Pengertian Indeks Harga
Indeks harga adalah angka yang menunjukkan perubahan
mengenai harga barang-barang, baik harga untuk satu macam
barang dalam waktu dan tempat yang sama atau bulanan.
Adapun ciri-ciri indeks harga adalah sebagai berikut:
a. Indeks harga digunakan sebagai alat pengukur perubahan
harga
b. Indeks harga merupakan ukuran perbandingan dari suatu
harga
c. Indeks harga merupakan alat untuk memperlihatkan
perubahan-perubahan harga pada satu atau berbagai
jenis barang.
Tujuan Indeks Harga
Dilihat dari fungsinya, peranan indeks harga dalam kegiatan
ekonomi adalah sebagai berikut:
a. Alat bagi pemerintah untuk menetapkan kebijaksanaan-
kebijaksanaan harga dimasa yang akan datang.
b. Indeks harga dapat dijadikan sebagai dasar perbandingan
untuk mengukur tingkat kemajuan ekonomi masa
sekarang dengan masa-masa sebelumnya.
c. Indeks harga dapat dijadikan sebagai dasar untuk
mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kemajuan
ekonomi dan faktor-faktor yang menghambat kemajuan
ekonomi.
d. Indeks harga dapat dijadikan sebagai dasar untuk
menetapkan pola-pola kebijaksanaan ekonomi secara
keseluruhan, dan kebijaksanaan moneter.
Jenis-jenis Indeks Harga
Ada tiga macam indeks harga yang digunakan di Indonesia,
yaitu :
a. Indeks Harga Produsen (IHP)
IHP hasil produsen dihitung berdasarkan fluktuasi harga hasil
pertanian di perdesaan. Tujuannya antara lain untuk menilai
kesejahteraan petani dilihat dari nilai tukar hasil
pertaniannya.
b. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
Penghitungan IHPB menggunakan data Harga Perdagangan
Besar (HPB). HPB mencakup barang-barang perdagangan
dalam jumlah besar (grosir) yang terdiri atas lima macam,
yaitu hasil pertanian,hasil pertambangan, hasil industri,
impor, dan ekspor. IHPB berguna untuk melihat
perkembangan perekonomian secara nasional.
Jenis-jenis Indeks Harga
c. Indeks Harga Konsumen (IHK)
IHK dihitung dengan menggunakan data Harga Konsumen
(HK). HK adalah harga barang-barang yang diperdagangkan
dalam eceran untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual.
HK diambil dari data empat kelompok, yaitu kelompok
makanan, perumahan, sandang, dan aneka barang dan jasa.
IHK digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai
indikator inflasi di Indonesia.
Metode Perhitungan Indeks Harga
Ada dua metode yang digunakan dalam menghitung angka
indeks harga, yaitu:
a. Metode Indeks Harga Agregatif Tidak Tertimbang
Metode Indeks Harga Agregatif tidak tertimbang yaitu
metode yang tidak menggunakan faktor penimbang dalam
menghitung indeks harga. Karena tidak menggunakan faktor
penimbang maka semua barang dianggap penting.
Rumus: IA = x 100 %
Keterangan:
IA = Indeks harga agregatif.
Pn = Harga-harga pada tahun ke-n (tahun yang akan dihitung).
P0 = Harga-harga pada tahun dasar.
= Jumlah
Metode Perhitungan Indeks Harga
b. Metode Indeks Harga Agregatif Tertimbang
Metode Indeks Harga Agregatif tidak tertimbang yaitu
metode yang menggunakan faktor penimbang dalam
menghitung indeks harga. Faktor penimbang adalah faktor
yang digunakan untuk membedakan pentingnya suatu barang
terhadap barang-barang yang lain.
Rumus: I0.n =
Keterangan:
I0.n = Indeks harga ditibang untuk tahun n dengan tahun dasar
tahun 0.
Pn = Harga pada tahun ke-n.
P0 = Harga pada tahun dasar.
W = Bobot (faktor penimbang).
= Jumlah
Metode Perhitungan Indeks Harga
Dalam metode perhitungan angka indeks agregatif
tertimbang terdapat tiga pendekatan, yaitu:
1) Metode Laspeyres
Metode ini dikemukakan oleh Laspeyres, yaitu suatu metode
perhitungan dengan angka indeks tertimbang dengan
menggunakan faktor penimbang kuantitas harga pada tahun
dasar indeks tertimbang dengan menggunakan faktor
penimbang kuantitas harga pada tahun dasar (Qo).
Rumus : IL = × 100
Keterangan:
IL = indeks harga Laspeyres
∑ = jumlah
Pn = harga pada tahun yang dihitung indeks harganya
Po = harga pada tahun dasar
Qo = kualitas pada tahun besar
Metode Perhitungan Indeks Harga
2) Metode Paasche
Metode Paasche mengasumsikan bahwa kuantitas barang
mengalami perubahan dari tahun ke tahun.
Rumus: IP = × 100
Keterangan:
IP = indeks harga Paasche
∑ = jumlah
Pn = harga pada tahun yang dihitung indeks harganya
Po = harga pada tahun dasar
Qo = kualitas pada tahun besar
Qn = kualitas pada tahun yang dihitung indeks harganya
Metode Perhitungan Indeks Harga
3) Metode Marshall
Metode Marshall adalah metode tertimbang yang
menggabungkan kuantitas pada tahun dasar (Qo) dan
kuantitas pada tahun yang dihitung indeks harganya (Qn)
sebagai faktor penimbang.
Rumus: Im = × 100
Keterangan:
Im = indeks harga Marshall
∑ = jumlah
Pn = harga pada tahun yang dihitung indeks harganya
Po = harga pada tahun dasar
Qo = kualitas pada tahun besar
Qn = kualitas pada tahun yang dihitung indeks harganya

Indeks harga

  • 2.
    Pengertian Indeks Harga Indeksharga adalah angka yang menunjukkan perubahan mengenai harga barang-barang, baik harga untuk satu macam barang dalam waktu dan tempat yang sama atau bulanan. Adapun ciri-ciri indeks harga adalah sebagai berikut: a. Indeks harga digunakan sebagai alat pengukur perubahan harga b. Indeks harga merupakan ukuran perbandingan dari suatu harga c. Indeks harga merupakan alat untuk memperlihatkan perubahan-perubahan harga pada satu atau berbagai jenis barang.
  • 3.
    Tujuan Indeks Harga Dilihatdari fungsinya, peranan indeks harga dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut: a. Alat bagi pemerintah untuk menetapkan kebijaksanaan- kebijaksanaan harga dimasa yang akan datang. b. Indeks harga dapat dijadikan sebagai dasar perbandingan untuk mengukur tingkat kemajuan ekonomi masa sekarang dengan masa-masa sebelumnya. c. Indeks harga dapat dijadikan sebagai dasar untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kemajuan ekonomi dan faktor-faktor yang menghambat kemajuan ekonomi. d. Indeks harga dapat dijadikan sebagai dasar untuk menetapkan pola-pola kebijaksanaan ekonomi secara keseluruhan, dan kebijaksanaan moneter.
  • 4.
    Jenis-jenis Indeks Harga Adatiga macam indeks harga yang digunakan di Indonesia, yaitu : a. Indeks Harga Produsen (IHP) IHP hasil produsen dihitung berdasarkan fluktuasi harga hasil pertanian di perdesaan. Tujuannya antara lain untuk menilai kesejahteraan petani dilihat dari nilai tukar hasil pertaniannya. b. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Penghitungan IHPB menggunakan data Harga Perdagangan Besar (HPB). HPB mencakup barang-barang perdagangan dalam jumlah besar (grosir) yang terdiri atas lima macam, yaitu hasil pertanian,hasil pertambangan, hasil industri, impor, dan ekspor. IHPB berguna untuk melihat perkembangan perekonomian secara nasional.
  • 5.
    Jenis-jenis Indeks Harga c.Indeks Harga Konsumen (IHK) IHK dihitung dengan menggunakan data Harga Konsumen (HK). HK adalah harga barang-barang yang diperdagangkan dalam eceran untuk dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual. HK diambil dari data empat kelompok, yaitu kelompok makanan, perumahan, sandang, dan aneka barang dan jasa. IHK digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai indikator inflasi di Indonesia.
  • 6.
    Metode Perhitungan IndeksHarga Ada dua metode yang digunakan dalam menghitung angka indeks harga, yaitu: a. Metode Indeks Harga Agregatif Tidak Tertimbang Metode Indeks Harga Agregatif tidak tertimbang yaitu metode yang tidak menggunakan faktor penimbang dalam menghitung indeks harga. Karena tidak menggunakan faktor penimbang maka semua barang dianggap penting. Rumus: IA = x 100 % Keterangan: IA = Indeks harga agregatif. Pn = Harga-harga pada tahun ke-n (tahun yang akan dihitung). P0 = Harga-harga pada tahun dasar. = Jumlah
  • 7.
    Metode Perhitungan IndeksHarga b. Metode Indeks Harga Agregatif Tertimbang Metode Indeks Harga Agregatif tidak tertimbang yaitu metode yang menggunakan faktor penimbang dalam menghitung indeks harga. Faktor penimbang adalah faktor yang digunakan untuk membedakan pentingnya suatu barang terhadap barang-barang yang lain. Rumus: I0.n = Keterangan: I0.n = Indeks harga ditibang untuk tahun n dengan tahun dasar tahun 0. Pn = Harga pada tahun ke-n. P0 = Harga pada tahun dasar. W = Bobot (faktor penimbang). = Jumlah
  • 8.
    Metode Perhitungan IndeksHarga Dalam metode perhitungan angka indeks agregatif tertimbang terdapat tiga pendekatan, yaitu: 1) Metode Laspeyres Metode ini dikemukakan oleh Laspeyres, yaitu suatu metode perhitungan dengan angka indeks tertimbang dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas harga pada tahun dasar indeks tertimbang dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas harga pada tahun dasar (Qo). Rumus : IL = × 100 Keterangan: IL = indeks harga Laspeyres ∑ = jumlah Pn = harga pada tahun yang dihitung indeks harganya Po = harga pada tahun dasar Qo = kualitas pada tahun besar
  • 9.
    Metode Perhitungan IndeksHarga 2) Metode Paasche Metode Paasche mengasumsikan bahwa kuantitas barang mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Rumus: IP = × 100 Keterangan: IP = indeks harga Paasche ∑ = jumlah Pn = harga pada tahun yang dihitung indeks harganya Po = harga pada tahun dasar Qo = kualitas pada tahun besar Qn = kualitas pada tahun yang dihitung indeks harganya
  • 10.
    Metode Perhitungan IndeksHarga 3) Metode Marshall Metode Marshall adalah metode tertimbang yang menggabungkan kuantitas pada tahun dasar (Qo) dan kuantitas pada tahun yang dihitung indeks harganya (Qn) sebagai faktor penimbang. Rumus: Im = × 100 Keterangan: Im = indeks harga Marshall ∑ = jumlah Pn = harga pada tahun yang dihitung indeks harganya Po = harga pada tahun dasar Qo = kualitas pada tahun besar Qn = kualitas pada tahun yang dihitung indeks harganya