ISO 9001:2015 | Manajemen Mutu
Anggi Mukti Saputra
ISO 9001:2015
??
Membantu organisasi untuk peningkatan kinerja dan sebagai dasar
untuk inisiatif pembangunan berkelanjutan.
Manfaat ???
1
• Menyediakan jasa dan produk secara
konsisten
2
• Peluang peningkatan kepuasan
pelanggan (Cutomer Satisfation)
3
• Menangani Risiko dan peluang yang
ada.
4
• Kesesuaian persyaratan sistem
manajemen mutu yang ditentukan
Metode ISO 9001:2015
1. Pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Act) dan pemikiran
berbasis risiko.
2. Merencanakan proses-proses dan interaksinya.
Note :
 Siklus PDCA untuk memastikan bahwa proses-proses mendapat
sumber daya dan pengelolaan yang sesuai dan peluang untuk
improvement.
 Pemikiran perbasis risiko menentukan faktor yang dapat menyebabkan
proses dan sistem manajemen mutu menjadi menyimpang.
Prinsip Manajemen MutuISO9001:2015
Customer Focus Leadership Engagement of
People
Process Approach
Improvement Keputusan
berdasarkan bukti
Manajemen
Hubungan
Pendekatan Proses
Memahami dan mengelola
proses yang saling
berhubungan sebagai
sistem yang berkontribusi
terhadap efektifitas dan
efisiensi organisasi dalam
meraih hasil yang
diinginkan.
Risk Based
 Pencegahan untuk menghilangkan potensi
keidaksesuaian, menganalisa dan mengambil
tindakan pencegahan.
 Peluang dapat muncul sebagai sebuah akibat suatu
situasi yang menguntungkan untuk mencapai hasil
yang diinginkan.
Penerapan Pendekatan proses
1. Pemahaman dan kontribusi dalam memenuhi
persyaratan
2. Pertimbangan dari proses-proses dalam hal nilai
tambah
3. Pencapaian kinerja proses yang efektif
4. Peningkatan proses berdasarkan evaluasi data
dan informasi
P
R
O
S
E
S
&
S
I
K
L
U
S
PENDEKATAN PROSES
Leadersh
ip
Support
Perform &
Evaluation
Improveme
nt
Planning
SIKLUSPDCA
PLAN
(Target & sasaran)
DO
(Implementasi)
CHECK
(Pemantauan)
ACT
(Tindak Lanjut)
KONTEKS ORGANISASI
1. Memahami organisasi dan konteksnya.
2. Memahami kebutuhan dan harapan dari pihak-pihak yang
berkepentingan.
3. Menentukan ruang lingkup sistem manajemen mutu
4. Menentukan sistem manajemen mutu dan proses-
prosesnya.
Organisasi menetapkan proses yang diperlukan untuk sistem manajemen
mutu dan penerapannya :
1. Menentukan Input & Output
2. Urutan dan interaksi proses
3. Menentukan & menerapkan kriteria, metode, serta pengendalian
proses tersebut
4. Menentukan sumberdaya & memastikan ketersediannya.
5. Tanggung jawab & wewenang setiap proses.
6. Menangani Risiko & Peluang
7. Evaluasi & menerapkan sistem perubahan yang diperlukan.
8. Meningkatkan proses & sistem manajemen mutu.
[1] KONTEKS ORGANISASI
(PROSES)
Organisasi Harus :
1. Memelihara informasi terdokumentasi
2. Menyimpan informasi terdokumentasi.
[2] KONTEKS ORGANISASI
(PROSES)
LEADERSHIP
Top Manajemen menunjukan kepemimpinan dan komitmen
terhadap sistem manajemen mutu dengan :
1. Tanggungjawab atas efektivitas sistem.
2. Kebijakan dan sasaran mutu.
3. Integrasi persyaratan sistem.
4. Pendekatan proses dan risiko based.
5. Memastikan ketersedian sumberdaya.
6. Komunikasi manajemen mutu (efektif) & sesuai persyaratan.
7. Sistem manajemen mutu mencapai hasil yang diinginkan.
8. People engagment.
9. Promosi Peningkatan.
10. Supporting lintas manajemen.
[1] LEADERSHIP & KOMITMEN
Top Manajemen menunjukan kepemimpinan dan
komitmen terhadap pelanggan dengan memastikan :
1. Pelanggan dan hukum yang berlaku dan persyaratan
yang ditentukan, dipahami dan konsisten dipenuhi.
2. Risiko dan peluang yang mempengaruhi kesesuaian
produk, pelayanan dan kemampuan.
3. Peningkatan kepuasan pelanggan.
[2] CUSTOMER FOCUS
[3] Kebijakan
1. Menetapkan kebijakan mutu
 Sesuai konteks dan tujuan organisasi.
 Menyediakan kerangka kerja.
 Komitmen pemenuhan persyaratan manajemen mutu.
 Komitmen Continual Improvement.
2. Komunikasi kebijakan mutu
 Memastikan kesesuaian manajemen mutu.
 Memastikan proses sesuai dengan output yang diinginkan.
 Pelaporan kinerja sistem manajemen yang diterapkan.
 Memastikan integritas sistem.
[4] Organisasi, tanggung jawab
dan otoritas
1. Sistem manajemen mutu sesuai dengan persyaratan
standar internasional ini
2. Proses yang ada memberikan output yang diinginkan
3. Pelaporan kinerja dari sistem manajemen mutu dan
peluang untuk peningkatan
4. Memastikan promosi diseluruh organisasi
5. Integritas sistem manajemen mutu dipelihara
,direncanakan dan diimplementasikan.
PLANNING
[1] TINDAKAN RESIKO &
PELUANG
Tindakan untuk menangani risiko dan peluang.
 Rencana penanganan.
 Give Assurance.
 Meningkatkan dampak yang diinginkan.
 Mencegah atau mengurangi dampak risiko.
 Improvement.
 Integrasi dan penerapan tindakan
 Evaluasi efektivitas
[2] SASARAN MUTU DAN
PERENCANAAN
1. Konsisten dengan kebijakan mutu
2. Dapat diukur
3. Memperhitungkan persayaratan yang berlaku
4. Relevan dan sesuai dengan produk dan layanan
terhadap pelanggan
5. Dapat dipantau
6. Komunikatif
7. Dapat diperbarui
[3] Perencanaan Perubahan
1. Tujuan perubahan dan konsekuensi
potensial.
2. Integritas atas sistem manajemen mutu
3. Ketersedian sumber daya
4. Alokasi/Relokasi tanggung jawab dan
wewenang
PLANNING
SUPPORT & TEAM
[1] Sumber daya
1. Kapabilitas dan kendala sumber daya.
2. Apa yang diperoleh dari penyedia eksternal.
3. People / Manpower
4. Infrastruktur
5. Lingkungan pengoperasian proses
6. Pemantauan dan pengukuran sumber daya
7. Ketelusuran pengukuran
8. Pengetahuan Organisasi
[2] Kompetensi
1. Menentukan kompetensi yang diperlukan.
2. Memastikan sumber daya kompeten berdasarkan
pendidikan, pelatihan, atau pengujian.
3. Tidakan memperoleh kompetensi dan evaluasi.
4. Menyimpan informasi terdokumentasi yang berkaitan
dengan kompetensi.
[3] Awareness
1. Kebijakan Mutu.
2. Sasaran Mutu.
3. Kontribusi dan efektivitas sistem manajemen mutu.
4. Implikasi dari ketidaksesuaian dengan persyaratan
sistem manajemen mutu.
[3] Komunikasi
1. Topik komunikasi.
2. Waktu berkomunikasi.
3. Lawan bicara.
4. Cara berkomunikasi.
5. Pejabat penanggung jawab informasi komunikasi.
OPERASIONAL &
EVALUASI KINERJA
[1] OPERASIONAL
1. Perencanaan dan pengendalian operasi.
2. Persayaratan untuk produk dan layanan.
3. Desain dan pengembangan produk layanan.
4. Pengendalian produk dan layanan eksternal.
5. Produksi dan penyediaan layanan.
6. Pelepasan atas produk layanan.
7. Kendali atas ketidaksesuaian output.
[2] EVALUASI KINERJA
1. Pemantauan, pengukuran, analisis dan evaluasi.
2. Audit internal.
3. Tinjauan dan manajemen.
[3] IMPROVMENT
1. Meningkatkan produk dan layanan dalam
pemenuhan persyaratan dan kebutuhan yang akan
datang.
2. Memperbaiki, mencegah dan mengurangi dampak
(risiko).
3. Meningkatkan kinerja dan efektivitas sistem
manajemen mutu.
4. Peningkatan terus-menerus (Continual
Improvement).
THANKS FOR
ATTENTION
Created by
Anggi Mukti Saputra
(Participant of ISO Training)

ISO 9001 2015

  • 1.
    ISO 9001:2015 |Manajemen Mutu Anggi Mukti Saputra
  • 2.
    ISO 9001:2015 ?? Membantu organisasiuntuk peningkatan kinerja dan sebagai dasar untuk inisiatif pembangunan berkelanjutan.
  • 3.
    Manfaat ??? 1 • Menyediakanjasa dan produk secara konsisten 2 • Peluang peningkatan kepuasan pelanggan (Cutomer Satisfation) 3 • Menangani Risiko dan peluang yang ada. 4 • Kesesuaian persyaratan sistem manajemen mutu yang ditentukan
  • 4.
    Metode ISO 9001:2015 1.Pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Act) dan pemikiran berbasis risiko. 2. Merencanakan proses-proses dan interaksinya. Note :  Siklus PDCA untuk memastikan bahwa proses-proses mendapat sumber daya dan pengelolaan yang sesuai dan peluang untuk improvement.  Pemikiran perbasis risiko menentukan faktor yang dapat menyebabkan proses dan sistem manajemen mutu menjadi menyimpang.
  • 5.
    Prinsip Manajemen MutuISO9001:2015 CustomerFocus Leadership Engagement of People Process Approach Improvement Keputusan berdasarkan bukti Manajemen Hubungan
  • 6.
    Pendekatan Proses Memahami danmengelola proses yang saling berhubungan sebagai sistem yang berkontribusi terhadap efektifitas dan efisiensi organisasi dalam meraih hasil yang diinginkan.
  • 7.
    Risk Based  Pencegahanuntuk menghilangkan potensi keidaksesuaian, menganalisa dan mengambil tindakan pencegahan.  Peluang dapat muncul sebagai sebuah akibat suatu situasi yang menguntungkan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
  • 8.
    Penerapan Pendekatan proses 1.Pemahaman dan kontribusi dalam memenuhi persyaratan 2. Pertimbangan dari proses-proses dalam hal nilai tambah 3. Pencapaian kinerja proses yang efektif 4. Peningkatan proses berdasarkan evaluasi data dan informasi
  • 9.
  • 10.
  • 11.
    Leadersh ip Support Perform & Evaluation Improveme nt Planning SIKLUSPDCA PLAN (Target &sasaran) DO (Implementasi) CHECK (Pemantauan) ACT (Tindak Lanjut)
  • 12.
    KONTEKS ORGANISASI 1. Memahamiorganisasi dan konteksnya. 2. Memahami kebutuhan dan harapan dari pihak-pihak yang berkepentingan. 3. Menentukan ruang lingkup sistem manajemen mutu 4. Menentukan sistem manajemen mutu dan proses- prosesnya.
  • 13.
    Organisasi menetapkan prosesyang diperlukan untuk sistem manajemen mutu dan penerapannya : 1. Menentukan Input & Output 2. Urutan dan interaksi proses 3. Menentukan & menerapkan kriteria, metode, serta pengendalian proses tersebut 4. Menentukan sumberdaya & memastikan ketersediannya. 5. Tanggung jawab & wewenang setiap proses. 6. Menangani Risiko & Peluang 7. Evaluasi & menerapkan sistem perubahan yang diperlukan. 8. Meningkatkan proses & sistem manajemen mutu. [1] KONTEKS ORGANISASI (PROSES)
  • 14.
    Organisasi Harus : 1.Memelihara informasi terdokumentasi 2. Menyimpan informasi terdokumentasi. [2] KONTEKS ORGANISASI (PROSES)
  • 15.
  • 16.
    Top Manajemen menunjukankepemimpinan dan komitmen terhadap sistem manajemen mutu dengan : 1. Tanggungjawab atas efektivitas sistem. 2. Kebijakan dan sasaran mutu. 3. Integrasi persyaratan sistem. 4. Pendekatan proses dan risiko based. 5. Memastikan ketersedian sumberdaya. 6. Komunikasi manajemen mutu (efektif) & sesuai persyaratan. 7. Sistem manajemen mutu mencapai hasil yang diinginkan. 8. People engagment. 9. Promosi Peningkatan. 10. Supporting lintas manajemen. [1] LEADERSHIP & KOMITMEN
  • 17.
    Top Manajemen menunjukankepemimpinan dan komitmen terhadap pelanggan dengan memastikan : 1. Pelanggan dan hukum yang berlaku dan persyaratan yang ditentukan, dipahami dan konsisten dipenuhi. 2. Risiko dan peluang yang mempengaruhi kesesuaian produk, pelayanan dan kemampuan. 3. Peningkatan kepuasan pelanggan. [2] CUSTOMER FOCUS
  • 18.
    [3] Kebijakan 1. Menetapkankebijakan mutu  Sesuai konteks dan tujuan organisasi.  Menyediakan kerangka kerja.  Komitmen pemenuhan persyaratan manajemen mutu.  Komitmen Continual Improvement. 2. Komunikasi kebijakan mutu  Memastikan kesesuaian manajemen mutu.  Memastikan proses sesuai dengan output yang diinginkan.  Pelaporan kinerja sistem manajemen yang diterapkan.  Memastikan integritas sistem.
  • 19.
    [4] Organisasi, tanggungjawab dan otoritas 1. Sistem manajemen mutu sesuai dengan persyaratan standar internasional ini 2. Proses yang ada memberikan output yang diinginkan 3. Pelaporan kinerja dari sistem manajemen mutu dan peluang untuk peningkatan 4. Memastikan promosi diseluruh organisasi 5. Integritas sistem manajemen mutu dipelihara ,direncanakan dan diimplementasikan.
  • 20.
  • 21.
    [1] TINDAKAN RESIKO& PELUANG Tindakan untuk menangani risiko dan peluang.  Rencana penanganan.  Give Assurance.  Meningkatkan dampak yang diinginkan.  Mencegah atau mengurangi dampak risiko.  Improvement.  Integrasi dan penerapan tindakan  Evaluasi efektivitas
  • 22.
    [2] SASARAN MUTUDAN PERENCANAAN 1. Konsisten dengan kebijakan mutu 2. Dapat diukur 3. Memperhitungkan persayaratan yang berlaku 4. Relevan dan sesuai dengan produk dan layanan terhadap pelanggan 5. Dapat dipantau 6. Komunikatif 7. Dapat diperbarui
  • 23.
    [3] Perencanaan Perubahan 1.Tujuan perubahan dan konsekuensi potensial. 2. Integritas atas sistem manajemen mutu 3. Ketersedian sumber daya 4. Alokasi/Relokasi tanggung jawab dan wewenang
  • 24.
  • 25.
    [1] Sumber daya 1.Kapabilitas dan kendala sumber daya. 2. Apa yang diperoleh dari penyedia eksternal. 3. People / Manpower 4. Infrastruktur 5. Lingkungan pengoperasian proses 6. Pemantauan dan pengukuran sumber daya 7. Ketelusuran pengukuran 8. Pengetahuan Organisasi
  • 26.
    [2] Kompetensi 1. Menentukankompetensi yang diperlukan. 2. Memastikan sumber daya kompeten berdasarkan pendidikan, pelatihan, atau pengujian. 3. Tidakan memperoleh kompetensi dan evaluasi. 4. Menyimpan informasi terdokumentasi yang berkaitan dengan kompetensi.
  • 27.
    [3] Awareness 1. KebijakanMutu. 2. Sasaran Mutu. 3. Kontribusi dan efektivitas sistem manajemen mutu. 4. Implikasi dari ketidaksesuaian dengan persyaratan sistem manajemen mutu.
  • 28.
    [3] Komunikasi 1. Topikkomunikasi. 2. Waktu berkomunikasi. 3. Lawan bicara. 4. Cara berkomunikasi. 5. Pejabat penanggung jawab informasi komunikasi.
  • 29.
  • 30.
    [1] OPERASIONAL 1. Perencanaandan pengendalian operasi. 2. Persayaratan untuk produk dan layanan. 3. Desain dan pengembangan produk layanan. 4. Pengendalian produk dan layanan eksternal. 5. Produksi dan penyediaan layanan. 6. Pelepasan atas produk layanan. 7. Kendali atas ketidaksesuaian output.
  • 31.
    [2] EVALUASI KINERJA 1.Pemantauan, pengukuran, analisis dan evaluasi. 2. Audit internal. 3. Tinjauan dan manajemen.
  • 32.
    [3] IMPROVMENT 1. Meningkatkanproduk dan layanan dalam pemenuhan persyaratan dan kebutuhan yang akan datang. 2. Memperbaiki, mencegah dan mengurangi dampak (risiko). 3. Meningkatkan kinerja dan efektivitas sistem manajemen mutu. 4. Peningkatan terus-menerus (Continual Improvement).
  • 33.
    THANKS FOR ATTENTION Created by AnggiMukti Saputra (Participant of ISO Training)