BAB 3
EFISIEN KOPERASI
Kelompok 4 :
1. Annisa khoerunnsiya
2. Dea amanda putri
3. Siti komariyah
AKUNTANSI 2
MATERI
 PENDAHULUAN
 MODEL MAKSIMISASI KEUNTUNGAN
 JENIS DAN EFISIENSI KOPERASI
 EFISIENSI KOPERASI YANG
TERINTEGRASI
PENDAHULUAN
 Terdorong oleh gerakan efisiensi nasional di segla
bidang, koperasi juga tergerak untuk selalu
meningkatkan efisiensi dari waktu ke waktu.
 Peningkatan efisiensi koperasi perlu dilakukan setap saat,
sehingga laju pertumbuhan efisiensi koperasi tidak kalaj
jauh dengan laju pertumbuhan efisiensi badan usaha
lainnya.
MODEL MAKSIMISASI
KEUNTUNGAN
 Pada teori ekonomi mikro dikenal konsepsi ekonomi pasar
yang menyatakan bahwa kelangsungan hidup perusahaan
dalam persaingan pasar akan tergantung pada kemampuan
perusahaan dalam menggunakan prinsip-prinsip efisiensi
(pencapaian keuntungan maksimum).
 Bagi koperasi akan lebih tepat jika menggunakan konsp
“keuntungan maksimum berkendala”, karena koperasi
merupakan organisasi yang mengakui adanya kendala-kendala
efisiensi.
 Prinsip-prinsip ekonomi yang didasarkan atas pencapaian
keuntungan maksimum adalah tetap sesuai dalam koperasi
atau dengan kata lain pisau analisis ekonomi yang di anggap
kapitalistik tersebut masih dapat digunkan untuk menjelaskan
fenomena-fenomena dalam koperasi, tetapi dengan catatan
unsur kendala harus dimasukkan kedalamnya.
JENIS DAN EFISIENSI
KOPERASI
 Secara umum efisiensi merupakan perbandingan antara
output dengan input, atau dalam rumus :
Efisiensi =
𝑂𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡
𝐼𝑛𝑝𝑢𝑡
 Kunci utama efisiensi koperasi adalah pelayanan usaha
kepada anggotanya
 Pembahasan mengenai efisiensi, Thoby Mutis (1992)
menunjukkan 5 lingkup efisiensi koperasi yaitu efisiensi
intern, efisiensi alokatif, efisiensi ekstern, efisiensi
dinamis, dan efisiensi sosial.
 Ima Suwandi (1986) dalam mengukur efisiensi organisasi dan
usaha koperasi, yaitu bahwa tingkat efisiensi usaha dapat
diketahui dengan menentukan rasio-rasio tertentu dari laporan
keuangan seperti neraca dan catatan-catatan keragaan lain yang
dimiliki koperasi
 Rasio-rasio yang menggambarkan efisiensi usaha lebih lengkap
dijelaskan oleh Bambang Riyanto (1995) sebagai berikut :
1) Tingkat perputaran aktiva
2) Profit margin
3) Rentabilitas modal sendiri
EFISIENSI KOPERASI YANG
TERINTEGRASI
 Struktur organisasi akan semakin kompleks apabila
pengembangan koperasi diarahkan pada integrasi vertikal,
artinya koperasi dapat membentuk pemusatan dari primer
menjadi sekunder atau daari sekunder menjadi tersier
 Tujuan utama berintegrasi vertikal untuk meningkatkan
efisiensi dengan wilayah yang lebih luas
 Manfaat dari adanya integrasi vertikal, sebagai berikut :
1. Economies of scale
2. Manfaat external economies
3. Manfaat nonekonomi
4. Reduksi biaya transaksi
5. Mengurangi risiko ketidapastian
Ekop bab3 kel4_akt2

Ekop bab3 kel4_akt2

  • 1.
    BAB 3 EFISIEN KOPERASI Kelompok4 : 1. Annisa khoerunnsiya 2. Dea amanda putri 3. Siti komariyah AKUNTANSI 2
  • 2.
    MATERI  PENDAHULUAN  MODELMAKSIMISASI KEUNTUNGAN  JENIS DAN EFISIENSI KOPERASI  EFISIENSI KOPERASI YANG TERINTEGRASI
  • 3.
    PENDAHULUAN  Terdorong olehgerakan efisiensi nasional di segla bidang, koperasi juga tergerak untuk selalu meningkatkan efisiensi dari waktu ke waktu.  Peningkatan efisiensi koperasi perlu dilakukan setap saat, sehingga laju pertumbuhan efisiensi koperasi tidak kalaj jauh dengan laju pertumbuhan efisiensi badan usaha lainnya.
  • 4.
    MODEL MAKSIMISASI KEUNTUNGAN  Padateori ekonomi mikro dikenal konsepsi ekonomi pasar yang menyatakan bahwa kelangsungan hidup perusahaan dalam persaingan pasar akan tergantung pada kemampuan perusahaan dalam menggunakan prinsip-prinsip efisiensi (pencapaian keuntungan maksimum).  Bagi koperasi akan lebih tepat jika menggunakan konsp “keuntungan maksimum berkendala”, karena koperasi merupakan organisasi yang mengakui adanya kendala-kendala efisiensi.  Prinsip-prinsip ekonomi yang didasarkan atas pencapaian keuntungan maksimum adalah tetap sesuai dalam koperasi atau dengan kata lain pisau analisis ekonomi yang di anggap kapitalistik tersebut masih dapat digunkan untuk menjelaskan fenomena-fenomena dalam koperasi, tetapi dengan catatan unsur kendala harus dimasukkan kedalamnya.
  • 5.
    JENIS DAN EFISIENSI KOPERASI Secara umum efisiensi merupakan perbandingan antara output dengan input, atau dalam rumus : Efisiensi = 𝑂𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡 𝐼𝑛𝑝𝑢𝑡  Kunci utama efisiensi koperasi adalah pelayanan usaha kepada anggotanya  Pembahasan mengenai efisiensi, Thoby Mutis (1992) menunjukkan 5 lingkup efisiensi koperasi yaitu efisiensi intern, efisiensi alokatif, efisiensi ekstern, efisiensi dinamis, dan efisiensi sosial.
  • 6.
     Ima Suwandi(1986) dalam mengukur efisiensi organisasi dan usaha koperasi, yaitu bahwa tingkat efisiensi usaha dapat diketahui dengan menentukan rasio-rasio tertentu dari laporan keuangan seperti neraca dan catatan-catatan keragaan lain yang dimiliki koperasi  Rasio-rasio yang menggambarkan efisiensi usaha lebih lengkap dijelaskan oleh Bambang Riyanto (1995) sebagai berikut : 1) Tingkat perputaran aktiva 2) Profit margin 3) Rentabilitas modal sendiri
  • 7.
    EFISIENSI KOPERASI YANG TERINTEGRASI Struktur organisasi akan semakin kompleks apabila pengembangan koperasi diarahkan pada integrasi vertikal, artinya koperasi dapat membentuk pemusatan dari primer menjadi sekunder atau daari sekunder menjadi tersier  Tujuan utama berintegrasi vertikal untuk meningkatkan efisiensi dengan wilayah yang lebih luas  Manfaat dari adanya integrasi vertikal, sebagai berikut : 1. Economies of scale 2. Manfaat external economies 3. Manfaat nonekonomi 4. Reduksi biaya transaksi 5. Mengurangi risiko ketidapastian