Kebijakan
 Moneter
    Cresensia Rara H. X Aksel-06
    Dinda Widya H.    X Aksel-08
    M. Hamzah F.      X Aksel-12
    Putra Firman A.   X Aksel-17
    Tiyas Diah Ayu    X Aksel-18
Pengertian



   Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah
melalui  bank  sentral  untuk   menambah    atau
mengurangi jumlah uang yang beredar dalam rangka
mengendalikan perekonomian.
Tujuan

o Menjaga stabilitas ekonomi.
o Menjaga stabilitas harga.
o Meningkatkan kesempatan kerja.
o Memperbaiki posisi     neraca   perdagangan   dan
  neraca pembayaran.
Macam-macam kebijakan moneter




 Kebijakan pasar terbuka
   Kebijakan pasar terbuka adalah kebijakan bank
sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah
uang yang beredar dengan cara menjual atau
membeli surat-surat berharga.
 Kebijakan diskonto
   Kebijakan diskonto adalah kebijakan bank sentral
untuk menambah atau mengurangi jumlah uang
beredar dengan cara menaikkan atau menurunkan
suku bunga bank.
 Kebijakan cadangan kas
   Kebijakan cadangan kas adalah kebijakan bank sentral
untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar
dengan cara menaikkan atau mengurangi cadangan kas
minimum yang dimiliki bank-bank umum.
 Kebijakan kredit selektif dan kredit longgar.
   Kebijakan kredit selektif adalah kebijakan bank sentral
untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara
memperketat syarat-syarat pemberian kredit. Bank sentral
memberlakukan kebijakan kredit selektif jika perekonomian
menunjukkan gejala-gejala inflasi.
   Kebijakan kredit longgar adalah kebijakan bank sentral
untuk menambah jumlah uang yang beredar dalam
masyarakat dengan cara-cara memperlonggar syarat-syarat
pemberian kredit. Bank sentral memberlakukan kebijakan
kredit longggar jika perekonomian menunjukkan gejala-
gejala deflasi.
 Kebijakan devaluasi dan revaluasi.
   Devaluasi adalah kebijakan bank sentral untuk
menurunkan mata uang dalam negeri terhadap mata
uang asing. Kebijakan ini dilakukan dengan tujuan
memperbaiki   neraca   perdagangan    dan  neraca
pembayaran.
    Revaluasi  adalah    kebijakan bank sentral
menaikkan nilai mata uang dalam negeri (rupiah)
terhadap mata uang asing
 Sanering
    Sanering adalah kebijakan bank sentral untuk
memotong nilai mata uang dalam negeri. Kebijakan
ini diberlakukan apabila terjadi hiperinflasi.
 Mencetak uang baru.
 Menarik atau memusnahkan uang lama.
 Dorongan moral.
   Untuk mempengaruhi jumlah uang beredar, bank
sentral dapat mengeluarkan pidato, pengumuman,
atau edaran kepada bank umum dan perilaku
moneter lain yang berupa larangan atau ajakan.
Tenggang waktu (lag) efek kebijakan
    moneter

•   Ada dua macam lag dalam kebijakan moneter, yaitu inside
    lag dan outside lag. Yang dimaksud dengan
 Inside lag adalah jarak waktu dari timbulnya permasalahan
  di dalam perekonomian sampai dengan dimulainya tindakan
  kebijakan untuk mengatasinya.
    Recognition lag adalah jarak waktu mulai dari timbulnya
    masalah sampai dengan saat para pembuat kebijakan
    menyadari bahwa memang ada masalah.
    Decision lag adalah jarak waktu antara saat diketahuinya
    ada masalah dan saat diputuskannya suatu tindakan.
    Action lag adalah jarak waktu antara saat keputusan
    kebijakn diambil dan saat keputusan tersebut mulai
    dilaksanakan.
 Outside lag adalah jarak waktu antara saat mulai
  dilaksanakannya langkah kebijakan dan saat timbulnya
  akibat pada perekonomian.
Kerangka strategi kebijakan
moneter
Terdapat beberapa strategi dalam mencapai tujuan
kebijakan moneter:
        Penargetan   Nilai   Tukar   (Exchange   Rate
         Targeting)
        Penargetan   Besaran    Moneter   (Monetary
         Targeting)
        Penargetan Inflasi (Inflation Targeting)
        Strategi Kebijakan Moneter tanpa jangkar
         yang tegas (implicit but not explicit
         anchor)
Penargetan Nilai Tukar (Exchange
   Rate Targeting)
 Strategi kebijakan moneter dengan penargetan nilai tukar
  mendasarkan pada keyakinan bahwa nilai tukarlah yang
  paling dominan pengaruhnya terhadap pencapaian
  sasaran akhir kebijakan moneter
 Dalam pelaksanaannya,    terdapat   tiga alternatif   yang
  dapat ditempuh:
    dengan menetapkan nilai mata uang domestik
     terhadap harga komoditas tertentu yang diakui secara
     internasional
    dengan menetapkan nilai mata uang domestik
     terhadap mata uang negara-negara besar yang
     mempunyai laju inflasi yang rendah
    dengan menyesuaikan nilai mata uang domestik
     terhadap mata uang negara tertentu ketika perubahan
     nilai mata uang diperkenankan sejalan dengan
     perbedaan laju inflasi diantara kedua negara.
Penargetan Besaran Moneter
(Monetary Targeting)



   Penargetan besaran moneter dilakukan dengan
menetapkan pertumbuhan jumlah uang beredar
sebagai sasaran antara, serta kredit
   Kelebihan   utama  dari  penargetan    besaran
moneter adalah dimungkinkannya kebijakan moneter
yang independen sehingga bank sentral dapat
memfokuskan pencapaian tujuan yang ditetapkan
Penargetan Inflasi (Inflation
Targeting)

 Penargetan      inflasi     dilakukan    dengan
  mengumumkan kepada publik mengenai target
  inflasi jangka menengah dan komitmen bank
  sentral untuk mencapai stabilitas harga sebagai
  tujuan jangka panjang dari kebijakan moneter .
 menargetkan       inflasi    sebagai      jangkar
  nominal, bank sentral dapat menjadi lebih kredibel
  dan lebih fokus di dalam mencapai kestabilan
  harga sebagai tujuan akhir.
Strategi Kebijakan Moneter tanpa
jangkar yang tegas (implicit but not
explicit anchor)


 Dalam rangka mencapai kinerja perekonomian yang
  memuaskan , beberapa Negara lebih memilih strategi
  kebijakan moneter tanpa mengungkapkan penargetan
  secara tegas. Akan tetapi, bank sentral tetap
  memberikan perhatian dan komitmen untuk mencapai
  tujuan akhir kebijakan moneter.
Efektivitas kebijakan moneter


Pada umumnya efektivitas kebijakan ekonomi
dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
1. Ada tidaknya tujuan yang saling bertentangan
   Kemungkinan yang terjadi antara kebijakan mempunyai
   tujuan bisa selaras atau searah, bisa bertentangan, bisa
   tumpang tindih atau kembar. Jika yang terjadi tujuan
   kebijakan-kebijakan tersebut searah maka sasaran aau
   tujuan tersebut dapat dicapai.
2. Tingkat monetarisasi masyarakat
    Kebijakan moneter akan efektif bila masyarakat telah
     menggunakan uang baik sebagai media pertukaran,
     alat pengukur dan penyimpan kekayaan maupun
     fungsi uang yang lain.
    Di Indonesia masih banyak kegiatan transaksi
     ekonomi yang tidak dilakukan lewat pasar atau tidak
     menggunakan uang,         misalnya : pembayaran
     transaksi tenaga kerja dengan mengguanakan
     barang atau hasil pertanian. Hal ini menyebabkan
     kebijakan moneter yang berkaitan dengan M1 tidak
     akan efektif bagi kelompok atau sector tersebut.
    Semakin tinggi tingkat monetarisasi masyarakat
     akan semakin efektif kebijakan moneter yang
     diambil.
    Tingkat monetarisasi masyarakat dapat ditingkatkan
     melalui berbagai cara seperti dikenalkannya atau
     dibukanya cabang-cabang bank dan digunakannya
     uang sebagai alat pembayaran
4. Pengaruh Lembaga Keuangan
     Perilaku lembaga keuangan bank pada prinsipnya
     dapat diawasi oleh Bank Sentral, akan tetapi perilaku
     lembaga keuangan bukan bank tidak sepenuhnya
     berada di bawah pengawasan Bank Sentral. Dengan
     demikian adanya suatu kebijakan moneter belum
     tentu berpengaruh terhadap kegiatan atau kebijakan
     yang dijalankan oleh lembaga keuangan bukan bank.
3. Faktor Kelambanan (Time Lag)
    Salah satu keunggulan dari kebijakan moneter
     dibandingkan dengan kebijakan fiscal adalah
     kecepatan otoritas moneter dalam menetapkan
     kebijakan tersebut.
    Masalah kelambanan atau time lag ini sangat sering
     dihadapi, karena memang tidak semua informasi
     dapat dengan mudah diperoleh khususnya di negara-
     negara berkembang. Adanya kelambatan dalam
     mengantisipasi suatu gejolak ekonomi akan dapat
     mengurangi efektivitas suatu kebijakan ekonomi.
5. Harapan (Expectation) masyarakat
    Secara teoritis khususnya dalam analisis
     ekonomi      dengan    pendekatan      harapan
     nalar, kebijakan ekonomi akan efektiv bila
     kebijakan tersebut merupakan suatu syok
     (shock) bagi masyarakat. Dengan demikian bila
     informasi dapat diperoleh dari perilaku otoritas
     moneter dan perekonomian dapat diantisipasi
     oleh masyarakat, maka kebijakan moneter
     tidak efektiv.
    Semakin rendah harapan atau ekspektasi
     masyarakat terhadap keadaan ekonomi dan
     perilaku pemerintah, maka semakin efektiv
     kebijakan moneter yang dijalankan.
6. Faktor-faktor yang mempengaruhi variabel target
     Jika   target   yang   ingin   dicapai adalah
     mengendalikan     atau    mengurangi   jumlah
     investasi swasta, untuk dapat merumuskan
     kebijakan yang cocok perlu diamati faktor-
     faktor     atau      variabel-variabel   yang
     mempengaruhi investasi. Kesalahan dalam
     memilih atau menentukan variabel yang
     mempengaruhi investasi akan mengurangi atau
     menyebabkan tidak efektifnya suatu kebijakan
     ekonomi.
Kebijakan Moneter Indonesia
Tujuan kebijakan moneter menurut
Bank Indonesia



    Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai
kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum
dalam UU no.3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia.
Kerangka kebijakan moneter di
Indonesia
    Dalam kebijakan moneter, Bank Indonesia
menganut sebuah kerangka kerja yang dinamakan
Inflation Targeting Framework (ITF). Kerangka kerja
ini diterapkan secara formal sejak Juli 2005, setelah
sebelumnya menggunkan kebijakan moneter yang
menerapkan uang primer sebagai sasaran kebijakan
moneter. Dengan kerangka ini, Bank Indonesia
secara eksplisit mengumumkan sasaran inflasi
kepada publik dan kebijakan moneter dirahkan untuk
mencapai sasaran inflasi yang diterapkan oleh
pemerintah tersebut. Untuk mencapai sasaran
inflasi, kebijakan moneter dilakukan secara forward
looking,    artinya  perubahan    stance   kebijakan
dilakukan melalui evaluasi apakah perkembangan
inflasi ke depan masih sesuai dengan sasaran inflasi
yang telah dicanangkan.
Alasan menggunakan ITF:
 ITF lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Dengan
  sasaran inflasi secara eksplisit masyarakat akan
  memahami arah inflasi.
 ITF yang memfokuskan pada inflasi sebagai prioritas
  kebijakan moneter sesuai dengan mandat yang
  diberikan kepada Bank Indonesia.
 ITF bersifat forward looking sesuai dengan dampak
  kebijakan pada inflasi yang memerlukan time lag.
 Dalam kerangka ITF, Bank Indonesia mengumumkan
  sasaran inflasi ke depan pada periode tertentu.
 Secara reguler, Bank Indonesia menjelaskan kepada
  publik mengenai kondisi inflasi dan pandangan ke
  depan serta keputusan yang diambil.
Proses pengambilan keputusan
untuk penetapan kebijakan
moneter
    Penetapan kebijakan moneter di Bank Indonesia
dilakukan dalam RDG. Rapat tersebut diadakan pada
minggu pertama setiap bulannya.
    RDG dinyatakan sah apabila dihadiri sekurang-
kurangnya oleh lebih dari separuh anggota Dewan
Gubernur. Pengambilan keputusan RDG dilakukan
atas dasar musyawarah untuk mencapai mufakat.
Apabila   mufakat    tidak   tercapai,   Gubernur
menetapkan keputusan akhir. Namun, apabila dalam
keadaaan darurat dan RDG tidak dapat dilaksanakan
karena jumlah anggota Dewan Gubernur yang hadir
tidak memenuhi ketentuan, maka Gubernur atau
sekurang-kurangnya   2   orang   anggota   Dewan
Gubernur dapat menetapkan kebijakan.
Koordinasi kebijakan moneter dan
kebijakan fiskal
    Laju inflasi di Indonesia tidak hanya dipengaruhi
oleh faktor permintaan, tetapi juga oleh faktor
penawaran, maka agar pencapaian inflasi dapat
dilakukan dengan efektif, kerjasama dan koordinasi
antara BI dan pemerintah melalui kebijakan
makroekonomi yang terintegrasi sangat diperlukan.
Sehubungan dengan hal tersebut, di tingkat
pengambilan kebijakan, BI dan pemerintah secara
rutin menggelar rapat koordinasi yang dipimpin oleh
presiden RI untuk memberikan pandangan terhadap
perkembangan makroekonomi dan moneter terkait
dengan pencapaian sasaran inflasi. Koordinasi
kebijakan fiskal dan moneter juga dilakukan dalam
dalam penyusunan bersama Asumsi Makro di APBN
yang dibahas bersama di DPR. Selain itu, pemerintah
juga berkoordinasi dengan BI dalam melakukan
pengelolaan uang negara.
Kebijakan moneter

Kebijakan moneter

  • 1.
    Kebijakan Moneter Cresensia Rara H. X Aksel-06 Dinda Widya H. X Aksel-08 M. Hamzah F. X Aksel-12 Putra Firman A. X Aksel-17 Tiyas Diah Ayu X Aksel-18
  • 2.
    Pengertian Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah melalui bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam rangka mengendalikan perekonomian.
  • 3.
    Tujuan o Menjaga stabilitasekonomi. o Menjaga stabilitas harga. o Meningkatkan kesempatan kerja. o Memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran.
  • 4.
    Macam-macam kebijakan moneter Kebijakan pasar terbuka Kebijakan pasar terbuka adalah kebijakan bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga.
  • 6.
     Kebijakan diskonto Kebijakan diskonto adalah kebijakan bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dengan cara menaikkan atau menurunkan suku bunga bank.
  • 7.
     Kebijakan cadangankas Kebijakan cadangan kas adalah kebijakan bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menaikkan atau mengurangi cadangan kas minimum yang dimiliki bank-bank umum.
  • 8.
     Kebijakan kreditselektif dan kredit longgar. Kebijakan kredit selektif adalah kebijakan bank sentral untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara memperketat syarat-syarat pemberian kredit. Bank sentral memberlakukan kebijakan kredit selektif jika perekonomian menunjukkan gejala-gejala inflasi. Kebijakan kredit longgar adalah kebijakan bank sentral untuk menambah jumlah uang yang beredar dalam masyarakat dengan cara-cara memperlonggar syarat-syarat pemberian kredit. Bank sentral memberlakukan kebijakan kredit longggar jika perekonomian menunjukkan gejala- gejala deflasi.
  • 9.
     Kebijakan devaluasidan revaluasi. Devaluasi adalah kebijakan bank sentral untuk menurunkan mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing. Kebijakan ini dilakukan dengan tujuan memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran. Revaluasi adalah kebijakan bank sentral menaikkan nilai mata uang dalam negeri (rupiah) terhadap mata uang asing
  • 10.
     Sanering Sanering adalah kebijakan bank sentral untuk memotong nilai mata uang dalam negeri. Kebijakan ini diberlakukan apabila terjadi hiperinflasi.
  • 11.
     Mencetak uangbaru.  Menarik atau memusnahkan uang lama.
  • 12.
     Dorongan moral. Untuk mempengaruhi jumlah uang beredar, bank sentral dapat mengeluarkan pidato, pengumuman, atau edaran kepada bank umum dan perilaku moneter lain yang berupa larangan atau ajakan.
  • 13.
    Tenggang waktu (lag)efek kebijakan moneter • Ada dua macam lag dalam kebijakan moneter, yaitu inside lag dan outside lag. Yang dimaksud dengan  Inside lag adalah jarak waktu dari timbulnya permasalahan di dalam perekonomian sampai dengan dimulainya tindakan kebijakan untuk mengatasinya. Recognition lag adalah jarak waktu mulai dari timbulnya masalah sampai dengan saat para pembuat kebijakan menyadari bahwa memang ada masalah. Decision lag adalah jarak waktu antara saat diketahuinya ada masalah dan saat diputuskannya suatu tindakan. Action lag adalah jarak waktu antara saat keputusan kebijakn diambil dan saat keputusan tersebut mulai dilaksanakan.  Outside lag adalah jarak waktu antara saat mulai dilaksanakannya langkah kebijakan dan saat timbulnya akibat pada perekonomian.
  • 14.
    Kerangka strategi kebijakan moneter Terdapatbeberapa strategi dalam mencapai tujuan kebijakan moneter:  Penargetan Nilai Tukar (Exchange Rate Targeting)  Penargetan Besaran Moneter (Monetary Targeting)  Penargetan Inflasi (Inflation Targeting)  Strategi Kebijakan Moneter tanpa jangkar yang tegas (implicit but not explicit anchor)
  • 15.
    Penargetan Nilai Tukar(Exchange Rate Targeting)  Strategi kebijakan moneter dengan penargetan nilai tukar mendasarkan pada keyakinan bahwa nilai tukarlah yang paling dominan pengaruhnya terhadap pencapaian sasaran akhir kebijakan moneter  Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga alternatif yang dapat ditempuh:  dengan menetapkan nilai mata uang domestik terhadap harga komoditas tertentu yang diakui secara internasional  dengan menetapkan nilai mata uang domestik terhadap mata uang negara-negara besar yang mempunyai laju inflasi yang rendah  dengan menyesuaikan nilai mata uang domestik terhadap mata uang negara tertentu ketika perubahan nilai mata uang diperkenankan sejalan dengan perbedaan laju inflasi diantara kedua negara.
  • 16.
    Penargetan Besaran Moneter (MonetaryTargeting) Penargetan besaran moneter dilakukan dengan menetapkan pertumbuhan jumlah uang beredar sebagai sasaran antara, serta kredit Kelebihan utama dari penargetan besaran moneter adalah dimungkinkannya kebijakan moneter yang independen sehingga bank sentral dapat memfokuskan pencapaian tujuan yang ditetapkan
  • 17.
    Penargetan Inflasi (Inflation Targeting) Penargetan inflasi dilakukan dengan mengumumkan kepada publik mengenai target inflasi jangka menengah dan komitmen bank sentral untuk mencapai stabilitas harga sebagai tujuan jangka panjang dari kebijakan moneter .  menargetkan inflasi sebagai jangkar nominal, bank sentral dapat menjadi lebih kredibel dan lebih fokus di dalam mencapai kestabilan harga sebagai tujuan akhir.
  • 18.
    Strategi Kebijakan Monetertanpa jangkar yang tegas (implicit but not explicit anchor)  Dalam rangka mencapai kinerja perekonomian yang memuaskan , beberapa Negara lebih memilih strategi kebijakan moneter tanpa mengungkapkan penargetan secara tegas. Akan tetapi, bank sentral tetap memberikan perhatian dan komitmen untuk mencapai tujuan akhir kebijakan moneter.
  • 19.
    Efektivitas kebijakan moneter Padaumumnya efektivitas kebijakan ekonomi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : 1. Ada tidaknya tujuan yang saling bertentangan Kemungkinan yang terjadi antara kebijakan mempunyai tujuan bisa selaras atau searah, bisa bertentangan, bisa tumpang tindih atau kembar. Jika yang terjadi tujuan kebijakan-kebijakan tersebut searah maka sasaran aau tujuan tersebut dapat dicapai.
  • 20.
    2. Tingkat monetarisasimasyarakat  Kebijakan moneter akan efektif bila masyarakat telah menggunakan uang baik sebagai media pertukaran, alat pengukur dan penyimpan kekayaan maupun fungsi uang yang lain.  Di Indonesia masih banyak kegiatan transaksi ekonomi yang tidak dilakukan lewat pasar atau tidak menggunakan uang, misalnya : pembayaran transaksi tenaga kerja dengan mengguanakan barang atau hasil pertanian. Hal ini menyebabkan kebijakan moneter yang berkaitan dengan M1 tidak akan efektif bagi kelompok atau sector tersebut.  Semakin tinggi tingkat monetarisasi masyarakat akan semakin efektif kebijakan moneter yang diambil.  Tingkat monetarisasi masyarakat dapat ditingkatkan melalui berbagai cara seperti dikenalkannya atau dibukanya cabang-cabang bank dan digunakannya uang sebagai alat pembayaran
  • 21.
    4. Pengaruh LembagaKeuangan Perilaku lembaga keuangan bank pada prinsipnya dapat diawasi oleh Bank Sentral, akan tetapi perilaku lembaga keuangan bukan bank tidak sepenuhnya berada di bawah pengawasan Bank Sentral. Dengan demikian adanya suatu kebijakan moneter belum tentu berpengaruh terhadap kegiatan atau kebijakan yang dijalankan oleh lembaga keuangan bukan bank.
  • 22.
    3. Faktor Kelambanan(Time Lag)  Salah satu keunggulan dari kebijakan moneter dibandingkan dengan kebijakan fiscal adalah kecepatan otoritas moneter dalam menetapkan kebijakan tersebut.  Masalah kelambanan atau time lag ini sangat sering dihadapi, karena memang tidak semua informasi dapat dengan mudah diperoleh khususnya di negara- negara berkembang. Adanya kelambatan dalam mengantisipasi suatu gejolak ekonomi akan dapat mengurangi efektivitas suatu kebijakan ekonomi.
  • 23.
    5. Harapan (Expectation)masyarakat  Secara teoritis khususnya dalam analisis ekonomi dengan pendekatan harapan nalar, kebijakan ekonomi akan efektiv bila kebijakan tersebut merupakan suatu syok (shock) bagi masyarakat. Dengan demikian bila informasi dapat diperoleh dari perilaku otoritas moneter dan perekonomian dapat diantisipasi oleh masyarakat, maka kebijakan moneter tidak efektiv.  Semakin rendah harapan atau ekspektasi masyarakat terhadap keadaan ekonomi dan perilaku pemerintah, maka semakin efektiv kebijakan moneter yang dijalankan.
  • 24.
    6. Faktor-faktor yangmempengaruhi variabel target Jika target yang ingin dicapai adalah mengendalikan atau mengurangi jumlah investasi swasta, untuk dapat merumuskan kebijakan yang cocok perlu diamati faktor- faktor atau variabel-variabel yang mempengaruhi investasi. Kesalahan dalam memilih atau menentukan variabel yang mempengaruhi investasi akan mengurangi atau menyebabkan tidak efektifnya suatu kebijakan ekonomi.
  • 25.
  • 26.
    Tujuan kebijakan monetermenurut Bank Indonesia Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU no.3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia.
  • 27.
    Kerangka kebijakan moneterdi Indonesia Dalam kebijakan moneter, Bank Indonesia menganut sebuah kerangka kerja yang dinamakan Inflation Targeting Framework (ITF). Kerangka kerja ini diterapkan secara formal sejak Juli 2005, setelah sebelumnya menggunkan kebijakan moneter yang menerapkan uang primer sebagai sasaran kebijakan moneter. Dengan kerangka ini, Bank Indonesia secara eksplisit mengumumkan sasaran inflasi kepada publik dan kebijakan moneter dirahkan untuk mencapai sasaran inflasi yang diterapkan oleh pemerintah tersebut. Untuk mencapai sasaran inflasi, kebijakan moneter dilakukan secara forward looking, artinya perubahan stance kebijakan dilakukan melalui evaluasi apakah perkembangan inflasi ke depan masih sesuai dengan sasaran inflasi yang telah dicanangkan.
  • 28.
    Alasan menggunakan ITF: ITF lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Dengan sasaran inflasi secara eksplisit masyarakat akan memahami arah inflasi.  ITF yang memfokuskan pada inflasi sebagai prioritas kebijakan moneter sesuai dengan mandat yang diberikan kepada Bank Indonesia.  ITF bersifat forward looking sesuai dengan dampak kebijakan pada inflasi yang memerlukan time lag.  Dalam kerangka ITF, Bank Indonesia mengumumkan sasaran inflasi ke depan pada periode tertentu.  Secara reguler, Bank Indonesia menjelaskan kepada publik mengenai kondisi inflasi dan pandangan ke depan serta keputusan yang diambil.
  • 29.
    Proses pengambilan keputusan untukpenetapan kebijakan moneter Penetapan kebijakan moneter di Bank Indonesia dilakukan dalam RDG. Rapat tersebut diadakan pada minggu pertama setiap bulannya. RDG dinyatakan sah apabila dihadiri sekurang- kurangnya oleh lebih dari separuh anggota Dewan Gubernur. Pengambilan keputusan RDG dilakukan atas dasar musyawarah untuk mencapai mufakat. Apabila mufakat tidak tercapai, Gubernur menetapkan keputusan akhir. Namun, apabila dalam keadaaan darurat dan RDG tidak dapat dilaksanakan karena jumlah anggota Dewan Gubernur yang hadir tidak memenuhi ketentuan, maka Gubernur atau sekurang-kurangnya 2 orang anggota Dewan Gubernur dapat menetapkan kebijakan.
  • 30.
    Koordinasi kebijakan moneterdan kebijakan fiskal Laju inflasi di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh faktor permintaan, tetapi juga oleh faktor penawaran, maka agar pencapaian inflasi dapat dilakukan dengan efektif, kerjasama dan koordinasi antara BI dan pemerintah melalui kebijakan makroekonomi yang terintegrasi sangat diperlukan. Sehubungan dengan hal tersebut, di tingkat pengambilan kebijakan, BI dan pemerintah secara rutin menggelar rapat koordinasi yang dipimpin oleh presiden RI untuk memberikan pandangan terhadap perkembangan makroekonomi dan moneter terkait dengan pencapaian sasaran inflasi. Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter juga dilakukan dalam dalam penyusunan bersama Asumsi Makro di APBN yang dibahas bersama di DPR. Selain itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan BI dalam melakukan pengelolaan uang negara.