PENJAHITAN
ROBEKAN PERINEUM




   Leila N Ayuanda, S.ST
PENyEBAB PERdARAHAN
  PAscA PERsAlINAN
• Atonia Uteri.
• Robekan Serviks, vagina dan
  perineum.
• Retensio Plasenta.
• Sisa Plasenta.
• Inversi uterus.
• Perdarahan pasca persalinan
Ada 4 Tingkatan Robekan serviks atau Vagina,
                    yaitu :
dERAJAT sATU
 Robekan mengenai daerah
 mukosa vagina dan kulit
 perineum.
 (Robekan ini tidak perlu
 dijahit)
dERAJAT dUA :
Robekan mengenai
daerah mukosa
vagina, kulit
perineum dan otot
perineum.
• dERAJAT TIgA:


  Robekan mengenai
 daerah mukosa vagina,
 kulit perineum,otot
 perineum dan
 sfingterani.
• dERAJAT EMPAT :
 robekan mengenai daerah
 mukosa vagina,kulit perineum,
 ototsfingter ani dan meluas
 hingga mukosa rectum.

( Pada Derajat III dan IV
  JANGAN mencoba menjahit
  laserasi perineum, segeralah
  RUJUK )
TUJ N DA PENJ HITA LUKA EPISIOTOMI
   UA RI     A N
       A U LA SI PERINEUM
        TA SERA


• Mendekatkan/merapatkan jaringan.
• Menghentikan perdarahan
  (Hemostasis)
Persiapan Penjahitan

•   Bantu ibu mengambil posisi litotomi.
•   Tempatkan handuk atau kain bersih di
    bawah bokong ibu.
•   Jika mungkin, tempatkan lampu sorot.
•   Gunakan teknik aseptik pada saat
    memeriksa robekan atau
    episiotomi,kemudian memberikan anestesi
    lokal dan menjahit luka.
• Cuci tangan menggunakan sabun dan
  air bersih yang mengalir.
• Pakai sarung tangan desinfeksi tingkat
  tinggi atau yang steril.
• Dengan menggunakan teknik
  aseptik,persiapkan peralatan dan
  bahan-bahan desinfeksi tingkat tinggi
  untuk penjahitan.
• Duduk dengan posisi santai dan nyaman
  sehingga luka bisa dengan mudah
  dilihat dan penjahitan bisa dilakukan
  tanpa kesulitan.
• Gunakan kain/kasa disinfeksi
  tingkat tinggi atau bersih untuk
  menyeka vulva, vagina dan
  perineum ibu.
• Periksa vagina, serviks dan
  perineum secara lengkap.
  Pastikan bahwa laserasi/sayatan
  perineum hanya merupakan
• Ganti sarung tangan dengan
  sarung tangan Disinfeksi
  Tingkat Tinggi atau Steril yang
  baru setelah melakukan
  pemeriksaan rektum.
• Berikan anastesi lokal
• Siapkan jarum dan benang.
• Tempatkan jarum pada
  pemegang jarum dengan sudut
Pemberian Anastesi Lokal pada
   Penjahitan Luka Episiotomi
• Gunakan tabung suntik steril sekali pakai
  dengan jarum ukuran 22 panjang 4 cm.
  Obat standart untuk anastesia lokal adalah
  1% lidokain tanpa efinefrin (silokain). Jika
  lidokain 1% tidak tersedia, gunakan lidokain
  2% yang dilarutkan dengan air steril atau
  aquabidest (NaCl 0,9%) dengan
  perbandingan 1:1 (sebagai contoh, larutan 5
  ml lidokain 2 % dengan 5 ml air steril atau
  normal salin untuk membuat larutan lidokain
  1%)
TINDA N PEMBERIA
              KA         N
          A STESI LOKA
            NA         L
• Jelaskan pada ibu apa yang akan
  dilakukan dan anjurkan ibu untuk
  rileks.
• Isi tabung suntik dengan 10 ml
  lidokain 1%.
• Tempelkan jarum ukuran 22
  sepanjang 4 cm ke tabung suntik
  tersebut.
• Ulangi seluruh langkah 3 pada sisi
  lain dari luka. Masing-masing sisi
  luka akan memerlukan kira-kira 5
  ml lidokain 1%.
• Tunggu selama 2 menit dan biarkan
  anastesia tersebut bekerja dan
  kemudian uji daerah yang di
  anastesia dengan cara dicubit
  dengan forceps atau disentuh
  dengan jarum yang tajam.
• Cuci tangan secara seksama dan
  gunakan sarung tangan Disinfeksi
  Tingkat Tinggi atau steril. Ganti
  sarung tangan jika sudah
  terkontaminasi, atau jika tertusuk
  jarum maupun peralatan tajam
  lainnya.
LANGKAH-LANGKAH
   PENJAHITAN LASERASI
     PADA PERINEUM
• Cuci tangan.
• Pastikan bahwa peralatan dan
  bahan-bahan yang akan digunakan.
• Setelah memberikan anastesia lokal
  dan memastikan bahwa daerah
  tersebut sudah di anastesi, telusuri
  dengan hati-hati menggunakan satu
  jari untuk secara jelas menentukan
  batas-batas luka
Tusukkan seluruh jarum
dari tepi luka pada
perbatasan antara mukosa
dan kulit perineum ke
arah perineum. Lakukan
aspirasi untuk memeriksa
adanya darah dari
pembuluh darah yang
tertusuk.
• Buat jahitan pertama kurang lebih 1 cm di atas ujung
  laserasi di bagian dalam vagina.
• Tutup mukosa vagina
  dengan jahitan
  jelujur, jahit ke
  bawah ke arah cincin
  himen
• Tepat sebelum cincin
  himen, masukkan
  jarum ke dalam
  mukosa vagina lalu ke
  bawah cincin himen
  sampai jarum ada di
  bawah laserasi.
• Teruskan ke arah bawah tapi tetap pada luka, menggunakan
  jahitan jelujur, hingga mencapai bagian bawah laserasi.
• Setelah mencapai ujung laserasi, arahkan jarum ke
  atas dan teruskan penjahitan menggunakan jahitan
  jelujur untuk menutup lapisan subkutikuler
• Tusukkan jarum dari robekan perineum ke dalam vagina.
  Jarum harus keluar dari belakang cincin himen.
• Ikat benang dengan membuat simpul di dalam
  vagina. Potong ujung benang dan sisakan
  sekitar 1,5 cm.
• Ulangi pemeriksaan vagina dengan lembut untuk
  memastikan bahwa tidak ada kasa atau
  peralatan yang tertinggal di dalam.
• Dengan lembut masukkan jari paling
  kecil ke dalam anus. Raba apakah
  ada jahitan pada rectum.
• Cuci daerah genital dengan lembut
  dengan sabun dan air disinfeksi
  tingkat tinggi, kemudian keringkan.
  Bantu ibu mencari posisi yang lebih
  aman.
NASEHATI IBU UNTUK
•   Menjaga perineumnya selalu bersih dan kering.
•   Hindari penggunaan obat-obatan tradisional pada
    perineum.
•   Cuci perineumnya dengan sabun dan air bersih
    yang mengalir tiga sampai empat kali perhari.
•   Kembali dalam seminggu untuk memeriksa
    penyembuhan lukanya.
•   Ibu harus kembali lebih awal jika ia mengalami
    demam atau mengeluarkan cairan yang berbau
    busuk dari daerah lukanya jika daerah tersebut
    menjadi lebih nyeri.
Keuntungan Teknik
      Jahitan jelujur

• Mudah dipelajari.
• Dapat mengurangi rasa nyeri setelah
  dijahit.
• Jumlah benang yang digunakan lebih
  sedikit.
INGAT !!!!!!

• Tidak usah menjahit laserasi derajat
  satu yang tidak mengalami
  perdarahan dan mendekat dengan
  baik.
• Gunakan sesedikit mungkin jahitan
  untuk mendekatkan jaringan dan
  memastikan hemostasis.
• Selalu gunakan teknik aseptik.
Haecting for Perineum Laceration

Haecting for Perineum Laceration

  • 1.
    PENJAHITAN ROBEKAN PERINEUM Leila N Ayuanda, S.ST
  • 2.
    PENyEBAB PERdARAHAN PAscA PERsAlINAN • Atonia Uteri. • Robekan Serviks, vagina dan perineum. • Retensio Plasenta. • Sisa Plasenta. • Inversi uterus. • Perdarahan pasca persalinan
  • 3.
    Ada 4 TingkatanRobekan serviks atau Vagina, yaitu : dERAJAT sATU Robekan mengenai daerah mukosa vagina dan kulit perineum. (Robekan ini tidak perlu dijahit)
  • 4.
    dERAJAT dUA : Robekanmengenai daerah mukosa vagina, kulit perineum dan otot perineum.
  • 5.
    • dERAJAT TIgA: Robekan mengenai daerah mukosa vagina, kulit perineum,otot perineum dan sfingterani.
  • 6.
    • dERAJAT EMPAT: robekan mengenai daerah mukosa vagina,kulit perineum, ototsfingter ani dan meluas hingga mukosa rectum. ( Pada Derajat III dan IV JANGAN mencoba menjahit laserasi perineum, segeralah RUJUK )
  • 7.
    TUJ N DAPENJ HITA LUKA EPISIOTOMI UA RI A N A U LA SI PERINEUM TA SERA • Mendekatkan/merapatkan jaringan. • Menghentikan perdarahan (Hemostasis)
  • 8.
    Persiapan Penjahitan • Bantu ibu mengambil posisi litotomi. • Tempatkan handuk atau kain bersih di bawah bokong ibu. • Jika mungkin, tempatkan lampu sorot. • Gunakan teknik aseptik pada saat memeriksa robekan atau episiotomi,kemudian memberikan anestesi lokal dan menjahit luka.
  • 9.
    • Cuci tanganmenggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. • Pakai sarung tangan desinfeksi tingkat tinggi atau yang steril. • Dengan menggunakan teknik aseptik,persiapkan peralatan dan bahan-bahan desinfeksi tingkat tinggi untuk penjahitan. • Duduk dengan posisi santai dan nyaman sehingga luka bisa dengan mudah dilihat dan penjahitan bisa dilakukan tanpa kesulitan.
  • 10.
    • Gunakan kain/kasadisinfeksi tingkat tinggi atau bersih untuk menyeka vulva, vagina dan perineum ibu. • Periksa vagina, serviks dan perineum secara lengkap. Pastikan bahwa laserasi/sayatan perineum hanya merupakan
  • 11.
    • Ganti sarungtangan dengan sarung tangan Disinfeksi Tingkat Tinggi atau Steril yang baru setelah melakukan pemeriksaan rektum. • Berikan anastesi lokal • Siapkan jarum dan benang. • Tempatkan jarum pada pemegang jarum dengan sudut
  • 12.
    Pemberian Anastesi Lokalpada Penjahitan Luka Episiotomi • Gunakan tabung suntik steril sekali pakai dengan jarum ukuran 22 panjang 4 cm. Obat standart untuk anastesia lokal adalah 1% lidokain tanpa efinefrin (silokain). Jika lidokain 1% tidak tersedia, gunakan lidokain 2% yang dilarutkan dengan air steril atau aquabidest (NaCl 0,9%) dengan perbandingan 1:1 (sebagai contoh, larutan 5 ml lidokain 2 % dengan 5 ml air steril atau normal salin untuk membuat larutan lidokain 1%)
  • 13.
    TINDA N PEMBERIA KA N A STESI LOKA NA L • Jelaskan pada ibu apa yang akan dilakukan dan anjurkan ibu untuk rileks. • Isi tabung suntik dengan 10 ml lidokain 1%. • Tempelkan jarum ukuran 22 sepanjang 4 cm ke tabung suntik tersebut.
  • 14.
    • Ulangi seluruhlangkah 3 pada sisi lain dari luka. Masing-masing sisi luka akan memerlukan kira-kira 5 ml lidokain 1%. • Tunggu selama 2 menit dan biarkan anastesia tersebut bekerja dan kemudian uji daerah yang di anastesia dengan cara dicubit dengan forceps atau disentuh dengan jarum yang tajam.
  • 15.
    • Cuci tangansecara seksama dan gunakan sarung tangan Disinfeksi Tingkat Tinggi atau steril. Ganti sarung tangan jika sudah terkontaminasi, atau jika tertusuk jarum maupun peralatan tajam lainnya.
  • 17.
    LANGKAH-LANGKAH PENJAHITAN LASERASI PADA PERINEUM • Cuci tangan. • Pastikan bahwa peralatan dan bahan-bahan yang akan digunakan. • Setelah memberikan anastesia lokal dan memastikan bahwa daerah tersebut sudah di anastesi, telusuri dengan hati-hati menggunakan satu jari untuk secara jelas menentukan batas-batas luka
  • 18.
    Tusukkan seluruh jarum daritepi luka pada perbatasan antara mukosa dan kulit perineum ke arah perineum. Lakukan aspirasi untuk memeriksa adanya darah dari pembuluh darah yang tertusuk.
  • 19.
    • Buat jahitanpertama kurang lebih 1 cm di atas ujung laserasi di bagian dalam vagina.
  • 20.
    • Tutup mukosavagina dengan jahitan jelujur, jahit ke bawah ke arah cincin himen
  • 21.
    • Tepat sebelumcincin himen, masukkan jarum ke dalam mukosa vagina lalu ke bawah cincin himen sampai jarum ada di bawah laserasi.
  • 22.
    • Teruskan kearah bawah tapi tetap pada luka, menggunakan jahitan jelujur, hingga mencapai bagian bawah laserasi.
  • 23.
    • Setelah mencapaiujung laserasi, arahkan jarum ke atas dan teruskan penjahitan menggunakan jahitan jelujur untuk menutup lapisan subkutikuler
  • 24.
    • Tusukkan jarumdari robekan perineum ke dalam vagina. Jarum harus keluar dari belakang cincin himen.
  • 25.
    • Ikat benangdengan membuat simpul di dalam vagina. Potong ujung benang dan sisakan sekitar 1,5 cm. • Ulangi pemeriksaan vagina dengan lembut untuk memastikan bahwa tidak ada kasa atau peralatan yang tertinggal di dalam.
  • 26.
    • Dengan lembutmasukkan jari paling kecil ke dalam anus. Raba apakah ada jahitan pada rectum. • Cuci daerah genital dengan lembut dengan sabun dan air disinfeksi tingkat tinggi, kemudian keringkan. Bantu ibu mencari posisi yang lebih aman.
  • 27.
    NASEHATI IBU UNTUK • Menjaga perineumnya selalu bersih dan kering. • Hindari penggunaan obat-obatan tradisional pada perineum. • Cuci perineumnya dengan sabun dan air bersih yang mengalir tiga sampai empat kali perhari. • Kembali dalam seminggu untuk memeriksa penyembuhan lukanya. • Ibu harus kembali lebih awal jika ia mengalami demam atau mengeluarkan cairan yang berbau busuk dari daerah lukanya jika daerah tersebut menjadi lebih nyeri.
  • 28.
    Keuntungan Teknik Jahitan jelujur • Mudah dipelajari. • Dapat mengurangi rasa nyeri setelah dijahit. • Jumlah benang yang digunakan lebih sedikit.
  • 29.
    INGAT !!!!!! • Tidakusah menjahit laserasi derajat satu yang tidak mengalami perdarahan dan mendekat dengan baik. • Gunakan sesedikit mungkin jahitan untuk mendekatkan jaringan dan memastikan hemostasis. • Selalu gunakan teknik aseptik.

Editor's Notes

  • #31 06/27/12 Lei_Property#Askeb4