Kesempurnaan Ajaran
Islam
Kelompok 1
Kelompok 1
Kesempurnaan Ajaran Islam
Kuncoro Hadi
Rendy Rachman
Shaleh Mahmud
Dalam al Qur’an secara eksplisit
disebutkan bahwa Islam itu ajaran
yang sempurna (al Qur’an surat al
Maidah ayat 3). Sering dipertanyakan
di mana kesempurnaan agama Islam
jika misalnya di banding dengan
ajaran lain?
 Kesempurnaan Ajaran Islam
Dasar Tentang Kesempurnaan Ajaran Islam
Allah Ta'ala berfirman :
 Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-
cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi
agamamu. (Qs al-Mâidah/5:3)
‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬ِ‫غ‬َ‫ت‬ْ‫ب‬َ‫ي‬َِ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ِ‫م‬َ‫ال‬ْ‫س‬‫اإل‬ِ‫ينا‬‫د‬‫ن‬َ‫ل‬َ‫ف‬َِ‫ل‬َ‫ب‬ْ‫ق‬ُ‫ي‬ُِ‫ه‬ْ‫ن‬‫م‬َِ‫و‬ُ‫ه‬َ‫و‬‫ي‬‫ف‬ِ‫ة‬َ‫ر‬‫اآلخ‬َِ‫ن‬‫م‬َِ‫ين‬‫ر‬‫اس‬َ‫خ‬ْ‫ل‬‫ا‬
 "Barangsiapa mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidaklah akan
diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akherat termasuk orang-orang
yang rugi."
Beliau shallallahu 'alaihi wasallam telah menyampaikan agama Islam dengan sempurna,
tanpa dikurangi. Maka, tidaklah beliau wafat kecuali agama ini telah sempurna, tidak
membutuhkan tambahan.
Allâh Ta'âla telah menjadi saksi (surat al-Maidah ayat 3) tentang hal ini, demikian juga
orang-orang yang beriman. Dan cukuplah Allah Ta'ala sebagai saksi.
Nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wasallam telah bersabda:
Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun sebelumku melainkan wajib baginya untuk
menunjukkan kebaikan yang dia ketahui kepada umatnya dan memperingatkan keburukan
yang dia ketahui kepada mereka.
(HR. Muslim )
Ajaran liberalisme dibentuk dan
disebarkan bertujuan menggerogoti umat Islam
yang memiliki ajaran amat spesifik. Misi
ideologinya menganggap semua agama sama
saja, menjadi muslim atau menjadi pemeluk
agama apapun di dunia, yang penting
mengakui adanya tuhan .
Pandangan liberalisme itu secara dialektik
malah bisa menguatkan ateisme, karena
berujung beragama dengan tidak beragama
menjadi tidak banyak bedanya.
 Kesempurnaan Ajaran Islam
Rasulullah Muhammad SAW dikenal sebagai orang
yang teramat berpengaruh sepanjang sejarah manusia.
Hal itu diakui bukan saja oleh umat Islam namun juga
oleh banyak kalangan non-Islam.
Dalam buku Michael Hart “The 100 Most Influencial
Persons in History” disebutkan bahwa Muhammad
(maksudnya Nabi Muhammad) terpilih menjadi tokoh
nomor pertama, kemudian Newton, lalu Yesus dan
lain2nya.
 Kesempurnaan Ajaran Islam
Penulis menempatkan Muhammad dalam urutan paling
berpengaruh karena besarnya jumlah penganut ajarannya dan
kemurnian peran individual dia yang mampu merubah banyak
pemikiran manusia lain.
Dijelaskan oleh penulis walau ajaran Yesus juga banyak
yang menganut namun substansi ajaran agamanya banyak
dikembangkan oleh orang lain, berbeda dengan Muhammad
yang membentuk membentuk ajaran khas Islam keseluruhannya.
 Kesempurnaan Ajaran Islam
Berikut ini analisis yang diharapkan bisa
menghantar pada pemahaman rasional akan
kesuksesan nabi Muhammad SAW dan makna
kesempurnaan Islam untuk keberhasilan hidup manusia
di dunia dan akherat. Minimal ada 3 (tiga) prinsip yang
menjadi kunci suksesnya Nabi Muhammad SAW
secara ilmiah yang bisa ditiru oleh manusia manapun
3 Prinsip Kunci Kesuksesan Nabi
Muhammad SAW
1. IDE KHAS APA MAKNA MANUSIA YANG BAIK, SEBAGAI : PRIBADI,
KELUARGA, MASYARAKAT-BANGSA-NEGARA
Rasulullah jelas memiliki ide khas apa kriteria ‘manusia
baik’, dalam skala individu, satuan keluarga, dan juga
dalam tatanan masyarakat-bangsa-negara. Banyak ajaran
agama yang memiliki kriteria manusia baik namun hanya pada
skala individu saja, tidak menyangkut kriteria bagaimana keluarga
yang baik dan bagaimana sebuah tatanan bangsa-negara yang
baik. Dari keberadaan lingkup ide ini saja sudah bisa dibedakan
kualitas Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Belum lagi jika
ditinjau dari substansi tentang ciri kualifikasi baik itu sendiri, kualitas
kriterianya dan nilai kemanfaatannya.
Bisa diambil kesimpulan bahwa suksesnya
orang untuk memiliki pengaruh besar dalam
dunia, manusia harusnya memilki IDE KHAS
tentang APA MAKNA MANUSIA BAIK ITU, bisa
dalam lingkup terbatas (sebatas Individual-Ritual),
bisa pula ide khas untuk keseluruhan lingkup
kehidupan manusia, yakni individu, keluarga, dan
negara. Kasus SATU-SATUNYA di dunia yang
terkait ide komprehensif tersebut hanyalah
Rasulullah Muhammad SAW
2. KETELADANAN HIDUP SESUAI DENGAN IDE YANG
DIMILIKI
Rasullallah memulai dengan percontohan dengan tegas
tidak menyembah patung latta-uzza sebagai tuhan, lalu
melakukan ritual khas, berakhlak jujur, amanah, lemah lembut,
tegas dalam menegakkan prinsip, sederhana dalam hidup
walau berharta, suka menolong orang, dan berbagai akhlak
karimah lainnya membuat orang lalu memahami ide
prototipe manusia yang baik secara individual. Mereka
menghormati, lalu meniru, dan ujungnya meyakini benarnya
ide makna baik sebagai individu manusia seperti itu.
Dalam proses membangun model tatanan bangsa-
negara ideal/khas, Nabi juga melakukan pengelolaan negeri
yang dipimpinnya (Madinah) dengan spesifik. Bagaimana
bentuk dan penerapan hukum, kebijakan ekonomi,
pengembangan budaya, dan pertahanan keamanan yang
dikembangkan juga khas, yang kini dikenal sebagai syariat
kenegaraan Islam, meliputi kebijakan terkait politik, ekonomi,
sosial-budaya, pertahanan-keamanan. Ciri khas pengelolaan
bangsa-negara yang dijalankan Rasulullah tidaklah terlepas
dari bimbingan Allah SWT.
Dalam praktek mengikuti tuntunan Nabi banyak orang
Islam yang menyimpang. Minimal ada 3 bentuk
penyimpangan yang terjadi:
 Tidak memahami hakekat IMAN yang benar, hanya yakin bahwa Allah tuhannya
dan Muhammad utusanNya, tanpa mendalami apa ide khas yang ada di dalam
Islam untuk diyakini baiknya bagi manusia dan lalu dipraktekkan, baik sebagai
individu, keluarga, maupun cara mengelola bangsa-negara.
 Memahami keberadaan kekhasan ide Islam, tapi sebatas tentang kehidupan
individu, maksimal dalam berkeluarga, sehingga umat lalu terjerumus terkungkung
dalam tatanan sosial-politik yang rusak dan merongrong keimanannya.
 Menyimpang jauh dari ide khas Islam tentang kehidupan manusia yang baik dan
malah membuat ide-ide baru yang lalu diatas-namakan Islam, seperti mengada-
ada ritual tambahan, bahkan mengaku sudah dekat dengan tuhan, berlagak
menjadi wali, sehingga tidak perlu lagi menjalankan ritual Islam yang baku seperti
shalat berjama’ah, padahal nabi sampai akhir hayatnya tetap shalat berjama’ah.
3. PERJUANGAN SUNGGUH-SUNGGUH (JIHAD).
Dalam ajaran Islam, perjuangan yang sungguh-sungguh untuk
penerapan Islam sebagai ide khas tentang makna manusia yang baik dikenal
sebagai JIHAD FIE SABILILLAH. Bagaimana bentuk jihad yang dicontohkan
Rasulullah mudah mudah diikuti dari sejarah hidup nabi (Sirah Nabi) di mana
akan tergambar pula di sana kegigihan beliau, kejujuran beliau, ketegasan
beliau, pengorbaban beliau, sampai bagaimana cara beliau sampai menjadi
pengelola negeri Madinah. Bagaimana organisasi Islam Politik yang dibangun
nabi dengan mengumpulkan tokoh-tokoh berpengaruh di masyarakatnya, satu
persatu, menyusun strategi untuk memenangkan loby dengan kaum Nasrani,
Yahudi, Majusi di Madinah, sampai siap menghadapi perang jika diperangi
musuh.

kesempurnaan ajaran islam

  • 1.
  • 2.
    Kelompok 1 Kesempurnaan AjaranIslam Kuncoro Hadi Rendy Rachman Shaleh Mahmud
  • 3.
    Dalam al Qur’ansecara eksplisit disebutkan bahwa Islam itu ajaran yang sempurna (al Qur’an surat al Maidah ayat 3). Sering dipertanyakan di mana kesempurnaan agama Islam jika misalnya di banding dengan ajaran lain?  Kesempurnaan Ajaran Islam
  • 4.
    Dasar Tentang KesempurnaanAjaran Islam Allah Ta'ala berfirman :  Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku- cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agamamu. (Qs al-Mâidah/5:3) ‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬ِ‫غ‬َ‫ت‬ْ‫ب‬َ‫ي‬َِ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ِ‫م‬َ‫ال‬ْ‫س‬‫اإل‬ِ‫ينا‬‫د‬‫ن‬َ‫ل‬َ‫ف‬َِ‫ل‬َ‫ب‬ْ‫ق‬ُ‫ي‬ُِ‫ه‬ْ‫ن‬‫م‬َِ‫و‬ُ‫ه‬َ‫و‬‫ي‬‫ف‬ِ‫ة‬َ‫ر‬‫اآلخ‬َِ‫ن‬‫م‬َِ‫ين‬‫ر‬‫اس‬َ‫خ‬ْ‫ل‬‫ا‬  "Barangsiapa mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akherat termasuk orang-orang yang rugi."
  • 5.
    Beliau shallallahu 'alaihiwasallam telah menyampaikan agama Islam dengan sempurna, tanpa dikurangi. Maka, tidaklah beliau wafat kecuali agama ini telah sempurna, tidak membutuhkan tambahan. Allâh Ta'âla telah menjadi saksi (surat al-Maidah ayat 3) tentang hal ini, demikian juga orang-orang yang beriman. Dan cukuplah Allah Ta'ala sebagai saksi. Nabi Muhammad shallallâhu 'alaihi wasallam telah bersabda: Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun sebelumku melainkan wajib baginya untuk menunjukkan kebaikan yang dia ketahui kepada umatnya dan memperingatkan keburukan yang dia ketahui kepada mereka. (HR. Muslim )
  • 6.
    Ajaran liberalisme dibentukdan disebarkan bertujuan menggerogoti umat Islam yang memiliki ajaran amat spesifik. Misi ideologinya menganggap semua agama sama saja, menjadi muslim atau menjadi pemeluk agama apapun di dunia, yang penting mengakui adanya tuhan . Pandangan liberalisme itu secara dialektik malah bisa menguatkan ateisme, karena berujung beragama dengan tidak beragama menjadi tidak banyak bedanya.  Kesempurnaan Ajaran Islam
  • 7.
    Rasulullah Muhammad SAWdikenal sebagai orang yang teramat berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Hal itu diakui bukan saja oleh umat Islam namun juga oleh banyak kalangan non-Islam. Dalam buku Michael Hart “The 100 Most Influencial Persons in History” disebutkan bahwa Muhammad (maksudnya Nabi Muhammad) terpilih menjadi tokoh nomor pertama, kemudian Newton, lalu Yesus dan lain2nya.  Kesempurnaan Ajaran Islam
  • 8.
    Penulis menempatkan Muhammaddalam urutan paling berpengaruh karena besarnya jumlah penganut ajarannya dan kemurnian peran individual dia yang mampu merubah banyak pemikiran manusia lain. Dijelaskan oleh penulis walau ajaran Yesus juga banyak yang menganut namun substansi ajaran agamanya banyak dikembangkan oleh orang lain, berbeda dengan Muhammad yang membentuk membentuk ajaran khas Islam keseluruhannya.  Kesempurnaan Ajaran Islam
  • 9.
    Berikut ini analisisyang diharapkan bisa menghantar pada pemahaman rasional akan kesuksesan nabi Muhammad SAW dan makna kesempurnaan Islam untuk keberhasilan hidup manusia di dunia dan akherat. Minimal ada 3 (tiga) prinsip yang menjadi kunci suksesnya Nabi Muhammad SAW secara ilmiah yang bisa ditiru oleh manusia manapun 3 Prinsip Kunci Kesuksesan Nabi Muhammad SAW
  • 10.
    1. IDE KHASAPA MAKNA MANUSIA YANG BAIK, SEBAGAI : PRIBADI, KELUARGA, MASYARAKAT-BANGSA-NEGARA Rasulullah jelas memiliki ide khas apa kriteria ‘manusia baik’, dalam skala individu, satuan keluarga, dan juga dalam tatanan masyarakat-bangsa-negara. Banyak ajaran agama yang memiliki kriteria manusia baik namun hanya pada skala individu saja, tidak menyangkut kriteria bagaimana keluarga yang baik dan bagaimana sebuah tatanan bangsa-negara yang baik. Dari keberadaan lingkup ide ini saja sudah bisa dibedakan kualitas Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Belum lagi jika ditinjau dari substansi tentang ciri kualifikasi baik itu sendiri, kualitas kriterianya dan nilai kemanfaatannya.
  • 11.
    Bisa diambil kesimpulanbahwa suksesnya orang untuk memiliki pengaruh besar dalam dunia, manusia harusnya memilki IDE KHAS tentang APA MAKNA MANUSIA BAIK ITU, bisa dalam lingkup terbatas (sebatas Individual-Ritual), bisa pula ide khas untuk keseluruhan lingkup kehidupan manusia, yakni individu, keluarga, dan negara. Kasus SATU-SATUNYA di dunia yang terkait ide komprehensif tersebut hanyalah Rasulullah Muhammad SAW
  • 12.
    2. KETELADANAN HIDUPSESUAI DENGAN IDE YANG DIMILIKI Rasullallah memulai dengan percontohan dengan tegas tidak menyembah patung latta-uzza sebagai tuhan, lalu melakukan ritual khas, berakhlak jujur, amanah, lemah lembut, tegas dalam menegakkan prinsip, sederhana dalam hidup walau berharta, suka menolong orang, dan berbagai akhlak karimah lainnya membuat orang lalu memahami ide prototipe manusia yang baik secara individual. Mereka menghormati, lalu meniru, dan ujungnya meyakini benarnya ide makna baik sebagai individu manusia seperti itu.
  • 13.
    Dalam proses membangunmodel tatanan bangsa- negara ideal/khas, Nabi juga melakukan pengelolaan negeri yang dipimpinnya (Madinah) dengan spesifik. Bagaimana bentuk dan penerapan hukum, kebijakan ekonomi, pengembangan budaya, dan pertahanan keamanan yang dikembangkan juga khas, yang kini dikenal sebagai syariat kenegaraan Islam, meliputi kebijakan terkait politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan-keamanan. Ciri khas pengelolaan bangsa-negara yang dijalankan Rasulullah tidaklah terlepas dari bimbingan Allah SWT.
  • 14.
    Dalam praktek mengikutituntunan Nabi banyak orang Islam yang menyimpang. Minimal ada 3 bentuk penyimpangan yang terjadi:  Tidak memahami hakekat IMAN yang benar, hanya yakin bahwa Allah tuhannya dan Muhammad utusanNya, tanpa mendalami apa ide khas yang ada di dalam Islam untuk diyakini baiknya bagi manusia dan lalu dipraktekkan, baik sebagai individu, keluarga, maupun cara mengelola bangsa-negara.  Memahami keberadaan kekhasan ide Islam, tapi sebatas tentang kehidupan individu, maksimal dalam berkeluarga, sehingga umat lalu terjerumus terkungkung dalam tatanan sosial-politik yang rusak dan merongrong keimanannya.  Menyimpang jauh dari ide khas Islam tentang kehidupan manusia yang baik dan malah membuat ide-ide baru yang lalu diatas-namakan Islam, seperti mengada- ada ritual tambahan, bahkan mengaku sudah dekat dengan tuhan, berlagak menjadi wali, sehingga tidak perlu lagi menjalankan ritual Islam yang baku seperti shalat berjama’ah, padahal nabi sampai akhir hayatnya tetap shalat berjama’ah.
  • 15.
    3. PERJUANGAN SUNGGUH-SUNGGUH(JIHAD). Dalam ajaran Islam, perjuangan yang sungguh-sungguh untuk penerapan Islam sebagai ide khas tentang makna manusia yang baik dikenal sebagai JIHAD FIE SABILILLAH. Bagaimana bentuk jihad yang dicontohkan Rasulullah mudah mudah diikuti dari sejarah hidup nabi (Sirah Nabi) di mana akan tergambar pula di sana kegigihan beliau, kejujuran beliau, ketegasan beliau, pengorbaban beliau, sampai bagaimana cara beliau sampai menjadi pengelola negeri Madinah. Bagaimana organisasi Islam Politik yang dibangun nabi dengan mengumpulkan tokoh-tokoh berpengaruh di masyarakatnya, satu persatu, menyusun strategi untuk memenangkan loby dengan kaum Nasrani, Yahudi, Majusi di Madinah, sampai siap menghadapi perang jika diperangi musuh.