Konsep pendidikan dijadikan dasar dalam mengukur perilaku manusia pada saat bergaul dalam lingkungan masyarakat. Pendidikan nilai adalah proses terencana untuk menanamkan, mengembangkan, dan menginternalisasikan nilai-nilai moral, spiritual, sosial, dan budaya dalam diri peserta didik.
Tujuan utamanya adalah membentuk kepribadian yang berkarakter, bertanggung jawab, serta mampu membedakan antara yang baik dan buruk dalam kehidupan sehari-hari.
Proses pendidikan nilai tidak hanya berlangsung melalui pengajaran kognitif, tetapi juga melalui pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman langsung.
Nilai yang diajarkan dapat bersumber dari ajaran agama, norma sosial, budaya lokal, maupun nilai-nilai universal kemanusiaan.
Pendidik berperan sebagai model dan fasilitator yang menuntun peserta didik untuk memahami, merasakan, dan mengamalkan nilai-nilai tersebut.
Pendidikan nilai harus terintegrasi dalam seluruh aspek kehidupan sekolah, baik dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, maupun interaksi sosial.
Dengan demikian, pendidikan nilai menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang beradab, beretika, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.