Start… Created By:  A. SHOLAHUDDIN, MTsN Slawi Bahan Ajar  IPA Kelas 7 MTs/SMP PENGAMATAN GEJALA ALAM DAN KESELAMATAN KERJA Sumber Pembelajaran Mandiri (SPM)
Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan Menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejala-gejala kehidupan. Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala alam. Standar Kompetensi… Kompetensi Dasar… SK/KD … Back Next Home
Mampu melaksanakan pengamatan objek melalui langkah-langkah terencana dan sistematis. Mampu melakukan pengamatan dan memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik Mampu mengenal bagian-bagian mikroskop Mampu menggunakan mikroskop dengan benar Mampu menggunakan alat dan bahan secara aman Mampu mendeskripsikan bahan-bahan yang berbahaya Mampu mengidentifikasi simbol-simbol keselamatan kerja Indikator… Indikator … Back Next Home
Tujuan Pembelajara… Pengamatan Gejala Alam… Lup dan Mikroskop… Keselamatan Kerja… Evaluasi… Standar Kompetensi… Daftar Isi Penulis Referensi Back Next
Pengamatan Gejala Alam … Ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat dan memiliki berbagai macam bentuk dan cabang. Perkembangan yang pesat ini berawal dari dorongan rasa ingin tahu para ilmuwan untuk mengamati gejala alam di sekitarnya.  Pernahkah kamu mengamati gejala alam yang terjadi disekitarmu?. Pengamatan adalah suatu proses untuk mengenal sesutu dengan memperhatikan suatu objek atau peristiwa. Pengamatan digunakan untuk menemukan informasi atau pengetahuan dari objek/peristiwa yang diamati.  Pengamatan dapat dilakukan dengan menggunakan alat indera penglihat, pembau, pendengar, pengecap dan peraba. Agar memperoleh data pengamatan yang lebih lengkap dan teliti, dapat digunakan alat bantu tertentu, misalnya: lup, mikroskop, dan lain sebagainya.  Coba sebutkan peralatan lain yang dapat membantu kegiatan pengamatan? Back Next Home
Metode Ilmiah… Kegiatan pengamatan akan berhasi dengan baik jika pelaksanaannya menggunakan langkah dan metode yang sistematis dan terencana, yakni menggunakan metode ilmiah.  Metode ilmiah adalah suatu metode/cara kerja yang ditempuh ilmuwan dalam memecahkan suatu masalah dengan menggunakan tahap-tahap tertentu secara sistematis, teratur dan terencana. Langkah-langkah metode ilmiah: 1. Menemukan masalah dan merumuskan masalah. 2. Mengumpulkan keterangan untuk memecahkan masalah. Teguh Sugiyarto ,  Eny Ismawati , 2008,  Ilmu  P engetahuan  A lam , Kelas VII  SMP/MTs , Jakarta:  Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Back Next Home
3. Menyusun dugaan atau hipotesa untuk memperoleh jawaban sementara. 4. Menguji dugaan dengan mengadakan percobaan atau eksperimen. 5. Menarik kesimpulan. 6. Menguji kesimpulan dengan mengulang percobaan. Sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh seorang pengamat antara lain: memiliki  rasa ingin tahu,  ulet,  tekun, teliti, jujur,  dan  objektif / terbuka .   Metode Ilmiah… Back Next Home
Dalam upaya mengungkap rahasia kehidupan   orga - nisme, beberapa peralatan dan teknik digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan alam.  Lup dan mikroskop misalnya ,  digunakan  untuk mengamati dengan jelas bagian-bagian tubuh yang kecil dari cacing dan nyamuk  atau mikro organisme seperti:  bakteri,  amoeba, paramecium dan lain sebagainya .   Coba siapa yang tahu apakah mikroorganisme itu? Lup … Lup (kaca pembesar) Lup merupakan lensa positip ,  digunakan untuk mengamati benda-benda kecil agar tampak lebih besar dan jelas.  Misal: memperjelas jumlah ruas garis dan letak stigma cacing.  Apakah stigma itu? 2. Mikroskop Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk  mengamati benda atau makhluk hidup yang tidak mampu dilihat   dengan mata telanjang. Back Next Home
Mikroskop … Brady, James E. 1990.  General Chemistry: Principles and Structure , New York: John Wiley and Sons,  Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005.  © 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved. Macam Mikroskop 1. Mikroskop siswa.  Mikroskop jenis ini hanya digunakan untuk mengamati objek dalam dua dimensi. Memiliki perbesaran maksimum 200 kali dan 1000 kali dan digunakan oleh siswa tingkat SMP dan SMA.  2. Mikroskop stereo,  Mikroskop ini digunakan untuk siswa SLTA dan perguruang tinggi. Memiliki perbesaran mencapai 20 kali, tetapi dapat digunakan untuk mengamati obyek dalam tiga dimensi 3. Mikroskop elektron, hanya digunakan oleh ilmuwan di laboratorium Back Next Home
Mikroskop … Brady, James E. 1990.  General Chemistry: Principles and Structure , New York: John Wiley and Sons,  Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005.  © 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved. Bagian Mikroskop Mikroskop terdiri atas dua bagian, yaitu: bagian optik dan bagian mekanik Bagian Optik Mikroskop 1.   Lensa okuler , terletak dekat dengan mata pengamat dan berfungsi sebagai kaca pembesar  yang membentuk bayangan maya, tegak, dan  diperbesar dari bayangan yang dibentuk lensa  obyektif. 2.   Lensa Objektif , terletak dekat dengan objek  pengamatan dan berfungsi untuk membentuk  bayangan yang bersifat nyata, terbalik, dan  diperbesar. Home Back Next
Mekanik Mikroskop … 3.   Diafragma , merupakan bagian mikroskop yang mengatur banyak sedikitnya sinar yang dipantulkan cermin menuju mata pengamat. 4.   Reflektor , terdiri atas cermin datar dan cermin cekung  yang berfungsi memantulkan cahaya ke dalam lubang diafragma dan meja objektif. Cermin datar digunakan jika cahaya cukup terang, sedangkan cermin cekung digunakan jika cahaya kurang terang. b. Bagian Mekanik Mikroskop 1.   Pemutar halus (mikrometer), digunakan untuk menai-turunkan tubus secara lambat 2.  Tabung mikroskop (tubus), digunakan untuk mengatur fokus yang menghubungkan lensa okuler dan lensa objektif Home Back Next
Mekanik Mikroskop … 3.  Pemutar kasar (makrometer), digunakan untuk menaik-turunkan tubus secara cepat 4.  Lengan mikroskop, merupakan pegangan untuk membawa mikroskop 5.  Revolver, digunakan sebagai tempat meletakkan lensa objektif 6.  Meja objektif, digunakan sebagai tempat meletakkan preparat (sediaan benda yang akan diamati) 7.  Penjepit objek, digunakan untuk menjepit gelas preparat agar tidak mudah tergeser. 8.  Kondensor, digunakan untuk mengumpulkan cahaya yang digunakan menerangi preparat. 9.  Sekerup (engsel inklinasi), digunakan untuk mengubah sudut tegak lurus mikroskop 10. Kaki mikroskop, merupakan penyangga mikroskop Home Back Next
Tugas Mandiri, Berilah keterangan gambar di bawah ini! Home Back Next
Tugas Mandiri, Gambar manakah cara memegang  mikroskop yang benar! Home Back Next
Membuat Preparat … Cara membuat preparat: 1) Membuat preparat tanpa penyayatan: Conto: pada waktu pengamatan mikroorganisme  yang ada dalam air. Caranya: air yang akan diamati, diambil dengan  pipet tetes dan tempatkan pada kaca obyektif  dan tutup dengan kaca penutup, amati dengan  mikroskop. 2) Membuat preparat dengan penyayatan: Contoh: organ tubuh organisme, misalnya penam-pang daun, batang, akar, atau otot.  Caranya: menyayat organ setipis mungkin, untuk  membuat sayatan yang baik dan tipis dengan alat  yang disebut mikrotom, tetapi bila tidak  mempunyai mikrotom dapat dengan menggunakan silet yang tajam. Home Back Next
Penyebab Kecelakaan di Laboratorium Kecelakaan yang sering terjadi di laboratorium sains, dapat terjadi karena hal-hal berikut: 1.  Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang proses, alat dan bahan yang digunakan. 2.  Sedikitnya informasi dan instruksi atau supervisi yang dilakukan guru. 3.  Tidak menggunakan alat pelindung atau alat yang tepat 4.  Tidak memperhatikan instruksi atau mengabaikan aturan-aturan yang berlaku di dalam laboratorium 5.  Tidak memperhatikan sikap yang baik waktu bekerja di laboratorium. Keselamatan Kerja… Home Back Next
Usaha Pencegahan… Usaha Pencegahan Mencegah terjadinya kecelakaan di laboratorium adalah tugas setiap individu yang menggunakan laboratorium. Untuk menghidari terjadinya kecelakaan, kita harus mengetahui dan memahami hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya atau kecelakaan di dalam laboratorium. Kitapun perlu mengetahui cara pencegahan dan penanggulangan bahaya yang mungkin terjadi.  Prosedur, tata tertib dan peringatan-peringatan umum yang berlaku di dalam laboratorium, hendaknya ditaati. Semua itu merupakan suatu upaya untuk menjaga ketertiban, kelancaran dan keselamatan kerja serta mencegah terjadinya berbagai musibah atau kecelakaan di dalam laboratorium.  Home Back Next
Kecelakaan Lab… Kecelakaan dan Penanggulangan Luka akibat benda tajam (pisau, silet, jarum, pecahan kaca). Tindakan yang dapat dilakukan adalah membersihkan luka secara hati-hati, jika akibat pecahan kaca dan pada kulit terdapat pecahan kaca, gunakan pinset dan kapas steril untuk mengambilnya. Kemudian tempelkan plester berobat. Luka bakar akibat zat kimia dan panas (uap dan api). Zat kimia yang dapat menyebabkan luka bakar antara lain: asam, basa, natrium (Na) atau kalium (K), bromium (Br), dan fosfor. Tindakan yang dapat dilakukan bila kulit kita terkena percikan zat kimia tersebut adalah segera menghapus dengan kapas atau lap halus, kemudian dicuci dengan air sebanyak-banyaknya dan dikeringkan. Home Back Next
Keselamatan Kerja… Kecelakaan dan Penanggulangan ... 3. Luka pada mata akibat kemasukan zat berbahaya, misalnya zat kimia (asam, basa) dan pecahan kaca. 4. Keracunan, dapat terjadi melalui pernafasan atau karena tertelan melalui mulut. Usaha prefentif yang dilakukan adalah tidak mencoba-coba mencium atau mencicipi zat/bahan kimia beracun. 5. Shock, umumnya terjadi karena tersengat listrik. Gejala-gejala antara lain: muka pucat, pusing, pandangan kabur, dan pingsan.  Home Back Next
Keselamatan Kerja… Kecelakaan dan Penanggulangan ... 5.  Percikan dan tumpahan zat, umumnya terjadi ketika kita sedang menuangkan zat ke dalam tabung reaksi atau ketika sedang membuat dan mencampur larutan atau mengencerkan zat. Untuk menghindar-kan diri dari percikan, usahakan selalu menggunakan pakaian praktek dan gunakan pelindung mata/muka ketika sedang mengencerkan atau membuat larutan. 6.  Bahaya yang ditimbulkan oleh hewan, beberapa jenis hewan dapat membawa dan menularkan penyakit, atau dapat menimbulkan infeksi ketika menggigit. Oleh karena itu, semua hewan yang akan diamati harus diperlakukan secara hati-hati. Home Back Next
Tugas Mandiri, Cari informasi simbol di bawah ini! Home Back Next
Keselamatan Kerja… Ahmad Sholahuddin MTs. Negeri Slawi Kab. Tegal [email_address] http://sholahuddin.edublogs.org http://mtsnslawi.wordpress.com http://sainsmts.blogspot.com Back Next Home
Referensi Budi Purwanto, Arinto Nugroho,. 2008,  Eksplorasi Ilmu Alam 1, untuk Kelas VII SMP dan MTs , Solo: PT. Tiga Serangkai  Pustaka Mandiri, Teguh Sugiyarto, Eny Ismawati. 2008.  Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII SMP/MTs ,  Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Wasis, et.al. 2008.  Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam: Sekolah MenengahPertama/Madrasah  Tsanawiyah Kelas VII Edisi 4 . Jakarta:  Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Anni Winarsih, 2008.  IPA Terpadu: SMP/MTs Kelas VII,  Jakarta:  Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Eka Purjiyanta, 2007.  IPA Terpadu untuk SMP Kelas VII   . Jakarta: Erlangga Home Back Next

Keselamatan kerja

  • 1.
    Start… Created By: A. SHOLAHUDDIN, MTsN Slawi Bahan Ajar IPA Kelas 7 MTs/SMP PENGAMATAN GEJALA ALAM DAN KESELAMATAN KERJA Sumber Pembelajaran Mandiri (SPM)
  • 2.
    Memahami gejala-gejala alammelalui pengamatan Menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejala-gejala kehidupan. Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala alam. Standar Kompetensi… Kompetensi Dasar… SK/KD … Back Next Home
  • 3.
    Mampu melaksanakan pengamatanobjek melalui langkah-langkah terencana dan sistematis. Mampu melakukan pengamatan dan memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik Mampu mengenal bagian-bagian mikroskop Mampu menggunakan mikroskop dengan benar Mampu menggunakan alat dan bahan secara aman Mampu mendeskripsikan bahan-bahan yang berbahaya Mampu mengidentifikasi simbol-simbol keselamatan kerja Indikator… Indikator … Back Next Home
  • 4.
    Tujuan Pembelajara… PengamatanGejala Alam… Lup dan Mikroskop… Keselamatan Kerja… Evaluasi… Standar Kompetensi… Daftar Isi Penulis Referensi Back Next
  • 5.
    Pengamatan Gejala Alam… Ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat dan memiliki berbagai macam bentuk dan cabang. Perkembangan yang pesat ini berawal dari dorongan rasa ingin tahu para ilmuwan untuk mengamati gejala alam di sekitarnya. Pernahkah kamu mengamati gejala alam yang terjadi disekitarmu?. Pengamatan adalah suatu proses untuk mengenal sesutu dengan memperhatikan suatu objek atau peristiwa. Pengamatan digunakan untuk menemukan informasi atau pengetahuan dari objek/peristiwa yang diamati. Pengamatan dapat dilakukan dengan menggunakan alat indera penglihat, pembau, pendengar, pengecap dan peraba. Agar memperoleh data pengamatan yang lebih lengkap dan teliti, dapat digunakan alat bantu tertentu, misalnya: lup, mikroskop, dan lain sebagainya. Coba sebutkan peralatan lain yang dapat membantu kegiatan pengamatan? Back Next Home
  • 6.
    Metode Ilmiah… Kegiatanpengamatan akan berhasi dengan baik jika pelaksanaannya menggunakan langkah dan metode yang sistematis dan terencana, yakni menggunakan metode ilmiah. Metode ilmiah adalah suatu metode/cara kerja yang ditempuh ilmuwan dalam memecahkan suatu masalah dengan menggunakan tahap-tahap tertentu secara sistematis, teratur dan terencana. Langkah-langkah metode ilmiah: 1. Menemukan masalah dan merumuskan masalah. 2. Mengumpulkan keterangan untuk memecahkan masalah. Teguh Sugiyarto , Eny Ismawati , 2008, Ilmu P engetahuan A lam , Kelas VII SMP/MTs , Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Back Next Home
  • 7.
    3. Menyusun dugaanatau hipotesa untuk memperoleh jawaban sementara. 4. Menguji dugaan dengan mengadakan percobaan atau eksperimen. 5. Menarik kesimpulan. 6. Menguji kesimpulan dengan mengulang percobaan. Sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh seorang pengamat antara lain: memiliki rasa ingin tahu, ulet, tekun, teliti, jujur, dan objektif / terbuka . Metode Ilmiah… Back Next Home
  • 8.
    Dalam upaya mengungkaprahasia kehidupan orga - nisme, beberapa peralatan dan teknik digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan alam. Lup dan mikroskop misalnya , digunakan untuk mengamati dengan jelas bagian-bagian tubuh yang kecil dari cacing dan nyamuk atau mikro organisme seperti: bakteri, amoeba, paramecium dan lain sebagainya . Coba siapa yang tahu apakah mikroorganisme itu? Lup … Lup (kaca pembesar) Lup merupakan lensa positip , digunakan untuk mengamati benda-benda kecil agar tampak lebih besar dan jelas. Misal: memperjelas jumlah ruas garis dan letak stigma cacing. Apakah stigma itu? 2. Mikroskop Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk mengamati benda atau makhluk hidup yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang. Back Next Home
  • 9.
    Mikroskop … Brady,James E. 1990. General Chemistry: Principles and Structure , New York: John Wiley and Sons, Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005. © 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved. Macam Mikroskop 1. Mikroskop siswa. Mikroskop jenis ini hanya digunakan untuk mengamati objek dalam dua dimensi. Memiliki perbesaran maksimum 200 kali dan 1000 kali dan digunakan oleh siswa tingkat SMP dan SMA. 2. Mikroskop stereo, Mikroskop ini digunakan untuk siswa SLTA dan perguruang tinggi. Memiliki perbesaran mencapai 20 kali, tetapi dapat digunakan untuk mengamati obyek dalam tiga dimensi 3. Mikroskop elektron, hanya digunakan oleh ilmuwan di laboratorium Back Next Home
  • 10.
    Mikroskop … Brady,James E. 1990. General Chemistry: Principles and Structure , New York: John Wiley and Sons, Microsoft ® Encarta ® Reference Library 2005. © 1993-2004 Microsoft Corporation. All rights reserved. Bagian Mikroskop Mikroskop terdiri atas dua bagian, yaitu: bagian optik dan bagian mekanik Bagian Optik Mikroskop 1. Lensa okuler , terletak dekat dengan mata pengamat dan berfungsi sebagai kaca pembesar yang membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari bayangan yang dibentuk lensa obyektif. 2. Lensa Objektif , terletak dekat dengan objek pengamatan dan berfungsi untuk membentuk bayangan yang bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Home Back Next
  • 11.
    Mekanik Mikroskop …3. Diafragma , merupakan bagian mikroskop yang mengatur banyak sedikitnya sinar yang dipantulkan cermin menuju mata pengamat. 4. Reflektor , terdiri atas cermin datar dan cermin cekung yang berfungsi memantulkan cahaya ke dalam lubang diafragma dan meja objektif. Cermin datar digunakan jika cahaya cukup terang, sedangkan cermin cekung digunakan jika cahaya kurang terang. b. Bagian Mekanik Mikroskop 1. Pemutar halus (mikrometer), digunakan untuk menai-turunkan tubus secara lambat 2. Tabung mikroskop (tubus), digunakan untuk mengatur fokus yang menghubungkan lensa okuler dan lensa objektif Home Back Next
  • 12.
    Mekanik Mikroskop …3. Pemutar kasar (makrometer), digunakan untuk menaik-turunkan tubus secara cepat 4. Lengan mikroskop, merupakan pegangan untuk membawa mikroskop 5. Revolver, digunakan sebagai tempat meletakkan lensa objektif 6. Meja objektif, digunakan sebagai tempat meletakkan preparat (sediaan benda yang akan diamati) 7. Penjepit objek, digunakan untuk menjepit gelas preparat agar tidak mudah tergeser. 8. Kondensor, digunakan untuk mengumpulkan cahaya yang digunakan menerangi preparat. 9. Sekerup (engsel inklinasi), digunakan untuk mengubah sudut tegak lurus mikroskop 10. Kaki mikroskop, merupakan penyangga mikroskop Home Back Next
  • 13.
    Tugas Mandiri, Berilahketerangan gambar di bawah ini! Home Back Next
  • 14.
    Tugas Mandiri, Gambarmanakah cara memegang mikroskop yang benar! Home Back Next
  • 15.
    Membuat Preparat …Cara membuat preparat: 1) Membuat preparat tanpa penyayatan: Conto: pada waktu pengamatan mikroorganisme yang ada dalam air. Caranya: air yang akan diamati, diambil dengan pipet tetes dan tempatkan pada kaca obyektif dan tutup dengan kaca penutup, amati dengan mikroskop. 2) Membuat preparat dengan penyayatan: Contoh: organ tubuh organisme, misalnya penam-pang daun, batang, akar, atau otot. Caranya: menyayat organ setipis mungkin, untuk membuat sayatan yang baik dan tipis dengan alat yang disebut mikrotom, tetapi bila tidak mempunyai mikrotom dapat dengan menggunakan silet yang tajam. Home Back Next
  • 16.
    Penyebab Kecelakaan diLaboratorium Kecelakaan yang sering terjadi di laboratorium sains, dapat terjadi karena hal-hal berikut: 1. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang proses, alat dan bahan yang digunakan. 2. Sedikitnya informasi dan instruksi atau supervisi yang dilakukan guru. 3. Tidak menggunakan alat pelindung atau alat yang tepat 4. Tidak memperhatikan instruksi atau mengabaikan aturan-aturan yang berlaku di dalam laboratorium 5. Tidak memperhatikan sikap yang baik waktu bekerja di laboratorium. Keselamatan Kerja… Home Back Next
  • 17.
    Usaha Pencegahan… UsahaPencegahan Mencegah terjadinya kecelakaan di laboratorium adalah tugas setiap individu yang menggunakan laboratorium. Untuk menghidari terjadinya kecelakaan, kita harus mengetahui dan memahami hal-hal yang dapat menimbulkan bahaya atau kecelakaan di dalam laboratorium. Kitapun perlu mengetahui cara pencegahan dan penanggulangan bahaya yang mungkin terjadi. Prosedur, tata tertib dan peringatan-peringatan umum yang berlaku di dalam laboratorium, hendaknya ditaati. Semua itu merupakan suatu upaya untuk menjaga ketertiban, kelancaran dan keselamatan kerja serta mencegah terjadinya berbagai musibah atau kecelakaan di dalam laboratorium. Home Back Next
  • 18.
    Kecelakaan Lab… Kecelakaandan Penanggulangan Luka akibat benda tajam (pisau, silet, jarum, pecahan kaca). Tindakan yang dapat dilakukan adalah membersihkan luka secara hati-hati, jika akibat pecahan kaca dan pada kulit terdapat pecahan kaca, gunakan pinset dan kapas steril untuk mengambilnya. Kemudian tempelkan plester berobat. Luka bakar akibat zat kimia dan panas (uap dan api). Zat kimia yang dapat menyebabkan luka bakar antara lain: asam, basa, natrium (Na) atau kalium (K), bromium (Br), dan fosfor. Tindakan yang dapat dilakukan bila kulit kita terkena percikan zat kimia tersebut adalah segera menghapus dengan kapas atau lap halus, kemudian dicuci dengan air sebanyak-banyaknya dan dikeringkan. Home Back Next
  • 19.
    Keselamatan Kerja… Kecelakaandan Penanggulangan ... 3. Luka pada mata akibat kemasukan zat berbahaya, misalnya zat kimia (asam, basa) dan pecahan kaca. 4. Keracunan, dapat terjadi melalui pernafasan atau karena tertelan melalui mulut. Usaha prefentif yang dilakukan adalah tidak mencoba-coba mencium atau mencicipi zat/bahan kimia beracun. 5. Shock, umumnya terjadi karena tersengat listrik. Gejala-gejala antara lain: muka pucat, pusing, pandangan kabur, dan pingsan. Home Back Next
  • 20.
    Keselamatan Kerja… Kecelakaandan Penanggulangan ... 5. Percikan dan tumpahan zat, umumnya terjadi ketika kita sedang menuangkan zat ke dalam tabung reaksi atau ketika sedang membuat dan mencampur larutan atau mengencerkan zat. Untuk menghindar-kan diri dari percikan, usahakan selalu menggunakan pakaian praktek dan gunakan pelindung mata/muka ketika sedang mengencerkan atau membuat larutan. 6. Bahaya yang ditimbulkan oleh hewan, beberapa jenis hewan dapat membawa dan menularkan penyakit, atau dapat menimbulkan infeksi ketika menggigit. Oleh karena itu, semua hewan yang akan diamati harus diperlakukan secara hati-hati. Home Back Next
  • 21.
    Tugas Mandiri, Cariinformasi simbol di bawah ini! Home Back Next
  • 22.
    Keselamatan Kerja… AhmadSholahuddin MTs. Negeri Slawi Kab. Tegal [email_address] http://sholahuddin.edublogs.org http://mtsnslawi.wordpress.com http://sainsmts.blogspot.com Back Next Home
  • 23.
    Referensi Budi Purwanto,Arinto Nugroho,. 2008, Eksplorasi Ilmu Alam 1, untuk Kelas VII SMP dan MTs , Solo: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Teguh Sugiyarto, Eny Ismawati. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII SMP/MTs , Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Wasis, et.al. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam: Sekolah MenengahPertama/Madrasah Tsanawiyah Kelas VII Edisi 4 . Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Anni Winarsih, 2008. IPA Terpadu: SMP/MTs Kelas VII, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Eka Purjiyanta, 2007. IPA Terpadu untuk SMP Kelas VII . Jakarta: Erlangga Home Back Next