Kelompok 3
Indera Mata & Kulit
Nama Anggota :
• Diva Puspita I. (15)
• Ega Husna A. (16)
• Krisna Wicaksono (25)
• Lismira Dyah A. (27)
• Neila Ulfiana F. (32)
• Viony Dhea F. (37)
• Yolanda Dinda P. (38)
Mata
Mata
• Adalah organ penglihatan yang
mendeteksi cahaya.
• Yang dilakukan mata yang paling sederhana
tak lain hanya mengetahui apakah
lingkungan sekitarnya adalah terang atau
gelap.
• Mata yang lebih kompleks dipergunakan
untuk memberikan pengertian visual
Lapisan Mata
Tunica
Fibrosa
•Sklera
•Kornea
Tunika
Vakuola
• Koroid
• Iris
• Pupil
Tunika
Nervosa
• Retina
Organ
Mata
Dalam Luar
Organ Luar Mata
( Organ Okuli Asesoria )
No Nama Organ Fungsi
1 Bulu mata
( Siliae)
menjaga mata dari benda asing yang
akan masuk kedalam mata, seperti
debu, pasir, dll
2 Alis mata
( Supersilium)
menahan air keringat dari kening
(dahi) yang jatuh dan masuk kedalam
mata.
3 Otot Mata Menggerakkan mata ke arah vertikal,
horizontal, dan menyilang
4 Kelopak mata
(Palpebra)
• Membuka dan menutup mata
• Menjaga mata bagian depan bola mata
dari benda asing dari luar seperti debu,
asap, dan goresan.
• Menyapu permukaan bola mata
dengan cairan.
• Mengatur intensitas cahaya yang
masuk kemata.
5 Kelenjar air mata
(Aparatus
lakrimalis)
Menghasilkan air mata untuk
melembabkan mata beguna menjaga
mata lembab, membersihkan mata dari
debu dan membunuh kuman yang
masuk ke mata.
6 Selaput bening
mata
(konjungtiva)
Melindungi kornea dari gesekan
Organ Dalam
No Nama Organ Fungsi
1
Kornea
(selaput bening)
Pelindung bagian dalam mata
2 Iris
• Mengatur pupil besar kecilnya
• Memberi warna mata
3 Pupil
Mengontrol jumlah cahaya yang masuk ke dalam bola
mata
4 Lensa Mata
Untuk memfokuskan cahaya/ bayangan benda agar
selalu jatuh pada retina
5 Sklera
• Memberikan bentuk bola mata
• Tempat Pelekatan otot ekstrinsik
6 Koroid Memberikan nutrisi mata
7 Retina
menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa
mata
A Bintik Kuning
tempat perkumpulan sel-sel saraf yang
berbentuk kerucut dan batang dan merupakan
daerah peka cahaya
B Bintik Hitam
tempat keluarnya saraf mata menuju otak dan
merupakam daerah yang tidak peka cahaya
8 Vitreous humor
menyokong lensa dan menolong dalam
menjaga bentuk bola mata
9 Aqueous humor menjaga bentuk kantong depan bola mata
10 Saraf Optik Meneruskan rangsang ke otak
Sel Kerucut
(Sel Konus/ Cone Cell)
Sel Batang
(Sel Basilus/ Rod Cell)
berfungsi untuk melihat di tempat
yang terang (intensitas cahaya tinggi)
berfungsi untuk melihat di tempat
yang gelap (intensitas cahaya rendah)
kurang sensitif terhadap cahaya Sensitif terhadap cahaya
Peka terhadap warna (bisa
membedakan warna)
Tidak sensitif terhadap warna (tidak
bisa membedaka warna)
Memiliki pigmen iodopsin (Iodosin
merah, hijau, biru)
Memerlukan protein mata yang disebut
rodopsin ( penggabungan iodopsin dan
vitamin A). Waktu untuk pembentukan
rodopsin disebut Adaptasi.
(upward)
(downward & outward)
(inward)(outward)
(upward & outward)
(downward)
Otot & Saraf
• Saraf Optikus (Nervus II)
Membawa pesan visual dari
retina ke otak
• Saraf Okulomotoris
(Nervus III)
Menggerakkan otot bola
mata
• Saraf Lakrimalis
Merangsang
pembentukan air mata
Mekanisme
1) Cahaya yang dipantulkan oleh benda ditangkap oleh
mata, kemudian menembus kornea dan diteruskan
melalui pupil.
2) Intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil
diteruskan menembus lensa mata ke retina.
3) Daya akomodasi lensa mata mengatur cahaya agar
jatuh tepat di bintik kuning retina.
4) Pada bintik kuning, impuls cahaya disampaikan oleh
saraf optik ke otak.
5) Cahaya yang disampaikan ke otak akan
diinterpretasikan (diterjemahkan) sehingga kita bisa
mengetahui apa yang kita lihat.
Kelainan Mata
Mata Normal
(Emetropi)
o Hemeralopi (Rabun Senja)
 Merupakan kelainan
mata yang berupa
ketidakmampuan mata
untuk melihat di senja
hari
 disebabkan kekurangan
vitamin A.
 menyebabkan
terhambatnya
pembentukan rhodopsin
saat gelap
o Glaukoma Kongenital
 adalah peningkatan tekanan di dalam bola mata bayi
yang baru lahir
 akibat gangguan pada perkembangan saluran
pembuangan cairan dari mata.
 Penyakit ini seringkali diturunkan.
 Gejalanya berupa:
mata berair
peka terhadap cahaya
mata merah
kornea tampak kabur
kornea membesar.
o Buta Warna
adalah kekurangan penglihatan
atas warna. Mata tidak akan
melihat warna seperti biasanya jika
ada masalah dengan pigmen pada
reseptor warna. Buta warna dibagi
menjadi 2, yaitu dikromat dan
monokromat.
 Dikromat
Hanya memiliki 2 macam konus
(sel yang peka terhadap warna
merah, hijau, dan biru) yang
normal. Menyebabkan buta
warna sebagian dam hanya bisa
mengkombinasikan 2 warna
 Monokromat
Keadaan mata yang hanya
mampu membedakan warna
hitam dengan putih serta
bayangan kelabu
o Miopi
adalah jenis kelainan
mata yang menyebabkan
penderitanya tidak
dapat melihat benda
yang terlalu jauh.
o Hipermetropi
adalah jenis kelainan
yang menyebabkan
penderitanya tidak
dapat melihat benda
terlalu dekat.
o Presbiopi
 ketidakmampuan
mata dalam melihat
benda yang dekat dan
benda yang jauh
secara jelas.
 Diderita oleh orang
usia lanjut
 Hanya mampu melihat
jelas benda jarak jauh
 Cahaya sejajar yang
datang difokuskan di
belakang retina
 Dapat diatasi dengan
kacamata berlensa
bikonkaf
o Astigmatisme
 Mengakibatkan
pengelihatan menjadi
kabur, tidak jelas dan
samar-samar
 Disebabkan karena
permukaan kornea tidak
rata
 Cahaya difokuskan ke satu
titik
 Astigmat teratur dapat
ditolong dengan kaca
mata silindris sedang
astigmat tidak teratur
tidak dapat ditolong
Kulit
Fungsi Kulit
• Fungsi Proteksi. Kulit berfungsi dalam menjaga
bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisik
yang berada diluar tubuh. Seperti gesekan,
tekanan, tarikan, dan zat-zat kimia terutama
yang bersifat iritan. Gangguan yang bersifat
panas seperti sengatan UV, radiasi, gangguan
infeksi luar terutama kuman maupun jamur.
• Fungsi Absorbsi. Kulit lebih mudah menyerap
yang menguap dari pada benda cair atau padat,
begitu pun yang larut seperti lemak.
• Fungsi Ekskresi. Kelenjar-kelenjar kulit akan mengeluarkan zat-
zat yang tidak berguna sebagai hasil dari metabolisme dalam
tubuh yang berupa asam urat, NaCl, ammonia dan urea.
• Fungsi Persepsi. Kulit yang mengandung ujung-ujung saraf
sensorik di dermis dan subkutis. Terhadap rangsangan panas
yang diperankan oleh badan-badan ruffini didermis dan
subkutis
• Fungsi Pengaturan suhu tubuh
• Fungsi Pembentukan Pigmen. Sel pembentuk pigmen
(melanosoit yang terletak pada lapisan basal dan sel yang
berasal dari rigi saraf.
• Fungsi Keratinisasi. Pada lapisan epidermis dewasa terdapat tiga
lapisan yaitu lapisan melanosoit, keratinosit, dan sel langerhans
No Nama Bagian Keterangan
1 Kulit Ari (Epidermis) Pelindung kulit
A
Lapisan Tanduk
(Stratum kormeum)
Lapisan yang selalu baru. jika mengelupas
tidak akan terasa sakit atau mengeluarkan
darah karena tidak terdapat pembuluh
darah dan saraf.
B Lapisan Malpighi
Lapisan yang terdiri dari sel – sel hidup
dan mengandung pigmen
2 Kulit Jangat (Dermis)
A Pembuluh kapiler
menyampaikan nutrisi pada akar rambut
dan sel kulit.
B
Kelenjar keringat
(glandula
sudorifera)
menghasilkan keringat
C
Kelenjar minyak
(glandula sebaceae)
menghasilkan minyak supaya kulit dan rambut
tidak kering dan mengkerut.
D Kantong rambut Tempat rambut
E Kumpulan saraf
rasa nyeri, saraf rasa panas, saraf rasa dingin, dan
saraf sentuhan
3
Jaringan Ikat Bawah Kulit
(Hypodermis)
banyak terdapat lemak yang berfungsi melindungi
tubuh dari benturan, sebagai sumber energi
cadangan dan menahan panas tubuh.
SARAF PENERIMA PADA KULIT
Korpus Meissner
terletak di dekat
permukaan kulit
menanggapi
SENTUHAN.
Korpus Pacini
Terletak hampir ke
lapisan hipodermis.
Menanggapi
TEKANAN
Korpus Ruffini
Terletak hampir ke
lapisan hipodermis.
Menanggapi PANAS
Korpus Krause.
Menanggapi dingin.
Letaknya agak ke dalam
Ujung saraf tanpa selaput
didalam kulit atau didalam
organ internal peka
terhadap rasa sakit atau
nyeri.
Kelainan Kulit
o Kurap
 Penyakit Kurap merupakan suatu
penyakit kulit menular yang
disebabkan oleh fungi.
 Gejala mulai dapat dikenali
ketika terdapat bagian kecil yang
kasar pada kulit dan dikelilingi
lingkaran merah muda.
 Pencegahan :
• Mencuci tangan yang
sempurna.
• Menjaga kebersihan tubuh.
• Mengindari kontak dengan
penderita.
 Dapat diobati dengan anti jamur
yang mengandung mikonazol
dan kloritomazol dengan benar
dapat menghilangkan infeksi.
o Biduran
 disebabkan oleh udara
dingin, alergi makanan dan
alergi bahan kimia.
 Ditandai dengan timbulnya
bentol-bentol tidak beraturan
dan terasa gatal.
 Dapat berlangsung beberapa
jam dan dapat juga
berlangsung berhari-hari.
 Pencegahan dapat dilakukan
dengan menghindari faktor-
faktor penyebab timbulnya
bidur.
 Pengobatan dapat dilakukan
dengan menggunakan resep
obat yang diberikan oleh
dokter.
o Panu
 Penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur.
 Penyakit panau ditandai dengan bercak yang
terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada
saat berkeringat.
 Pencegahan :
• Menjaga kebersihan badan.
• Usahakan agar kulit dalam keadaan
kering dan tidak lembab.
• Pakaian dan handuk mandi jangan
sampai lembab
• Jangan menggunakan pakaian atau
peralatan mandi dengan penderita panu.
 Dapat diobati dengan obat-obatan
tradisional seperti daun sirih yang dicampur
dengan kapur sirih dan dioles pada kulit
yang terserang Panu atau dapat digunakan
obat-obat yang di jual di pasaran seperti
Pandas dan Kalpanax.
o Kanker kulit
 disebabkan penerimaan sinar matahari yang
berlebihan.
 lebih sering menyerang orang yang berkulit
putih atau terang, karena warna kulit tersebut
lebih sensitif terhadap sinar matahari.
 Pencegahan dapat dilakukan dengan tabir
surya atau menghindari kontak dengan sinar
matahari yang terlalu banyak.
Indra Mata dan Kulit

Indra Mata dan Kulit

  • 1.
    Kelompok 3 Indera Mata& Kulit Nama Anggota : • Diva Puspita I. (15) • Ega Husna A. (16) • Krisna Wicaksono (25) • Lismira Dyah A. (27) • Neila Ulfiana F. (32) • Viony Dhea F. (37) • Yolanda Dinda P. (38)
  • 2.
  • 3.
    Mata • Adalah organpenglihatan yang mendeteksi cahaya. • Yang dilakukan mata yang paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang atau gelap. • Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    Organ Luar Mata (Organ Okuli Asesoria ) No Nama Organ Fungsi 1 Bulu mata ( Siliae) menjaga mata dari benda asing yang akan masuk kedalam mata, seperti debu, pasir, dll 2 Alis mata ( Supersilium) menahan air keringat dari kening (dahi) yang jatuh dan masuk kedalam mata. 3 Otot Mata Menggerakkan mata ke arah vertikal, horizontal, dan menyilang
  • 7.
    4 Kelopak mata (Palpebra) •Membuka dan menutup mata • Menjaga mata bagian depan bola mata dari benda asing dari luar seperti debu, asap, dan goresan. • Menyapu permukaan bola mata dengan cairan. • Mengatur intensitas cahaya yang masuk kemata. 5 Kelenjar air mata (Aparatus lakrimalis) Menghasilkan air mata untuk melembabkan mata beguna menjaga mata lembab, membersihkan mata dari debu dan membunuh kuman yang masuk ke mata. 6 Selaput bening mata (konjungtiva) Melindungi kornea dari gesekan
  • 9.
    Organ Dalam No NamaOrgan Fungsi 1 Kornea (selaput bening) Pelindung bagian dalam mata 2 Iris • Mengatur pupil besar kecilnya • Memberi warna mata 3 Pupil Mengontrol jumlah cahaya yang masuk ke dalam bola mata 4 Lensa Mata Untuk memfokuskan cahaya/ bayangan benda agar selalu jatuh pada retina 5 Sklera • Memberikan bentuk bola mata • Tempat Pelekatan otot ekstrinsik 6 Koroid Memberikan nutrisi mata
  • 10.
    7 Retina menangkap bayanganyang dibentuk oleh lensa mata A Bintik Kuning tempat perkumpulan sel-sel saraf yang berbentuk kerucut dan batang dan merupakan daerah peka cahaya B Bintik Hitam tempat keluarnya saraf mata menuju otak dan merupakam daerah yang tidak peka cahaya 8 Vitreous humor menyokong lensa dan menolong dalam menjaga bentuk bola mata 9 Aqueous humor menjaga bentuk kantong depan bola mata 10 Saraf Optik Meneruskan rangsang ke otak
  • 11.
    Sel Kerucut (Sel Konus/Cone Cell) Sel Batang (Sel Basilus/ Rod Cell) berfungsi untuk melihat di tempat yang terang (intensitas cahaya tinggi) berfungsi untuk melihat di tempat yang gelap (intensitas cahaya rendah) kurang sensitif terhadap cahaya Sensitif terhadap cahaya Peka terhadap warna (bisa membedakan warna) Tidak sensitif terhadap warna (tidak bisa membedaka warna) Memiliki pigmen iodopsin (Iodosin merah, hijau, biru) Memerlukan protein mata yang disebut rodopsin ( penggabungan iodopsin dan vitamin A). Waktu untuk pembentukan rodopsin disebut Adaptasi.
  • 13.
  • 14.
    • Saraf Optikus(Nervus II) Membawa pesan visual dari retina ke otak • Saraf Okulomotoris (Nervus III) Menggerakkan otot bola mata • Saraf Lakrimalis Merangsang pembentukan air mata
  • 15.
    Mekanisme 1) Cahaya yangdipantulkan oleh benda ditangkap oleh mata, kemudian menembus kornea dan diteruskan melalui pupil. 2) Intensitas cahaya yang telah diatur oleh pupil diteruskan menembus lensa mata ke retina. 3) Daya akomodasi lensa mata mengatur cahaya agar jatuh tepat di bintik kuning retina. 4) Pada bintik kuning, impuls cahaya disampaikan oleh saraf optik ke otak. 5) Cahaya yang disampaikan ke otak akan diinterpretasikan (diterjemahkan) sehingga kita bisa mengetahui apa yang kita lihat.
  • 18.
  • 19.
  • 20.
    o Hemeralopi (RabunSenja)  Merupakan kelainan mata yang berupa ketidakmampuan mata untuk melihat di senja hari  disebabkan kekurangan vitamin A.  menyebabkan terhambatnya pembentukan rhodopsin saat gelap
  • 21.
    o Glaukoma Kongenital adalah peningkatan tekanan di dalam bola mata bayi yang baru lahir  akibat gangguan pada perkembangan saluran pembuangan cairan dari mata.  Penyakit ini seringkali diturunkan.  Gejalanya berupa: mata berair peka terhadap cahaya mata merah kornea tampak kabur kornea membesar.
  • 22.
    o Buta Warna adalahkekurangan penglihatan atas warna. Mata tidak akan melihat warna seperti biasanya jika ada masalah dengan pigmen pada reseptor warna. Buta warna dibagi menjadi 2, yaitu dikromat dan monokromat.  Dikromat Hanya memiliki 2 macam konus (sel yang peka terhadap warna merah, hijau, dan biru) yang normal. Menyebabkan buta warna sebagian dam hanya bisa mengkombinasikan 2 warna  Monokromat Keadaan mata yang hanya mampu membedakan warna hitam dengan putih serta bayangan kelabu
  • 23.
    o Miopi adalah jeniskelainan mata yang menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat benda yang terlalu jauh. o Hipermetropi adalah jenis kelainan yang menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat benda terlalu dekat.
  • 24.
    o Presbiopi  ketidakmampuan matadalam melihat benda yang dekat dan benda yang jauh secara jelas.  Diderita oleh orang usia lanjut  Hanya mampu melihat jelas benda jarak jauh  Cahaya sejajar yang datang difokuskan di belakang retina  Dapat diatasi dengan kacamata berlensa bikonkaf
  • 25.
    o Astigmatisme  Mengakibatkan pengelihatanmenjadi kabur, tidak jelas dan samar-samar  Disebabkan karena permukaan kornea tidak rata  Cahaya difokuskan ke satu titik  Astigmat teratur dapat ditolong dengan kaca mata silindris sedang astigmat tidak teratur tidak dapat ditolong
  • 26.
  • 27.
    Fungsi Kulit • FungsiProteksi. Kulit berfungsi dalam menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisik yang berada diluar tubuh. Seperti gesekan, tekanan, tarikan, dan zat-zat kimia terutama yang bersifat iritan. Gangguan yang bersifat panas seperti sengatan UV, radiasi, gangguan infeksi luar terutama kuman maupun jamur. • Fungsi Absorbsi. Kulit lebih mudah menyerap yang menguap dari pada benda cair atau padat, begitu pun yang larut seperti lemak.
  • 28.
    • Fungsi Ekskresi.Kelenjar-kelenjar kulit akan mengeluarkan zat- zat yang tidak berguna sebagai hasil dari metabolisme dalam tubuh yang berupa asam urat, NaCl, ammonia dan urea. • Fungsi Persepsi. Kulit yang mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Terhadap rangsangan panas yang diperankan oleh badan-badan ruffini didermis dan subkutis • Fungsi Pengaturan suhu tubuh • Fungsi Pembentukan Pigmen. Sel pembentuk pigmen (melanosoit yang terletak pada lapisan basal dan sel yang berasal dari rigi saraf. • Fungsi Keratinisasi. Pada lapisan epidermis dewasa terdapat tiga lapisan yaitu lapisan melanosoit, keratinosit, dan sel langerhans
  • 30.
    No Nama BagianKeterangan 1 Kulit Ari (Epidermis) Pelindung kulit A Lapisan Tanduk (Stratum kormeum) Lapisan yang selalu baru. jika mengelupas tidak akan terasa sakit atau mengeluarkan darah karena tidak terdapat pembuluh darah dan saraf. B Lapisan Malpighi Lapisan yang terdiri dari sel – sel hidup dan mengandung pigmen 2 Kulit Jangat (Dermis) A Pembuluh kapiler menyampaikan nutrisi pada akar rambut dan sel kulit. B Kelenjar keringat (glandula sudorifera) menghasilkan keringat
  • 31.
    C Kelenjar minyak (glandula sebaceae) menghasilkanminyak supaya kulit dan rambut tidak kering dan mengkerut. D Kantong rambut Tempat rambut E Kumpulan saraf rasa nyeri, saraf rasa panas, saraf rasa dingin, dan saraf sentuhan 3 Jaringan Ikat Bawah Kulit (Hypodermis) banyak terdapat lemak yang berfungsi melindungi tubuh dari benturan, sebagai sumber energi cadangan dan menahan panas tubuh.
  • 33.
    SARAF PENERIMA PADAKULIT Korpus Meissner terletak di dekat permukaan kulit menanggapi SENTUHAN. Korpus Pacini Terletak hampir ke lapisan hipodermis. Menanggapi TEKANAN Korpus Ruffini Terletak hampir ke lapisan hipodermis. Menanggapi PANAS Korpus Krause. Menanggapi dingin. Letaknya agak ke dalam Ujung saraf tanpa selaput didalam kulit atau didalam organ internal peka terhadap rasa sakit atau nyeri.
  • 34.
  • 35.
    o Kurap  PenyakitKurap merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh fungi.  Gejala mulai dapat dikenali ketika terdapat bagian kecil yang kasar pada kulit dan dikelilingi lingkaran merah muda.  Pencegahan : • Mencuci tangan yang sempurna. • Menjaga kebersihan tubuh. • Mengindari kontak dengan penderita.  Dapat diobati dengan anti jamur yang mengandung mikonazol dan kloritomazol dengan benar dapat menghilangkan infeksi.
  • 36.
    o Biduran  disebabkanoleh udara dingin, alergi makanan dan alergi bahan kimia.  Ditandai dengan timbulnya bentol-bentol tidak beraturan dan terasa gatal.  Dapat berlangsung beberapa jam dan dapat juga berlangsung berhari-hari.  Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor- faktor penyebab timbulnya bidur.  Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan resep obat yang diberikan oleh dokter.
  • 37.
    o Panu  Penyakitkulit yang disebabkan oleh jamur.  Penyakit panau ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat.  Pencegahan : • Menjaga kebersihan badan. • Usahakan agar kulit dalam keadaan kering dan tidak lembab. • Pakaian dan handuk mandi jangan sampai lembab • Jangan menggunakan pakaian atau peralatan mandi dengan penderita panu.  Dapat diobati dengan obat-obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioles pada kulit yang terserang Panu atau dapat digunakan obat-obat yang di jual di pasaran seperti Pandas dan Kalpanax.
  • 38.
    o Kanker kulit disebabkan penerimaan sinar matahari yang berlebihan.  lebih sering menyerang orang yang berkulit putih atau terang, karena warna kulit tersebut lebih sensitif terhadap sinar matahari.  Pencegahan dapat dilakukan dengan tabir surya atau menghindari kontak dengan sinar matahari yang terlalu banyak.