Sejarah Alat Bantu Mutu
 Kaoru Ishikawa (Jepang) adalah orang yang pertama kali
mengembangkan tujuh alat dasar kualitas sehingga orang kebanyakan
dapat menganalisa dan mengiterpretasikan data. Sehingga dia dikenal
juga sebagai orang yang “mendemokratisasi statistik” karena
menciptakan cara agar orang kebanyakan dapat memanfaatkan
statistik yang sebelumnya konsep statistik merupakan hal yang sulit
untuk dipahami
 Alat Bantu Mutu membuat analisis statistik menjadi tidak begitu rumit
untuk orang biasa
 Merupakan alat bantu yang baik sehingga pengendalian mutu dapat
dilakukan secara lebih menyeluruh
 Alat-alat ini telah digunakan pada banyak perusahaan di seluruh dunia
oleh para manajer di segala tingkat maupun karyawan
1. Diagram Alir (Flowcharts)
2. Checksheets
3. Diagram Sebab-Akibat (Cause & Effect Diagrams)
4. Histograms
5. Diagram Pareto
6. Diagram Pencar (Scatter Diagram)
7. Run Charts
 Diagram Alir (Flow Charts)
– Diagram alir menunjukkan urutan kegiatan-kegiatan
– Suatu aplikasi yang menguntungkan dari diagram alir adalah
dengan memetakan proses yang ideal dan proses yang aktual
dan kemudian mengidentifikasi perbedaan sebagai target
perbaikan
– Sebuah digram alir adalah representasi gambar yang
menunjukkan seluruh langkah dalam suatu proses
 Simbul dalam Diagram Alir
 Membuat Diagram Alir
– Kuasai dan pahami dengan
tepat simbol-simbol dalam
diagram
– Gambar diagram alir proses
dan isikan setiap elemen
dengan terperinci
– Analisis diagram alir.
Tentukan langkah mana yang
bernilai lebih dan yang mana
mubazir sehingga dapat
dihilangkan untuk
menyederhanakan pekerjaan
buka
restoran
terima pesanan
pelanggan
Bayar?
ambil pizza
masih tersisa
2 buah?
Masukkan lagi
ke dalam oven
bawa ke pelanggan
Waktu
Tutup?
no
yes
Kunci
restoran
selesai
Mulai
no
yes
no
yes
 Contoh Diagram Alir
PENGUMPULAN DATA
Data merupakan unsur yg penting dalam melaksanakan pengendalian
kualitas (QC).
Hal ini terlihat dari salah satu konsep dasar pengendalian kualitas (QC)
yaitu bertindak dan mengambil keputusan berdasarkan fakta dan data.
Fakta yang ada, umumnya dituangkan dalam bentuk data, karena itu data
yang kita peroleh harus kita teliti apakah :
1. bisa mengungkapkan fakta secara lengkap
2. sudah sesuai dengan fakta yang sebenarnya
Suatu keuntungan lain di dalam mengunakan data ialah kita tidak perlu
memberikan penilaian dengan menggunakan kata keadaan (buruk, jelek,
malas dll), tetapi cukup berbicara dengan data (angka) dan sudah
menjadikan persoalan jelas.
JENIS DATA
 Data hasil pengukuran panjang, berat, waktu, dll
 Data hasil penghitungan jumlah copy, jumlah kerusakan, dll
 Data dalam urutan pertama, kedua,…
 Data dalam tingkat persoalan nilai 1, nilai 2,…
 Data dalam hubungan kepentingan relatif ya/tidak
KEGUNAAN PENGUMPULAN DATA
 Membantu memahami situasi yang sebenarnya
 Menganalisa persoalan
 Mengendalikan proses/pekerjaan
 Mengambil keputusan
 Membuat rencana/perbaikan
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
mengumpulkan data
 Sasaran pengumpulan data harus jelas
 Stratifikasi data sesuai kebutuhan dan untuk memudahkan
pengumpulan data
 Ketahui riwayat pengumpulan data (siapa, kapan, di mana,
dengan cara dan peralatan apa data dikumpulkan, dll)
 Tentukan tata cara pengumpulan data dan perlengkapannya
(lembar pengumpulan data, grafik, dll)
 Usahakan data dari berbagai sumber yang mungkin
DEFINISI CHECK SHEET
Merupakan alat bantu yang penting dalam pengumpulan data, berupa
lembar KERJA YANG TELAH DICETAK SEDEMIKIAN RUPA HINGGA DATA
DAPAT DIKUMPULKAN SECARA MUDAH DAN SINGKAT.
FUNGSI CHECK SHEET
• Cara mengambil data
– Survey
– Observasi
– Wawancara
• Coba anda bayangkan anda diminta untuk mengambil data dengan cara
observasi langsung dilapangan
– RESIKO : Lupa, Tidak Akurat, dsbnya
• Perlu alat bantu untuk mengambil data
CONTOH CHECK SHEETS
 Diagram Sebab-Akibat (Cause and Effect Diagram)
– Alat bantu untuk menemukan segala penyebab atau akar masalah
yang mungkin dari suatu permasalahan tertentu. Sehingga pekerja
dapat konsentrasi terhadap penyebab masalah tersebut daripada
sekedar fokus pada indikasi masalah
– Tujuan utama adalah sebagai langkah awal dalam pemecahan masalah
dengan membuat daftar dari seluruh penyebab yang mungkin
– Tidak melibatkan statistik
– Membuat perbaikan/peningkatan lebih mudah
 Diagram Sebab-Akibat disebut juga diagram Ishikawa atau diagram
tulang ikan (fishbone diagram) karena bentuknya yg menyerupai kerangka
ikan. Permasalahan menjadi “kepala”, penyebab utama menjadi “rusuk”
dan detail penyebab menjadi “tulang2 kecil”
 Langkah 1 - Identifikasi dan definisikan masalah (akibat). Letakkan
masalah (akibat) tersebut di kanan atau kepala diagram
 Langkah 2 - Gambarkan “rusuk” dan “tulang-tulang”.
Contoh: Penyusutan Inventory yang Sangat Cepat
Penyusutan
 Membuat Diagram Sebab-Akibat (lanjutan)
 Langkah 3 - Identifikasi berbagai bidang yang berbeda yang
mungkin menjadi penyebab utama
Penyusutan
karyawan
pengutil toko
 Membuat Diagram Sebab-Akibat (lanjutan)
 Langkah 4 - Identifikasi yang menjadi penyebab yang lebih
khusus (spesifik) lagi
Penyusutan
pengutil toko
Tag anti maling didesain
dengan buruk Barang-barang mahal
terletak agak tersembunyi
Tidak ada satpam/
pengawasan
 Membuat Diagram Sebab-Akibat (lanjutan)
 Langkah 5 – Gunakan diagram yang telah selesai untuk
melakukan brainstorming untuk pemecahan masalah utama
karyawan
attitude
trainee baru
training
benefits practices
Penyusutan
pengutil toko
Tag anti maling didesain
dengan buruk Barang-barang mahal terletak
agak tersembunyi
Tidak ada satpam/
pengawasan
 Histogram
– Sebuah histogram adalah sebuah grafik batang yang
menunjukkan frekuensi data
– Histogram memberikan cara yang paling mudah untuk
mengevaluasi distribusi data
Histogram/Frekuensi Distribution
Histogram adalah alat bantu statistik yang memberi
gambaran suatu proses dari sebuah operasi pada satu
waktu.
Tujuan :
1. Mengevaluasi dan mencek proses
2. Mengindikasi kebutuhan untuk tindakan koreksi
terhadap variasi yang tidak wajar
3. Mengukur efek dari tindakan korektif tsb
4. Membandingkan performa mesin
5. Membandingkan material,dll
Cara Membuat Histogram
1. Kumpulkan data /hasil pengukuran
2. Urutkan data dari yang terkecil sampai
yang terbesar
3. Tentukan interval , jarak tiap interval dan
batas awal dan batas akhir
4. Masukan data berdasarkan intervalnya
5. Hitung frekuensi tiap interval
6. Buat diagramnya ( beri label untuk skala
horizontal dan skala vertikalnya )
 Membuat Histogram
– Kumpulkan data dan kelompokan dalam kelas-kelas
• Dari sekumpulan data tentukan jumlah total, rata-rata, nilai
terbesar, nilai terkecil dan kisaran (range)
• Gunakan kisaran untuk memperkirakan awal dan akhir
• Hitung lebar setiap kelas dengan membagi range dengan jumlah
kelas
– Kemudian tetapkan sumbu datar untuk
menunjukkan kelas data (kategori) dan sumbu tegak
untuk frekuensi data
– Untuk setiap kelas, tentukan frekuensinya dan
kemudian gambarkan grafik batang dengan
ketinggian sesuai frekuensinya
Tabel Frekuensi
Histogram
 Contoh Membuat Histogram
DIAGRAM PARETO
Diagram Pareto dimaksudkan untuk menemukan/mengetahui
problem/penyebab utama yang merupakan kunci dalam penyelesaian
persoalan. Dan perbandingannya terhadap keseluruhan.
Dengan mengetahui penyebab utama, maka bila kita menanggulanginya
terlebih dahulu, biarpun hanya berhasil 50% saja, akan membawa pengaruh
yang lebih besar terhadap keseluruhan persoalan dibanding bila kita
menanggulangi penyebab yang kecil, apabila bila kita tidak dapat secara tuntas
Pengalaman menunjukkan bahwa lebih mudah melakukan
perbaikan/penanggulangan, sehingga tinggi kolom tertinggi menjadi
setengahnya dari pada membuat kolom yang rendah menjadi nol
Dengan memakai Diagram Pateto ini, kita dapat mengkonsentrasikan arah
penyelesaian persoalan, karena itu diagram Pareto merupakan langkah
pertama untuk pelaksanaan perbaikan/penyelesaian persoalan.
PARETO (PARETO’S RULE)
Aturan Pareto digunakan untuk menentukan
prioritas bagi pemecahan suatu masalah.
Aturan Pareto berbunyi “Delapanpuluh
persen dari kesulitan yang dialami
disebabkan oleh duapuluh persen
masalah” atau “Barang yang memiliki
nilai 80% dari nilai keseluruhan, hanya
berjumlah 20% dari jumlah
keseluruhan”
Dengan kata lain aturan tersebut
menyatakan bahwa tidak semua penyebab
dari suatu fenomena tertentu terjadi dengan
frekuensi yang sama atau dengan dampak
yang sama.
Aturan Pareto juga sering disebut sebagai
aturan 80/20.
Aturan tersebut diberi nama sesuai
dengan nama Vilfredo Pareto,
seorang ekonom dan sosiolog yang
berkebangsaan Italia.
Di abad ke-18 ia mempelajari
distribusi pendapatan di Eropa dan
menemukan bahwa 80% kekayaan
tersebut dimiliki oleh 20% penduduk.
Untuk membantu penerapan Aturan
Pareto dalam memberikan prioritas
pemecahan suatu masalah digunakan
Diagram Pareto. Diagram Pareto
merupakan diagram batang yang
telah disusun (diranking)
menurut masalah yang paling
banyak terjadi.
80/20 RULE
DOES 20% OF YOUR SALES FORCE PRODUCE 80%
OF REVENUE ?
DO 20% OF YOUR PRODUCTS ACCOUNT FOR 80%
OF PRODUCT SALES ?
DO 80% OF YOUR VISITORS SEE ONLY 20%
OFYOUR WEB SITE PAGES ?
DO 80% OF DELAYS ARISE FROM 20% OF THE
POSSIBLE CAUSES OF DELAY ?
DO 80% OF CUSTOMER COMPLAINTS ARISE FROM
20% OF YOUR PRODUCTS OR SERVICES ?
PARETO (PARETO’S RULE)
80
80
20
20
PENYEBAB PROBLEM
1. Mengumpulkan data yang akan
dianalisis, misalnya dengan
menggunakan check sheet.
2. Memasukkan total untuk masing –
masing item yang dianalisis.
3. Mengurutkan item mulai dari yang
terbesar hingga terkecil.
4. Menghitung total untuk seluruh
item, dan membuat kumulatif total
dan persentase kumulatifnya.
5. Menggambar diagram batang dengan
sumbu x menunjukkan item yang diamati
dan sumbu y di sebelah kiri menunjukkan
data apa yang dibandingkan (frekuensi,
biaya dan lain sebagainya), serta sumbu y
di sebelah kanan menunjukkan persentase
(skala 0-100%). Penyusunan diagram
batang diurutkan menurut data terbesar
hingga terkecil.
6. Membuat kurva persentase kumulatif
7. Buat penggolongan dengan pedoman awal
- golongan A : 10 - 55%
- golongan B : 56 - 90%
- golongan C : 91 - 100%
LANGKAH2 PEMBUATAN DIAGRAM
PARETO
CONTOH PRIORITAS
JIKA RATA-RATA 80% PENGUNJUNG
WEBSITE ANDA HANYA BERKUNJUNG DI
20% WEBSITE YG ADA
MAKA USAHAKAN 20% HALAMAN WEBSITE
ITU ADALAH YANG PENTING (CRITICAL)
TERHADAP BISNIS ANDA, SEPERTI PROSES
PEMBELIAN/PENJUALAN (TERGANTUNG
TUJUAN WEBSITE ANDA TENTUNYA)
MANFAAT DIAGRAM PARETO
Menunjukkan persoalan utama
Menyatakan perbandingan masing-masing
persoalan terhadap keseluruhan
Menunjukkan tingkat perbaikan setelah tindakan
perbaikan pada daerah yang terbatas
Menunjukkan perbandingan masing-masing
persoalan sebelum dan setelah perbaikan
PEMBUATAN DIAGRAM PARETO
PENENTUAN MASALAH
CACAT, RUSAK, GORES, DLL
PENENTUAN JENIS DATA
LOKASI RUSAK, MACAM CACAT, DLL
PENENTUAN CARA PENGAMBILAN DATA
CHECK SHEET, FORMS, KAPAN, DIMANA, DLL
PENJUMLAHAN DATA-DATA YANG MUNCUL
TOTAL CACAT, TOTAL RUSAK, KUMULATIF, DLL
PEMBUATAN DIAGRAM PARETO
STUDI KASUS
ANALISIS
Tabel : Frekuensi pemesanan selama bulan Februari 2001
Jenis Frekuensi
Frekuensi
kumulatif
Persentase
kumulatif
NM 517 517 44.23%
BB 284 801 68.52%
TE 201 1002 85.71%
NB 121 1123 96.07%
PM 46 1169 100.00%
Tabel : Jumlah terigu yang dipesan selama tahun 2000
Jenis
Jumlah yang
dipesan (unit)
Persentase
NM 2.476.012 39.84%
BB 1.689.150 27.18%
TE 1.034.644 16.65%
NB 594.230 9.56%
PM 421.403 6.78%
TOTAL 6.215.439 100.00%
CONTOH DIAGRAM PARETO
NM BB TE NB
PM
517 284 201 121 46
44.2 24.3 17.2 10.4 3.9
44.2 68.5 85.7 96.1 100.0
0
500
1000
0
20
40
60
80
100
Defect
Count
Percent
Cum %
Percent
Count Diagram Pareto Frekuensi Pemesanan Tiap Jenis Terigu
Zona A Zona B Zona C
CONTOH DIAGRAM PARETO
CONTOH DIAGRAM PARETO
JENIS KERUSAKAN FREKUENSI
Tidak Lengkap 26
Permukaan Tergores 17
Retak 11
Bentuk Tidak Serasi 5
Lain-Lain 3
TABEL : Masalah Kerusakan Produk
Mainan Bulan Januari 2004
Others
Bentuk Tidak Serasi
Retak
Permukaan Tergores
Tidak Lengkap
3
5
11
17
26
4.8
8.1
17.7
27.4
41.9
100.0
95.2
87.1
69.4
41.9
60
50
40
30
20
10
0
100
80
60
40
20
0
Defect
Count
Percent
Cum %
Percent
Count
Diagram Pareto Masalah Kerusakan Produk Bulan Januari 2004
CONTOH DIAGRAM PARETO
 Diagram Pencar (Scatter Diagrams)
– Merupakan diagram 2 dimensi tipe X-Y plots
– Diagram pencar digunakan untuk mengkaji hubungan (relasi)
yang mungkin antara variabel bebas (x) dengan variabel terikat
(y)
 Membuat Diagram Pencar
– Mula-mula kumpulkan dua kelompok data dan buat
ringkasannya dalam bentuk tabel data
– Gambar diagram dengan label-label pada sumbu horizontal (X)
dan sumbu vertikal (Y)
• Biasanya variabel “sebab” diletakkan pada sumbu X dan variabel
“akibat” pada sumbu Y
– Plot pasangan data pada diagram
– Interpretasikan arah dan kekuatan hubungan variabel pada
diagram pencar
 Contoh Pemakaian Diagram Pencar
– Sebuah diagram pencar dapat digunakan untuk
mengidentifikasikan hubungan antara kecepatan produksi
dengan jumlah produk cacat yang cacat dihasilkan
Kecepatan Produk
Produksi cacat
10 1
45 8
30 5
75 20
60 14
20 4
25 6
0
5
10
15
20
25
0 20 40 60 80
Kecepatan Produksi
Produk
cacat
Sulit memahami
hubungan
Mudah memahami
hubungan
Run Charts
 Run Charts
– Run charts digunakan untuk menganalisa proses menurut
berjalannya waktu (time-based) atau urutan (order)
– Biasanya bersifat siklis
– Mencari pola
Run Charts
 Membuat Run Chart
– Pengumpulan data
• Harus ada proses atau operasi yang berjalan untuk melakukan
pengukuran
– Pengorganisasian Data
• Data harus dibagi ke dalam dua kelompok nilai, X dan Y Data must be
divided into two sets of values X and Y. Nilai X menyatakan waktu dan
dan Y menyatakan hasil pengukuran dari proses atau operasi yang
berjalan
– Membuat Diagram
• Plot nilai Y versus nilai X
– Interpretasi Data
• Interpretasikan data dan tarik kesimpulan mengenai proses atau
operasi yang berjalan
Run Charts
 Contoh pemakaian Run Charts
– Sebuah perusahaan menginginkan agar produk yang dibuat
dapat sampai ke konsumen tepat waktu. Namun ternyata
perusahaan mengamati waktu pengiriman berbeda-beda setiap
harinya dalam setiap minggu. Perusahaan memutuskan untuk
memantau waktu pengiriman untuk beberapa minggu ke depan
Hari
Waktu
Pengiriman
Diagram Kendali
 Diagram Kendali (Control Charts)
– Diagram kendali digunakan untuk menentukan apakah sebuah proses
akan menghasilkan produk atau layanan/jasa dengan sifat-sifat terukur
yang konsisten
– Alat untuk mengendalikan/mengatur proses
– Memantau output sebuah proses apakah memenuhi standard yang
ditetapkan (dalam batas-batas yang dianggap normal)
Penyimpangan yang tidak
bisa diterima
X
UCL
LCL
 Langkah-langkah Mengembangkan Diagram Kendali
– Identifikasikan operasi-operasi kritis pada proses yang
mungkin memerlukan inspeksi
– Identifikasi karakteristik produk yang kritis
– Tentukan apakah karakteristik produk yang kritis tersebut
bersifat kuantitatif (variabel) atau kualitatif (atribut)
– Pilih diagram kendali yang sesuai
– Buat batas-batas kendali dan gunakan diagram untuk
memantau dan melakukan perbaikan/peningkatan
– Update batas-batas kendali
Diagram Kendali
 Contoh Penggunaan Diagram Kendali
– Menghitung jumlah produk yang cacat
• Perlu diperhatikan agar jumlah produk yang diperiksa konstan
Diagram Kendali
Upper Limit
17 cm
Lower Limit
15 cm
Ukuran kekecilan
X
16 cm =

Kuliah_7-Basic 7 Tools of Quallity.ppt (1).pdf

  • 2.
    Sejarah Alat BantuMutu  Kaoru Ishikawa (Jepang) adalah orang yang pertama kali mengembangkan tujuh alat dasar kualitas sehingga orang kebanyakan dapat menganalisa dan mengiterpretasikan data. Sehingga dia dikenal juga sebagai orang yang “mendemokratisasi statistik” karena menciptakan cara agar orang kebanyakan dapat memanfaatkan statistik yang sebelumnya konsep statistik merupakan hal yang sulit untuk dipahami  Alat Bantu Mutu membuat analisis statistik menjadi tidak begitu rumit untuk orang biasa  Merupakan alat bantu yang baik sehingga pengendalian mutu dapat dilakukan secara lebih menyeluruh  Alat-alat ini telah digunakan pada banyak perusahaan di seluruh dunia oleh para manajer di segala tingkat maupun karyawan
  • 3.
    1. Diagram Alir(Flowcharts) 2. Checksheets 3. Diagram Sebab-Akibat (Cause & Effect Diagrams) 4. Histograms 5. Diagram Pareto 6. Diagram Pencar (Scatter Diagram) 7. Run Charts
  • 5.
     Diagram Alir(Flow Charts) – Diagram alir menunjukkan urutan kegiatan-kegiatan – Suatu aplikasi yang menguntungkan dari diagram alir adalah dengan memetakan proses yang ideal dan proses yang aktual dan kemudian mengidentifikasi perbedaan sebagai target perbaikan – Sebuah digram alir adalah representasi gambar yang menunjukkan seluruh langkah dalam suatu proses
  • 6.
     Simbul dalamDiagram Alir
  • 7.
     Membuat DiagramAlir – Kuasai dan pahami dengan tepat simbol-simbol dalam diagram – Gambar diagram alir proses dan isikan setiap elemen dengan terperinci – Analisis diagram alir. Tentukan langkah mana yang bernilai lebih dan yang mana mubazir sehingga dapat dihilangkan untuk menyederhanakan pekerjaan
  • 8.
    buka restoran terima pesanan pelanggan Bayar? ambil pizza masihtersisa 2 buah? Masukkan lagi ke dalam oven bawa ke pelanggan Waktu Tutup? no yes Kunci restoran selesai Mulai no yes no yes  Contoh Diagram Alir
  • 10.
    PENGUMPULAN DATA Data merupakanunsur yg penting dalam melaksanakan pengendalian kualitas (QC). Hal ini terlihat dari salah satu konsep dasar pengendalian kualitas (QC) yaitu bertindak dan mengambil keputusan berdasarkan fakta dan data. Fakta yang ada, umumnya dituangkan dalam bentuk data, karena itu data yang kita peroleh harus kita teliti apakah : 1. bisa mengungkapkan fakta secara lengkap 2. sudah sesuai dengan fakta yang sebenarnya Suatu keuntungan lain di dalam mengunakan data ialah kita tidak perlu memberikan penilaian dengan menggunakan kata keadaan (buruk, jelek, malas dll), tetapi cukup berbicara dengan data (angka) dan sudah menjadikan persoalan jelas.
  • 11.
    JENIS DATA  Datahasil pengukuran panjang, berat, waktu, dll  Data hasil penghitungan jumlah copy, jumlah kerusakan, dll  Data dalam urutan pertama, kedua,…  Data dalam tingkat persoalan nilai 1, nilai 2,…  Data dalam hubungan kepentingan relatif ya/tidak
  • 12.
    KEGUNAAN PENGUMPULAN DATA Membantu memahami situasi yang sebenarnya  Menganalisa persoalan  Mengendalikan proses/pekerjaan  Mengambil keputusan  Membuat rencana/perbaikan
  • 13.
    Beberapa hal yangperlu diperhatikan dalam mengumpulkan data  Sasaran pengumpulan data harus jelas  Stratifikasi data sesuai kebutuhan dan untuk memudahkan pengumpulan data  Ketahui riwayat pengumpulan data (siapa, kapan, di mana, dengan cara dan peralatan apa data dikumpulkan, dll)  Tentukan tata cara pengumpulan data dan perlengkapannya (lembar pengumpulan data, grafik, dll)  Usahakan data dari berbagai sumber yang mungkin
  • 14.
    DEFINISI CHECK SHEET Merupakanalat bantu yang penting dalam pengumpulan data, berupa lembar KERJA YANG TELAH DICETAK SEDEMIKIAN RUPA HINGGA DATA DAPAT DIKUMPULKAN SECARA MUDAH DAN SINGKAT. FUNGSI CHECK SHEET • Cara mengambil data – Survey – Observasi – Wawancara • Coba anda bayangkan anda diminta untuk mengambil data dengan cara observasi langsung dilapangan – RESIKO : Lupa, Tidak Akurat, dsbnya • Perlu alat bantu untuk mengambil data
  • 15.
  • 17.
     Diagram Sebab-Akibat(Cause and Effect Diagram) – Alat bantu untuk menemukan segala penyebab atau akar masalah yang mungkin dari suatu permasalahan tertentu. Sehingga pekerja dapat konsentrasi terhadap penyebab masalah tersebut daripada sekedar fokus pada indikasi masalah – Tujuan utama adalah sebagai langkah awal dalam pemecahan masalah dengan membuat daftar dari seluruh penyebab yang mungkin – Tidak melibatkan statistik – Membuat perbaikan/peningkatan lebih mudah
  • 18.
     Diagram Sebab-Akibatdisebut juga diagram Ishikawa atau diagram tulang ikan (fishbone diagram) karena bentuknya yg menyerupai kerangka ikan. Permasalahan menjadi “kepala”, penyebab utama menjadi “rusuk” dan detail penyebab menjadi “tulang2 kecil”  Langkah 1 - Identifikasi dan definisikan masalah (akibat). Letakkan masalah (akibat) tersebut di kanan atau kepala diagram  Langkah 2 - Gambarkan “rusuk” dan “tulang-tulang”. Contoh: Penyusutan Inventory yang Sangat Cepat Penyusutan
  • 19.
     Membuat DiagramSebab-Akibat (lanjutan)  Langkah 3 - Identifikasi berbagai bidang yang berbeda yang mungkin menjadi penyebab utama Penyusutan karyawan pengutil toko
  • 20.
     Membuat DiagramSebab-Akibat (lanjutan)  Langkah 4 - Identifikasi yang menjadi penyebab yang lebih khusus (spesifik) lagi Penyusutan pengutil toko Tag anti maling didesain dengan buruk Barang-barang mahal terletak agak tersembunyi Tidak ada satpam/ pengawasan
  • 21.
     Membuat DiagramSebab-Akibat (lanjutan)  Langkah 5 – Gunakan diagram yang telah selesai untuk melakukan brainstorming untuk pemecahan masalah utama karyawan attitude trainee baru training benefits practices Penyusutan pengutil toko Tag anti maling didesain dengan buruk Barang-barang mahal terletak agak tersembunyi Tidak ada satpam/ pengawasan
  • 23.
     Histogram – Sebuahhistogram adalah sebuah grafik batang yang menunjukkan frekuensi data – Histogram memberikan cara yang paling mudah untuk mengevaluasi distribusi data
  • 24.
    Histogram/Frekuensi Distribution Histogram adalahalat bantu statistik yang memberi gambaran suatu proses dari sebuah operasi pada satu waktu. Tujuan : 1. Mengevaluasi dan mencek proses 2. Mengindikasi kebutuhan untuk tindakan koreksi terhadap variasi yang tidak wajar 3. Mengukur efek dari tindakan korektif tsb 4. Membandingkan performa mesin 5. Membandingkan material,dll
  • 25.
    Cara Membuat Histogram 1.Kumpulkan data /hasil pengukuran 2. Urutkan data dari yang terkecil sampai yang terbesar 3. Tentukan interval , jarak tiap interval dan batas awal dan batas akhir 4. Masukan data berdasarkan intervalnya 5. Hitung frekuensi tiap interval 6. Buat diagramnya ( beri label untuk skala horizontal dan skala vertikalnya )
  • 26.
     Membuat Histogram –Kumpulkan data dan kelompokan dalam kelas-kelas • Dari sekumpulan data tentukan jumlah total, rata-rata, nilai terbesar, nilai terkecil dan kisaran (range) • Gunakan kisaran untuk memperkirakan awal dan akhir • Hitung lebar setiap kelas dengan membagi range dengan jumlah kelas – Kemudian tetapkan sumbu datar untuk menunjukkan kelas data (kategori) dan sumbu tegak untuk frekuensi data – Untuk setiap kelas, tentukan frekuensinya dan kemudian gambarkan grafik batang dengan ketinggian sesuai frekuensinya
  • 27.
  • 28.
  • 29.
  • 31.
    DIAGRAM PARETO Diagram Paretodimaksudkan untuk menemukan/mengetahui problem/penyebab utama yang merupakan kunci dalam penyelesaian persoalan. Dan perbandingannya terhadap keseluruhan. Dengan mengetahui penyebab utama, maka bila kita menanggulanginya terlebih dahulu, biarpun hanya berhasil 50% saja, akan membawa pengaruh yang lebih besar terhadap keseluruhan persoalan dibanding bila kita menanggulangi penyebab yang kecil, apabila bila kita tidak dapat secara tuntas Pengalaman menunjukkan bahwa lebih mudah melakukan perbaikan/penanggulangan, sehingga tinggi kolom tertinggi menjadi setengahnya dari pada membuat kolom yang rendah menjadi nol Dengan memakai Diagram Pateto ini, kita dapat mengkonsentrasikan arah penyelesaian persoalan, karena itu diagram Pareto merupakan langkah pertama untuk pelaksanaan perbaikan/penyelesaian persoalan.
  • 32.
    PARETO (PARETO’S RULE) AturanPareto digunakan untuk menentukan prioritas bagi pemecahan suatu masalah. Aturan Pareto berbunyi “Delapanpuluh persen dari kesulitan yang dialami disebabkan oleh duapuluh persen masalah” atau “Barang yang memiliki nilai 80% dari nilai keseluruhan, hanya berjumlah 20% dari jumlah keseluruhan” Dengan kata lain aturan tersebut menyatakan bahwa tidak semua penyebab dari suatu fenomena tertentu terjadi dengan frekuensi yang sama atau dengan dampak yang sama. Aturan Pareto juga sering disebut sebagai aturan 80/20. Aturan tersebut diberi nama sesuai dengan nama Vilfredo Pareto, seorang ekonom dan sosiolog yang berkebangsaan Italia. Di abad ke-18 ia mempelajari distribusi pendapatan di Eropa dan menemukan bahwa 80% kekayaan tersebut dimiliki oleh 20% penduduk. Untuk membantu penerapan Aturan Pareto dalam memberikan prioritas pemecahan suatu masalah digunakan Diagram Pareto. Diagram Pareto merupakan diagram batang yang telah disusun (diranking) menurut masalah yang paling banyak terjadi.
  • 33.
    80/20 RULE DOES 20%OF YOUR SALES FORCE PRODUCE 80% OF REVENUE ? DO 20% OF YOUR PRODUCTS ACCOUNT FOR 80% OF PRODUCT SALES ? DO 80% OF YOUR VISITORS SEE ONLY 20% OFYOUR WEB SITE PAGES ? DO 80% OF DELAYS ARISE FROM 20% OF THE POSSIBLE CAUSES OF DELAY ? DO 80% OF CUSTOMER COMPLAINTS ARISE FROM 20% OF YOUR PRODUCTS OR SERVICES ?
  • 34.
  • 35.
    1. Mengumpulkan datayang akan dianalisis, misalnya dengan menggunakan check sheet. 2. Memasukkan total untuk masing – masing item yang dianalisis. 3. Mengurutkan item mulai dari yang terbesar hingga terkecil. 4. Menghitung total untuk seluruh item, dan membuat kumulatif total dan persentase kumulatifnya. 5. Menggambar diagram batang dengan sumbu x menunjukkan item yang diamati dan sumbu y di sebelah kiri menunjukkan data apa yang dibandingkan (frekuensi, biaya dan lain sebagainya), serta sumbu y di sebelah kanan menunjukkan persentase (skala 0-100%). Penyusunan diagram batang diurutkan menurut data terbesar hingga terkecil. 6. Membuat kurva persentase kumulatif 7. Buat penggolongan dengan pedoman awal - golongan A : 10 - 55% - golongan B : 56 - 90% - golongan C : 91 - 100% LANGKAH2 PEMBUATAN DIAGRAM PARETO
  • 36.
    CONTOH PRIORITAS JIKA RATA-RATA80% PENGUNJUNG WEBSITE ANDA HANYA BERKUNJUNG DI 20% WEBSITE YG ADA MAKA USAHAKAN 20% HALAMAN WEBSITE ITU ADALAH YANG PENTING (CRITICAL) TERHADAP BISNIS ANDA, SEPERTI PROSES PEMBELIAN/PENJUALAN (TERGANTUNG TUJUAN WEBSITE ANDA TENTUNYA)
  • 37.
    MANFAAT DIAGRAM PARETO Menunjukkanpersoalan utama Menyatakan perbandingan masing-masing persoalan terhadap keseluruhan Menunjukkan tingkat perbaikan setelah tindakan perbaikan pada daerah yang terbatas Menunjukkan perbandingan masing-masing persoalan sebelum dan setelah perbaikan
  • 38.
    PEMBUATAN DIAGRAM PARETO PENENTUANMASALAH CACAT, RUSAK, GORES, DLL PENENTUAN JENIS DATA LOKASI RUSAK, MACAM CACAT, DLL PENENTUAN CARA PENGAMBILAN DATA CHECK SHEET, FORMS, KAPAN, DIMANA, DLL PENJUMLAHAN DATA-DATA YANG MUNCUL TOTAL CACAT, TOTAL RUSAK, KUMULATIF, DLL PEMBUATAN DIAGRAM PARETO
  • 40.
  • 44.
  • 45.
    Tabel : Frekuensipemesanan selama bulan Februari 2001 Jenis Frekuensi Frekuensi kumulatif Persentase kumulatif NM 517 517 44.23% BB 284 801 68.52% TE 201 1002 85.71% NB 121 1123 96.07% PM 46 1169 100.00% Tabel : Jumlah terigu yang dipesan selama tahun 2000 Jenis Jumlah yang dipesan (unit) Persentase NM 2.476.012 39.84% BB 1.689.150 27.18% TE 1.034.644 16.65% NB 594.230 9.56% PM 421.403 6.78% TOTAL 6.215.439 100.00% CONTOH DIAGRAM PARETO
  • 46.
    NM BB TENB PM 517 284 201 121 46 44.2 24.3 17.2 10.4 3.9 44.2 68.5 85.7 96.1 100.0 0 500 1000 0 20 40 60 80 100 Defect Count Percent Cum % Percent Count Diagram Pareto Frekuensi Pemesanan Tiap Jenis Terigu Zona A Zona B Zona C CONTOH DIAGRAM PARETO
  • 47.
  • 48.
    JENIS KERUSAKAN FREKUENSI TidakLengkap 26 Permukaan Tergores 17 Retak 11 Bentuk Tidak Serasi 5 Lain-Lain 3 TABEL : Masalah Kerusakan Produk Mainan Bulan Januari 2004
  • 49.
    Others Bentuk Tidak Serasi Retak PermukaanTergores Tidak Lengkap 3 5 11 17 26 4.8 8.1 17.7 27.4 41.9 100.0 95.2 87.1 69.4 41.9 60 50 40 30 20 10 0 100 80 60 40 20 0 Defect Count Percent Cum % Percent Count Diagram Pareto Masalah Kerusakan Produk Bulan Januari 2004 CONTOH DIAGRAM PARETO
  • 51.
     Diagram Pencar(Scatter Diagrams) – Merupakan diagram 2 dimensi tipe X-Y plots – Diagram pencar digunakan untuk mengkaji hubungan (relasi) yang mungkin antara variabel bebas (x) dengan variabel terikat (y)
  • 52.
     Membuat DiagramPencar – Mula-mula kumpulkan dua kelompok data dan buat ringkasannya dalam bentuk tabel data – Gambar diagram dengan label-label pada sumbu horizontal (X) dan sumbu vertikal (Y) • Biasanya variabel “sebab” diletakkan pada sumbu X dan variabel “akibat” pada sumbu Y – Plot pasangan data pada diagram – Interpretasikan arah dan kekuatan hubungan variabel pada diagram pencar  Contoh Pemakaian Diagram Pencar – Sebuah diagram pencar dapat digunakan untuk mengidentifikasikan hubungan antara kecepatan produksi dengan jumlah produk cacat yang cacat dihasilkan
  • 53.
    Kecepatan Produk Produksi cacat 101 45 8 30 5 75 20 60 14 20 4 25 6 0 5 10 15 20 25 0 20 40 60 80 Kecepatan Produksi Produk cacat Sulit memahami hubungan Mudah memahami hubungan
  • 55.
    Run Charts  RunCharts – Run charts digunakan untuk menganalisa proses menurut berjalannya waktu (time-based) atau urutan (order) – Biasanya bersifat siklis – Mencari pola
  • 56.
    Run Charts  MembuatRun Chart – Pengumpulan data • Harus ada proses atau operasi yang berjalan untuk melakukan pengukuran – Pengorganisasian Data • Data harus dibagi ke dalam dua kelompok nilai, X dan Y Data must be divided into two sets of values X and Y. Nilai X menyatakan waktu dan dan Y menyatakan hasil pengukuran dari proses atau operasi yang berjalan – Membuat Diagram • Plot nilai Y versus nilai X – Interpretasi Data • Interpretasikan data dan tarik kesimpulan mengenai proses atau operasi yang berjalan
  • 57.
    Run Charts  Contohpemakaian Run Charts – Sebuah perusahaan menginginkan agar produk yang dibuat dapat sampai ke konsumen tepat waktu. Namun ternyata perusahaan mengamati waktu pengiriman berbeda-beda setiap harinya dalam setiap minggu. Perusahaan memutuskan untuk memantau waktu pengiriman untuk beberapa minggu ke depan Hari Waktu Pengiriman
  • 59.
    Diagram Kendali  DiagramKendali (Control Charts) – Diagram kendali digunakan untuk menentukan apakah sebuah proses akan menghasilkan produk atau layanan/jasa dengan sifat-sifat terukur yang konsisten – Alat untuk mengendalikan/mengatur proses – Memantau output sebuah proses apakah memenuhi standard yang ditetapkan (dalam batas-batas yang dianggap normal) Penyimpangan yang tidak bisa diterima X UCL LCL
  • 60.
     Langkah-langkah MengembangkanDiagram Kendali – Identifikasikan operasi-operasi kritis pada proses yang mungkin memerlukan inspeksi – Identifikasi karakteristik produk yang kritis – Tentukan apakah karakteristik produk yang kritis tersebut bersifat kuantitatif (variabel) atau kualitatif (atribut) – Pilih diagram kendali yang sesuai – Buat batas-batas kendali dan gunakan diagram untuk memantau dan melakukan perbaikan/peningkatan – Update batas-batas kendali Diagram Kendali
  • 61.
     Contoh PenggunaanDiagram Kendali – Menghitung jumlah produk yang cacat • Perlu diperhatikan agar jumlah produk yang diperiksa konstan Diagram Kendali Upper Limit 17 cm Lower Limit 15 cm Ukuran kekecilan X 16 cm =