Hujan Asam
(Acid Rain)
Kelompok 15
Indri Sofia R
Nurendah Ayu F
Rumaisa Khairani
Pengertian Hujan Asam
Hujan asam adalah hujan yang bersifat
asam dari pada hujan biasa. Istilah keasaman
berarti bertambahnya ion hydrogen ke dalam
suatu lingkungan.
Hujan asam itu bersifat asam dan memiliki
pH kurang dari 5,7. Keasaman hujan biasanya
disebabkan oleh karbon dioksida di udara
yang bereaksi dengan uap air menjadi asam
lemah bikarbonat.
Jenis asam dalam hujan ini sangat
bermanfaat karena dapat melarutkan mineral
dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan
dan binatang. Namun jika keasaman air hujan
menjadi sangat rendah maka akan
menimbulkan masalah terhadap lingkungan.
karena keasaman hujan yang seperti ini
dapat bersifat korosif dan dapat menyebabkan
berbagai jenis gangguan kesehatan pada
makhluk hidup, baik itu hewan, tumbuhan
ataupun manusia.
Hujan asam juga sering disebut deposisi.
Deposisi asam ada dua jenis :
• Deposisi kering adalah peristiwa terkenanya
benda dan mahluk hidup oleh asam yang ada
dalam udara. Ini dapat terjadi pada daerah
perkotaan karena pencemaran udara akibat
kendaraan maupun asap pabrik.
• Deposisi basah adalah turunnya asam dalam
bentuk hujan. Hal ini terjadi apabila asap di
dalam udara larut di dalam butir-butir air di
awan. Jika turun hujan dari awan tadi, maka
air hujan yang turun bersifat asam.
Penyebab Hujan Asam
Pada dasarnya Hujan asam disebabkan
oleh 2 polutan udara, Sulfur Dioxide (SO2)
dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya
dihasilkan melalui pembakaran.
Selain itu ada pendapat lain yang
menjelaskan mengenai penyebab hujan
asam,yaitu:
 Hujan asam disebabkan oleh terbentuknya
asam di udara akibat bertemunya uap air
dengan gas-gas pembentuk asam. Biasanya
terjadi karena pencemaran udara di sekitar
pabrik. Gas yang sering menjadi penyebab
hujan asam antara lain:
1. CO2 dan CO, yang berasal dari hasil
pembakaran, polusi kendaraan bermotor, dll.
Yang ketika bertemu dengan uap air (H2O)
akan membentuk H2CO3 ( asam karbonat )
yang termasuk asam lemah.
2. H2S (hidrogen sulfida),SO2 (sulfur dioksida)
yang berasal dari pembakaran / pemanasan
belerang. Umumnya ditemukan di daerah
industri berat, yang ketika bertemu dengan
uap air (H2O) akan membentuk H2SO4 (asam
sulfat ) yang termasuk asam kuat.
Derajat keasaman hujan asam tergantung
kepekatan asam dalam udara, yang secara
tidak langsung, sama artinya dengan derajat
pencemaran udara di udara.
Pada keadaan normal, hujan sebenarnya
sudah bersifat asam karena keberadaan CO2
di udara. Tapi pHnya tidak jauh di bawah 7.
Tapi pada daerah dengan pencemaran udara
berat, keasamannya jauh lebih rendah lagi.
 Ada hubungan langsung antara hujan asam
dengan korosi. Korosi, adalah pelapukan
logam oleh zat zat oksidator.
Asam,
merupakan zat yang dapat dengan mudah
mengoksidasi logam. Jadi ketika terjadi hujan
asam, dapat dipastikan terjadi korosi pada
logam yang terkena air hujan tersebut.
Proses Terbentuknya Hujan Asam
1) Pembentukan Asam Sulfat (H2SO4)
Gas SO2 bersama dengan radikal hidroksil dan
oksigen melalui reaksi photokatalitik di
atmosfer, akan membentuk asamnya.
SO2 + OH → HSO3
HSO3 + O2 → HO2 + SO3
SO3 + H2O → H2SO4
Selanjutnya apabila di udara terdapat
Nitrogen Monoksida (NO) maka radikal
hidroperoksil (HO2) yang terjadi pada salah
satu reaksi di atas akan bereaksi seperti :
NO + HO2 → NO2 + OH
Selama ada NO di udara, maka reaksi radikal
hidroksil akan terbentuk kembali, dan semakin
banyak SO2, maka akan semakin banyak pula
asam sulfat yang terbentuk.
2) Pembentukan Asam Nitrat (HNO3)
Pada siang hari, terjadi reaksi photokatalitik
antara gas Nitrogen dioksida dengan radikal
hidroksil.
NO2 + OH → HNO3
Sedangkan pada malam hari terjadi reaksi antara
Nitrogen dioksida dengan ozon.
NO2 + O3 → NO3 + O2
NO2 + NO3 → N2O5
N2O5 + H2O → HNO3
3) Pembentukan Asam Chlorida (HCl)
Asam klorida biasanya terbentuk di lapisan
stratosfer, dimana reaksinya melibatkan
Chloroflorocarbon (CFC) dan radikal oksigen.
CFC + hv(UV) → Cl* + produk
CFC + O* → ClO + produk
O* + ClO → Cl* + O2
Cl + CH4 → HCl + CH3
Reaksi di atas merupakan bagian dari
rangkaian reaksi yang menyebabkan deplesi
lapisan ozon di stratosfer. Perbandingan ketiga
asam tersebut dalam hujan asam biasanya
berkisar antara 62% oleh asam sulfat, 32%
asam nitrat, dan 6% asam klorida.
• Secara alami hujan asam dapat terjadi akibat
semburan dari gunung berapi dan dari proses
biologis di tanah, rawa, dan laut. Akan tetapi,
mayoritas hujan asam disebabkan oleh
aktivitas manusia seperti industry, pembangkit
tenaga listrik, kendaraan bermotor dan pabrik
pengolahan pertanian (terutama ammonia).
Mekanisme terjadinya hujan asam
Dampak Hujan Asam bagi Lingkungan
dan Makhluk Hidup
1. Hujan asam dengan kadar keasaman tinggi
dapat menyebabkan gangguan pernapasan
pada manusia.
2. Menyebabkan korosi dan merusak bangunan.
3. Tumbuhan menjadi layu, kering dan mati.
4. Merusak ekosistem perairan
Harjanto, N.T., (2008) mengungkapkan
beberapa
dampak
dari
deposisi
asam,diantaranya:
• Terhadap Makhluk Hidup
o Punahnya beberapa jenis ikan
o Mengganggu siklus makanan
o Mengganggu pemanfaatan air untuk air minum,
perikanan, pertanian
o Menimbulkan
masalah
pada
kesehatan,
pernafasan dan iritasi kulit.
• Vegetasi
o Perubahan keseimbangan nutrisi dalam
tanah
o Mengganggu pertumbuhan tanaman
o Merusak tanaman
o Menyuburkan pertumbuhan jamur madu
yang dapat mengganggu pertumbuhan
tanaman (menjadi layu)
• Stuktur Bangunan
o Melarutkan Kalsium Karbonat pada beton,
lantai marmer
o Melarutkan tembaga dan baja
o Mempercepat korosi pada pipa saluran air
o Mengikis bangunan candi dan patung
Upaya Pencegahan Terbentuknya
Hujan Asam
a. Menggunakan bahan bakar dengan kandungan
belerang rendah.
Contoh : gas alam ,methanol, etanol, dan
hidrogen
b. Desulfurisasi adalah proses penghilangan unsur
belerang. Desulfurisasi dapat dilakukan pada
waktu :
1.) Sebelum pembakaran
2.) Selama pembakaran
3.) Setelah pembakaran
c. Mengaplikasikan prinsip 3R (Reuse, Recycle,
Reduce)
1.) Reduce
Prinsip Reduce dapat kamu lakukan dengan
mengurangi penggunaan sumber daya alam.
cara paling mudah yang dapat kamu lakukan
adalah
dengan
menghemat
listrik,
menggunakan
angkutan
umum
atau
bersepeda saat pergi ke sekolah, mengurangi
penggunaan plastik.
2.) Reuse
Memanfaatkan dan menggunakan kembali
barang bekas.
Contohnya memakai kembali botol atau
kaleng bekas, menggunakan kotak makanan
yang dapat dipakai kembali saat kamu
membeli makanan.
3.) Recycle
Melakukan daur ulang barang . Misalnya kaca,
kertas, plastik dan logam.
Hujan asam

Hujan asam

  • 1.
    Hujan Asam (Acid Rain) Kelompok15 Indri Sofia R Nurendah Ayu F Rumaisa Khairani
  • 2.
    Pengertian Hujan Asam Hujanasam adalah hujan yang bersifat asam dari pada hujan biasa. Istilah keasaman berarti bertambahnya ion hydrogen ke dalam suatu lingkungan. Hujan asam itu bersifat asam dan memiliki pH kurang dari 5,7. Keasaman hujan biasanya disebabkan oleh karbon dioksida di udara yang bereaksi dengan uap air menjadi asam lemah bikarbonat.
  • 3.
    Jenis asam dalamhujan ini sangat bermanfaat karena dapat melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. Namun jika keasaman air hujan menjadi sangat rendah maka akan menimbulkan masalah terhadap lingkungan. karena keasaman hujan yang seperti ini dapat bersifat korosif dan dapat menyebabkan berbagai jenis gangguan kesehatan pada makhluk hidup, baik itu hewan, tumbuhan ataupun manusia.
  • 4.
    Hujan asam jugasering disebut deposisi. Deposisi asam ada dua jenis : • Deposisi kering adalah peristiwa terkenanya benda dan mahluk hidup oleh asam yang ada dalam udara. Ini dapat terjadi pada daerah perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan maupun asap pabrik.
  • 5.
    • Deposisi basahadalah turunnya asam dalam bentuk hujan. Hal ini terjadi apabila asap di dalam udara larut di dalam butir-butir air di awan. Jika turun hujan dari awan tadi, maka air hujan yang turun bersifat asam.
  • 6.
    Penyebab Hujan Asam Padadasarnya Hujan asam disebabkan oleh 2 polutan udara, Sulfur Dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya dihasilkan melalui pembakaran. Selain itu ada pendapat lain yang menjelaskan mengenai penyebab hujan asam,yaitu:
  • 7.
     Hujan asamdisebabkan oleh terbentuknya asam di udara akibat bertemunya uap air dengan gas-gas pembentuk asam. Biasanya terjadi karena pencemaran udara di sekitar pabrik. Gas yang sering menjadi penyebab hujan asam antara lain:
  • 8.
    1. CO2 danCO, yang berasal dari hasil pembakaran, polusi kendaraan bermotor, dll. Yang ketika bertemu dengan uap air (H2O) akan membentuk H2CO3 ( asam karbonat ) yang termasuk asam lemah.
  • 9.
    2. H2S (hidrogensulfida),SO2 (sulfur dioksida) yang berasal dari pembakaran / pemanasan belerang. Umumnya ditemukan di daerah industri berat, yang ketika bertemu dengan uap air (H2O) akan membentuk H2SO4 (asam sulfat ) yang termasuk asam kuat.
  • 10.
    Derajat keasaman hujanasam tergantung kepekatan asam dalam udara, yang secara tidak langsung, sama artinya dengan derajat pencemaran udara di udara. Pada keadaan normal, hujan sebenarnya sudah bersifat asam karena keberadaan CO2 di udara. Tapi pHnya tidak jauh di bawah 7. Tapi pada daerah dengan pencemaran udara berat, keasamannya jauh lebih rendah lagi.
  • 11.
     Ada hubunganlangsung antara hujan asam dengan korosi. Korosi, adalah pelapukan logam oleh zat zat oksidator. Asam, merupakan zat yang dapat dengan mudah mengoksidasi logam. Jadi ketika terjadi hujan asam, dapat dipastikan terjadi korosi pada logam yang terkena air hujan tersebut.
  • 12.
    Proses Terbentuknya HujanAsam 1) Pembentukan Asam Sulfat (H2SO4) Gas SO2 bersama dengan radikal hidroksil dan oksigen melalui reaksi photokatalitik di atmosfer, akan membentuk asamnya. SO2 + OH → HSO3 HSO3 + O2 → HO2 + SO3 SO3 + H2O → H2SO4
  • 13.
    Selanjutnya apabila diudara terdapat Nitrogen Monoksida (NO) maka radikal hidroperoksil (HO2) yang terjadi pada salah satu reaksi di atas akan bereaksi seperti : NO + HO2 → NO2 + OH Selama ada NO di udara, maka reaksi radikal hidroksil akan terbentuk kembali, dan semakin banyak SO2, maka akan semakin banyak pula asam sulfat yang terbentuk.
  • 14.
    2) Pembentukan AsamNitrat (HNO3) Pada siang hari, terjadi reaksi photokatalitik antara gas Nitrogen dioksida dengan radikal hidroksil. NO2 + OH → HNO3 Sedangkan pada malam hari terjadi reaksi antara Nitrogen dioksida dengan ozon. NO2 + O3 → NO3 + O2 NO2 + NO3 → N2O5 N2O5 + H2O → HNO3
  • 15.
    3) Pembentukan AsamChlorida (HCl) Asam klorida biasanya terbentuk di lapisan stratosfer, dimana reaksinya melibatkan Chloroflorocarbon (CFC) dan radikal oksigen. CFC + hv(UV) → Cl* + produk CFC + O* → ClO + produk O* + ClO → Cl* + O2 Cl + CH4 → HCl + CH3
  • 16.
    Reaksi di atasmerupakan bagian dari rangkaian reaksi yang menyebabkan deplesi lapisan ozon di stratosfer. Perbandingan ketiga asam tersebut dalam hujan asam biasanya berkisar antara 62% oleh asam sulfat, 32% asam nitrat, dan 6% asam klorida.
  • 17.
    • Secara alamihujan asam dapat terjadi akibat semburan dari gunung berapi dan dari proses biologis di tanah, rawa, dan laut. Akan tetapi, mayoritas hujan asam disebabkan oleh aktivitas manusia seperti industry, pembangkit tenaga listrik, kendaraan bermotor dan pabrik pengolahan pertanian (terutama ammonia).
  • 18.
  • 19.
    Dampak Hujan Asambagi Lingkungan dan Makhluk Hidup 1. Hujan asam dengan kadar keasaman tinggi dapat menyebabkan gangguan pernapasan pada manusia. 2. Menyebabkan korosi dan merusak bangunan. 3. Tumbuhan menjadi layu, kering dan mati. 4. Merusak ekosistem perairan
  • 20.
    Harjanto, N.T., (2008)mengungkapkan beberapa dampak dari deposisi asam,diantaranya: • Terhadap Makhluk Hidup o Punahnya beberapa jenis ikan o Mengganggu siklus makanan o Mengganggu pemanfaatan air untuk air minum, perikanan, pertanian o Menimbulkan masalah pada kesehatan, pernafasan dan iritasi kulit.
  • 21.
    • Vegetasi o Perubahankeseimbangan nutrisi dalam tanah o Mengganggu pertumbuhan tanaman o Merusak tanaman o Menyuburkan pertumbuhan jamur madu yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman (menjadi layu)
  • 22.
    • Stuktur Bangunan oMelarutkan Kalsium Karbonat pada beton, lantai marmer o Melarutkan tembaga dan baja o Mempercepat korosi pada pipa saluran air o Mengikis bangunan candi dan patung
  • 23.
    Upaya Pencegahan Terbentuknya HujanAsam a. Menggunakan bahan bakar dengan kandungan belerang rendah. Contoh : gas alam ,methanol, etanol, dan hidrogen b. Desulfurisasi adalah proses penghilangan unsur belerang. Desulfurisasi dapat dilakukan pada waktu : 1.) Sebelum pembakaran 2.) Selama pembakaran 3.) Setelah pembakaran
  • 24.
    c. Mengaplikasikan prinsip3R (Reuse, Recycle, Reduce) 1.) Reduce Prinsip Reduce dapat kamu lakukan dengan mengurangi penggunaan sumber daya alam. cara paling mudah yang dapat kamu lakukan adalah dengan menghemat listrik, menggunakan angkutan umum atau bersepeda saat pergi ke sekolah, mengurangi penggunaan plastik.
  • 25.
    2.) Reuse Memanfaatkan danmenggunakan kembali barang bekas. Contohnya memakai kembali botol atau kaleng bekas, menggunakan kotak makanan yang dapat dipakai kembali saat kamu membeli makanan. 3.) Recycle Melakukan daur ulang barang . Misalnya kaca, kertas, plastik dan logam.