1
EDISI #15 JUNI 2015
MERANGKUL SESAMA
DALAM DOA
2
DUKUNG MAJALAH LENTERA NEWS
DENGAN DOA DAN DANA
Kunjungi kami di sini:
Bank Nasional Indonesia
Rek.No. 0307532799 a.n. Hubertus Agustus Lidy
/LENTERA-NEWS MAJALAHLENTERA.COM
daftarisi
Tajuk Redaksi3
Telisik
4
6 Lentera khusus
10 Embun katekese
14
Opini
22 Ilham sehat
Merangkul Sesama
Dalam Doa
19
Rumah Joss
16
Sastra
RP Hubertus Lidi, OSC [Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi], Ananta Bangun [Redaktur Tulis], ­Jansudin
Saragih [Redaktur Foto], Rina Malem Barus [Keuangan]
Penerbit: Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Medan (KOMSOS-KAM) ­Jalan S.Parman No. 107
Telp. +62614572457 , mp. 085361618545| www.majalahlentera.com | ­redaksi@majalahlentera.com ,
beritalentera@gmail.com | Facebook Fan Page: facebook.com/lentera-news
REDAKSI
Aku Diantara Yang Lain
Pelanggaran Liturgi
Dalam Perayaan
­Ekaristi
Ijazah Palsu: “Sebuah
Potret Buram Dalam Dunia
Pendidikan
Black List
Sinta
24 Pollung
Gereja & Global Warming
29 Lapo Aksara
‘Fake Plastic Trees’
3
Redaksi
3
TAJUK REDAKSI
Sahabat pembaca Lentera News,
Memasuki bulan Juni ini tentu menjadi momen
penting. Mengapa? Sebab pada bulan ini, kita
telah menapaki setengah bahagian waktu
­untuk tahun 2015 ini. Catatan resolusi untuk
kita ­perbuat dan capai dalam tahun ini hendak
­dibaca dan menjadi refleksi. Apakah telah banyak
­melenceng dari harapan dan target kita? Atau
sebaliknya semakin mendekatkan pada impian
terbesar dalam tahun ini.
Bagi awak Redaksi Lentera News, sebagaimana
lazimnya di tahun lalu, menjadi agenda padat.
Tidak hanya meliput dan menerbitkan media-
media milik Keuskupan Agung Medan. Namun
juga, program Pelatihan Jurnalistik Dasar bagi
kaum muda. Sejak tahun lalu, program ini hendak
selalu diusung seturut harapan untuk melibatkan
lebih banyak anak muda dalam pewartaan kabar
gembira dan karya Gereja.
Inilah sebabnya, dalam edisi ini, LN ­mengangkat
cerita sosok pengurus Gereja, ibu Puji Purba
dalam Lentera Khusus. Bukan dalam sudut­
­pandang menyorot kepemimpinan maupun
­terobosan. Namun, sisi lain apa yang dapat
­ditemui kaum awam dalam pelayanan Gereja
­untuk sesama. Kisah dan ilham yang diserap ibu
Puji melalui Legio Maria sedikit banyak ­mengupas
ihwal tersebut.
Dalam edisi, sahabat pembaca LN dapat melirik
kembali gagasan segar Bung Joss dalam ­kolom
‘Rumah Joss’perihal Black List atawa daftar
hitam. Serta jangan lewatkan percikan tulisan
Dian ­Purba hendak menggamit Gereja dalam isu
Warming Global. Isu yang semakin mengemuka
tatkala banyak insan yang meregang nyawa
karena suhu panas ekstrem belakangan ini.
Tantangan yang kini juga kita alami di Indonesia.
Seturut dengan ilham artikel Global Warming
tersebut, Redaksi LN pun memilih artikel keseha-
tan tentang penyakit yang rentan muncul selama
kondisi suhu panas tersebut.
Redaksi sungguh bersyukur atas berkat dan
penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga LN
dapat kembali hadir ke tengah sahabat pembaca
sekalian. Tanpa doa dan dukugan dari sahabat
pembaca, majalah online tentu telah lama­
­terkapar.
4
RP Hubertus Lidi, OSC
hubertuslidiosc@gmail.com
AKU
DI ANTARA YANG LAIN
TELISIK | AKU DI ANTARA YANG LAIN
D
alam perspektif ­agama
­Kristen, Allah yang
­menciptakan ­manusia ­sejak
semula ­berprinsip bahwa secara
­eksistensial manusia memang harus
bersama orang lain,“Tidak baik kalau
manusia itu hidup sendiri saja. Aku
akan menjadikan penolong baginya
yang sepadan dengan dia” (Kej 2:18).
Ia juga menegaskan bahwa garis
­keberadaannya antar manusia adalah
sepadan dan sebagai penolong bagi
manusia yang lain. Dengan kata lain
keberadaan manusia yang lain adalah:
sejajar dan sebagai mitra.
Sepadan mengindiksikan bahwa
­keberadaan para manusia itu sama,
­berjajar secara horizontal. Harkat
dan martabatnya sebagai manusia
sama. ­Penolong: mengindikasikan
bahwa ­sebagai manusia harus saling
­melengkapi dan saling ­membutuhkan
satu dengan yang lain. Secara ­eksistensial
manusia ‘saling ­tergantung’ satu
­dengan yang lain, ­sebagai proses
­untuk saling ­memanusiawikan. Proses
­memanusiawikan satu dengan yang lain
harus terjadi dalam seluruh ­perjalanan
hidupnya, karena memang manusia
dari dirinya sendiri bukanlah makhluk
yang sempurna adanya. Yang sempurna
­adanya hanyalah Allah.
Manusia dalam refleksi Alkitab, Kitab
­Kejadian diciptakan TUHAN ­sesudah Ia
menciptakan bumi dan ­segala isinya,
­tahapan penciptaan manusia ­tersebut
tentu sudah tersirat sebuah ­rencana
­khususdariAllah.Allahsudah­mempunyai
suatu rencana khusus ­terhadap makhluk
yang dinamakan manusia itu. Dalam
­proses selanjutnya Allah memberikan
­sebuah tanggung jawab dan kepercayaan
5
yang besar ­terhadapnya, mengelola
alam dan segala isinya. “Berfirman-
lah ­Allah: ­“Baiklah kita menjadikan
­manusia menurut gambar dan rupa
kita, supaya mereka berkuasa atas
ikan-ikan di laut dan burung-burung
di udara, dan atas ­ternak, dan atas
­seluruh bumi dan atas segala ­binatang
melata yang merayap di bumi.” (Kej
1:26) Dalam konteks ini manusia
hadir sebagai ciptaan, yang khas dan
­khusus, Manusia ­diberi ­Tuhan akal
dan budi sehingga ­manusia ­sadar
atas kerberadaan ­dirinya. ­Hanya
­manusialah yang ­menurut Kitab
­Kejadian ­dikatakan bahwa diciptakan
Allah seturut gambar dan rupa ­Allah*.
Walaupun sebagai ciptaan yang khas
dan khusus, mansuia itu tetap berada
di antara ciptaan-ciptaan yang lain.
Dengan kata lain manusia berada
­diantara yang ada.
Mercea Eliade dalam ­gagasannya
tentang homo religiosus
­menempatkan munusia sebagai alam
kecil alias mikro kosmo yang bera-
da di antara alam besar atau makro
­kosmos. Manusia dari keberadaannya
dirinya, sedang menunjukkan bagian-
bagian yang ada dalam dunia makro
ini. ­Misalnya mata disamakan dengan
matahari, nafas disamakan ­dengan
angin, dahi disamakan dengan ­bulan
penuh. Gagasan Eliade ini demi
­mempertentangkan ­pandangannnya
yang lain tentang manusia ­profan,
manusia profan adalah manusia yang
tidak beragama, manusia ­modern
yang hidup di alam yang tanpa
­sakralitas, bulat-bulat ilmia**.
Aku bukanlah segala-galanya yang
ada di dunia ini. Aku sedang berada di
antara yang hal-hal yang kelihatan dan
tak kelihatan, misalnya ­pohon-pohon
dan angin, udara dll. Aku sedang
­berada dalam cengkraman kekuatan-
kekuatan besar, misalnya cakrawala,
lautan-lautan luas dll. Kesadaran
tersebut membuat Aku menghargai
dan memaknai ‘keberadaan yang lain’
sebagai konsekwensi dari kehidupan
religiositas.
Keterangan:
* Konteks refleksi ini bertolak dari paham penciptaan
dunia yang berasal dari tradisi Yahwis, dalam men-
ciptakan dunia Yahwe/TUHAN digambarkan bertin-
daksecaraberdaulattanpaadapembantu. Semuan-
ya berdasarkan kuasa dan kehendak-Nya. S Prof.Dr.
Louis Leahy SJ, Kosmos Mnusia dan Allah, (Kanisius
dan BPK Gunung Mulia, Yogyakarta dan Jakarta –
1996)hal35.
** Homo religious atau manusia yang beragama,
merupakan tipe manusia yang hidup dalam alam
yang sacral penuh dengan nilai-nila religious.
Manusia dapat menikmati sakralitasnya melalui
alam yang ada. Pengalaman dan penghayatan ini
dapat juga membentuk kepribadian manusia itu.
M.Sastrapratedja(editor) Mnusia Multi Dimensional,
(PTGramediaJkakarta1983)hal37-45.
Aku bukanlah
­segala-galanya
yang ada di ­dunia
ini. Aku sedang
­berada di antara
yang ­hal-hal yang
­kelihatan dan tak
kelihatan
“
6
LENTERA KHUSUS | LEGIO MARIA
Dalam kesehariannya, Elisabeth Sri Puji Astuti ­memperkenalkan
diri dengan sapaan ‘Puji Purba.’ Ini dikarenakan ia ­dipinang
­seorang pria suku Karo, Benny Ginting. “Karena ibunda ­suami
­(mertua) saya bermarga Karo-karo Purba. Saya pun mendapat
­kehormatan disemat marga tersebut,” aku umat Paroki Tanjung
­Selamat – Medan ini yang aslinya suku Jawa.
MERANGKUL SESAMA
DALAM DOA
7
Di ranah kepengurusan ­Gereja,
­alumnus Institut Pertanian ­Bogor
tersebut beberapa kali ­dilibatkan
dalam Dewan Pengurus ­Paroki (DPP).
Selain itu, Puji juga ­meluangkan
­waktunya untuk ­komunitas
­kategorial seperti: Lex Orientis
­(kelompok literasi umat) dan Legio
Maria. ­“Keterlibatan saya di Legio
Maria sungguh pas dengan peran di
DPP.YaknidiKomisiKerasulanAwam,”
katanya seraya ­menambahkan
­pertemuan di LM ­rutin ­berlangsung
setiap akhir pekan. Legio Maria
­(bahasa Latin: Legio Mariae) adalah
sebuah kelompok kerasulan awam
Katolik yang melayani Gereja Katolik
secara sukarela.
Puji Purba mengatakan,
­masing-masing pelayanan dalam
­Gereja ­Katolik ­memiliki nilai
­pengalaman yang khas. “Saya tak
­hendak mengkerdilkan bahwa
­kegiatan di komunitas ­Gereja
lain kurang menarik, namun
­­konsep ­pelayanan di LM telah
lama ­memancing ­minat saya,” aku
­alumnus ­Intitut Pertanian Bogor
ini. Kala ­sedang ­mempersiapkan
­kelulusan magisternya, Puji ­sempat
­diperkenalkan komunitas LM di
­Bogor. “Saya tidak memiliki banyak
­kesempatanbertemusaatitu.­Namun
telah memahami sebagian konsep
pelayanannya. Setelah mendapat
pekerjaan dan menikah di Medan,
saya nemu kembali komunitas LM di
ParokiTanjung Selamat. Jadi ya lekas-
lekas gabung kembali.”
Menurut sejarahnya, pertama kali
­Legio Maria didirikan di Dublin,
­Irlandia, oleh orang awam Katolik,
Frank Duff, pada 7 September 1921.
Anggota pertamanya adalah Frank
Duff, Pastor Micahel Toher dan 13
wanita.Padaawal­perkembangannya,
­LegioMariasempat­tersendat-sendat.
Namun ­kemudian Legio Maria ­dapat
berkembang dengan baik. Pada
­tahun 1931, Paus Pius XI memuji
­karya kerasulan Legio Maria. Paus
Paulus VI ­mengundang Frank Duff
­sebagai Pengamat Awam dalam
­Konsili Vatikan II.
Puji menuturkan, peran utama
­seorang legioner (anggota LM)
ialah menghadiri Rapat Presidium
selain doa, karya kerasulan seperti
misalnya mengunjungi orang sakit,
­‘merangkul’umat untuk kembali aktif
dan membantu tugas paroki.
Sama-sama Merasakan Berkat
Dalam pengalaman Puji, ­menjalani
tugas seorang legioner tidak ­begitu
rumit dan berat. “Sebagian ­besar
­kegiatannya bersifat doa dan
­memotivasi saudara seiman. Dan
juga kerap diingatkan secara ­ringkas
agar legioner tidak memberi dan
tidak menerima pemberian apapun
dari umat yang disambangi,”katanya.
Lalu bagaimana mendapat
­pengalaman spiritualnya?
“Banyakpunyapersepsikalau­sekedar
mendoakan hanya ­memberatkan
umatyang­dikunjungi.Namun,dalam
pengalaman kami ­justru ­sebaliknya.
Sebab mereka yang ­dikunjungi
­sebenarnya juga rindu temu sapa
dengan keluarga dari Gereja juga,”
ujar Puji. ­“Umumnya ­keluarga umat
yang dikunjungi tengah dirundung
sakit atau kemalangan. Mereka tidak
selalu mengharapkan pemberian
materi. Namun kehadiran kita untuk
mendengarkandanberdoa­bersama.”
Doa dan sharing dengan sesama
umat juga menginspirasi para
­Legioner. Tidak terkecuali bagi Puji.
“Hampir seluruh teman-teman
­Legioner juga mendapati diri turut
berbahagia, saat seorang umat yang
pernah ­dikunjungi telah pulih dari
sakit atau kemalangannya. Dalam
keadaan tersebut, baik saudara
yang dikunjungi dan para Legioner
­ternyata sama-sama terberkati oleh
Allah,” tutur Dosen di satu kampus
swasta Medan ini.
Mereka
tidak selalu
­mengharapkan
pemberian
­materi. Namun
kehadiran
kita untuk
­mendengarkan
dan berdoa
­bersama
“
8
Kenangan Puji dalam pelayanan LM
tidak melulu serius. Kadangkala ada
pengalamanunikyangkerap­berujung
guyon. “Ada beberapa ­kejadian unik
dimana beberapa ­saudara yang kami
doakan, tak lama kemudian wafat.
Hal ini ­melahirkan perasaan kurang
enak bagi kami. ­Seolah kami laiknya­
­‘malaikat ­pencabut nyawa’. Namun,
itu tak berlangsung lama. Kami
­bahkan disadarkan oleh keluarga
yang ­ditinggalkan, bahwa memang
saudara yang kami doakan telah
­menderita sakit keras,” terang Puji.
“Setiap kali mengigat ­pengalaman
tersebut ­kadang saya terpingkal geli.
Namun tak jarang juga saya ­semakin
­memahami tentang ­singkatnya
­kehidupan ini. Sungguh benar
­sabda-Nya dalam nats Alkitab: bahwa
kedatangan-Nya seperti ­pencuri. Tak
bisa diduga.”
Dalam satu kesempatan Puji
­memaparkan perihal keanggotaan
di LM. “Untuk menjadi anggota ­Legio
­Maria, seseorang sudah ­dibaptis
­menjadiKatolikdanhadirdalam­Rapat
Mingguansebagaitamu,­setelahcalon
anggota ­menyampaikan kemauannya
menjadi anggota, maka presidium
memberikan waktu sedikitnya tiga
bulan sebagai Anggota Percobaan,”
katanya.
Anggota Legio Maria terdiri
dari ­anggota aktif dan anggota
auxilier(yang membantu). Anggota
­aktifwajibterlibatdalamkegiatanrutin
Legio Maria seperti ­menghadiri Rapat
Mingguan Presidium, ­melaksanakan
tugas-tugas kerasulan, mendoakan
Catena (Latin: Catena ­artinya rantai
ikatan), dan lain-lain. Tugas anggota
auxilier adalah berdoa Rosario dan
Tessera setiap hari.
Selain keanggotaan tersebut juga
­terdapatkeanggotaantambahan­yaitu
Pretorian dan Ajutorian. ­Seorang Pre-
torian selain melakukan tugas ­sebagai
anggota aktif juga harus mengikuti
Misa Harian, dan ­mendoakan doa
resmi ­­Gereja/­brevier (english Devine
Office) demikian juga bagi seorang
­Ajutorian selain ­melakukan tugas
­sebagai anggota auxilier juga ­dituntut
untuk ­mengikuti Misa Harian dan
mendoakan doa ­resmi Gereja/brevier.
“LM tidak menjanjikan saya
­kesejahteraan materiil. Namun, ­lebih
dari itu, saya merasa setiap doa kami
didengarkan Allah. Ia tidak ­pernah
tidak menjawab doa-doa kami. ­Hanya
saja, kadang kala jawaban yang
­terbaik adalah ‘tidak’. Dan, dalam
­jejak kehidupan saya, setidaknya ada
­berbuat bagi sesama,”kata Puji.
foto: Dok. Pribadi
10
EMBUN KATAKESE | LITURGI
PELANGGARAN LITURGI
DALAM PERAYAAN EKARISTI
OLEH:
Katolisitas.org
11
Dewasa ini, ada
­kecenderungan
untuk ­terlalu
mengikuti
­kehendak para
­peraya, sampai
­mengesampingkan
apa yang
­sebenarnya
­menjadi hal
­prinsip yang
­menjadi kehendak
­Allah
“
Setelah kita mengetahui
­pengertian tentang liturgi,
mari kita lihat bersama adanya
­pelanggaran-pelanggaran yang
umum terjadi di dalam liturgi
Perayaan Ekaristi, yang biasanya
didasari oleh kekurangpahaman
ataupun ketidakseimbangan
­dialog antara pihak Allah dan pihak
­peraya.
Dewasa ini, ada ­kecenderungan
untuk terlalu mengikuti
­kehendak para ­peraya, sampai
­mengesampingkan apa yang se-
benarnya menjadi hal ­prinsip yang
menjadi kehendak ­Allah, atau yang
selayaknya ­diberikan kepada Allah
sebagai ­ungkapan penghargaan
kita akan Misteri Paska yang kita
rayakan dalam liturgi.
Kekurangpahaman ataupun
­ketimpangan ­penyesuaian dalam
liturgi ini melahirkan ­banyak
­pelanggaran-pelanggaran, dan
berikut ini adalah beberapa
­contohnya:
Pelanggaran sehubungan
­dengan persiapan batin
­sebelum mengikuti Misa
­Kudus:
1. Tidak berpuasa sedikitnya
­sejam sebelum menerima
­Komuni
Seharusnya:
KHK Kan. 919
§ 1 Yang akan menerima Ekaristi
Mahakudus hendaknya berpantang
dari segala macam makanan dan
minuman selama waktu sekurang-
kurangnya satu jam sebelum ­komuni,
terkecuali air semata-mata dan obat-
obatan.
Maksud puasa sebelum Komuni
tentu adalah untuk semakin
­menyadarkan kita bahwa yang
akan kita santap dalam Ekaristi
adalah bukan makanan biasa,
namun ­adalah Tuhan sendiri: yaitu
­Kristus Sang Roti Hidup, yang dapat
­membawa kita kepada kehidupan
kekal (lih. Yoh 6:56-57)
2. Menggunakan pakaian yang
tidak/ kurang sopan ke ­gereja,
datang terlambat, ngobrol,
berBBM/ SMS di gereja, makan
dan minum di dalam gereja,
­terutama anak- anak, anggota
koor yang minum sebelum/
sesudah bertugas, umat saat
menunggu dimulainya perayaan
Ekaristi.
Seharusnya:
KGK 1387 ….Di dalam sikap (gerak-
gerik, pakaian) akan terungkap
penghormatan, kekhidmatan, dan
kegembiraan yang sesuai dengan
saat di mana Kristus menjadi tamu
kita. (CCC 1387 …. Bodily demeanor
(gestures, clothing) ought to convey
the respect, solemnity, and joy of this
moment when Christ becomes our
guest)
Sudah sewajarnya dan
­sepantasnya jika kita memberikan
­penghormatan kepada Allah yang
kita jumpai di dalam liturgi. Jika
sikap seenaknya tidak kita lakukan
jika kita sedang bertemu bapak
Presiden, maka selayaknya kita
tidak bersikap demikian kepada
Tuhan yang kita jumpai di gereja.
3. Tidak memeriksa batin, namun
tetap menyambut Komuni meski-
pun dalam keadaan berdosa berat
Seharusnya:
RS 81 Kebiasaan sejak dahulu kala
menunjukkan bahwa setiap orang
harus memeriksa batinnya dengan
mendalam, dan bahwa setiap orang
yang sadar telah melakukan dosa
berat tidak boleh menyambut Tubuh
Tuhan kalau tidak terlebih dahulu
12
menerima Sakramen Tobat, ­kecuali jika
ada alasan berat dan tidak ­tersedia
kemungkinan untuk ­mengaku dosa;
dalam hal itu ia harus ingat bahwa ia
harus membuat doa tobat sempurna,
dan dalam doa ini dengan sendirinya
tercantum maksud untuk mengaku
dosa secepat mungkin (lih. KGK 1385,
KHK Kan 916, Ecclesia de Eucharistia,
36)
Dosa berat memisahkan kita dari
Kristus, dan karena itu untuk bersatu
dengan-Nya kita harus meninggalkan
dosa tersebut, dan mengakukannya
di dalam sakramen Tobat. Contoh
dosa berat ini misalnya jika hidup
dalam perkawinan yang tidak sah
menurut hukum Gereja Katolik, atau
hidup dalam perzinahan/ ­percabulan,
atau dalam keadaan kecanduan
obat-obatan, dst. Kekecualian akan
­“adanya alasan berat dan tidak
­tersedia kemungkinan mengaku
dosa”, contohnya adalah bahaya
maut, atau jika tinggal di daerah
terpencil di mana Komuni dibagikan
oleh seorang asisten imam dalam
waktu sekian minggu sekali.
Pelanggaran dalam bagian-
­bagian Misa Kudus:
1. Mazmur Tanggapan digantikan
dengan lagu rohani lainnya
Seharusnya:
Redemptoris Sacramentum (RS)
62 “Tidak juga diperkenankan
­meniadakan atau menggantikan
bacaan-bacaan Kitab Suci yang
­sudah ditetapkan, atas inisiatif sendiri,
­apalagi “mengganti bacaan dan
Mazmur Tanggapan yang berisi Sabda
Allah, dengan teks-teks lain yang
­bukan dari Kitab Suci.” (lih. juga PUMR
57)
Katekismus mengajarkan bahwa
kehadiran Kristus dalam Perayaan
Ekaristi nyata dalam: 1) diri imamnya;
2) secara khusus dalam rupa roti dan
anggur; 3) dalam sabda Allah (bacaan-
bacaan Kitab Suci); 4) dalam jemaat
yang berkumpul (lih. KGK 1088).
Nah sabda Allah yang dimaksud di
sini adalah bacaan di dalam Liturgi
Sabda, dan ini termasuk bacaan
Mazmur pada hari itu.
2. Ordinarium digantikan dengan
lagu- lagu lain dengan teks yang
berbeda, yang tidak sama dengan
yang sudah disahkan KWI.
RS 59 Di sana-sini terjadi bahwa
Imam, Diakon atau umat ­dengan
­bebas mengubahkan atau
­menggantikan teks-teks liturgi suci
yang harus mereka bawakan. ­Praktek
yang amat tidak baik ini harus
­dihentikan. Karena dengan berbuat
demikian, perayaan Liturgi Suci
­digoyahkan dan tidak jarang arti asli
liturgi dibengkokkan.
Seharusnya:
PUMR 393 Perlu diperhatikan
­pentingnya nyanyian dalam Misa
­sebagai bagian utuh dari liturgi.
Konferensi Uskuplah yang berwenang
mengesahkan lagu-lagu yang serasi,
khususnya untuk teks-teks Ordi-
narium, jawaban dan aklamasi umat,
dan untuk ritus-ritus khusus yang
­diselenggarakan dalam kurun tahun
liturgi….
Rumusan Ordinarium merupakan
pernyataan iman Gereja yang sifatnya
baku, sehingga tidak selayaknya
diubah-ubah atas kehendak pribadi.
13
14
Konon kabarnya, black list atau ­daftar
hitam, menjadi salah satu cara yang
biasa dipraktekkan mereka, para
­machiavellian orang-orang yang biasa
dan terbiasa menghalalkankan ­segala
cara untuk ­mencapai tujuan dan
­ambisi pribadi.
Mereka memasukan orang-orang
­tertentu ke dalam sebuah daftar hitam,
daftar khususyang tidak ­kelihatan,
­sebagai upaya ­pembungkaman
­bahkan penghancuran. Strategi
­mengalahkan lawan, demi ­meretas
kemenangan pribadi.
Orang-orang yang masuk dalam
daftar hitam tersebut, biasanya adalah
orang-orang yang oleh kaum machi-
avellian tersebut, telah distigma-dicap
sebagai pemberontak, pembangkang,
perusuh, teroris, susah diatur, susah
­dikendalikan, susah diajak kerjasama,
dsb.
Padahal sebenarnya, mereka yang
­di-black list tersebut adalah justru para
pemikir ulung, para pekerja sejati, para
pelayan setia, para pencinta tulus, para
pelaku kebenaran, para pendukung
kemajuan dan para pendorong
­perubahan.
Dewasa ini, praktek-praktek
­pembuatan daftar hitam, rupanya
sudah hampir ­merambah pada seluruh
ruang ­publik, semua lingkup dan lini
kehidupan, baik kehidupan berbangsa,
bernegara, ­bermasyarakat, berbisnis,
bekerja bahkan beragama.
Biasanya, para machiavellian yang
­melakukan ini, adalah orang-
orang yang sejatinya sedang gagal
mengambil sikap distangsi, yaitu
sikap‘mengambil jarak’pada objek
melekat, yang seharusnya mereka
lakukan sebagai salah satu ­manifestasi
dari panggilan hidup mereka ­untuk
memimpin,mencintai dan melayani.
Dan objek melekat itu bisa saja
­berbentuk harta, jabatan, wewenang
dan lawan jenis (secara psikologi, tak
jarang mereka adalah para penderita
anxiety (gangguan kecemasan) dan
obsesif kompulsif).
Lucu bahkan lebih miris lagi, ketika
belakangan ini, praktek-praktek black
list, dilakukan secara terang benderang
dan dipublikasikan di hadapan banyak
orang. Parahnya lagi, itu dilakukan
justru oleh para pemimpin berjubah
berwajah ­malaikat, yang seringkali
berkotbah soal moral dan kebenaran!
Dan bisa jadi, mereka ada disekitarmu.
Maka, waspadalah!
***
Pertanyaan buat direnungkan:
Ketika kamu di-black list oleh pacarmu,
apa yang kamu lakukan?
Ketika kamu di-black list oleh teman-
mu, apa yang kamu lakukan?
Ketika kamu di-black list oleh saudara-
mu, apa yang kamu lakukan?
Ketika kamu di-black list oleh orang-
tuamu, apa yang kamu lakukan?
KOLOM “RUMAH JOSS” | BLACK LIST
Yoseph Tien
Wakil Ketua ­KomIsi
Kepemudaan di
­Keuskupan Agung
Medan
BLACK LIST
14
15
Ketika kamu di-black list oleh suami/is-
trimu, apa yang kamu lakukan?
Ketika kamu di-black list oleh atasanmu,
apa yang kamu lakukan?
Ketika kamu di-black list oleh pemimpin
komunitasmu, apa yang kamu lakukan?
Ketika kamu di-black list oleh pemimpin
negerimu, apa yang kamu lakukan?
Ketika kamu diblack list oleh pemimpin
agamamu, apa yang kamu lakukan?
Jawaban saya:
Ketika saya mengalami ini, saya lebih
­memilih tetap fokus mengerjakan
apa yang mesti saya kerjakan, seraya
­mendoakan mereka, semoga mereka
segera kembali pada jalan yang benar!
Jadi, apapun yang engkau alami, ­dilukai
dan disakiti dengan berbagai cara,
dibunuh karaktermu sekeji apapun
caranya itu, tetaplah bersabar dan kuat,
fokus dan tetap semangat pada karyamu
serta doakanlah mereka yang melukai
dan menyakitimu.
Yang penting bukanlah apa yang
­engkau alami, tetapi bagaimana ­engkau
­mengolah pengalamanmu menjadi
sesuatu yang indah dan berarti.
Dua quote Gede Prama dari“Simponi
di dalam Diri”di bawah ini, saya angkat
untuk menutup catatan kecil ini:
“Puncak keindahan di jalan-jalan
­kekalahan tercapai, ketika batin manusia
seluas langit. Tidak ada lagi yang bisa
membuat batin menjadi asin”
“Ditangga-tangga kebijaksanaan, kalah
juga indah. Terutama karena kalah
­seperti ampelas yang menghaluskan
kayu yang mau jadi patung mahal,
­seperti pisau tajam yang melubangi
bambu yang akan jadi seruling indah
kemudian”
Semangat pagi....mari masuki Juni ceria....
Salam Joss..!
Medan, 01 Juni 2015
15
16
“Ijazah Palsu”: Sebuah Potret Buram
Dalam Dunia Pendidikan Indonesia
T
ujuan Pendidikan Nasional
(Kemdiknas) yang tertulis
dalam UU No. 20 Tahun
2003 tentang Sistem ­Pendidikan
Nasional, Pasal 3 berbunyi :
“mengembangkan potensi pe-
serta didik agar menjadi manu-
sia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, ber-
ilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan ­menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung
jawab”(wikipedia.org).
Pendidikan dalam kaitannya ­dengan
pengembangan SDM sangatlah
diperlukan bagi setiap individu,
bahkan pendidikan telah ­menjadi
semacam bahan pokok untuk
meneruskan kehidupan, artinya
individu akan merasa kurang atau
merasa tak akan bisa hidup tanpa
adanya pendidikan. Dari kenyataan
ini, sudah sangat relevan apabila
pemerintah menjunjung tinggi
dan menomorsatukan pendidikan,
tentunya tanpa mengesampingkan
kepentingan-kepantingan lain yang
mengikuti dan menjadi penunjang
pendidikan itu sendiri.
Bila kita mengintip fenomena
­pendidikan di Indonesia saat ini,
apa yang muncul di benak kita?
­Apakah kita sudah puas ­dengan
sistem ­pendidikan yang terjadi
di Negara kita ini? Ataukah hati
kita miris karena melihat ­kualitas
­pendidikan yang ­semakin ­rendah
dan ­memprihatinkan? Dan
bagaimana tanggapan kita ­terhadap
­menjamurnya ijazah palsu yang
agaknya trend akhir-akhir ini di
­seluruh negeri?
Pendidikan Persfektif Ki Hajar
­Dewantara
Mari bercermin pada tokoh pen-
didikan Nasional Indonesia yang
memberikan kontribusi dalam dunia
Pendidikan di tanah air kita, yakni Ki
Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara
berpendapat bahwa pendidikan
adalah menuntun segala kekuatan
kodrat yang ada pada anak-anak agar
mereka sebagai manusia dan sebagai
anggota masyarakat dapat menca-
pai keselamatan dan kebahagiaan
yang setinggi-tingginya. Pendidi-
kan yang menjadi cita-cita Ki Hajar
Dewantara adalah membentuk anak
didik ­menjadi manusia yang merdeka
lahir dan batin. Luhur akal budinya
Sr. Angela Siallagan, FCJM
Staf Keuangan di Yayasan
Putri Hati Kudus (PHK),
­Pematangsiantar
OPINII | PENDIDIKAN
17
serta sehat jasmaninya untuk menjadi
­anggota masyarakat yang berguna,
bertanggung jawab atas kesejahteraan
bangsa, tanah air serta manusia pada
umumnya (academia.edu).
Pendidikan dimaksudkan sebagai
upaya untuk memerdekakan manusia
dalam arti bahwa menjadi manusia
yang mandiri, agar tidak tergantung
kepada orang lain baik lahir maupun
batin. Kemerdekaan yang dimaksud
­terdiri dari 3 macam, yaitu; berdiri
sendiri, tidak tergantung pada orang
lain, dan dapat mengatur sendiri.
Pendidikan ­merupakan hak semua
warga ­Negara, tidak membedakan jenis
kelamin ­(laki-laki dan perempuan).
Pendidikan nasional menurut Ki Hajar
Dewantara adalah pendidikan yang
selaras dengan kehidupan bangsa. Kalau
­pendidikan anak-anak tidak berdasarkan
­kenasionalan, sudah tentu anak-anak
kita tidak akan mengetahui keperluan
kita, lahir maupun batin, di samping itu
anak-anak tidak mungkin memiliki rasa
cinta terhadap bangsa dan Negara.
Bagaimana penerapan pandangan Ki
­Hajar Dewantara dalam ­pembelajaran
berwawasan kemasyarakatan?
­Pendidikan secara umum berarti daya
upaya untuk memajukan ­pertumbuhan
budi pekerti (kekuatan batin, ­karakter),
pikiran ­(intelek), dan tubuh anak.
Pengertian ini mengandung makna
bahwa pendidikan tidak boleh
­dipisah-pisahkan, tetapi sebagai suatu
kesatuan yang utuh untuk memajukan
kesempatan hidup, yakni kehidupan dan
penghidupan anak-anak yang dididik
selaras dengan dunianya.
Ijazah : Sebuah Kebanggaan
Menurut KBBI, ijazah dapat diartikan
sebagai surat tanda tamat belajar dan
merupakan izin yg diberikan oleh guru
kepada muridnya untuk ­mengajarkan
ilmu yang diperoleh si murid dari
­gurunya. Sedangkan berijazah artinya
mempunyai (mendapat) ijazah atau
berdiploma (kbbi.web.id).
Memiliki Ijazah apalagi kesarjanaan
­adalah sebuah kebanggaan, baik bagi
diri sendiri sebagai subjek juga bagi
orang tua. Orang berlomba-lomba
meraih ijazah sebanyak dan setinggi
mungkin, mulai dari ijazah SD, SMP,
SMA, diploma, sarjana, master, doktor,
profesi, dst. Dan demi memperoleh
ijazah ­tersebut orang rela menghabiskan
waktunya dalam kurun waktu yang lama
juga dengan segala suka duka yang
dialami.
Tak sedikit kesulitan yang dialami
dalam meraih ijazah tersebut ­mulai
dari ­kesulitan ekonomi, sosial, dll.
Namun, setelah lembaran ijazah itu
telah ­dimiliki ada rasa lega dan bangga
karena ­mampu melewati masa-masa
kuliah yang menyimpan sejuta ­makna.
Itulah sebabnya ijazah menjadi ­sesuatu
yang sangat berharga. Ijazah itu juga
­menunjukkan kemampuan atau
­keintelektualan seseorang. Dalam
ijazah tersebut nampak jelas gelar
yang diraihnya. Nah, itulah sebabnya
ijazah merupakan “kertas”yang
­sangat ­berharga, karna ijazah menjadi
bukti keahlian seseorang. Meski diakui
bahwa Ijazah memiliki banyak fungsi,
mulai dari syarat untuk melanjutkan
­pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,
mencari ­pekerjaan, kenaikan pangkat,
­meningkatkan profesi dalam ­pekerjaan,
dll. Dengan demikian ­seringkali
ijazah menjadi modal utama dalam
­memperbaiki kesejahteraan hidup.
Ijazah Palsu : Sebuah Kecelakaan
Besar
Maraknya bisnis ijazah palsu yang
­beredar di Negara ini mengundang
­kehebohan. Terbukti bahwa begitu
banyak orang yang menghalalkan ­segala
cara untuk memiliki ijazah ­dengan
jalan pintas. Instan, cepat dengan
nilai ­terjamin. Tinggal menyiapkan
­sejumlah rupiah, dalam beberapa menit,
­seseorang bisa memperoleh ijazah tanpa
bersusah-susah untuk kuliah. Peristiwa
ini menggambarkan betapa buruknya
mental orang-orang yang dengan
sengaja mendirikan universitas bodong
hanya untuk mengeluarkan lembaran
kertas palsu. Hal ini sungguh sangat
memprihatinkan sekaligus memalukan
karena merupakan kecelakaan besar.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Anies Baswedan prihatin dengan
maraknya berita ijazah palsu yang
­Pendekatan
­branchless ­banking
­memanfaatkan
tingkat ­tinggi
­penetrasi ­telepon
­selular di desa-­desa.­
Dengan
­mengoptimalkan
perangkat itu,
­warga desa
bisa ­melakukan
­transaksi ­sebagai
­nasabah
“
18
­beredar di Negara Indonesia ini. ­Menurut
Menteri Baswedan, ­menggunakan ijazah
palsu adalah hal yang sangat ­memalukan
dan sebenarnya ­merendahkan diri sendiri.
Praktik jual beli ijazah palsu sama saja
dengan kejahatan korupsi. Karena dilaku-
kan dengan cara-cara yang curang dan
tidak terhormat (news.liputan6, Rabu 03 Jun
2015).
Menurut Wakil Presiden Jusuf Kal-
la, pemakaian ijazah bodong itu
­membuktikan ketidakjujuran orang
tersebut. JK ­sulit ­percaya pejabat itu akan
melayani masyarakat dengan baik. Itulah
sebabnya, Ia meminta polisi ­membuka
identitas pejabat yang ­memakai ijazah
palsu. Pokoknya perintah laksanakan
aturan dan juga, buka saja siapa ­pakai
ijazah palsu. ­Semua orang apalagi
PNS, selalu ­bersumpah untuk jalankan
­tugas sesuai aturan yang ada secara
­jujur. Kalau ­menggunakan ijazah palsu
berarti ­memupuk ketidakjujuran”. JK
­menggarisbawahi penggunaan ijazah palsu
oleh pejabat negara termasuk berbahaya.
Tindak tanduk mereka tidak bisa dipercaya.
“UU telah mengatur bahwa siapa yang
­memakai ijazah palsu, harus dihukum
(news.liputan6, Kamis, 4 Juni 2015).
Kasus produksi ijazah palsu yang
­terbongkar sebenarnya bukan kasus baru.
Sudah sejak bertahun-tahun lalu, aktus
penggunaan ijazah palsu telah berjalan.
Terbongkarnya kembali produksi ijazah
palsu membuktikan, bahwa mentalitas dan
pembangunan mental manusia Indonesia,
tidak beranjak maju sedikitpun. Pemakaian
ijazah palsu mencerminkan kondisi sosial
dan mentalitas buruk masyarakat.
Namun, manusia Indonesia sepertinya
­banyak suka menerabas, ­cenderung
menghalalkan segala cara untuk
­mencapainya, tidak percaya diri, terlalu
­berorientasi vertikal, tidak berdisiplin
­murni, dan seterusnya, mengakibatkan
sebagian orang mudah tergiur ­membeli
­selembar ijazah palsu. Mentalitas itu
menjadi tidak terputus karena ­diwariskan
dari generasi ke generasi. Di sinilah peran
pemerintah menentukan. Ijazah palsu
merupakan cerminan buruknya sistem
pendidikan di Indonesia. Hal ini juga
mencerminkan system pendidikan saat ini
kurang optimal karena pendidikan lebih
mengutamakan kecerdasan ­akademik.
­Seharusnya, yang lebih diutamakan
­bukanlah kecerdasan akdemik melainkan
kecerdasan moral, etika dan karakter.
Epilog
Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa
sebagai tujuan negara Indonesia ini
­didirikan hanya bisa dicapai dengan
proses pendidikan yang benar, berkualitas,
dan menjunjung nilai kejujuran. Praktek
­meluncurkan ijazah palsu telah ­mencoreng
wajah pendidikan kita. Seperti yang
­diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (mendikbud), Anies ­Baswedan
bahwa pendidikan adalah sebuah­“gerakan”.
Pendidikan harus dipandang sebagai
ikhtiar kolektif seluruh bangsa, tidak bisa
hanya dipandang sebagai sebuah program.
Itulah sebabnya semua elemen masyarakat
harus diajak untuk terlibat. (aniesbaswedan.
com, Sabtu, 02 Mei 2015).
Anis Baswedan menekankan bahwa
pendidikan itu seperti tangga berjalan
yang mengantarkan kita meraih kes-
ejahteraan yang jauh lebih baik. Kita perlu
­mengembalikan semangat dan konsep
Ki Hadjar Dewantara bahwa sekolah
­(kampus) harus menjadi tempat belajar
yang ­menyenangkan. Sebuah wahana
belajar yang membuat para pendidik
merasakan mendidik sebagai sebuah
kebahagiaan. ­Sebuah wahana belajar yang
membuat para peserta didik merasakan
belajar ­sebagai sebuah kebahagiaan.
Pendidikan sebagai sebuah kegembiraan.
Pendidikan yang menumbuh-kembangkan
potensi ­peserta didik agar menjadi insan
­berkarakter Pancasila.
Ikhtiar besar kita untuk pendidikan ini
hanya akan bisa terwujud bila kita semua
terus bekerja keras dan makin membuka
lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk
terlibat aktif dalam pendidikan. Maka
mari kita mengubah perspektif, bahwa
­pendidikan bukan hanya urusan kedinasan
di pemerintahan, melainkan juga urusan
kita dan ikhtiar memajukan pendidikan
yang menjadi tanggung jawab kita semua
(aniesbaswedan.com, Sabtu, 02 Mei 2015).
19
SASTRA | SINTA
19
Sinta
Cinta mereka
­sesungguhnya tidak
berjalan terlalu ­lancar.
Acap kali mereka
­bertemu kerikil-kerikil.
Dua hari lalu mereka
kembali bersepakat untuk
putus. Sesungguhnya tidak
bersepakat. Ganup hampir-hampir
menampar Sinta, pacarnya itu, karena
gadis yang dicintai sepenuh hatinya
dengan tegas meminta ­mengakhiri
semuanya. Sudah tidak ada lagi
tanda-tanda kecocokan yang mesti
dipertahankan.“Kali ini tak akan ada
kesepakatan lagi yang harus kita
patuhi bersama,”seru Sinta.­“Kita
­sudah di ujung segalanya.”
Pilihan pelampiasan amarah ­paling
tepat bagi Ganup ­nampak dari
­ponselnya yang hancur ­berantakan
di belakang gedung sekolah.
­Tentulah dia tidak perlu melirik ke
kanan-kiri karena teman-teman
mereka ­sudah pulang dua jam
lalu. ­Barangkali ­mereka sudah
­bekerja di ladang ­sekarang. Ganup
­menyadari itu ­karena itulah dia
­leluasa ­menghamburkan makian.
Kali ini ­Sinta tidak mau menunduk
seperti dia lakukan selama ini. Dia
sudah terlalu lelah, barangkali juga
jenuh, menghadapi Ganup yang
­menurutnya sudah tidak seperti
saat pertama mereka jatuh cinta.
Sudah tidak ada lagi terasa getar-
getar di dada. Langkah-langkah cinta
mereka terasa terhambat benteng
­mahatinggi. Tak ada lagi tanda-tanda
ungkapan kasih di layar telepon
genggam mereka. Bahkan tadi pagi
sebelum berangkat sekolah, Sinta
dikejutkan oleh isi pesan ­pendek
dari Ganup.“Tak cukup alasan
bagimu nanti siang untuk berkata
tidak. ­Karena jika itu terjadi maka
tindakanmu itu akan mendatangkan
musibah bagiku.”Keterkejutan Sinta
lebih kepada ­ketidakmengertiannya
dengan isi pesan itu. Tapi dia ­merasa
dia mengerti berakhir di mana
­penafsirannya. Karena memang
hanya tersedia satu ruang saja untuk
itu.
***
Sinta tidak pernah menanggapi
cibiran orang. Menurutnya tak ada
yang salah dengan kelahiran. Dia
selalu beranggapan dilahirkan oleh
seorang wanita yang luar biasa dapat
mengalahkan apa pun. Apa pun.
Kemegahan satu-satunya baginya
adalah kasih sayang ibunya. Namun
tidak dengan ayahnya. Tidak dengan
ayahnya terlebih-lebih karena setiap
malam ayahnya selalu membawa
aroma tak sedap ke rumah. Selepas
sore berubah wujud menjadi malam,
kedai tuak Simatupang, yang tidak
begitu jauh dari rumah, selalu tempat
paling tepat baginya menumpahkan
semua yang harus dilampiaskan. Dia
tahu ayahnya tidak bermaksud lain
ketika suatu malam dia ­melewati
kedai tuak itu dan mendengar
­celotehan ayahnya.“Semua penghuni
rumah bertindak seperti penghuni
(bagian I)
Dian Purba
purbadian@gmail.com
20
neraka saja.”Dia tahu tegukan-tegukan
tuaklah penyebabnya. Kalau harus
­dipaksa, Sinta tidak akan berani berujar
ayahnya tidak mengandung cinta lagi
di hatinya ke keluarganya. Yang pasti
Sinta selalu ­menanamkan satu hal: tiga
gelas tuak akan melampiaskan semua
cinta. Yang tersisa kemudian adalah
­ketidaksadaran diri. Lalu berubah wujud
menjadi hentakan-hentakan diri yang
acapkali hentakan itu menghadirkan rasa
pedih bagi orang lain.
Sudah lebih seminggu ini ayah Sinta
tidak pergi ke hauma.[i] Padahal ­sudah
bulan Juni. Ladang mereka tidaklah
terlalu luas. Dia, dua adiknya, dan
­ibunya belumlah cukup kuat menghalau
apporik[ii]. Burung ini sangat beringas
memakan padi yang sudah masak. Sudah
mereka pasang di empat sudut ladang
jolma-jolma[iii]. Sebelum panen setiap
sore Sinta ke ladang mengusir burung-
burung nakal itu. Burung yang tidak
­perlu memikirkan makanan apa yang
hendak dimakan besok hari. Bahkan
mereka tidak perlu memikirkan makian
Sinta ke mereka. Tiap kali Sinta lengah
tiap kali itu pula burung itu segera
­meluncur ke tengah-tengah hamparan
padi.“Tuhan pasti sedang mengantuk
menciptakan kalian. Dasar anak tiri.”
Namun, terkadang Sinta ­menemukan
keindahan di kenakalan burung itu.
­Angannya selalu melayang ke musim
panen silam. Dia pun ­berusaha ­menata
pikirannya. Dia ­membutuhkan ­ruang
cukup lebar untuk itu. ­Wajahnya
selalu ceria mengenangkannya.
­Menggambarkan semua itu, dia tidak
berani berkesimpulan. Ketika dia sudah
hampir tiba di kesimpulan seketika itu
pula dia sadar dengan nasehat ibu-
nya.“Sinetron yang kau tonton itu tak
mengajarkan apa pun selain menjarah
pikiranmu. Pikiranmu dirusaknya dan
kau akan berkata kau sedang jatuh cinta.
Sementara cinta terlalu dini membuatmu
sakit.”Biarpun begitu, ditemani hujan dia
memberanikan diri meluangkan waktu
menikmati kenangan itu.
Hujan pulalah saat itu yang sedang
­turun. Sinta tidak bisa menebak pasti
pukul ­berapa. Langit sudah gelap. Dia
lihat ­langit di kejauhan di belakang
­sopo[iv]-nya yang tidak kebagian siraman
hujan. Dia memperkirakan sudah pukul
5 sore. Tampak sungai di bawah sana
sudah mulai menguning. Dia tahu tidak
lama lagi aliran sungai akan ­dipenuhi
­potongan-potongan dahan kayu.
­Beruntunglah dia karena saat pulang dia
tidak perlu melewati sungai itu.
Ibunya tidak menemaninya hari itu.
Paribannya yang di kampung sebelah
menikah dengan gadis yang dipinangnya
di tanah perantauan. Sesungguhnya
dia hendak ikut.“Ke ladanglah sore ini.
Burung-burung itu pasti akan berpesta,”
perintah ibunya sebelum berangkat tadi
pagi. Untuk kesekian kali dia akan sendiri
menemani burung-burung itu.
“Bisa berteduh?”Suara tiba-tiba itu
mengejutkannya. Tanpa mendapatkan
ijin, pria yang sudah basah kuyup itu
menghempaskan pantatnya ke lantai
sopo.“Oh,”balas Sinta sekenanya.“Ke
mana semua ikan?”Gerutu pria yang
belum dikenal namanya itu. Sinta sudah
sering melihatnya di kampung. Kalau
dia tidak salah hitung sudah sebulan
kiranya dia tinggal di kampung. Dari Togu
tetangganya dia kemudian tahu Ganup,
nama pria itu, dikirim orangtuanya yang
di Tarutung untuk menjaga ompungnya
yang tinggal sendiri. Tak ada yang
­istimewa dari Ganup yang bisa ­membuat
Sinta terkesan kecuali kabar burung
yang mengatakan dia sudah langganan
­menggondol piala di kotanya. Wajahnya
sepertinya tidaklah sanggup melewati
paras Joni, ketua kelasnya di sekolah,
yang semenjak menginjakkan hari per-
tama di SMA sudah menarik hatinya. Na-
mun Joni yang tahu hal itu tiba-tiba saja
menjadi manja dibelai perasaan Sinta itu.
Terlalu pongah dia membuka hati barang
sedikit dan membiarkan Sinta masuk
dan menanam bunga di sana. Itu pulalah
yang membuat Sinta mengurungkan niat
untuk berhenti menanam rasa.
20
22
ILHAM SEHAT | JANTUNG
T
ahukah Anda bahwa saat ini suhu
udara saat siang hari bisa mencapai
39-40 derajat celcius? Peningkatan
suhu udara menjadi sangat panas dapat
mempengaruhi metabolisme tubuh kita.
Selain itu suhu udara yang panas dapat
membuat kulit kering dan kehilangan
kandungan air didalam lapisan kulit.
Cuaca panas ternyata tak dapat ­dianggap
­remeh. Kondisi ini menurut para ahli ­dapat
menimbulkan risiko dan ancaman bagi
­kesehatan. Ahli jantung terkemuka, Dr
Chauncey Crandall, mengungkapkan bahwa
cuaca panas dapat membunuh, terutama
karena dapat mengakibatkan masalah pada
jantung.
Belum lama ini Badan Pencegahan dan
Pengendali Penyakit Amerika Serikat,CDC
­(Centers for Disease Control and Prevention)
­mengeluarkan pernyataan, agar masyarakat
berhati-hati dalam melakukan aktivitas
­olahraga dalam cuaca musim panas. ­Karena
menurut penjelasan resmi yang ­dikeluarkan
oleh CDC, latihan khusus pada cuaca
­panas dapat menyebabkan dehidrasi atau
­gangguan serius dan stroke. Peringatan ini
terutama ditujukan bagi atlet di sekolah yang
kerap mengikuti kejuaraan dan latihan pada
cuaca panas.
Kematian akibat latihan olahraga pada
kondisi cuaca panas adalah tragedi, yang
­semestinya bisa dicegah. Karenanya guru
dan orang tua agar mengenali gejala terkait
­dengan ­gangguan kesehatan akibat cuaca
panas yang ekstrim.
Menurut Asosiasi Jantung Amerika Serkat
(AHA), puncak kematian pasien dengan
serangan jantung tidak hanya terjadi musim
dingin, namun juga di musim panas. Dr
­Crandall mengatakan bahwa temuan ini tidak
terlalu mengejutkan, karena ia sering melihat
kekambuhan pasien dengan masalah jantung
yang dipicu oleh panas.
“Ketika tubuh terlalu panas, hipertermia
­dapat terjadi,” katanya. Hipertemia adalah
suatu kondisi di mana inti tubuh menjadi
­terlalu panas.
“Kondisi ini, ditambah dengan ­dehidrasi,
­mengakibatkan ketidakseimbangan
­elektrolit, dan sebagai hasilnya, seseorang
­dapat mengalami syok kardiogenik,”katanya.
Pada saat ternjadinya syok kardiogenik,
­jantung tiba-tiba menjadi lemah dan tidak
­dapat memompa cukup darah ke seluruh
tubuh. “Ini dapat menyebabkan kegagalan
Cuaca Panas Picu Serangan Jantung
22
23
multi-organ yang dapat memicu serangan
jantung atau kematian jantung mendadak,”
kata Dr Crandall, yang menjabat sebagai
­Direktur Program tTansplantasi Jantung
dari Palm Beach Cardiovascular Clinic,
­Florida.
Menurut Crandall, kelompok yang sangat
rentan menderita serangan jantung ­akibat
cuaca panas adalah orang-orang yang tidak
terbiasa terhadap panas ekstrem, seperti
negara-negara di bagian utara.
Kelompok usia tertentu, kata Crandall,
juga memiliki risiko lebih tinggi. “Orang
tua ­telah kehilangan kemampuan ­untuk
­mendinginkan suhu tubuh mereka.
­Kelenjar keringat mereka telah kering,
­sehingga ­kemampuan tubuh mereka
­untuk mempertahankan suhu inti tubuh
sudah tidak bekerja dengan baik seperti
ketika mereka masih muda,”katanya.
Data dari Centers for Disease Control (CDC),
AS menyebutkan, panas yang ­berlebihan
menyebabkan kematian 8.015 orang
­antara tahun 1979 dan 2003. ­Penghitungan
ini ­lebih tinggi daripada mereka yang
­kehilangan nyawa akibat dari angin topan,
petir, banjir, dan gempa bumi.
Menurut Dr Crandall, salah satu ­bahaya
terbesar dari suhu panas adalah
­dehidrasi. Kurangnya cairan tubuh dapat
­mengakibatkan ketidakteraturan ­detak
­jantung yang mengancam jiwa yang
­dikenal sebagai fibrilasi atrium.
Sejumlah penelitian telah ­menemukan
bahwa cuaca panas ­meningkatkan
risiko serangan jantung. Crandall
­memperingatkan pasien jantung agar
­berhati-hati dan mencari tempat yang
­dingin saat cuaca panas terjadi. Bahaya
­lainnya,lanjutCrandalladalahbahwa­panas
yang ekstrim menyebabkan ­pembuluh
­darah melebar. Kondisi ini dapat sangat
membahayakan bagi orang yang sedang
menggunakan obat umum seperti obat
­tekanan darah. “Mereka bisa pingsan. Kita
melihat kejadian ini sepanjang waktu,”kata
Crandall.
Gejala
Crandall mengungkapkan, cuaca pa-
nas juga dapat memicu sengatan panas
atau heatstroke. Penderitanya biasanya
­memiliki beberapa gejala seperti, kurang
­berkeringat, dengan kulit terasa panas dan
kering ketika disentuh, mual dan ­muntah,
kulit memerah, napas cepat, jantung
­berdetak cepat, sakit kepala, kejang otot
serta hilangnya kesadaran.
Gejala pertama yang biasanya muncul
adalah kram panas yang terjadi pada, kaki,
tangan dan perut. Jika tidak segera ­diobati,
gejala yang terjadi berikutnya ­adalah sakit
kepala, pusing atau sakit kepala ringan,
mual, dan kulit yang terasa dingin dan
­lembab. Jika gejala ini tidak ditangani,
kondisi ini dapat mengancam jiwa.
“Salah satu hal paling penting untuk
­mengenali tentang heatstroke, dan lainnya
yang berhubungan dengan masalah ­panas
adalah bahwa kodisi sebetulnya dapat
­dihindari,”kata Dr Crandall.
Berikut tips sederhana dari Dr Crandall
dalam menghadapi cuaca panas:
• Pakailah pakaian yang longgar.
• Pastikan Anda terhidrasi dengan baik.
Minum1-3gelasairsebelumkeluarruangan,
dankemudianmelanjutkanminumairsetiap
20-menit, bahkan jika Anda merasa sedang
tidak haus.
• Jika Anda sedang mengonsumsi obat
­hipertensi atau jantung, perlu diingat
bahwa Anda mungkin akan merasa efek
panas yang lebih tajam dan harus segera
­mengambil ­tindakan pencegahan. Anda
bisa ­meminta bantuan dokter jika merasa
butuh ­penyesuaian.
• Pakailah topi bertepi lebar.
• Hindari alkohol dan minuman berkafein,
karena minuman ini dapat menarik air ke-
luar dari tubuh.
• Berhati-hatilah berjalan atau berolahraga
di panas. Tetap berolahraga di tempat yang
teduh bila memungkinkan.
• Hindari sinar matahari pada siang hari
hingga jam 3 sore, karena panas matahari
sangat intens ketika jam-jam tersebut.
(Sumber: Kompas Health)
23
24
Dian Purba
purbadian@gmail.com
Mahasiswa
­Pascasarjana Ilmu
Sejarah UGM
POLLUNG | GLOBAL WARMING
25
Gereja dan Pemanasan Global
M
emanfaatkan energi dunia saja
tidaklah cukup. Kita juga harus
menjaga keberlanjutannya.
Selama hampir 85 tahun, Chevron telah
berkomitmen kepada rakyat Indonesia.
Tujuh ribu tenaga kerja nasional mem-
bawa kami tumbuh menjadi produsen
minyak bumi dan energi panas bumi
terbesar di negeri ini, serta penghasil
gas bumi terkemuka. Sebagai hasilnya,
masyarakat dapat mengakses peker-
jaan dan pendidikan yang lebih baik,
serta memberikan tiga generasi beri-
kutnya sesuatu untuk dinanti. Beberapa
menyebutnya sebagai upaya manusia.
Kami menyebutnya sebagai energi in-
sani. Iklan Chevron: Human Energy
Engkau yang melepas mata-mata air ke
dalam lembah-lembah, mengalir di antara
gunung-gunung, memberi minum segala
binatang di padang, memuaskan haus
keledai-keledai hutan; di dekatnya diam
burung-burung di udara, bersiul dari antara
daun-daunan. Mazmur 104: 10-12
(bagian I)
26
Satu hal yang pasti: planet yang
kita tempati ini berada pada kondisi
­(sebentar lagi) tak mungkin didiami.
Jakarta banjir, hal biasa. Medan, setali
tiga uang. Orchard Road di Singapura
banjir? Kota dengan drainase terbagus
di dunia ini tidak sanggup menahan
gempuran hujan sangat deras se-
lama satu jam. Di Bangladesh lebih 55
orang tewas karena banjir dan sekitar
12.000 warganya mesti mengungsi. Di
­Myanmar 46 orang tewas karena alasan
serupa. Kota Draguignan, Distrik Var,
kawasan pantai Cote d’Azur, ­Perancis,
kehilangan 22 nyawa warganya.
­Kejadian ini banjir terburuk di Perancis
sejak tahun 1827. Tidak lama berselang,
di wilayah Cina bagian selatan, banjir
yang melanda menewaskan 132 orang,
860.000 orang terpaksa mengungsi, 86
orang hilang, 6800 rumah hancur, dan
akan berdampak kepada 10 juta warga
yang lain. Kerugian diperkirakan Rp 20
triliun.
Itu data terbaru betapa alam sudah
sangat jenuh menanggung ulah
­manusia. Mereka murka. Tepatnya, alam
­menunjukkan ­keberbandinglurusan
antara tidak bertanggungjawabnya
­manusia menjaga alam dengan
­ketahanan alam itu sendiri menjaga
dirinya. Saya ­lantas ­membayangkan:
bumi dan semua ­isinya, tanpa
­mengikutsertakan ­manusia, sedang
berkeluh kesah: kami sesungguhnya
akan berjalan dengan sangat baik
tanpa kehadiran kalian (manusia).
Jika yang demikian terjadi, kita sudah
­sampai pada tahap akhir dari siklus
­kehidupan itu sendiri: lenyapnya
­manusia.
Alam sesungguhnya sudah
­menyediakan batas-batas yang
harus kita patuhi. Dan inilah bentuk
­kompromi-perjanjian alam dengan
manusia. Hal-hal yang diterangkan di
bawah ini adalah peristiwa-peristiwa
saat kontrak itu dilanggar.
Pemanasan global
Pemanasan global berarti adanya
­proses peningkatan suhu rata-rata
atmosfer, laut, dan daratan bumi.
­Pemanasan global terjadi ketika
­konsentrasi gas-gas tertentu yang
dikenal dengan gas rumah kaca terus
bertambah di udara. Gas rumah kaca
timbul akibat ulah manusia: ­kegiatan
industri, gas karbon dioksida ­akibat
penggunaan berlebihan bahan
bakar fosil, penggundulan hutan,
­penggunaan pestisida, pertambahan
jumlah penduduk.
Gas rumah kaca bukanlah gas yang
dihasilkan oleh bangunan yang ter-
buat dari kaca. Segala sumber energi
yang terdapat di bumi berasal dari
­matahari. Sebagian besar energi terse-
but ­berbentuk radiasi gelombang
pendek, termasuk cahaya tampak.
Ketika ­energi ini tiba permukaan
Bumi, ia ­berubah dari cahaya menjadi
panas yang ­menghangatkan bumi.
Permukaan bumi, akan menyerap
sebagian panas dan memantulkan
kembali sisanya. ­Sebagian dari panas
ini ­berwujud radiasi infra merah gelom-
bang ­panjang ke angkasa luar. Namun
sebagian panas tetap terperangkap di
atmosfer bumi akibat menumpuknya
jumlah gas rumah kaca antara lain uap
air, karbon dioksida danchlorofluoro-
carbon akibat kegiatan industri, asam
nitrat ­dihasilkan oleh emisi kendaraan
dan industri, dan metana yang ­menjadi
perangkap gelombang radiasi ini. Gas-
gas ini menyerap dan ­memantulkan
kembali radiasi gelombang yang
dipancarkan bumi dan akibatnya panas
tersebut akan tersimpan di permukaan
bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus
­sehingga mengakibatkan suhu rata-
rata tahunan bumi terus meningkat.
Laiknya rumah yang terbuat dari
kaca, gas-gas bebas masuk tapi
­terperangkap di dalam sehingga
tidak bisa keluar. Dengan semakin
­meningkatnya konsentrasi gas-gas ini
di atmosfer, semakin banyak pula panas
yang terperangkap di bawahnya.
Alam
sesungguhnya
sudah
­menyediakan
batas-batas
yang harus
kita patuhi
“
27
Dampak pemanasan global sudah
­sangat kasat mata. Selama seratus
tahun terakhir, suhu rata-rata global
permukaan bumi terus meningkat
dari 0,74 °C-0,18 °C. Dan diperkirakan
antara tahun 1990 sampai 2100 suhu
global akan meningkat 1,1 hingga
6,4 °C. Artinya sama dengan naiknya
permukaan air laut 100 cm ­disebabkan
banyaknya es mencair di kedua
­kutub bumi. Kota-kota rendah seperti
­Belanda akan kehilangan enam ­persen
daratannya. Ketika tinggi lautan
­mencapai muara sungai, banjir akibat
air pasang akan meningkat di daratan.
Semua pengetahuan tentang ­kapan
musim hujan bermula, musim
­kemarau berakhir hampir tidak bisa
lagi diajarkan di ruangan-ruangan
kelas. Cuaca menjadi anomali. Petani
di beberapa daerah dirugikan akibat
ledakan hama wereng. Tercatat 30.159
hektar area sawah padi diserang
wereng coklat , meliputi daerah Jawa
Tengah (10 kabupaten), Jawa Barat
(5 kabupaten), Banten (4 kabupaten),
dan Aceh (3 kabupaten). Wereng
bertengger di peringkat empat
­perusak tanaman padi. Di peringkat
pertama hingga ketiga berturut-turut
adalah tikus, penyakit, dan penggerek
batang.
Dibandingkan dengan periode
yang sama di tahun lalu, tahun 2010
­semester pertama, ­pertumbuhan
hama wereng meningkat tiga kali lipat.
Penyimpangan iklim ­memengaruhi
musim kemarau yang diselingi
lebih banyak turunnya ­hujan
­menimbulkan ­kelembaban
tinggi. Kondisi ini
­menyuburkan ­pertumbuhan
hama tanaman, termasuk
wereng.
Populasi dunia yang berkisar 6,6
miliar boleh jadi jadi saksi betapa
dahsyatnya dampak yang ­ditimbulkan
saat ­pegunungan es di dua ­kutub
bumi mencair. Sebagian besar dari
jumlah itu akan yang bertempat
tinggal di pantai akan kehilangan
tanah yang mereka tempati selama ini
selamanya. Jumlah volume es di Benua
Arctic ­dihitung semenjak 1950 men-
galami penurunan drastis. Tahun 1955
­volume es di benua itu masih penuh
100 ­persen. Tahun 2000 berkurang
­menjadi 74 persen dari volume tahun
1955. Sekitar tahun 2050 ­diperkirakan
volume es tersisa 54 persen dari
volume tahun 1955. Seperti sudah
disinggung di atas, akan banyak
sekali pulau-pulau kecil tenggelam.
­Penduduk daerah-daerah di ­pesisir
pantai akan menjadi pengungsi
­terbesar ­sepanjang sejarah.
Peningkatan ekploitasi ­lingkungan
meningkat dengan marak dan
­meluasnya perubahan tataguna lahan
yang berakibat pada penciutan luas
hutan, menyumbang pemanas suhu
bumi. Maka, sangat melawan akal
­sehat saat membaca iklan sebuah
­perusahaan ­pengembang ­property
terbesar di negeri ini:­“Hadirkan
­Properti Ramah Lingkungan yang
Berkelanjutan.”Nirwana Bogor
­Residence terletak di kaki Gunung
Salak.“Hunian hijau”ini memiliki luas
1200 hektar. Tanah-tanah subur itu kini
tertutup dengan semen, diselimuti
aspal hitam. Untuk penyiksaan alam
ini, pengembang berdalih: kawasan
ini memiliki 60 persen ruang terbuka.
Poin pertama, 1200 hektar yang
­dulunya hutan beralih fungsi menjadi
tempat berdirinya tembok-tembok
raksasa. Dengan sendirinya pula
semua fungsi hutan akan ­menemui
ajalnya. Poin kedua, kawasan ini
ditujukan bagi mereka ­berkantong
tebal. Artinya, penduduk lokal hanya
kebagian limbah orang-orang elite
itu ­sembari menjadi penonton
­kemewahan di tanah mereka sendiri.
(bersambung di edisi berikutnya)
28
29
LAPO AKSARA
Ananta Bangun
anantabangun.com
Redaktur Tulis di
­Lentera News
29
FAKE PLASTIC TREES
Saya menemukan judul lagu empunya
Radiohead ini dalam novel 5 cm ­(Donny
Dhirgantoro). Sebagaimana dialog
­mengomentari judul tersebut, saya ­turut
terpapar kebingungan. Pohon plastik
nan palsu, demikian alihbahasa-nya,
­seperti hendak memojokkan kepalsuan
dari kepalsuan.
Bahan plastik sebagai pengganti
­wujud benda hidup/ mati, ­bukankah
­seyogyanya sebagai perwakilan
tidak nyata? Ia palsu sedari awal
dibuat ­sebagai (katakanlah) pohon
­plastik, ­manusia plastik, mobil plastik.
­Karenanya, tidak mengherankan bila
beras plastik pun turut beredar. Berbaur
dengan teman-teman se-plastik lainnya.
Keprihatinan perihal beras plastik ini
berbarengan pula dengan isu ijazah
palsu. Meski secara wujud berbeda,
­kepalsuan kedua benda ini mewakili
permasalahan klasik di tengah-tengah
kita. Asupan makan serta pola fikir.
­Segala racun bernama pengawet,
­penyedap, nikotin bahkan adiksi
­narkoba menjejali tubuh. Mungkin
juga ada kaitannya, sehingga pola fikir
kita kerap mengandalkan kepalsuan
­untuk memperoleh kedudukan ataupun
­penghasilan lebih.
Radiohead malah menambahkan lagi
porsi keterpurukan itu via kritikannya
dalam lagu‘Fake Plastic Trees’terse-
but. Bagaimana bila beras plastik dan
ijazah palsu dijadikan lebih palsu?
Tidak dapat digapai. Pula tak terjamah
oleh ­pancaindera kita sendiri. Seperti
mengumpamakan seseorang yang
tengah memainkan game mengolah
kebun khayalan. Ia secara rutin memetik
jeruk, mengumpulkan telur ayam, dan
mendengar lenguhan sapi yang tengah
diperah susunya. Terus hanyut dalam
pusaran kegiatan ini hingga akhirnya
tersadar masih terbaring di ranjang
­dengan busana tidur sekenanya.
Teknologi yang kita puja sebagai
­kemajuan zaman secara gemulai ­dapat
menggeret pola fikir kita pada ­cibiran
Radiohead. Bahwa kepalsuan dari
­kepalsuan lah yang segera ­mengisi
relung jiwa kita. Beras plastik dan
ijazah palsu hanyalah permukaan dari
­bongkahan gunung es. Sosok kucing
sekalipun dapat bersalin rupa menjadi
seorang gadis cantik jelita. Ia ­kemudian
memesan biskuit kesayangannya via
toko daring. Dan mendaftar kuliah
hingga mendapat gelar sarjana melalui
kampus maya.
Jadi, kemana kita akan melabuhkan
asa kita tatkala gelombang kepalsuan
lebih kerap ditemukan? Hanya ­dengan
kembali pada Yang Maha Kuasa. Sebab
rancangan-Nya tidak fasik seperti
rancangan manusia. Rentan disusupi
­kepalsuan. Sebagaimana dituturkan
dalam sabda Allah dalam Alkitab: (1Yoh
4:1) Saudara-saudaraku yang kekasih,
janganlah percaya akan setiap roh, tetapi
ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal
dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu
yang telah muncul dan pergi ke seluruh
dunia.

Lentera News edisi #15 Juni 2015

  • 1.
    1 EDISI #15 JUNI2015 MERANGKUL SESAMA DALAM DOA
  • 2.
    2 DUKUNG MAJALAH LENTERANEWS DENGAN DOA DAN DANA Kunjungi kami di sini: Bank Nasional Indonesia Rek.No. 0307532799 a.n. Hubertus Agustus Lidy /LENTERA-NEWS MAJALAHLENTERA.COM daftarisi Tajuk Redaksi3 Telisik 4 6 Lentera khusus 10 Embun katekese 14 Opini 22 Ilham sehat Merangkul Sesama Dalam Doa 19 Rumah Joss 16 Sastra RP Hubertus Lidi, OSC [Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi], Ananta Bangun [Redaktur Tulis], ­Jansudin Saragih [Redaktur Foto], Rina Malem Barus [Keuangan] Penerbit: Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Medan (KOMSOS-KAM) ­Jalan S.Parman No. 107 Telp. +62614572457 , mp. 085361618545| www.majalahlentera.com | ­redaksi@majalahlentera.com , beritalentera@gmail.com | Facebook Fan Page: facebook.com/lentera-news REDAKSI Aku Diantara Yang Lain Pelanggaran Liturgi Dalam Perayaan ­Ekaristi Ijazah Palsu: “Sebuah Potret Buram Dalam Dunia Pendidikan Black List Sinta 24 Pollung Gereja & Global Warming 29 Lapo Aksara ‘Fake Plastic Trees’
  • 3.
    3 Redaksi 3 TAJUK REDAKSI Sahabat pembacaLentera News, Memasuki bulan Juni ini tentu menjadi momen penting. Mengapa? Sebab pada bulan ini, kita telah menapaki setengah bahagian waktu ­untuk tahun 2015 ini. Catatan resolusi untuk kita ­perbuat dan capai dalam tahun ini hendak ­dibaca dan menjadi refleksi. Apakah telah banyak ­melenceng dari harapan dan target kita? Atau sebaliknya semakin mendekatkan pada impian terbesar dalam tahun ini. Bagi awak Redaksi Lentera News, sebagaimana lazimnya di tahun lalu, menjadi agenda padat. Tidak hanya meliput dan menerbitkan media- media milik Keuskupan Agung Medan. Namun juga, program Pelatihan Jurnalistik Dasar bagi kaum muda. Sejak tahun lalu, program ini hendak selalu diusung seturut harapan untuk melibatkan lebih banyak anak muda dalam pewartaan kabar gembira dan karya Gereja. Inilah sebabnya, dalam edisi ini, LN ­mengangkat cerita sosok pengurus Gereja, ibu Puji Purba dalam Lentera Khusus. Bukan dalam sudut­ ­pandang menyorot kepemimpinan maupun ­terobosan. Namun, sisi lain apa yang dapat ­ditemui kaum awam dalam pelayanan Gereja ­untuk sesama. Kisah dan ilham yang diserap ibu Puji melalui Legio Maria sedikit banyak ­mengupas ihwal tersebut. Dalam edisi, sahabat pembaca LN dapat melirik kembali gagasan segar Bung Joss dalam ­kolom ‘Rumah Joss’perihal Black List atawa daftar hitam. Serta jangan lewatkan percikan tulisan Dian ­Purba hendak menggamit Gereja dalam isu Warming Global. Isu yang semakin mengemuka tatkala banyak insan yang meregang nyawa karena suhu panas ekstrem belakangan ini. Tantangan yang kini juga kita alami di Indonesia. Seturut dengan ilham artikel Global Warming tersebut, Redaksi LN pun memilih artikel keseha- tan tentang penyakit yang rentan muncul selama kondisi suhu panas tersebut. Redaksi sungguh bersyukur atas berkat dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga LN dapat kembali hadir ke tengah sahabat pembaca sekalian. Tanpa doa dan dukugan dari sahabat pembaca, majalah online tentu telah lama­ ­terkapar.
  • 4.
    4 RP Hubertus Lidi,OSC hubertuslidiosc@gmail.com AKU DI ANTARA YANG LAIN TELISIK | AKU DI ANTARA YANG LAIN D alam perspektif ­agama ­Kristen, Allah yang ­menciptakan ­manusia ­sejak semula ­berprinsip bahwa secara ­eksistensial manusia memang harus bersama orang lain,“Tidak baik kalau manusia itu hidup sendiri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia” (Kej 2:18). Ia juga menegaskan bahwa garis ­keberadaannya antar manusia adalah sepadan dan sebagai penolong bagi manusia yang lain. Dengan kata lain keberadaan manusia yang lain adalah: sejajar dan sebagai mitra. Sepadan mengindiksikan bahwa ­keberadaan para manusia itu sama, ­berjajar secara horizontal. Harkat dan martabatnya sebagai manusia sama. ­Penolong: mengindikasikan bahwa ­sebagai manusia harus saling ­melengkapi dan saling ­membutuhkan satu dengan yang lain. Secara ­eksistensial manusia ‘saling ­tergantung’ satu ­dengan yang lain, ­sebagai proses ­untuk saling ­memanusiawikan. Proses ­memanusiawikan satu dengan yang lain harus terjadi dalam seluruh ­perjalanan hidupnya, karena memang manusia dari dirinya sendiri bukanlah makhluk yang sempurna adanya. Yang sempurna ­adanya hanyalah Allah. Manusia dalam refleksi Alkitab, Kitab ­Kejadian diciptakan TUHAN ­sesudah Ia menciptakan bumi dan ­segala isinya, ­tahapan penciptaan manusia ­tersebut tentu sudah tersirat sebuah ­rencana ­khususdariAllah.Allahsudah­mempunyai suatu rencana khusus ­terhadap makhluk yang dinamakan manusia itu. Dalam ­proses selanjutnya Allah memberikan ­sebuah tanggung jawab dan kepercayaan
  • 5.
    5 yang besar ­terhadapnya,mengelola alam dan segala isinya. “Berfirman- lah ­Allah: ­“Baiklah kita menjadikan ­manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara, dan atas ­ternak, dan atas ­seluruh bumi dan atas segala ­binatang melata yang merayap di bumi.” (Kej 1:26) Dalam konteks ini manusia hadir sebagai ciptaan, yang khas dan ­khusus, Manusia ­diberi ­Tuhan akal dan budi sehingga ­manusia ­sadar atas kerberadaan ­dirinya. ­Hanya ­manusialah yang ­menurut Kitab ­Kejadian ­dikatakan bahwa diciptakan Allah seturut gambar dan rupa ­Allah*. Walaupun sebagai ciptaan yang khas dan khusus, mansuia itu tetap berada di antara ciptaan-ciptaan yang lain. Dengan kata lain manusia berada ­diantara yang ada. Mercea Eliade dalam ­gagasannya tentang homo religiosus ­menempatkan munusia sebagai alam kecil alias mikro kosmo yang bera- da di antara alam besar atau makro ­kosmos. Manusia dari keberadaannya dirinya, sedang menunjukkan bagian- bagian yang ada dalam dunia makro ini. ­Misalnya mata disamakan dengan matahari, nafas disamakan ­dengan angin, dahi disamakan dengan ­bulan penuh. Gagasan Eliade ini demi ­mempertentangkan ­pandangannnya yang lain tentang manusia ­profan, manusia profan adalah manusia yang tidak beragama, manusia ­modern yang hidup di alam yang tanpa ­sakralitas, bulat-bulat ilmia**. Aku bukanlah segala-galanya yang ada di dunia ini. Aku sedang berada di antara yang hal-hal yang kelihatan dan tak kelihatan, misalnya ­pohon-pohon dan angin, udara dll. Aku sedang ­berada dalam cengkraman kekuatan- kekuatan besar, misalnya cakrawala, lautan-lautan luas dll. Kesadaran tersebut membuat Aku menghargai dan memaknai ‘keberadaan yang lain’ sebagai konsekwensi dari kehidupan religiositas. Keterangan: * Konteks refleksi ini bertolak dari paham penciptaan dunia yang berasal dari tradisi Yahwis, dalam men- ciptakan dunia Yahwe/TUHAN digambarkan bertin- daksecaraberdaulattanpaadapembantu. Semuan- ya berdasarkan kuasa dan kehendak-Nya. S Prof.Dr. Louis Leahy SJ, Kosmos Mnusia dan Allah, (Kanisius dan BPK Gunung Mulia, Yogyakarta dan Jakarta – 1996)hal35. ** Homo religious atau manusia yang beragama, merupakan tipe manusia yang hidup dalam alam yang sacral penuh dengan nilai-nila religious. Manusia dapat menikmati sakralitasnya melalui alam yang ada. Pengalaman dan penghayatan ini dapat juga membentuk kepribadian manusia itu. M.Sastrapratedja(editor) Mnusia Multi Dimensional, (PTGramediaJkakarta1983)hal37-45. Aku bukanlah ­segala-galanya yang ada di ­dunia ini. Aku sedang ­berada di antara yang ­hal-hal yang ­kelihatan dan tak kelihatan “
  • 6.
    6 LENTERA KHUSUS |LEGIO MARIA Dalam kesehariannya, Elisabeth Sri Puji Astuti ­memperkenalkan diri dengan sapaan ‘Puji Purba.’ Ini dikarenakan ia ­dipinang ­seorang pria suku Karo, Benny Ginting. “Karena ibunda ­suami ­(mertua) saya bermarga Karo-karo Purba. Saya pun mendapat ­kehormatan disemat marga tersebut,” aku umat Paroki Tanjung ­Selamat – Medan ini yang aslinya suku Jawa. MERANGKUL SESAMA DALAM DOA
  • 7.
    7 Di ranah kepengurusan­Gereja, ­alumnus Institut Pertanian ­Bogor tersebut beberapa kali ­dilibatkan dalam Dewan Pengurus ­Paroki (DPP). Selain itu, Puji juga ­meluangkan ­waktunya untuk ­komunitas ­kategorial seperti: Lex Orientis ­(kelompok literasi umat) dan Legio Maria. ­“Keterlibatan saya di Legio Maria sungguh pas dengan peran di DPP.YaknidiKomisiKerasulanAwam,” katanya seraya ­menambahkan ­pertemuan di LM ­rutin ­berlangsung setiap akhir pekan. Legio Maria ­(bahasa Latin: Legio Mariae) adalah sebuah kelompok kerasulan awam Katolik yang melayani Gereja Katolik secara sukarela. Puji Purba mengatakan, ­masing-masing pelayanan dalam ­Gereja ­Katolik ­memiliki nilai ­pengalaman yang khas. “Saya tak ­hendak mengkerdilkan bahwa ­kegiatan di komunitas ­Gereja lain kurang menarik, namun ­­konsep ­pelayanan di LM telah lama ­memancing ­minat saya,” aku ­alumnus ­Intitut Pertanian Bogor ini. Kala ­sedang ­mempersiapkan ­kelulusan magisternya, Puji ­sempat ­diperkenalkan komunitas LM di ­Bogor. “Saya tidak memiliki banyak ­kesempatanbertemusaatitu.­Namun telah memahami sebagian konsep pelayanannya. Setelah mendapat pekerjaan dan menikah di Medan, saya nemu kembali komunitas LM di ParokiTanjung Selamat. Jadi ya lekas- lekas gabung kembali.” Menurut sejarahnya, pertama kali ­Legio Maria didirikan di Dublin, ­Irlandia, oleh orang awam Katolik, Frank Duff, pada 7 September 1921. Anggota pertamanya adalah Frank Duff, Pastor Micahel Toher dan 13 wanita.Padaawal­perkembangannya, ­LegioMariasempat­tersendat-sendat. Namun ­kemudian Legio Maria ­dapat berkembang dengan baik. Pada ­tahun 1931, Paus Pius XI memuji ­karya kerasulan Legio Maria. Paus Paulus VI ­mengundang Frank Duff ­sebagai Pengamat Awam dalam ­Konsili Vatikan II. Puji menuturkan, peran utama ­seorang legioner (anggota LM) ialah menghadiri Rapat Presidium selain doa, karya kerasulan seperti misalnya mengunjungi orang sakit, ­‘merangkul’umat untuk kembali aktif dan membantu tugas paroki. Sama-sama Merasakan Berkat Dalam pengalaman Puji, ­menjalani tugas seorang legioner tidak ­begitu rumit dan berat. “Sebagian ­besar ­kegiatannya bersifat doa dan ­memotivasi saudara seiman. Dan juga kerap diingatkan secara ­ringkas agar legioner tidak memberi dan tidak menerima pemberian apapun dari umat yang disambangi,”katanya. Lalu bagaimana mendapat ­pengalaman spiritualnya? “Banyakpunyapersepsikalau­sekedar mendoakan hanya ­memberatkan umatyang­dikunjungi.Namun,dalam pengalaman kami ­justru ­sebaliknya. Sebab mereka yang ­dikunjungi ­sebenarnya juga rindu temu sapa dengan keluarga dari Gereja juga,” ujar Puji. ­“Umumnya ­keluarga umat yang dikunjungi tengah dirundung sakit atau kemalangan. Mereka tidak selalu mengharapkan pemberian materi. Namun kehadiran kita untuk mendengarkandanberdoa­bersama.” Doa dan sharing dengan sesama umat juga menginspirasi para ­Legioner. Tidak terkecuali bagi Puji. “Hampir seluruh teman-teman ­Legioner juga mendapati diri turut berbahagia, saat seorang umat yang pernah ­dikunjungi telah pulih dari sakit atau kemalangannya. Dalam keadaan tersebut, baik saudara yang dikunjungi dan para Legioner ­ternyata sama-sama terberkati oleh Allah,” tutur Dosen di satu kampus swasta Medan ini. Mereka tidak selalu ­mengharapkan pemberian ­materi. Namun kehadiran kita untuk ­mendengarkan dan berdoa ­bersama “
  • 8.
    8 Kenangan Puji dalampelayanan LM tidak melulu serius. Kadangkala ada pengalamanunikyangkerap­berujung guyon. “Ada beberapa ­kejadian unik dimana beberapa ­saudara yang kami doakan, tak lama kemudian wafat. Hal ini ­melahirkan perasaan kurang enak bagi kami. ­Seolah kami laiknya­ ­‘malaikat ­pencabut nyawa’. Namun, itu tak berlangsung lama. Kami ­bahkan disadarkan oleh keluarga yang ­ditinggalkan, bahwa memang saudara yang kami doakan telah ­menderita sakit keras,” terang Puji. “Setiap kali mengigat ­pengalaman tersebut ­kadang saya terpingkal geli. Namun tak jarang juga saya ­semakin ­memahami tentang ­singkatnya ­kehidupan ini. Sungguh benar ­sabda-Nya dalam nats Alkitab: bahwa kedatangan-Nya seperti ­pencuri. Tak bisa diduga.” Dalam satu kesempatan Puji ­memaparkan perihal keanggotaan di LM. “Untuk menjadi anggota ­Legio ­Maria, seseorang sudah ­dibaptis ­menjadiKatolikdanhadirdalam­Rapat Mingguansebagaitamu,­setelahcalon anggota ­menyampaikan kemauannya menjadi anggota, maka presidium memberikan waktu sedikitnya tiga bulan sebagai Anggota Percobaan,” katanya. Anggota Legio Maria terdiri dari ­anggota aktif dan anggota auxilier(yang membantu). Anggota ­aktifwajibterlibatdalamkegiatanrutin Legio Maria seperti ­menghadiri Rapat Mingguan Presidium, ­melaksanakan tugas-tugas kerasulan, mendoakan Catena (Latin: Catena ­artinya rantai ikatan), dan lain-lain. Tugas anggota auxilier adalah berdoa Rosario dan Tessera setiap hari. Selain keanggotaan tersebut juga ­terdapatkeanggotaantambahan­yaitu Pretorian dan Ajutorian. ­Seorang Pre- torian selain melakukan tugas ­sebagai anggota aktif juga harus mengikuti Misa Harian, dan ­mendoakan doa resmi ­­Gereja/­brevier (english Devine Office) demikian juga bagi seorang ­Ajutorian selain ­melakukan tugas ­sebagai anggota auxilier juga ­dituntut untuk ­mengikuti Misa Harian dan mendoakan doa ­resmi Gereja/brevier. “LM tidak menjanjikan saya ­kesejahteraan materiil. Namun, ­lebih dari itu, saya merasa setiap doa kami didengarkan Allah. Ia tidak ­pernah tidak menjawab doa-doa kami. ­Hanya saja, kadang kala jawaban yang ­terbaik adalah ‘tidak’. Dan, dalam ­jejak kehidupan saya, setidaknya ada ­berbuat bagi sesama,”kata Puji. foto: Dok. Pribadi
  • 10.
    10 EMBUN KATAKESE |LITURGI PELANGGARAN LITURGI DALAM PERAYAAN EKARISTI OLEH: Katolisitas.org
  • 11.
    11 Dewasa ini, ada ­kecenderungan untuk­terlalu mengikuti ­kehendak para ­peraya, sampai ­mengesampingkan apa yang ­sebenarnya ­menjadi hal ­prinsip yang ­menjadi kehendak ­Allah “ Setelah kita mengetahui ­pengertian tentang liturgi, mari kita lihat bersama adanya ­pelanggaran-pelanggaran yang umum terjadi di dalam liturgi Perayaan Ekaristi, yang biasanya didasari oleh kekurangpahaman ataupun ketidakseimbangan ­dialog antara pihak Allah dan pihak ­peraya. Dewasa ini, ada ­kecenderungan untuk terlalu mengikuti ­kehendak para ­peraya, sampai ­mengesampingkan apa yang se- benarnya menjadi hal ­prinsip yang menjadi kehendak ­Allah, atau yang selayaknya ­diberikan kepada Allah sebagai ­ungkapan penghargaan kita akan Misteri Paska yang kita rayakan dalam liturgi. Kekurangpahaman ataupun ­ketimpangan ­penyesuaian dalam liturgi ini melahirkan ­banyak ­pelanggaran-pelanggaran, dan berikut ini adalah beberapa ­contohnya: Pelanggaran sehubungan ­dengan persiapan batin ­sebelum mengikuti Misa ­Kudus: 1. Tidak berpuasa sedikitnya ­sejam sebelum menerima ­Komuni Seharusnya: KHK Kan. 919 § 1 Yang akan menerima Ekaristi Mahakudus hendaknya berpantang dari segala macam makanan dan minuman selama waktu sekurang- kurangnya satu jam sebelum ­komuni, terkecuali air semata-mata dan obat- obatan. Maksud puasa sebelum Komuni tentu adalah untuk semakin ­menyadarkan kita bahwa yang akan kita santap dalam Ekaristi adalah bukan makanan biasa, namun ­adalah Tuhan sendiri: yaitu ­Kristus Sang Roti Hidup, yang dapat ­membawa kita kepada kehidupan kekal (lih. Yoh 6:56-57) 2. Menggunakan pakaian yang tidak/ kurang sopan ke ­gereja, datang terlambat, ngobrol, berBBM/ SMS di gereja, makan dan minum di dalam gereja, ­terutama anak- anak, anggota koor yang minum sebelum/ sesudah bertugas, umat saat menunggu dimulainya perayaan Ekaristi. Seharusnya: KGK 1387 ….Di dalam sikap (gerak- gerik, pakaian) akan terungkap penghormatan, kekhidmatan, dan kegembiraan yang sesuai dengan saat di mana Kristus menjadi tamu kita. (CCC 1387 …. Bodily demeanor (gestures, clothing) ought to convey the respect, solemnity, and joy of this moment when Christ becomes our guest) Sudah sewajarnya dan ­sepantasnya jika kita memberikan ­penghormatan kepada Allah yang kita jumpai di dalam liturgi. Jika sikap seenaknya tidak kita lakukan jika kita sedang bertemu bapak Presiden, maka selayaknya kita tidak bersikap demikian kepada Tuhan yang kita jumpai di gereja. 3. Tidak memeriksa batin, namun tetap menyambut Komuni meski- pun dalam keadaan berdosa berat Seharusnya: RS 81 Kebiasaan sejak dahulu kala menunjukkan bahwa setiap orang harus memeriksa batinnya dengan mendalam, dan bahwa setiap orang yang sadar telah melakukan dosa berat tidak boleh menyambut Tubuh Tuhan kalau tidak terlebih dahulu
  • 12.
    12 menerima Sakramen Tobat,­kecuali jika ada alasan berat dan tidak ­tersedia kemungkinan untuk ­mengaku dosa; dalam hal itu ia harus ingat bahwa ia harus membuat doa tobat sempurna, dan dalam doa ini dengan sendirinya tercantum maksud untuk mengaku dosa secepat mungkin (lih. KGK 1385, KHK Kan 916, Ecclesia de Eucharistia, 36) Dosa berat memisahkan kita dari Kristus, dan karena itu untuk bersatu dengan-Nya kita harus meninggalkan dosa tersebut, dan mengakukannya di dalam sakramen Tobat. Contoh dosa berat ini misalnya jika hidup dalam perkawinan yang tidak sah menurut hukum Gereja Katolik, atau hidup dalam perzinahan/ ­percabulan, atau dalam keadaan kecanduan obat-obatan, dst. Kekecualian akan ­“adanya alasan berat dan tidak ­tersedia kemungkinan mengaku dosa”, contohnya adalah bahaya maut, atau jika tinggal di daerah terpencil di mana Komuni dibagikan oleh seorang asisten imam dalam waktu sekian minggu sekali. Pelanggaran dalam bagian- ­bagian Misa Kudus: 1. Mazmur Tanggapan digantikan dengan lagu rohani lainnya Seharusnya: Redemptoris Sacramentum (RS) 62 “Tidak juga diperkenankan ­meniadakan atau menggantikan bacaan-bacaan Kitab Suci yang ­sudah ditetapkan, atas inisiatif sendiri, ­apalagi “mengganti bacaan dan Mazmur Tanggapan yang berisi Sabda Allah, dengan teks-teks lain yang ­bukan dari Kitab Suci.” (lih. juga PUMR 57) Katekismus mengajarkan bahwa kehadiran Kristus dalam Perayaan Ekaristi nyata dalam: 1) diri imamnya; 2) secara khusus dalam rupa roti dan anggur; 3) dalam sabda Allah (bacaan- bacaan Kitab Suci); 4) dalam jemaat yang berkumpul (lih. KGK 1088). Nah sabda Allah yang dimaksud di sini adalah bacaan di dalam Liturgi Sabda, dan ini termasuk bacaan Mazmur pada hari itu. 2. Ordinarium digantikan dengan lagu- lagu lain dengan teks yang berbeda, yang tidak sama dengan yang sudah disahkan KWI. RS 59 Di sana-sini terjadi bahwa Imam, Diakon atau umat ­dengan ­bebas mengubahkan atau ­menggantikan teks-teks liturgi suci yang harus mereka bawakan. ­Praktek yang amat tidak baik ini harus ­dihentikan. Karena dengan berbuat demikian, perayaan Liturgi Suci ­digoyahkan dan tidak jarang arti asli liturgi dibengkokkan. Seharusnya: PUMR 393 Perlu diperhatikan ­pentingnya nyanyian dalam Misa ­sebagai bagian utuh dari liturgi. Konferensi Uskuplah yang berwenang mengesahkan lagu-lagu yang serasi, khususnya untuk teks-teks Ordi- narium, jawaban dan aklamasi umat, dan untuk ritus-ritus khusus yang ­diselenggarakan dalam kurun tahun liturgi…. Rumusan Ordinarium merupakan pernyataan iman Gereja yang sifatnya baku, sehingga tidak selayaknya diubah-ubah atas kehendak pribadi.
  • 13.
  • 14.
    14 Konon kabarnya, blacklist atau ­daftar hitam, menjadi salah satu cara yang biasa dipraktekkan mereka, para ­machiavellian orang-orang yang biasa dan terbiasa menghalalkankan ­segala cara untuk ­mencapai tujuan dan ­ambisi pribadi. Mereka memasukan orang-orang ­tertentu ke dalam sebuah daftar hitam, daftar khususyang tidak ­kelihatan, ­sebagai upaya ­pembungkaman ­bahkan penghancuran. Strategi ­mengalahkan lawan, demi ­meretas kemenangan pribadi. Orang-orang yang masuk dalam daftar hitam tersebut, biasanya adalah orang-orang yang oleh kaum machi- avellian tersebut, telah distigma-dicap sebagai pemberontak, pembangkang, perusuh, teroris, susah diatur, susah ­dikendalikan, susah diajak kerjasama, dsb. Padahal sebenarnya, mereka yang ­di-black list tersebut adalah justru para pemikir ulung, para pekerja sejati, para pelayan setia, para pencinta tulus, para pelaku kebenaran, para pendukung kemajuan dan para pendorong ­perubahan. Dewasa ini, praktek-praktek ­pembuatan daftar hitam, rupanya sudah hampir ­merambah pada seluruh ruang ­publik, semua lingkup dan lini kehidupan, baik kehidupan berbangsa, bernegara, ­bermasyarakat, berbisnis, bekerja bahkan beragama. Biasanya, para machiavellian yang ­melakukan ini, adalah orang- orang yang sejatinya sedang gagal mengambil sikap distangsi, yaitu sikap‘mengambil jarak’pada objek melekat, yang seharusnya mereka lakukan sebagai salah satu ­manifestasi dari panggilan hidup mereka ­untuk memimpin,mencintai dan melayani. Dan objek melekat itu bisa saja ­berbentuk harta, jabatan, wewenang dan lawan jenis (secara psikologi, tak jarang mereka adalah para penderita anxiety (gangguan kecemasan) dan obsesif kompulsif). Lucu bahkan lebih miris lagi, ketika belakangan ini, praktek-praktek black list, dilakukan secara terang benderang dan dipublikasikan di hadapan banyak orang. Parahnya lagi, itu dilakukan justru oleh para pemimpin berjubah berwajah ­malaikat, yang seringkali berkotbah soal moral dan kebenaran! Dan bisa jadi, mereka ada disekitarmu. Maka, waspadalah! *** Pertanyaan buat direnungkan: Ketika kamu di-black list oleh pacarmu, apa yang kamu lakukan? Ketika kamu di-black list oleh teman- mu, apa yang kamu lakukan? Ketika kamu di-black list oleh saudara- mu, apa yang kamu lakukan? Ketika kamu di-black list oleh orang- tuamu, apa yang kamu lakukan? KOLOM “RUMAH JOSS” | BLACK LIST Yoseph Tien Wakil Ketua ­KomIsi Kepemudaan di ­Keuskupan Agung Medan BLACK LIST 14
  • 15.
    15 Ketika kamu di-blacklist oleh suami/is- trimu, apa yang kamu lakukan? Ketika kamu di-black list oleh atasanmu, apa yang kamu lakukan? Ketika kamu di-black list oleh pemimpin komunitasmu, apa yang kamu lakukan? Ketika kamu di-black list oleh pemimpin negerimu, apa yang kamu lakukan? Ketika kamu diblack list oleh pemimpin agamamu, apa yang kamu lakukan? Jawaban saya: Ketika saya mengalami ini, saya lebih ­memilih tetap fokus mengerjakan apa yang mesti saya kerjakan, seraya ­mendoakan mereka, semoga mereka segera kembali pada jalan yang benar! Jadi, apapun yang engkau alami, ­dilukai dan disakiti dengan berbagai cara, dibunuh karaktermu sekeji apapun caranya itu, tetaplah bersabar dan kuat, fokus dan tetap semangat pada karyamu serta doakanlah mereka yang melukai dan menyakitimu. Yang penting bukanlah apa yang ­engkau alami, tetapi bagaimana ­engkau ­mengolah pengalamanmu menjadi sesuatu yang indah dan berarti. Dua quote Gede Prama dari“Simponi di dalam Diri”di bawah ini, saya angkat untuk menutup catatan kecil ini: “Puncak keindahan di jalan-jalan ­kekalahan tercapai, ketika batin manusia seluas langit. Tidak ada lagi yang bisa membuat batin menjadi asin” “Ditangga-tangga kebijaksanaan, kalah juga indah. Terutama karena kalah ­seperti ampelas yang menghaluskan kayu yang mau jadi patung mahal, ­seperti pisau tajam yang melubangi bambu yang akan jadi seruling indah kemudian” Semangat pagi....mari masuki Juni ceria.... Salam Joss..! Medan, 01 Juni 2015 15
  • 16.
    16 “Ijazah Palsu”: SebuahPotret Buram Dalam Dunia Pendidikan Indonesia T ujuan Pendidikan Nasional (Kemdiknas) yang tertulis dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem ­Pendidikan Nasional, Pasal 3 berbunyi : “mengembangkan potensi pe- serta didik agar menjadi manu- sia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, ber- ilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan ­menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”(wikipedia.org). Pendidikan dalam kaitannya ­dengan pengembangan SDM sangatlah diperlukan bagi setiap individu, bahkan pendidikan telah ­menjadi semacam bahan pokok untuk meneruskan kehidupan, artinya individu akan merasa kurang atau merasa tak akan bisa hidup tanpa adanya pendidikan. Dari kenyataan ini, sudah sangat relevan apabila pemerintah menjunjung tinggi dan menomorsatukan pendidikan, tentunya tanpa mengesampingkan kepentingan-kepantingan lain yang mengikuti dan menjadi penunjang pendidikan itu sendiri. Bila kita mengintip fenomena ­pendidikan di Indonesia saat ini, apa yang muncul di benak kita? ­Apakah kita sudah puas ­dengan sistem ­pendidikan yang terjadi di Negara kita ini? Ataukah hati kita miris karena melihat ­kualitas ­pendidikan yang ­semakin ­rendah dan ­memprihatinkan? Dan bagaimana tanggapan kita ­terhadap ­menjamurnya ijazah palsu yang agaknya trend akhir-akhir ini di ­seluruh negeri? Pendidikan Persfektif Ki Hajar ­Dewantara Mari bercermin pada tokoh pen- didikan Nasional Indonesia yang memberikan kontribusi dalam dunia Pendidikan di tanah air kita, yakni Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat menca- pai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pendidi- kan yang menjadi cita-cita Ki Hajar Dewantara adalah membentuk anak didik ­menjadi manusia yang merdeka lahir dan batin. Luhur akal budinya Sr. Angela Siallagan, FCJM Staf Keuangan di Yayasan Putri Hati Kudus (PHK), ­Pematangsiantar OPINII | PENDIDIKAN
  • 17.
    17 serta sehat jasmaninyauntuk menjadi ­anggota masyarakat yang berguna, bertanggung jawab atas kesejahteraan bangsa, tanah air serta manusia pada umumnya (academia.edu). Pendidikan dimaksudkan sebagai upaya untuk memerdekakan manusia dalam arti bahwa menjadi manusia yang mandiri, agar tidak tergantung kepada orang lain baik lahir maupun batin. Kemerdekaan yang dimaksud ­terdiri dari 3 macam, yaitu; berdiri sendiri, tidak tergantung pada orang lain, dan dapat mengatur sendiri. Pendidikan ­merupakan hak semua warga ­Negara, tidak membedakan jenis kelamin ­(laki-laki dan perempuan). Pendidikan nasional menurut Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan yang selaras dengan kehidupan bangsa. Kalau ­pendidikan anak-anak tidak berdasarkan ­kenasionalan, sudah tentu anak-anak kita tidak akan mengetahui keperluan kita, lahir maupun batin, di samping itu anak-anak tidak mungkin memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan Negara. Bagaimana penerapan pandangan Ki ­Hajar Dewantara dalam ­pembelajaran berwawasan kemasyarakatan? ­Pendidikan secara umum berarti daya upaya untuk memajukan ­pertumbuhan budi pekerti (kekuatan batin, ­karakter), pikiran ­(intelek), dan tubuh anak. Pengertian ini mengandung makna bahwa pendidikan tidak boleh ­dipisah-pisahkan, tetapi sebagai suatu kesatuan yang utuh untuk memajukan kesempatan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan anak-anak yang dididik selaras dengan dunianya. Ijazah : Sebuah Kebanggaan Menurut KBBI, ijazah dapat diartikan sebagai surat tanda tamat belajar dan merupakan izin yg diberikan oleh guru kepada muridnya untuk ­mengajarkan ilmu yang diperoleh si murid dari ­gurunya. Sedangkan berijazah artinya mempunyai (mendapat) ijazah atau berdiploma (kbbi.web.id). Memiliki Ijazah apalagi kesarjanaan ­adalah sebuah kebanggaan, baik bagi diri sendiri sebagai subjek juga bagi orang tua. Orang berlomba-lomba meraih ijazah sebanyak dan setinggi mungkin, mulai dari ijazah SD, SMP, SMA, diploma, sarjana, master, doktor, profesi, dst. Dan demi memperoleh ijazah ­tersebut orang rela menghabiskan waktunya dalam kurun waktu yang lama juga dengan segala suka duka yang dialami. Tak sedikit kesulitan yang dialami dalam meraih ijazah tersebut ­mulai dari ­kesulitan ekonomi, sosial, dll. Namun, setelah lembaran ijazah itu telah ­dimiliki ada rasa lega dan bangga karena ­mampu melewati masa-masa kuliah yang menyimpan sejuta ­makna. Itulah sebabnya ijazah menjadi ­sesuatu yang sangat berharga. Ijazah itu juga ­menunjukkan kemampuan atau ­keintelektualan seseorang. Dalam ijazah tersebut nampak jelas gelar yang diraihnya. Nah, itulah sebabnya ijazah merupakan “kertas”yang ­sangat ­berharga, karna ijazah menjadi bukti keahlian seseorang. Meski diakui bahwa Ijazah memiliki banyak fungsi, mulai dari syarat untuk melanjutkan ­pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, mencari ­pekerjaan, kenaikan pangkat, ­meningkatkan profesi dalam ­pekerjaan, dll. Dengan demikian ­seringkali ijazah menjadi modal utama dalam ­memperbaiki kesejahteraan hidup. Ijazah Palsu : Sebuah Kecelakaan Besar Maraknya bisnis ijazah palsu yang ­beredar di Negara ini mengundang ­kehebohan. Terbukti bahwa begitu banyak orang yang menghalalkan ­segala cara untuk memiliki ijazah ­dengan jalan pintas. Instan, cepat dengan nilai ­terjamin. Tinggal menyiapkan ­sejumlah rupiah, dalam beberapa menit, ­seseorang bisa memperoleh ijazah tanpa bersusah-susah untuk kuliah. Peristiwa ini menggambarkan betapa buruknya mental orang-orang yang dengan sengaja mendirikan universitas bodong hanya untuk mengeluarkan lembaran kertas palsu. Hal ini sungguh sangat memprihatinkan sekaligus memalukan karena merupakan kecelakaan besar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan prihatin dengan maraknya berita ijazah palsu yang ­Pendekatan ­branchless ­banking ­memanfaatkan tingkat ­tinggi ­penetrasi ­telepon ­selular di desa-­desa.­ Dengan ­mengoptimalkan perangkat itu, ­warga desa bisa ­melakukan ­transaksi ­sebagai ­nasabah “
  • 18.
    18 ­beredar di NegaraIndonesia ini. ­Menurut Menteri Baswedan, ­menggunakan ijazah palsu adalah hal yang sangat ­memalukan dan sebenarnya ­merendahkan diri sendiri. Praktik jual beli ijazah palsu sama saja dengan kejahatan korupsi. Karena dilaku- kan dengan cara-cara yang curang dan tidak terhormat (news.liputan6, Rabu 03 Jun 2015). Menurut Wakil Presiden Jusuf Kal- la, pemakaian ijazah bodong itu ­membuktikan ketidakjujuran orang tersebut. JK ­sulit ­percaya pejabat itu akan melayani masyarakat dengan baik. Itulah sebabnya, Ia meminta polisi ­membuka identitas pejabat yang ­memakai ijazah palsu. Pokoknya perintah laksanakan aturan dan juga, buka saja siapa ­pakai ijazah palsu. ­Semua orang apalagi PNS, selalu ­bersumpah untuk jalankan ­tugas sesuai aturan yang ada secara ­jujur. Kalau ­menggunakan ijazah palsu berarti ­memupuk ketidakjujuran”. JK ­menggarisbawahi penggunaan ijazah palsu oleh pejabat negara termasuk berbahaya. Tindak tanduk mereka tidak bisa dipercaya. “UU telah mengatur bahwa siapa yang ­memakai ijazah palsu, harus dihukum (news.liputan6, Kamis, 4 Juni 2015). Kasus produksi ijazah palsu yang ­terbongkar sebenarnya bukan kasus baru. Sudah sejak bertahun-tahun lalu, aktus penggunaan ijazah palsu telah berjalan. Terbongkarnya kembali produksi ijazah palsu membuktikan, bahwa mentalitas dan pembangunan mental manusia Indonesia, tidak beranjak maju sedikitpun. Pemakaian ijazah palsu mencerminkan kondisi sosial dan mentalitas buruk masyarakat. Namun, manusia Indonesia sepertinya ­banyak suka menerabas, ­cenderung menghalalkan segala cara untuk ­mencapainya, tidak percaya diri, terlalu ­berorientasi vertikal, tidak berdisiplin ­murni, dan seterusnya, mengakibatkan sebagian orang mudah tergiur ­membeli ­selembar ijazah palsu. Mentalitas itu menjadi tidak terputus karena ­diwariskan dari generasi ke generasi. Di sinilah peran pemerintah menentukan. Ijazah palsu merupakan cerminan buruknya sistem pendidikan di Indonesia. Hal ini juga mencerminkan system pendidikan saat ini kurang optimal karena pendidikan lebih mengutamakan kecerdasan ­akademik. ­Seharusnya, yang lebih diutamakan ­bukanlah kecerdasan akdemik melainkan kecerdasan moral, etika dan karakter. Epilog Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan negara Indonesia ini ­didirikan hanya bisa dicapai dengan proses pendidikan yang benar, berkualitas, dan menjunjung nilai kejujuran. Praktek ­meluncurkan ijazah palsu telah ­mencoreng wajah pendidikan kita. Seperti yang ­diungkapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud), Anies ­Baswedan bahwa pendidikan adalah sebuah­“gerakan”. Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa, tidak bisa hanya dipandang sebagai sebuah program. Itulah sebabnya semua elemen masyarakat harus diajak untuk terlibat. (aniesbaswedan. com, Sabtu, 02 Mei 2015). Anis Baswedan menekankan bahwa pendidikan itu seperti tangga berjalan yang mengantarkan kita meraih kes- ejahteraan yang jauh lebih baik. Kita perlu ­mengembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara bahwa sekolah ­(kampus) harus menjadi tempat belajar yang ­menyenangkan. Sebuah wahana belajar yang membuat para pendidik merasakan mendidik sebagai sebuah kebahagiaan. ­Sebuah wahana belajar yang membuat para peserta didik merasakan belajar ­sebagai sebuah kebahagiaan. Pendidikan sebagai sebuah kegembiraan. Pendidikan yang menumbuh-kembangkan potensi ­peserta didik agar menjadi insan ­berkarakter Pancasila. Ikhtiar besar kita untuk pendidikan ini hanya akan bisa terwujud bila kita semua terus bekerja keras dan makin membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan. Maka mari kita mengubah perspektif, bahwa ­pendidikan bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan, melainkan juga urusan kita dan ikhtiar memajukan pendidikan yang menjadi tanggung jawab kita semua (aniesbaswedan.com, Sabtu, 02 Mei 2015).
  • 19.
    19 SASTRA | SINTA 19 Sinta Cintamereka ­sesungguhnya tidak berjalan terlalu ­lancar. Acap kali mereka ­bertemu kerikil-kerikil. Dua hari lalu mereka kembali bersepakat untuk putus. Sesungguhnya tidak bersepakat. Ganup hampir-hampir menampar Sinta, pacarnya itu, karena gadis yang dicintai sepenuh hatinya dengan tegas meminta ­mengakhiri semuanya. Sudah tidak ada lagi tanda-tanda kecocokan yang mesti dipertahankan.“Kali ini tak akan ada kesepakatan lagi yang harus kita patuhi bersama,”seru Sinta.­“Kita ­sudah di ujung segalanya.” Pilihan pelampiasan amarah ­paling tepat bagi Ganup ­nampak dari ­ponselnya yang hancur ­berantakan di belakang gedung sekolah. ­Tentulah dia tidak perlu melirik ke kanan-kiri karena teman-teman mereka ­sudah pulang dua jam lalu. ­Barangkali ­mereka sudah ­bekerja di ladang ­sekarang. Ganup ­menyadari itu ­karena itulah dia ­leluasa ­menghamburkan makian. Kali ini ­Sinta tidak mau menunduk seperti dia lakukan selama ini. Dia sudah terlalu lelah, barangkali juga jenuh, menghadapi Ganup yang ­menurutnya sudah tidak seperti saat pertama mereka jatuh cinta. Sudah tidak ada lagi terasa getar- getar di dada. Langkah-langkah cinta mereka terasa terhambat benteng ­mahatinggi. Tak ada lagi tanda-tanda ungkapan kasih di layar telepon genggam mereka. Bahkan tadi pagi sebelum berangkat sekolah, Sinta dikejutkan oleh isi pesan ­pendek dari Ganup.“Tak cukup alasan bagimu nanti siang untuk berkata tidak. ­Karena jika itu terjadi maka tindakanmu itu akan mendatangkan musibah bagiku.”Keterkejutan Sinta lebih kepada ­ketidakmengertiannya dengan isi pesan itu. Tapi dia ­merasa dia mengerti berakhir di mana ­penafsirannya. Karena memang hanya tersedia satu ruang saja untuk itu. *** Sinta tidak pernah menanggapi cibiran orang. Menurutnya tak ada yang salah dengan kelahiran. Dia selalu beranggapan dilahirkan oleh seorang wanita yang luar biasa dapat mengalahkan apa pun. Apa pun. Kemegahan satu-satunya baginya adalah kasih sayang ibunya. Namun tidak dengan ayahnya. Tidak dengan ayahnya terlebih-lebih karena setiap malam ayahnya selalu membawa aroma tak sedap ke rumah. Selepas sore berubah wujud menjadi malam, kedai tuak Simatupang, yang tidak begitu jauh dari rumah, selalu tempat paling tepat baginya menumpahkan semua yang harus dilampiaskan. Dia tahu ayahnya tidak bermaksud lain ketika suatu malam dia ­melewati kedai tuak itu dan mendengar ­celotehan ayahnya.“Semua penghuni rumah bertindak seperti penghuni (bagian I) Dian Purba purbadian@gmail.com
  • 20.
    20 neraka saja.”Dia tahutegukan-tegukan tuaklah penyebabnya. Kalau harus ­dipaksa, Sinta tidak akan berani berujar ayahnya tidak mengandung cinta lagi di hatinya ke keluarganya. Yang pasti Sinta selalu ­menanamkan satu hal: tiga gelas tuak akan melampiaskan semua cinta. Yang tersisa kemudian adalah ­ketidaksadaran diri. Lalu berubah wujud menjadi hentakan-hentakan diri yang acapkali hentakan itu menghadirkan rasa pedih bagi orang lain. Sudah lebih seminggu ini ayah Sinta tidak pergi ke hauma.[i] Padahal ­sudah bulan Juni. Ladang mereka tidaklah terlalu luas. Dia, dua adiknya, dan ­ibunya belumlah cukup kuat menghalau apporik[ii]. Burung ini sangat beringas memakan padi yang sudah masak. Sudah mereka pasang di empat sudut ladang jolma-jolma[iii]. Sebelum panen setiap sore Sinta ke ladang mengusir burung- burung nakal itu. Burung yang tidak ­perlu memikirkan makanan apa yang hendak dimakan besok hari. Bahkan mereka tidak perlu memikirkan makian Sinta ke mereka. Tiap kali Sinta lengah tiap kali itu pula burung itu segera ­meluncur ke tengah-tengah hamparan padi.“Tuhan pasti sedang mengantuk menciptakan kalian. Dasar anak tiri.” Namun, terkadang Sinta ­menemukan keindahan di kenakalan burung itu. ­Angannya selalu melayang ke musim panen silam. Dia pun ­berusaha ­menata pikirannya. Dia ­membutuhkan ­ruang cukup lebar untuk itu. ­Wajahnya selalu ceria mengenangkannya. ­Menggambarkan semua itu, dia tidak berani berkesimpulan. Ketika dia sudah hampir tiba di kesimpulan seketika itu pula dia sadar dengan nasehat ibu- nya.“Sinetron yang kau tonton itu tak mengajarkan apa pun selain menjarah pikiranmu. Pikiranmu dirusaknya dan kau akan berkata kau sedang jatuh cinta. Sementara cinta terlalu dini membuatmu sakit.”Biarpun begitu, ditemani hujan dia memberanikan diri meluangkan waktu menikmati kenangan itu. Hujan pulalah saat itu yang sedang ­turun. Sinta tidak bisa menebak pasti pukul ­berapa. Langit sudah gelap. Dia lihat ­langit di kejauhan di belakang ­sopo[iv]-nya yang tidak kebagian siraman hujan. Dia memperkirakan sudah pukul 5 sore. Tampak sungai di bawah sana sudah mulai menguning. Dia tahu tidak lama lagi aliran sungai akan ­dipenuhi ­potongan-potongan dahan kayu. ­Beruntunglah dia karena saat pulang dia tidak perlu melewati sungai itu. Ibunya tidak menemaninya hari itu. Paribannya yang di kampung sebelah menikah dengan gadis yang dipinangnya di tanah perantauan. Sesungguhnya dia hendak ikut.“Ke ladanglah sore ini. Burung-burung itu pasti akan berpesta,” perintah ibunya sebelum berangkat tadi pagi. Untuk kesekian kali dia akan sendiri menemani burung-burung itu. “Bisa berteduh?”Suara tiba-tiba itu mengejutkannya. Tanpa mendapatkan ijin, pria yang sudah basah kuyup itu menghempaskan pantatnya ke lantai sopo.“Oh,”balas Sinta sekenanya.“Ke mana semua ikan?”Gerutu pria yang belum dikenal namanya itu. Sinta sudah sering melihatnya di kampung. Kalau dia tidak salah hitung sudah sebulan kiranya dia tinggal di kampung. Dari Togu tetangganya dia kemudian tahu Ganup, nama pria itu, dikirim orangtuanya yang di Tarutung untuk menjaga ompungnya yang tinggal sendiri. Tak ada yang ­istimewa dari Ganup yang bisa ­membuat Sinta terkesan kecuali kabar burung yang mengatakan dia sudah langganan ­menggondol piala di kotanya. Wajahnya sepertinya tidaklah sanggup melewati paras Joni, ketua kelasnya di sekolah, yang semenjak menginjakkan hari per- tama di SMA sudah menarik hatinya. Na- mun Joni yang tahu hal itu tiba-tiba saja menjadi manja dibelai perasaan Sinta itu. Terlalu pongah dia membuka hati barang sedikit dan membiarkan Sinta masuk dan menanam bunga di sana. Itu pulalah yang membuat Sinta mengurungkan niat untuk berhenti menanam rasa. 20
  • 22.
    22 ILHAM SEHAT |JANTUNG T ahukah Anda bahwa saat ini suhu udara saat siang hari bisa mencapai 39-40 derajat celcius? Peningkatan suhu udara menjadi sangat panas dapat mempengaruhi metabolisme tubuh kita. Selain itu suhu udara yang panas dapat membuat kulit kering dan kehilangan kandungan air didalam lapisan kulit. Cuaca panas ternyata tak dapat ­dianggap ­remeh. Kondisi ini menurut para ahli ­dapat menimbulkan risiko dan ancaman bagi ­kesehatan. Ahli jantung terkemuka, Dr Chauncey Crandall, mengungkapkan bahwa cuaca panas dapat membunuh, terutama karena dapat mengakibatkan masalah pada jantung. Belum lama ini Badan Pencegahan dan Pengendali Penyakit Amerika Serikat,CDC ­(Centers for Disease Control and Prevention) ­mengeluarkan pernyataan, agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas ­olahraga dalam cuaca musim panas. ­Karena menurut penjelasan resmi yang ­dikeluarkan oleh CDC, latihan khusus pada cuaca ­panas dapat menyebabkan dehidrasi atau ­gangguan serius dan stroke. Peringatan ini terutama ditujukan bagi atlet di sekolah yang kerap mengikuti kejuaraan dan latihan pada cuaca panas. Kematian akibat latihan olahraga pada kondisi cuaca panas adalah tragedi, yang ­semestinya bisa dicegah. Karenanya guru dan orang tua agar mengenali gejala terkait ­dengan ­gangguan kesehatan akibat cuaca panas yang ekstrim. Menurut Asosiasi Jantung Amerika Serkat (AHA), puncak kematian pasien dengan serangan jantung tidak hanya terjadi musim dingin, namun juga di musim panas. Dr ­Crandall mengatakan bahwa temuan ini tidak terlalu mengejutkan, karena ia sering melihat kekambuhan pasien dengan masalah jantung yang dipicu oleh panas. “Ketika tubuh terlalu panas, hipertermia ­dapat terjadi,” katanya. Hipertemia adalah suatu kondisi di mana inti tubuh menjadi ­terlalu panas. “Kondisi ini, ditambah dengan ­dehidrasi, ­mengakibatkan ketidakseimbangan ­elektrolit, dan sebagai hasilnya, seseorang ­dapat mengalami syok kardiogenik,”katanya. Pada saat ternjadinya syok kardiogenik, ­jantung tiba-tiba menjadi lemah dan tidak ­dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. “Ini dapat menyebabkan kegagalan Cuaca Panas Picu Serangan Jantung 22
  • 23.
    23 multi-organ yang dapatmemicu serangan jantung atau kematian jantung mendadak,” kata Dr Crandall, yang menjabat sebagai ­Direktur Program tTansplantasi Jantung dari Palm Beach Cardiovascular Clinic, ­Florida. Menurut Crandall, kelompok yang sangat rentan menderita serangan jantung ­akibat cuaca panas adalah orang-orang yang tidak terbiasa terhadap panas ekstrem, seperti negara-negara di bagian utara. Kelompok usia tertentu, kata Crandall, juga memiliki risiko lebih tinggi. “Orang tua ­telah kehilangan kemampuan ­untuk ­mendinginkan suhu tubuh mereka. ­Kelenjar keringat mereka telah kering, ­sehingga ­kemampuan tubuh mereka ­untuk mempertahankan suhu inti tubuh sudah tidak bekerja dengan baik seperti ketika mereka masih muda,”katanya. Data dari Centers for Disease Control (CDC), AS menyebutkan, panas yang ­berlebihan menyebabkan kematian 8.015 orang ­antara tahun 1979 dan 2003. ­Penghitungan ini ­lebih tinggi daripada mereka yang ­kehilangan nyawa akibat dari angin topan, petir, banjir, dan gempa bumi. Menurut Dr Crandall, salah satu ­bahaya terbesar dari suhu panas adalah ­dehidrasi. Kurangnya cairan tubuh dapat ­mengakibatkan ketidakteraturan ­detak ­jantung yang mengancam jiwa yang ­dikenal sebagai fibrilasi atrium. Sejumlah penelitian telah ­menemukan bahwa cuaca panas ­meningkatkan risiko serangan jantung. Crandall ­memperingatkan pasien jantung agar ­berhati-hati dan mencari tempat yang ­dingin saat cuaca panas terjadi. Bahaya ­lainnya,lanjutCrandalladalahbahwa­panas yang ekstrim menyebabkan ­pembuluh ­darah melebar. Kondisi ini dapat sangat membahayakan bagi orang yang sedang menggunakan obat umum seperti obat ­tekanan darah. “Mereka bisa pingsan. Kita melihat kejadian ini sepanjang waktu,”kata Crandall. Gejala Crandall mengungkapkan, cuaca pa- nas juga dapat memicu sengatan panas atau heatstroke. Penderitanya biasanya ­memiliki beberapa gejala seperti, kurang ­berkeringat, dengan kulit terasa panas dan kering ketika disentuh, mual dan ­muntah, kulit memerah, napas cepat, jantung ­berdetak cepat, sakit kepala, kejang otot serta hilangnya kesadaran. Gejala pertama yang biasanya muncul adalah kram panas yang terjadi pada, kaki, tangan dan perut. Jika tidak segera ­diobati, gejala yang terjadi berikutnya ­adalah sakit kepala, pusing atau sakit kepala ringan, mual, dan kulit yang terasa dingin dan ­lembab. Jika gejala ini tidak ditangani, kondisi ini dapat mengancam jiwa. “Salah satu hal paling penting untuk ­mengenali tentang heatstroke, dan lainnya yang berhubungan dengan masalah ­panas adalah bahwa kodisi sebetulnya dapat ­dihindari,”kata Dr Crandall. Berikut tips sederhana dari Dr Crandall dalam menghadapi cuaca panas: • Pakailah pakaian yang longgar. • Pastikan Anda terhidrasi dengan baik. Minum1-3gelasairsebelumkeluarruangan, dankemudianmelanjutkanminumairsetiap 20-menit, bahkan jika Anda merasa sedang tidak haus. • Jika Anda sedang mengonsumsi obat ­hipertensi atau jantung, perlu diingat bahwa Anda mungkin akan merasa efek panas yang lebih tajam dan harus segera ­mengambil ­tindakan pencegahan. Anda bisa ­meminta bantuan dokter jika merasa butuh ­penyesuaian. • Pakailah topi bertepi lebar. • Hindari alkohol dan minuman berkafein, karena minuman ini dapat menarik air ke- luar dari tubuh. • Berhati-hatilah berjalan atau berolahraga di panas. Tetap berolahraga di tempat yang teduh bila memungkinkan. • Hindari sinar matahari pada siang hari hingga jam 3 sore, karena panas matahari sangat intens ketika jam-jam tersebut. (Sumber: Kompas Health) 23
  • 24.
  • 25.
    25 Gereja dan PemanasanGlobal M emanfaatkan energi dunia saja tidaklah cukup. Kita juga harus menjaga keberlanjutannya. Selama hampir 85 tahun, Chevron telah berkomitmen kepada rakyat Indonesia. Tujuh ribu tenaga kerja nasional mem- bawa kami tumbuh menjadi produsen minyak bumi dan energi panas bumi terbesar di negeri ini, serta penghasil gas bumi terkemuka. Sebagai hasilnya, masyarakat dapat mengakses peker- jaan dan pendidikan yang lebih baik, serta memberikan tiga generasi beri- kutnya sesuatu untuk dinanti. Beberapa menyebutnya sebagai upaya manusia. Kami menyebutnya sebagai energi in- sani. Iklan Chevron: Human Energy Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan; di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan. Mazmur 104: 10-12 (bagian I)
  • 26.
    26 Satu hal yangpasti: planet yang kita tempati ini berada pada kondisi ­(sebentar lagi) tak mungkin didiami. Jakarta banjir, hal biasa. Medan, setali tiga uang. Orchard Road di Singapura banjir? Kota dengan drainase terbagus di dunia ini tidak sanggup menahan gempuran hujan sangat deras se- lama satu jam. Di Bangladesh lebih 55 orang tewas karena banjir dan sekitar 12.000 warganya mesti mengungsi. Di ­Myanmar 46 orang tewas karena alasan serupa. Kota Draguignan, Distrik Var, kawasan pantai Cote d’Azur, ­Perancis, kehilangan 22 nyawa warganya. ­Kejadian ini banjir terburuk di Perancis sejak tahun 1827. Tidak lama berselang, di wilayah Cina bagian selatan, banjir yang melanda menewaskan 132 orang, 860.000 orang terpaksa mengungsi, 86 orang hilang, 6800 rumah hancur, dan akan berdampak kepada 10 juta warga yang lain. Kerugian diperkirakan Rp 20 triliun. Itu data terbaru betapa alam sudah sangat jenuh menanggung ulah ­manusia. Mereka murka. Tepatnya, alam ­menunjukkan ­keberbandinglurusan antara tidak bertanggungjawabnya ­manusia menjaga alam dengan ­ketahanan alam itu sendiri menjaga dirinya. Saya ­lantas ­membayangkan: bumi dan semua ­isinya, tanpa ­mengikutsertakan ­manusia, sedang berkeluh kesah: kami sesungguhnya akan berjalan dengan sangat baik tanpa kehadiran kalian (manusia). Jika yang demikian terjadi, kita sudah ­sampai pada tahap akhir dari siklus ­kehidupan itu sendiri: lenyapnya ­manusia. Alam sesungguhnya sudah ­menyediakan batas-batas yang harus kita patuhi. Dan inilah bentuk ­kompromi-perjanjian alam dengan manusia. Hal-hal yang diterangkan di bawah ini adalah peristiwa-peristiwa saat kontrak itu dilanggar. Pemanasan global Pemanasan global berarti adanya ­proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. ­Pemanasan global terjadi ketika ­konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal dengan gas rumah kaca terus bertambah di udara. Gas rumah kaca timbul akibat ulah manusia: ­kegiatan industri, gas karbon dioksida ­akibat penggunaan berlebihan bahan bakar fosil, penggundulan hutan, ­penggunaan pestisida, pertambahan jumlah penduduk. Gas rumah kaca bukanlah gas yang dihasilkan oleh bangunan yang ter- buat dari kaca. Segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari ­matahari. Sebagian besar energi terse- but ­berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika ­energi ini tiba permukaan Bumi, ia ­berubah dari cahaya menjadi panas yang ­menghangatkan bumi. Permukaan bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. ­Sebagian dari panas ini ­berwujud radiasi infra merah gelom- bang ­panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida danchlorofluoro- carbon akibat kegiatan industri, asam nitrat ­dihasilkan oleh emisi kendaraan dan industri, dan metana yang ­menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas- gas ini menyerap dan ­memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus ­sehingga mengakibatkan suhu rata- rata tahunan bumi terus meningkat. Laiknya rumah yang terbuat dari kaca, gas-gas bebas masuk tapi ­terperangkap di dalam sehingga tidak bisa keluar. Dengan semakin ­meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak pula panas yang terperangkap di bawahnya. Alam sesungguhnya sudah ­menyediakan batas-batas yang harus kita patuhi “
  • 27.
    27 Dampak pemanasan globalsudah ­sangat kasat mata. Selama seratus tahun terakhir, suhu rata-rata global permukaan bumi terus meningkat dari 0,74 °C-0,18 °C. Dan diperkirakan antara tahun 1990 sampai 2100 suhu global akan meningkat 1,1 hingga 6,4 °C. Artinya sama dengan naiknya permukaan air laut 100 cm ­disebabkan banyaknya es mencair di kedua ­kutub bumi. Kota-kota rendah seperti ­Belanda akan kehilangan enam ­persen daratannya. Ketika tinggi lautan ­mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Semua pengetahuan tentang ­kapan musim hujan bermula, musim ­kemarau berakhir hampir tidak bisa lagi diajarkan di ruangan-ruangan kelas. Cuaca menjadi anomali. Petani di beberapa daerah dirugikan akibat ledakan hama wereng. Tercatat 30.159 hektar area sawah padi diserang wereng coklat , meliputi daerah Jawa Tengah (10 kabupaten), Jawa Barat (5 kabupaten), Banten (4 kabupaten), dan Aceh (3 kabupaten). Wereng bertengger di peringkat empat ­perusak tanaman padi. Di peringkat pertama hingga ketiga berturut-turut adalah tikus, penyakit, dan penggerek batang. Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, tahun 2010 ­semester pertama, ­pertumbuhan hama wereng meningkat tiga kali lipat. Penyimpangan iklim ­memengaruhi musim kemarau yang diselingi lebih banyak turunnya ­hujan ­menimbulkan ­kelembaban tinggi. Kondisi ini ­menyuburkan ­pertumbuhan hama tanaman, termasuk wereng. Populasi dunia yang berkisar 6,6 miliar boleh jadi jadi saksi betapa dahsyatnya dampak yang ­ditimbulkan saat ­pegunungan es di dua ­kutub bumi mencair. Sebagian besar dari jumlah itu akan yang bertempat tinggal di pantai akan kehilangan tanah yang mereka tempati selama ini selamanya. Jumlah volume es di Benua Arctic ­dihitung semenjak 1950 men- galami penurunan drastis. Tahun 1955 ­volume es di benua itu masih penuh 100 ­persen. Tahun 2000 berkurang ­menjadi 74 persen dari volume tahun 1955. Sekitar tahun 2050 ­diperkirakan volume es tersisa 54 persen dari volume tahun 1955. Seperti sudah disinggung di atas, akan banyak sekali pulau-pulau kecil tenggelam. ­Penduduk daerah-daerah di ­pesisir pantai akan menjadi pengungsi ­terbesar ­sepanjang sejarah. Peningkatan ekploitasi ­lingkungan meningkat dengan marak dan ­meluasnya perubahan tataguna lahan yang berakibat pada penciutan luas hutan, menyumbang pemanas suhu bumi. Maka, sangat melawan akal ­sehat saat membaca iklan sebuah ­perusahaan ­pengembang ­property terbesar di negeri ini:­“Hadirkan ­Properti Ramah Lingkungan yang Berkelanjutan.”Nirwana Bogor ­Residence terletak di kaki Gunung Salak.“Hunian hijau”ini memiliki luas 1200 hektar. Tanah-tanah subur itu kini tertutup dengan semen, diselimuti aspal hitam. Untuk penyiksaan alam ini, pengembang berdalih: kawasan ini memiliki 60 persen ruang terbuka. Poin pertama, 1200 hektar yang ­dulunya hutan beralih fungsi menjadi tempat berdirinya tembok-tembok raksasa. Dengan sendirinya pula semua fungsi hutan akan ­menemui ajalnya. Poin kedua, kawasan ini ditujukan bagi mereka ­berkantong tebal. Artinya, penduduk lokal hanya kebagian limbah orang-orang elite itu ­sembari menjadi penonton ­kemewahan di tanah mereka sendiri. (bersambung di edisi berikutnya)
  • 28.
  • 29.
    29 LAPO AKSARA Ananta Bangun anantabangun.com RedakturTulis di ­Lentera News 29 FAKE PLASTIC TREES Saya menemukan judul lagu empunya Radiohead ini dalam novel 5 cm ­(Donny Dhirgantoro). Sebagaimana dialog ­mengomentari judul tersebut, saya ­turut terpapar kebingungan. Pohon plastik nan palsu, demikian alihbahasa-nya, ­seperti hendak memojokkan kepalsuan dari kepalsuan. Bahan plastik sebagai pengganti ­wujud benda hidup/ mati, ­bukankah ­seyogyanya sebagai perwakilan tidak nyata? Ia palsu sedari awal dibuat ­sebagai (katakanlah) pohon ­plastik, ­manusia plastik, mobil plastik. ­Karenanya, tidak mengherankan bila beras plastik pun turut beredar. Berbaur dengan teman-teman se-plastik lainnya. Keprihatinan perihal beras plastik ini berbarengan pula dengan isu ijazah palsu. Meski secara wujud berbeda, ­kepalsuan kedua benda ini mewakili permasalahan klasik di tengah-tengah kita. Asupan makan serta pola fikir. ­Segala racun bernama pengawet, ­penyedap, nikotin bahkan adiksi ­narkoba menjejali tubuh. Mungkin juga ada kaitannya, sehingga pola fikir kita kerap mengandalkan kepalsuan ­untuk memperoleh kedudukan ataupun ­penghasilan lebih. Radiohead malah menambahkan lagi porsi keterpurukan itu via kritikannya dalam lagu‘Fake Plastic Trees’terse- but. Bagaimana bila beras plastik dan ijazah palsu dijadikan lebih palsu? Tidak dapat digapai. Pula tak terjamah oleh ­pancaindera kita sendiri. Seperti mengumpamakan seseorang yang tengah memainkan game mengolah kebun khayalan. Ia secara rutin memetik jeruk, mengumpulkan telur ayam, dan mendengar lenguhan sapi yang tengah diperah susunya. Terus hanyut dalam pusaran kegiatan ini hingga akhirnya tersadar masih terbaring di ranjang ­dengan busana tidur sekenanya. Teknologi yang kita puja sebagai ­kemajuan zaman secara gemulai ­dapat menggeret pola fikir kita pada ­cibiran Radiohead. Bahwa kepalsuan dari ­kepalsuan lah yang segera ­mengisi relung jiwa kita. Beras plastik dan ijazah palsu hanyalah permukaan dari ­bongkahan gunung es. Sosok kucing sekalipun dapat bersalin rupa menjadi seorang gadis cantik jelita. Ia ­kemudian memesan biskuit kesayangannya via toko daring. Dan mendaftar kuliah hingga mendapat gelar sarjana melalui kampus maya. Jadi, kemana kita akan melabuhkan asa kita tatkala gelombang kepalsuan lebih kerap ditemukan? Hanya ­dengan kembali pada Yang Maha Kuasa. Sebab rancangan-Nya tidak fasik seperti rancangan manusia. Rentan disusupi ­kepalsuan. Sebagaimana dituturkan dalam sabda Allah dalam Alkitab: (1Yoh 4:1) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.