Ekonomi Islam
Kontemporer
Diklat Ekonomi Islam II
KSEI FORKESH UIN MALANG
Kebangkitan Ekonomi Islam
Era Kejayaan
Ekonomi Islam sebagai
praktik, ilmu tafsir, ilmu
fikih, ilmu pemerintahan
Era Stagnasi
Pengabaian ilmu ekonomi
Islam, Kolonialisme dunia
Islam
Kebangkitan Awal
Muncul kesadaran
pentingnya
pembaharuan dalam
Islam
Era Modern/Kontemporer
Penggalian dan pembaharuan
Islam, anti kolonialisme
622-
1258 M
1259 M
1800-
1967 M
1967-
Sekarang
Madzab Ekonomi Islam Kontemporer
Baqr As-Sadr
Umer Chapra
Tokoh lain : Monzer Kahf,
Abdul Manan, Nejatullah
Siddiqi
Timur Kuran
Tokoh lain : Jomo
Kwame, M. Arif
Tokoh Lain : Abbas
Mirakhor, Baqir Al Hasani,
Kadim Al-Shadr
Iqtishoduna
Meanstream
Alternatif Kritis
Madzab
Iqtishoduna
Tokoh “Baqr As-Sadr”, dkk
Madzab Iqtishoduna
Ilmu ekonomi tidak pernah sama dengan Islam, ekonomi tetap
ekonomi, Islam tetaplah Islam.
Menurut ilmu ekonomi permasalah ekonomi adalah keinginan manusia
tidak terbatas sedangkan alat pemuat terbatas. Ini ditentang oleh
Baqr Al Shadr bahwa sumber daya tidak mengenal kata terbatas.
Keinginan manusia sebenarnya yang terbatas (QS. Al-Qomar : 49)
Semua teori yang dikembangkan oleh ilmu ekonomi konvensional
ditolak dan dibuang. Untuk itu diperlukan penggalian lagi qur’an dan
hadist terhadap teori baru
Pemikiran Baqr
As-Sadr
Ekonomi Islam adalah jalan yang di pilih
oleh umat Islam untuk dijalani dalam
rangka mencapai kehidupan ekonominya
dan dalam memecahkan masalah ekonomi
praktik sejalan dengan keadilan.
● Kepemilikan Multi Jenis (Multitype
Ownership).
● Kepemilikan yang mutlak hanya
terdapat pada Allah SWT
● Aspek pertama adalah aspek
objektifitas atau keilmuan
● Aspek kedua produksi-aspek
subjektivitas dan doktrin
● Dua cabang stategi : Doktrin dan
strategi legislative
Definisi Ekonomi Islam
Teori Produksi
Karakteristik Ekonomi Islam
Pemikiran Baqr
As-Sadr
● Kepemilikan negara adalah jenis
kepemilikan yang paling banyak dimiliki
● Kepemilikan pribadi diperbolehkan
namun dengan jumlah yang terbatas
● Untuk bahan-bahan mineral dan air,
individu diperbolehkan sesuai kebutuhan
● Penyediaan akan terlaksananya
Jaminan Sosial dalam
masyarakat,
● Berkenaan dengan tercapainya
keseimbaangan sosial dan
● Terkait adannya intervensi
pemerintah dalam bidang
ekonomi.
Teori Distribusi Kekayaan Tanggung jawab pemerintah
Madzab
Meanstream
Tokoh “Umer Chapra”, dkk
Madzab Meanstream
Masalah ekonomi adalah adanya sumber daya yang terbatas
dihadapkan dengan keinginan manusia yang tidak terbatas (QS. Al-
Baqarah : 155)
Kepuasan tidak boleh dilakukan semaunya tetapi dibatasi dengan
aturan yang jelas dalam Islam
Ekonomi Islam perlu dikembangkan namun tidak dengan
membumihanguskan analisis yang bernilai dan berharga dari
konvensional. Mengambil yang baik dan bermanfaat dari non muslim
sama sekali tidak dilarang oleh ajaran Islam.
Pemikiran Umer Chapra
Kebijakan Moneter
• Target pertumbuhan
dalam M dan Mo M
• Cadangan Wajib Resmi
• Alokasi kredit yang
berorientasi kepada nilai
Konsep Falah dan Hayattan
Tayyibatan
• Konsep kebahagiaan dunia-
akhirat.
• Analisis Chapra tentang
kemiskinan dan kesenjangan
Sistem Perbankan dan LKS
• Bank syariah sebagai
instrumen pendukung sistem
keuangan Islam
• Diskusi dengan ulama fikih
dalam melakukan standarisasi
produk dan jasa
Konsep Negara Sejahtera
Menurut Chapra, ‘sejahtera’ bukan
berarti ‘yang kaya’ namun ‘yang
ideal’ yaitu keadaan dimana
terjadi keseimbangan antara
keadaan material dan spiritual
Madzab
Alternatif-
Kritis
Tokoh “Timur Kuran”, dkk
Madzab Alternatif Kritis
Madzhab Baqr dikritik sebagai madzhab yang ingin menemukan
sesuatu yang sudah ada dan sudah ditemukan oleh orang lain,
bahkan sudah diamalkan oleh orang lain
Madzhab mainstream dikritik karena merupakan jiplakan dari
konvensional yang menghilangkan riba kemudian mengganti dengan
zakat dan niat.
Islam pasti benar, tetapi ekonomi Islam sebagai sebuah tafsir
terhadap ajaran Islam belum tentu benar, dan seandainya benar
maka kebenaran itu tidak bersifat mutlak.
Kritik Model Pemikiran Ekis
• Menurut Kuran ekonomi Islam
tidak berasal dari ajaran Nabi
Muhammad SAW
• Euforia ekonomi Islam lebih
merupakan semangat eksklusif
untuk identitas dan bukan pada
substansialitas.
Konsep Ekonomi Islam
• Menurut Kuran doktrin ekonomi Islam
adalah sederhana
• Ekonomi modern jauh lebih kompleks
daripada ekonomi Arab abad ketujuh
yang banyak dijadikan inspirasi dan
model Islamis kontemporer perlu
dikoreksi.
Pemikiran Timur Kuran
Konsep Riba dan Bunga
• Timur kuran berpendapat bahwa Al-
Qur’an melarang praktek riba yang
melibatkan utang pinjaman yang
tidak mampu untuk melakukan
pembayaran
• dalam konteks bunga, Kuran
berpendangan bunga sangat
diperlukan untuk kehidupan ekonomi
Konsep Zakat
• Zakat adalah satu-satunya ibadah yang
bersentuhan langsung dengan
kesejahteraan kehidupan masyarakat
• Zakat diharapkan dapat meminimalisir
kesenjangan pendapatan antara orang
kaya dan miskin.
• Untuk itu, zakat harus dikembalikan
kepada konteksnya.
Pemikiran Timur Kuran
“Seandainya ada 100 orang pejuang Islam,
pastikan salah seorangnya adalah kamu.
Seandainya ada 10 orang pejuang Islam,
pastikan salah seorangnya adalah kamu.
Seandainya hanya tinggal seorang pejuang
Islam, pastikan dia adalah kamu”
—Syekh Abu al-A’la al-Maududi
TERIMAKASIH
Jazakumullahu Khairan

Ekonomi Islam Kontemporer.pptx

  • 1.
    Ekonomi Islam Kontemporer Diklat EkonomiIslam II KSEI FORKESH UIN MALANG
  • 2.
    Kebangkitan Ekonomi Islam EraKejayaan Ekonomi Islam sebagai praktik, ilmu tafsir, ilmu fikih, ilmu pemerintahan Era Stagnasi Pengabaian ilmu ekonomi Islam, Kolonialisme dunia Islam Kebangkitan Awal Muncul kesadaran pentingnya pembaharuan dalam Islam Era Modern/Kontemporer Penggalian dan pembaharuan Islam, anti kolonialisme 622- 1258 M 1259 M 1800- 1967 M 1967- Sekarang
  • 3.
    Madzab Ekonomi IslamKontemporer Baqr As-Sadr Umer Chapra Tokoh lain : Monzer Kahf, Abdul Manan, Nejatullah Siddiqi Timur Kuran Tokoh lain : Jomo Kwame, M. Arif Tokoh Lain : Abbas Mirakhor, Baqir Al Hasani, Kadim Al-Shadr Iqtishoduna Meanstream Alternatif Kritis
  • 4.
  • 5.
    Madzab Iqtishoduna Ilmu ekonomitidak pernah sama dengan Islam, ekonomi tetap ekonomi, Islam tetaplah Islam. Menurut ilmu ekonomi permasalah ekonomi adalah keinginan manusia tidak terbatas sedangkan alat pemuat terbatas. Ini ditentang oleh Baqr Al Shadr bahwa sumber daya tidak mengenal kata terbatas. Keinginan manusia sebenarnya yang terbatas (QS. Al-Qomar : 49) Semua teori yang dikembangkan oleh ilmu ekonomi konvensional ditolak dan dibuang. Untuk itu diperlukan penggalian lagi qur’an dan hadist terhadap teori baru
  • 6.
    Pemikiran Baqr As-Sadr Ekonomi Islamadalah jalan yang di pilih oleh umat Islam untuk dijalani dalam rangka mencapai kehidupan ekonominya dan dalam memecahkan masalah ekonomi praktik sejalan dengan keadilan. ● Kepemilikan Multi Jenis (Multitype Ownership). ● Kepemilikan yang mutlak hanya terdapat pada Allah SWT ● Aspek pertama adalah aspek objektifitas atau keilmuan ● Aspek kedua produksi-aspek subjektivitas dan doktrin ● Dua cabang stategi : Doktrin dan strategi legislative Definisi Ekonomi Islam Teori Produksi Karakteristik Ekonomi Islam
  • 7.
    Pemikiran Baqr As-Sadr ● Kepemilikannegara adalah jenis kepemilikan yang paling banyak dimiliki ● Kepemilikan pribadi diperbolehkan namun dengan jumlah yang terbatas ● Untuk bahan-bahan mineral dan air, individu diperbolehkan sesuai kebutuhan ● Penyediaan akan terlaksananya Jaminan Sosial dalam masyarakat, ● Berkenaan dengan tercapainya keseimbaangan sosial dan ● Terkait adannya intervensi pemerintah dalam bidang ekonomi. Teori Distribusi Kekayaan Tanggung jawab pemerintah
  • 8.
  • 9.
    Madzab Meanstream Masalah ekonomiadalah adanya sumber daya yang terbatas dihadapkan dengan keinginan manusia yang tidak terbatas (QS. Al- Baqarah : 155) Kepuasan tidak boleh dilakukan semaunya tetapi dibatasi dengan aturan yang jelas dalam Islam Ekonomi Islam perlu dikembangkan namun tidak dengan membumihanguskan analisis yang bernilai dan berharga dari konvensional. Mengambil yang baik dan bermanfaat dari non muslim sama sekali tidak dilarang oleh ajaran Islam.
  • 10.
    Pemikiran Umer Chapra KebijakanMoneter • Target pertumbuhan dalam M dan Mo M • Cadangan Wajib Resmi • Alokasi kredit yang berorientasi kepada nilai Konsep Falah dan Hayattan Tayyibatan • Konsep kebahagiaan dunia- akhirat. • Analisis Chapra tentang kemiskinan dan kesenjangan Sistem Perbankan dan LKS • Bank syariah sebagai instrumen pendukung sistem keuangan Islam • Diskusi dengan ulama fikih dalam melakukan standarisasi produk dan jasa Konsep Negara Sejahtera Menurut Chapra, ‘sejahtera’ bukan berarti ‘yang kaya’ namun ‘yang ideal’ yaitu keadaan dimana terjadi keseimbangan antara keadaan material dan spiritual
  • 11.
  • 12.
    Madzab Alternatif Kritis MadzhabBaqr dikritik sebagai madzhab yang ingin menemukan sesuatu yang sudah ada dan sudah ditemukan oleh orang lain, bahkan sudah diamalkan oleh orang lain Madzhab mainstream dikritik karena merupakan jiplakan dari konvensional yang menghilangkan riba kemudian mengganti dengan zakat dan niat. Islam pasti benar, tetapi ekonomi Islam sebagai sebuah tafsir terhadap ajaran Islam belum tentu benar, dan seandainya benar maka kebenaran itu tidak bersifat mutlak.
  • 13.
    Kritik Model PemikiranEkis • Menurut Kuran ekonomi Islam tidak berasal dari ajaran Nabi Muhammad SAW • Euforia ekonomi Islam lebih merupakan semangat eksklusif untuk identitas dan bukan pada substansialitas. Konsep Ekonomi Islam • Menurut Kuran doktrin ekonomi Islam adalah sederhana • Ekonomi modern jauh lebih kompleks daripada ekonomi Arab abad ketujuh yang banyak dijadikan inspirasi dan model Islamis kontemporer perlu dikoreksi. Pemikiran Timur Kuran
  • 14.
    Konsep Riba danBunga • Timur kuran berpendapat bahwa Al- Qur’an melarang praktek riba yang melibatkan utang pinjaman yang tidak mampu untuk melakukan pembayaran • dalam konteks bunga, Kuran berpendangan bunga sangat diperlukan untuk kehidupan ekonomi Konsep Zakat • Zakat adalah satu-satunya ibadah yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan kehidupan masyarakat • Zakat diharapkan dapat meminimalisir kesenjangan pendapatan antara orang kaya dan miskin. • Untuk itu, zakat harus dikembalikan kepada konteksnya. Pemikiran Timur Kuran
  • 15.
    “Seandainya ada 100orang pejuang Islam, pastikan salah seorangnya adalah kamu. Seandainya ada 10 orang pejuang Islam, pastikan salah seorangnya adalah kamu. Seandainya hanya tinggal seorang pejuang Islam, pastikan dia adalah kamu” —Syekh Abu al-A’la al-Maududi
  • 16.