ALIANSI STRATEGIS
DAN MEMBANGUN JARINGAN
BISNIS
SCM
Definisi Aliansi Strategis
 Background
New level of competition
New Paradigma of competition
Aliansi strategis : Perjanjian kontraktual antara
dua organisasi atau lebih untuk saling berbagi
pengetahuan dan sumber daya diantara mereka
agar tujuan bisa tercapai dan menguntungkan
bagi pihak-pihak tersebut.
Aliansi hanya bisa dilakukan oleh perusahaan
skala besar ?
www.themegallery.com
Definisi Aliansi Strategis
www.themegallery.com
Contoh : Aliansi yang dilakukan Bank Muamalat adalah melakukan aliansi
strategis dengan seluruh jaringan kantor pos di Indonesia ketika
meluncurkan dan menjual produk Shar-E. Dengan berbagai kemudahan
dan jaringan yang luas sampai ke tingkat kelurahan, maka aliansi strategis
dengan kantor pos menjadi solusi ampuh dalam meningkatkan pasar
perbankan syariah di Indonesia.
PT.Kereta Api Indonesia melakukan aliansi dengan Indomart dan Kantor
Pos untuk memperluas jaringan distribusi tiket KA.
Strategi “Go it Alone”
dan Strategi “Octopus”
Strategi”Go it Alone” merupakan perspektif
tradisional : perusahaan secara individual
bersaing dengan perusahaan lain.
Strategi “Go it Alone” sudah ditinggalkan oleh
perusahaan .
Mengapa ??
www.themegallery.com
Strategi “Go it Alone”
dan Strategi “Octopus”
Strategi “Octopus” (gurita) menganalogikan
strategi perusahaan untuk mengembangkan
aliansi /kerjasama yang luas dengan banyak
mitra.
Contoh berikut adalah strategi gurita dari IBM
Beberapa Usaha Kecil Menengah juga
memasuki aliansi strategis dengan beberapa
perusahaan yang berbeda bidang usaha.
www.themegallery.com
Octopus Strategy of IBM
www.themegallery.com
IBM Siemens to
develop memory
technology
Hewllet Packard to
develop operating
system for
workstation
Cisco Systems to
develop security
systems
Real Networks to
develop on-line
digital service
Infineon to develop
microchip
technology
Toshiba to develop
LCD technology
Microsoft to
develop software
Bentuk-Bentuk Aliansi Strategis
Aliansi Strategis dapat terjadi dalam industri
(intra industry) atau antar industri (inter industry)
Contoh :
Terdapat enam tipe umum aliansi strategis :
1. Lisensi
2. Hubungan suplier
3. Joint venture
4. Kolaborasi (non joint venture)
5. Kelompok industri (industry clusters)
6. Jaringan inovasi (innovation networks)
www.themegallery.com
1. LICENSING
 pengertian umum : memberikan ijin.
Lisensi merupakan hak yang diberikan kepada
rekan bisnis untuk memanfaatkan intangible
asset (aset tak berwujud) seperti
teknologi,ketrampilan,desain.
contoh : disney melisensikan karakter Mickey
Mouse dan Donald Duck pada kemasan tissue
“Tessa”
Toshiba melisensikan teknologinya untuk
Cartered Semiconductor Manufacturing
www.themegallery.com
1. LICENSING
1. Lisensi HAKI
2. Lisensi merek barang/jasa
3. Lisensi hasil seni dan karakter.
4. Lisensi Pendidikan
www.themegallery.com
2. SUPPLIER RELATIONS
Banyak perusahaan mengembangkan
hubungan dengan suplier berdasarkan analisis
biaya –manfaat:
1. Meningkatkan kepuasan pelanggan
2. Tingkat persediaan yang lebih efisien
3. Meningkatkan produktifitas & mutu kerja
4. Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan
dengan persediaan
5. Meningkatkan kinerja perusahaan
www.themegallery.com
3. JOINT VENTURE
 Joint Venture adalah kerjasama kontraktual antara dua
pihak/perusahaan untuk memanfaatkan peluang bisnis.
Joint venture terjadi karena sebuah proyek dan akan
berhenti jika sudah tercapai /selesai kontraknya.
 Manfaat joint venture:
1. Memungkinkan perusahaan memperbaiki komunikasi
dan networking
2. Memungkinkan beroperasi secara global
3. Meminimumkan risiko.
Alasan untuk joint venture :
1. Globalisasi
2. Teknologi
www.themegallery.com
4. Kolaborasi (Collaboration)
 Kolaborasi merupakan istilah umum yang sering digunakan untuk
menggambarkan suatu hubungan kerja sama yang dilakukan pihak
tertentu.
 Apapun bentuk dan tempatnya, kolaborasi meliputi suatu
pertukaran pandangan atau ide yang memberikan perspektif
kepada seluruh kolaborator.
 Contoh :
1. Lenovo berkolaborasi dengan forum Usaha Kecil dan Menengah
(UKM) termasuk Business Opportunity Club dan Forum Daerah
UKM Jawa Timur (Forda Jatim).
2. Kolaborasi sebuah universitas dengan perusahaan (manufaktur)
www.themegallery.com
5. R& D Consortia
Keadaan dimana beberapa perusahaan
bersama-sama menyatukan aktivitas mereka
untuk memperoleh skala ekonomis.
Alasan :
1. Berbagi risiko
2. Menekan biaya Riset.
3. Mendapatkan keahlian dan peralatan
Contoh : Intel dan IBM membangun pusat R&D
Pembangunan pusat R&D ini bertujuan untuk
mengembangkan generasi terbaru dari teknologi chip
dengan waktu kontrak selama lima tahun ke depan.
www.themegallery.com
6. Kelompok Industri (Industry
Clusters)
Cluster adalah perusahaan yang saling
terkoneksi dalam konsentrasi wilayah geografis.
 Manfaat yang diperoleh dari pendekatan klaster
industri.Klaster industri merangsang dan memungkinkan
inovasi.
 Klaster industri yang berkembang dan berdaya saing
umumnya tidak “terisolasi” pada satu produk, komoditas
atau sektor saja, tetapi bersifat lintas sektor dan terkait
satu dengan lainnya serta berada pada suatu “wilayah
geografis” tertentu.
www.themegallery.com
6. Kelompok Industri (Industry
Clusters)
 Misal : di palembang sentra kerajinan songket ada di Jl.
Talang Kerangga,
 Contoh klaster yang terkenal adalah klaster industri
hiburan di Hollywood dan klaster industri teknologi tinggi
di Silicon Valley, keduanya di Amerika Serikat (AS).
www.themegallery.com
7. Innovation networks
Contoh : Perusahaan pengelola merek Nike
dikenal sebagai perusahaan jaringan (network
firms).
Nike hanya memiliki dan mengelola brand dan
menggantungkan pada jaringan yang ada dan
membangun relasi diantara supliers dan
distributor..
www.themegallery.com
Dorongan untuk mempertahankan
Aliansi
 Memperoleh akses teknologi
Mengurangi biaya melalui skala ekonomi atau
pengingkatan pengetahuan
Meningkatkan akses pada teknologi baru
Melakukan perbaikan posisi terhadap
pesaingMemasuki pasar baru
Mengurangi waktu siklus produk
Memperbaiki usaha-usaha riset dan
pengembangan
Memperbaiki kualitas
www.themegallery.com
A Successful Strategic Aliance
Proses membentuk aliansi strategis terdiri dari tiga
tahap :
www.themegallery.com
Selection of
Suitable Partner
Negotiation of
each other’s
needs
Technical
knowledge
Commercial
knowledge
Management
toward
collaboration
Pengembangan Proses Aliansi
www.themegallery.com
Mckinsey 7S Model
www.themegallery.com
www.themegallery.com
Mckinsey 7S Model
Risiko dan keterbatasan Aliansi
Strategis
1. Dapat mengarah ke persaingan daripada
kerjasama
2. Kehilangan pengetahuan bersaing
3. Menimbulkan konlik karena perbedaan tujuan
dan budaya organisasi.
Untuk menghindari masalah di atas, maka :
Manajemen harus mengantisipasi risiko bisnis
berkaitan dengan mitra kerja, perlu komunikasi
sharing data
www.themegallery.com

Aliansi Strategis.ppt

  • 1.
  • 2.
    Definisi Aliansi Strategis Background New level of competition New Paradigma of competition Aliansi strategis : Perjanjian kontraktual antara dua organisasi atau lebih untuk saling berbagi pengetahuan dan sumber daya diantara mereka agar tujuan bisa tercapai dan menguntungkan bagi pihak-pihak tersebut. Aliansi hanya bisa dilakukan oleh perusahaan skala besar ? www.themegallery.com
  • 3.
    Definisi Aliansi Strategis www.themegallery.com Contoh: Aliansi yang dilakukan Bank Muamalat adalah melakukan aliansi strategis dengan seluruh jaringan kantor pos di Indonesia ketika meluncurkan dan menjual produk Shar-E. Dengan berbagai kemudahan dan jaringan yang luas sampai ke tingkat kelurahan, maka aliansi strategis dengan kantor pos menjadi solusi ampuh dalam meningkatkan pasar perbankan syariah di Indonesia. PT.Kereta Api Indonesia melakukan aliansi dengan Indomart dan Kantor Pos untuk memperluas jaringan distribusi tiket KA.
  • 4.
    Strategi “Go itAlone” dan Strategi “Octopus” Strategi”Go it Alone” merupakan perspektif tradisional : perusahaan secara individual bersaing dengan perusahaan lain. Strategi “Go it Alone” sudah ditinggalkan oleh perusahaan . Mengapa ?? www.themegallery.com
  • 5.
    Strategi “Go itAlone” dan Strategi “Octopus” Strategi “Octopus” (gurita) menganalogikan strategi perusahaan untuk mengembangkan aliansi /kerjasama yang luas dengan banyak mitra. Contoh berikut adalah strategi gurita dari IBM Beberapa Usaha Kecil Menengah juga memasuki aliansi strategis dengan beberapa perusahaan yang berbeda bidang usaha. www.themegallery.com
  • 6.
    Octopus Strategy ofIBM www.themegallery.com IBM Siemens to develop memory technology Hewllet Packard to develop operating system for workstation Cisco Systems to develop security systems Real Networks to develop on-line digital service Infineon to develop microchip technology Toshiba to develop LCD technology Microsoft to develop software
  • 7.
    Bentuk-Bentuk Aliansi Strategis AliansiStrategis dapat terjadi dalam industri (intra industry) atau antar industri (inter industry) Contoh : Terdapat enam tipe umum aliansi strategis : 1. Lisensi 2. Hubungan suplier 3. Joint venture 4. Kolaborasi (non joint venture) 5. Kelompok industri (industry clusters) 6. Jaringan inovasi (innovation networks) www.themegallery.com
  • 8.
    1. LICENSING  pengertianumum : memberikan ijin. Lisensi merupakan hak yang diberikan kepada rekan bisnis untuk memanfaatkan intangible asset (aset tak berwujud) seperti teknologi,ketrampilan,desain. contoh : disney melisensikan karakter Mickey Mouse dan Donald Duck pada kemasan tissue “Tessa” Toshiba melisensikan teknologinya untuk Cartered Semiconductor Manufacturing www.themegallery.com
  • 9.
    1. LICENSING 1. LisensiHAKI 2. Lisensi merek barang/jasa 3. Lisensi hasil seni dan karakter. 4. Lisensi Pendidikan www.themegallery.com
  • 10.
    2. SUPPLIER RELATIONS Banyakperusahaan mengembangkan hubungan dengan suplier berdasarkan analisis biaya –manfaat: 1. Meningkatkan kepuasan pelanggan 2. Tingkat persediaan yang lebih efisien 3. Meningkatkan produktifitas & mutu kerja 4. Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan persediaan 5. Meningkatkan kinerja perusahaan www.themegallery.com
  • 11.
    3. JOINT VENTURE Joint Venture adalah kerjasama kontraktual antara dua pihak/perusahaan untuk memanfaatkan peluang bisnis. Joint venture terjadi karena sebuah proyek dan akan berhenti jika sudah tercapai /selesai kontraknya.  Manfaat joint venture: 1. Memungkinkan perusahaan memperbaiki komunikasi dan networking 2. Memungkinkan beroperasi secara global 3. Meminimumkan risiko. Alasan untuk joint venture : 1. Globalisasi 2. Teknologi www.themegallery.com
  • 12.
    4. Kolaborasi (Collaboration) Kolaborasi merupakan istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan suatu hubungan kerja sama yang dilakukan pihak tertentu.  Apapun bentuk dan tempatnya, kolaborasi meliputi suatu pertukaran pandangan atau ide yang memberikan perspektif kepada seluruh kolaborator.  Contoh : 1. Lenovo berkolaborasi dengan forum Usaha Kecil dan Menengah (UKM) termasuk Business Opportunity Club dan Forum Daerah UKM Jawa Timur (Forda Jatim). 2. Kolaborasi sebuah universitas dengan perusahaan (manufaktur) www.themegallery.com
  • 13.
    5. R& DConsortia Keadaan dimana beberapa perusahaan bersama-sama menyatukan aktivitas mereka untuk memperoleh skala ekonomis. Alasan : 1. Berbagi risiko 2. Menekan biaya Riset. 3. Mendapatkan keahlian dan peralatan Contoh : Intel dan IBM membangun pusat R&D Pembangunan pusat R&D ini bertujuan untuk mengembangkan generasi terbaru dari teknologi chip dengan waktu kontrak selama lima tahun ke depan. www.themegallery.com
  • 14.
    6. Kelompok Industri(Industry Clusters) Cluster adalah perusahaan yang saling terkoneksi dalam konsentrasi wilayah geografis.  Manfaat yang diperoleh dari pendekatan klaster industri.Klaster industri merangsang dan memungkinkan inovasi.  Klaster industri yang berkembang dan berdaya saing umumnya tidak “terisolasi” pada satu produk, komoditas atau sektor saja, tetapi bersifat lintas sektor dan terkait satu dengan lainnya serta berada pada suatu “wilayah geografis” tertentu. www.themegallery.com
  • 15.
    6. Kelompok Industri(Industry Clusters)  Misal : di palembang sentra kerajinan songket ada di Jl. Talang Kerangga,  Contoh klaster yang terkenal adalah klaster industri hiburan di Hollywood dan klaster industri teknologi tinggi di Silicon Valley, keduanya di Amerika Serikat (AS). www.themegallery.com
  • 16.
    7. Innovation networks Contoh: Perusahaan pengelola merek Nike dikenal sebagai perusahaan jaringan (network firms). Nike hanya memiliki dan mengelola brand dan menggantungkan pada jaringan yang ada dan membangun relasi diantara supliers dan distributor.. www.themegallery.com
  • 17.
    Dorongan untuk mempertahankan Aliansi Memperoleh akses teknologi Mengurangi biaya melalui skala ekonomi atau pengingkatan pengetahuan Meningkatkan akses pada teknologi baru Melakukan perbaikan posisi terhadap pesaingMemasuki pasar baru Mengurangi waktu siklus produk Memperbaiki usaha-usaha riset dan pengembangan Memperbaiki kualitas www.themegallery.com
  • 18.
    A Successful StrategicAliance Proses membentuk aliansi strategis terdiri dari tiga tahap : www.themegallery.com Selection of Suitable Partner Negotiation of each other’s needs Technical knowledge Commercial knowledge Management toward collaboration
  • 19.
  • 20.
  • 21.
  • 22.
    Risiko dan keterbatasanAliansi Strategis 1. Dapat mengarah ke persaingan daripada kerjasama 2. Kehilangan pengetahuan bersaing 3. Menimbulkan konlik karena perbedaan tujuan dan budaya organisasi. Untuk menghindari masalah di atas, maka : Manajemen harus mengantisipasi risiko bisnis berkaitan dengan mitra kerja, perlu komunikasi sharing data www.themegallery.com