BANK DAN
LEMBAGA
KEUANGAN
LAIN
1. MENDESKRIPSIKAN BANK, LEMBAGA
KEUANGAN BUKAN BANK, BANK SENTRAL
DAN OJK
2. MENYAJIKAN PERAN DAN PRODUK BANK,
LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK, BANK
SENTRAL DAN OTORITAS JASA KEUANGAN
(OJK)
1. PENGERTIAN BANK
2. FUNGSI DAN PRINSIP
3. JENIS DAN PRODUK BANK
4. BANK SENTRAL
5. LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA
6. OTORITAS JASA KEUANGAN
Menurut Prof. G. M. Verryn
Stuart mendefinisikan bank
adalah suatu badan yang
bertujuan untuk memuaskan
kebutuhan kredit, baik
dengan alat pembayarannya
sendiri atau dengan uang
yang diperolehnya dari orang
lain maupun dengan jalan
mengedarkan alat-alat penukar
baru berupa uang giral
PENGERTIAN
BANK
UU PERBANKAN RI no. 10 tahun 1998, tanggal
10 November 1998 yang menjelaskan
mengenai Perbankan yang dimaksud dengan
BANK adalah “badan usaha yang menghimpun
dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkan dana dari
masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-
bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan
taraf hidup rakyat banyak”
PENGERTIAN
BANK
UMUM
BPR
BANK ASURANSI
LEASING
BMT
PEGADAIAN
REKSADANA
PASAR
MODAL
NON
BANK
LEMBAGA KEUANGAN
Bank juga berfungsi
sebagai perantara
pembayaran/ lalu lintas
pembayaran antar
lembaga, orang per orang
Selain sebagai
penghimpun, bank juga
sebagai pemberi kredit
bagi masyarakat yang
memerlukan dana segar
untuk usaha mereka
baik bisnis lama maupun
baru
Dana yang dimiliki oleh
bank itu sendiri, berupa
setoran modal awal saat
bank itu berdiri, dana
pinjaman dari bank lain
berupa call money, dan
dana masyarakat
Penghimpun
Dana
Penyalur
Kredit
Penyalur
Jasa
FUNGSI BANK
Menurut UU Pokok Perbankan Nomor 10 Tahun
1998, jenis bank menurut fungsinya adalah
sebagai berikut.
1) Bank umum, yaitu bank yang dapat
memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran.
2) Bank Perkreditan Rakyat, adalah bank yang
melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional atau berdasarkan prinsip
syariah yang dalam kegiatannya tidak
memberikan jasa dalam lalu lintas
pembayaran.
Dilihat dari Segi Fungsi
Dilihat dari Segi Kepemilikan
PEMERINTAH
SWASTA NSIONAL
KOPERASI
ASING
CAMPURAN
1) Bank devisa
Bank devisa merupakan bank yang dapat melaksanakan
transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan
mata uang asing secara keseluruhan, misalnya transfer ke
luar negeri, inkaso ke luar negeri, travellers cheque, dan
pembayaran L/C. Persyaratan untuk menjadi bank devisa
ditentukan oleh Bank Indonesia.
2) Bank nondevisa
Bank nondevisa merupakan bank yang belum mempunyai
izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa,
sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi yang
berhubungan dengan luar negeri.
Dilihat dari statusnya
1) Bank yang berdasarkan prinsip konvensional
(Barat) Hampir semua bank yang ada di Indonesia
berdasarkan prinsip kerja konvensional. Bank
konvensional mendapatkan keuntungan dengan
cara menetapkan bunga sebagai harga
2) Bank yang berdasarkan prinsip syariah (Islam)
Perbedaan pokok antara bank konvensional
dengan bank syariah terletak pada landasan
falsafah yang dianut. Bank syariah tidak
melaksanakan sistem bunga, penentuan harga
atau pencarian keuntungan didasarkan pada
prinsip bagi hasil.
Dilihat dari Segi Operasional
SIMPANAN
UANG
GIRAL
KREDIT
KLIRING
INKASO
TRAVELER
CHEQUE
LETTER OF
CREDIT
TRANSFER
PRODUK/
JASA
BANK
Bank Sentral merupakan lembaga negara yang
mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat
pembayaran yang sah di suatu negara,
merumuskan dan melaksanakan kebijakan
moneter, mengatur dan menjaga kelancaran
sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi
perbankan, serta menjalankan fungsi sebagai
lender of last resort.
PENGERTIAN BANK SENTRAL
Berdasarkan UU No.23 Th.1999 tentang Bank
Indonesia adalah untuk mencapai dan memelihara
kestabilan rupiah.
Kestabilan rupiah yang diinginkan adalah :
1. Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan
jasa yang dapat diukur dengan atau
tercermin dari perkembangan laju inflasi
2. Kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang
negara lain.
TUJUAN BANK INDONESIA
Bank Umum adalah bank yang
melaksanakan kegiatan usaha
secara konvensional dan atau
berdasarkan prinsip syariah yang
dalam kegiatannya memberikan
jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Bank umum sering juga disebut
bank komersial.
BANK UMUM
Adapun aktivitas bank umum yang utama yaitu:
a) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk giro,
deposito, sertifikat deposito, dan tabungan.
b) Memberikan kredit.
c) Menerbitkan surat pengakuan utang.
d) Memindahkan uang untuk kepentingan nasabah atau
untuk kepentingan bank itu sendiri.
e) Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga
dan melakukan perhitungan atau dengan pihak ketiga.
f) Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat
berharga.
g) Melakukan penempatan dana dari nasabah ke nasabah
lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat
di bursa efek.
KEGIATAN BANK UMUM
Bank Syariah adalah bank
yang melaksanakan
kegiatannya dengan
aturan perjanjian
berdasarkan hukum Islam
antara bank dengan pihak
lain untuk penyimpanan
dana dan atau
pembayaran kegiatan
usaha, atau kegiatan
lainnya yang dinyatakan
sesuai dengan syariah
Islam.
Bank Syariah
 Kepatuhan terhadap syariah Islam
 Memenuhi kepentingan pendanaan
dan investasi bagi umat Islam
 Memenuhi permintaan individu dan
kebutuhan komersial
 Menyemangati inovasi keuangan yang
sesuai dengan syariah
 Tidak mengalami negative spread
PENTINGNYA SISTEM
PERBANKAN SYARIAH
 1960’s Mit Ghamr Bank
 1975 Islamic Development Bank
 Islamic Research and Training Institute
 1970-1980 Islamic Bank in some
countries (Malaysia, 1983)
 1990 The first Islamic Bank in
Indonesia
SEJARAH PERKEMBANGAN
BANK SYARIAH
 Perubahan Legal, political dan ekonomi secara
internasional
 Islamisasi dan reformasi institutional (pakistan
iran, sudan, malaysia, indonesia)
 Internasionalisasi organisasi-organisasi Islam
(OKI, IDB, dll)
 Respon internasional untuk memperoleh modal
/dana dari negara-negara Islam yang kaya
minyak (contoh: citibank, dll).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERKEMBANGAN SISTEM PERBANKAN
SYARIAH
FUNDING
•WADIAH
•MUDHAROBAH
FINANCING
•EQUITY
FINANCING
•DEBT FINANCING
SERVICES
•WAKALAH
•KAFALAH
•HAWALAH
•JUALAH
•RAHN
PRODUK
BANK
SYARIAH
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah
bank yang melaksanakan kegiatan
usaha secara konvensional atau
berdasarkan prinsip syariah yang
dalam kegiatannya tidak memberikan
jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Bank Perkreditan Rakyat
Usaha Bank Perkreditan Rakyat, meliputi hal-
hal berikut.
1) Menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan berupa deposito
berjangka, tabungan dan atau bentuk
lainnya yang dipersamakan dengan itu.
2) Memberikan kredit.
3) Menyediakan pembiayaan bagi nasabah
berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai yang
ditetapkan dalam peraturan pemerintah.
4) Menempatkan dananya dalam bentuk
Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito
berjangka, sertifikat deposito dan atau
tabungan pada bank lain.
Kegiatan Utama BPR
KEGIATAN YANG DILARANG
DILAKUKAN OLEH BPR
Larangan yang dikenakan pada Bank Perkreditan
Rakyat, antara lain sebagai berikut.
1. Menerima simpanan berupa giro dan ikut
dalam lalu lintas pembayaran.
2. Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing.
3. Melakukan penyertaan modal.
4. Melakukan usaha perasuransian
LEMBAGA KEUANGAN
BUKAN BANK
Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah
badan usaha yang melakukan kegiatan di
bidang keuangan, secara langsung ataupun
tidak langsung, menghimpun dana dari
masyarakat dan menyalurkan kembali
kepada masyarakat untuk kegiatan produktif
ASURANSI
perusahaan yang memberikan
jasa-jasa dalam penanggulangan
resiko atas kerugian, kehilangan
manfaat, dan tanggung jawab
hukum pada pihak ketiga karena
peristiwa ketidakpastian
PEGADAIAN
suatu usaha yang
memberikan pinjaman
bagi nasabah dengan
jaminan barang
bergerak
DANAREKSA
Perusahaan yang
mengelola kumpulan dana
dari para investor yang
dikelola secara profesional
oleh manajer investasi
LEASING
Badan Usaha sewa guna
merupakan badan yang
melayani pembelian secara
angsuran, namun sebelum
angsurannya selesai (lunas),
hak barang yang
diperjualbelikan masih
dimiliki oleh penjual
KOPERASI SIMPAN PINJAM
Koperasi kredit atau koperasi simpan
pinjam adalah koperasi yang menerima
simpanan dan memberikan pinjaman uang
kepada para anggota yang memerlukan
dengan syarat-syarat yang mudah dan
bunga ringan
PASAR
MODAL
Pasar modal (capital
market) merupakan pasar
untuk berbagai instrumen
keuangan jangka panjang
yang bisa diperjualbelikan,
baik surat utang (obligasi),
ekuiti (saham), reksa
dana, instrumen derivatif
maupun instrumen
lainnya.
lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU
nomor 21 tahun 2011 yang berfungsi
menyelenggarakan sistem pengaturan dan
pengawasan yang terintegrasi terhadap
keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa
keuangan
OTORITAS
JASA KEUANGAN
OJK dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan
kegiatan di dalam sektor jasa keuangan:
1. terselenggara secara teratur, adil,
transparan, dan akuntabel
2. mampu mewujudkan sistem keuangan yang
tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; dan
3. mampu melindungi kepentingan konsumen
dan masyarakat.
TUJUAN
1. OJK melaksanakan tugas
pengaturan dan pengawasan
terhadap:
a) kegiatan jasa keuangan di sektor
perbankan;
b) Kegiatan jasa keuangan di sektor
pasar modal; dan
c) kegiatan jasa keuangan di sektor
perasuransian, dana pensiun,
lembaga pembiayaan, dan lembaga
jasa keuangan lainnya
TUGAS DAN
WEWENANG
1. menetapkan peraturan pelaksanaan
Undang-Undang ini;
2. menetapkan peraturan perundang-
undangan di sektor jasa keuangan;
3. menetapkan peraturan dan
keputusan OJK;
4. menetapkan peraturan mengenai
pengawasan di sektor jasa
keuangan;
5. menetapkan kebijakan mengenai
pelaksanaan tugas OJK;
WEWENANG
PENGATURAN
6. menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan
perintah tertulis terhadap Lembaga Jasa Keuangan dan
pihak tertentu;
7. menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan
pengelola statuter pada Lembaga Jasa Keuangan;
8. menetapkan struktur organisasi dan infrastruktur, serta
mengelola, memelihara, dan menatausahakan kekayaan
dan kewajiban; dan
9. menetapkan peraturan mengenai tata cara pengenaan
sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan di sektor jasa keuangan.
1. menetapkan kebijakan operasional pengawasan
terhadap kegiatan jasa keuangan;
2. mengawasi pelaksanaan tugas pengawasan
yang dilaksanakan oleh Kepala Eksekutif;
3. melakukan pengawasan, pemeriksaan,
penyidikan, perlindungan Konsumen, dan
tindakan lain terhadap Lembaga Jasa
Keuangan, pelaku, dan/atau penunjang
kegiatan jasa keuangan sebagaimana dimaksud
dalam peraturan perundang-undangan di sektor
jasa keuangan;
4. memberikan perintah tertulis kepada Lembaga
Jasa Keuangan dan/atau pihak tertentu;
WEWENANG PENGAWASAN
5. melakukan penunjukan pengelola statuter;
6. menetapkan penggunaan pengelola statuter;
7. menetapkan sanksi administratif terhadap
pihak yang melakukan pelanggaran terhadap
peraturan
8. memberikan dan/atau mencabut: izin
usaha; izin orang perseorangan; efektifnya
pernyataan pendaftaran; surat tanda
terdaftar; persetujuan melakukan kegiatan
usaha; pengesahan; persetujuan atau
penetapan pembubaran; dan penetapan lain,
sebagaimana dimaksud dalam peraturan
perundang-undangan di sektor jasa keuangan.
WEWENANG PENGAWASAN
KREDITMenurut Mac Leod kredit adalah
suatu reputasi yang dimiliki
seseorang yang memungkinkan ia
bisa memperoleh uang, barang-
barang atau tenaga kerja, dengan
jalan menukarkannya dengan suatu
perjanjian untuk membayarnya
disuatu waktu yang akan datang
P E N G E R T I A N
Dalam Undang-Undang No. 10/1998
(pasal 21 ayat 11), kredit adalah
penyediaan uang atau tagihan yang dapat
dipersamakan dengan itu berdasarkan
persetujuan atau kesepakatan pinjam
meminjam antara bank dengan pihak yang
lain yang mewajibkan pihak peminjam
untuk melunasi utangnya setelah jangka
waktu tertentu dengan pemberian bunga.
KREDIT
P E N G E R T I A N
Tujuan dari kredit adalah untuk memenuhi
kebutuhan yang beraneka ragam sesuai dengan
harkatnya, selalu meningkat. Sedangkan
kemampuan manusia mempunyai suatu
batasan tertentu, memaksakan seseorang untuk
berusaha memperoleh bantuan permodalan
untuk pemenuhan hasrat dan cita-citanya guna
peningkatan usaha dan peningkatan daya guna
sesuatu barang/jasa.
TUJUAN KREDIT
FUNGSI KREDIT
Fungsi kredit secara umum ialah pemenuhan
jasa untuk melayani kebutuhan masyarakat
(to serve the society) dalam rangka
mendorong dan melancarkan perdagangan,
produksi, jasa-jasa dan bahkan konsumsi
yang kesemuanya itu pada akhirnya
ditujukan untuk menaikan taraf hidup rakyat
banyak.
CHARACTER
CAPITAL
CAPACITYCOLLATERAL
CONDITION
OF
ECONOMIC SYARAT
KREDIT
SYARAT KREDIT
a. Character, yaitu sifat atau watak pribadi debitur untuk
memperoleh kredit, misalnya kejujuran, sikap motivasi
usaha, dan lain sebagainya.
b. Capital, adalah kemampuan modal yang dimiliki dalam
rangka untuk memenuhi kewajiban tepat pada waktunya,
terutama dalam hal likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan
soliditasnya.
c. Capacity, adalah kemampuan debitur untuk melaksanakan
kegiatan usaha atau menggunakan dana/kredit dan
mengembalikannya.
d. Collateral, adalah jaminan yang harus disediakan sebagai
pertanggungjawaban bila debitur tidak dapat melunasi
utangnya.
e. Condition of economic, adalah keadaan ekonomi suatu
Negara secara keseluruhan yang memengaruhi kebijakan
pemerintah di bidang moneter, khususnya berhubungan
dengan kredit perbankan.
1) Meningkatkan produksi atau produktivitas.
2) Meningkatkan daya guna barang.
3) Memajukan perkembangan dunia keuangan.
4) Memperlancar pemasaran barang.
5) Mempermudah pembayaran di dalam maupun
di
luar negeri
6) Memajukan lalu lintas peredaran uang.
7) Membuka lapangan kerja baru.
8) Sebagai salah satu alat untuk menjaga
kestabilan
PERAN KREDIT DALAM PEREKONOMIAN
MEMPERLANCAR
ARUS
UANG/BARANG
MENINGKATKAN
PRODUKTIFITAS
MEMPERLANCAR
PERDAGANGAN
MEMPERLANCAR
KONSUMSI
BARANG/JASA
KEBAIKAN
KREDIT
KEBURUKAN
KREDIT
OVER
PRODUCTIO
N
INFLASI
KONSUMTIF
SPEKULATI
F
BANGKRUT
JENIS KREDIT
KREDIT
PASIF
•Deposito Berjangka
•Tabungan
•Giro
KREDIT
AKTIF
•Kredit Rekening Koran
•Kredit Reumbers (L/C)
•Kredit Aksep
•Kredit Dokumenter
Sumber :
1. Herlan Firmansyah dkk, Advanced Learning Economic 1,
Jakarta, Grafindo Media Pratama, 2013
2. Alam Situmorang, Drs, Ekonomi SMA Kelas X Jakarta,
ESIS, Erlangga, 2007
3. http://kabarjateng.com/kabar-jateng/read/10-bank-
terbesar-di-indonesia-/
4. http://www.idx.co.id/id-
id/beranda/informasi/bagiinvestor/pengantarpasarmod
al.aspx
5. http://www.keuangan.kontan.co.id
6. http://www.ojk.go.id
Terimakasih untuk
Bapak Kasmadi S.Pd

Uang dan bank adi fix

  • 1.
  • 2.
    1. MENDESKRIPSIKAN BANK,LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK, BANK SENTRAL DAN OJK 2. MENYAJIKAN PERAN DAN PRODUK BANK, LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK, BANK SENTRAL DAN OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK)
  • 3.
    1. PENGERTIAN BANK 2.FUNGSI DAN PRINSIP 3. JENIS DAN PRODUK BANK 4. BANK SENTRAL 5. LEMBAGA KEUANGAN LAINNYA 6. OTORITAS JASA KEUANGAN
  • 4.
    Menurut Prof. G.M. Verryn Stuart mendefinisikan bank adalah suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat pembayarannya sendiri atau dengan uang yang diperolehnya dari orang lain maupun dengan jalan mengedarkan alat-alat penukar baru berupa uang giral PENGERTIAN BANK
  • 5.
    UU PERBANKAN RIno. 10 tahun 1998, tanggal 10 November 1998 yang menjelaskan mengenai Perbankan yang dimaksud dengan BANK adalah “badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana dari masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk- bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak” PENGERTIAN BANK
  • 6.
  • 7.
    Bank juga berfungsi sebagaiperantara pembayaran/ lalu lintas pembayaran antar lembaga, orang per orang Selain sebagai penghimpun, bank juga sebagai pemberi kredit bagi masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha mereka baik bisnis lama maupun baru Dana yang dimiliki oleh bank itu sendiri, berupa setoran modal awal saat bank itu berdiri, dana pinjaman dari bank lain berupa call money, dan dana masyarakat Penghimpun Dana Penyalur Kredit Penyalur Jasa FUNGSI BANK
  • 8.
    Menurut UU PokokPerbankan Nomor 10 Tahun 1998, jenis bank menurut fungsinya adalah sebagai berikut. 1) Bank umum, yaitu bank yang dapat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 2) Bank Perkreditan Rakyat, adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Dilihat dari Segi Fungsi
  • 9.
    Dilihat dari SegiKepemilikan PEMERINTAH SWASTA NSIONAL KOPERASI ASING CAMPURAN
  • 10.
    1) Bank devisa Bankdevisa merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan, misalnya transfer ke luar negeri, inkaso ke luar negeri, travellers cheque, dan pembayaran L/C. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ditentukan oleh Bank Indonesia. 2) Bank nondevisa Bank nondevisa merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa, sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi yang berhubungan dengan luar negeri. Dilihat dari statusnya
  • 11.
    1) Bank yangberdasarkan prinsip konvensional (Barat) Hampir semua bank yang ada di Indonesia berdasarkan prinsip kerja konvensional. Bank konvensional mendapatkan keuntungan dengan cara menetapkan bunga sebagai harga 2) Bank yang berdasarkan prinsip syariah (Islam) Perbedaan pokok antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada landasan falsafah yang dianut. Bank syariah tidak melaksanakan sistem bunga, penentuan harga atau pencarian keuntungan didasarkan pada prinsip bagi hasil. Dilihat dari Segi Operasional
  • 12.
  • 13.
    Bank Sentral merupakanlembaga negara yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan alat pembayaran yang sah di suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, mengatur dan mengawasi perbankan, serta menjalankan fungsi sebagai lender of last resort. PENGERTIAN BANK SENTRAL
  • 14.
    Berdasarkan UU No.23Th.1999 tentang Bank Indonesia adalah untuk mencapai dan memelihara kestabilan rupiah. Kestabilan rupiah yang diinginkan adalah : 1. Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa yang dapat diukur dengan atau tercermin dari perkembangan laju inflasi 2. Kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain. TUJUAN BANK INDONESIA
  • 15.
    Bank Umum adalahbank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank umum sering juga disebut bank komersial. BANK UMUM
  • 16.
    Adapun aktivitas bankumum yang utama yaitu: a) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, dan tabungan. b) Memberikan kredit. c) Menerbitkan surat pengakuan utang. d) Memindahkan uang untuk kepentingan nasabah atau untuk kepentingan bank itu sendiri. e) Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan atau dengan pihak ketiga. f) Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga. g) Melakukan penempatan dana dari nasabah ke nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek. KEGIATAN BANK UMUM
  • 17.
    Bank Syariah adalahbank yang melaksanakan kegiatannya dengan aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dengan pihak lain untuk penyimpanan dana dan atau pembayaran kegiatan usaha, atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah Islam. Bank Syariah
  • 18.
     Kepatuhan terhadapsyariah Islam  Memenuhi kepentingan pendanaan dan investasi bagi umat Islam  Memenuhi permintaan individu dan kebutuhan komersial  Menyemangati inovasi keuangan yang sesuai dengan syariah  Tidak mengalami negative spread PENTINGNYA SISTEM PERBANKAN SYARIAH
  • 19.
     1960’s MitGhamr Bank  1975 Islamic Development Bank  Islamic Research and Training Institute  1970-1980 Islamic Bank in some countries (Malaysia, 1983)  1990 The first Islamic Bank in Indonesia SEJARAH PERKEMBANGAN BANK SYARIAH
  • 20.
     Perubahan Legal,political dan ekonomi secara internasional  Islamisasi dan reformasi institutional (pakistan iran, sudan, malaysia, indonesia)  Internasionalisasi organisasi-organisasi Islam (OKI, IDB, dll)  Respon internasional untuk memperoleh modal /dana dari negara-negara Islam yang kaya minyak (contoh: citibank, dll). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN SISTEM PERBANKAN SYARIAH
  • 21.
  • 22.
    Bank Perkreditan Rakyat(BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Perkreditan Rakyat
  • 23.
    Usaha Bank PerkreditanRakyat, meliputi hal- hal berikut. 1) Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. 2) Memberikan kredit. 3) Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah. 4) Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito dan atau tabungan pada bank lain. Kegiatan Utama BPR
  • 24.
    KEGIATAN YANG DILARANG DILAKUKANOLEH BPR Larangan yang dikenakan pada Bank Perkreditan Rakyat, antara lain sebagai berikut. 1. Menerima simpanan berupa giro dan ikut dalam lalu lintas pembayaran. 2. Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing. 3. Melakukan penyertaan modal. 4. Melakukan usaha perasuransian
  • 25.
    LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK LembagaKeuangan Bukan Bank adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, secara langsung ataupun tidak langsung, menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat untuk kegiatan produktif
  • 26.
    ASURANSI perusahaan yang memberikan jasa-jasadalam penanggulangan resiko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum pada pihak ketiga karena peristiwa ketidakpastian
  • 27.
    PEGADAIAN suatu usaha yang memberikanpinjaman bagi nasabah dengan jaminan barang bergerak
  • 28.
    DANAREKSA Perusahaan yang mengelola kumpulandana dari para investor yang dikelola secara profesional oleh manajer investasi
  • 29.
    LEASING Badan Usaha sewaguna merupakan badan yang melayani pembelian secara angsuran, namun sebelum angsurannya selesai (lunas), hak barang yang diperjualbelikan masih dimiliki oleh penjual
  • 30.
    KOPERASI SIMPAN PINJAM Koperasikredit atau koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang menerima simpanan dan memberikan pinjaman uang kepada para anggota yang memerlukan dengan syarat-syarat yang mudah dan bunga ringan
  • 31.
    PASAR MODAL Pasar modal (capital market)merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya.
  • 32.
    lembaga negara yangdibentuk berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan OTORITAS JASA KEUANGAN
  • 33.
    OJK dibentuk dengantujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan: 1. terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel 2. mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; dan 3. mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. TUJUAN
  • 34.
    1. OJK melaksanakantugas pengaturan dan pengawasan terhadap: a) kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan; b) Kegiatan jasa keuangan di sektor pasar modal; dan c) kegiatan jasa keuangan di sektor perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya TUGAS DAN WEWENANG
  • 35.
    1. menetapkan peraturanpelaksanaan Undang-Undang ini; 2. menetapkan peraturan perundang- undangan di sektor jasa keuangan; 3. menetapkan peraturan dan keputusan OJK; 4. menetapkan peraturan mengenai pengawasan di sektor jasa keuangan; 5. menetapkan kebijakan mengenai pelaksanaan tugas OJK; WEWENANG PENGATURAN
  • 36.
    6. menetapkan peraturanmengenai tata cara penetapan perintah tertulis terhadap Lembaga Jasa Keuangan dan pihak tertentu; 7. menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan pengelola statuter pada Lembaga Jasa Keuangan; 8. menetapkan struktur organisasi dan infrastruktur, serta mengelola, memelihara, dan menatausahakan kekayaan dan kewajiban; dan 9. menetapkan peraturan mengenai tata cara pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan di sektor jasa keuangan.
  • 37.
    1. menetapkan kebijakanoperasional pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan; 2. mengawasi pelaksanaan tugas pengawasan yang dilaksanakan oleh Kepala Eksekutif; 3. melakukan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan Konsumen, dan tindakan lain terhadap Lembaga Jasa Keuangan, pelaku, dan/atau penunjang kegiatan jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan; 4. memberikan perintah tertulis kepada Lembaga Jasa Keuangan dan/atau pihak tertentu; WEWENANG PENGAWASAN
  • 38.
    5. melakukan penunjukanpengelola statuter; 6. menetapkan penggunaan pengelola statuter; 7. menetapkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan 8. memberikan dan/atau mencabut: izin usaha; izin orang perseorangan; efektifnya pernyataan pendaftaran; surat tanda terdaftar; persetujuan melakukan kegiatan usaha; pengesahan; persetujuan atau penetapan pembubaran; dan penetapan lain, sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan. WEWENANG PENGAWASAN
  • 39.
    KREDITMenurut Mac Leodkredit adalah suatu reputasi yang dimiliki seseorang yang memungkinkan ia bisa memperoleh uang, barang- barang atau tenaga kerja, dengan jalan menukarkannya dengan suatu perjanjian untuk membayarnya disuatu waktu yang akan datang P E N G E R T I A N
  • 40.
    Dalam Undang-Undang No.10/1998 (pasal 21 ayat 11), kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak yang lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. KREDIT P E N G E R T I A N
  • 41.
    Tujuan dari kreditadalah untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam sesuai dengan harkatnya, selalu meningkat. Sedangkan kemampuan manusia mempunyai suatu batasan tertentu, memaksakan seseorang untuk berusaha memperoleh bantuan permodalan untuk pemenuhan hasrat dan cita-citanya guna peningkatan usaha dan peningkatan daya guna sesuatu barang/jasa. TUJUAN KREDIT
  • 42.
    FUNGSI KREDIT Fungsi kreditsecara umum ialah pemenuhan jasa untuk melayani kebutuhan masyarakat (to serve the society) dalam rangka mendorong dan melancarkan perdagangan, produksi, jasa-jasa dan bahkan konsumsi yang kesemuanya itu pada akhirnya ditujukan untuk menaikan taraf hidup rakyat banyak.
  • 43.
  • 44.
    SYARAT KREDIT a. Character,yaitu sifat atau watak pribadi debitur untuk memperoleh kredit, misalnya kejujuran, sikap motivasi usaha, dan lain sebagainya. b. Capital, adalah kemampuan modal yang dimiliki dalam rangka untuk memenuhi kewajiban tepat pada waktunya, terutama dalam hal likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan soliditasnya. c. Capacity, adalah kemampuan debitur untuk melaksanakan kegiatan usaha atau menggunakan dana/kredit dan mengembalikannya. d. Collateral, adalah jaminan yang harus disediakan sebagai pertanggungjawaban bila debitur tidak dapat melunasi utangnya. e. Condition of economic, adalah keadaan ekonomi suatu Negara secara keseluruhan yang memengaruhi kebijakan pemerintah di bidang moneter, khususnya berhubungan dengan kredit perbankan.
  • 45.
    1) Meningkatkan produksiatau produktivitas. 2) Meningkatkan daya guna barang. 3) Memajukan perkembangan dunia keuangan. 4) Memperlancar pemasaran barang. 5) Mempermudah pembayaran di dalam maupun di luar negeri 6) Memajukan lalu lintas peredaran uang. 7) Membuka lapangan kerja baru. 8) Sebagai salah satu alat untuk menjaga kestabilan PERAN KREDIT DALAM PEREKONOMIAN
  • 46.
  • 47.
  • 48.
    JENIS KREDIT KREDIT PASIF •Deposito Berjangka •Tabungan •Giro KREDIT AKTIF •KreditRekening Koran •Kredit Reumbers (L/C) •Kredit Aksep •Kredit Dokumenter
  • 49.
    Sumber : 1. HerlanFirmansyah dkk, Advanced Learning Economic 1, Jakarta, Grafindo Media Pratama, 2013 2. Alam Situmorang, Drs, Ekonomi SMA Kelas X Jakarta, ESIS, Erlangga, 2007 3. http://kabarjateng.com/kabar-jateng/read/10-bank- terbesar-di-indonesia-/ 4. http://www.idx.co.id/id- id/beranda/informasi/bagiinvestor/pengantarpasarmod al.aspx 5. http://www.keuangan.kontan.co.id 6. http://www.ojk.go.id
  • 50.