ILMU KESEHATAN DAN GIZI
“ KONSEP TUMBUH KEMBANG ANAK ”
A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
1. Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan (growth) merupakan peningkatan jumlah dan besar
sel diseluruh bagian tubuh selama sel-sel tersebut membelah diri dan
menyintesis protein-protein baru. Menghasilkan penambahan jumlah berat
secara keseluruhan atau sebagian.
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari
proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal
pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga
diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau
keadaan jasmaniah ) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara
berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan
kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.
2. Pengertian Perkembangan
Perkembangan (development), adalah perubahan secara berangsur-
angsur dan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkat dan
meluasnya kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, kematangan, atau
kedewasaan, dan pembelajaran. (wong, 2000).
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner
(1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis,
perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang
berdiferensiasi sampai ke keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan
integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai
prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambant
laun bagian- bagiannya akan menjadi semakin nyata dan tambah jelas
dalam rangka keseluruhan.
B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan
Anak
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak, antara lain sebagai berikut :
1. Genetik
2. Lingkungan
a. Prenatal
1) Gizi ibu hamil
2) Toksin / zat kimia
3) Radiasi
4) Infeksi
5) Stres
b. Postnatal
1) Lingkungan biologiss
2) Ras/ suku bangsa
3) Jenis kelamin
4) Umur
5) Gizi
6) Perawatan kesehatan
7) Kepekaan terhadap penyakit
8) Penyakit kronis
c. Lingkungan Fisik
1) Cuaca/ musim
2) Sanitasi
3) Keadaan rumah
4) Radiasi
d. Lingkungan Psikososial
1) Stimulasi
2) Motivasi belajar
3) Ganjaran/hukuman yang wajar
4) Kelompok sebaya
5) Stres
6) Sekolah
7) Cinta dan kasih sayang
8) Kualitas interaksi anak-ortu
e. Lingkungan Keluarga dan Adat Istiadat
1) Pekerjaan dan pendapatan
2) Pendidikan orang tua
3) Jumlah saudara
4) Jenis kelamin dalam saudara
5) Stabilitas rumah tangga
6) Kepribadian ayah/ibu
7) Agama
f. Kebutuhan Dasar Untuk Tumbuh Kembang
1) Kebutuhan fisik : biomedis (asuh)
2) Kebutuhan emosi/kasih sayang (asih)
3) Kebutuhan stimulasi mental (asah).
C. Tahapan Tumbuh Kembang
Tahap tumbuh kembang anak secara garis besar dibagi menjadi dua,
yaitu :
1. Tahap tumbuh kembang usia 0-6 tahun, terbagi atas :
a. Masa Pranatal mulai masa embrio (mulai konsepsi-8 minggu), masa
fetus (9 minggu sampai lahir).
Masa Pranatal
Masa pranatal (saat dalam kandungan) adalah waktu yang
terletak antara masa pembuahan dan masa kelahiran. Pada saat ini
terjadi pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel menjadi satu
organisme yang lengkap dengan otak dan kemampuan berperilaku,
dihasilkan dalam waktu Iebih kurang sembilan bulan.
Masa pranatal terdiri atas dua fase yaitu :
1) Fase Embrio.
2) Fase Fetus.
b. Masa Pascanatal mulai dari masa neonatus (0-28 hari), masa bayi (29
hari-1 tahun), masa anak (1-2 tahun), dan masa prasekolah (3-6 tahun).
Masa Pascanatal
Tumbuh kembang pada masa pascanatal dibagi ke dalam
beberapa fase berikut :
1) Masa Neonatus (0-28 hari)
Tumbuh kembang masa pascanatal diawali dengan masa
neonatus, yaitu dimana terjadinya kehidupan yang baru. Pada masa
ini terjadi proses adaptasi semua sistem organ tubuh, dimulai dari
aktifitas pernafasan, pertukaran gas dengan frekuensi pernapasan
antara 35-50 kali permenit, penyesuaian denyut jantung antara 120-
160 kali permenit, perubahan ukuran jantung menjadi lebih besar
di bandingkan dengan rongga dada, kemudian gerakan bayi mulai
meningkat untuk memenuhi kebutuhan gizi.
2) Masa Bayi (29 hari – 1 tahun)
Pada masa bayi, tahap tumbuh kembang dapat
dikelompokkan menjadi 3 tahap yaitu :
a) Usia 1-4 bulan, tumbuh kembang pada tahap ini diawali dengan
perubahan berat badan. Bila gizi anak baik, maka perkiraan
berat badan akan mencapai 700-1000 g/bulan. Pertumbuhan
tinggi badan agak stabil, tidak mengalami kecepatan dalam
pertumbuhan tinggi badan.
b) Usia 4-8 bulan, pertumbuhan pada usia ini ditandai dengan
perubahan berat benda pada waktu lahir. Rata-rata kenaikan
berat benda adalah 500-600 g/bulan, apabila mendapatkan gizi
yang baik. Sedangkan pertumbuhan tinggi badan tidak
mengalamikecepatan dan stabil berdasarkan pertambahan
umur.
c) Usia 8-12 bulan, pada usia ini pertumbuhan berat badan dapat
mencapai tiga kali berat badan lahir, pertambahan berat badan
perbulan sekitar 350-450 gram pada usia 7-9 bulan, 250-350
gram pada usia 10-12 bulan, bila memperoleh gizi baik.
Pertumbuhan tinggi badan sekitar 1,5 kali tinggi badan pada
saat lahir. Pada usia 1 tahun, pertambahan tinggi badan masih
stabil dan diperkirakan mencapai 75 cm.
3) Masa Anak (1-2 tahun)
Pada masa ini, anak akan mengalami beberapa perlambatan
dalam pertumbuhan fisik. Pada tahun kedua, anak hanya
mengalami kenaikan berat badan sekitar 1,5 – 2,5 kg dan
penambahan tinggi badan 6-10 cm. Pertumbuhan otak juga akan
mengalami perlambatan, kenaikan lingkar kepala hanya 2 cm.
untuk pertumbuhan gigi, terdapat tambahan 8 buah gigi susu,
termasuk gigi geraham pertama dan gigi taring, sehingga
seluruhnya berjumlah 14-16 buah. Pada usia 2 tahun, pertumbuhan
fisik berat badan sudah mencapai 4x berat badan lahir dan tinggi
badan sudah mencapai 50 persen tinggi badan orang dewasa.
Menginjak usia 3 tahun, rata-rata berat badan naik menjadi 2-3
kg/tahun, tinggi badan naik 6-8 cm/tahun, dan lingkar kepala
menjadi sekitar 50 cm.
4) Masa Prasekolah (3-6 tahun)
Pada masa prasekolah, berat badan mengalami kenaikan
rata-rata 2kg/tahun. Tubuh anak terlihat kurus, akan tetapi aktivitas
motorik tinggi dan sistem tubuh mencapai kematangan dalam hal
berjalan, melompat, dan lain-lain. Tinggi badan bertambah rata-
rata 6,75 – 7,5 cm setiap tahun.
Pada masa ini anak mengalami proses perubahan pola
bakan, umumnya mengalami kesulitan untuk makan. Anak juga
mulai menunjukkan kemandirian pada proses eliminasi.
2. Tahap tumbuh kembang usia 6 tahun keatas, terdiri atas
a. Masa Sekolah (6-12 tahun).
Fase perkembangan yang berlangsung sejak kira-kira umur 6
sampai 12 tahun, sama dengan masa usia Sekolah Dasar. Anak-anak
menguasai keterampilan-keterampilan dasar membaca, menulis dan
berhitung. Secara formal mereka mulai memastiki dunia yang lebih
luas dengan budayanya. Pencapaian prestasi menjadi arah perhatian
pada dunia anak, dan pengendalian diri sendiri bertambah pula
b. Masa Remaja (12-18 tahun)
Pada masa remaja ini banyak dijumpai masalah, karena masa
ini merupakan proses menuju kedewasaan dan anak ingin mencoba
mandiri. Masalah yang sering dijumpai adalah perubahan bentuk
tubuh.
Perkembangan khusus yang terjadi pada masa ini adalah
kematangan identitas seksual yang ditandai dengan perkembangan
organ reproduksi. Masa ini merupakan masa krisis identitas dimana
anak memasuki proses pendewasaan dan meninggalkan masa anak-
anak, sehingga membutuhkan bantuan dari orang tua.
D. Pertumbuhan dan Perkembangan Masa Konsepsi Sampai Remaja.
1. Pertumbuhan dan perkembangan embrio manusia dalam kandungan
Usia Ciri-ciri
1 bulan
(4 minggu)
Bagian kepala, jantung, dan hati
mulai terbentuk; sistem pencernaan
sebagai suatu saluran sederhana;
ada sebuah ekor yang khas;
jaringan-jaringan ekstra embrionik
mulai muncul.
2 bulan
(8 minggu)
Telinga, mata, jari-jari, mulut,
hidung, dan tumit merupakan
bentuk-bentuk tersendiri; tulang
mulai dibentuk, sistem pencernaan
terbentuk; sistem saraf dan sistem
sirkuler mulai berfungsi; adanya
alat kelamin luar, tetapi belum dapat
dibedakan jenis kelaminnya.
3 bulan
(12 minggu)
Ginjal, hati, tangan, lengan, tungkai,
kaki, dan sistem pencernaan telah
berkembang baik; alat kelamin luar
antara pria dan wanita mulai dapat
dibedakan; paru-paru mulai jelas;
adanya gerakan-gerakan kecil dari
janin.
4 bulan
(16 minggu)
Detak jantung sudah dapat
dirasakan; terbentuknya tulang-
tulang di seluruh tubuh; kulit
berkembang sepenuhnya; sudah
dapat ditentukan jenis kelaminnya;
munculnya alis, bulu mata, dan
rambut kepala; gerakan janin
meningkat.
9,5 bulan
(38 minggu)
Sejak minggu ke-16 sampai saat
kelahiran terjadi akumulasi lemak di
bawah kulit; menjelang minggu ke-
22 janin mulai membuka matanya;
gerakan-gerakan janin dirasakan
oleh ibunya, terjadi kenaikan gerak
badan yang sangat cepat; pada
bulan ke-7 posisi kepala ke bawah
sebagai persiapan untuk kelahiran.
2. Pertumbuhan dan perkembangan setelah lahir
a. Pertumbuhan dan Perkembangan Balita
1) Ciri-ciri fisik
Usia
Pertumbuhan Perkembangan
Tinggi
Badan
Berat
Badan
Motorik Kognitif
0–3
bulan
45–65
cm
3–5 kg Menggerakkan
beberapa bagian
tubuh seperti
tangan, kepala,
dan mulai belajar
memiringkan
tubuh.
Mulai mengenal
suara, bentuk benda
dan warna.
6–9
bulan
64- 70
cm
7–9 kg Dapat
menegakkan
kepala, belajar
tengkurap sampai
dengan duduk
(pada usia 8 – 9
bulan), dan
memainkan ibu
Mengoceh, sudah
mengenal wajah
seseorang, bisa
membedakan
suara, belajar makan
dan mengunyah.
jari kaki.
12–18
bulan
74–81
cm
10–11
kg
Belajar berjalan
dan berlari, mulai
bermain, dan
koordinasi
mata semakin
baik.
Mulai belajar
berbicara,
mempunyai
ketertarikan
terhadap jenis-jenis
benda, dan mulai
muncul rasa ingin
tahu.
2–3
tahun
86–96
cm
12–15
kg
Sudah pandai
berlari,
berolahraga, dan
dapat meloncat
Keterampilan tangan
mulai membaik,
pada usia 3 tahun
belajar menggunting
kertas, belajar
menyanyi, dan
membuat coretan
sederhana.
4–5
tahun
100–
120
cm
16–22
kg
Dapat berdiri pada
satu kaki,
mulai dapat
menari,
melakukan
gerakan olah
tubuh,
keseimbangan
tubuh mulai
membaik.
Mulai belajar
membaca, berhitung,
menggambar,
mewarnai, dan
merangkai
kalimat dengan baik.
2) Ciri-ciri Psikologis
Usia Ciri-ciri Psikologis Balita (bawah lima tahun)
0-5 tahun Mulai mengenal lingkungan. Membutuhkan
perhatian khusus dari orang tua. Senang bermain.
Bersifat kekanak-kanakan (manja). Cenderung
keras kepala. Suka menolak perintah.
Membutuhkan zat gizi yang banyak. Hormon
pertumbuhan dihasilkan secara meningkat.
b. Pertumbuhan dan Perkembangan masa anak-anak
1) Ciri-ciri fisik
Usia
Pertumbuhan Perkembangan
Tinggi
Badan
Berat
Badan
Motorik Kognitif
6–8 tahun 120–130
cm
21–27 kg Mampu
meloncati tali
setinggi 25
cm, belajar
naik sepeda.
Menggambar
dengan bentuk
proporsional,
memakai dan
mengancingkan
baju, menulis,
lancar
membaca,
tangkas dalam
berhitung,
belajar bahasa
asing, belajar
memainkan alat
musik.
9–10
tahun
131–145
cm
28–33 kg Melakukan
olah raga
permainan
seperti
Pandai
menyanyi,
mampu
membuat
bulutangkis,
sepak bola,
tangkas
bersepeda.
sebuah
karangan,
Menyerap
pelajaran
dengan
optimal, mulai
belajar
berdiskusi dan
mengemukakan
pendapat.
11–12
tahun
145–152
cm
33–39 kg Melompat tali
sampai di atas
50 cm,
meloncat
sejauh lebih
dari 1 meter,
terampil
dalam
menggunakan
peralatan.
Konsentrasi
belajar
meningkat,
mulai belajar
bertanggung
jawab, senang
berpetualang
dan
mempunyai
rasa ingin tahu
yang besar.
2) Ciri-ciri Psikologis
Usia Ciri-ciri Psikologis
6 – 12 tahun Gigi susu mulai tanggal dan gigi permanen mulai
tumbuh. Pertumbuhan jiwanya relatif stabil. Daya
ingat kuat, mematuhi segala perintah gurunya.
Mudah menghafal tetapi juga mudah melupakan.
Sifat keras kepala mulai berkurang dan lebih dapat
menerima, pengertian karena kemampuan
logikanya mulai berkembang.
c. Pertumbuhan dan Perkembangan masa remaja (puber)
1) Ciri-ciri fisik
Perbedaan Laki-laki Perempuan
Usia 11 – 16 tahun 10 – 15 tahun
Ciri khusus Terjadi mimpi basah Mengalami menstruasi
Ciri – ciri kelamin
sekunder
Tumbuhnya kumis
dan jambang,
tumbuhnya rambut
di ketiak dan
di sekitar alat
kelamin, serta dada
menjadi lebih
bidang.
Payudara tumbuh
membesar, tumbuhnya
rambut di ketiak dan di
sekitar alat kelamin,
serta membesarnya
pinggul.
2) Ciri-ciri Psikologis
Usia Ciri-ciri Psikologis
Kurang lebih usia 10 – 17 tahun Mulai memperhatikan
penampilan. Mudah cemas dan
bingung bila adanya perubahan
psikis. Tidak mau dibatasi
aktivitasnya. Mulai memilih
teman yang cocok. Tidak mau
diperlakukan seperti anak kecil.
Selalu ingin mencoba hal-hal
baru. Senang meniru idola atau
berkhayal. Mulai bersikap kritis.
Mulai ada perubahan bentuk
fisik. Mulai menghasilkan
hormon reproduksi. Alat kelamin
mulai berkembang. Hormon
pertumbuhan masih terus
dihasilkan.

Ilmu Kesehatan

  • 1.
    ILMU KESEHATAN DANGIZI “ KONSEP TUMBUH KEMBANG ANAK ” A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan 1. Pengertian Pertumbuhan Pertumbuhan (growth) merupakan peningkatan jumlah dan besar sel diseluruh bagian tubuh selama sel-sel tersebut membelah diri dan menyintesis protein-protein baru. Menghasilkan penambahan jumlah berat secara keseluruhan atau sebagian. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah ) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis. 2. Pengertian Perkembangan Perkembangan (development), adalah perubahan secara berangsur- angsur dan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkat dan meluasnya kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, kematangan, atau kedewasaan, dan pembelajaran. (wong, 2000). Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai ke keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambant laun bagian- bagiannya akan menjadi semakin nyata dan tambah jelas dalam rangka keseluruhan.
  • 2.
    B. Faktor-Faktor yangMempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, antara lain sebagai berikut : 1. Genetik 2. Lingkungan a. Prenatal 1) Gizi ibu hamil 2) Toksin / zat kimia 3) Radiasi 4) Infeksi 5) Stres b. Postnatal 1) Lingkungan biologiss 2) Ras/ suku bangsa 3) Jenis kelamin 4) Umur 5) Gizi 6) Perawatan kesehatan 7) Kepekaan terhadap penyakit 8) Penyakit kronis c. Lingkungan Fisik 1) Cuaca/ musim 2) Sanitasi 3) Keadaan rumah 4) Radiasi d. Lingkungan Psikososial 1) Stimulasi 2) Motivasi belajar 3) Ganjaran/hukuman yang wajar 4) Kelompok sebaya
  • 3.
    5) Stres 6) Sekolah 7)Cinta dan kasih sayang 8) Kualitas interaksi anak-ortu e. Lingkungan Keluarga dan Adat Istiadat 1) Pekerjaan dan pendapatan 2) Pendidikan orang tua 3) Jumlah saudara 4) Jenis kelamin dalam saudara 5) Stabilitas rumah tangga 6) Kepribadian ayah/ibu 7) Agama f. Kebutuhan Dasar Untuk Tumbuh Kembang 1) Kebutuhan fisik : biomedis (asuh) 2) Kebutuhan emosi/kasih sayang (asih) 3) Kebutuhan stimulasi mental (asah). C. Tahapan Tumbuh Kembang Tahap tumbuh kembang anak secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu : 1. Tahap tumbuh kembang usia 0-6 tahun, terbagi atas : a. Masa Pranatal mulai masa embrio (mulai konsepsi-8 minggu), masa fetus (9 minggu sampai lahir). Masa Pranatal Masa pranatal (saat dalam kandungan) adalah waktu yang terletak antara masa pembuahan dan masa kelahiran. Pada saat ini terjadi pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel menjadi satu organisme yang lengkap dengan otak dan kemampuan berperilaku, dihasilkan dalam waktu Iebih kurang sembilan bulan.
  • 4.
    Masa pranatal terdiriatas dua fase yaitu : 1) Fase Embrio. 2) Fase Fetus. b. Masa Pascanatal mulai dari masa neonatus (0-28 hari), masa bayi (29 hari-1 tahun), masa anak (1-2 tahun), dan masa prasekolah (3-6 tahun). Masa Pascanatal Tumbuh kembang pada masa pascanatal dibagi ke dalam beberapa fase berikut : 1) Masa Neonatus (0-28 hari) Tumbuh kembang masa pascanatal diawali dengan masa neonatus, yaitu dimana terjadinya kehidupan yang baru. Pada masa ini terjadi proses adaptasi semua sistem organ tubuh, dimulai dari aktifitas pernafasan, pertukaran gas dengan frekuensi pernapasan antara 35-50 kali permenit, penyesuaian denyut jantung antara 120- 160 kali permenit, perubahan ukuran jantung menjadi lebih besar di bandingkan dengan rongga dada, kemudian gerakan bayi mulai meningkat untuk memenuhi kebutuhan gizi. 2) Masa Bayi (29 hari – 1 tahun) Pada masa bayi, tahap tumbuh kembang dapat dikelompokkan menjadi 3 tahap yaitu : a) Usia 1-4 bulan, tumbuh kembang pada tahap ini diawali dengan perubahan berat badan. Bila gizi anak baik, maka perkiraan berat badan akan mencapai 700-1000 g/bulan. Pertumbuhan tinggi badan agak stabil, tidak mengalami kecepatan dalam pertumbuhan tinggi badan. b) Usia 4-8 bulan, pertumbuhan pada usia ini ditandai dengan perubahan berat benda pada waktu lahir. Rata-rata kenaikan berat benda adalah 500-600 g/bulan, apabila mendapatkan gizi yang baik. Sedangkan pertumbuhan tinggi badan tidak
  • 5.
    mengalamikecepatan dan stabilberdasarkan pertambahan umur. c) Usia 8-12 bulan, pada usia ini pertumbuhan berat badan dapat mencapai tiga kali berat badan lahir, pertambahan berat badan perbulan sekitar 350-450 gram pada usia 7-9 bulan, 250-350 gram pada usia 10-12 bulan, bila memperoleh gizi baik. Pertumbuhan tinggi badan sekitar 1,5 kali tinggi badan pada saat lahir. Pada usia 1 tahun, pertambahan tinggi badan masih stabil dan diperkirakan mencapai 75 cm. 3) Masa Anak (1-2 tahun) Pada masa ini, anak akan mengalami beberapa perlambatan dalam pertumbuhan fisik. Pada tahun kedua, anak hanya mengalami kenaikan berat badan sekitar 1,5 – 2,5 kg dan penambahan tinggi badan 6-10 cm. Pertumbuhan otak juga akan mengalami perlambatan, kenaikan lingkar kepala hanya 2 cm. untuk pertumbuhan gigi, terdapat tambahan 8 buah gigi susu, termasuk gigi geraham pertama dan gigi taring, sehingga seluruhnya berjumlah 14-16 buah. Pada usia 2 tahun, pertumbuhan fisik berat badan sudah mencapai 4x berat badan lahir dan tinggi badan sudah mencapai 50 persen tinggi badan orang dewasa. Menginjak usia 3 tahun, rata-rata berat badan naik menjadi 2-3 kg/tahun, tinggi badan naik 6-8 cm/tahun, dan lingkar kepala menjadi sekitar 50 cm. 4) Masa Prasekolah (3-6 tahun) Pada masa prasekolah, berat badan mengalami kenaikan rata-rata 2kg/tahun. Tubuh anak terlihat kurus, akan tetapi aktivitas motorik tinggi dan sistem tubuh mencapai kematangan dalam hal berjalan, melompat, dan lain-lain. Tinggi badan bertambah rata- rata 6,75 – 7,5 cm setiap tahun.
  • 6.
    Pada masa inianak mengalami proses perubahan pola bakan, umumnya mengalami kesulitan untuk makan. Anak juga mulai menunjukkan kemandirian pada proses eliminasi. 2. Tahap tumbuh kembang usia 6 tahun keatas, terdiri atas a. Masa Sekolah (6-12 tahun). Fase perkembangan yang berlangsung sejak kira-kira umur 6 sampai 12 tahun, sama dengan masa usia Sekolah Dasar. Anak-anak menguasai keterampilan-keterampilan dasar membaca, menulis dan berhitung. Secara formal mereka mulai memastiki dunia yang lebih luas dengan budayanya. Pencapaian prestasi menjadi arah perhatian pada dunia anak, dan pengendalian diri sendiri bertambah pula b. Masa Remaja (12-18 tahun) Pada masa remaja ini banyak dijumpai masalah, karena masa ini merupakan proses menuju kedewasaan dan anak ingin mencoba mandiri. Masalah yang sering dijumpai adalah perubahan bentuk tubuh. Perkembangan khusus yang terjadi pada masa ini adalah kematangan identitas seksual yang ditandai dengan perkembangan organ reproduksi. Masa ini merupakan masa krisis identitas dimana anak memasuki proses pendewasaan dan meninggalkan masa anak- anak, sehingga membutuhkan bantuan dari orang tua. D. Pertumbuhan dan Perkembangan Masa Konsepsi Sampai Remaja. 1. Pertumbuhan dan perkembangan embrio manusia dalam kandungan Usia Ciri-ciri 1 bulan (4 minggu) Bagian kepala, jantung, dan hati mulai terbentuk; sistem pencernaan sebagai suatu saluran sederhana; ada sebuah ekor yang khas; jaringan-jaringan ekstra embrionik
  • 7.
    mulai muncul. 2 bulan (8minggu) Telinga, mata, jari-jari, mulut, hidung, dan tumit merupakan bentuk-bentuk tersendiri; tulang mulai dibentuk, sistem pencernaan terbentuk; sistem saraf dan sistem sirkuler mulai berfungsi; adanya alat kelamin luar, tetapi belum dapat dibedakan jenis kelaminnya. 3 bulan (12 minggu) Ginjal, hati, tangan, lengan, tungkai, kaki, dan sistem pencernaan telah berkembang baik; alat kelamin luar antara pria dan wanita mulai dapat dibedakan; paru-paru mulai jelas; adanya gerakan-gerakan kecil dari janin. 4 bulan (16 minggu) Detak jantung sudah dapat dirasakan; terbentuknya tulang- tulang di seluruh tubuh; kulit berkembang sepenuhnya; sudah dapat ditentukan jenis kelaminnya; munculnya alis, bulu mata, dan rambut kepala; gerakan janin meningkat. 9,5 bulan (38 minggu) Sejak minggu ke-16 sampai saat kelahiran terjadi akumulasi lemak di
  • 8.
    bawah kulit; menjelangminggu ke- 22 janin mulai membuka matanya; gerakan-gerakan janin dirasakan oleh ibunya, terjadi kenaikan gerak badan yang sangat cepat; pada bulan ke-7 posisi kepala ke bawah sebagai persiapan untuk kelahiran. 2. Pertumbuhan dan perkembangan setelah lahir a. Pertumbuhan dan Perkembangan Balita 1) Ciri-ciri fisik Usia Pertumbuhan Perkembangan Tinggi Badan Berat Badan Motorik Kognitif 0–3 bulan 45–65 cm 3–5 kg Menggerakkan beberapa bagian tubuh seperti tangan, kepala, dan mulai belajar memiringkan tubuh. Mulai mengenal suara, bentuk benda dan warna. 6–9 bulan 64- 70 cm 7–9 kg Dapat menegakkan kepala, belajar tengkurap sampai dengan duduk (pada usia 8 – 9 bulan), dan memainkan ibu Mengoceh, sudah mengenal wajah seseorang, bisa membedakan suara, belajar makan dan mengunyah.
  • 9.
    jari kaki. 12–18 bulan 74–81 cm 10–11 kg Belajar berjalan danberlari, mulai bermain, dan koordinasi mata semakin baik. Mulai belajar berbicara, mempunyai ketertarikan terhadap jenis-jenis benda, dan mulai muncul rasa ingin tahu. 2–3 tahun 86–96 cm 12–15 kg Sudah pandai berlari, berolahraga, dan dapat meloncat Keterampilan tangan mulai membaik, pada usia 3 tahun belajar menggunting kertas, belajar menyanyi, dan membuat coretan sederhana. 4–5 tahun 100– 120 cm 16–22 kg Dapat berdiri pada satu kaki, mulai dapat menari, melakukan gerakan olah tubuh, keseimbangan tubuh mulai membaik. Mulai belajar membaca, berhitung, menggambar, mewarnai, dan merangkai kalimat dengan baik. 2) Ciri-ciri Psikologis Usia Ciri-ciri Psikologis Balita (bawah lima tahun)
  • 10.
    0-5 tahun Mulaimengenal lingkungan. Membutuhkan perhatian khusus dari orang tua. Senang bermain. Bersifat kekanak-kanakan (manja). Cenderung keras kepala. Suka menolak perintah. Membutuhkan zat gizi yang banyak. Hormon pertumbuhan dihasilkan secara meningkat. b. Pertumbuhan dan Perkembangan masa anak-anak 1) Ciri-ciri fisik Usia Pertumbuhan Perkembangan Tinggi Badan Berat Badan Motorik Kognitif 6–8 tahun 120–130 cm 21–27 kg Mampu meloncati tali setinggi 25 cm, belajar naik sepeda. Menggambar dengan bentuk proporsional, memakai dan mengancingkan baju, menulis, lancar membaca, tangkas dalam berhitung, belajar bahasa asing, belajar memainkan alat musik. 9–10 tahun 131–145 cm 28–33 kg Melakukan olah raga permainan seperti Pandai menyanyi, mampu membuat
  • 11.
    bulutangkis, sepak bola, tangkas bersepeda. sebuah karangan, Menyerap pelajaran dengan optimal, mulai belajar berdiskusidan mengemukakan pendapat. 11–12 tahun 145–152 cm 33–39 kg Melompat tali sampai di atas 50 cm, meloncat sejauh lebih dari 1 meter, terampil dalam menggunakan peralatan. Konsentrasi belajar meningkat, mulai belajar bertanggung jawab, senang berpetualang dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar. 2) Ciri-ciri Psikologis Usia Ciri-ciri Psikologis 6 – 12 tahun Gigi susu mulai tanggal dan gigi permanen mulai tumbuh. Pertumbuhan jiwanya relatif stabil. Daya ingat kuat, mematuhi segala perintah gurunya. Mudah menghafal tetapi juga mudah melupakan. Sifat keras kepala mulai berkurang dan lebih dapat menerima, pengertian karena kemampuan
  • 12.
    logikanya mulai berkembang. c.Pertumbuhan dan Perkembangan masa remaja (puber) 1) Ciri-ciri fisik Perbedaan Laki-laki Perempuan Usia 11 – 16 tahun 10 – 15 tahun Ciri khusus Terjadi mimpi basah Mengalami menstruasi Ciri – ciri kelamin sekunder Tumbuhnya kumis dan jambang, tumbuhnya rambut di ketiak dan di sekitar alat kelamin, serta dada menjadi lebih bidang. Payudara tumbuh membesar, tumbuhnya rambut di ketiak dan di sekitar alat kelamin, serta membesarnya pinggul. 2) Ciri-ciri Psikologis Usia Ciri-ciri Psikologis Kurang lebih usia 10 – 17 tahun Mulai memperhatikan penampilan. Mudah cemas dan bingung bila adanya perubahan psikis. Tidak mau dibatasi aktivitasnya. Mulai memilih teman yang cocok. Tidak mau diperlakukan seperti anak kecil. Selalu ingin mencoba hal-hal baru. Senang meniru idola atau berkhayal. Mulai bersikap kritis.
  • 13.
    Mulai ada perubahanbentuk fisik. Mulai menghasilkan hormon reproduksi. Alat kelamin mulai berkembang. Hormon pertumbuhan masih terus dihasilkan.