
CIRI PENTING ALGORITMA
a) Algoritma harus berhenti setelah
menjalankan sejumlah langkah
terbatas.
b) Setiap langkah harus didefinisikan
dengan tepat dan tidak berarti-dua
(ambiguitas).
c) Algortima memiliki nol atau lebih
masukan.
d) Algoritma memiliki nol atau lebih
keluaran.
e) Algoritma harus efektif (setiap langkah
sederhana sehingga dapat dikerjakan
dalam waktu yang masuk akal).
SYARAT-SYARAT ALGORITMA
a) Finiteness (Keterbatasan), Algoritma harus
berakhir setelah melakukan sejumlah langkah
proses
b) Definiteness (Kepastian), Setiap langkah
algoritma harus didefinisikan dengan tepat dan
tidak menimbulkan makna ganda
c) Input (Masukan), Sebuah algoritma memiliki
nol atau lebih masukan (input) yang diberikan
kepada algoritma sebelum dijalankan
d) Output (Keluaran), Setiap algoritma
memberikan satu atau beberapa hasil keluaran
e) Effectiveness (Efektivitas), Langkah-langkah
algoritma dikerjakan dalam waktu yang “wajar”.
Algoritma adalah serangkaian urutan langkah-langkah yang tepat,
logis, terperinci, dan terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah yang
disusun secara sistematis.
Algoritma dapat diartikan urutan langkah-langkah (instruksi-instruksi /
aksi-aksi) terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah.
Dari pengertian diatas maka dapat diartikan Logika
dan Algoritma adalah ilmu yang mempelajari cara penyelesaian
masalah berdasarkan langkah-langkah terbatas yang logis dan
sistematis dengan tujuan tertentu.
Susunan Algoritma bermula dari input awal dan kondisi awal.
Selanjutnya diberikan beberapa instruksi yang mendeskripsikan
komputasi dan akhirnya dapat menghasilkan output yang diinginkan.
• Penalaran Induktif, Adalah proses menarik kesimpulan yang
berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan
fakta-fakta yang bersifat khusus.
Dalam penalaran induktif terdiri dari 3 bentuk penalaran :
1. Generalisasi, proses penalaran yang tidak sesuai dengan
peristiwa individual dalam menuju kesimpulan umumnya.
2. Analogi, cara penarikan kesimpulan dari sebuah penalaran
dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat sama.
3. Hubungan kausal, penalaran yang didapat dari gejala-gejala
yang saling berhubungan.
• Penalaran Deduktif, Adalah suatu penalaran yang bermula dari
peristiwa umum, yang telah diketahui dan diyakini
kebenarannya, dan menghasilkan kesimpulan baru yang
bersifat lebih khusus. Bentuk sederhana dari penalaran adalah
silogisme, yaitu proses penalaran dimana dari dua pernyataan
ditarik dalam satu pernyataa baru yang disebut konklusi.
Logika perbandingan merupakan sebuah penalaran
yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang
memiliki nilai. Logika ini dapat digunakan untuk melihat
apakah dua hal yang dibandingkan memiliki nilai yang
sama, atau berbeda.
Jenis logika ini dapat kita gunakan untuk membuat
sebuah persyaratan untuk tercapainya sebuah kondisi.
Misalnya, jika kita ingin membuat kontrol lampu dengan
menggunakan kondisi cahaya yang ada, maka kita
dapat menggunakan logika perbandingan “lebih kecil”.
Kita dapat menggunakan logika “jika nilai intensitas
cahaya lebih kecil dari 50 candela, maka lampu akan
menyala”.
Logika boolean merupakan sebuah penalaran yang
menghasilkan nilai Benar atau Salah dari dua buah
kondisi yang digunakan sebagai syarat. Dalam sebuah
program, nilai benar dan salah dari suatu hal dapat
dilihat dari masing-masing nilai dari dua kondisi yang
menentukannya.
Misalnya kita menggunakan logika “dan”, maka nilai dari
hal tersebut akan bernilai “benar” jika kedua kondisi
syaratnya memiliki nilai “benar”. Akan tetapi, jika nilai
salah satu atau bahkan kedua kondisi syarat tersebut
bernilai “salah”, maka hal tersebut akan bernilai “salah”
juga.
Contoh lainya adalah logika “atau”,di mana nilai hasil
akan selalu “benar” jika salah satu kondisi syarat
memiliki nilai “benar”, dan akan bernilai “salah”, jika dari
kedua kondisi syarat tidak ada yang memiliki nilai
“benar”.
STRUKTUR PERULANGAN
Perulangan adalah instruksi yang dapat mengulang
sederetan Instruksi secara berulang-ulang sesuai
persyaratan yang ditetapkan.
Struktur instruksi perulangan pada dasarnya terdiri atas :
• Kondisi perulangan, suatu kondisi yang harus dipenuhi
agar perulangan dapat terjadi.
• Badan (body) perulangan, deretan instruksi yang akan
diulang-ulang pelaksanaannya.
• Pencacah (counter) perulangan, suatu variabel yang
nilainya harus berubah agar perulangan dapat terjadi dan
pada akhirnya membatasi jumlah perulangan yang dapat
dilaksanakan

Logika pemrograman

  • 2.
    Menurut Technopedia, “programminglogic” didefinisikan “Programming logic is a fundamental construct that’s applied to computer science in a variety of comprehensive ways”. Intinya, Logika Pemrograman merupakan suatu kemampuan dasar yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek ilmu komputer dan mencakup pemahaman atas operasi-operasi logika terhadap data. Logika Pemrograman adalah kemampuan menggunakan Ilmu Pemrograman dalam memecahkan masalah (problem solving).
  • 3.
    Logika dan algoritmapemrograman merupakan sesuatu yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan saat digunakan untuk membangun sebuah produk dengan menggunakan bahasa pemrograman. Logika dapat digunakan untuk memecahkan masalah pemrograman yang sedang dihadapi. Sedangkan algoritma akan membuat permasalahan tersebut terselesaikan secara runtut sesuai alur yang seharusnya. Algoritma adalah urutan atau langkah-langkah untuk penghitungan atau untuk menyelesaikan suatu masalah yang ditulis secara berurutan.
  • 4.
    Operasi aritmatika adalahoperasi yang melibatkan beberapa operator aritmatika seperti misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian untuk memproses 2 buah nilai atau lebih. Operasi logika proses yang melibatkan beberapa operator logika seperti AND, OR, NOR, XOR dan operator logika lainnya yang menghasilkan nilai true dan false atau menghasilkan nilai benar dan salah. Operator matematika adalah operator yang digunakan untuk memproses operasi aritmatika, operater matematika yang sudah kita kenal misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
  • 5.
    Operasi aritmatika adalahoperasi yang melibatkan beberapa operator aritmatika seperti misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian untuk memproses 2 buah nilai atau lebih. Operasi logika proses yang melibatkan beberapa operator logika seperti AND, OR, NOR, XOR dan operator logika lainnya yang menghasilkan nilai true dan false atau menghasilkan nilai benar dan salah. Operator matematika adalah operator yang digunakan untuk memproses operasi aritmatika, operater matematika yang sudah kita kenal misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
  • 6.
    Algoritma adalah serangkaianurutan langkah-langkah yang tepat, logis, terperinci, dan terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah yang disusun secara sistematis. Algoritma dapat diartikan urutan langkah- langkah (instruksi-instruksi / aksi-aksi) terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah. Dari pengertian diatas maka dapat diartikan Logika dan Algoritma adalah ilmu yang mempelajari cara penyelesaian masalah berdasarkan langkah-langkah terbatas yang logis dan sistematis dengan tujuan tertentu.
  • 7.
    CIRI PENTING ALGORITMA a)Algoritma harus berhenti setelah menjalankan sejumlah langkah terbatas. b) Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak berarti-dua (ambiguitas). c) Algortima memiliki nol atau lebih masukan. d) Algoritma memiliki nol atau lebih keluaran. e) Algoritma harus efektif (setiap langkah sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam waktu yang masuk akal). SYARAT-SYARAT ALGORITMA a) Finiteness (Keterbatasan), Algoritma harus berakhir setelah melakukan sejumlah langkah proses b) Definiteness (Kepastian), Setiap langkah algoritma harus didefinisikan dengan tepat dan tidak menimbulkan makna ganda c) Input (Masukan), Sebuah algoritma memiliki nol atau lebih masukan (input) yang diberikan kepada algoritma sebelum dijalankan d) Output (Keluaran), Setiap algoritma memberikan satu atau beberapa hasil keluaran e) Effectiveness (Efektivitas), Langkah-langkah algoritma dikerjakan dalam waktu yang “wajar”.
  • 8.
    Algoritma adalah serangkaianurutan langkah-langkah yang tepat, logis, terperinci, dan terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah yang disusun secara sistematis. Algoritma dapat diartikan urutan langkah-langkah (instruksi-instruksi / aksi-aksi) terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah. Dari pengertian diatas maka dapat diartikan Logika dan Algoritma adalah ilmu yang mempelajari cara penyelesaian masalah berdasarkan langkah-langkah terbatas yang logis dan sistematis dengan tujuan tertentu. Susunan Algoritma bermula dari input awal dan kondisi awal. Selanjutnya diberikan beberapa instruksi yang mendeskripsikan komputasi dan akhirnya dapat menghasilkan output yang diinginkan.
  • 9.
    • Penalaran Induktif,Adalah proses menarik kesimpulan yang berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus. Dalam penalaran induktif terdiri dari 3 bentuk penalaran : 1. Generalisasi, proses penalaran yang tidak sesuai dengan peristiwa individual dalam menuju kesimpulan umumnya. 2. Analogi, cara penarikan kesimpulan dari sebuah penalaran dengan membandingkan dua hal yang mempunyai sifat sama. 3. Hubungan kausal, penalaran yang didapat dari gejala-gejala yang saling berhubungan. • Penalaran Deduktif, Adalah suatu penalaran yang bermula dari peristiwa umum, yang telah diketahui dan diyakini kebenarannya, dan menghasilkan kesimpulan baru yang bersifat lebih khusus. Bentuk sederhana dari penalaran adalah silogisme, yaitu proses penalaran dimana dari dua pernyataan ditarik dalam satu pernyataa baru yang disebut konklusi.
  • 10.
    Logika perbandingan merupakansebuah penalaran yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang memiliki nilai. Logika ini dapat digunakan untuk melihat apakah dua hal yang dibandingkan memiliki nilai yang sama, atau berbeda. Jenis logika ini dapat kita gunakan untuk membuat sebuah persyaratan untuk tercapainya sebuah kondisi. Misalnya, jika kita ingin membuat kontrol lampu dengan menggunakan kondisi cahaya yang ada, maka kita dapat menggunakan logika perbandingan “lebih kecil”. Kita dapat menggunakan logika “jika nilai intensitas cahaya lebih kecil dari 50 candela, maka lampu akan menyala”.
  • 11.
    Logika boolean merupakansebuah penalaran yang menghasilkan nilai Benar atau Salah dari dua buah kondisi yang digunakan sebagai syarat. Dalam sebuah program, nilai benar dan salah dari suatu hal dapat dilihat dari masing-masing nilai dari dua kondisi yang menentukannya. Misalnya kita menggunakan logika “dan”, maka nilai dari hal tersebut akan bernilai “benar” jika kedua kondisi syaratnya memiliki nilai “benar”. Akan tetapi, jika nilai salah satu atau bahkan kedua kondisi syarat tersebut bernilai “salah”, maka hal tersebut akan bernilai “salah” juga. Contoh lainya adalah logika “atau”,di mana nilai hasil akan selalu “benar” jika salah satu kondisi syarat memiliki nilai “benar”, dan akan bernilai “salah”, jika dari kedua kondisi syarat tidak ada yang memiliki nilai “benar”.
  • 12.
    STRUKTUR PERULANGAN Perulangan adalahinstruksi yang dapat mengulang sederetan Instruksi secara berulang-ulang sesuai persyaratan yang ditetapkan. Struktur instruksi perulangan pada dasarnya terdiri atas : • Kondisi perulangan, suatu kondisi yang harus dipenuhi agar perulangan dapat terjadi. • Badan (body) perulangan, deretan instruksi yang akan diulang-ulang pelaksanaannya. • Pencacah (counter) perulangan, suatu variabel yang nilainya harus berubah agar perulangan dapat terjadi dan pada akhirnya membatasi jumlah perulangan yang dapat dilaksanakan