1
BI INSTITUTE
INTRA
PRENEURSHIP
HOW TO CREATE ENTREPRENEURIAL MINDSET
WITHIN EMPLOYEES TO BOOST COMPANY
EFFICIENCY AND EFFECTIVENESS
2
BI INSTITUTE
Apa itu Intrapreneurship
Perbedaan Intrapreneurship dan
Entrepreneurship
Membuat karyawan memiliki mindset
entrepreneur
Contoh intrapreneurship
Daftar Isi
PENDAHULUAN
Rekomendasi Intrapreneurship di
perusahaan perusahaan
Tantangan Intrapreneurship
Rekomendasi Untuk Indonesia
Kesimpulan
Referensi
Mengapa Intrapreneurship penting
3
BI INSTITUTE
Apa Itu
Intrapreneurship
Istilah intrapreneurship pertama kali tercatat
digunakan oleh Gifford Pinchot III pada paper
yang dibuatnya di tahun 1978. Menurut
Pinchot, intrapreneur adalah "dreamers who
do. Those who take hands-on responsibility
for creating innovation of any kind, within a
business"
4
BI INSTITUTE
Apa Itu
Intrapreneurship
Pada tahun 1992, The American Heritage
Dictionary mendefinisikan intrapreneur
sebagai “orang di dalam perusahaan besar
yang mengambil tanggung jawab langsung
untuk mengubah ide menjadi produk jadi yang
menguntungkan melalui pengambilan risiko
dan inovasi”
5
BI INSTITUTE
INTRAPRENEURSHIP ENTREPRENEURSHIP
SUMBERDAYA TELAH TERSEDIA
JIKA GAGAL, MASIH MEMILIKI GAJI SEBAGAI
CADANGAN
MEMPUNYAI KETERAMPILAN TINGGI DAN
SPESIFIK
Perbedaan Intrapreneurship dan Entrepreneurship
INTRAPRENEURSHIP
KADANG SULIT MENCARI SUMBERDAYA
DAPAT KEHILANGAN SEGALANYA JIKA GAGAL
MENGETAHUI BISNIS SECARA LEBIH MAKRO
6
BI INSTITUTE
INTRAPRENEURSHIP ENTREPRENEURSHIP
MODAL TIDAK DIKUMPULKAN SENDIRI
BEROPERASI DARI DALAM ORGANISASI
BUDAYA KERJA MENYESUAIKAN YANG
SUDAH ADA
Perbedaan Intrapreneurship dan Entrepreneurship
INTRAPRENEURSHIP
MODAL DICARI SENDIRI
BEROPERASI DARI LUAR
MEMBUAT BUDAYA KERJA SENDIRI
7
BI INSTITUTE
KELEBIHAN KEKURANGAN
Kemungkinan untuk menetap di lingkungan yang
jelas dan bersahabat
Melatih kemampuan di dalam perusahaan
Menggunakan sumberdaya perusahaan, nama
besar dan pengetahuan yang dimiliki perusahaan
Mempunyai akses ke konsumen dan infrastruktur
Kelebihan dan Kekurangan Intrapreneurship
INTRAPRENEURSHIP
Hasil bisa tidak sesuai ekspektasi
Inovasi belum tentu diapresiasi dengan sesuai
Bisa menjadi inovatif tapi hanya sampai batasan
tertentu – bukan menjadi bos dari diri sendiri
8
BI INSTITUTE
KELEBIHAN KEKURANGAN
Independen – Anda adalah bos dari diri sendiri
Pendapatan meningkat
Punya kesempatan untuk menjadi orisinil
Bisa punya petualangan yang menarik
Mempunyai banyak sekali kemungkinan
Menentukan gaji sendiri
Kelebihan dan Kekurangan Entrepreneurship
INTRAPRENEURSHIP
Tekanan dari uang – Tidak ada jaminan gaji tetap
Keuntungan yang sedikit di awal
Jam kerja yang panjang
Kesalahan yang ada bisa berlipatganda
Keputusan besar harus ditentukan sendiri
9
BI INSTITUTE
KESAMAAN
Keduanya melibatkan identifikasi dan definisi dari kesempatan yang ada
Keduanya membutuhkan konsep bisnis unik dalam bentuk produk, proses atau layanan
Keduanya harus punya strategi pengembangan dan pengambilan keuntungan
Keduanya butuh visi yang diseimbangkan dengan kemampuan manajerial, semangat
pragmatis yang berorientasi hasil, dan proaktif dengan kesabaran
Keduanya memiliki risiko dan harus punya strategi manajemen resiko
Keduanya didorong oleh individu yang bekerja dalam tim untuk mematangkan konsep
Kesamaan Intrapreneurship & Entrepreneurship
INTRAPRENEURSHIP
10
BI INSTITUTE
Hubungan antara entrepreneurship
dan intrapreneurship berbeda di
level mikro dan makro. Di level
mikro, intrapreneurship seolah
menjadi sebab entrepreneurship
sementara di level makro
entrepreneurship seolah menjadi
pengganti dari intrapreneurship
Perbedaan Intrapreneurship dan Entrepreneurship
INTRAPRENEURSHIP
Tingkat Perkembangan
Ekonomi
Keberadaan
Perusahaan Besar
Intrapreneurship Entrepreneurship
Biaya (opportunity cost)
Entrepreneurship
Jaminan kerja
-
-
+
+
+
+
+
+
Hubungan sebab-akibat (kausalitas) antara tingkat perkembangan ekonomi,
intrapreneurship dan entrepreneurship.
11
BI INSTITUTE
MENGAPA INTRAPRENEURSHIP
PENTING?
INTRAPRENEURSHIP
12
BI INSTITUTE
Mengapa Intrapreneurship Penting?
INTRAPRENEURSHIP
88%
dari Fortune 500 Companies
pada tahun 1955 tidak lagi
ada pada tahun 2015
Rata-rata umur perusahaan di Standard &
Poor’s 500 Index (dalam tahun)
55
37
22
19
1960 1980 2000 2015
(proyeksi)
Perusahaan modern menghadapi lingkungan yang
sulit dan sangat kompetitif. Tren seperti Big Data,
Inteligensi Buatan, Revolusi Industri 4.0 ataupun
Digital Printing membuat inovasi di dalam
perusahaan menjadi sebuah kebutuhan untuk tetap
bertahan. Dan inovasi harus dilakukan secara
menyeluruh termasuk di pola pikir setiap
pegawainya
13
BI INSTITUTE
Mengapa Intrapreneurship Penting?
INTRAPRENEURSHIP
Negara dengan pendapatan tinggi
mempunyai relatif lebih banyak jumlah
intrapreneurship dibandingkan dengan
negara yang berpenghasilan rendah
14
BI INSTITUTE
Mengapa Intrapreneurship
Penting?
INTRAPRENEURSHIP
Kita hidup di dunia yang memiliki
perubahan sangat cepat. Banyak inovasi
dan gangguan (disruption) di setiap sektor
industri.
Startup bertanggung jawab atas pola pikir
yang jauh lebih inovatif
Pelajar, mahasiswa, fresh graduate,
pengangguran lah yang menjalankan
startup
Namun mereka tidak dapat membiayai
sendiri startup nya
Dengan intrapreneurship, pola pikir inovatif
dan sumberdaya yang tersedia dapat
dimaksimalkan
15
BI INSTITUTE
Generasi Millennial
Menginginkan
Perbedaan
MENGAPA INTRAPRENEURSHIP
PENTING
Generasi millennial atau yang lahir di sekitar tahun
90an lebih punya keinginan yang kuat akan
perubahan. Mereka punya keinginan dan merasa
dapat mewujudkan banyak perbedaan yang lebih
baik di dunia, termasuk di dalam perusahaan yang
menerapkan intrapreneurship
16
BI INSTITUTE
Generasi Millennial
Menghargai Kreativitas
MENGAPA INTRAPRENEURSHIP
PENTING
Generasi millennial lebih menghargai
kreativitas. Ide-ide atau inovasi dianggap
merupakan sesuatu yang patut diapresiasi
tinggi. Jika intrapreneur diterapkan di
sebuah perusahaan, maka kreativitas harus
juga dihargai dan mendorong banyak
potensi
17
BI INSTITUTE
Generasi Millennial
Menghargai
Kebebasan
MENGAPA INTRAPRENEURSHIP
PENTING
Generasi millennial menganggap bahwa
kebebasan patut dijunjung tinggi.
Kebebasan dalam batasan wajar akan
memaksimalkan potensi dari setiap
individu. Intrapreneurship akan membuat
kebebasan menjadi lebih maksimal dalam
mengembangkan perusahaan
18
BI INSTITUTE
The 10 Commandments for The Intrapreneurs
INTRAPRENEURSHIP
Gifford Pinchot III, seorang yang dianggap berjasa mengembangkan konsep intrapreneurship di paper nya pada tahun 1978
menuliskan « The 10 Commandments for the Intrapreneurs » atau 10 perintah untuk intrapreneur
Come to work each day willing to be fired1
Recruit a strong team
Ask for advice before resources
Forget pride for authorship, spread credit
widely
When you ‘bend the rules’, keep the best interest
of the company and its customers in mind
2
3
4
5
Honour your sponsors6
Underpromise and overdeliver
Be true to your goals, but realistic about
ways to achieve them
Remember, it is easier to ask for
forgiveness than for permission
Do any job needed to make your project
work, regardless of your job description
7
8
9
10
19
BI INSTITUTE
Mengapa Intrapreneurship Penting
INTRAPRENEURSHIP
Beberapa alasan utama mengapa intrapreneurship penting bagi perusahaan besar
Growth : Tujuan dari intrapreneurship
adalah untuk membentuk entrepreneurial
mindset dan infrastruktur yang dibutuhkan
untuk mendukung pertumbuhan
perusahaan (growth)
1
Innovation : Intrapreneurship adalah
lingkungan yang tepat untuk mendukung
dan mempertahankan inovasi secara
kontinu
Leadership : Intrapreneurship adalah salah
satu cara terbaik untuk menarik dan
mempertahankan pemimpin dengan pola
pikir entrepeneurial
2
3
20
BI INSTITUTE
Mengapa Intrapreneurship Penting
INTRAPRENEURSHIP
Beberapa alasan utama mengapa intrapreneurship penting bagi perusahaan besar
Change: Intrapreneuship membuat
perusahaan dapat mengakselerasi dan
mengatur perubahan dengan lebih efektif
Engagement: Intrapreneurship
menyediakan wadah untuk
mengikutsertakan pegawai dalam pekerjaan
yang menantang dan bermakna. Hal ini
membuat pegawai tetap berkembang serta
juga berkomitmen
4
5
21
BI INSTITUTE
MEMBUAT KARYAWAN MEMILIKI
POLA PIKIR ENTREPRENEUR
INTRAPRENEURSHIP
22
BI INSTITUTE
Membuat Karyawan Dengan Pola
Pikir Entrepreneurship
WRITE A GREAT TITLE HERE
Untuk menanamkan budaya intrapreneurship dalam perusahaan, harus dicari pegawai-
pegawai yang punya pola pikir entrepreneurial atau sederhananya pola pikir problem solver.
Tidak ada langkah yang pasti untuk menanamkan budaya intrapreneurship namun ada
beberapa hal yang dapat menjadi gambaran untuk mulai menanamkan intrapreneurship
Transparan
Mempercayai karyawan untuk memiliki pola pikir entrepreneur berarti juga mempercayakan
informasi perusahaan yang diambil untuk mengambil keputusan pada karyawan tersebut.
1
23
BI INSTITUTE
Membuat Karyawan Dengan Pola
Pikir Entrepreneurship
WRITE A GREAT TITLE HERE
Reward
Pemimpin dan manajer seharusnya tidak mengendalikan segala detil yang dilakukan oleh
pegawainya. Biarkan pegawai melakukan pekerjaannya dan berikan reward pada
pegawai yang memberi solusi untuk memperbaiki penjualan, efisiensi, dll.
2
24
BI INSTITUTE
Membuat Karyawan Dengan Pola
Pikir Entrepreneurship
WRITE A GREAT TITLE HERE
Selesaikan masalah langsung saat muncul.
Arahkan pegawai untuk langsung menyelesaikan masalah yang ada di depannya segera,
seberapa pun besarnya masalah tersebut. Masalah yang dibiarkan terlanjur besar akan
membuat masalah tersebut sulit untuk diatasi.
3
25
BI INSTITUTE
Membuat Karyawan Dengan Pola
Pikir Entrepreneurship
WRITE A GREAT TITLE HERE
Kompetitif
Beri arahan pada pegawai agar mempunyai rasa kompetitif yang baik untuk terus mendapatkan
hasil yang maksimal. Jiwa kompetitif pada setiap pegawai berarti selalu memberikan hasil yang
terbaik dan selalu memacu diri.
4
26
BI INSTITUTE
Membuat Karyawan Dengan Pola
Pikir Entrepreneurship
WRITE A GREAT TITLE HERE
Beri alokasi waktu khusus
Salah satu cara untuk membangun kultur intrapreneur adalah dengan memberikan pegawai alokasi
waktu khusus diluar jam kerja untuk mendorong proses kreatif. Berikan waktu khusus beberapa
persen dari waktu kerja normalnya untuk membiarkan pegawai mencoba berinovasi
5
27
BI INSTITUTE
Membuat Karyawan Dengan Pola
Pikir Entrepreneurship
WRITE A GREAT TITLE HERE
Buat Pengambilan Risiko Jadi Hal yang Wajar
Dorong pegawai untuk tidak takut mengambil risiko yang dipikirkan dengan matang. Kemungkinan
keuntungan besar juga mungkin didapat jika mengambil risiko besar dengan perhitungan yang baik.
6
28
BI INSTITUTE
CONTOH-CONTOH INTRAPRENEUR
INTRAPRENEURSHIP
29
BI INSTITUTE
30
BI INSTITUTE
John
Hanke
CONTOH INTRAPRENEUR
John Hanke adalah seorang entrepreneur
yang mendirikan Keyhole, yang
menghubungkan peta dengan fotografi
aerial. Google membeli Keyhole pada tahun
2004 dan menempatkan John Hanke untuk
memimpin divisi “Geo” milik Google (yang
mengeluarkan Google Earth, Google Maps,
Local, StreetView, Sketchup dan
Panoramio).
31
BI INSTITUTE
John
Hanke
CONTOH INTRAPRENEUR
John Hanke mendirikan Niantic Labs di
tahun 2010 sebagai internal startup di
dalam Google. 5 tahun kemudian Niantic
independen dari Google. Bekerjasama
dengan Nintendo, di tahun 2016 Niantic
membuat Pokemon Go. Pokemon Go
diunduh sebanyak lebih dari 10 juta kali di
minggu pertama rilisnya dan meningkatkan
saham Nintendo sebesar 25%.
32
BI INSTITUTE
33
BI INSTITUTE
Ken
Kutaragi
CONTOH INTRAPRENEUR
Ken Kutaragi bekerja di sound lab Sony Corporation ketika
dia membawakan putrinya sebuah konsol game Nintendo.
Ketika melihat putrinya bermain, ia merasa tidak puas
dengan kualitas suaranya. Ken berpikir bahwa sebuah
chip yang didesain khusus untuk suara akan
meningkatkan kualitas suara Konsol Nintendo secara
signifikan
34
BI INSTITUTE
Ken
Kutaragi
CONTOH INTRAPRENEUR
Sony pada saat itu tidak terlibat dalam industri games,
sehingga Ken menjadi konsultan bagi Nintendo namun
tetap bekerja untuk Sony. CEO Sony pada saat itu
mengakui kreativitas, jiwa entrepreneur dan inovasi
sehingga usaha Ken terus didukung. Dengan
pengetahuan yang didapatnya selagi menjadi konsultan di
Nintendo, Ken meyakinkan Sony untuk masuk ke pasar
game. Rencana ini didukung oleh CEO nya, dan Ken
memimpin usaha Sony untuk mengembangkan sistem
gaming yang menjadi salah satu produk sukses mereka,
PlayStation.
35
BI INSTITUTE
36
BI INSTITUTE
Dr. Spencer Silver &
Art Fry
CONTOH INTRAPRENEUR
Dr. Spencer Silver, seorang ilmuwan di 3M mencoba
membuat lem yang sangat kuat untuk digunakan di
teknologi aerospace. Hasilnya, iya membuat sebuah lem
yang tidak terlalu kuat menempel dan tidak meninggalkan
residu. Ide ini tidak dibuangnya dan terus menerus
mempertahankan lem temuannya sampai suatu saat
temuannya menjadi suatu solusi.
37
BI INSTITUTE
Dr. Spencer Silver &
Art Fry
CONTOH INTRAPRENEUR
Art Fry, seorang ilmuwan 3M yang lain frustrasi. Setiap
Rabu malam saat berlatih bersama koor gereja nya dia
harus menggunakan potongan kertas kecil untuk
menandai buku nyanyian nya, namun pada hari Minggu
kertas kertas tersebut jatuh. Ia butuh penanda yang bisa
ditempelkan ke kertas tanpa merusak kertas. Dan disitulah
Fry teringat akan penemuan Dr. Silver, mereka berdua
berkolaborasi membuat produk yang sampai sekarang
digunakan orang dengan nama: Post-It Notes.
38
BI INSTITUTE
REKOMENDASI INTRAPRENEURSHIP
DI PERUSAHAAN -PERUSAHAAN
INTRAPRENEURSHIP
39
BI INSTITUTE
Sistem
Poin
REKOMENDASI IDE
INTRAPRENEURSHIP
Perusahaan dapat menerapkan sistem poin untuk
setiap ide dan inovasi yang diberikan oleh pegawai.
Setiap ide atau inovasi dihitung poinnya sesuai
dampak yang didapat oleh perusahaan. Dan ketika
poin mencapai angka tertentu, pegawai mendapat
kesempatan mendapat hadiah berupa tiket liburan,
barang elektronik atau hadiah lain yang menarik.
40
BI INSTITUTE
Memberi Insentif
Untuk Inovasi
REKOMENDASI IDE
INTRAPRENEURSHIP
Perusahaan juga bisa menerapkan insentif langsung kepada
pegawai. Setiap ide atau inovasi yang diberikan kepada
perusahaan oleh pegawai langsung diberikan hadiah sehingga
dapat memotivasi karyawan untuk terus produktif dan berinovasi
untuk memberi dampak positif pada perusahaan.
41
BI INSTITUTE
Kompetisi Internal
Perusahaan
REKOMENDASI IDE
INTRAPRENEURSHIP
Perusahaan dapat mengadakan sebuah kompetisi
inovasi dan ide internal bagi para karyawannya. Dan
pemenang dari kompetisi internal tersebut akan
mendapatkan hadiah yang menarik. Sistem kompetisi
memungkinkan banyak ide yang masuk untuk
mendorong perusahaan terus berinovasi dan
berkembang menuju arah yang lebih baik.
42
BI INSTITUTE
Berikan Seminar
Ataupun Lokakarya
REKOMENDASI IDE
INTRAPRENEURSHIP
Perusahaan dapat mengadakan seminar atau lokakarya
kepada pegawainya untuk mengembangkan pola pikir
entrepreneurship di dalam perusahaan. Hal ini merupakan
investasi yang bagus untuk memicu pegawai agar sadar
tentang potensi intrapreneurship
43
BI INSTITUTE
Budaya
Silicon Valley
REKOMENDASI INTRAPRENEURSHIP UNTUK
PERUSAHAAN
Tania Zapata, asal Kolombia pendiri Torre (salah satu startup di
Silicon Valley) mengatakan “Membangun perusahaan bukanlah
sesuatu yang bisa kita lakukan sendiri”. Hal ini adalah salah
satu budaya Silicon Valley yaitu keterbukaan dan tukar pikiran.
Masih ada beberapa budaya Silicon Valley yang lain.
44
BI INSTITUTE
Done Is Better
Than Perfect
Salah satu tulisan di kantor
facebook menuliskan hal ini.
Budaya Silicon Valley
menekankan segala produknya
diselesaikan terlebih dahulu.
Do it. Try it. Fix
it
Silicon Valley menekankan
untuk selalu berkesperimen
dan melakukan iterasi dalam
mengerjakan produknya.
Produk yang dikembangkan
bukan seperti proyek
konvensional yang
mempunyai cakupan yang
jelas dari awal.
Committed – Yet
Independent
Pegawai di Silicon Valley bisa
mengerjakan pekerjaannya
berjam-jam lebih lama di setiap
harinya dan bahkan mengerjakan
di luar kantor. Namun pegawai ini
dapat dengan mudah berpindah
ke perusahan lain di Silicon Valley.
Competitive – Yet
Cooperative
Iklim di Silicon Valley sangat
kompetitif karena selalu dituntut
untuk memberi perubahan dan
inovasi. Namun, pegawainya sangat
menghargai kerja tim dan tidak
jarang memilih pekerjaan
berdasarkan rekan kerja yang
nyaman
Pragmatic – Yet
Optimistic
Profesional di Silicon Valley
memahami bahwa sukses didapat
setelah melewati banyak kegagalan.
Namun mereka juga sepakat bahwa
hampir semua masalah dapat
diselesaikan dengan usaha yang
cukup dan pendekatan yang benar
Budaya Silicon Valley
REKOMENDASI INTRAPRENEURSHIP UNTUK PERUSAHAAN
45
BI INSTITUTE
TANTANGAN INTRAPRENEURSHIP
INTRAPRENEURSHIP
46
BI INSTITUTE
Tantangan
Dalam membangun intrapreneurship
Corporate Immune System
Salah satu tantangan dalam mengembangkan
intrapreneurship adalah adanya Corporate Immune
System. Hal ini berarti birokrasi, hirarki bahkan
peraturan yang sudah ada di perusahaan itu
sendiri yang tidak memungkinkan adanya budaya
dan perilaku intrapreneurship
47
BI INSTITUTE
Tantangan
Dalam membangun intrapreneurship
Corporate Immune System
Fenomena ini wajar dalam dunia akademis dan
dapat diringkas dalam 3 trap umum:
• Familiarity Trap
Perusahaan cenderung melakukan sesuatu yang
sudah familiar
• Maturity Trap
Selalu menganggap yang lebih tua lebih baik
daripada yang baru
• Propinquility Trap
Cenderung memilih yang lebih dekat dengan solusi
sekarang dibanding solusi yang benar-benar baru
48
BI INSTITUTE
Tantangan
Dalam membangun intrapreneurship
Mempertahankan Intrapreneur
Membangun budaya intrapreneurship di dalam
perusahaan bukan berarti ‘membuat’ intrapreneur.
Intrapreneur sudah ada di dalam perusahaan,
mereka hanya perlu dicari, didorong serta
dipertahankan oleh perusahaan. Mengabaikan
potensi mereka atau bahkan menghambat mereka
mewujudkan mimpinya menyebabkan potensi
perusahaan hilang
49
BI INSTITUTE
Tantangan
Dalam membangun intrapreneurship
Mempertahankan Intrapreneur
Karena memiliki pola pikir entrepreneurship,
seorang intrapreneur di dalam perusahaan punya
risiko untuk keluar dari perusahaan. Yang menjadi
tantangan adalah bagaimana perusahaan tetap
mempertahankan individu tersebut agar tetap loyal
pada perusahaan.
50
BI INSTITUTE
Tantangan
Dalam membangun intrapreneurship
Siap dengan Risiko
Pola pikir intrapreneurship yang dimiliki karyawan
berpotensi memberikan banyak risiko diambil,
sebanding dengan potensi pengaruh positifnya.
Perusahaan harus siap memberanikan diri
mengambil risiko-risiko yang ada jika ingin
membuat perusahaannya mengembangkan
intrapreneurship.
51
BI INSTITUTE
Tantangan
Dalam membangun intrapreneurship
Kompetisi Internal
Kompetisi internal yang tidak sehat memungkinkan
menjadi potensi hal yang menghambat tumbuhnya
kultur intrapreneurship. Kompetisi Internal
memperbesar masalah karena pegawai malah
bukannya berbagi ilmu tetapi menyimpan ilmu
untuk kepentingan sendiri.
52
BI INSTITUTE
Tantangan
Dalam membangun intrapreneurship
Spesialisasi dan Separasi
Di dalam perusahaan, ada spesialisasi dan
separasi yaitu pegawai dipisahkan berdasarkan
berbagai lingkup masing-masing. Hal ini membantu
dalam hal untuk fokus dan berkonsentrasi pada
tiap bidang minat tetapi menghalangi komunikasi
yang intens.
53
BI INSTITUTE
INTRAPRENEURSHIP
BUDAYA KERJA
Intrapreneurship bisa menjadi
budaya kerja yang dibiasakan
oleh orang Indonesia. Mulai dari
pendidikan sampai dengan
implementasi di perusahaan
Rekomendasi Untuk Indonesia
54
BI INSTITUTE
INTRAPRENEURSHIP
EKSPOS MEDIA
Butuh lebih banyak ekspos media di
Indonesia tentang buddaya
intrapreneurship yang menarik. Cara
paling mudah untuk menanamkan
sesuatu adalah melalui saluran media
yang beragam
Rekomendasi Untuk Indonesia
55
BI INSTITUTE
INTRAPRENEURSHIP
IMPLEMENTASI
DI PEMERINTAHAN
Intrapreneurship perlu diaplikasikan di
pemerintahan agar masyarakat mendapat
pelayanan terbaik yang fokus pada
penyelesaian masalah dan menghilangkan
budaya serta batasan yang menghambat
kemajuan negara
Rekomendasi Untuk Indonesia
56
BI INSTITUTE
Intrapreneurship dibutuhkan untuk membuat
perusahaan tetap bertahan di dunia yang terus
berubah dengan cepat
Mengembangkan intrapreneurship di perusahaan
dapat dilakukan dengan berbagai macam cara
Perusahaan harus meninjau kembali kebijakan
perusahaannya apakah justru menghambat lahirnya
intrapreneurship yang melahirkan inovasi besar
Budaya Silicon Valley bisa diikutkan dalam
pengembangan intrapreneurship yang sesuai
dengan perkembangan dunia di era digital
Kesimpulan
INTRAPRENEURSHIP
57
BI INSTITUTE
Referensi
INTRAPRENEURSHIP
• Intrapreneurship – Wikipedia, the free encyclopedia https://en.wikipedia.org/wiki/Intrapreneurship diakses
pada 30 Juni 2016 10:06 WIB
• Difference between Entrepreneur and Intrapreneur – Explained!
http://www.yourarticlelibrary.com/entrepreneurship/difference-between-entrepreneur-and-intrapreneur-
explained/40643/ diakses pada 11 Juli 2016 07:55 WIB
• Entrepreneur or Intrapreneur… What’s the difference? – Our-Knowledge Consulting Services (Asia)
http://www.ourknowledge.asia/our-knowledge-blog/entrepreneur-or-intrapreneur-whats-the-difference diakses
pada 11 Juli 2016 08:41 WIB
• Entrepreneurship vs. Intrapreneurship: Which career path is Right for You?
http://www.rasmussen.edu/degrees/business/blog/entrepreneurship-vs-intrapreneurship-career-path/ diakses
pada 11 Juli 2016 08:43 WIB
• WHY INTRAPRENEURSHIP IS IMPORTANT | Oluwatoni Salami | Pulse | LinkedIn
https://www.linkedin.com/pulse/why-intrapreneurship-important-oluwatoni diakses pada 11 Juli 2016 10:01
WIB
• 5 Reasons Why Intrapreneurship is Important | Corporate Entrepreneurs http://www.corporate-
entrepreneurs.com/2013/11/08/5-reasons-why-intrapreneurship-is-important/ diakses pada 11 Juli 2016 14:17
WIB
58
BI INSTITUTE
Referensi
INTRAPRENEURSHIP
• How to Create a Culture for Intrapreneurs: DEG | Inc.com http://www.inc.com/the-build-network/how-to-create-
a-culture-for-intrapreneurs.html diakses pada 12 Juli 2016 15:26 WIB
• How to Create a Culture of Intrapreneurship | Workplace Tips http://www.businessnewsdaily.com/5972-create-
intrapreneurship-culture.html diakses pada 12 Juli 2016 15:31 WIB
• Top 10 Ways to Create an Intrapreneurial Organisation http://entrepreneurhandbook.co.uk/top-10-ways-to-
create-an-intrapreneurial-organisation/ diakses pada 12 Juli 2016 16:00 WIB
• John Hanke – Wikipedia, the free encyclopedia https://en.wikipedia.org/wiki/John_Hanke diakses pada 13 Juli
2016 11:01 WIB
• Pokémon Go's big launch boosts Nintendo's stock price by 25 percent | Polygon
http://www.polygon.com/2016/7/11/12147822/pokemon-go-nintendo-stock diakses pada 13 Juli 2016 11:02
WIB
• Niantic, Inc. – Wikipedia, the free encyclopedia https://en.wikipedia.org/wiki/Niantic_Inc. diakses pada 13 Juli
2016 11:03 WIB
• The Sony PlayStation : an intrapreneurship story http://www.intrapreneurshipconference.com/the-sony-
playstation-an-intrapreneurship-story/ diakses pada 13 Juli 2016 11:05 WIB
59
BI INSTITUTE
Referensi
INTRAPRENEURSHIP
• 10 Inspiring Examples of Successful Intrapreneurship https://www.vocoli.com/blog/may-2014/10-inspiring-
examples-of-successful-intrapreneurship/ diakses pada 13 Juli 2016 11:42 WIB
• How to Create a Culture of Intrapreneurship | Workplace Tips http://www.businessnewsdaily.com/5972-create-
intrapreneurship-culture.html diakses pada 12 Juli 2016 15:31 WIB
• Top 10 Ways to Create an Intrapreneurial Organisation http://entrepreneurhandbook.co.uk/top-10-ways-to-
create-an-intrapreneurial-organisation/ diakses pada 12 Juli 2016 16:00 WIB
• John Hanke – Wikipedia, the free encyclopedia https://en.wikipedia.org/wiki/John_Hanke diakses pada 13 Juli
2016 11:01 WIB
• Pokémon Go's big launch boosts Nintendo's stock price by 25 percent | Polygon
http://www.polygon.com/2016/7/11/12147822/pokemon-go-nintendo-stock diakses pada 13 Juli 2016 11:02
WIB
• Niantic, Inc. – Wikipedia, the free encyclopedia https://en.wikipedia.org/wiki/Niantic_Inc. diakses pada 13 Juli
2016 11:03 WIB
• The Sony PlayStation : an intrapreneurship story http://www.intrapreneurshipconference.com/the-sony-
playstation-an-intrapreneurship-story/ diakses pada 13 Juli 2016 11:05 WIB
60
BI INSTITUTE
Referensi
INTRAPRENEURSHIP
• Tiru Budaya ‘Silicon Valley’ jika ingin Sukses Bisnis Baru http://www.voaindonesia.com/a/tiru-budaya-bisnis-
silicon-valley-/3418856.html diakses pada 22 Juli 2016 09:52 WIB
• California Dreaming - Corporate culture in Silicon Valley | Accenture Outlook https://www.accenture.com/us-
en/insight-outlook-california-dreaming-corporate-culture-silicon-valley diakses pada 22 Juli 2016 10:29 WIB
• The Benefits, Challenges of Establishing Intrapreneurship in Your Business http://www.huffingtonpost.com/phil-
shawe/the-benefits-challenges-o_b_5079207.html diakses pada 25 Juli 2016 09:37 WIB
• Five Insights into Intrapreneurship – A Guide to Accelerating Innovation within Corporations –Deloitte Digital
https://www2.deloitte.com/content/dam/Deloitte/de/Documents/technology/Intrapreneurship_Whitepaper_Englis
h.pdf diakses pada 25 Juli 2016 11:43 WIB
• Bosma, Niels. 2011. Intrapreneurship versus independent entrepreneurship: A cross-national analysis of
individual entrepreneurial behavior
• Maier, Veronica. 2011. Entrepreneurship versus Intrapreneurship. Review of International Comparative
Management. Volume 12, Issue 5.

Intrapreneurship: How to Create Entrepreneurial Mindset within Employees to Boost Company Effectiveness and Efficiency

  • 1.
    1 BI INSTITUTE INTRA PRENEURSHIP HOW TOCREATE ENTREPRENEURIAL MINDSET WITHIN EMPLOYEES TO BOOST COMPANY EFFICIENCY AND EFFECTIVENESS
  • 2.
    2 BI INSTITUTE Apa ituIntrapreneurship Perbedaan Intrapreneurship dan Entrepreneurship Membuat karyawan memiliki mindset entrepreneur Contoh intrapreneurship Daftar Isi PENDAHULUAN Rekomendasi Intrapreneurship di perusahaan perusahaan Tantangan Intrapreneurship Rekomendasi Untuk Indonesia Kesimpulan Referensi Mengapa Intrapreneurship penting
  • 3.
    3 BI INSTITUTE Apa Itu Intrapreneurship Istilahintrapreneurship pertama kali tercatat digunakan oleh Gifford Pinchot III pada paper yang dibuatnya di tahun 1978. Menurut Pinchot, intrapreneur adalah "dreamers who do. Those who take hands-on responsibility for creating innovation of any kind, within a business"
  • 4.
    4 BI INSTITUTE Apa Itu Intrapreneurship Padatahun 1992, The American Heritage Dictionary mendefinisikan intrapreneur sebagai “orang di dalam perusahaan besar yang mengambil tanggung jawab langsung untuk mengubah ide menjadi produk jadi yang menguntungkan melalui pengambilan risiko dan inovasi”
  • 5.
    5 BI INSTITUTE INTRAPRENEURSHIP ENTREPRENEURSHIP SUMBERDAYATELAH TERSEDIA JIKA GAGAL, MASIH MEMILIKI GAJI SEBAGAI CADANGAN MEMPUNYAI KETERAMPILAN TINGGI DAN SPESIFIK Perbedaan Intrapreneurship dan Entrepreneurship INTRAPRENEURSHIP KADANG SULIT MENCARI SUMBERDAYA DAPAT KEHILANGAN SEGALANYA JIKA GAGAL MENGETAHUI BISNIS SECARA LEBIH MAKRO
  • 6.
    6 BI INSTITUTE INTRAPRENEURSHIP ENTREPRENEURSHIP MODALTIDAK DIKUMPULKAN SENDIRI BEROPERASI DARI DALAM ORGANISASI BUDAYA KERJA MENYESUAIKAN YANG SUDAH ADA Perbedaan Intrapreneurship dan Entrepreneurship INTRAPRENEURSHIP MODAL DICARI SENDIRI BEROPERASI DARI LUAR MEMBUAT BUDAYA KERJA SENDIRI
  • 7.
    7 BI INSTITUTE KELEBIHAN KEKURANGAN Kemungkinanuntuk menetap di lingkungan yang jelas dan bersahabat Melatih kemampuan di dalam perusahaan Menggunakan sumberdaya perusahaan, nama besar dan pengetahuan yang dimiliki perusahaan Mempunyai akses ke konsumen dan infrastruktur Kelebihan dan Kekurangan Intrapreneurship INTRAPRENEURSHIP Hasil bisa tidak sesuai ekspektasi Inovasi belum tentu diapresiasi dengan sesuai Bisa menjadi inovatif tapi hanya sampai batasan tertentu – bukan menjadi bos dari diri sendiri
  • 8.
    8 BI INSTITUTE KELEBIHAN KEKURANGAN Independen– Anda adalah bos dari diri sendiri Pendapatan meningkat Punya kesempatan untuk menjadi orisinil Bisa punya petualangan yang menarik Mempunyai banyak sekali kemungkinan Menentukan gaji sendiri Kelebihan dan Kekurangan Entrepreneurship INTRAPRENEURSHIP Tekanan dari uang – Tidak ada jaminan gaji tetap Keuntungan yang sedikit di awal Jam kerja yang panjang Kesalahan yang ada bisa berlipatganda Keputusan besar harus ditentukan sendiri
  • 9.
    9 BI INSTITUTE KESAMAAN Keduanya melibatkanidentifikasi dan definisi dari kesempatan yang ada Keduanya membutuhkan konsep bisnis unik dalam bentuk produk, proses atau layanan Keduanya harus punya strategi pengembangan dan pengambilan keuntungan Keduanya butuh visi yang diseimbangkan dengan kemampuan manajerial, semangat pragmatis yang berorientasi hasil, dan proaktif dengan kesabaran Keduanya memiliki risiko dan harus punya strategi manajemen resiko Keduanya didorong oleh individu yang bekerja dalam tim untuk mematangkan konsep Kesamaan Intrapreneurship & Entrepreneurship INTRAPRENEURSHIP
  • 10.
    10 BI INSTITUTE Hubungan antaraentrepreneurship dan intrapreneurship berbeda di level mikro dan makro. Di level mikro, intrapreneurship seolah menjadi sebab entrepreneurship sementara di level makro entrepreneurship seolah menjadi pengganti dari intrapreneurship Perbedaan Intrapreneurship dan Entrepreneurship INTRAPRENEURSHIP Tingkat Perkembangan Ekonomi Keberadaan Perusahaan Besar Intrapreneurship Entrepreneurship Biaya (opportunity cost) Entrepreneurship Jaminan kerja - - + + + + + + Hubungan sebab-akibat (kausalitas) antara tingkat perkembangan ekonomi, intrapreneurship dan entrepreneurship.
  • 11.
  • 12.
    12 BI INSTITUTE Mengapa IntrapreneurshipPenting? INTRAPRENEURSHIP 88% dari Fortune 500 Companies pada tahun 1955 tidak lagi ada pada tahun 2015 Rata-rata umur perusahaan di Standard & Poor’s 500 Index (dalam tahun) 55 37 22 19 1960 1980 2000 2015 (proyeksi) Perusahaan modern menghadapi lingkungan yang sulit dan sangat kompetitif. Tren seperti Big Data, Inteligensi Buatan, Revolusi Industri 4.0 ataupun Digital Printing membuat inovasi di dalam perusahaan menjadi sebuah kebutuhan untuk tetap bertahan. Dan inovasi harus dilakukan secara menyeluruh termasuk di pola pikir setiap pegawainya
  • 13.
    13 BI INSTITUTE Mengapa IntrapreneurshipPenting? INTRAPRENEURSHIP Negara dengan pendapatan tinggi mempunyai relatif lebih banyak jumlah intrapreneurship dibandingkan dengan negara yang berpenghasilan rendah
  • 14.
    14 BI INSTITUTE Mengapa Intrapreneurship Penting? INTRAPRENEURSHIP Kitahidup di dunia yang memiliki perubahan sangat cepat. Banyak inovasi dan gangguan (disruption) di setiap sektor industri. Startup bertanggung jawab atas pola pikir yang jauh lebih inovatif Pelajar, mahasiswa, fresh graduate, pengangguran lah yang menjalankan startup Namun mereka tidak dapat membiayai sendiri startup nya Dengan intrapreneurship, pola pikir inovatif dan sumberdaya yang tersedia dapat dimaksimalkan
  • 15.
    15 BI INSTITUTE Generasi Millennial Menginginkan Perbedaan MENGAPAINTRAPRENEURSHIP PENTING Generasi millennial atau yang lahir di sekitar tahun 90an lebih punya keinginan yang kuat akan perubahan. Mereka punya keinginan dan merasa dapat mewujudkan banyak perbedaan yang lebih baik di dunia, termasuk di dalam perusahaan yang menerapkan intrapreneurship
  • 16.
    16 BI INSTITUTE Generasi Millennial MenghargaiKreativitas MENGAPA INTRAPRENEURSHIP PENTING Generasi millennial lebih menghargai kreativitas. Ide-ide atau inovasi dianggap merupakan sesuatu yang patut diapresiasi tinggi. Jika intrapreneur diterapkan di sebuah perusahaan, maka kreativitas harus juga dihargai dan mendorong banyak potensi
  • 17.
    17 BI INSTITUTE Generasi Millennial Menghargai Kebebasan MENGAPAINTRAPRENEURSHIP PENTING Generasi millennial menganggap bahwa kebebasan patut dijunjung tinggi. Kebebasan dalam batasan wajar akan memaksimalkan potensi dari setiap individu. Intrapreneurship akan membuat kebebasan menjadi lebih maksimal dalam mengembangkan perusahaan
  • 18.
    18 BI INSTITUTE The 10Commandments for The Intrapreneurs INTRAPRENEURSHIP Gifford Pinchot III, seorang yang dianggap berjasa mengembangkan konsep intrapreneurship di paper nya pada tahun 1978 menuliskan « The 10 Commandments for the Intrapreneurs » atau 10 perintah untuk intrapreneur Come to work each day willing to be fired1 Recruit a strong team Ask for advice before resources Forget pride for authorship, spread credit widely When you ‘bend the rules’, keep the best interest of the company and its customers in mind 2 3 4 5 Honour your sponsors6 Underpromise and overdeliver Be true to your goals, but realistic about ways to achieve them Remember, it is easier to ask for forgiveness than for permission Do any job needed to make your project work, regardless of your job description 7 8 9 10
  • 19.
    19 BI INSTITUTE Mengapa IntrapreneurshipPenting INTRAPRENEURSHIP Beberapa alasan utama mengapa intrapreneurship penting bagi perusahaan besar Growth : Tujuan dari intrapreneurship adalah untuk membentuk entrepreneurial mindset dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan perusahaan (growth) 1 Innovation : Intrapreneurship adalah lingkungan yang tepat untuk mendukung dan mempertahankan inovasi secara kontinu Leadership : Intrapreneurship adalah salah satu cara terbaik untuk menarik dan mempertahankan pemimpin dengan pola pikir entrepeneurial 2 3
  • 20.
    20 BI INSTITUTE Mengapa IntrapreneurshipPenting INTRAPRENEURSHIP Beberapa alasan utama mengapa intrapreneurship penting bagi perusahaan besar Change: Intrapreneuship membuat perusahaan dapat mengakselerasi dan mengatur perubahan dengan lebih efektif Engagement: Intrapreneurship menyediakan wadah untuk mengikutsertakan pegawai dalam pekerjaan yang menantang dan bermakna. Hal ini membuat pegawai tetap berkembang serta juga berkomitmen 4 5
  • 21.
    21 BI INSTITUTE MEMBUAT KARYAWANMEMILIKI POLA PIKIR ENTREPRENEUR INTRAPRENEURSHIP
  • 22.
    22 BI INSTITUTE Membuat KaryawanDengan Pola Pikir Entrepreneurship WRITE A GREAT TITLE HERE Untuk menanamkan budaya intrapreneurship dalam perusahaan, harus dicari pegawai- pegawai yang punya pola pikir entrepreneurial atau sederhananya pola pikir problem solver. Tidak ada langkah yang pasti untuk menanamkan budaya intrapreneurship namun ada beberapa hal yang dapat menjadi gambaran untuk mulai menanamkan intrapreneurship Transparan Mempercayai karyawan untuk memiliki pola pikir entrepreneur berarti juga mempercayakan informasi perusahaan yang diambil untuk mengambil keputusan pada karyawan tersebut. 1
  • 23.
    23 BI INSTITUTE Membuat KaryawanDengan Pola Pikir Entrepreneurship WRITE A GREAT TITLE HERE Reward Pemimpin dan manajer seharusnya tidak mengendalikan segala detil yang dilakukan oleh pegawainya. Biarkan pegawai melakukan pekerjaannya dan berikan reward pada pegawai yang memberi solusi untuk memperbaiki penjualan, efisiensi, dll. 2
  • 24.
    24 BI INSTITUTE Membuat KaryawanDengan Pola Pikir Entrepreneurship WRITE A GREAT TITLE HERE Selesaikan masalah langsung saat muncul. Arahkan pegawai untuk langsung menyelesaikan masalah yang ada di depannya segera, seberapa pun besarnya masalah tersebut. Masalah yang dibiarkan terlanjur besar akan membuat masalah tersebut sulit untuk diatasi. 3
  • 25.
    25 BI INSTITUTE Membuat KaryawanDengan Pola Pikir Entrepreneurship WRITE A GREAT TITLE HERE Kompetitif Beri arahan pada pegawai agar mempunyai rasa kompetitif yang baik untuk terus mendapatkan hasil yang maksimal. Jiwa kompetitif pada setiap pegawai berarti selalu memberikan hasil yang terbaik dan selalu memacu diri. 4
  • 26.
    26 BI INSTITUTE Membuat KaryawanDengan Pola Pikir Entrepreneurship WRITE A GREAT TITLE HERE Beri alokasi waktu khusus Salah satu cara untuk membangun kultur intrapreneur adalah dengan memberikan pegawai alokasi waktu khusus diluar jam kerja untuk mendorong proses kreatif. Berikan waktu khusus beberapa persen dari waktu kerja normalnya untuk membiarkan pegawai mencoba berinovasi 5
  • 27.
    27 BI INSTITUTE Membuat KaryawanDengan Pola Pikir Entrepreneurship WRITE A GREAT TITLE HERE Buat Pengambilan Risiko Jadi Hal yang Wajar Dorong pegawai untuk tidak takut mengambil risiko yang dipikirkan dengan matang. Kemungkinan keuntungan besar juga mungkin didapat jika mengambil risiko besar dengan perhitungan yang baik. 6
  • 28.
  • 29.
  • 30.
    30 BI INSTITUTE John Hanke CONTOH INTRAPRENEUR JohnHanke adalah seorang entrepreneur yang mendirikan Keyhole, yang menghubungkan peta dengan fotografi aerial. Google membeli Keyhole pada tahun 2004 dan menempatkan John Hanke untuk memimpin divisi “Geo” milik Google (yang mengeluarkan Google Earth, Google Maps, Local, StreetView, Sketchup dan Panoramio).
  • 31.
    31 BI INSTITUTE John Hanke CONTOH INTRAPRENEUR JohnHanke mendirikan Niantic Labs di tahun 2010 sebagai internal startup di dalam Google. 5 tahun kemudian Niantic independen dari Google. Bekerjasama dengan Nintendo, di tahun 2016 Niantic membuat Pokemon Go. Pokemon Go diunduh sebanyak lebih dari 10 juta kali di minggu pertama rilisnya dan meningkatkan saham Nintendo sebesar 25%.
  • 32.
  • 33.
    33 BI INSTITUTE Ken Kutaragi CONTOH INTRAPRENEUR KenKutaragi bekerja di sound lab Sony Corporation ketika dia membawakan putrinya sebuah konsol game Nintendo. Ketika melihat putrinya bermain, ia merasa tidak puas dengan kualitas suaranya. Ken berpikir bahwa sebuah chip yang didesain khusus untuk suara akan meningkatkan kualitas suara Konsol Nintendo secara signifikan
  • 34.
    34 BI INSTITUTE Ken Kutaragi CONTOH INTRAPRENEUR Sonypada saat itu tidak terlibat dalam industri games, sehingga Ken menjadi konsultan bagi Nintendo namun tetap bekerja untuk Sony. CEO Sony pada saat itu mengakui kreativitas, jiwa entrepreneur dan inovasi sehingga usaha Ken terus didukung. Dengan pengetahuan yang didapatnya selagi menjadi konsultan di Nintendo, Ken meyakinkan Sony untuk masuk ke pasar game. Rencana ini didukung oleh CEO nya, dan Ken memimpin usaha Sony untuk mengembangkan sistem gaming yang menjadi salah satu produk sukses mereka, PlayStation.
  • 35.
  • 36.
    36 BI INSTITUTE Dr. SpencerSilver & Art Fry CONTOH INTRAPRENEUR Dr. Spencer Silver, seorang ilmuwan di 3M mencoba membuat lem yang sangat kuat untuk digunakan di teknologi aerospace. Hasilnya, iya membuat sebuah lem yang tidak terlalu kuat menempel dan tidak meninggalkan residu. Ide ini tidak dibuangnya dan terus menerus mempertahankan lem temuannya sampai suatu saat temuannya menjadi suatu solusi.
  • 37.
    37 BI INSTITUTE Dr. SpencerSilver & Art Fry CONTOH INTRAPRENEUR Art Fry, seorang ilmuwan 3M yang lain frustrasi. Setiap Rabu malam saat berlatih bersama koor gereja nya dia harus menggunakan potongan kertas kecil untuk menandai buku nyanyian nya, namun pada hari Minggu kertas kertas tersebut jatuh. Ia butuh penanda yang bisa ditempelkan ke kertas tanpa merusak kertas. Dan disitulah Fry teringat akan penemuan Dr. Silver, mereka berdua berkolaborasi membuat produk yang sampai sekarang digunakan orang dengan nama: Post-It Notes.
  • 38.
    38 BI INSTITUTE REKOMENDASI INTRAPRENEURSHIP DIPERUSAHAAN -PERUSAHAAN INTRAPRENEURSHIP
  • 39.
    39 BI INSTITUTE Sistem Poin REKOMENDASI IDE INTRAPRENEURSHIP Perusahaandapat menerapkan sistem poin untuk setiap ide dan inovasi yang diberikan oleh pegawai. Setiap ide atau inovasi dihitung poinnya sesuai dampak yang didapat oleh perusahaan. Dan ketika poin mencapai angka tertentu, pegawai mendapat kesempatan mendapat hadiah berupa tiket liburan, barang elektronik atau hadiah lain yang menarik.
  • 40.
    40 BI INSTITUTE Memberi Insentif UntukInovasi REKOMENDASI IDE INTRAPRENEURSHIP Perusahaan juga bisa menerapkan insentif langsung kepada pegawai. Setiap ide atau inovasi yang diberikan kepada perusahaan oleh pegawai langsung diberikan hadiah sehingga dapat memotivasi karyawan untuk terus produktif dan berinovasi untuk memberi dampak positif pada perusahaan.
  • 41.
    41 BI INSTITUTE Kompetisi Internal Perusahaan REKOMENDASIIDE INTRAPRENEURSHIP Perusahaan dapat mengadakan sebuah kompetisi inovasi dan ide internal bagi para karyawannya. Dan pemenang dari kompetisi internal tersebut akan mendapatkan hadiah yang menarik. Sistem kompetisi memungkinkan banyak ide yang masuk untuk mendorong perusahaan terus berinovasi dan berkembang menuju arah yang lebih baik.
  • 42.
    42 BI INSTITUTE Berikan Seminar AtaupunLokakarya REKOMENDASI IDE INTRAPRENEURSHIP Perusahaan dapat mengadakan seminar atau lokakarya kepada pegawainya untuk mengembangkan pola pikir entrepreneurship di dalam perusahaan. Hal ini merupakan investasi yang bagus untuk memicu pegawai agar sadar tentang potensi intrapreneurship
  • 43.
    43 BI INSTITUTE Budaya Silicon Valley REKOMENDASIINTRAPRENEURSHIP UNTUK PERUSAHAAN Tania Zapata, asal Kolombia pendiri Torre (salah satu startup di Silicon Valley) mengatakan “Membangun perusahaan bukanlah sesuatu yang bisa kita lakukan sendiri”. Hal ini adalah salah satu budaya Silicon Valley yaitu keterbukaan dan tukar pikiran. Masih ada beberapa budaya Silicon Valley yang lain.
  • 44.
    44 BI INSTITUTE Done IsBetter Than Perfect Salah satu tulisan di kantor facebook menuliskan hal ini. Budaya Silicon Valley menekankan segala produknya diselesaikan terlebih dahulu. Do it. Try it. Fix it Silicon Valley menekankan untuk selalu berkesperimen dan melakukan iterasi dalam mengerjakan produknya. Produk yang dikembangkan bukan seperti proyek konvensional yang mempunyai cakupan yang jelas dari awal. Committed – Yet Independent Pegawai di Silicon Valley bisa mengerjakan pekerjaannya berjam-jam lebih lama di setiap harinya dan bahkan mengerjakan di luar kantor. Namun pegawai ini dapat dengan mudah berpindah ke perusahan lain di Silicon Valley. Competitive – Yet Cooperative Iklim di Silicon Valley sangat kompetitif karena selalu dituntut untuk memberi perubahan dan inovasi. Namun, pegawainya sangat menghargai kerja tim dan tidak jarang memilih pekerjaan berdasarkan rekan kerja yang nyaman Pragmatic – Yet Optimistic Profesional di Silicon Valley memahami bahwa sukses didapat setelah melewati banyak kegagalan. Namun mereka juga sepakat bahwa hampir semua masalah dapat diselesaikan dengan usaha yang cukup dan pendekatan yang benar Budaya Silicon Valley REKOMENDASI INTRAPRENEURSHIP UNTUK PERUSAHAAN
  • 45.
  • 46.
    46 BI INSTITUTE Tantangan Dalam membangunintrapreneurship Corporate Immune System Salah satu tantangan dalam mengembangkan intrapreneurship adalah adanya Corporate Immune System. Hal ini berarti birokrasi, hirarki bahkan peraturan yang sudah ada di perusahaan itu sendiri yang tidak memungkinkan adanya budaya dan perilaku intrapreneurship
  • 47.
    47 BI INSTITUTE Tantangan Dalam membangunintrapreneurship Corporate Immune System Fenomena ini wajar dalam dunia akademis dan dapat diringkas dalam 3 trap umum: • Familiarity Trap Perusahaan cenderung melakukan sesuatu yang sudah familiar • Maturity Trap Selalu menganggap yang lebih tua lebih baik daripada yang baru • Propinquility Trap Cenderung memilih yang lebih dekat dengan solusi sekarang dibanding solusi yang benar-benar baru
  • 48.
    48 BI INSTITUTE Tantangan Dalam membangunintrapreneurship Mempertahankan Intrapreneur Membangun budaya intrapreneurship di dalam perusahaan bukan berarti ‘membuat’ intrapreneur. Intrapreneur sudah ada di dalam perusahaan, mereka hanya perlu dicari, didorong serta dipertahankan oleh perusahaan. Mengabaikan potensi mereka atau bahkan menghambat mereka mewujudkan mimpinya menyebabkan potensi perusahaan hilang
  • 49.
    49 BI INSTITUTE Tantangan Dalam membangunintrapreneurship Mempertahankan Intrapreneur Karena memiliki pola pikir entrepreneurship, seorang intrapreneur di dalam perusahaan punya risiko untuk keluar dari perusahaan. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana perusahaan tetap mempertahankan individu tersebut agar tetap loyal pada perusahaan.
  • 50.
    50 BI INSTITUTE Tantangan Dalam membangunintrapreneurship Siap dengan Risiko Pola pikir intrapreneurship yang dimiliki karyawan berpotensi memberikan banyak risiko diambil, sebanding dengan potensi pengaruh positifnya. Perusahaan harus siap memberanikan diri mengambil risiko-risiko yang ada jika ingin membuat perusahaannya mengembangkan intrapreneurship.
  • 51.
    51 BI INSTITUTE Tantangan Dalam membangunintrapreneurship Kompetisi Internal Kompetisi internal yang tidak sehat memungkinkan menjadi potensi hal yang menghambat tumbuhnya kultur intrapreneurship. Kompetisi Internal memperbesar masalah karena pegawai malah bukannya berbagi ilmu tetapi menyimpan ilmu untuk kepentingan sendiri.
  • 52.
    52 BI INSTITUTE Tantangan Dalam membangunintrapreneurship Spesialisasi dan Separasi Di dalam perusahaan, ada spesialisasi dan separasi yaitu pegawai dipisahkan berdasarkan berbagai lingkup masing-masing. Hal ini membantu dalam hal untuk fokus dan berkonsentrasi pada tiap bidang minat tetapi menghalangi komunikasi yang intens.
  • 53.
    53 BI INSTITUTE INTRAPRENEURSHIP BUDAYA KERJA Intrapreneurshipbisa menjadi budaya kerja yang dibiasakan oleh orang Indonesia. Mulai dari pendidikan sampai dengan implementasi di perusahaan Rekomendasi Untuk Indonesia
  • 54.
    54 BI INSTITUTE INTRAPRENEURSHIP EKSPOS MEDIA Butuhlebih banyak ekspos media di Indonesia tentang buddaya intrapreneurship yang menarik. Cara paling mudah untuk menanamkan sesuatu adalah melalui saluran media yang beragam Rekomendasi Untuk Indonesia
  • 55.
    55 BI INSTITUTE INTRAPRENEURSHIP IMPLEMENTASI DI PEMERINTAHAN Intrapreneurshipperlu diaplikasikan di pemerintahan agar masyarakat mendapat pelayanan terbaik yang fokus pada penyelesaian masalah dan menghilangkan budaya serta batasan yang menghambat kemajuan negara Rekomendasi Untuk Indonesia
  • 56.
    56 BI INSTITUTE Intrapreneurship dibutuhkanuntuk membuat perusahaan tetap bertahan di dunia yang terus berubah dengan cepat Mengembangkan intrapreneurship di perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara Perusahaan harus meninjau kembali kebijakan perusahaannya apakah justru menghambat lahirnya intrapreneurship yang melahirkan inovasi besar Budaya Silicon Valley bisa diikutkan dalam pengembangan intrapreneurship yang sesuai dengan perkembangan dunia di era digital Kesimpulan INTRAPRENEURSHIP
  • 57.
    57 BI INSTITUTE Referensi INTRAPRENEURSHIP • Intrapreneurship– Wikipedia, the free encyclopedia https://en.wikipedia.org/wiki/Intrapreneurship diakses pada 30 Juni 2016 10:06 WIB • Difference between Entrepreneur and Intrapreneur – Explained! http://www.yourarticlelibrary.com/entrepreneurship/difference-between-entrepreneur-and-intrapreneur- explained/40643/ diakses pada 11 Juli 2016 07:55 WIB • Entrepreneur or Intrapreneur… What’s the difference? – Our-Knowledge Consulting Services (Asia) http://www.ourknowledge.asia/our-knowledge-blog/entrepreneur-or-intrapreneur-whats-the-difference diakses pada 11 Juli 2016 08:41 WIB • Entrepreneurship vs. Intrapreneurship: Which career path is Right for You? http://www.rasmussen.edu/degrees/business/blog/entrepreneurship-vs-intrapreneurship-career-path/ diakses pada 11 Juli 2016 08:43 WIB • WHY INTRAPRENEURSHIP IS IMPORTANT | Oluwatoni Salami | Pulse | LinkedIn https://www.linkedin.com/pulse/why-intrapreneurship-important-oluwatoni diakses pada 11 Juli 2016 10:01 WIB • 5 Reasons Why Intrapreneurship is Important | Corporate Entrepreneurs http://www.corporate- entrepreneurs.com/2013/11/08/5-reasons-why-intrapreneurship-is-important/ diakses pada 11 Juli 2016 14:17 WIB
  • 58.
    58 BI INSTITUTE Referensi INTRAPRENEURSHIP • Howto Create a Culture for Intrapreneurs: DEG | Inc.com http://www.inc.com/the-build-network/how-to-create- a-culture-for-intrapreneurs.html diakses pada 12 Juli 2016 15:26 WIB • How to Create a Culture of Intrapreneurship | Workplace Tips http://www.businessnewsdaily.com/5972-create- intrapreneurship-culture.html diakses pada 12 Juli 2016 15:31 WIB • Top 10 Ways to Create an Intrapreneurial Organisation http://entrepreneurhandbook.co.uk/top-10-ways-to- create-an-intrapreneurial-organisation/ diakses pada 12 Juli 2016 16:00 WIB • John Hanke – Wikipedia, the free encyclopedia https://en.wikipedia.org/wiki/John_Hanke diakses pada 13 Juli 2016 11:01 WIB • Pokémon Go's big launch boosts Nintendo's stock price by 25 percent | Polygon http://www.polygon.com/2016/7/11/12147822/pokemon-go-nintendo-stock diakses pada 13 Juli 2016 11:02 WIB • Niantic, Inc. – Wikipedia, the free encyclopedia https://en.wikipedia.org/wiki/Niantic_Inc. diakses pada 13 Juli 2016 11:03 WIB • The Sony PlayStation : an intrapreneurship story http://www.intrapreneurshipconference.com/the-sony- playstation-an-intrapreneurship-story/ diakses pada 13 Juli 2016 11:05 WIB
  • 59.
    59 BI INSTITUTE Referensi INTRAPRENEURSHIP • 10Inspiring Examples of Successful Intrapreneurship https://www.vocoli.com/blog/may-2014/10-inspiring- examples-of-successful-intrapreneurship/ diakses pada 13 Juli 2016 11:42 WIB • How to Create a Culture of Intrapreneurship | Workplace Tips http://www.businessnewsdaily.com/5972-create- intrapreneurship-culture.html diakses pada 12 Juli 2016 15:31 WIB • Top 10 Ways to Create an Intrapreneurial Organisation http://entrepreneurhandbook.co.uk/top-10-ways-to- create-an-intrapreneurial-organisation/ diakses pada 12 Juli 2016 16:00 WIB • John Hanke – Wikipedia, the free encyclopedia https://en.wikipedia.org/wiki/John_Hanke diakses pada 13 Juli 2016 11:01 WIB • Pokémon Go's big launch boosts Nintendo's stock price by 25 percent | Polygon http://www.polygon.com/2016/7/11/12147822/pokemon-go-nintendo-stock diakses pada 13 Juli 2016 11:02 WIB • Niantic, Inc. – Wikipedia, the free encyclopedia https://en.wikipedia.org/wiki/Niantic_Inc. diakses pada 13 Juli 2016 11:03 WIB • The Sony PlayStation : an intrapreneurship story http://www.intrapreneurshipconference.com/the-sony- playstation-an-intrapreneurship-story/ diakses pada 13 Juli 2016 11:05 WIB
  • 60.
    60 BI INSTITUTE Referensi INTRAPRENEURSHIP • TiruBudaya ‘Silicon Valley’ jika ingin Sukses Bisnis Baru http://www.voaindonesia.com/a/tiru-budaya-bisnis- silicon-valley-/3418856.html diakses pada 22 Juli 2016 09:52 WIB • California Dreaming - Corporate culture in Silicon Valley | Accenture Outlook https://www.accenture.com/us- en/insight-outlook-california-dreaming-corporate-culture-silicon-valley diakses pada 22 Juli 2016 10:29 WIB • The Benefits, Challenges of Establishing Intrapreneurship in Your Business http://www.huffingtonpost.com/phil- shawe/the-benefits-challenges-o_b_5079207.html diakses pada 25 Juli 2016 09:37 WIB • Five Insights into Intrapreneurship – A Guide to Accelerating Innovation within Corporations –Deloitte Digital https://www2.deloitte.com/content/dam/Deloitte/de/Documents/technology/Intrapreneurship_Whitepaper_Englis h.pdf diakses pada 25 Juli 2016 11:43 WIB • Bosma, Niels. 2011. Intrapreneurship versus independent entrepreneurship: A cross-national analysis of individual entrepreneurial behavior • Maier, Veronica. 2011. Entrepreneurship versus Intrapreneurship. Review of International Comparative Management. Volume 12, Issue 5.