ZAMAN HINDU BUDDHA
DI INDONESIA
Disusun Oleh :
Kelompok 11
1. Bani Israillatifullah
2. M. Hafidz Ghifary
3. M. Irham Triawan
Kelas : X MIPA 4
SMAN 1 Cilegon
JL. K.H.TB ISMAIL KAVLING BLOK F NO. 103
CILEGON-BANTEN
Profil sejarah
Kerajaan bali
Abad ke-8 hingga abad ke-14
Dinasti warmadewa
beserta sri kesari warmadewa
Kerajaan Bali
Nama bali sudah dikenal pada masa kekaisaran dinasti tang
di cina. Mereka menyebut bali dengan seutan po-li atau
dwa-pa-tan, yaitu sebuah negeri atau kerajaan yang terletak
di sebelah timur kerajaan holing. Disebutkan juga adat
istiadat masyarakat bali hampir sama dengan adat istiadat
masyarakat masyarakat kerajaan holing.
Sumber sejarah
1 5
2 6
3 7
4
menerangkan di bali bahwa diperintah
oleh raja sri candra bhayasiwarmadewa
menerangkan di bali di perintah oleh
raja tabananendrawarmadewa
menerangkan di bali bahwa diperintah
oleh raja sri janasadhuwarmadewa.
.
Blonjong
Kerajaannya disebut sunghamandana,
tetapi tidak diseebutkan rajanya.
Isinya tentang pemberian izin kepada
para biksu untuk membuat pertapaan di
bukit chintamani.
memakai dua huruf bahasa yaitu, huruf
nagari dengan behasa bali kuno dan
bahasa sansekerta. Prasasti itu
menyebutkan raja khesari warmadewa
dengan istananya di singadwala.
ditemukan prasasti pada masa raja
ugrasena
882 M Bali
914 M
Dekat sanur
Sanur917 M
915-942 M
962 M
955 M
975 M
KEHIDUPAN POLITIK DAN PEMERINTAH
Dari prasasti-prasasti diatas juga
dapat diketahui pengganti
khesari warmadewa adalah
ugrasena (915-942 M).
Setelah mangkat raja ugrasena
dicandikan di air madatu.
Penggantinya adalah jaya singha
warmadewa (967-975 M).
Penggantinya adalah jayasadhu
(975-983 M). Pada tahun 983 M
digantikan oleh raja perempuan
bernama maharaja sri wijaya
mahadewi.
Setelah itu, digantikan oleh
seorang raja dari keluarga
warmadewa, yaitu dharmodayana
(udayana).
Struktur pemerintahan pada masa udayana
Raja sebagai pemegang
kekuasaan tertinggi.
Badan penasihat pusat
(pakirakiran i jro
makabehan)yang
memberikan pertimbangan-
pertimbangan kepada raja
tentang permasalahan
penting. Badan penasihat
ini terdiri dari nenerapa
orang senapati dan
beberapa orang pendeta
hindu-siwa yang disebut
dang acarya, sedangkan
golongan pendeta agama
buddha bergelar dang
upadhyana.
Pegawai-pegawai
kerajaan yang tergolong
pegawai tinggi,
menengah dan rendah
yang membantu raja
mengurus bidang-bidang
pemerintahan.
Kehidupan sosial budaya masyarakat
Tempat Tinggal
Masyarakat bali kuno umumnya hidup
dalam suatu kelompok di suatu daerah
(wanua). Sebagian besar dari mereka
hidup dengan bercocok tanam.
Penduduk desa juga melakukan
kebaktian agama dengan baik. Kutukan
merupakan sesuatu yang ditakuti oleh
masyarakat. Lebih-lebih jika diucapkan
oleh pendeta yang mengatasnamakan
raja seperti yang biasa ada pada
bagian penutup prasasti.
Masyarakat bali dibagi menjadi
dua kelompok besar yaitu
golongan catur warna (empat
kasta) dan golongan luar kasta.
Disamping itu peraturan-
peraturan mengenai perkawinan,
perbudakan, kematian, pencurian
dan lain sebagainya diatur dengan
baik.
Pembagian KastaTempat Tinggal
Sejak zaman dahulu masyarakat
bali umumnya hidup bercocok
tanam dan memelihara hewan
ternak antara lain itik, kambing,
kerbau, sapi, anjing. Agaknya
binatang yang paling berharga
pada waktu itu adalah jaran atau
asba (kuda) karena kuda dapat
membawa barang-barang dengan
mudah dan melintasi deretan
pegunungan yang membatasi
daerah bali utara dan bali selatan.
Bidang perdagangan pada masa itu
cukup maju. Di beberapa desa
terdapat golongan pedagang yang
disebut wanigrama (pedagang laki-
laki) dn wanigrami (pedagang
perempuan). Perdagangan antarpulau
juga berkembang. Hal itu dapat
diketahui dari prasasti julah yang
menyebutkan pedagang-pedagang
dari seberang yang datang
menggunakan kapal dan berlabuh di
manasa.
Kehidupan ekonomi
Hal yang menarik adalah setiap tindakan atau
gerak-gerik usaha penduduk selalu didikuti oleh
berbagai macam pajak atau iuran.jumlah pajak,
iuran dan denda pada zaman anak wungsu
terdapat sekitar 70 macam atau bahkan lebih.
Pajak=pajak diatur oleh raja dengan maksud
tidak memberatkan penduduk. Akan tetapi itu
menjadi persoalan karena banyak pemungut
pajak (sang mangilala drwahaji) kadang-kadang
berbuat semena-mena dengan menaikkan
jumlah pajak
Sistem pajak
Kerajaan bali muncul pada abad ke 9 yang diperintah oleh sri
kesariwarmadewa,udayana dan anak wungsu.
pada masa pemerintahan anak wungsu (1049-1077) berhasil dibangun candi
tampak siring. Pengganti anak wungsu,jaya sakti, jaya pangus, dan bedahulu
adalah raja lemah dan akhirnya ditaklukan oleh gajah mada dalam meluaskan
kerajaan majapahit.
tahun 915 raja bali ugranesa berhasil membangun kerajaan bali dan berkembang serta menjalin
persahabatan mataram, dan ditandai perkawinan udayanawamadewa(956-1022) kawin dengan putri
makutawangsa whardana yang bernama mahendrata, hubungan berlanjut setelah petra udayana
yang bernama airlangga menikah dengan puutri darmawangsa tguh sampai akhirnya terjadi
peralaya 1016. karena diserang oleh raja wurawari dari wengker yang merupakan sekutu sriwijaya.
kesimpulan
 Sekian dan terima kasih

Ppt 3 kerajaan bali

  • 1.
  • 2.
    Disusun Oleh : Kelompok11 1. Bani Israillatifullah 2. M. Hafidz Ghifary 3. M. Irham Triawan Kelas : X MIPA 4 SMAN 1 Cilegon JL. K.H.TB ISMAIL KAVLING BLOK F NO. 103 CILEGON-BANTEN
  • 3.
    Profil sejarah Kerajaan bali Abadke-8 hingga abad ke-14 Dinasti warmadewa beserta sri kesari warmadewa
  • 4.
    Kerajaan Bali Nama balisudah dikenal pada masa kekaisaran dinasti tang di cina. Mereka menyebut bali dengan seutan po-li atau dwa-pa-tan, yaitu sebuah negeri atau kerajaan yang terletak di sebelah timur kerajaan holing. Disebutkan juga adat istiadat masyarakat bali hampir sama dengan adat istiadat masyarakat masyarakat kerajaan holing.
  • 5.
    Sumber sejarah 1 5 26 3 7 4 menerangkan di bali bahwa diperintah oleh raja sri candra bhayasiwarmadewa menerangkan di bali di perintah oleh raja tabananendrawarmadewa menerangkan di bali bahwa diperintah oleh raja sri janasadhuwarmadewa. . Blonjong Kerajaannya disebut sunghamandana, tetapi tidak diseebutkan rajanya. Isinya tentang pemberian izin kepada para biksu untuk membuat pertapaan di bukit chintamani. memakai dua huruf bahasa yaitu, huruf nagari dengan behasa bali kuno dan bahasa sansekerta. Prasasti itu menyebutkan raja khesari warmadewa dengan istananya di singadwala. ditemukan prasasti pada masa raja ugrasena 882 M Bali 914 M Dekat sanur Sanur917 M 915-942 M 962 M 955 M 975 M
  • 6.
    KEHIDUPAN POLITIK DANPEMERINTAH Dari prasasti-prasasti diatas juga dapat diketahui pengganti khesari warmadewa adalah ugrasena (915-942 M). Setelah mangkat raja ugrasena dicandikan di air madatu. Penggantinya adalah jaya singha warmadewa (967-975 M). Penggantinya adalah jayasadhu (975-983 M). Pada tahun 983 M digantikan oleh raja perempuan bernama maharaja sri wijaya mahadewi. Setelah itu, digantikan oleh seorang raja dari keluarga warmadewa, yaitu dharmodayana (udayana).
  • 7.
    Struktur pemerintahan padamasa udayana Raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Badan penasihat pusat (pakirakiran i jro makabehan)yang memberikan pertimbangan- pertimbangan kepada raja tentang permasalahan penting. Badan penasihat ini terdiri dari nenerapa orang senapati dan beberapa orang pendeta hindu-siwa yang disebut dang acarya, sedangkan golongan pendeta agama buddha bergelar dang upadhyana. Pegawai-pegawai kerajaan yang tergolong pegawai tinggi, menengah dan rendah yang membantu raja mengurus bidang-bidang pemerintahan.
  • 8.
    Kehidupan sosial budayamasyarakat Tempat Tinggal Masyarakat bali kuno umumnya hidup dalam suatu kelompok di suatu daerah (wanua). Sebagian besar dari mereka hidup dengan bercocok tanam. Penduduk desa juga melakukan kebaktian agama dengan baik. Kutukan merupakan sesuatu yang ditakuti oleh masyarakat. Lebih-lebih jika diucapkan oleh pendeta yang mengatasnamakan raja seperti yang biasa ada pada bagian penutup prasasti. Masyarakat bali dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu golongan catur warna (empat kasta) dan golongan luar kasta. Disamping itu peraturan- peraturan mengenai perkawinan, perbudakan, kematian, pencurian dan lain sebagainya diatur dengan baik. Pembagian KastaTempat Tinggal
  • 9.
    Sejak zaman dahulumasyarakat bali umumnya hidup bercocok tanam dan memelihara hewan ternak antara lain itik, kambing, kerbau, sapi, anjing. Agaknya binatang yang paling berharga pada waktu itu adalah jaran atau asba (kuda) karena kuda dapat membawa barang-barang dengan mudah dan melintasi deretan pegunungan yang membatasi daerah bali utara dan bali selatan. Bidang perdagangan pada masa itu cukup maju. Di beberapa desa terdapat golongan pedagang yang disebut wanigrama (pedagang laki- laki) dn wanigrami (pedagang perempuan). Perdagangan antarpulau juga berkembang. Hal itu dapat diketahui dari prasasti julah yang menyebutkan pedagang-pedagang dari seberang yang datang menggunakan kapal dan berlabuh di manasa. Kehidupan ekonomi
  • 10.
    Hal yang menarikadalah setiap tindakan atau gerak-gerik usaha penduduk selalu didikuti oleh berbagai macam pajak atau iuran.jumlah pajak, iuran dan denda pada zaman anak wungsu terdapat sekitar 70 macam atau bahkan lebih. Pajak=pajak diatur oleh raja dengan maksud tidak memberatkan penduduk. Akan tetapi itu menjadi persoalan karena banyak pemungut pajak (sang mangilala drwahaji) kadang-kadang berbuat semena-mena dengan menaikkan jumlah pajak Sistem pajak
  • 11.
    Kerajaan bali munculpada abad ke 9 yang diperintah oleh sri kesariwarmadewa,udayana dan anak wungsu. pada masa pemerintahan anak wungsu (1049-1077) berhasil dibangun candi tampak siring. Pengganti anak wungsu,jaya sakti, jaya pangus, dan bedahulu adalah raja lemah dan akhirnya ditaklukan oleh gajah mada dalam meluaskan kerajaan majapahit. tahun 915 raja bali ugranesa berhasil membangun kerajaan bali dan berkembang serta menjalin persahabatan mataram, dan ditandai perkawinan udayanawamadewa(956-1022) kawin dengan putri makutawangsa whardana yang bernama mahendrata, hubungan berlanjut setelah petra udayana yang bernama airlangga menikah dengan puutri darmawangsa tguh sampai akhirnya terjadi peralaya 1016. karena diserang oleh raja wurawari dari wengker yang merupakan sekutu sriwijaya. kesimpulan
  • 12.
     Sekian danterima kasih