SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI
                      ISLAM
              DINASTI BANI UMAYYAH
                  H. ANAS ALHIFNI, SEI




19 January 2013          H. Anas Alhifni   1
Paska pemerintahan khulafa rarsyidin, lahir
  sebuah pemerintahan baru Islam yang di kenal
  dengan Bani Umayyah dimana pendirinya
  bernama Muawiyah bin Abu Sofyan.
Para sejarawan membagi dinasti ini menjadi dua

Dinasti bani umayyah yang berpusat di
 damaskus syiria ( muawiyah bin abu sofyan )
Dinasti bani umayyah yang berpusat di
 andalusia ( Walid bin abd. Malik )

19 January 2013     H. Anas Alhifni          2
• Masa pemerintahaan kekhalifahan Umayyah
  berlansung selama lebih kurang 90 tahun dimulai
  sejak sejak Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib
  menyerahkan kekuasaanya kepada Muawiyyah
  bin Abu Sufyan pada tanggal 25 Rabiul Awwal
  tahun 41 H/661 M, atau kira-kira 28 tahun
  setelah wafatnya Rasulullah SAW. Pemerintahan
  ini berakhir dengan kekalahan pasukan Khalifah
  Marwan bin Muhammad (khalifah Umayyah
  terakhir) dalam sebuah perperangan di sungai
  Zab (antara sungai Mosul dan Arbil), pada 751 M
  di bawah pimpinan Abul Abbas as-Saffah (khalifah
  pertama Pemerintahan Abbasiyah I)
19 January 2013       H. Anas Alhifni            3
Peta
                  kekuasaan Bani Umayyah




19 January 2013           H. Anas Alhifni   4
• Pada waktu Bani Umayyah berkuasa, daerah
  Islam membentang ke berbagai negara yang
  berada di benua Asia dan Eropa. Dinasti
  Umayyah, juga terus memperluas peta
  kekuasannya ke daerah Afrika Utara pada
  masa Kholifah Walid bin Abdul Malik , dengan
  mengutus panglimanya Musa bin Nushair
  yang kemudian ia diangkat sebagai
  gubernurnya. Musa juga mengutus Thariq bin
  Ziyad untuk merebut daerah Andalusia.
19 January 2013     H. Anas Alhifni          5
BEBERAPA KELEBIHAN DINASTI
              UMAYYAH
 Bani Umayyah selalu menghormati kalangan ilmuan dan
  orang-orang yang memiliki sifat-sifat utama. Mereka tidak
  pernah melakukan intervensi dalam hal-hal yang
  menyangkut peradilan.

 Penaklukan beberapa kota dan negeri hingga sampai ke
  wilayah Cina disebelah timur, negeri-negeri di Andalusia
  (Spanyol) dan selatan Perancis di sebelah barat sehingga
  pada masanya wilayah pemerintahan Islam mencapai
  wilayah yang sangat luas sepanjang sejarah Islam dan
  banyaknya manusia yang memeluk agama Islam

 Memproduksi tanah-tanah mati (lahan-lahan tidak
     produktif, pen) pembangunan berbagai kota, dan
     pembangunan yang megah. Alhifni
19 January 2013          H. Anas                   6
PENYIMPANGAN DINASTI UMAYYAH
1. Terjadi penyimpangan dalam penerapan aturan-
   aturan Islam sebagaimana yang telah
   dilaksanakan oleh Khulafaur al Rasyidun, di
   antaranya adalah:
       Pemilihan khalifah tidak dilaksanakan secara
            dmokratis, melainkan memulai tradisi pemerintahan
            Dinasti/monarchi heridetis (kerajaan turun temurun),
            yang tidak pernah dipraktik dan tidak dibenarkan
            pada masa pemerintahan Khulafaur al Rasyidun.
       Pemerintahan diperoleh dengan jalan kekerasan,
            diplomasi, tipu daya dan diselengarakan dengan cara
            otoriter,
       Penggunaan keuangan negara untuk tujuan di luar
            keperluan negara, H. Anas Alhifni
19 January 2013                                                7
Nama-nama khalifah bani umayyah
1.     Mu'awiyah I bin abi sufyan (41-61H/661-680M)
2.     Yazid bin mu'awiyah         (61-64H/680-83M)
3.     Mu'awiyah II bin yazid     (64-65H/683- 84M)
4.     Marwan bin hakam           (65-66H/684- 85M
5.     abdul malik bin marwan (66-86H/685-705M)
6.     Al-walid bin abdul malik (86-97H/705-715M)
7.     Sulaiman bin Abdul malik(97-99H/715-717M)
8.     Umar bin abdul aziz       (99-102H/717-720M)
9.     Yazid bin abdul malik      (102-106H/720-724M)

19 January 2013          H. Anas Alhifni            8
10. Hisyam bin abdul malik (106-126H/724-
  743M)
11. Al-walid II bin yazid (126-127H/743-744M)
12. Marwan II bin muhammad (127-133H/744-
  751M)




19 January 2013    H. Anas Alhifni          9
Jejak rekam perekonomian Dinasti
             Bani Umayyah
1. Khalifah Muawiyah bin Abu Sofyan

 Mampu membangun sebuah masyarakat muslim yang
     tertata rapi,
 Membangun layanan pos (al-barid)
 Membentuk kekuatan militer Islam yang terorganisir dan
     disiplin tinggi
 Mencetak mata uang
 Mengembangkan jabatan qadi (hakim) sebagai jabatan
     professional.
 Menerapkan kebijakan pemberian gaji tetap kepada para
     tentara
 Membentuk petugas khusus yang memungut pajak
     ( Shohibul Kharaj )
19 January 2013          H. Anas Alhifni               10
2. Khalifah Abdul Malik bin Marwan
      Mengembangkan pemikiran yang serius terhadap
   penerbitan dan pengaturan uang dalam masyarakat
   Islam, pada tahun 689 M beliau mencetak mata uang
   Islam tersendiri yang mencantumkan kalimat
   Bismillahirahmanirrahim     dan   mendistribusikan
   keseluruh wilayah Islam serta melarang pemakaian
   mata uang lain.

 Menjatuhkan hukuman kepada mereka yang mencetak
  mata uang di luar percetakan Negara.

 Melakukan berbagai pembenahan administrasi
  pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab
  sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam.

19 January 2013         H. Anas Alhifni              11
3. Khalifah Umar bin Abdul Aziz
     Ketika diangkat menjadi Khalifah, Umar bin
   Abdul Aziz mengumpulkan rakyat dan
   mengumumkan serta menyerahkan seluruh harta
   kekayaan pribadi dan keluarganya yang diperoleh
   secara tidak wajar kepada baitul maal, seperti;
   tanah-tanah perkebunan di Maroko, berbagai
   tunjangan yang di Yamamah, Mukaedes, Jabal Al
   Wars, Yaman dan Fadak, hingga cincin berlian
   pemberian Al Walid.
     Selama berkuasa beliau juga tidak mengambil
   sesuatupun dari baitul maal, termasuk
   pendapatan Fai yang telah menjadi haknya.

Memprioritaskan pembangunan dalam negeri.
19 January 2013       H. Anas Alhifni            12
Dalam melakukan berbagai kebijakannya, Khalifah
       Umar bin Abdul Aziz lebih bersifat melindungi dan
       meningkatkan taraf hidup masyarakat secara
       keseluruhan.


      Memperbaiki tanah pertanian, menggali sumur-
       sumur, pembangunan jalan-jalan, pembuatan tempat-
       tempat penginapan musafir, dan menyantuni fakir
       miskin. Berbagai kebijakan ini berhasil meningkatkan
       taraf hidup masyarakat secara keseluruhan hingga
       tidak ada lagi yang mau menerima zakat.

19 January 2013            H. Anas Alhifni               13
 Menetapkan gaji pejabat sebesar 300 dinar dan
  dilarang pejabat tersebut melakukan kerja sampingan.
  Selain itu pajak yang dikenakan kepada non-muslim
  hanya berlaku kepada tiga profesi, yaitu pedagang,
  petani, dan tuan tanah.

 Dalam bidang pertanian Khalifah Umar bin Abdul Aziz
  melarang penjualan tanah garapan agar tidak ada
  penguasaan lahan. Ia memerintahkan amirnya untuk
  memanfaatkan semaksimal mungkin lahan yang ada.
  Dalam menetapkan sewa tanah, khalifah menerapkan
  prinsip keadilan dan kemurahan hati. Ia melarang
  memungut sewa terhadap tanah yang tidak subur dan
  jika tanah itu subur, pengambilan sewa harus
  memperhatikan tingkat kesejahteraan hidup petani
  yang bersangkutan.

19 January 2013        H. Anas Alhifni              14
Menerapkan kebijakan otonomi daerah.
 Setiap wilayah Islam mempunyai wewenang
 untuk mengelola zakat dan pajak secara
 sendiri-sendiri dan tidak mengharuskan
 menyerahkan upeti kepada pemerintah pusat.
 Bahkan sebaliknya pemerintah pusat akan
 memberikan bantuan subsidi kepada wilayah
 Islam yang pendapatan zakat dan pajaknya
 tidak memadai. Dan juga memberlakukan
 sistem subsidi antar wilayah, dari yang surplus
 ke yang pendapatannya kurang.

19 January 2013      H. Anas Alhifni           15
Dalam menerapkan Negara yang adil dan makmur, Khalifah
       Umar bin Abdul Aziz menjadikan jaminan social sebagai
       landasan pokok. Khalifah juga membuka jalur perdagangan
       bebas, baik didarat maupun dilaut, sebagai upaya
       peningkatan taraf kehidupan masyarakat. Pemerintah
       menghapus bea masuk dan menyediakan berbagai bahan
       kebutuhan sebanyak mungkin dengan harga yang
       terjangkau.

      Pada masa-masa pemerintahannya, sumber-sumber
       pemasukan Negara berasal dari zakat, hasil rampasan
       perang, pajak penghasilan pertanian, dan hasil pemberian
       lapangan kerja produktif kepada masyarakat luas.

      Yang paling menonjol pada masa ini adalah, kembalinya
       syariat   Islam  dengan    semua     ketinggian   dan
       kesempurnaannya untuk mewarnai seluruh aspek
       kehidupan.
19 January 2013              H. Anas Alhifni                 16
Ulama- ulama pada saat itu
Zaid bin Ali (80-120/699-738) Ba’i
Abu Hanifah (80-150/699-767) Ba’I salam
Abu Yusuf ( 731-798 ) Pajak




19 January 2013         H. Anas Alhifni   17

Materi 3

  • 1.
    SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM DINASTI BANI UMAYYAH H. ANAS ALHIFNI, SEI 19 January 2013 H. Anas Alhifni 1
  • 2.
    Paska pemerintahan khulafararsyidin, lahir sebuah pemerintahan baru Islam yang di kenal dengan Bani Umayyah dimana pendirinya bernama Muawiyah bin Abu Sofyan. Para sejarawan membagi dinasti ini menjadi dua Dinasti bani umayyah yang berpusat di damaskus syiria ( muawiyah bin abu sofyan ) Dinasti bani umayyah yang berpusat di andalusia ( Walid bin abd. Malik ) 19 January 2013 H. Anas Alhifni 2
  • 3.
    • Masa pemerintahaankekhalifahan Umayyah berlansung selama lebih kurang 90 tahun dimulai sejak sejak Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib menyerahkan kekuasaanya kepada Muawiyyah bin Abu Sufyan pada tanggal 25 Rabiul Awwal tahun 41 H/661 M, atau kira-kira 28 tahun setelah wafatnya Rasulullah SAW. Pemerintahan ini berakhir dengan kekalahan pasukan Khalifah Marwan bin Muhammad (khalifah Umayyah terakhir) dalam sebuah perperangan di sungai Zab (antara sungai Mosul dan Arbil), pada 751 M di bawah pimpinan Abul Abbas as-Saffah (khalifah pertama Pemerintahan Abbasiyah I) 19 January 2013 H. Anas Alhifni 3
  • 4.
    Peta kekuasaan Bani Umayyah 19 January 2013 H. Anas Alhifni 4
  • 5.
    • Pada waktuBani Umayyah berkuasa, daerah Islam membentang ke berbagai negara yang berada di benua Asia dan Eropa. Dinasti Umayyah, juga terus memperluas peta kekuasannya ke daerah Afrika Utara pada masa Kholifah Walid bin Abdul Malik , dengan mengutus panglimanya Musa bin Nushair yang kemudian ia diangkat sebagai gubernurnya. Musa juga mengutus Thariq bin Ziyad untuk merebut daerah Andalusia. 19 January 2013 H. Anas Alhifni 5
  • 6.
    BEBERAPA KELEBIHAN DINASTI UMAYYAH  Bani Umayyah selalu menghormati kalangan ilmuan dan orang-orang yang memiliki sifat-sifat utama. Mereka tidak pernah melakukan intervensi dalam hal-hal yang menyangkut peradilan.  Penaklukan beberapa kota dan negeri hingga sampai ke wilayah Cina disebelah timur, negeri-negeri di Andalusia (Spanyol) dan selatan Perancis di sebelah barat sehingga pada masanya wilayah pemerintahan Islam mencapai wilayah yang sangat luas sepanjang sejarah Islam dan banyaknya manusia yang memeluk agama Islam  Memproduksi tanah-tanah mati (lahan-lahan tidak produktif, pen) pembangunan berbagai kota, dan pembangunan yang megah. Alhifni 19 January 2013 H. Anas 6
  • 7.
    PENYIMPANGAN DINASTI UMAYYAH 1.Terjadi penyimpangan dalam penerapan aturan- aturan Islam sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Khulafaur al Rasyidun, di antaranya adalah: Pemilihan khalifah tidak dilaksanakan secara dmokratis, melainkan memulai tradisi pemerintahan Dinasti/monarchi heridetis (kerajaan turun temurun), yang tidak pernah dipraktik dan tidak dibenarkan pada masa pemerintahan Khulafaur al Rasyidun. Pemerintahan diperoleh dengan jalan kekerasan, diplomasi, tipu daya dan diselengarakan dengan cara otoriter, Penggunaan keuangan negara untuk tujuan di luar keperluan negara, H. Anas Alhifni 19 January 2013 7
  • 8.
    Nama-nama khalifah baniumayyah 1. Mu'awiyah I bin abi sufyan (41-61H/661-680M) 2. Yazid bin mu'awiyah (61-64H/680-83M) 3. Mu'awiyah II bin yazid (64-65H/683- 84M) 4. Marwan bin hakam (65-66H/684- 85M 5. abdul malik bin marwan (66-86H/685-705M) 6. Al-walid bin abdul malik (86-97H/705-715M) 7. Sulaiman bin Abdul malik(97-99H/715-717M) 8. Umar bin abdul aziz (99-102H/717-720M) 9. Yazid bin abdul malik (102-106H/720-724M) 19 January 2013 H. Anas Alhifni 8
  • 9.
    10. Hisyam binabdul malik (106-126H/724- 743M) 11. Al-walid II bin yazid (126-127H/743-744M) 12. Marwan II bin muhammad (127-133H/744- 751M) 19 January 2013 H. Anas Alhifni 9
  • 10.
    Jejak rekam perekonomianDinasti Bani Umayyah 1. Khalifah Muawiyah bin Abu Sofyan  Mampu membangun sebuah masyarakat muslim yang tertata rapi,  Membangun layanan pos (al-barid)  Membentuk kekuatan militer Islam yang terorganisir dan disiplin tinggi  Mencetak mata uang  Mengembangkan jabatan qadi (hakim) sebagai jabatan professional.  Menerapkan kebijakan pemberian gaji tetap kepada para tentara  Membentuk petugas khusus yang memungut pajak ( Shohibul Kharaj ) 19 January 2013 H. Anas Alhifni 10
  • 11.
    2. Khalifah AbdulMalik bin Marwan  Mengembangkan pemikiran yang serius terhadap penerbitan dan pengaturan uang dalam masyarakat Islam, pada tahun 689 M beliau mencetak mata uang Islam tersendiri yang mencantumkan kalimat Bismillahirahmanirrahim dan mendistribusikan keseluruh wilayah Islam serta melarang pemakaian mata uang lain.  Menjatuhkan hukuman kepada mereka yang mencetak mata uang di luar percetakan Negara.  Melakukan berbagai pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam. 19 January 2013 H. Anas Alhifni 11
  • 12.
    3. Khalifah Umarbin Abdul Aziz  Ketika diangkat menjadi Khalifah, Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan rakyat dan mengumumkan serta menyerahkan seluruh harta kekayaan pribadi dan keluarganya yang diperoleh secara tidak wajar kepada baitul maal, seperti; tanah-tanah perkebunan di Maroko, berbagai tunjangan yang di Yamamah, Mukaedes, Jabal Al Wars, Yaman dan Fadak, hingga cincin berlian pemberian Al Walid.  Selama berkuasa beliau juga tidak mengambil sesuatupun dari baitul maal, termasuk pendapatan Fai yang telah menjadi haknya. Memprioritaskan pembangunan dalam negeri. 19 January 2013 H. Anas Alhifni 12
  • 13.
    Dalam melakukan berbagaikebijakannya, Khalifah Umar bin Abdul Aziz lebih bersifat melindungi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan. Memperbaiki tanah pertanian, menggali sumur- sumur, pembangunan jalan-jalan, pembuatan tempat- tempat penginapan musafir, dan menyantuni fakir miskin. Berbagai kebijakan ini berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan hingga tidak ada lagi yang mau menerima zakat. 19 January 2013 H. Anas Alhifni 13
  • 14.
     Menetapkan gajipejabat sebesar 300 dinar dan dilarang pejabat tersebut melakukan kerja sampingan. Selain itu pajak yang dikenakan kepada non-muslim hanya berlaku kepada tiga profesi, yaitu pedagang, petani, dan tuan tanah.  Dalam bidang pertanian Khalifah Umar bin Abdul Aziz melarang penjualan tanah garapan agar tidak ada penguasaan lahan. Ia memerintahkan amirnya untuk memanfaatkan semaksimal mungkin lahan yang ada. Dalam menetapkan sewa tanah, khalifah menerapkan prinsip keadilan dan kemurahan hati. Ia melarang memungut sewa terhadap tanah yang tidak subur dan jika tanah itu subur, pengambilan sewa harus memperhatikan tingkat kesejahteraan hidup petani yang bersangkutan. 19 January 2013 H. Anas Alhifni 14
  • 15.
    Menerapkan kebijakan otonomidaerah. Setiap wilayah Islam mempunyai wewenang untuk mengelola zakat dan pajak secara sendiri-sendiri dan tidak mengharuskan menyerahkan upeti kepada pemerintah pusat. Bahkan sebaliknya pemerintah pusat akan memberikan bantuan subsidi kepada wilayah Islam yang pendapatan zakat dan pajaknya tidak memadai. Dan juga memberlakukan sistem subsidi antar wilayah, dari yang surplus ke yang pendapatannya kurang. 19 January 2013 H. Anas Alhifni 15
  • 16.
    Dalam menerapkan Negarayang adil dan makmur, Khalifah Umar bin Abdul Aziz menjadikan jaminan social sebagai landasan pokok. Khalifah juga membuka jalur perdagangan bebas, baik didarat maupun dilaut, sebagai upaya peningkatan taraf kehidupan masyarakat. Pemerintah menghapus bea masuk dan menyediakan berbagai bahan kebutuhan sebanyak mungkin dengan harga yang terjangkau. Pada masa-masa pemerintahannya, sumber-sumber pemasukan Negara berasal dari zakat, hasil rampasan perang, pajak penghasilan pertanian, dan hasil pemberian lapangan kerja produktif kepada masyarakat luas. Yang paling menonjol pada masa ini adalah, kembalinya syariat Islam dengan semua ketinggian dan kesempurnaannya untuk mewarnai seluruh aspek kehidupan. 19 January 2013 H. Anas Alhifni 16
  • 17.
    Ulama- ulama padasaat itu Zaid bin Ali (80-120/699-738) Ba’i Abu Hanifah (80-150/699-767) Ba’I salam Abu Yusuf ( 731-798 ) Pajak 19 January 2013 H. Anas Alhifni 17