KARAKTER DA’I Mush’ab Abdurrahman حزب التحرير اندونيسيا
1. PERCAYA PADA MABDA’ ISLAM Bahwa  Islam adalah  din yang diridhai Allah SWT dan sesuai dengan fitrah manusia  Bahwa mabda’ Islam adalah solusi dari segenap problematika manusia dan bila ditegakkan akan membawa rahmat bagi semua Bahwa mabda’ selain Islam batil adanya Bahwa mendakwahkan mabda Islam hingga tegak di seantero dunia adalah perbuatan mulia dan kewajiban utama
2. BERANI DAN TEGAS Berani karena benar. Keberanian  para pejuang kebatilan lebih berhak dimiliki oleh para da’i Cukuplah Allah sebagai pelindung dan penolong. Dialah sebaik-sebaik pelindung dan penolong Ditangkap, disiksa, kehilangan pekerjaan bahkan kematian adalah risiko perjuangan. Bukankah semua orang akan mati? Rizki telah ditetapkan Allah, anda berjuang atau tidak Surga dan kemuliaan di sisi Allah tidak didapat secara cuma-cuma. Perlu usaha.
3. SERIUS DAN SUNGGUH-SUNGGUH Dakwah adalah pekerjaan yang sangat serius. Karenanya diperlukan kesungguhan Dakwah menentukan tegak tidaknya Islam. Dakwah menentukan mulia tidaknya umat Islam. Dan dakwah Islam menentukan selamat tidaknya hidup kita di dunia dan akhirat. Maka, dakwah harus dihadapi sebagai persoalan hidup atau mati.  Tidak ada yang lebih penting dalam hidup muslim lebih dari dakwah.  Hayatu al-muslim hayatu al-dakwah . Semua yang dimiliki (harta, kedudukan bahkan nyawa) sesungguhnya hanyalah wasilah untuk dakwah
4. SABAR DAN TEGUH JIWA Dakwah akan berhadapan dengan sejuta rintangan. Seorang  da’i harus sabar dan teguh jiwa untuk menghadapi semua. Orang yang ingin menghancurkan Islam saja melakukannya dengan penuh kesabaran Kehancuran Islam sudah demikian lama, secara sunatullah memerlukan waktu yang lama pula untuk membangunnya kembali Sabar bersumber dari kesadaran bahwa semua memerlukan proses, dan keberhasilan adalah semata buah dari proses itu. Keteguhan jiwa bersumber dari kekuatan ruhiyah  dibina melalui ibadah mahdah (shalat malam, puasa sunnah, dzikr, membaca al-Qur’an dsb)
5. TAK HENTI TERUS BELAJAR Tidak ada kata berhenti belajar buat para da’i untuk terus menambah  pengetahuan  akan pemikiran, ide, hukum dan  tsaqafah Islam (bhs Arab, fiqh, sirah dsb) Dari belajar, pemahaman bertambah, kesalahan diperbaiki sehingga kemampuan dalam berdakwah semakin meningkat. Belajar melalui membaca, baik yang tersurat maupun yang tersirat. Serta belajar dari pengalaman. Maka seorang da’i tidak boleh berhenti mencoba hal baru dan berdialog dengan orang lain. Sikap open minded sangat penting bagi seorang da’i
6. TAK HENTI MEMPERBAIKI DIRI Da’i menjadi cermin pengetahuan dan pengamalan Islam bagi masyarakat. Maka, seorang da’i harus terus memperbaiki diri.  Seorang da’i harus mengamalkan apa yang diserunya. Melakukan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar Dengan perbaikan terus menerus, akhlaq, ibadah, muamalah, keluarga dan semua yang tampak dari seorang da’i makin sempurna Kesalahan seorang da’i akan berdampak lebih buruk daripada kesalahan orang biasa
7. BISA BEKERJASAMA Dakwah bagi tegaknya mabda Islam harus dilakukan secara berjamaah. Tidak bisa sendirian. Membangun rumah saja perlu banyak orang, apalagi membangun rumah umat…. Seorang da’i harus bisa bekerjasama, terutama dengan  sesama anggota jamaah dakwah Keseriusan, kesungguhan, kesabaran, sikap istiqamah dalam dakwah serta  upaya perbaikan dan pembelajaran terus menerus lebih mudah dilakukan dalam jamaah
NABI TELADAN PARA DA’I Dan Nabi adalah da’i mulia. Dalam dirinya terkandung semua karakter utama Para da’i sekarang harus mengaca kepadanya. Dialah teladan utama Keyakinan Nabi akan mabda’ Islam, keseriusan, kesungguhan, kesabaran, sikap istiqamah dalam berdakwah tiada tara Keberhasilan dakwah Nabi tidak bisa dilepaskan dari pancaran sosok pribadi Nabi. Maka, keberhasilan dakwah sekarang juga tidak bisa dilepaskan dari sosok karakter dai
DERAJAT DA’I DI SISI ALLAH Imam Al Hasan Al Bashri menyebut para da’i yang mulia sebagai: Habibullah  (kekasih Allah),  Waliyullah  (wali Allah),  Shafwatullah  (pilihan Allah) Khairatullah  (pilihan Allah), Khalifatullah  (wakil Allah).
(Ya  Allah, karuniakanlah dari sisi Mu  karakter-karakter mulia seorang da’i  agar kami dapat mengemban risalah Mu ini dengan sebaik-baiknya bagi tegaknya kembali  izzul Islam wal muslimin.  Amien…) INSYA ALLAH..

Karakter da’i

  • 1.
    KARAKTER DA’I Mush’abAbdurrahman حزب التحرير اندونيسيا
  • 2.
    1. PERCAYA PADAMABDA’ ISLAM Bahwa Islam adalah din yang diridhai Allah SWT dan sesuai dengan fitrah manusia Bahwa mabda’ Islam adalah solusi dari segenap problematika manusia dan bila ditegakkan akan membawa rahmat bagi semua Bahwa mabda’ selain Islam batil adanya Bahwa mendakwahkan mabda Islam hingga tegak di seantero dunia adalah perbuatan mulia dan kewajiban utama
  • 3.
    2. BERANI DANTEGAS Berani karena benar. Keberanian para pejuang kebatilan lebih berhak dimiliki oleh para da’i Cukuplah Allah sebagai pelindung dan penolong. Dialah sebaik-sebaik pelindung dan penolong Ditangkap, disiksa, kehilangan pekerjaan bahkan kematian adalah risiko perjuangan. Bukankah semua orang akan mati? Rizki telah ditetapkan Allah, anda berjuang atau tidak Surga dan kemuliaan di sisi Allah tidak didapat secara cuma-cuma. Perlu usaha.
  • 4.
    3. SERIUS DANSUNGGUH-SUNGGUH Dakwah adalah pekerjaan yang sangat serius. Karenanya diperlukan kesungguhan Dakwah menentukan tegak tidaknya Islam. Dakwah menentukan mulia tidaknya umat Islam. Dan dakwah Islam menentukan selamat tidaknya hidup kita di dunia dan akhirat. Maka, dakwah harus dihadapi sebagai persoalan hidup atau mati. Tidak ada yang lebih penting dalam hidup muslim lebih dari dakwah. Hayatu al-muslim hayatu al-dakwah . Semua yang dimiliki (harta, kedudukan bahkan nyawa) sesungguhnya hanyalah wasilah untuk dakwah
  • 5.
    4. SABAR DANTEGUH JIWA Dakwah akan berhadapan dengan sejuta rintangan. Seorang da’i harus sabar dan teguh jiwa untuk menghadapi semua. Orang yang ingin menghancurkan Islam saja melakukannya dengan penuh kesabaran Kehancuran Islam sudah demikian lama, secara sunatullah memerlukan waktu yang lama pula untuk membangunnya kembali Sabar bersumber dari kesadaran bahwa semua memerlukan proses, dan keberhasilan adalah semata buah dari proses itu. Keteguhan jiwa bersumber dari kekuatan ruhiyah dibina melalui ibadah mahdah (shalat malam, puasa sunnah, dzikr, membaca al-Qur’an dsb)
  • 6.
    5. TAK HENTITERUS BELAJAR Tidak ada kata berhenti belajar buat para da’i untuk terus menambah pengetahuan akan pemikiran, ide, hukum dan tsaqafah Islam (bhs Arab, fiqh, sirah dsb) Dari belajar, pemahaman bertambah, kesalahan diperbaiki sehingga kemampuan dalam berdakwah semakin meningkat. Belajar melalui membaca, baik yang tersurat maupun yang tersirat. Serta belajar dari pengalaman. Maka seorang da’i tidak boleh berhenti mencoba hal baru dan berdialog dengan orang lain. Sikap open minded sangat penting bagi seorang da’i
  • 7.
    6. TAK HENTIMEMPERBAIKI DIRI Da’i menjadi cermin pengetahuan dan pengamalan Islam bagi masyarakat. Maka, seorang da’i harus terus memperbaiki diri. Seorang da’i harus mengamalkan apa yang diserunya. Melakukan yang ma’ruf dan meninggalkan yang mungkar Dengan perbaikan terus menerus, akhlaq, ibadah, muamalah, keluarga dan semua yang tampak dari seorang da’i makin sempurna Kesalahan seorang da’i akan berdampak lebih buruk daripada kesalahan orang biasa
  • 8.
    7. BISA BEKERJASAMADakwah bagi tegaknya mabda Islam harus dilakukan secara berjamaah. Tidak bisa sendirian. Membangun rumah saja perlu banyak orang, apalagi membangun rumah umat…. Seorang da’i harus bisa bekerjasama, terutama dengan sesama anggota jamaah dakwah Keseriusan, kesungguhan, kesabaran, sikap istiqamah dalam dakwah serta upaya perbaikan dan pembelajaran terus menerus lebih mudah dilakukan dalam jamaah
  • 9.
    NABI TELADAN PARADA’I Dan Nabi adalah da’i mulia. Dalam dirinya terkandung semua karakter utama Para da’i sekarang harus mengaca kepadanya. Dialah teladan utama Keyakinan Nabi akan mabda’ Islam, keseriusan, kesungguhan, kesabaran, sikap istiqamah dalam berdakwah tiada tara Keberhasilan dakwah Nabi tidak bisa dilepaskan dari pancaran sosok pribadi Nabi. Maka, keberhasilan dakwah sekarang juga tidak bisa dilepaskan dari sosok karakter dai
  • 10.
    DERAJAT DA’I DISISI ALLAH Imam Al Hasan Al Bashri menyebut para da’i yang mulia sebagai: Habibullah (kekasih Allah), Waliyullah (wali Allah), Shafwatullah (pilihan Allah) Khairatullah (pilihan Allah), Khalifatullah (wakil Allah).
  • 11.
    (Ya Allah,karuniakanlah dari sisi Mu karakter-karakter mulia seorang da’i agar kami dapat mengemban risalah Mu ini dengan sebaik-baiknya bagi tegaknya kembali izzul Islam wal muslimin. Amien…) INSYA ALLAH..