Cerpen ini menggambarkan kerinduan seorang penulis terhadap kekasihnya yang telah pergi, menggali kenangan manis dan pahit di antara mereka. Dalam kesepian rumah yang dibangun untuk mereka, penulis berjuang menghadapi ingatan dan kehilangan, sementara suara alam mengingatkan akan kehadiran kekasihnya. Di tengah derita dan kesedihan, penulis tak henti-hentinya menulis, berharap agar kenangan tersebut dapat hidup selamanya.