Kematian Jantung Mendadak:
Bagaimana mencegahnya?
Mohammad Saifur Rohman, dr SpJP. PhD
Interventional cardiologist
Lab. Kardiologi dan Kedokteran Vaskular
FK UNIBRAW/RSUD Dr. Saiful Anwar
Malang
Kematian Jantung Mendadak?
Kematian Jantung Mendadak
• Sudden death defined as natural, unexpected, death
within one hour of the onset of symptoms and
subsequent cardiac arrest
• Sudden cardiac death is a public health concept
incorporating the features of natural, rapid,
and unexpected.
• Insiden (bbrp penelitian seluruh dunia):
– 1 – 3/100,000 (1-35 tahun)
– 10-75/100,000 (35-64 tahun)
http://en.wikipedia.org/wiki/Sudden_cardiac_death
Jantung berhenti mendadak?
• Terjadi tiba tiba dan sering tanpa warning.
• Malfungsi listrik jantung yang menyebabkan bilik jantung
(ventrikel) bergetar sangat cepat dan menggangu fungsi
pompa jantung
• Jantung tidak dapat memompa darah ke otak, paru dan organ
tubuh lainnya
• Tidak sadar dan nadi tidak teraba
• Kematian terjadi dalam beberapa menit jika tidak segera di
atasi
Kewaspadaan terhadap Kematian Mendadak
Gejala dan tanda sbg peringatan adanya henti antung mendadak
• Pingsan atau mau pingsan (terutama saat latihan)
• Pusing
• Lelah/lemah yang tidak biasanya
• Sakit dada
• Sesak nafas
• Mual/muntah
• Berdebar
• Riwayat keluarga meninggal mendadak
Kewaspadaan terhadap Kematian Mendadak
Kematian Jantung Mendadak
Di Lingkup Militer ?
Fakta di Amerika
• 126 kematian mendadak non-traumatic terjadi diantara 6.3 juta
tentara (0.002%) berusia 18-35 tahun (1977-2001)
• 86 % berhubungan dengan latihan
• Study autopsi : 51% disebabkan kelainan anatomi;
• Penebalan otot jantung yang dapat menghambat aliran darah
• keluar jantung saat latihan berat (hypertrophic cardiomyopathy)
• Arteri koroner yang abnormal,
• Keradangan otot jantung
• Berdasarkan catatan rekam medis tidak ditemukan kelainan struktur
saat pemeriksaan fisik maupun dengan echochardiografi (USG
jantung): Tidak terdeteksi saat skrening kesehatan
Ann Intern Med. 2004;141:829-834
Ann Intern Med. 2004;141:829-834
Apa Penyebab
Kematian Jantung Mendadak?
Penyebab Kematian Jantung Mendadak
pada Atlit yang Sedang Bertanding
Zipes D, Wellens H. Circulation 1998;98:2334-2351
Copyright © American Heart Association
Penyakit Jantung Koroner (PJK)
Penyebab Kematian Jantung Mendadak
• >35 tahun
– Penyakit Jantung koroner
• < 35 tahun
– Cardiomyopathies (Kelainan otot jantung)
– Congenital Heart Disease (Lubang di jantung, bayi biru)
– ‘Structurally Normal Heart’ (kelainan saluran ion,
gangguan listrik jantung)
– Anomalous coronaries (arteri koroner keluar tidak pada
tempatnya)
– Myocarditis (infeksi atau keradangan otot jantung)
Penyebab Kematian Jantung Mendadak
< 35 dan ≥ 35 Tahun
Penyakit Jantung Koroner
Indonesia?
Kata Kunci
• Usia
• Faktor Resiko Penyakit Jantung :
• Muda (<35 tahun); Penyakit Bawaan Lahir, Infeksi
• Tua (≥35 tahun): Penyakit jantung koroner, (serangan
jantung) Penyakit jantung katup dan degeneratif
• Faktor Pencetus pada individu yang mempunyai
resiko
Penyakit Jantung Koroner Di Indonesia
• Rata-rata usia pasien serangan jantung di Indonesia lebih muda
dibandingkan Amerika dan Eropa1,2
• 40% pasien yang datang dengan diagnosa serangan jantung
berusia < 40 tahun; merokok dan mempunyai faktor resiko
keluarga2
• Faktor resiko keluarga3 :
• Ayah terkena serangan jantung pertama kali atau meninggal
mendadak sebelum usia 55 tahun
• Ibu terkena serangan jantung pertama kali atau meninggal
mendadak sebelum usia 65 tahun
• Era globalisasi dan kemajuan teknologi :Makanan cepat saji
tinggi kalori dan kurangnya gerakan fisik (sedentary) 
Penyakit Metabolik PJK.4
1. Smolina K, et al. BMJ 2012; 344:d8059.
2. Mohammad Saifur Rohman, et al. InaSH V abstract book; 2011: 20
3. http://www.framinghamheartstudy.org/
4. Deedwania PC. Circulation 2004: 109; 2-4.
Penyakit Jantung Koroner (PJK)
Serangan Jantung
Penyebab Utama Kematian
jantung mendadak
Serangan Jantung = Infark Miokard Akut
(IMA)
• Serangan jantung terjadi ketika terdapat sumbatan
akut di pembuluh darah koroner jantung.
Cannon CP, Braunwald E. Braunwald ‘s Heart Disease: A Texbook of
Cardiovascular Medicine. 9th ed. ;2011:chap .56
Kemungkinan IMA Pagi Hari
Internal :
• Aktifasi Simpatis
• Trombosis-Fibrinolisis
• Nilai ambang iskemik <
Eksternal
• Bangun Tidur
Ridker dkk. : Puncak 4 pagi
Internal :
• Respon Simpatis >
• Platelet Agregasi >
Eksternal
• Aktifitas Sedang-Berat (2 jam)
Krant dkk. : Respon Iskemi Pagi >
Parker JD. et al.Circulation. 1994 ;89:604-614; Krant et al.Circulation 1996; 93: 1364-1371; Ridker PM et al. Circulation 1990; 82: 897-902.
Istirahat Aktifitas
Rohman MS. The World Congress of Cardiology Scientific Sessions 2012 abstract book; 2012: 67-68.
Pagi hari - Peningkatan (2)
Aktifitas sistem simpatis
Kadar kortisol
Tekanan darah
Laju jantung
Sistem koagulasi
Agregasi platelet
Vasomotor koroner
Penurunan Fibrinolisis
(Faktor Risiko Akut)
Ambang iskemik turun (3)
IMA
Saat Istirahat
Usia, sex, DM,
HT, FH,
Perokok,
Terapi (4)
% ruptur meningkat pada awitan jam 6.00-
12.00 (2)
1. Guo YF, et al.. Am Heart J. 2003; 145: 779-786.
2. Tanaka A, et al. Am J Cardiol 2004; 93:1-5.
3. Parker JD. Et al Circulation. 1994 89:604-614.
4. Hjalmarson A, et al. Circulation 1989; 80; 267-275.
Faktor Pencetus :
Aktifitas sedang – berat Pagi hari - Peningkatan (2-4) :
Aktifitas sistem simpatis >>
Kadar kortisol >
Tekanan darah >
Laju jantung >
Agregasi platelet >
Vasomotor koroner >
Diagnosis IMA
Diagnosa AMI ditegakkan apabila min. memenuhi 2 dari kriteria:
1. Gejala Ischemic (nyeri dada):
• Sifat : Berat/ tertindih (pressure, tightness, or heaviness,
strangling, constricting, or compression), Panas
(burning) ; Masuk angin, Sesak,”maag”
• Lokasi: Di dada kiri/tengah tidak bisa ditunjuk
• Penjalaran : ke bahu/lengan, leher, dagu,
• belakang,perut bagian atas
• Lama : 5-30’
• Pencetus :aktifitas/stres/dingin
• Berkurang: Nitrat/Istirahat
• Tidak khas: Pingsan/kejang/tidak sadar/berdebar
2. Perubahan EKG
3. Kenaikan/penurunan : Troponin T/I
1. Timbul pertama pada aktifitas
ringan sehari-hari
2. Saat istirahat > 20 menit
3. Perburukan derajat nyeri
Kristian T, et al.European heart journal 2012; 33:2551-2567.
Pola Penyebaran Nyeri Dada
Siapa yang Mempunyai Resiko IMA
• Perokok
• Diabetes Mellitus
• Dislipidemia (Kolesterol LDL tinggi dan/ kolesterol HDL
rendah)
• Hipertensi
• Obesitas (Lingkar perut laki laki<90 cm, wanita <80)
• Jarang berolah raga
• Stres tinggi
• Menopause
• Riwayat Keluarga
• Usia
• Sex : Laki muda> wanita muda
http://www.mayoclinic.com/health/coronary-artery-disease/DS00064/DSECTION=risk-factors
Perbaiki
Pola Hidup
Apa Pencetus
Kematian Jantung Mendadak?
Faktor Pencetus pada Individu yang
Mempunyai Resiko
• Populasi muda: aktifitas sport meningkatkan resiko 2.5 x
• Populasi lebih tua:yang terbiasa olah raga: olah raga berat
meningkatkan resiko 5x
• Populasi lebih tua jarang berolah raga: olah raga berat
meningkatkan resiko 56 x
• Resiko meningkat pada jam pertama setelah latihan
• Tergantung tingkat kebugaran:
• Sedentary – 107 X
Exercise: 1 – 2 X/minggu – 19.4 X
3 – 4 X/minggu – 8.6 X
4 – 5 X/minggu – 2.4 X
(NEJM 1984)
Pengaruh Latihan Teratur pada Penurunan
Kematian Mendadak
• Resiko kematian jantung mendadak yg berhubungan dengan
latihan sedang sampai berat : sangat kecil (1/ 36.5 juta jam
latihan).
• Kebiasaan latihan sedang sampai berat menurun resiko
kematian mendadak secara signifikan dan tidak terlihat sama
sekali pada orang yang latihan 2 jam atau lebih per minggu).
Pencegahan
Kematian Jantung Mendadak?
Strategi Pencegahan
• Jaga kebugaran fisik dengan aktifitas teratur selama 30 menit
atau lebih dengan intensitas sedang seperti jalan cepat minimal
5 hari/ minggu
• Skrening sebelum ikut latihan
• Pasien dengan rsiko tinggi jangan diikutkan pada aktifitas
berat tertentu
• Evaluasi dengan teliti kemungkinan keluhan/tanda
Tes Tambahan pada Populasi Tertentu
American Heart Assoc. Guidelines:
exercise ECG screening test (Treadmill)
Laki > 40-45 tahun
Wanita > 50-55 tahun (postmenopausal)
Dengan 1 faktor resiko jantung koroner:
Hypercholesterolemia atau dyslipidemia (HDL rendah atau
LDL tinggi)
Hipertensi
Perokok
Diabetes mellitus
Riwayat keluarga IMA atau SCD.
Teliti dalam skrening Kesehatan
• Anamnesis adanya keluhan tidak enak di dada, berdebar, sesak
nafas, pingsan, lemas
• Tidak ada keluhan belum tentu sehat (apabila jantung belum
pernah di pakai optimal)
• Teliti adanya faktor resiko jantung koroner yang lain pada
perokok, hipertensi
• Tanyakan Riwayat keluarga kematian mendadak
• EKG treadmil pada pasien usia diatas 45 dengan faktor resiko
satu atau lebih
• Echocardiography kalau perlu
Kesulitan Skrening
• Angka kejadian yang kecil : tidak efektif
• Kuisioner :
– Riwayat keluarga mungkin tidak diketahui
– Tanda dan gejala tidak dikenali atau diremehkan
• Pemeriksaan fisik:
– Kadang tidak terdengar suara kelainan jantung
• ECG
– Tidak bisa menemukan kelaian koroner bawaan
– Perubahan kadang sangat minimal shg sulit terlihat
Keuntungan Skrening ECG
– Dapat mengidentifikasi gangguan irama atau prediksa
kematian mendadak pada penyakit tertentu : Long QT,
Wolf-Parkinson White, Brugada dll.
– Dapat mendiagnosa PJK
– Dapat mendiagnosa gangguan irama yang tidak teratur dll
– ECG saat latihan (treadmill): skrening efektif untuk
mengetahui PJK, gangguan irama saat latihan
Managemen pada Pasien dengan Resiko
• Hindari latihan yang sangat berat atau sport yang
memicu adrenalin (lomba)
• Recreational sport (teratur dan terukur)
• Minum obat secara teratur
• Ubah pola hidup: pola makan, pola stres
• Observasi teratur tanda dan gejala
• Pasang ICD (implantable cardioverter-defibrillator)
untuk mencegah kematian mendadak karena
gangguan irama jantung
Apa yang harus di lakukan bila Ada
henti jantung?
• Cepat dilakukan pijat
jantung : kedalam 5
cm, kecepatan>
100x/m
• 30 x Pijat: 2 x bantu
nafas
• Evaluasi pulse setiap
2 menit/sampai nafas
spontan
• Berikan kejut listrik
memakai AED
Terima Kasih

Kematian Jantung Mendadak.ppt

  • 1.
    Kematian Jantung Mendadak: Bagaimanamencegahnya? Mohammad Saifur Rohman, dr SpJP. PhD Interventional cardiologist Lab. Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UNIBRAW/RSUD Dr. Saiful Anwar Malang
  • 2.
  • 3.
    Kematian Jantung Mendadak •Sudden death defined as natural, unexpected, death within one hour of the onset of symptoms and subsequent cardiac arrest • Sudden cardiac death is a public health concept incorporating the features of natural, rapid, and unexpected. • Insiden (bbrp penelitian seluruh dunia): – 1 – 3/100,000 (1-35 tahun) – 10-75/100,000 (35-64 tahun) http://en.wikipedia.org/wiki/Sudden_cardiac_death
  • 4.
    Jantung berhenti mendadak? •Terjadi tiba tiba dan sering tanpa warning. • Malfungsi listrik jantung yang menyebabkan bilik jantung (ventrikel) bergetar sangat cepat dan menggangu fungsi pompa jantung • Jantung tidak dapat memompa darah ke otak, paru dan organ tubuh lainnya • Tidak sadar dan nadi tidak teraba • Kematian terjadi dalam beberapa menit jika tidak segera di atasi Kewaspadaan terhadap Kematian Mendadak
  • 5.
    Gejala dan tandasbg peringatan adanya henti antung mendadak • Pingsan atau mau pingsan (terutama saat latihan) • Pusing • Lelah/lemah yang tidak biasanya • Sakit dada • Sesak nafas • Mual/muntah • Berdebar • Riwayat keluarga meninggal mendadak Kewaspadaan terhadap Kematian Mendadak
  • 6.
  • 7.
    Fakta di Amerika •126 kematian mendadak non-traumatic terjadi diantara 6.3 juta tentara (0.002%) berusia 18-35 tahun (1977-2001) • 86 % berhubungan dengan latihan • Study autopsi : 51% disebabkan kelainan anatomi; • Penebalan otot jantung yang dapat menghambat aliran darah • keluar jantung saat latihan berat (hypertrophic cardiomyopathy) • Arteri koroner yang abnormal, • Keradangan otot jantung • Berdasarkan catatan rekam medis tidak ditemukan kelainan struktur saat pemeriksaan fisik maupun dengan echochardiografi (USG jantung): Tidak terdeteksi saat skrening kesehatan Ann Intern Med. 2004;141:829-834
  • 8.
    Ann Intern Med.2004;141:829-834
  • 9.
  • 10.
    Penyebab Kematian JantungMendadak pada Atlit yang Sedang Bertanding Zipes D, Wellens H. Circulation 1998;98:2334-2351 Copyright © American Heart Association Penyakit Jantung Koroner (PJK)
  • 11.
    Penyebab Kematian JantungMendadak • >35 tahun – Penyakit Jantung koroner • < 35 tahun – Cardiomyopathies (Kelainan otot jantung) – Congenital Heart Disease (Lubang di jantung, bayi biru) – ‘Structurally Normal Heart’ (kelainan saluran ion, gangguan listrik jantung) – Anomalous coronaries (arteri koroner keluar tidak pada tempatnya) – Myocarditis (infeksi atau keradangan otot jantung)
  • 12.
    Penyebab Kematian JantungMendadak < 35 dan ≥ 35 Tahun Penyakit Jantung Koroner Indonesia?
  • 13.
    Kata Kunci • Usia •Faktor Resiko Penyakit Jantung : • Muda (<35 tahun); Penyakit Bawaan Lahir, Infeksi • Tua (≥35 tahun): Penyakit jantung koroner, (serangan jantung) Penyakit jantung katup dan degeneratif • Faktor Pencetus pada individu yang mempunyai resiko
  • 14.
    Penyakit Jantung KoronerDi Indonesia • Rata-rata usia pasien serangan jantung di Indonesia lebih muda dibandingkan Amerika dan Eropa1,2 • 40% pasien yang datang dengan diagnosa serangan jantung berusia < 40 tahun; merokok dan mempunyai faktor resiko keluarga2 • Faktor resiko keluarga3 : • Ayah terkena serangan jantung pertama kali atau meninggal mendadak sebelum usia 55 tahun • Ibu terkena serangan jantung pertama kali atau meninggal mendadak sebelum usia 65 tahun • Era globalisasi dan kemajuan teknologi :Makanan cepat saji tinggi kalori dan kurangnya gerakan fisik (sedentary)  Penyakit Metabolik PJK.4 1. Smolina K, et al. BMJ 2012; 344:d8059. 2. Mohammad Saifur Rohman, et al. InaSH V abstract book; 2011: 20 3. http://www.framinghamheartstudy.org/ 4. Deedwania PC. Circulation 2004: 109; 2-4.
  • 15.
    Penyakit Jantung Koroner(PJK) Serangan Jantung Penyebab Utama Kematian jantung mendadak
  • 16.
    Serangan Jantung =Infark Miokard Akut (IMA) • Serangan jantung terjadi ketika terdapat sumbatan akut di pembuluh darah koroner jantung. Cannon CP, Braunwald E. Braunwald ‘s Heart Disease: A Texbook of Cardiovascular Medicine. 9th ed. ;2011:chap .56
  • 17.
    Kemungkinan IMA PagiHari Internal : • Aktifasi Simpatis • Trombosis-Fibrinolisis • Nilai ambang iskemik < Eksternal • Bangun Tidur Ridker dkk. : Puncak 4 pagi Internal : • Respon Simpatis > • Platelet Agregasi > Eksternal • Aktifitas Sedang-Berat (2 jam) Krant dkk. : Respon Iskemi Pagi > Parker JD. et al.Circulation. 1994 ;89:604-614; Krant et al.Circulation 1996; 93: 1364-1371; Ridker PM et al. Circulation 1990; 82: 897-902. Istirahat Aktifitas Rohman MS. The World Congress of Cardiology Scientific Sessions 2012 abstract book; 2012: 67-68.
  • 18.
    Pagi hari -Peningkatan (2) Aktifitas sistem simpatis Kadar kortisol Tekanan darah Laju jantung Sistem koagulasi Agregasi platelet Vasomotor koroner Penurunan Fibrinolisis (Faktor Risiko Akut) Ambang iskemik turun (3) IMA Saat Istirahat Usia, sex, DM, HT, FH, Perokok, Terapi (4) % ruptur meningkat pada awitan jam 6.00- 12.00 (2) 1. Guo YF, et al.. Am Heart J. 2003; 145: 779-786. 2. Tanaka A, et al. Am J Cardiol 2004; 93:1-5. 3. Parker JD. Et al Circulation. 1994 89:604-614. 4. Hjalmarson A, et al. Circulation 1989; 80; 267-275. Faktor Pencetus : Aktifitas sedang – berat Pagi hari - Peningkatan (2-4) : Aktifitas sistem simpatis >> Kadar kortisol > Tekanan darah > Laju jantung > Agregasi platelet > Vasomotor koroner >
  • 19.
    Diagnosis IMA Diagnosa AMIditegakkan apabila min. memenuhi 2 dari kriteria: 1. Gejala Ischemic (nyeri dada): • Sifat : Berat/ tertindih (pressure, tightness, or heaviness, strangling, constricting, or compression), Panas (burning) ; Masuk angin, Sesak,”maag” • Lokasi: Di dada kiri/tengah tidak bisa ditunjuk • Penjalaran : ke bahu/lengan, leher, dagu, • belakang,perut bagian atas • Lama : 5-30’ • Pencetus :aktifitas/stres/dingin • Berkurang: Nitrat/Istirahat • Tidak khas: Pingsan/kejang/tidak sadar/berdebar 2. Perubahan EKG 3. Kenaikan/penurunan : Troponin T/I 1. Timbul pertama pada aktifitas ringan sehari-hari 2. Saat istirahat > 20 menit 3. Perburukan derajat nyeri Kristian T, et al.European heart journal 2012; 33:2551-2567.
  • 20.
  • 21.
    Siapa yang MempunyaiResiko IMA • Perokok • Diabetes Mellitus • Dislipidemia (Kolesterol LDL tinggi dan/ kolesterol HDL rendah) • Hipertensi • Obesitas (Lingkar perut laki laki<90 cm, wanita <80) • Jarang berolah raga • Stres tinggi • Menopause • Riwayat Keluarga • Usia • Sex : Laki muda> wanita muda http://www.mayoclinic.com/health/coronary-artery-disease/DS00064/DSECTION=risk-factors Perbaiki Pola Hidup
  • 22.
  • 23.
    Faktor Pencetus padaIndividu yang Mempunyai Resiko • Populasi muda: aktifitas sport meningkatkan resiko 2.5 x • Populasi lebih tua:yang terbiasa olah raga: olah raga berat meningkatkan resiko 5x • Populasi lebih tua jarang berolah raga: olah raga berat meningkatkan resiko 56 x • Resiko meningkat pada jam pertama setelah latihan • Tergantung tingkat kebugaran: • Sedentary – 107 X Exercise: 1 – 2 X/minggu – 19.4 X 3 – 4 X/minggu – 8.6 X 4 – 5 X/minggu – 2.4 X (NEJM 1984)
  • 24.
    Pengaruh Latihan Teraturpada Penurunan Kematian Mendadak • Resiko kematian jantung mendadak yg berhubungan dengan latihan sedang sampai berat : sangat kecil (1/ 36.5 juta jam latihan). • Kebiasaan latihan sedang sampai berat menurun resiko kematian mendadak secara signifikan dan tidak terlihat sama sekali pada orang yang latihan 2 jam atau lebih per minggu).
  • 25.
  • 26.
    Strategi Pencegahan • Jagakebugaran fisik dengan aktifitas teratur selama 30 menit atau lebih dengan intensitas sedang seperti jalan cepat minimal 5 hari/ minggu • Skrening sebelum ikut latihan • Pasien dengan rsiko tinggi jangan diikutkan pada aktifitas berat tertentu • Evaluasi dengan teliti kemungkinan keluhan/tanda
  • 27.
    Tes Tambahan padaPopulasi Tertentu American Heart Assoc. Guidelines: exercise ECG screening test (Treadmill) Laki > 40-45 tahun Wanita > 50-55 tahun (postmenopausal) Dengan 1 faktor resiko jantung koroner: Hypercholesterolemia atau dyslipidemia (HDL rendah atau LDL tinggi) Hipertensi Perokok Diabetes mellitus Riwayat keluarga IMA atau SCD.
  • 28.
    Teliti dalam skreningKesehatan • Anamnesis adanya keluhan tidak enak di dada, berdebar, sesak nafas, pingsan, lemas • Tidak ada keluhan belum tentu sehat (apabila jantung belum pernah di pakai optimal) • Teliti adanya faktor resiko jantung koroner yang lain pada perokok, hipertensi • Tanyakan Riwayat keluarga kematian mendadak • EKG treadmil pada pasien usia diatas 45 dengan faktor resiko satu atau lebih • Echocardiography kalau perlu
  • 29.
    Kesulitan Skrening • Angkakejadian yang kecil : tidak efektif • Kuisioner : – Riwayat keluarga mungkin tidak diketahui – Tanda dan gejala tidak dikenali atau diremehkan • Pemeriksaan fisik: – Kadang tidak terdengar suara kelainan jantung • ECG – Tidak bisa menemukan kelaian koroner bawaan – Perubahan kadang sangat minimal shg sulit terlihat
  • 30.
    Keuntungan Skrening ECG –Dapat mengidentifikasi gangguan irama atau prediksa kematian mendadak pada penyakit tertentu : Long QT, Wolf-Parkinson White, Brugada dll. – Dapat mendiagnosa PJK – Dapat mendiagnosa gangguan irama yang tidak teratur dll – ECG saat latihan (treadmill): skrening efektif untuk mengetahui PJK, gangguan irama saat latihan
  • 31.
    Managemen pada Pasiendengan Resiko • Hindari latihan yang sangat berat atau sport yang memicu adrenalin (lomba) • Recreational sport (teratur dan terukur) • Minum obat secara teratur • Ubah pola hidup: pola makan, pola stres • Observasi teratur tanda dan gejala • Pasang ICD (implantable cardioverter-defibrillator) untuk mencegah kematian mendadak karena gangguan irama jantung
  • 32.
    Apa yang harusdi lakukan bila Ada henti jantung? • Cepat dilakukan pijat jantung : kedalam 5 cm, kecepatan> 100x/m • 30 x Pijat: 2 x bantu nafas • Evaluasi pulse setiap 2 menit/sampai nafas spontan • Berikan kejut listrik memakai AED
  • 33.