Perancangan Sistem Database SISTEM INFORMASI  MANAJEMEN Pendahuluan DFD ERD Contoh Kasus Hidra Amnur, SE, M.Kom
PENDAHULUAN Pendekatan secara konsep dari proses pengolahan database. Mulai dari sumber data, aliran data, proses yang dilakukan, dan tujuan aliran data dari hasil proses (baik tujuan akhir maupun tujuan antara). Digunakan diagram alur data ( data flow diagram  – DFD) dan diagram hubungan entitas ( entity relationship diagram  – ERD).  Pendahuluan DFD ERD Contoh Kasus
Data  Flow Diagram - DFD Merupakan tingkatan logis, tanpa harus mempertimbangkan lingkungan fisik tempat data disimpan (misalnya disket atau pita). Menggambarkan sistem nyata berdasarkan  aliran data. DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
Simbol DFD DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus 1. Simbol  ALUR DATA N a m a Menunjukkan alur  data (informasi/  objek) yang  mengalir. Nama alur data  menunjukkan  nama data yang  mengalir tersebut,  dan bisa lebih dari  satu.
Simbol DFD   -  lanjutan 2. Simbol PROSES Menunjukkan tugas/proses yang dilakukan secara manual/otomatis. Simbol Proses menunjukkan alur data yang keluar dan masuk. Nama proses berupa kalimat perintah yakni kata kerja aktif dan diikuti oleh klausa objek untuk menjelaskan proses tersebut. N  menunjukkan angka referensi dari proses tersebut. Nama  Proses N DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus Simbol DFD
Simbol DFD   -  lanjutan 3. Simbol Terminator atau Entitas Eksternal Menunjukkan tempat asal data (sumber) atau tempat tujuan data (Tujuan). Nama entitas eksternal (terminator) ditulis dalam bentuk tunggal.  Nama  Terminator DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus Simbol DFD
Simbol DFD   -  lanjutan 4. Simbol  Data store atau Penyimpanan Data Terlepas dari media penyimpanan fisik, simbol ini menunjukkan gudang informasi atau data. Sangat sering terjadi bahwa unsur-unsur data tidak berjalan dari suatu proses ke proses berikutnya secara langsung, melainkan disimpan terlebih dahulu, sementara operasi lainnya atau penyusunan ulang unsur-unsur data terus berlangsung.  Nama Data store DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus Simbol DFD
Simbol DFD  -  lanjutan 4. Simbol  Data store atau Penyimpanan Data Bila data store hanya diperbaharui selama atau sesudah proses tertentu maka untuk menunjukkan arah alur data ke gudang dibuat gambar anak panah yang mengarah pada gudang data tersebut. Bila data dari gudang dipakai pada proses itu, maka kita gunakan satu anak panah yang mempunyai dua arah.  Nama Data store DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus Simbol DFD
Tingkatan DFD Tingkatan pertama disebut dengan Diagram Konteks ( Context Diagram ). Diagram Konteks menggambarkan sistem secara global.  Ditetapkan Entitas-entitas eksternal yang terlibat dalam proses, baik sebagai sumber maupun tujuan.  DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
Tingkatan DFD  -  lanjutan Tingkatan berikutnya dikatakan sebagai Digram level nol (Zero Diagram / overview diagram). Memberikan gambaran mengenai proses-proses apa saja yang akan dilakukan dan melibatkan entitas-entitas eksternal yang ada serta data store – data store tertentu.  DFD Simbol DFD Contoh Kasus Tingkatan DFD
Tingkatan DFD  -  lanjutan Diagram level 1, merupakan penjabaran rinci dari setiap proses yang ada pada diagram level nol, secara khusus. Dimungkin akan muncul proses-proses detilnya. Diagram level 2, merupakan penjabaran rinci dari setiap proses yang baru muncul pada diagram level 1, secara khusus. Dalam hal ini juga dimungkinkan akan muncul proses-proses detilnya.  DFD Simbol DFD Contoh Kasus Tingkatan DFD
Tingkatan DFD  -  lanjutan Tingkatan berikutnya akan kita definisikan sesuai dengan keadaan dari level sebelumnya, dengan harapan diagram ini akan memberikan pemahaman secara detil atau rinci mengenai sistem yang sedang dikerjakan.  DFD Simbol DFD Contoh Kasus Tingkatan DFD
DFD Simbol DFD Contoh Kasus Tingkatan DFD
Kelebihan DFD Adanya pembagian sistem ke dalam sub-sub sistem berdasarkan alur data pada sistem Adanya data store dan alur data (masuk atau keluar) pada sistem Adanya unsur-unsur eksternal, yaitu sumber dan tujuan dari sistem  DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
Kelemahan DFD Akan tetapi pada umumnya,  DFD tidak menunjukkan : Komposisi alur data dalam sistem Syarat akses data dari data store Keputusan dalam sistem Loop dalam sistem Kalkulasi Kuatitas data dan atau proses Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus DFD
Alasan Utama  1.  Diagram alur data dapat membantu para analis sistem untuk : meringkas informasi tentang sistem mengetahui komponen kunci tentang sistem dan membantu dalam menentukan fungsi-fungsi yang dapat dipakai kembali membantu perkembangan aplikasi secara efektif Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus DFD
Alasan Utama  -  lanjutan   2.  DFD sebagai alat komunikasi yang baik antara pemakai dengan analis sistem sehingga sangat mudah untuk melakukan kaji ulang secara terus menerus guna perkembangan aplikasi tersebut. 3. DFD menunjukkan syarat-syarat pengaturan waktu dari berbagai macam proses  Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus DFD
Contoh Kasus 1 Pimpinan POLDA XYZ ingin mengetahui dengan pasti keadaan personilnya (riwayat personil, penugasan, prestasi, penghargaan, dll) secara periodik. Bantulah keinginan KAPOLDA tersebut dalam bentuk perancangan sistem dengan menggunakan DFD & ERD ! DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
Jawab Kasus 1 Langkah pertama kita buat Diagram Konteks. Diidentifikasi entitas eksternal yang terlibat dalam sistem, yaitu: Personil Pimpinan (KAPOLDA) Sehingga diperoleh  Diagram Konteks yaitu : DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
Jawab Kasus 1  - lanjutan DFD Simbol DFD Tingkatan DFD PERSONIL KAPOLDA Sistem  Informasi Personil POLDA Data pers. Info tugas, kasus, prestasi Laporan Contoh Kasus
Jawab Kasus 1  - lanjutan DFD Simbol DFD Tingkatan DFD PERSONIL KAPOLDA Cek  Personil 1 Data pers. Info tugas, kasus Data  pers. Contoh Kasus Penu-  Gasan 2 Personil Data pers. Eval & Laporan 3 Info  prestasi Data pers., tugas, kasus Tugas Data tugas Laporan Kasus Data kasus
Entity Relationship Diagram - ERD Dibangun berdasarkan persepsi dari dunia nyata. Mengandung kumpulan dari objek-objek yang disebut  entity  (entitas)   dan hubungan antara objek-objek tersebut.  Setiap objek bersifat unik, tampak dari atribut-atribut yang dimilikinya.  Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
ERD  -  lanjutan Merupakan kelanjutan dari DFD. Entitas diperoleh dari DFD pada tingkatan terkahir, berdasarkan data store nya. Hubungan DFD – ERD : data store (pada DFD)    entitas (pada ERD) Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
Komponen Utama ERD Entity (entitas) Relationship Atribut Nama Entitas Nama Relasi Nama Atribut  Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
Entitas Entitas adalah obyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata.  Entity set adalah kumpulan dari entitas yang sejenis. Entity set dapat berupa : Obyek  secara fisik : Rumah, Kendaraan, Peralatan. Obyek secara konsep : Pekerjaan , Perusahaan, Rencana. Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
Relationship Relationship adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entitas. Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis. Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
Atribut Adalah karakteristik dari entitas atau relationship, yang menjelaskan secara detail tentang entitas atau relationship tersebut. Nilai Atribut  merupakan suatu data aktual atau informasi yang disimpan  pada suatu  atribut di dalam suatu entitas atau relationship. Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
Jenis Atribut Key Atribut : Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik. Atribut Simple : Atribut yang bernilai tunggal. Atribut Multivalue : Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instan entity. Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
Jenis Atribut  -  lanjutan Contoh : Gelar Tg.lahir Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai  NRP Nama
Jenis Atribut  -  lanjutan Atribut Composite  Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu. Atribut Derivatif  Suatu atribut   yang dihasilkan dari atribut yang lain. Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
Jenis Atribut  -  lanjutan Contoh Atribut Composite: NamaDepan  Nama tengah NamaBelakang  Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai  Nama
Jenis Atribut  -  lanjutan Contoh Atribut Derivatif  Tg.Lahir Umur Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai
Rasio Kardinalitas Menjelaskan batasan jumlah keterhubungan satu  entitas dengan entitas lainnya.  Jenisnya : 1 : 1     satu ke satu 1 : N    satu ke banyak (sebaliknya) N : M    banyak ke banyak Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
Rasio Kardinalitas  - lanjutan Contoh Hubungan 1 : 1 Seorang pegawai memiliki satu kendaraan. Satu kendaraan dimiliki oleh seorang pegawai. Milik 1 1 Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai  Kendaraan
Rasio Kardinalitas  - lanjutan Contoh Hubungan N : 1 atau1: N Seorang pegawai bekerja pada satu departemen. Satu departemen mempekerja-kan satu atau lebih orang pegawai. Kerja  N 1 Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai  Departemen
Rasio Kardinalitas  - lanjutan Contoh Hubungan N : N Seorang pegawai mengerjakan satu atau lebih proyek. Satu proyek dikerjakan oleh satu atau lebih orang pegawai. Kerja  N N Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai  Proyek
Contoh Kasus 2 Rancanglah ERD dari Kasus  Sistem Informasi Personil POLDA XYZ ! (lihat contoh kasus 1..!) Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
Jawab Kasus 2 Berdasarkan jawab dari kasus 1, diperoleh data store nya yaitu  Personil ,  Tugas  dan  Kasus. Data store tersebut merupakan entitas pada ERD. Sehingga diperoleh 3 entitas yakni  Personil ,  Tugas   dan  Kasus,  dengan ERD sebagai berikut : Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
Jawab Kasus 2  -  lanjutan Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Kerja  N 1 NRP Sat Loks K.Sat Nama T.Lhr N.SK Tgl Tkp Lama K.Kss N.Kss Krbn Tgl.K Hasil M Personil Tugas Kasus

Erd N Dfd

  • 1.
    Perancangan Sistem DatabaseSISTEM INFORMASI MANAJEMEN Pendahuluan DFD ERD Contoh Kasus Hidra Amnur, SE, M.Kom
  • 2.
    PENDAHULUAN Pendekatan secarakonsep dari proses pengolahan database. Mulai dari sumber data, aliran data, proses yang dilakukan, dan tujuan aliran data dari hasil proses (baik tujuan akhir maupun tujuan antara). Digunakan diagram alur data ( data flow diagram – DFD) dan diagram hubungan entitas ( entity relationship diagram – ERD). Pendahuluan DFD ERD Contoh Kasus
  • 3.
    Data FlowDiagram - DFD Merupakan tingkatan logis, tanpa harus mempertimbangkan lingkungan fisik tempat data disimpan (misalnya disket atau pita). Menggambarkan sistem nyata berdasarkan aliran data. DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
  • 4.
    Simbol DFD DFDSimbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus 1. Simbol ALUR DATA N a m a Menunjukkan alur data (informasi/ objek) yang mengalir. Nama alur data menunjukkan nama data yang mengalir tersebut, dan bisa lebih dari satu.
  • 5.
    Simbol DFD - lanjutan 2. Simbol PROSES Menunjukkan tugas/proses yang dilakukan secara manual/otomatis. Simbol Proses menunjukkan alur data yang keluar dan masuk. Nama proses berupa kalimat perintah yakni kata kerja aktif dan diikuti oleh klausa objek untuk menjelaskan proses tersebut. N menunjukkan angka referensi dari proses tersebut. Nama Proses N DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus Simbol DFD
  • 6.
    Simbol DFD - lanjutan 3. Simbol Terminator atau Entitas Eksternal Menunjukkan tempat asal data (sumber) atau tempat tujuan data (Tujuan). Nama entitas eksternal (terminator) ditulis dalam bentuk tunggal. Nama Terminator DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus Simbol DFD
  • 7.
    Simbol DFD - lanjutan 4. Simbol Data store atau Penyimpanan Data Terlepas dari media penyimpanan fisik, simbol ini menunjukkan gudang informasi atau data. Sangat sering terjadi bahwa unsur-unsur data tidak berjalan dari suatu proses ke proses berikutnya secara langsung, melainkan disimpan terlebih dahulu, sementara operasi lainnya atau penyusunan ulang unsur-unsur data terus berlangsung. Nama Data store DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus Simbol DFD
  • 8.
    Simbol DFD - lanjutan 4. Simbol Data store atau Penyimpanan Data Bila data store hanya diperbaharui selama atau sesudah proses tertentu maka untuk menunjukkan arah alur data ke gudang dibuat gambar anak panah yang mengarah pada gudang data tersebut. Bila data dari gudang dipakai pada proses itu, maka kita gunakan satu anak panah yang mempunyai dua arah. Nama Data store DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus Simbol DFD
  • 9.
    Tingkatan DFD Tingkatanpertama disebut dengan Diagram Konteks ( Context Diagram ). Diagram Konteks menggambarkan sistem secara global. Ditetapkan Entitas-entitas eksternal yang terlibat dalam proses, baik sebagai sumber maupun tujuan. DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
  • 10.
    Tingkatan DFD - lanjutan Tingkatan berikutnya dikatakan sebagai Digram level nol (Zero Diagram / overview diagram). Memberikan gambaran mengenai proses-proses apa saja yang akan dilakukan dan melibatkan entitas-entitas eksternal yang ada serta data store – data store tertentu. DFD Simbol DFD Contoh Kasus Tingkatan DFD
  • 11.
    Tingkatan DFD - lanjutan Diagram level 1, merupakan penjabaran rinci dari setiap proses yang ada pada diagram level nol, secara khusus. Dimungkin akan muncul proses-proses detilnya. Diagram level 2, merupakan penjabaran rinci dari setiap proses yang baru muncul pada diagram level 1, secara khusus. Dalam hal ini juga dimungkinkan akan muncul proses-proses detilnya. DFD Simbol DFD Contoh Kasus Tingkatan DFD
  • 12.
    Tingkatan DFD - lanjutan Tingkatan berikutnya akan kita definisikan sesuai dengan keadaan dari level sebelumnya, dengan harapan diagram ini akan memberikan pemahaman secara detil atau rinci mengenai sistem yang sedang dikerjakan. DFD Simbol DFD Contoh Kasus Tingkatan DFD
  • 13.
    DFD Simbol DFDContoh Kasus Tingkatan DFD
  • 14.
    Kelebihan DFD Adanyapembagian sistem ke dalam sub-sub sistem berdasarkan alur data pada sistem Adanya data store dan alur data (masuk atau keluar) pada sistem Adanya unsur-unsur eksternal, yaitu sumber dan tujuan dari sistem DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
  • 15.
    Kelemahan DFD Akantetapi pada umumnya, DFD tidak menunjukkan : Komposisi alur data dalam sistem Syarat akses data dari data store Keputusan dalam sistem Loop dalam sistem Kalkulasi Kuatitas data dan atau proses Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus DFD
  • 16.
    Alasan Utama 1. Diagram alur data dapat membantu para analis sistem untuk : meringkas informasi tentang sistem mengetahui komponen kunci tentang sistem dan membantu dalam menentukan fungsi-fungsi yang dapat dipakai kembali membantu perkembangan aplikasi secara efektif Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus DFD
  • 17.
    Alasan Utama - lanjutan 2. DFD sebagai alat komunikasi yang baik antara pemakai dengan analis sistem sehingga sangat mudah untuk melakukan kaji ulang secara terus menerus guna perkembangan aplikasi tersebut. 3. DFD menunjukkan syarat-syarat pengaturan waktu dari berbagai macam proses Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus DFD
  • 18.
    Contoh Kasus 1Pimpinan POLDA XYZ ingin mengetahui dengan pasti keadaan personilnya (riwayat personil, penugasan, prestasi, penghargaan, dll) secara periodik. Bantulah keinginan KAPOLDA tersebut dalam bentuk perancangan sistem dengan menggunakan DFD & ERD ! DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
  • 19.
    Jawab Kasus 1Langkah pertama kita buat Diagram Konteks. Diidentifikasi entitas eksternal yang terlibat dalam sistem, yaitu: Personil Pimpinan (KAPOLDA) Sehingga diperoleh Diagram Konteks yaitu : DFD Simbol DFD Tingkatan DFD Contoh Kasus
  • 20.
    Jawab Kasus 1 - lanjutan DFD Simbol DFD Tingkatan DFD PERSONIL KAPOLDA Sistem Informasi Personil POLDA Data pers. Info tugas, kasus, prestasi Laporan Contoh Kasus
  • 21.
    Jawab Kasus 1 - lanjutan DFD Simbol DFD Tingkatan DFD PERSONIL KAPOLDA Cek Personil 1 Data pers. Info tugas, kasus Data pers. Contoh Kasus Penu- Gasan 2 Personil Data pers. Eval & Laporan 3 Info prestasi Data pers., tugas, kasus Tugas Data tugas Laporan Kasus Data kasus
  • 22.
    Entity Relationship Diagram- ERD Dibangun berdasarkan persepsi dari dunia nyata. Mengandung kumpulan dari objek-objek yang disebut entity (entitas) dan hubungan antara objek-objek tersebut. Setiap objek bersifat unik, tampak dari atribut-atribut yang dimilikinya. Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  • 23.
    ERD - lanjutan Merupakan kelanjutan dari DFD. Entitas diperoleh dari DFD pada tingkatan terkahir, berdasarkan data store nya. Hubungan DFD – ERD : data store (pada DFD)  entitas (pada ERD) Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  • 24.
    Komponen Utama ERDEntity (entitas) Relationship Atribut Nama Entitas Nama Relasi Nama Atribut Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  • 25.
    Entitas Entitas adalahobyek yang dapat dibedakan dalam dunia nyata. Entity set adalah kumpulan dari entitas yang sejenis. Entity set dapat berupa : Obyek secara fisik : Rumah, Kendaraan, Peralatan. Obyek secara konsep : Pekerjaan , Perusahaan, Rencana. Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  • 26.
    Relationship Relationship adalahhubungan yang terjadi antara satu atau lebih entitas. Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis. Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  • 27.
    Atribut Adalah karakteristikdari entitas atau relationship, yang menjelaskan secara detail tentang entitas atau relationship tersebut. Nilai Atribut merupakan suatu data aktual atau informasi yang disimpan pada suatu atribut di dalam suatu entitas atau relationship. Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  • 28.
    Jenis Atribut KeyAtribut : Atribut yang digunakan untuk menentukan suatu entity secara unik. Atribut Simple : Atribut yang bernilai tunggal. Atribut Multivalue : Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instan entity. Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  • 29.
    Jenis Atribut - lanjutan Contoh : Gelar Tg.lahir Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai NRP Nama
  • 30.
    Jenis Atribut - lanjutan Atribut Composite Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu. Atribut Derivatif Suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain. Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  • 31.
    Jenis Atribut - lanjutan Contoh Atribut Composite: NamaDepan Nama tengah NamaBelakang Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai Nama
  • 32.
    Jenis Atribut - lanjutan Contoh Atribut Derivatif Tg.Lahir Umur Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai
  • 33.
    Rasio Kardinalitas Menjelaskanbatasan jumlah keterhubungan satu entitas dengan entitas lainnya. Jenisnya : 1 : 1  satu ke satu 1 : N  satu ke banyak (sebaliknya) N : M  banyak ke banyak Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  • 34.
    Rasio Kardinalitas - lanjutan Contoh Hubungan 1 : 1 Seorang pegawai memiliki satu kendaraan. Satu kendaraan dimiliki oleh seorang pegawai. Milik 1 1 Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai Kendaraan
  • 35.
    Rasio Kardinalitas - lanjutan Contoh Hubungan N : 1 atau1: N Seorang pegawai bekerja pada satu departemen. Satu departemen mempekerja-kan satu atau lebih orang pegawai. Kerja N 1 Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai Departemen
  • 36.
    Rasio Kardinalitas - lanjutan Contoh Hubungan N : N Seorang pegawai mengerjakan satu atau lebih proyek. Satu proyek dikerjakan oleh satu atau lebih orang pegawai. Kerja N N Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Pegawai Proyek
  • 37.
    Contoh Kasus 2Rancanglah ERD dari Kasus Sistem Informasi Personil POLDA XYZ ! (lihat contoh kasus 1..!) Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  • 38.
    Jawab Kasus 2Berdasarkan jawab dari kasus 1, diperoleh data store nya yaitu Personil , Tugas dan Kasus. Data store tersebut merupakan entitas pada ERD. Sehingga diperoleh 3 entitas yakni Personil , Tugas dan Kasus, dengan ERD sebagai berikut : Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas
  • 39.
    Jawab Kasus 2 - lanjutan Komponen Utama ERD Contoh Kasus Kardinalitas Kerja N 1 NRP Sat Loks K.Sat Nama T.Lhr N.SK Tgl Tkp Lama K.Kss N.Kss Krbn Tgl.K Hasil M Personil Tugas Kasus