SlideShare a Scribd company logo
Tim Kerja TBC – Dit. P2PM
Paparan Model dan Jejaring Layanan TBC
Nurul Badriyah, S.K.M
Disampaikan Pada Sosialisasi Petunjuk Teknis Tata Laksana Tuberkulosis Anak Dan Remaja Tahun 2023
– 1 November 2023
2
Outline 1 Model Layanan TBC pada Anak dan Remaja
2 Jejaring Layanan TBC
• Jejaring Internal
• Jejaring Eksternal
3
3
Integrasi perawatan pasien TBC anak dan remaja
yang berpusat pada keluarga dan komunitas,
meliputi:
Model Layanan TBC pada
Anak dan Remaja
Latar Belakang :
Salah satu tantangan keterlambatan
penemuan dan tata laksana TBC anak dan
remaja adalah belum optimalnya pelayanan di
fasyankes
Diperlukan strategi yang efektif dalam
mencegah, identifikasi, dan tata laksana TBC
untuk menjamin pasien TBC (anak dan remaja)
mendapatkan pelayanan yang berkualitas
Tata laksana TBC pada anak dan remaja
dilakukan di semua tingkat layanan FKTP dan
FKTL.
1. Memperkuat kolaborasi dan koordinasi
lintas program seperti program KIA, dan
kesehatan remaja
2. Memastikan anak dan remaja dengan
penyakit komorbid (misalnya meningitis,
malnutrisi, pneumonia, penyakit paru kronis,
HIV) secara rutin dilakukan evaluasi TBC
3. Meningkatkan pemahaman dan
kepedulian komunitas dan kader TBC terkait
TBC anak dan remaja
4. Membantu mengatasi permasalahan
stigma dan diskriminasi yang dialami anak
dan remaja Memberikan dukungan
kepatuhan minum obat
Jejaring
Internal TBC
FKTP
FKTL
Jejaring
Internal TBC
Tujuan Jejaring Internal:
❑ Meningkatkan koordinasi dan peran dari poliklinik/klaster lainnya
❑ Meningkatkan kolaborasi layanan antar poliklinik/klaster di
fasyankes
❑ Mencegah terjadinya keterlambatan diagnosis dan pengobatan.
❑ Memastikan kepatuhan pengobatan
❑ Memastikan seluruh terduga dan/atau kasus yang ditemukan di
poliklinik/klaster lain dilaporkan dalam sistem informasi TBC
Terbagi menjadi :
Jejaring Internal mencakup :
1) Penemuan terduga;
2) Penegakan diagnosis;
3) Rujukan penegakan diagnosis;
4) Rujukan pengobatan dan pemantauan pengobatan;
5) Pemberian TPT;
6) Pencatatan dan pelaporan.
Pelayanan TBC untuk
anak dan remaja
secara komprehensif
(mulai penegakan
diagnosis sampai
penyelesaian
pengobatan) di
klaster 2,
perlu mengoptimalkan
jejaring internal TBC
dengan melibatkan
klaster 1, lintas
klaster, dan Unit TBC
Jejaring Internal TBC – FKTP
Jejaring internal layanan TBC FKTP di tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh puskesmas dan
klinik pratama sebagai fasyankes yang memiliki berbagai poliklinik/klaster. Mekanisme jejaring
internal layanan TBC di Puskesmas adalah sebagai berikut:
Contoh jejaring internal di puskesmas
Jejaring Internal TBC – FKTL
Jejaring internal layanan TBC FKTL di tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh Klinik Utama, Balai
Kesehatan, dan Rumah Sakit sebagai fasyankes yang memiliki berbagai poli klinik/unit layanan.
Mekanisme jejaring internal TBC di FKTL adalah sebagai berikut:
Contoh Jejaring Internal di Rumah Sakit
Jejaring
Eksternal TBC
Jejaring
Eksternal
TBC
1 Jejaring Pemeriksaan Lab
Memastikan seluruh faskes (pem & swasta) non
TCM/lab memiliki akses dan jejaring rujukan ke
fasyankes TCM/lab
2. Jejaring Rujukan
Pengobatan TBC
Rujukan Terduga Pindah Sebelum Mulai Pengobatan
dan Rujukan Pasien Pindah Setelah Mulai Pengobatan
3. Jejaring Pelacakan Pasien
Mangkir dan Putus Berobat
Pasien mangkir/putus obat milik DPM, Klinik
maupun RS dapat dikomunikasikan dengan Puskesmas
dan Dinkes setempat
4. Jejaring kolaborasi TBC -HIV
Pasien TBC diberikan rujukan untuk pemeriksaan
HIV sesuai jejaring yang ditetapkan dinas kesehatan ,
dan sebaliknya
5. Investigasi Kontak dan
Pemberian TPT
Faskes selain Puskesmas melaporkan dan
mengirimkan kasus indeks kepada Puskesmas
(sesuai wilayah domisi) melalui menu investigasi kontak
di SITB dan koordinasi dengan Dinkes
6. Jejaring Pengelolaan
Logistik
Puskesmas dan RS mengajukan dan/atau memperoleh
OAT Program dari Dinkes. Sementara DPM/Klinik dari
Puskesmas wilayahnya
Tujuan Jejaring
Eskternal:
memastikan seluruh
fasyankes memiliki
akses untuk
memberikan layanan
TBC yang sesuai
standar serta
terlaporkan ke sistem
informasi TBC
Jejaring Pemeriksaan Laboratorium mencakup :
a. Alur rujukan laboratorium TBC
b. Alur rujukan pemeriksaan pemantauan pengobatan dengan
mikroskopis BTA
c. Alur rujukan radiologis untuk skrining TBC
d. Alur rujukan diagnosis menggunakan foto toraks
1) Jejaring
Pemeriksaan
Lab
• Berdasarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/III.1/936/2021 tentang Perubahan
Alur Diagnosis dan Pengobatan Tuberkulosis di Indonesia, alat diagnosis utama
untuk penegakan diagnosis tuberkulosis adalah menggunakan TCM.
• Fasyankes yang tidak memiliki fasilitas pemeriksaan laboratorium dapat
merujuk pasien atau spesimen ke fasyankes lain untuk diagnosis maupun follow
up pasien TBC dan TBC Resistan Obat.
Pengaturan rujukan pasien/spesimen untuk pemeriksaan laboratorium diatur oleh
dinas kesehatan kabupaten/kota sesuai wilayah, kapasitas dan beban kerja masing-
masing laboratorium pemeriksaan.
2) Jejaring
Rujukan
Pengobatan
TBC
Rujukan pengobatan TBC perlu mempertimbangkan preferensi pasien, terbagi
menjadi :
• Rujukan Pasien Pindah Sebelum Mulai Pengobatan
• Rujukan Pasien Pindah Setelah Mulai Pengobatan
Mekanisme jejaring untuk pasien yang pindah seperti gambar alur di bawah ini:
3) Jejaring
Pelacakan
Pasien
Mangkir dan
Putus
Berobat
Mekanisme jejaring untuk pasien mangkir adalah sebagai berikut:
1. Semua fasyankes mengidentifikasi pasien yang tidak datang sesuai jadwal kontrol dan
menghubungi pasien tersebut;
2. Jika pasien tidak kembali dalam waktu 2 (dua) hari setelah jadwal kontrol, maka fasyankes
berkoordinasi dengan puskesmas dan/atau dinas kesehatan kabupaten/kota;
3. Puskesmas melakukan pelacakan langsung atau berkoordinasi dengan kader atau organisasi
komunitas untuk melacak pasien mangkir/putus berobat
4) Jejaring
Kolaborasi
TBC - HIV
Dalam konsep one-stop service kolaborasi TBC-HIV, apabila fasyankes
memiliki keterbatasan sumber daya sehingga fasyankes hanya
menyediakan poliklinik TBC atau HIV saja, maka:
1. Pasien terdiagnosis TBC di fasyankes, diberikan rujukan untuk
pemeriksaan HIV begitu juga sebaliknya.
2. Bila pasien TBC yang dirujuk memiliki hasil HIV reaktif, maka
pengobatan ARV dilakukan di jejaring layanan HIV. Hasil
pemeriksaan HIV reaktif dilaporkan kepada fasyankes perujuk
untuk diinput dalam sistem informasi TBC.
3. Bila pasien HIV dirujuk terdiagnosis TBC, maka pengobatan OAT
dilakukan di jejaring layanan TBC. Hasil pemeriksaan TBC
dilaporkan kepada fasyankes perujuk untuk diinput dalam sistem
informasi TBC.
4. Pasien melakukan pengobatan TBC dan HIV berdasarkan
jadwal pengobatan yang telah ditentutakan di masing-masing
fasyankes.
5. Pencatatan pelaporan TBC dan HIV dilakukan di masing-masing
fasyankes
Ketentuan pelaksanaan IK melibatkan seluruh fasyankes sebagai berikut :
1. Fasyankes non puskesmas (RS/TPMD/klinik) memulai pelaksanaan IK dengan
mengidentifikasi kontak dari kasus indeks. Selanjutnya diberikan KIE, informed consent
pelaksanaan IK.
2. Kasus indeks dan kontak yang sudah teridentifikasi dilaporkan ke puskesmas (sesuai
tempat tinggal) melalui menu investigasi kontak di sistem informasi TBC.
3. Fasyankes non puskesmas berkoordinasi dengan puskesmas dan/atau dinkes kabupaten/kota
terkait pelaksanaan IK dan hasil KIE bersedia atau tidak dilakukan kunjungan rumah.
5) Jejaring
Investigasi
Kontak dan
Pemberian
TPT
5) Jejaring
Investigasi
Kontak dan
Pemberian
TPT
Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT)
Prioritas kelompok sasaran pemberian TPT meliputi orang dengan HIV
(ODHIV) semua umur, kontak serumah semua umur dengan pasien TBC
paru terkonfirmasi bakteriologis, dan kelompok risiko lainnya.
Mekanisme jejaring pemberian TPT meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Pelaksanaan penemuan kasus ILTB dan pemberian TPT dilakukan
melalui kegiatan IK secara aktif dan pasif (contact invitation);
2. Fasyankes memberikan TPT secara langsung kepada kelompok
sasaran yang memenuhi syarat apabila TPT di fasyankes tersebut
tersedia;
3. Apabila fasyankes tidak memiliki logistik TPT, kelompok sasaran yang
memenuhi syarat dirujuk ke fasyankes setempat yang tersedia
logistiknya;
4. Pencatatan dilakukan pada melalui sistem informasi TBC dan formulir
TBC.15;
Distribusi logistik dilakukan secara berjenjang yaitu:
1. Distribusi dari Pusat ke Dinas Kesehatan Provinsi dilakukan sekali setiap tahun untuk
OAT SO, setiap triwulan untuk logistik lainnya dan/atau sesuai kebutuhan
2. Distribusi dari Dinas Kesehatan Provinsi ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dilakukan
setiap triwulan dan/atau sesuai kebijakan masing - masing wilayah
3. Distribusi dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ke Fasyankes (Puskesmas, RS, dan
Lab) dilakukan setiap triwulan dan/atau sesuai kebijakan masing - masing wilayah
4. Puskesmas ke Klinik dan TPMD mendistribusikan logistik OAT ataupun non OAT sesuai
kebutuhan/ permintaan
6) Jejaring
Logistik TBC
TERIMA KASIH

More Related Content

Similar to g Layanan TBC Anak dan 8888888888888Remaja.pdf

Materi Penggunaan WIFI TBC.pdf
Materi Penggunaan WIFI TBC.pdfMateri Penggunaan WIFI TBC.pdf
Materi Penggunaan WIFI TBC.pdf
Bangkit28
 
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
Nur Harini Purba
 
TB-2021-Sosialisasi SE Alur dan Pengobatan TBC_3 Mei 2021.pdf
TB-2021-Sosialisasi SE Alur dan Pengobatan TBC_3 Mei 2021.pdfTB-2021-Sosialisasi SE Alur dan Pengobatan TBC_3 Mei 2021.pdf
TB-2021-Sosialisasi SE Alur dan Pengobatan TBC_3 Mei 2021.pdf
PutraBams
 
Phbs di institusi
Phbs di institusiPhbs di institusi
Phbs di institusi
Valendwris Valendwris
 
TATA LAKSANA TBC 2019.pdf
TATA LAKSANA TBC 2019.pdfTATA LAKSANA TBC 2019.pdf
TATA LAKSANA TBC 2019.pdf
ssuserd58201
 
4. MONEV TB pkm balongbendo kab.sidoarjo
4. MONEV TB  pkm balongbendo  kab.sidoarjo4. MONEV TB  pkm balongbendo  kab.sidoarjo
4. MONEV TB pkm balongbendo kab.sidoarjo
AdityaKurniasariA
 
Informasi Sosialisasi Form - form tentang TB.pptx
Informasi Sosialisasi Form - form tentang TB.pptxInformasi Sosialisasi Form - form tentang TB.pptx
Informasi Sosialisasi Form - form tentang TB.pptx
PoliDalam2
 
5-PROGNAS Rev.pptx
5-PROGNAS Rev.pptx5-PROGNAS Rev.pptx
5-PROGNAS Rev.pptx
ehda2
 
02. Informasi Dasar TBC HIV dan TPT.pptx
02. Informasi Dasar TBC HIV dan TPT.pptx02. Informasi Dasar TBC HIV dan TPT.pptx
02. Informasi Dasar TBC HIV dan TPT.pptx
ssuserad8046
 
Perubahan Alur Diagnosa dan Pengobatan TBC.pptx
Perubahan Alur Diagnosa dan Pengobatan TBC.pptxPerubahan Alur Diagnosa dan Pengobatan TBC.pptx
Perubahan Alur Diagnosa dan Pengobatan TBC.pptx
HerlanNanda
 
ILTB DAN TPT TBC.pptx
ILTB DAN TPT TBC.pptxILTB DAN TPT TBC.pptx
ILTB DAN TPT TBC.pptx
Iman Hartiwarman
 
[Pembahas Dr. dr. Trihono, M.Sc] Tanggapan Integrasi Yankes di FKTP.pptx
[Pembahas Dr. dr. Trihono, M.Sc] Tanggapan Integrasi Yankes di FKTP.pptx[Pembahas Dr. dr. Trihono, M.Sc] Tanggapan Integrasi Yankes di FKTP.pptx
[Pembahas Dr. dr. Trihono, M.Sc] Tanggapan Integrasi Yankes di FKTP.pptx
StevieArdiantoNappoe
 
Juknis ILP_Konsorsium BMGF 10072023.pdf
Juknis ILP_Konsorsium BMGF 10072023.pdfJuknis ILP_Konsorsium BMGF 10072023.pdf
Juknis ILP_Konsorsium BMGF 10072023.pdf
erpan9
 
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
Rizky Siagian
 
Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.ppt
Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.pptPetunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.ppt
Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.ppt
LastriMarga
 
FKTP LINSEK.pptx
FKTP LINSEK.pptxFKTP LINSEK.pptx
FKTP LINSEK.pptx
resna adtya
 
Giat Menuju Eliminasi Pulau Bebas TBC 2030
Giat Menuju Eliminasi Pulau Bebas TBC 2030Giat Menuju Eliminasi Pulau Bebas TBC 2030
Giat Menuju Eliminasi Pulau Bebas TBC 2030
ZaufyVerliezaOktavia
 
1. Strategi Penemuan Terduga TB.ppt
1. Strategi Penemuan Terduga TB.ppt1. Strategi Penemuan Terduga TB.ppt
1. Strategi Penemuan Terduga TB.ppt
ZlataVilipovic
 
Klinik sanitasi 1
Klinik sanitasi 1Klinik sanitasi 1
Klinik sanitasi 1
Mohammad Ichsan
 
KELOMPOK 5 SIK.pptx
KELOMPOK 5 SIK.pptxKELOMPOK 5 SIK.pptx
KELOMPOK 5 SIK.pptx
DIFPPROJECT
 

Similar to g Layanan TBC Anak dan 8888888888888Remaja.pdf (20)

Materi Penggunaan WIFI TBC.pdf
Materi Penggunaan WIFI TBC.pdfMateri Penggunaan WIFI TBC.pdf
Materi Penggunaan WIFI TBC.pdf
 
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
3 Penemuan dan Pengobatan Tuberkulosis.pptx
 
TB-2021-Sosialisasi SE Alur dan Pengobatan TBC_3 Mei 2021.pdf
TB-2021-Sosialisasi SE Alur dan Pengobatan TBC_3 Mei 2021.pdfTB-2021-Sosialisasi SE Alur dan Pengobatan TBC_3 Mei 2021.pdf
TB-2021-Sosialisasi SE Alur dan Pengobatan TBC_3 Mei 2021.pdf
 
Phbs di institusi
Phbs di institusiPhbs di institusi
Phbs di institusi
 
TATA LAKSANA TBC 2019.pdf
TATA LAKSANA TBC 2019.pdfTATA LAKSANA TBC 2019.pdf
TATA LAKSANA TBC 2019.pdf
 
4. MONEV TB pkm balongbendo kab.sidoarjo
4. MONEV TB  pkm balongbendo  kab.sidoarjo4. MONEV TB  pkm balongbendo  kab.sidoarjo
4. MONEV TB pkm balongbendo kab.sidoarjo
 
Informasi Sosialisasi Form - form tentang TB.pptx
Informasi Sosialisasi Form - form tentang TB.pptxInformasi Sosialisasi Form - form tentang TB.pptx
Informasi Sosialisasi Form - form tentang TB.pptx
 
5-PROGNAS Rev.pptx
5-PROGNAS Rev.pptx5-PROGNAS Rev.pptx
5-PROGNAS Rev.pptx
 
02. Informasi Dasar TBC HIV dan TPT.pptx
02. Informasi Dasar TBC HIV dan TPT.pptx02. Informasi Dasar TBC HIV dan TPT.pptx
02. Informasi Dasar TBC HIV dan TPT.pptx
 
Perubahan Alur Diagnosa dan Pengobatan TBC.pptx
Perubahan Alur Diagnosa dan Pengobatan TBC.pptxPerubahan Alur Diagnosa dan Pengobatan TBC.pptx
Perubahan Alur Diagnosa dan Pengobatan TBC.pptx
 
ILTB DAN TPT TBC.pptx
ILTB DAN TPT TBC.pptxILTB DAN TPT TBC.pptx
ILTB DAN TPT TBC.pptx
 
[Pembahas Dr. dr. Trihono, M.Sc] Tanggapan Integrasi Yankes di FKTP.pptx
[Pembahas Dr. dr. Trihono, M.Sc] Tanggapan Integrasi Yankes di FKTP.pptx[Pembahas Dr. dr. Trihono, M.Sc] Tanggapan Integrasi Yankes di FKTP.pptx
[Pembahas Dr. dr. Trihono, M.Sc] Tanggapan Integrasi Yankes di FKTP.pptx
 
Juknis ILP_Konsorsium BMGF 10072023.pdf
Juknis ILP_Konsorsium BMGF 10072023.pdfJuknis ILP_Konsorsium BMGF 10072023.pdf
Juknis ILP_Konsorsium BMGF 10072023.pdf
 
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
5 pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-infeksi-mers-cov
 
Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.ppt
Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.pptPetunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.ppt
Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.ppt
 
FKTP LINSEK.pptx
FKTP LINSEK.pptxFKTP LINSEK.pptx
FKTP LINSEK.pptx
 
Giat Menuju Eliminasi Pulau Bebas TBC 2030
Giat Menuju Eliminasi Pulau Bebas TBC 2030Giat Menuju Eliminasi Pulau Bebas TBC 2030
Giat Menuju Eliminasi Pulau Bebas TBC 2030
 
1. Strategi Penemuan Terduga TB.ppt
1. Strategi Penemuan Terduga TB.ppt1. Strategi Penemuan Terduga TB.ppt
1. Strategi Penemuan Terduga TB.ppt
 
Klinik sanitasi 1
Klinik sanitasi 1Klinik sanitasi 1
Klinik sanitasi 1
 
KELOMPOK 5 SIK.pptx
KELOMPOK 5 SIK.pptxKELOMPOK 5 SIK.pptx
KELOMPOK 5 SIK.pptx
 

g Layanan TBC Anak dan 8888888888888Remaja.pdf

  • 1. Tim Kerja TBC – Dit. P2PM Paparan Model dan Jejaring Layanan TBC Nurul Badriyah, S.K.M Disampaikan Pada Sosialisasi Petunjuk Teknis Tata Laksana Tuberkulosis Anak Dan Remaja Tahun 2023 – 1 November 2023
  • 2. 2 Outline 1 Model Layanan TBC pada Anak dan Remaja 2 Jejaring Layanan TBC • Jejaring Internal • Jejaring Eksternal
  • 3. 3 3 Integrasi perawatan pasien TBC anak dan remaja yang berpusat pada keluarga dan komunitas, meliputi: Model Layanan TBC pada Anak dan Remaja Latar Belakang : Salah satu tantangan keterlambatan penemuan dan tata laksana TBC anak dan remaja adalah belum optimalnya pelayanan di fasyankes Diperlukan strategi yang efektif dalam mencegah, identifikasi, dan tata laksana TBC untuk menjamin pasien TBC (anak dan remaja) mendapatkan pelayanan yang berkualitas Tata laksana TBC pada anak dan remaja dilakukan di semua tingkat layanan FKTP dan FKTL. 1. Memperkuat kolaborasi dan koordinasi lintas program seperti program KIA, dan kesehatan remaja 2. Memastikan anak dan remaja dengan penyakit komorbid (misalnya meningitis, malnutrisi, pneumonia, penyakit paru kronis, HIV) secara rutin dilakukan evaluasi TBC 3. Meningkatkan pemahaman dan kepedulian komunitas dan kader TBC terkait TBC anak dan remaja 4. Membantu mengatasi permasalahan stigma dan diskriminasi yang dialami anak dan remaja Memberikan dukungan kepatuhan minum obat
  • 5. FKTP FKTL Jejaring Internal TBC Tujuan Jejaring Internal: ❑ Meningkatkan koordinasi dan peran dari poliklinik/klaster lainnya ❑ Meningkatkan kolaborasi layanan antar poliklinik/klaster di fasyankes ❑ Mencegah terjadinya keterlambatan diagnosis dan pengobatan. ❑ Memastikan kepatuhan pengobatan ❑ Memastikan seluruh terduga dan/atau kasus yang ditemukan di poliklinik/klaster lain dilaporkan dalam sistem informasi TBC Terbagi menjadi : Jejaring Internal mencakup : 1) Penemuan terduga; 2) Penegakan diagnosis; 3) Rujukan penegakan diagnosis; 4) Rujukan pengobatan dan pemantauan pengobatan; 5) Pemberian TPT; 6) Pencatatan dan pelaporan.
  • 6. Pelayanan TBC untuk anak dan remaja secara komprehensif (mulai penegakan diagnosis sampai penyelesaian pengobatan) di klaster 2, perlu mengoptimalkan jejaring internal TBC dengan melibatkan klaster 1, lintas klaster, dan Unit TBC Jejaring Internal TBC – FKTP Jejaring internal layanan TBC FKTP di tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh puskesmas dan klinik pratama sebagai fasyankes yang memiliki berbagai poliklinik/klaster. Mekanisme jejaring internal layanan TBC di Puskesmas adalah sebagai berikut: Contoh jejaring internal di puskesmas
  • 7. Jejaring Internal TBC – FKTL Jejaring internal layanan TBC FKTL di tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh Klinik Utama, Balai Kesehatan, dan Rumah Sakit sebagai fasyankes yang memiliki berbagai poli klinik/unit layanan. Mekanisme jejaring internal TBC di FKTL adalah sebagai berikut: Contoh Jejaring Internal di Rumah Sakit
  • 9. Jejaring Eksternal TBC 1 Jejaring Pemeriksaan Lab Memastikan seluruh faskes (pem & swasta) non TCM/lab memiliki akses dan jejaring rujukan ke fasyankes TCM/lab 2. Jejaring Rujukan Pengobatan TBC Rujukan Terduga Pindah Sebelum Mulai Pengobatan dan Rujukan Pasien Pindah Setelah Mulai Pengobatan 3. Jejaring Pelacakan Pasien Mangkir dan Putus Berobat Pasien mangkir/putus obat milik DPM, Klinik maupun RS dapat dikomunikasikan dengan Puskesmas dan Dinkes setempat 4. Jejaring kolaborasi TBC -HIV Pasien TBC diberikan rujukan untuk pemeriksaan HIV sesuai jejaring yang ditetapkan dinas kesehatan , dan sebaliknya 5. Investigasi Kontak dan Pemberian TPT Faskes selain Puskesmas melaporkan dan mengirimkan kasus indeks kepada Puskesmas (sesuai wilayah domisi) melalui menu investigasi kontak di SITB dan koordinasi dengan Dinkes 6. Jejaring Pengelolaan Logistik Puskesmas dan RS mengajukan dan/atau memperoleh OAT Program dari Dinkes. Sementara DPM/Klinik dari Puskesmas wilayahnya Tujuan Jejaring Eskternal: memastikan seluruh fasyankes memiliki akses untuk memberikan layanan TBC yang sesuai standar serta terlaporkan ke sistem informasi TBC
  • 10. Jejaring Pemeriksaan Laboratorium mencakup : a. Alur rujukan laboratorium TBC b. Alur rujukan pemeriksaan pemantauan pengobatan dengan mikroskopis BTA c. Alur rujukan radiologis untuk skrining TBC d. Alur rujukan diagnosis menggunakan foto toraks 1) Jejaring Pemeriksaan Lab • Berdasarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/III.1/936/2021 tentang Perubahan Alur Diagnosis dan Pengobatan Tuberkulosis di Indonesia, alat diagnosis utama untuk penegakan diagnosis tuberkulosis adalah menggunakan TCM. • Fasyankes yang tidak memiliki fasilitas pemeriksaan laboratorium dapat merujuk pasien atau spesimen ke fasyankes lain untuk diagnosis maupun follow up pasien TBC dan TBC Resistan Obat. Pengaturan rujukan pasien/spesimen untuk pemeriksaan laboratorium diatur oleh dinas kesehatan kabupaten/kota sesuai wilayah, kapasitas dan beban kerja masing- masing laboratorium pemeriksaan.
  • 11. 2) Jejaring Rujukan Pengobatan TBC Rujukan pengobatan TBC perlu mempertimbangkan preferensi pasien, terbagi menjadi : • Rujukan Pasien Pindah Sebelum Mulai Pengobatan • Rujukan Pasien Pindah Setelah Mulai Pengobatan Mekanisme jejaring untuk pasien yang pindah seperti gambar alur di bawah ini:
  • 12. 3) Jejaring Pelacakan Pasien Mangkir dan Putus Berobat Mekanisme jejaring untuk pasien mangkir adalah sebagai berikut: 1. Semua fasyankes mengidentifikasi pasien yang tidak datang sesuai jadwal kontrol dan menghubungi pasien tersebut; 2. Jika pasien tidak kembali dalam waktu 2 (dua) hari setelah jadwal kontrol, maka fasyankes berkoordinasi dengan puskesmas dan/atau dinas kesehatan kabupaten/kota; 3. Puskesmas melakukan pelacakan langsung atau berkoordinasi dengan kader atau organisasi komunitas untuk melacak pasien mangkir/putus berobat
  • 13. 4) Jejaring Kolaborasi TBC - HIV Dalam konsep one-stop service kolaborasi TBC-HIV, apabila fasyankes memiliki keterbatasan sumber daya sehingga fasyankes hanya menyediakan poliklinik TBC atau HIV saja, maka: 1. Pasien terdiagnosis TBC di fasyankes, diberikan rujukan untuk pemeriksaan HIV begitu juga sebaliknya. 2. Bila pasien TBC yang dirujuk memiliki hasil HIV reaktif, maka pengobatan ARV dilakukan di jejaring layanan HIV. Hasil pemeriksaan HIV reaktif dilaporkan kepada fasyankes perujuk untuk diinput dalam sistem informasi TBC. 3. Bila pasien HIV dirujuk terdiagnosis TBC, maka pengobatan OAT dilakukan di jejaring layanan TBC. Hasil pemeriksaan TBC dilaporkan kepada fasyankes perujuk untuk diinput dalam sistem informasi TBC. 4. Pasien melakukan pengobatan TBC dan HIV berdasarkan jadwal pengobatan yang telah ditentutakan di masing-masing fasyankes. 5. Pencatatan pelaporan TBC dan HIV dilakukan di masing-masing fasyankes
  • 14. Ketentuan pelaksanaan IK melibatkan seluruh fasyankes sebagai berikut : 1. Fasyankes non puskesmas (RS/TPMD/klinik) memulai pelaksanaan IK dengan mengidentifikasi kontak dari kasus indeks. Selanjutnya diberikan KIE, informed consent pelaksanaan IK. 2. Kasus indeks dan kontak yang sudah teridentifikasi dilaporkan ke puskesmas (sesuai tempat tinggal) melalui menu investigasi kontak di sistem informasi TBC. 3. Fasyankes non puskesmas berkoordinasi dengan puskesmas dan/atau dinkes kabupaten/kota terkait pelaksanaan IK dan hasil KIE bersedia atau tidak dilakukan kunjungan rumah. 5) Jejaring Investigasi Kontak dan Pemberian TPT
  • 15. 5) Jejaring Investigasi Kontak dan Pemberian TPT Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Prioritas kelompok sasaran pemberian TPT meliputi orang dengan HIV (ODHIV) semua umur, kontak serumah semua umur dengan pasien TBC paru terkonfirmasi bakteriologis, dan kelompok risiko lainnya. Mekanisme jejaring pemberian TPT meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. Pelaksanaan penemuan kasus ILTB dan pemberian TPT dilakukan melalui kegiatan IK secara aktif dan pasif (contact invitation); 2. Fasyankes memberikan TPT secara langsung kepada kelompok sasaran yang memenuhi syarat apabila TPT di fasyankes tersebut tersedia; 3. Apabila fasyankes tidak memiliki logistik TPT, kelompok sasaran yang memenuhi syarat dirujuk ke fasyankes setempat yang tersedia logistiknya; 4. Pencatatan dilakukan pada melalui sistem informasi TBC dan formulir TBC.15;
  • 16. Distribusi logistik dilakukan secara berjenjang yaitu: 1. Distribusi dari Pusat ke Dinas Kesehatan Provinsi dilakukan sekali setiap tahun untuk OAT SO, setiap triwulan untuk logistik lainnya dan/atau sesuai kebutuhan 2. Distribusi dari Dinas Kesehatan Provinsi ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dilakukan setiap triwulan dan/atau sesuai kebijakan masing - masing wilayah 3. Distribusi dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ke Fasyankes (Puskesmas, RS, dan Lab) dilakukan setiap triwulan dan/atau sesuai kebijakan masing - masing wilayah 4. Puskesmas ke Klinik dan TPMD mendistribusikan logistik OAT ataupun non OAT sesuai kebutuhan/ permintaan 6) Jejaring Logistik TBC