LISTRIK
DINAMIS
KELOMPOK 7
Beity Lestari
Clara Egidia
Elvira Eka Utami
 ARUS
LISTRIK
Arus listrik adalah aliran muatan-muatan listrik dari tempat
yang memiliki potensial listrik tinggi ke tempat yang mempunyai
potensial listrik rendah.
Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :
Banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan luas
penampang konduktor disebut dengan rapat arus listrik (s)
I =
𝑞
𝑡
s =
𝐼
𝐴
 HUKUM OHM
 “ Kuat arus listrik yang mengalir pada suatu konduktor
sebanding dengan besar beda potensial/tegangan listrik pada
ujung-ujung konduktor dan berbanding terbalik dengan
hambatan listrik dan konduktor tersebut ”
Nilai Hambatan konduktor bergantung pada ukuran geometris
konduktor serta hambatan jenis bahan konduktor
V = I R
R =𝜌
ℓ
𝐴
 RANGKAIAN ARUS
SEARAH
“Jumlah arus listrik yang memasuki suatu titik percabangan sama dengan
jumlah arus listrik yang keluar dari percabangan tersebut”
𝜮𝐼 MASUK = 𝜮𝐼 KELUAR
• HUKUM I KIRCHHOFF
Dengan memasang amperemeter
Pada masing-masing cabang dapat
Dibuktikan bahwa :
𝜮I Masuk = 𝜮I Keluar ⬄ I = I1 + I2 + I3 = I’
RANGKAIAN RESISTOR
 Rangkaian Seri
Resistor
Resistor-resistor yang disusun secara
berurutan
(yang satu dibelakang yang lain)
RS = R1 + R2 + R3 +... Rn
 Rangkaian Paralel
Resistor
Rangkaian paralel resistor adalah resistor-
resistor yang disusun secara berdampingan
atau sejajar
 Gaya Gerak Listrik
(GGL)
Gaya gerak listrik didefinisikan sebagai energi yang digunakan untuk
mengalirkan muatan tiap satuan muatan listrik.
• HUKUM II KIRCHHOFF
Hukum II kirchhoff berkaitan dengan tegangan dan
gaya gerak listrik pada rangkaian listrik tertutup, jumlah
aljabar gaya listrik dengan penurunan tegangan sama
dengan nol.
𝜮ℇ + 𝜮IR = 0
 Daya Listrik
Besar energi listrik yang dilepaskan tiap satuan waktu
P = V I =
𝑽 𝟐
𝑹
= 𝑰 𝟐 R
 ARUS BOLAK
BALIK
V = Vm Sin ( ω t + ᵠ )
I = Im Sin ( ω t + ᵠ )
Ve = 𝒗 𝒎
2
Nilai Efektif
1. Rangkaian Induktif 2. Rangkaian Resistif
3. Rangkaian Kapasitif
3. Rangkaian Seri R-L-C
4. Resonasi
 Induktor, Kapasitor dan Rangkaian R-L-C
xL = ω L = 2π f L
VL = Vm Sin ω t
I = Im Sin ( ω t -
𝜋
2
)
VR = Vm Sin ω t
I = Im Sin ω t
Xc =
𝟏
ω 𝑪
=
𝟏
𝟐π 𝒇 𝑪
Vc= Vm Sin ω t
I = Im Sin ( ω t +
𝜋
2
)

Listrik dinamis

  • 1.
  • 2.
     ARUS LISTRIK Arus listrikadalah aliran muatan-muatan listrik dari tempat yang memiliki potensial listrik tinggi ke tempat yang mempunyai potensial listrik rendah. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut : Banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan luas penampang konduktor disebut dengan rapat arus listrik (s) I = 𝑞 𝑡 s = 𝐼 𝐴
  • 3.
     HUKUM OHM “ Kuat arus listrik yang mengalir pada suatu konduktor sebanding dengan besar beda potensial/tegangan listrik pada ujung-ujung konduktor dan berbanding terbalik dengan hambatan listrik dan konduktor tersebut ” Nilai Hambatan konduktor bergantung pada ukuran geometris konduktor serta hambatan jenis bahan konduktor V = I R R =𝜌 ℓ 𝐴
  • 4.
     RANGKAIAN ARUS SEARAH “Jumlaharus listrik yang memasuki suatu titik percabangan sama dengan jumlah arus listrik yang keluar dari percabangan tersebut” 𝜮𝐼 MASUK = 𝜮𝐼 KELUAR • HUKUM I KIRCHHOFF Dengan memasang amperemeter Pada masing-masing cabang dapat Dibuktikan bahwa : 𝜮I Masuk = 𝜮I Keluar ⬄ I = I1 + I2 + I3 = I’
  • 5.
    RANGKAIAN RESISTOR  RangkaianSeri Resistor Resistor-resistor yang disusun secara berurutan (yang satu dibelakang yang lain) RS = R1 + R2 + R3 +... Rn  Rangkaian Paralel Resistor Rangkaian paralel resistor adalah resistor- resistor yang disusun secara berdampingan atau sejajar
  • 6.
     Gaya GerakListrik (GGL) Gaya gerak listrik didefinisikan sebagai energi yang digunakan untuk mengalirkan muatan tiap satuan muatan listrik. • HUKUM II KIRCHHOFF Hukum II kirchhoff berkaitan dengan tegangan dan gaya gerak listrik pada rangkaian listrik tertutup, jumlah aljabar gaya listrik dengan penurunan tegangan sama dengan nol. 𝜮ℇ + 𝜮IR = 0  Daya Listrik Besar energi listrik yang dilepaskan tiap satuan waktu P = V I = 𝑽 𝟐 𝑹 = 𝑰 𝟐 R
  • 7.
     ARUS BOLAK BALIK V= Vm Sin ( ω t + ᵠ ) I = Im Sin ( ω t + ᵠ ) Ve = 𝒗 𝒎 2 Nilai Efektif
  • 8.
    1. Rangkaian Induktif2. Rangkaian Resistif 3. Rangkaian Kapasitif 3. Rangkaian Seri R-L-C 4. Resonasi  Induktor, Kapasitor dan Rangkaian R-L-C xL = ω L = 2π f L VL = Vm Sin ω t I = Im Sin ( ω t - 𝜋 2 ) VR = Vm Sin ω t I = Im Sin ω t Xc = 𝟏 ω 𝑪 = 𝟏 𝟐π 𝒇 𝑪 Vc= Vm Sin ω t I = Im Sin ( ω t + 𝜋 2 )