
Ni Putu Yuni Wiantari (31)
Putu Eka Cahya Putri (36)
Ni Luh Putu Yuni Antari (37)
Ni Nyoman Rustia Dewi (39)
NAMA KELOMPOK

Sejarah
Perkembangan Ilmu
Zaman Pra-yunani
Kuno (Abad Xv-vii
Sm) Sampai Dengan
Zaman Kontemporer
Abad Xx-sekarang Hubungan
Ilmu
Dengan
Filsafat
Landasan
Paenelaah
an Ilmu

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU ZAMAN
PRA YUNANI KUNO (ABAD XV-VII SM)
SAMPAI DENGAN ZAMAN
KONTEMPORER ABAD XX-SEKARANG
I
Berkisar antara empat juta tahun sampai dua puluh ribu tahun
sebelum masehi, disebut sebagai zaman batu, karena pada masa itu
manusia masih menggunakan batu sebagai peralatan. Selanjutnya
pada abad ke XV sampai VII SM, manusia telah menemukan besi,
tembaga dan perak untuk berbagai peralatan, dimana besi merupakan
bahan yang pertama kali digunakan di Irak . Pada abad ke VII SM di
Yunani lahirlah filsafat, disebut the greek miracle yang artinya suatu
peristiwa yang ajaib. Beberapa faktor yang mendahului lahirnya
filsafat di Yunani, yaitu:
 Mitologi bangsa Yunani.
 Kesusastraan Yunani.
 Pengaruh ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah sampai di
Timur Kuno.
Zaman Pra-Yunani Kuno (abad XV –VII SM)
Zaman Yunani Kuno merupakan zaman keemasan filsafat, karena
pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan
ide-ide atau pendapatnya. Selanjutnya tumbuhlah sikap kritis
yang menjadikan bangsa Yunani tampil sebagai ahli pikir yang
terkenal dan sikap kritis ini lah yang menjadikan cikal bakal
tumbuhnya ilmu pengetahuan modern yaitu sikap inquiring yaitu
suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis.
Beberapa tokoh filsuf yang terkenal pada masa ini ialah:
 Thales (625-548 SM)
 Phytagoras (580-500 SM)
 Socrates (470-399 SM),
 Democritus (460-370 SM)
 Plato (427-347 SM)
 Aristoteles (384-322 SM)
Yunani Kuno (abad VII-II SM)

 Zaman ini ditandai dengan tampilnya para theolog di
lapangan ilmu pengetahuan, dimana para ilmuan
tersebut hampir semua adalah para theolog, sehingga
aktivitas ilmiah terkait dengan aktivitas keagamaan.
 Antara tahun 600-700 M yang menjadi obor kemajuan
ilmu pengetahuan berada diperadapan dunia Islam
seperti dibidang ilmu kedokteran dan ilmu alam.
 Zaman Pertengahan (31 SM-628 M). Pada zaman
pertengahan oleh para ilmuwan sering dinamakan Abad
Kegelapan. Hal ini disebabkan perkembangan ilmu
pengetahuan yang sudah ada sejak zaman Yunani-
Romawi menjadi terhenti di Eropa.
Zaman Pertengahan/Middle Age (abad II-XIV M)

Renaissance ditandai sebagai era kebangitan kembali
pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Pada
zaman ini manusia disebut sebagai animal rationale
karena pemikiran manusia pada masa ini sudah bebas
dan berkembang. Sehingga banyak penemuan-
penemuan ilmu modern yang sudah dirintis oleh
tokoh-tokoh ilmuan seperti berikut ini:
 Roger Bacon (1214-1294)
 Copernicus (1473-1543)
 Tyco Brahe (1546-1601)
 Johanes Kepler (1571 – 1630)
Zaman Renaissance

Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan
dalam bidang ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan
ada tiga sumber, yaitu (1) hubungan antara kerajaan
islam di semenanjung Iberia dengan negara francis, (2)
Perang Salib, (3) para pendeta/sarjana mengungsi ke
italia atau ke Negara lain.
Tokoh tokoh pada zaman modern, yaitu :
 Rene Descartes (1596 – 1650)
 Isaac Newton(1643 – 1727)
 Charles Darwin
 J.J Thompson
Zaman Modern
Zaman Kontemporer, pada abad ke XX hingga sekarang, bidang
fisika menempati kedudukan paling tinggi dan banyak dibicarakan
oleh para filsuf. Menurut Trout, fisika dipandang sebagai dasar ilmu
pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur-unsur
fundamental yang membentuk alam semesta.
Tokoh yang terkenal pada zaman ini adalah Albert Einstain, yang
menyatakan bahwa alam itu tidak terhingga besarnya dan tidak
terbatas, tetapi juga tidak berubah status totalitasnya atau bersifat
statis dari waktu ke waktu. Einstein percaya akan kekekalan materi.
Namun setelah ahli fisika Hubble mengadakan pengamatan dengan
teropong terbesar didunia yang menemukan alam semesta tidak
statis, melainkan dinamis. Sehingga teori Einstain mengenai
kekekalan materi menjadi runtuh.
Zaman kontemporer

HUBUNGAN ILMU DENGAN
FILSAFAT
II

Pada hakikatnya filsafat dan ilmu saling terkait satu sama
lain, keduanya tumbuh dari sikap refleksi, ingin tahu, dan
dilandasi kecintaan pada kebenaran. Ilmu merupakan
konkritisasi dari filsafat. Filsafat dapat dilihat dan dikaji
sebagai suatu ilmu, yaitu ilmu filsafat. Sebagai ilmu,
filsafat memiliki objek dan metode yang khas dan bahkan
dapat dirumuskan secara sistematis. Filsafat berusaha
untuk mengatur hasil-hasil dari berbagai ilmu-ilmu khusus
ke dalam suatu pandangan hidup dan pandangan dunia
yang terstu padukan, komprehensip (tidak ada sesuatu
bidang yang berada di luar bidang filsafat) dan konsisten
(uraian kefilsafatan tidak menyusun pendapat-pendapat
yang saling berkontardiksi). Ilmu filsafat adalah ilmu
pengetahuan yang mengkaji seluruh fenomena yang
dihadapi manusia secara kritis refleksi, integral, radikal,
logis, sistematis, dan universal (kesemestaan).

Cara kerja filsafat ilmu memiliki pola dan model-
model yang spesifik dalam menggali dan meneliti
pengetahuan melalui sebab musabab pertama dari
gejala ilmu pengetahuan. Di dalamnya mencakup
paham tentang kepastian, kebenaran, dan obyektifitas.
Cara kerjanya bertitik tolak pada gejala-gejala
pengetahuan mengadakan reduksi ke arah intuisi para
ilmuwan, sehingga kegiatan ilmu-ilmu itu dapat
dimengerti sesuai dengan kekhasannya masing-masing
dan akhirnya kita dapat mengerti fungsi dari filsafat
ilmu.
Peranan Filsafat Ilmu

Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang dari filsafat. Oleh karena
itu, peran filsafat ilmu kiranya tidak bisa dilepaskan dari fungsi filsafat
secara keseluruhan, yakni:
1. Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada.
2. Mempertahankan, menunjang dan melawan atau berdiri netral
terhadap pandangan filsafat lainnya.
3. Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup
dan pandangan dunia.
4. Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam
kehidupan
5. Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam
berbagai aspek kehidupan itu sendiri, seperti ekonomi, politik,
hukum dan sebagainya.

Struktur ilmu menggambarkan bagaimana ilmu itu tersistimatisir
dalam suatu lingkungan, di mana keterkaitan antara unsur-unsur
nampak secara jelas.
Kerangka ilmu terdiri dari unsur-unsur yang berhubungan, dari
mulai yang konkrit yaitu fakta sampai level yang abstrak yaitu
teori, makin ke fakta makin spesifik, sementara makin mengarah
ke teori makin abstrak karena lebih bersifat umum. Dengan
demikian struktur ilmu merupakan ilustrasi hubungan antara:
 fakta dan konsep
 generalisasi dan teori
 Proposisi dan asumsi
 Definisi atau batasan
 Paradigma
Struktur Ilmu

LANDASAN PENELAAHAN
ILMU
III

Landasan pokok dalam penelaahan ilmu bertumpu
pada tiga cabang filsafat, yaitu ontologi, epistimologi
dan aksiologi.

Ontologi merupakan salah satu diantara
lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling
kuno. Ontologi terdiri dari dua suku kata, yakni
ontos dan logos. Ontos berarti sesuatu yang
berwujud dan logos berarti ilmu. Jadi ontologi
adalah bidang pokok filsafat yang
mempersoalkan hakikat keberadaan segala
sesuatu yang ada menurut tata hubungan
sistematis berdasarkan hukum sebab akibat
yaitu ada manusia, ada alam, dan ada kuasa
prima dalam suatu hubungan yang menyeluruh,
teratur, dan tertib dalam keharmonisan
Ontologi

Didalam pemahaman ontologi dapat
dikemukakan pandangan-pandangan pokok
pemikiran sebagai berikut:
1. Monoisme
2. Dualisme
3. Pluralisme
4. Nihilisme
5. Agnostisisme

Istilah epistemologi berasal dari
bahasa Yunani Kuno, dengan asal
kata “episteme” yang berarti
pengetahuan dan “logos” yang
berarti teori, secara etimologi,
epistemologi berarti teori
pengetahuan. Epistemologi
merupakan cabang filsafat yang
Epistemologis

Aksiologi berasal dari perkataan axios (Yunani)
yang berarti nilai dan logos yang berarti teori.
Jadi Aksiologi adalah teori tentang nilai. Nilai
adalah sesuatu yang berharga, yang diidamkan
oleh setiap insan. Nilai yang dimaksud adalah :
Nilai jasmani : nilai yang terdiri atas nilai
hidup, nilai nikmat, dan nilai guna.
Nilai rohani : nilai yang terdiri atas nilai
intelek, nilai estetika, nilai etika, dan nilai
religi.
Aksiologis

OM SHANTI SHANTI SHANTI OM

SESI TANYA JAWAB


Iad ppt

  • 2.
     Ni Putu YuniWiantari (31) Putu Eka Cahya Putri (36) Ni Luh Putu Yuni Antari (37) Ni Nyoman Rustia Dewi (39) NAMA KELOMPOK
  • 3.
     Sejarah Perkembangan Ilmu Zaman Pra-yunani Kuno(Abad Xv-vii Sm) Sampai Dengan Zaman Kontemporer Abad Xx-sekarang Hubungan Ilmu Dengan Filsafat Landasan Paenelaah an Ilmu
  • 4.
     SEJARAH PERKEMBANGAN ILMUZAMAN PRA YUNANI KUNO (ABAD XV-VII SM) SAMPAI DENGAN ZAMAN KONTEMPORER ABAD XX-SEKARANG I
  • 5.
    Berkisar antara empatjuta tahun sampai dua puluh ribu tahun sebelum masehi, disebut sebagai zaman batu, karena pada masa itu manusia masih menggunakan batu sebagai peralatan. Selanjutnya pada abad ke XV sampai VII SM, manusia telah menemukan besi, tembaga dan perak untuk berbagai peralatan, dimana besi merupakan bahan yang pertama kali digunakan di Irak . Pada abad ke VII SM di Yunani lahirlah filsafat, disebut the greek miracle yang artinya suatu peristiwa yang ajaib. Beberapa faktor yang mendahului lahirnya filsafat di Yunani, yaitu:  Mitologi bangsa Yunani.  Kesusastraan Yunani.  Pengaruh ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah sampai di Timur Kuno. Zaman Pra-Yunani Kuno (abad XV –VII SM)
  • 6.
    Zaman Yunani Kunomerupakan zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini orang memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ide-ide atau pendapatnya. Selanjutnya tumbuhlah sikap kritis yang menjadikan bangsa Yunani tampil sebagai ahli pikir yang terkenal dan sikap kritis ini lah yang menjadikan cikal bakal tumbuhnya ilmu pengetahuan modern yaitu sikap inquiring yaitu suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis. Beberapa tokoh filsuf yang terkenal pada masa ini ialah:  Thales (625-548 SM)  Phytagoras (580-500 SM)  Socrates (470-399 SM),  Democritus (460-370 SM)  Plato (427-347 SM)  Aristoteles (384-322 SM) Yunani Kuno (abad VII-II SM)
  • 7.
      Zaman iniditandai dengan tampilnya para theolog di lapangan ilmu pengetahuan, dimana para ilmuan tersebut hampir semua adalah para theolog, sehingga aktivitas ilmiah terkait dengan aktivitas keagamaan.  Antara tahun 600-700 M yang menjadi obor kemajuan ilmu pengetahuan berada diperadapan dunia Islam seperti dibidang ilmu kedokteran dan ilmu alam.  Zaman Pertengahan (31 SM-628 M). Pada zaman pertengahan oleh para ilmuwan sering dinamakan Abad Kegelapan. Hal ini disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada sejak zaman Yunani- Romawi menjadi terhenti di Eropa. Zaman Pertengahan/Middle Age (abad II-XIV M)
  • 8.
     Renaissance ditandai sebagaiera kebangitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Pada zaman ini manusia disebut sebagai animal rationale karena pemikiran manusia pada masa ini sudah bebas dan berkembang. Sehingga banyak penemuan- penemuan ilmu modern yang sudah dirintis oleh tokoh-tokoh ilmuan seperti berikut ini:  Roger Bacon (1214-1294)  Copernicus (1473-1543)  Tyco Brahe (1546-1601)  Johanes Kepler (1571 – 1630) Zaman Renaissance
  • 9.
     Zaman modern ditandaidengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan ada tiga sumber, yaitu (1) hubungan antara kerajaan islam di semenanjung Iberia dengan negara francis, (2) Perang Salib, (3) para pendeta/sarjana mengungsi ke italia atau ke Negara lain. Tokoh tokoh pada zaman modern, yaitu :  Rene Descartes (1596 – 1650)  Isaac Newton(1643 – 1727)  Charles Darwin  J.J Thompson Zaman Modern
  • 10.
    Zaman Kontemporer, padaabad ke XX hingga sekarang, bidang fisika menempati kedudukan paling tinggi dan banyak dibicarakan oleh para filsuf. Menurut Trout, fisika dipandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsur-unsur fundamental yang membentuk alam semesta. Tokoh yang terkenal pada zaman ini adalah Albert Einstain, yang menyatakan bahwa alam itu tidak terhingga besarnya dan tidak terbatas, tetapi juga tidak berubah status totalitasnya atau bersifat statis dari waktu ke waktu. Einstein percaya akan kekekalan materi. Namun setelah ahli fisika Hubble mengadakan pengamatan dengan teropong terbesar didunia yang menemukan alam semesta tidak statis, melainkan dinamis. Sehingga teori Einstain mengenai kekekalan materi menjadi runtuh. Zaman kontemporer
  • 11.
  • 12.
     Pada hakikatnya filsafatdan ilmu saling terkait satu sama lain, keduanya tumbuh dari sikap refleksi, ingin tahu, dan dilandasi kecintaan pada kebenaran. Ilmu merupakan konkritisasi dari filsafat. Filsafat dapat dilihat dan dikaji sebagai suatu ilmu, yaitu ilmu filsafat. Sebagai ilmu, filsafat memiliki objek dan metode yang khas dan bahkan dapat dirumuskan secara sistematis. Filsafat berusaha untuk mengatur hasil-hasil dari berbagai ilmu-ilmu khusus ke dalam suatu pandangan hidup dan pandangan dunia yang terstu padukan, komprehensip (tidak ada sesuatu bidang yang berada di luar bidang filsafat) dan konsisten (uraian kefilsafatan tidak menyusun pendapat-pendapat yang saling berkontardiksi). Ilmu filsafat adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji seluruh fenomena yang dihadapi manusia secara kritis refleksi, integral, radikal, logis, sistematis, dan universal (kesemestaan).
  • 13.
     Cara kerja filsafatilmu memiliki pola dan model- model yang spesifik dalam menggali dan meneliti pengetahuan melalui sebab musabab pertama dari gejala ilmu pengetahuan. Di dalamnya mencakup paham tentang kepastian, kebenaran, dan obyektifitas. Cara kerjanya bertitik tolak pada gejala-gejala pengetahuan mengadakan reduksi ke arah intuisi para ilmuwan, sehingga kegiatan ilmu-ilmu itu dapat dimengerti sesuai dengan kekhasannya masing-masing dan akhirnya kita dapat mengerti fungsi dari filsafat ilmu. Peranan Filsafat Ilmu
  • 14.
     Filsafat ilmu merupakansalah satu cabang dari filsafat. Oleh karena itu, peran filsafat ilmu kiranya tidak bisa dilepaskan dari fungsi filsafat secara keseluruhan, yakni: 1. Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada. 2. Mempertahankan, menunjang dan melawan atau berdiri netral terhadap pandangan filsafat lainnya. 3. Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan pandangan dunia. 4. Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan 5. Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam berbagai aspek kehidupan itu sendiri, seperti ekonomi, politik, hukum dan sebagainya.
  • 15.
     Struktur ilmu menggambarkanbagaimana ilmu itu tersistimatisir dalam suatu lingkungan, di mana keterkaitan antara unsur-unsur nampak secara jelas. Kerangka ilmu terdiri dari unsur-unsur yang berhubungan, dari mulai yang konkrit yaitu fakta sampai level yang abstrak yaitu teori, makin ke fakta makin spesifik, sementara makin mengarah ke teori makin abstrak karena lebih bersifat umum. Dengan demikian struktur ilmu merupakan ilustrasi hubungan antara:  fakta dan konsep  generalisasi dan teori  Proposisi dan asumsi  Definisi atau batasan  Paradigma Struktur Ilmu
  • 16.
  • 17.
     Landasan pokok dalampenelaahan ilmu bertumpu pada tiga cabang filsafat, yaitu ontologi, epistimologi dan aksiologi.
  • 18.
     Ontologi merupakan salahsatu diantara lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno. Ontologi terdiri dari dua suku kata, yakni ontos dan logos. Ontos berarti sesuatu yang berwujud dan logos berarti ilmu. Jadi ontologi adalah bidang pokok filsafat yang mempersoalkan hakikat keberadaan segala sesuatu yang ada menurut tata hubungan sistematis berdasarkan hukum sebab akibat yaitu ada manusia, ada alam, dan ada kuasa prima dalam suatu hubungan yang menyeluruh, teratur, dan tertib dalam keharmonisan Ontologi
  • 19.
     Didalam pemahaman ontologidapat dikemukakan pandangan-pandangan pokok pemikiran sebagai berikut: 1. Monoisme 2. Dualisme 3. Pluralisme 4. Nihilisme 5. Agnostisisme
  • 20.
     Istilah epistemologi berasaldari bahasa Yunani Kuno, dengan asal kata “episteme” yang berarti pengetahuan dan “logos” yang berarti teori, secara etimologi, epistemologi berarti teori pengetahuan. Epistemologi merupakan cabang filsafat yang Epistemologis
  • 21.
     Aksiologi berasal dariperkataan axios (Yunani) yang berarti nilai dan logos yang berarti teori. Jadi Aksiologi adalah teori tentang nilai. Nilai adalah sesuatu yang berharga, yang diidamkan oleh setiap insan. Nilai yang dimaksud adalah : Nilai jasmani : nilai yang terdiri atas nilai hidup, nilai nikmat, dan nilai guna. Nilai rohani : nilai yang terdiri atas nilai intelek, nilai estetika, nilai etika, dan nilai religi. Aksiologis
  • 22.
  • 23.
  • 24.