What Is Value?
Sesuatu yang berharga.
Penghargaan/kualitas thd suatu hal yang dapat
menjadi dasar penentu tingkah laku manusia
karena sesuatu itu menyenangkan (please),
berguna (useful), memuaskan (satisfying),
menguntungkan (profitable), keyakinan (belief).
Nilai (value) adalah harga, makna, isi dan pesan,
semangat, atau jiwa yang tersurat dan tersirat
dalam fakta, konsep, dan teori sehingga
bermakna secara fungsional (Djahiri, 1999)
3.
Nilai dan Pendidikan
Nilai adalah salah satu jantungnya pendidikan.
Tujuan pendidikan pada dasarnya adalah ketercapaian suatu
nilai.
Tujuan pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab (Pasal 3 UU No 20 th
2003)
Tujuan pendidikan di Indonesia didominasi oleh nilai etis (moral)
daripada rasional dan keindahan, namun dalam praktek
internalisasi nilai etis kurang dibanding nilai rasionalitas.
4.
PENDIDIKAN
NILAI? Sempit
Luas
Bimbingan kepada
pesertadidik agar
menyadari nilai
kebenaran, kebaikan
dan keindahan melalui
proses internalisasi nilai
dan pembiasaan
bertindak.
Bimbingan kepada
peserta didik akan
aspek/ranah/
domain afektif.
Pendidikan nilai dimaknai sebagai pendidikan yang
mensosialisasikan dan menginternalisasikan
nilai-nilai dalam diri peserta didik.
5.
Tujuan Pendidikan Nilai
1)Menerapkan
pembentukan
nilai pada
peserta didik.
2) Menghasilkan
sikap yang
mencerminkan
nilai.
3) Membimbing
perilaku yang
konsisten
dengan nilai.
(UNESCO, 1994)
6.
Sumber Nilai?
Nilaidapat bersumber dari agama, nilai bersama (common
values) dan dari khasanah lokal.
Pada masa Orde Baru, sumber pendidikan nilai selalu
dikaitkan dengan nilai-nilai dasar Pancasila (sebagai filosofi
atau pandangan-dunia bangsa Indonesia) yang kemudian
disajikan dalam mata pelajaran PMP-PPKn.
Di negara sekuler, pendidikan nilai dilaksanakan melalui
pelajaran pendidikan kewarganegaraan, sedang di negara
agama pendidikan nilai dilaksanakan melalui pelajaran
agama (Syarkawi, 2006).
Bagaimana
pendidikan nilai di
Indonesia pada
kondisi sekarang?
7.
2. Estetika
Estetika mempersoalkan
penilaianatas sesuatu dari
sudut indah dan jelek.
Secara umum, estetika
disebut sebagai kajian
filsafati tentang hal apa
yang membuat rasa senang.
Teori Nilai 1. Etika
Etika merupakan cabang
aksiologi yang membahas
predikat-predikat nilai "betul”
(right) dan "salah" (wrong)
dalam arti "susila" (moral) dan
"tidak susila" (immoral). Etika
sebagai ilmu pengetahuan
yang menetapkan ukuran-
ukuran atau kaidah-kaidah
yang mendasari pemberian
tanggapan atau penilaian
terhadap perbuatan
8.
Struktur dan KlasifikasiNilai
nilai ilahiah yang terdiri
atas nilai ubudiyah dan
nilai muamalah; nilai
etik insaniah yang
terdiri atas rasional,
sosial, individual,
ekonomi, politik,
biofisik, dan lain-lain.
nilai terminal dan
instrumental;
nilai intrinsik dan
ekstrinsik;
nilai personal dan nilai
sosial;
nilai subjektif dan
objektif.
Struktur Nilai Klasifikasi Nilai
9.
Hierarki Nilai
Nilaimaterial, segala
sesuatu yg berguna
bagi unsur jasmani.
Nilai vital, segala
sesuatu yang berguna
bagi manusia untuk
berkegiatan.
Nilai kerohanian,
segala sesuatu yang
berguna bagi rohani
manusia.
Nilai dasar,
esensi.
Nilai instrumental,
pedoman.
Nilai praksis,
implementasi dari nilai
dasar dan nilai
instrumental.
Notonagoro, 1984 Kaelan, 2002
10.
Kategori Nilai
Nilaiteoritik (nilai yang melibatkan pertimbangan logis dan rasional
dalam memikirkan dan membuktikan kebenaran sesuatu).
Nilai ekonomis (nilai yang berkaitan dengan pertimbangan nilai yang
berkadar untung rugi “harga").
Nilai estetik (meletakkan nilai tertingginya pada bentuk
keharmonisan).
Nilai sosial (nilai tertinggi yang terdapat pada nilai ini adalah kasih
sayang antarmanusia).
Nilai politik (nilai tertinggi dalam nilai ini adalah nilai kekuasaan).
Nilai agama (nilai yang memiliki dasar kebenaran yang paling kuat
dibandingkan dengan nilai-nilai sebelumnya)
11.
Mengapa nilai kebaikanharus dibina dan dibimbing?
John
Luther
Karakter yang baik adalah lebih patut
dipuji daripada bakat yang luar biasa.
Hampir semua bakat adalah
anugerah. Karakter yang baik adalah
sebaliknya, tidak dianugerahkan
kepada kita. Kita harus
membangunnya sedikit demi sedikit-
dengan pikiran, pilihan, keberanian
dan usaha keras