TEORI ORGANISASI UMUM 2
KOMUNIKASI
Komunikasi
• Komunikasi adalah proses penyampaian pesan kepada orang lain. Itu definisi, makna,
arti, atau pengertian komunikasi (communication) secara praktis atau dalam praktik
kehidupan sehari-hari.
• Komunikasi berakar kata Latin, ”comunicare”, artinya "to make common" – membuat
kesamaan pengertian, kesamaan persepsi. Akar kata Latin lainnya “communis” atau
“communicatus” atau “common” dalam bahasa Inggris yang berarti “sama”, kesamaan
makna (commonness). Ada juga akar kata Latin ”communico” yang artinya membagi.
Maksudnya membagi gagasan, ide, atau pikiran.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) mengartikan komunikasi sebagai ”pengiriman
dan pemerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang
dimaksud dapat dipahami”.
JENIS DAN PROSES KOMUNIKASI
Secara teknis, komunikasi juga beragam jenis, seperti:
1. Verbal Communication (komunikasi lisan, menggunakan bahasa).
2. Non Verbal Communication (bahasa isyarat, gesture, bahasa tubuh/body language).
3. Direct Communication (komunikasi langsung).
4. Face to face communication (komunikasi tatap muka).
5. Indirect Communication (komunikasi tidak langsung/menggunakan media).
6. Komunikasi lisan.
7. Komunikasi tulisan.
8. Komunikasi Intrapersonal (Intrapersonal Communication).
9. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication).
10. Komunikasi Kelompok (Group Communication).
11. Komunkasi Publik (Public Communication).
12. Komunikasi Massa (Mass Communication).
13. Komunikasi Politik.
14. Komunikasi Budaya.
15. Komunikasi Olahraga.
16. Komunikasi Pembangunan.
17. Komunikasi Keluarga.
18. Komunikasi Dakwah.
KOMUNIKASI EFEKTIF
 Komunikasi Efektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan
perubahan sikap (attitude change) pada orang lain yang bisa terlihat
dalam proses komunikasi.
Secara sederhana, komunikasi efektif terjadi apabila orang berhasil
menyampaikan apa yang dimasudkannya. Menurut Tubbs,
(Yusrizal:2005)”secara umum, komunikasi dinilai efektif bila rangsangan
yang disampaikan dan yang dimaksudkan oleh pengirim atau sumber,
berkaitan erat dengan rangsangan yang ditangkap dan dipahami oleh
penerima”.
 Ada lima hal yang dapat dijadikan sebagai ukuran bagi komunikasi yang efektif, yaitu:
1. Pemahaman
Pemahaman yang dimaksud adalah penerimaan yang cermat oleh komunikan
(penerima pesan) terhadap kandungan rangsangan yang dimaksudkan oleh
komunikator (pengirim pesan). Dalam hal ini, komunikasi dikatakan efektif jika
penerima pesan memperoleh pemahaman yang cermat terhadap apa yang
disampaikan oleh pengirim pesan.
2. Kesenangan
Komunikasi efektif terjadi jika diantara komunikator dan komunikan terdapat rasa
saling senang. komunikator merasa senang menyampaikan informasi kepada
komunikan, dan sebaliknya komunikan juga senang menerima informasi dari
komunikator.
3. Mempengaruhi Sikap
Tindakan mempengaruhi orang lain merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dalam berkomunikasi, komunikator berusaha untuk mempengaruhi sikap komunikan,
dan berusaha agar komunikan memahami ucapannya. Jika komunikator dapat
merubah sikap dan tindakan komunikan, maka dapat dikatakan bahwa komunikasi
efektif sudah terjadi.
4. Memperbaiki Hubungan
Salah satu hal yang menjadi kegagalan utama dalam berkomunikasi adalah
munculnya gangguan akibat dari hubungan yang tidak baik antara komunikator
dengan komunikan. Hal ini terjadi karena adanya rasa frustasi, kemarahan, atau
kebingungan diantara keduanya. Oleh sebab itu, agar komunikasi efektif , maka
perlua adanya tindakan memperbaiki hubungan antara komunikator dengan
komunikan terlebih dahulu.
5. Tindakan
Mendorong komunikan untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan keinginan
komunikator merupakan suatu hal yang paling sulit dicapai dalam berkomunikasi.
Namun, keefektifan komunikasi sangat bergantung kepada tindakan yang dilakukan
oleh komunikan setelah berkomunikasi. Jika komunikan melakukan tindakan seperti
yang dikatakan komunikatot, maka dapat dikatakan komunikasi efektif telah terjadi.
IMPLIKASI MANAJERIAL
 Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata
Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang
dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen
Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
1. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi,
perencanaan kerja dan formulasi kebijakan.
2. Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan
perumusan tindakan.
Sumber :
• Deddy Mulyana. 1999. Nuansa-Nuansa Komunikasi. Bandung: Rosdakarya
• Deddy Mulyana, 2005. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung, Remaja
Rosdakarya.
• Hafied Cangara, 1998. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Raja GTafindo
• Onong Effendy, 1994. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja
Rosdakarya
• Denis McQuail. 1987. Mass Communication Theory (Teori Komunikasi
Massa). Jakarta: Erlangga
• William R. Rivers at.al. 2003. Media Massa dan Masyarakat
Modern. Jakarta: Prenada Media.
• https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/komunikasi-efektif-implikasi-
manajerial/

komunikasi

  • 1.
  • 2.
    Komunikasi • Komunikasi adalahproses penyampaian pesan kepada orang lain. Itu definisi, makna, arti, atau pengertian komunikasi (communication) secara praktis atau dalam praktik kehidupan sehari-hari. • Komunikasi berakar kata Latin, ”comunicare”, artinya "to make common" – membuat kesamaan pengertian, kesamaan persepsi. Akar kata Latin lainnya “communis” atau “communicatus” atau “common” dalam bahasa Inggris yang berarti “sama”, kesamaan makna (commonness). Ada juga akar kata Latin ”communico” yang artinya membagi. Maksudnya membagi gagasan, ide, atau pikiran. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) mengartikan komunikasi sebagai ”pengiriman dan pemerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami”.
  • 3.
    JENIS DAN PROSESKOMUNIKASI Secara teknis, komunikasi juga beragam jenis, seperti: 1. Verbal Communication (komunikasi lisan, menggunakan bahasa). 2. Non Verbal Communication (bahasa isyarat, gesture, bahasa tubuh/body language). 3. Direct Communication (komunikasi langsung). 4. Face to face communication (komunikasi tatap muka). 5. Indirect Communication (komunikasi tidak langsung/menggunakan media).
  • 4.
    6. Komunikasi lisan. 7.Komunikasi tulisan. 8. Komunikasi Intrapersonal (Intrapersonal Communication). 9. Komunikasi Antarpribadi (Interpersonal Communication). 10. Komunikasi Kelompok (Group Communication). 11. Komunkasi Publik (Public Communication). 12. Komunikasi Massa (Mass Communication). 13. Komunikasi Politik. 14. Komunikasi Budaya. 15. Komunikasi Olahraga.
  • 5.
    16. Komunikasi Pembangunan. 17.Komunikasi Keluarga. 18. Komunikasi Dakwah.
  • 6.
    KOMUNIKASI EFEKTIF  KomunikasiEfektif yaitu komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang lain yang bisa terlihat dalam proses komunikasi. Secara sederhana, komunikasi efektif terjadi apabila orang berhasil menyampaikan apa yang dimasudkannya. Menurut Tubbs, (Yusrizal:2005)”secara umum, komunikasi dinilai efektif bila rangsangan yang disampaikan dan yang dimaksudkan oleh pengirim atau sumber, berkaitan erat dengan rangsangan yang ditangkap dan dipahami oleh penerima”.
  • 7.
     Ada limahal yang dapat dijadikan sebagai ukuran bagi komunikasi yang efektif, yaitu: 1. Pemahaman Pemahaman yang dimaksud adalah penerimaan yang cermat oleh komunikan (penerima pesan) terhadap kandungan rangsangan yang dimaksudkan oleh komunikator (pengirim pesan). Dalam hal ini, komunikasi dikatakan efektif jika penerima pesan memperoleh pemahaman yang cermat terhadap apa yang disampaikan oleh pengirim pesan. 2. Kesenangan Komunikasi efektif terjadi jika diantara komunikator dan komunikan terdapat rasa saling senang. komunikator merasa senang menyampaikan informasi kepada komunikan, dan sebaliknya komunikan juga senang menerima informasi dari komunikator. 3. Mempengaruhi Sikap Tindakan mempengaruhi orang lain merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Dalam berkomunikasi, komunikator berusaha untuk mempengaruhi sikap komunikan, dan berusaha agar komunikan memahami ucapannya. Jika komunikator dapat merubah sikap dan tindakan komunikan, maka dapat dikatakan bahwa komunikasi efektif sudah terjadi.
  • 8.
    4. Memperbaiki Hubungan Salahsatu hal yang menjadi kegagalan utama dalam berkomunikasi adalah munculnya gangguan akibat dari hubungan yang tidak baik antara komunikator dengan komunikan. Hal ini terjadi karena adanya rasa frustasi, kemarahan, atau kebingungan diantara keduanya. Oleh sebab itu, agar komunikasi efektif , maka perlua adanya tindakan memperbaiki hubungan antara komunikator dengan komunikan terlebih dahulu. 5. Tindakan Mendorong komunikan untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan keinginan komunikator merupakan suatu hal yang paling sulit dicapai dalam berkomunikasi. Namun, keefektifan komunikasi sangat bergantung kepada tindakan yang dilakukan oleh komunikan setelah berkomunikasi. Jika komunikan melakukan tindakan seperti yang dikatakan komunikatot, maka dapat dikatakan komunikasi efektif telah terjadi.
  • 9.
    IMPLIKASI MANAJERIAL  Menurutkamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu : 1. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan. 2. Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
  • 10.
    Sumber : • DeddyMulyana. 1999. Nuansa-Nuansa Komunikasi. Bandung: Rosdakarya • Deddy Mulyana, 2005. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung, Remaja Rosdakarya. • Hafied Cangara, 1998. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Raja GTafindo • Onong Effendy, 1994. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya • Denis McQuail. 1987. Mass Communication Theory (Teori Komunikasi Massa). Jakarta: Erlangga • William R. Rivers at.al. 2003. Media Massa dan Masyarakat Modern. Jakarta: Prenada Media. • https://duniatugasasri.wordpress.com/2013/06/11/komunikasi-efektif-implikasi- manajerial/