FILSAFAT DAN ILMU KEPOLISIAN
Ciri-ciri berfikir secara filsafat adalah berusaha
mengetahui kebenaran itu sebuah kebenaran (Critically,
discover the truth).
pandangan filsafat tentang ilmu kepolisian adalah
pandangan yang bersifat deconstructing (menguraikan)
dan debunking (penelanjangan, pengupasan,
pengulitan) tentang ilmu kepolisian.
Pandangan filsafati berdasarkan
realitas yang mempertanyakan tentang
objek yang ditelaah oleh ilmu benar
benar terlihat, bagaimana wujud
hakikinya, serta bagaimana
hubungannya dengan daya tangkap
manusia yang berupa berpikir, merasa,
dan mengindera yang membuahkan
pengetahuan.
Cara Pandang Terhadap Ilmu Menurut Filsafat
Ilmu
Aksiologi
Etika Estetika
Epistemologi, (dari bahasa Yunani episteme
(pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu)
adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat,
karakter dan jenis pengetahuan (Knowledge making).
Epistimologi adalah teori tentang pengetahuan (theory of
knowledge) yang antara lain membicarakan asal usul
pengetahuan, sumber pengetahuan, kriteria
pengetahuan serta perbedaannya dengan ilmu
pengetahuan lain
Terdapat 6 sudut pandang atau aliran yang melakukan tinjauan terhadap aspek epistemology
yaitu : (wiliam L. Reese, 1980)
a) Empirisme, menurut aliran ini, manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamanny, yaitu
pengalaman idera.
b) Rasionalisme, menurut aliran ini akal adalah dasar kepastian dari pengetahuan, artinya
pengetahuan yang benar diperoleh dan diukur dengan akal atau rasio.
c) Positivisme, aliran ini berpendapat bahwa indera memang sangat penting dalam memperoleh
pengetahuan namun harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen.
d) idealisme, adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa hakikatnya dunia fisik hanya dapat
dipahami dalam kaitannya dengan jiwa dan roh, aliran ini dikemukakan oleh Plato
e) Kritisisme, metode berfikirnya disebut kritis dan mendasarkan diri pada nilai yang tinggi dari akal.
f) Intusionisme, menganggap indera dan akal mempunyai keterbatasan, dengan menyadari
kekurangan itu Bergson mengembangkan suatu kemampuan tingkat tinggi manusia yaitu intuisi
ILMU KEPOLISIAN DITINJAU DARI FILSAFAT ILMU
ontologis keberadaan ilmu pengetahuan dapat ditinjau dari:
 obyek material adalah sesuatu hal yg dijadikan sasaran pemikiran yang diselidiki dan
dipelajari secara kongkrit dan abstrak, dalam ilmu kepolisian obyek materialnya adalah
manusia, Kepolisian sebagai fungsi, kepolisian sebagai organisasi/lembaga, dan
masyarakat dalam rangka melaksanakan tugas Kepolisian pemeliharaan keamanan dan
ketertiban masyarakat, penegakan hukum Negara, melindungi perlindungan,
pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
 obyek formal dari ilmu adalah cara memandang atau meninjau yang dilakukan peneliti
terhadap prinsip prinsip yang digunakan oleh ilmu tersebut, dalam hal ini ilmu kepolisian
bisa ditinjau dari:
a) ilmu alamiah (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-
gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan
prinsip.
b) ilmu sosial adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang
berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya.
c) ilmu humaniora dalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-
konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
ILMU KEPOLISIAN DITINJAU DARI FILSAFAT ILMU
ILMU KEPOLISIAN DITINJAU DARI FILSAFAT ILMU
Filafat ilmu kepolisian

Filafat ilmu kepolisian

  • 2.
    FILSAFAT DAN ILMUKEPOLISIAN Ciri-ciri berfikir secara filsafat adalah berusaha mengetahui kebenaran itu sebuah kebenaran (Critically, discover the truth). pandangan filsafat tentang ilmu kepolisian adalah pandangan yang bersifat deconstructing (menguraikan) dan debunking (penelanjangan, pengupasan, pengulitan) tentang ilmu kepolisian.
  • 3.
    Pandangan filsafati berdasarkan realitasyang mempertanyakan tentang objek yang ditelaah oleh ilmu benar benar terlihat, bagaimana wujud hakikinya, serta bagaimana hubungannya dengan daya tangkap manusia yang berupa berpikir, merasa, dan mengindera yang membuahkan pengetahuan.
  • 4.
    Cara Pandang TerhadapIlmu Menurut Filsafat Ilmu Aksiologi Etika Estetika
  • 5.
    Epistemologi, (dari bahasaYunani episteme (pengetahuan) dan logos (kata/pembicaraan/ilmu) adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat, karakter dan jenis pengetahuan (Knowledge making). Epistimologi adalah teori tentang pengetahuan (theory of knowledge) yang antara lain membicarakan asal usul pengetahuan, sumber pengetahuan, kriteria pengetahuan serta perbedaannya dengan ilmu pengetahuan lain
  • 6.
    Terdapat 6 sudutpandang atau aliran yang melakukan tinjauan terhadap aspek epistemology yaitu : (wiliam L. Reese, 1980) a) Empirisme, menurut aliran ini, manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamanny, yaitu pengalaman idera. b) Rasionalisme, menurut aliran ini akal adalah dasar kepastian dari pengetahuan, artinya pengetahuan yang benar diperoleh dan diukur dengan akal atau rasio. c) Positivisme, aliran ini berpendapat bahwa indera memang sangat penting dalam memperoleh pengetahuan namun harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen. d) idealisme, adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa hakikatnya dunia fisik hanya dapat dipahami dalam kaitannya dengan jiwa dan roh, aliran ini dikemukakan oleh Plato e) Kritisisme, metode berfikirnya disebut kritis dan mendasarkan diri pada nilai yang tinggi dari akal. f) Intusionisme, menganggap indera dan akal mempunyai keterbatasan, dengan menyadari kekurangan itu Bergson mengembangkan suatu kemampuan tingkat tinggi manusia yaitu intuisi
  • 7.
    ILMU KEPOLISIAN DITINJAUDARI FILSAFAT ILMU
  • 8.
    ontologis keberadaan ilmupengetahuan dapat ditinjau dari:  obyek material adalah sesuatu hal yg dijadikan sasaran pemikiran yang diselidiki dan dipelajari secara kongkrit dan abstrak, dalam ilmu kepolisian obyek materialnya adalah manusia, Kepolisian sebagai fungsi, kepolisian sebagai organisasi/lembaga, dan masyarakat dalam rangka melaksanakan tugas Kepolisian pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum Negara, melindungi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.  obyek formal dari ilmu adalah cara memandang atau meninjau yang dilakukan peneliti terhadap prinsip prinsip yang digunakan oleh ilmu tersebut, dalam hal ini ilmu kepolisian bisa ditinjau dari: a) ilmu alamiah (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala- gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. b) ilmu sosial adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya. c) ilmu humaniora dalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep- konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
  • 9.
    ILMU KEPOLISIAN DITINJAUDARI FILSAFAT ILMU
  • 10.
    ILMU KEPOLISIAN DITINJAUDARI FILSAFAT ILMU