CBM as a tool to lessen The South China Sea Dispute ( jangan serius gitu ah bacanya xD ) Pragusdiniyanto Prakasa Soemantri
Berakhirnya Perang Dingin membawa perubahan-perubahan besar &cepat dalam sistem internasional.  Muncul harapan dan tantangan baru. Salah satu tantangan baru yang mengundang banyak perhatian adalah mengenai konsep  keamanan .    Pengkajian masalah keamanan  tidak lagi   berpusat pada kekuatan militer dan penggunaannya dalam mencapai tujuan-tujuan politis.
Dikelilingi oleh 10 negara pantai : PRC, Taiwan, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina. dilihat dalam tata lautan internasional merupakan kawasan bernilai ekonomis, politis dan strategis. Memiliki kekayaan SDA yang berlimpah.  Merupakan jalur pelayaran dan komunikasi internasional. *) LCS memiliki potensi konflik sekaligus kerjasama yang besar. **) Hakekat konfliknya pada perebutan sumber daya hayati dan non-hayati di wilayah tersebut. LAUT CHINA SELATAN
LCS : terdiri dari 4 gugusan Pulau, Paracel,  Spartly , Pratas, dan kepulauan Maccalesfield.  Spartly  : merupakan gugus kepulauan yang mencakup bagian laut Cina Selatan, yang diklaim oleh enam negara yaitu Cina, Taiwan, Vietnam, Brunei, Filipina, dan Malaysia. Pulau Spartly dinamakan berbeda2:  Taiwan     Shinnengunto, Vietnam    Truong Sa (Beting Panjang), Filipina   Kalayaan (kemerdekaan), Malaysia    Aba dan Terumbu Layang-layang, sedangkan RRC lebih suka menyebut Nansha Quadao (kelompok Pulau Selatan). Masyarakat internasional menyebutnya Kepulauan Spartly yang berarti burung layang-layang. LAUT CHINA SELATAN
KONFLIK LAUT CHINA SELATAN China mengklaim  seluruh kepulauan di wilayah LCS . Cat. Spartly ditemukan dan diduduki Dinasti Han 206-220 SM. Vietnam :  Spartly  dan  Paracel  sdh diduduki sejak abad 17. ketika pulau tersebut kosong. Taiwan mengklaim menduduki  Spartly sejak PD II. Philippines : gugus timur  Spartly  sejak 1971. dan  Pratas  1978    Perjanjian San Fransisco 1951 (bekas wilayah Jepang) Malays : Berdasarkan peta batas kontingen Malays 1979. Brunei : hanya mengklaim wilayah laut  Sparty , bukan pulau Bukan hanya masalah kepmilikan pulau tp juga masalah hak daulat atas wilayah landas kontingen dan ZEE
KONFLIK LAUT CHINA SELATAN Saling Klaim wilayah tersebut menimbulkan pendudukan diseluruh pulau2 di wil.selatan LCS oleh  Taiwan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. China baru mulai menempati pulau tersebut tahun 1988,  secara agresif membangun konstruksi dan instalansi militer serta menghadirkan militernya secara rutin di kepulauan tersebut. China, Malay, Phil sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai, tp China malah terus meningkatkan jumlah pasukan di pulau-pulau kecil di LCS.
BILATERAL DISPUTES OVER SOUTH CHINA SEA TERITORY RRC – VIETNAM Merupakan konflik yang terlama dan terkeras. Terjadi bentrokan senjata di  Kep. Paracel  1974. MALAYSIA – PHIL Terjadi sejak Malay mengeluarkan peta laut ttg landas kontinen thn 1979 PHIL – TAIWAN Sengketa  Pulau Itu Abaa   ( Pulau Ligaw  : phil).  RRC- PHIL Sengketa pulau  Spartly  sejak 1950. China membangun fasilitias militer di gugusan karang yg diklaim Phil    1995 militer PHIL membongkar bangunan Cina di Spratly & menangkap nelayan Cina    hub semakin menegang. MAL- VIET pendudukan Vietnam terhadap beberapa wilayah Malaysia termasuk  Terumbu layang-Layang . Secara Fisik dimiliki VIET, tp MALAY mengeluarkan peta baru tahun 1977 PHIL -VIET di  Spratly  dimana terfokus pada cakupan 4 pulau atau gugusan karang yang kini dikuasai Vietnam yaitu Southwest Cay BRUNEI – MAL sengketa sebuah karang di wil.  Spartly.  (diklaim jg RRC, Vietnam dan Taiwan)
Militerization in South China Sea  The Security Dilemma in the Region VIETNAM   mengirimkan pasukan ke Kepulauan  Paracel  (1969). dan  Spratly  tahun (1975) dengan menempatkan tentaranya di 13 pulau kelompok Kepulauan  Spratly TAIWAN Menduduki pulau  Itu Aba  (terbesar di  Spratlys ) mengerahkan 600 pasukan sejak 1956 Philippines Filipina menempatkan Marinir pada sembilan pulau  Spratlys  (1968) Malaysia Malaysia mengirim sekitar 20 Pasukan Komando ke Terumbu Layang-layang ( Spratly ) thn 1983 CHINA membangun kekuatan Angkatan Laut yang besar, berencana membeli dua kapal induk, membangun pangkalan udara militer yang dilengkapi radar canggih di  Kepulauan Paracel.   memungkinkan Cina memberikan perlindungan udara terhadap Kepulauan  Spratly . membangun pangkalan dan instalasi militer di Pulau Karang Mischief sejak 1995 dan diperluas pada 1998. BRUNEI Tidak mengerahkan kekuatan Militer Perang PRC- Vietnam  1974 dan 1988
 
Tujuan kerjasama Polkam ASEAN : Menciptakan kawasan stabil berdasarkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan rasa saling percaya, menyelesaikan sengketa2 regional secara damai, konsolidasi politik regional menghadapi ancaman global. Potensi konflik telah menjurus pada sec.dilemma    dibutuhkan konsep  security interdepence  di kawasan      Konsep keamanan kooperatif. Bagi ASEAN LCS =  safety belt  keamanan regional & masa depan pertumbuhan ekonomi kawasan.  Arti penting LCS bagi ASEAN: Kepentingan ASEAN dalam  menjaga stabilitas  hubungan negara-negara anggotanya, khususnya yang terlibat langsung dalam konflik Laut Cina Selatan. Laut Cina Selatan merupakan wilayah yang strategis. Sehingga kawasan ini sangat potensial untuk menjadi  pangkalan militer  dari negara-negara yang akan meluaskan pengaruhnya di Asia Tenggara. Potensi SDA yang besar.
Penyelesaian konflik LCS? CBM Agenda utama dalam forum ARF terkait LCS,  security, CBMs, and a framework to handle conflicts. LCS berpotensi menjadi lebih luas dan mengganggu keamanan kawasan. ASEAN Declaration on the South China Se a, 1992 sbg fondasi CBM. Pendekatan  Informal  lbh efektif ketimbang pendekatan  formal . China sdh dilibatkan di forum ARF dan AMM    terbentuk kepercayaan CBM yg  di lakukan melalui Turism, pertukaran budaya, dan kunjungan kenegaraan, kerjasama keamanan laut, counter terrorism, dll. ZOPFAN (zone of peace freedom and neutrality)    CBM di LCS Bilateral Philipines-China CBM -  transparency in military matters between the  different states
PULANG HYUUUUUKS.... MARI PULANG, MARILAH PULANG, MARILAH PULANG, BERSAMA-SAMA.. THANK s  for WATCHING...
Materi kuliah  Bapak Hasyim Djalal. Tahun 1994 Indonesia kirim nota diplomatik menanyakan teritorial yang di-claim China di laut China selatan: apakah mengklaim seluruh laut? Atau hanya pulau-pulau kecil? (teritorial claim / historical claim / yurisdiction claim?)    sampai sekarang China tidak menjawab. Crisis Resources dunia    LCS membuka opportunities. Terlebih mulai berkembangnya konsep hukum laut. Rush for resources 1978 China mulai serius berpikir ke maritim, setelah Mao Tze Tung  meninggal (Indonesia sejak 1957). Deng Zhiao Ping modernisasi pertanian, pertahanan.    mengembang teori2 negara martitim. Tiga komponen utama menjelang 2000 china hrs mampu berperan di laut dalam batas gugus pulau pertama (Jepang-okinawa-taiwan-phil-ind) / laut kuning/laut china timur/laut china selatan. 2015 China hrs memainkan peran di laut menjelang gugus pulau ke dua Jepang-Bonin-Marshall Island-micronesia-papua. 2050 China hrs blue power / navy global power.
Indonesia apa kabar? Setelah 1957 tidak banyak perkembangan yang berarti. Kapan militer Indonesia bisa beroperasi di samudra pasifik dan Hindia?. China : a 1000 miles journey, start from the 1 st  step – long term thingking. China mencari minyak ke dasar samudra Pasifik, dan Afrika. Bagaimana jika terjadi perang di LCS? Apakah kita bisa lari dari tetangga yang berperang? –jalur laut terhambat, perdagangan terhambat  dll.  Semua dunia melihat isu ini. US membuat pangkalan di Phil menghadap ke LCS. Sovier buat pangkalan di Vietnam menghadap LCS. Masa seluruh dunia memperhatikan LCS tp Indonesia gak perhatian? How we can manage so that the dispute not dragged into an arms conflict? We have to take initiatives how to manage this.? (1) lets Involve ASEAN. Tp bukan tahap awal, mengingat Antar negara-negara ASEAN juga bertengkar mengenai LCS. -> nanti ASEAN malah confronting China. Using the formal approach or informal approach?  Informal  mungkin lebih baik, lebih mudah untuk mencari jalan keluar.
Pak Hasyim punya dalil: setiap potensi konflik dia juga memiliki potensi kerja sama.  Harus dicari apakah yang menjadi unsur kerjasama-nya /  potential cooperation .    mencari device of cooperative program. Tiga objective dalam conflict management: (1) device cooperative program.(2) CBM process. Bagaimana menciptakan suasana perudingan yang baik. (3) encourage dialogue between perties. Perundingan ASEAN : a. political / security issues b. maritime issues c. saving navigations d. resources management (THAI) e. institutional mechanism f. territorial issues. F   sulit. A   sulit, banyak kepentingan negara di luar asean yang masuk. B   tidak jelas, e   brunei salah baca. Institutional dibaca international wkwkwkwkw xD
Dialogue harus mengikut sertakan China as the opponent. Ex, mengapa dialoge samudra hindia tidak pernah selesai? Karena India prinsipnya bagaimana mengucilkan pakistan dalam dialogue tersebut.  Pada awalnya China hanya ingin LCS  diselesaikan secara bilateral.  It was not easy to bring in china into the workshop process perhaps because of: its dislike to regionalize or internationalize the south china sea problems. The inclusion of chinese taipei in the process   China regarded that whatever problems it had with the other countries, ,China would solve it directly and bilaterally. 5 Technical working groups : 1. Marine scirntific research [masih aktif dilakukan Indonesia] 2.resource assessment [stagnan, isu sensitif bagi China] 3. marine enironmental protection [successful,  membahas suhu] 4. safety navigation 5. legal matters [tidak terlalu berjalan dengan baik] Dialogue sering terhambat karena tidak ada kesepakatan antar negara ASEAN apakah dialogue tersebut dilaksanakan secara formal atau informal. / bagaimana mengikutsertakan Taiwan, tetapi negara-negara lain tidak marah.
PERKEMBANGAN POSITIF China-Taiwan mengadakan joint program peningkatan pengetahuan mengenai marine scientific research / ocean science and technology. [perkembangan yang baik]. Dalam CB berkembang baik sejak 1990: tidak ada military clashes since 1990. dulu China kembali mengawal kapan ikannya dengan kapal militer hingga pulau natuna. Ind memerintahkan TNI untuk menembak kapal yang masuk ke zona ekonomi..padahal tidak ada batas laut ind di zona ekonomi di laut china selatan. -> nah loh potential conflict..? Kemajuan penting lainnya: tidak terlihat adanya pendudukan pulau-pulau di karang-karang di gugus kepulauan Spretly. Teori pendudukan pulau untuk claim 200 mil laut. Mengklaim rock dan island beda!.. Island a form naturally of land.  Artificial lands or rocks will be considered as structures in UNCLOS. China selalu claim gugus pulau spratly dengan claim historical. Pencapaian code of conduct antar negara-negara berkonflik.
SOME LESSONS. Indonesia punya cita2 untuk membantu menyelesaikan konflik2. apa yang perlu diperhatikan?: Kondisi apa yang harus ada.  Bagaimana meyakinkan  Kedua pihak bahwa konflik tidak akan membawa kebahagiaan. Banyak pihak merasa penyelesaian konflik tidak baik untuk mereka    mereka cenderung lebih memilih status quo. Konflik dianggap dapat menumbuhkan persatuan di dalam negeri. Political will antara negara berselisih. [paling sulit] don’t galvanize public opinions.  Transparencies in national policy and legislation. Need to take into account the interest of the non parties that maybe interested in the peaceful solution of the issues. Use an all inclusive approach    jgn bawa dulu ke public opinion. Involve senior govt officials    mengikut sertakan pejabat2 tingkat atas. The process should be flixible and do not nevessarily being institutionalized.
Do not magnify differences but wmphasize similarities. Follow step by step approach, perhaps begins with technical issues. Lack of immediate results should not be cause for despair Keep the objective simple. The roles of initiator or cenveners are important.
Potensi konflik di LCS tetap ada. Kalau tidak hati-hati bisa meletus lagi. Peace building is a continuing matter. Makanya penyelesaian LCS harus terus dibina meskipun kondisinya sudah mulai tenang.
The regime of managing safety and security in the strits of malacca and singapore
The regime of navigation through the straits of malacca and singapore is the regime of transi  passage for continuous and espeditious transit. *) the issue of Malacca strait awalnya: safety navigation and environtment. - Sekarang US-India-AuS-dll, ingin ada isu security
Problems of the straits Al the straits are long narrow and shallow in some parts, and plenty of naval and coastal shipping crossing the straits. plenty of coastal states economic activities either fisheries

Konflik laut china selatan

  • 1.
    CBM as atool to lessen The South China Sea Dispute ( jangan serius gitu ah bacanya xD ) Pragusdiniyanto Prakasa Soemantri
  • 2.
    Berakhirnya Perang Dinginmembawa perubahan-perubahan besar &cepat dalam sistem internasional. Muncul harapan dan tantangan baru. Salah satu tantangan baru yang mengundang banyak perhatian adalah mengenai konsep keamanan .  Pengkajian masalah keamanan tidak lagi berpusat pada kekuatan militer dan penggunaannya dalam mencapai tujuan-tujuan politis.
  • 3.
    Dikelilingi oleh 10negara pantai : PRC, Taiwan, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina. dilihat dalam tata lautan internasional merupakan kawasan bernilai ekonomis, politis dan strategis. Memiliki kekayaan SDA yang berlimpah. Merupakan jalur pelayaran dan komunikasi internasional. *) LCS memiliki potensi konflik sekaligus kerjasama yang besar. **) Hakekat konfliknya pada perebutan sumber daya hayati dan non-hayati di wilayah tersebut. LAUT CHINA SELATAN
  • 4.
    LCS : terdiridari 4 gugusan Pulau, Paracel, Spartly , Pratas, dan kepulauan Maccalesfield. Spartly : merupakan gugus kepulauan yang mencakup bagian laut Cina Selatan, yang diklaim oleh enam negara yaitu Cina, Taiwan, Vietnam, Brunei, Filipina, dan Malaysia. Pulau Spartly dinamakan berbeda2: Taiwan  Shinnengunto, Vietnam  Truong Sa (Beting Panjang), Filipina  Kalayaan (kemerdekaan), Malaysia  Aba dan Terumbu Layang-layang, sedangkan RRC lebih suka menyebut Nansha Quadao (kelompok Pulau Selatan). Masyarakat internasional menyebutnya Kepulauan Spartly yang berarti burung layang-layang. LAUT CHINA SELATAN
  • 5.
    KONFLIK LAUT CHINASELATAN China mengklaim seluruh kepulauan di wilayah LCS . Cat. Spartly ditemukan dan diduduki Dinasti Han 206-220 SM. Vietnam : Spartly dan Paracel sdh diduduki sejak abad 17. ketika pulau tersebut kosong. Taiwan mengklaim menduduki Spartly sejak PD II. Philippines : gugus timur Spartly sejak 1971. dan Pratas 1978  Perjanjian San Fransisco 1951 (bekas wilayah Jepang) Malays : Berdasarkan peta batas kontingen Malays 1979. Brunei : hanya mengklaim wilayah laut Sparty , bukan pulau Bukan hanya masalah kepmilikan pulau tp juga masalah hak daulat atas wilayah landas kontingen dan ZEE
  • 6.
    KONFLIK LAUT CHINASELATAN Saling Klaim wilayah tersebut menimbulkan pendudukan diseluruh pulau2 di wil.selatan LCS oleh Taiwan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. China baru mulai menempati pulau tersebut tahun 1988, secara agresif membangun konstruksi dan instalansi militer serta menghadirkan militernya secara rutin di kepulauan tersebut. China, Malay, Phil sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai, tp China malah terus meningkatkan jumlah pasukan di pulau-pulau kecil di LCS.
  • 7.
    BILATERAL DISPUTES OVERSOUTH CHINA SEA TERITORY RRC – VIETNAM Merupakan konflik yang terlama dan terkeras. Terjadi bentrokan senjata di Kep. Paracel 1974. MALAYSIA – PHIL Terjadi sejak Malay mengeluarkan peta laut ttg landas kontinen thn 1979 PHIL – TAIWAN Sengketa Pulau Itu Abaa ( Pulau Ligaw : phil). RRC- PHIL Sengketa pulau Spartly sejak 1950. China membangun fasilitias militer di gugusan karang yg diklaim Phil  1995 militer PHIL membongkar bangunan Cina di Spratly & menangkap nelayan Cina  hub semakin menegang. MAL- VIET pendudukan Vietnam terhadap beberapa wilayah Malaysia termasuk Terumbu layang-Layang . Secara Fisik dimiliki VIET, tp MALAY mengeluarkan peta baru tahun 1977 PHIL -VIET di Spratly dimana terfokus pada cakupan 4 pulau atau gugusan karang yang kini dikuasai Vietnam yaitu Southwest Cay BRUNEI – MAL sengketa sebuah karang di wil. Spartly. (diklaim jg RRC, Vietnam dan Taiwan)
  • 8.
    Militerization in SouthChina Sea The Security Dilemma in the Region VIETNAM mengirimkan pasukan ke Kepulauan Paracel (1969). dan Spratly tahun (1975) dengan menempatkan tentaranya di 13 pulau kelompok Kepulauan Spratly TAIWAN Menduduki pulau Itu Aba (terbesar di Spratlys ) mengerahkan 600 pasukan sejak 1956 Philippines Filipina menempatkan Marinir pada sembilan pulau Spratlys (1968) Malaysia Malaysia mengirim sekitar 20 Pasukan Komando ke Terumbu Layang-layang ( Spratly ) thn 1983 CHINA membangun kekuatan Angkatan Laut yang besar, berencana membeli dua kapal induk, membangun pangkalan udara militer yang dilengkapi radar canggih di Kepulauan Paracel.  memungkinkan Cina memberikan perlindungan udara terhadap Kepulauan Spratly . membangun pangkalan dan instalasi militer di Pulau Karang Mischief sejak 1995 dan diperluas pada 1998. BRUNEI Tidak mengerahkan kekuatan Militer Perang PRC- Vietnam 1974 dan 1988
  • 9.
  • 10.
    Tujuan kerjasama PolkamASEAN : Menciptakan kawasan stabil berdasarkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan rasa saling percaya, menyelesaikan sengketa2 regional secara damai, konsolidasi politik regional menghadapi ancaman global. Potensi konflik telah menjurus pada sec.dilemma  dibutuhkan konsep security interdepence di kawasan  Konsep keamanan kooperatif. Bagi ASEAN LCS = safety belt keamanan regional & masa depan pertumbuhan ekonomi kawasan. Arti penting LCS bagi ASEAN: Kepentingan ASEAN dalam menjaga stabilitas hubungan negara-negara anggotanya, khususnya yang terlibat langsung dalam konflik Laut Cina Selatan. Laut Cina Selatan merupakan wilayah yang strategis. Sehingga kawasan ini sangat potensial untuk menjadi pangkalan militer dari negara-negara yang akan meluaskan pengaruhnya di Asia Tenggara. Potensi SDA yang besar.
  • 11.
    Penyelesaian konflik LCS?CBM Agenda utama dalam forum ARF terkait LCS, security, CBMs, and a framework to handle conflicts. LCS berpotensi menjadi lebih luas dan mengganggu keamanan kawasan. ASEAN Declaration on the South China Se a, 1992 sbg fondasi CBM. Pendekatan Informal lbh efektif ketimbang pendekatan formal . China sdh dilibatkan di forum ARF dan AMM  terbentuk kepercayaan CBM yg di lakukan melalui Turism, pertukaran budaya, dan kunjungan kenegaraan, kerjasama keamanan laut, counter terrorism, dll. ZOPFAN (zone of peace freedom and neutrality)  CBM di LCS Bilateral Philipines-China CBM - transparency in military matters between the different states
  • 12.
    PULANG HYUUUUUKS.... MARIPULANG, MARILAH PULANG, MARILAH PULANG, BERSAMA-SAMA.. THANK s for WATCHING...
  • 13.
    Materi kuliah Bapak Hasyim Djalal. Tahun 1994 Indonesia kirim nota diplomatik menanyakan teritorial yang di-claim China di laut China selatan: apakah mengklaim seluruh laut? Atau hanya pulau-pulau kecil? (teritorial claim / historical claim / yurisdiction claim?)  sampai sekarang China tidak menjawab. Crisis Resources dunia  LCS membuka opportunities. Terlebih mulai berkembangnya konsep hukum laut. Rush for resources 1978 China mulai serius berpikir ke maritim, setelah Mao Tze Tung meninggal (Indonesia sejak 1957). Deng Zhiao Ping modernisasi pertanian, pertahanan.  mengembang teori2 negara martitim. Tiga komponen utama menjelang 2000 china hrs mampu berperan di laut dalam batas gugus pulau pertama (Jepang-okinawa-taiwan-phil-ind) / laut kuning/laut china timur/laut china selatan. 2015 China hrs memainkan peran di laut menjelang gugus pulau ke dua Jepang-Bonin-Marshall Island-micronesia-papua. 2050 China hrs blue power / navy global power.
  • 14.
    Indonesia apa kabar?Setelah 1957 tidak banyak perkembangan yang berarti. Kapan militer Indonesia bisa beroperasi di samudra pasifik dan Hindia?. China : a 1000 miles journey, start from the 1 st step – long term thingking. China mencari minyak ke dasar samudra Pasifik, dan Afrika. Bagaimana jika terjadi perang di LCS? Apakah kita bisa lari dari tetangga yang berperang? –jalur laut terhambat, perdagangan terhambat dll. Semua dunia melihat isu ini. US membuat pangkalan di Phil menghadap ke LCS. Sovier buat pangkalan di Vietnam menghadap LCS. Masa seluruh dunia memperhatikan LCS tp Indonesia gak perhatian? How we can manage so that the dispute not dragged into an arms conflict? We have to take initiatives how to manage this.? (1) lets Involve ASEAN. Tp bukan tahap awal, mengingat Antar negara-negara ASEAN juga bertengkar mengenai LCS. -> nanti ASEAN malah confronting China. Using the formal approach or informal approach? Informal mungkin lebih baik, lebih mudah untuk mencari jalan keluar.
  • 15.
    Pak Hasyim punyadalil: setiap potensi konflik dia juga memiliki potensi kerja sama. Harus dicari apakah yang menjadi unsur kerjasama-nya / potential cooperation .  mencari device of cooperative program. Tiga objective dalam conflict management: (1) device cooperative program.(2) CBM process. Bagaimana menciptakan suasana perudingan yang baik. (3) encourage dialogue between perties. Perundingan ASEAN : a. political / security issues b. maritime issues c. saving navigations d. resources management (THAI) e. institutional mechanism f. territorial issues. F  sulit. A  sulit, banyak kepentingan negara di luar asean yang masuk. B  tidak jelas, e  brunei salah baca. Institutional dibaca international wkwkwkwkw xD
  • 16.
    Dialogue harus mengikutsertakan China as the opponent. Ex, mengapa dialoge samudra hindia tidak pernah selesai? Karena India prinsipnya bagaimana mengucilkan pakistan dalam dialogue tersebut. Pada awalnya China hanya ingin LCS diselesaikan secara bilateral. It was not easy to bring in china into the workshop process perhaps because of: its dislike to regionalize or internationalize the south china sea problems. The inclusion of chinese taipei in the process China regarded that whatever problems it had with the other countries, ,China would solve it directly and bilaterally. 5 Technical working groups : 1. Marine scirntific research [masih aktif dilakukan Indonesia] 2.resource assessment [stagnan, isu sensitif bagi China] 3. marine enironmental protection [successful, membahas suhu] 4. safety navigation 5. legal matters [tidak terlalu berjalan dengan baik] Dialogue sering terhambat karena tidak ada kesepakatan antar negara ASEAN apakah dialogue tersebut dilaksanakan secara formal atau informal. / bagaimana mengikutsertakan Taiwan, tetapi negara-negara lain tidak marah.
  • 17.
    PERKEMBANGAN POSITIF China-Taiwanmengadakan joint program peningkatan pengetahuan mengenai marine scientific research / ocean science and technology. [perkembangan yang baik]. Dalam CB berkembang baik sejak 1990: tidak ada military clashes since 1990. dulu China kembali mengawal kapan ikannya dengan kapal militer hingga pulau natuna. Ind memerintahkan TNI untuk menembak kapal yang masuk ke zona ekonomi..padahal tidak ada batas laut ind di zona ekonomi di laut china selatan. -> nah loh potential conflict..? Kemajuan penting lainnya: tidak terlihat adanya pendudukan pulau-pulau di karang-karang di gugus kepulauan Spretly. Teori pendudukan pulau untuk claim 200 mil laut. Mengklaim rock dan island beda!.. Island a form naturally of land. Artificial lands or rocks will be considered as structures in UNCLOS. China selalu claim gugus pulau spratly dengan claim historical. Pencapaian code of conduct antar negara-negara berkonflik.
  • 18.
    SOME LESSONS. Indonesiapunya cita2 untuk membantu menyelesaikan konflik2. apa yang perlu diperhatikan?: Kondisi apa yang harus ada. Bagaimana meyakinkan Kedua pihak bahwa konflik tidak akan membawa kebahagiaan. Banyak pihak merasa penyelesaian konflik tidak baik untuk mereka  mereka cenderung lebih memilih status quo. Konflik dianggap dapat menumbuhkan persatuan di dalam negeri. Political will antara negara berselisih. [paling sulit] don’t galvanize public opinions. Transparencies in national policy and legislation. Need to take into account the interest of the non parties that maybe interested in the peaceful solution of the issues. Use an all inclusive approach  jgn bawa dulu ke public opinion. Involve senior govt officials  mengikut sertakan pejabat2 tingkat atas. The process should be flixible and do not nevessarily being institutionalized.
  • 19.
    Do not magnifydifferences but wmphasize similarities. Follow step by step approach, perhaps begins with technical issues. Lack of immediate results should not be cause for despair Keep the objective simple. The roles of initiator or cenveners are important.
  • 20.
    Potensi konflik diLCS tetap ada. Kalau tidak hati-hati bisa meletus lagi. Peace building is a continuing matter. Makanya penyelesaian LCS harus terus dibina meskipun kondisinya sudah mulai tenang.
  • 21.
    The regime ofmanaging safety and security in the strits of malacca and singapore
  • 22.
    The regime ofnavigation through the straits of malacca and singapore is the regime of transi passage for continuous and espeditious transit. *) the issue of Malacca strait awalnya: safety navigation and environtment. - Sekarang US-India-AuS-dll, ingin ada isu security
  • 23.
    Problems of thestraits Al the straits are long narrow and shallow in some parts, and plenty of naval and coastal shipping crossing the straits. plenty of coastal states economic activities either fisheries