Oleh; 
 ahmad kholdun Jinan 
 Siti Nur Aiysyah 
 Nur Azizah 
 Nikmatul Khoeriyah 
 Nurrofah 
 Erna Erbianti
PERIODE PERTAMA 
(MASA ROSULULLAH)
Nabi melarang penulisan hadits karna 
khawatir akan tercampur antara hadits 
dan al Qur’an. Namun akhirnya 
dibolehkan karna beberapa kasus.
“Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudri bahwaRosululloh 
saw bersabda; Janganlah engkau tulis dari padaku, 
barang siapa menulis dari padaku selain al Qur’an 
maka hapuslah.” {HR. Muslim}
Hadits yang berkaitan dengan 
diperbolehkannya penulisan hadit 
“Tulislah apa yang engkau dengar dariku, Demi Tuhan 
yang jiwaku berada di tanganNya, tidak keluar dari 
mulutku selain krbenaran.”
Proses periwayatan; 
1. Nabi menjelaskan langsung suatu hukum kepada 
sahabat, kemudian para sahabat menyampaikan 
langsun gkepada sahabat lain. 
2. Sahabat / kaum muslimin bertanya langsung 
pada Nabi jika mengalami suatu problem. 
3. Segala perbuatan dan tindakan Nabi yang 
menyangkut ibadah dan akhlak disaksikan 
sahabat, kemudian para sahabat menyampaikan 
kepada para tabi’in.
Hadits tidak mengalami permasalahan 
karena mereka langsung bertemu 
rosululloh untuk mengecek kebenaran 
suatu hal.
Kitab yang muncul; 
Berupa catatan pribadi para sahabat 
dengan bentuk shohifah (lembaran)
Kodifikasi Hadits  : Periode pertama

Kodifikasi Hadits : Periode pertama

  • 1.
    Oleh;  ahmadkholdun Jinan  Siti Nur Aiysyah  Nur Azizah  Nikmatul Khoeriyah  Nurrofah  Erna Erbianti
  • 2.
  • 3.
    Nabi melarang penulisanhadits karna khawatir akan tercampur antara hadits dan al Qur’an. Namun akhirnya dibolehkan karna beberapa kasus.
  • 4.
    “Diriwayatkan dari AbuSa’id Al Khudri bahwaRosululloh saw bersabda; Janganlah engkau tulis dari padaku, barang siapa menulis dari padaku selain al Qur’an maka hapuslah.” {HR. Muslim}
  • 5.
    Hadits yang berkaitandengan diperbolehkannya penulisan hadit “Tulislah apa yang engkau dengar dariku, Demi Tuhan yang jiwaku berada di tanganNya, tidak keluar dari mulutku selain krbenaran.”
  • 6.
    Proses periwayatan; 1.Nabi menjelaskan langsung suatu hukum kepada sahabat, kemudian para sahabat menyampaikan langsun gkepada sahabat lain. 2. Sahabat / kaum muslimin bertanya langsung pada Nabi jika mengalami suatu problem. 3. Segala perbuatan dan tindakan Nabi yang menyangkut ibadah dan akhlak disaksikan sahabat, kemudian para sahabat menyampaikan kepada para tabi’in.
  • 7.
    Hadits tidak mengalamipermasalahan karena mereka langsung bertemu rosululloh untuk mengecek kebenaran suatu hal.
  • 8.
    Kitab yang muncul; Berupa catatan pribadi para sahabat dengan bentuk shohifah (lembaran)