EKONOMI ISLAM


Disusu Oleh
L/O/G/O
Fitrianto Adi Saputro
Mochamad Fajri Ansari
Muhammad Nurmansyah Santosa
Definisi
1. Sistem ekonomi Islam : Penyelenggaraan kegiatan
   perekonomian baik yang berhubungan dengan produksi,
   konsumsi distribusi ataupun penukaran yang berlandaskan
   pada asas syariat islam, yaitu Al-Qur’an dan SunnahRasul.
2. Lembaga ekonomi Islam : Suatu lembaga yang bergerak di
   bidang ekonomi yang berlandaskan pada syariat islam
   yaitu tidak hanya mengutamakan keuntungan tapi juga
   meningkatkan kehidupan social masyarakat.
3. Ekonomi dalam Islam : Ilmu yang mempelajari segala
   perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
   dengan tujuan memperoleh falah (kedamaian dan
   kesejahteraan dunia – akhirat).
A. Konsep Ekonomi Islam
 Ekonomi islam pada hakikatnya bukanlah
 sebuah ilmu dari sikap reaksioner terhadap
 fenomena ekonomi konvensional. Awal
 keberadaanya sama dengan awal keberadaan
 islam di muka bumi ini (1500 tahun yang lalu),
 karena ekonomi islam merupakan bagian yang
 tak terpisahkan dari islam sebagai sistem hidup.
 Islam yang diyakini sebagai konsep hidup tentu
 melingkupi ekonomi sebagai salah satu aktivitas
 hidup manusia. Jadi dapat dikatakan bahwa
 ekonomi islam merupakan aktivitas agama atau
 ibadah kita dalam berekonomi.
B. Sistem Ekonomi Islam
 Dalam sistem ekonom islam harus terikat dengan syariat islam,
 sebab segala aktivitas manusia ( termasuk kegiatan ekonomi) wajib
 tunduk kepada syariat islam. Sistem ekonomi islam adalah suatu
 konsep penyelenggaraan kegiatan kehidupan perekonomian baik
 yang berhubungan dengan produksi, distribusi, ataupun penukaran
 yang berlandaskan kepada syariat islam yaitu al-Qur’an dan as-
 Sunnah. Sistem ekonomi islam kontras dengan system ekonomi
 kapitalis yaitu sekulerisme di mana paham sekularisme yaitu
 pemisahan agama dari kehidupan.
 Dalam kapitalisme pemanfaatan kepemilikan tidak membuat
 batasan tatacaranya, dan tidak ada pula batasan jumlahnya. Sebab
 pada sistem ekonomi kapitalisme adalah cermin dari paham
 kebebasan (freedom/liberalisme) di bidang pemanfaatan hak milik.
 Seseorang boleh memiliki harta dalam jumlah berapa
Sistem Ekonomi
Berlandaskan Etika
 Sistem ekonomi yang berlandaskan etika diakui juga oleh pakar
 ekonomi barat antara lain Jack Austri seorang Prancis dalam
 bukunya “Islam dan Pengembangan Ekonomi” mengatakan islam
 adalah gabungan tatatanan kehidupan praktis dan sumber etika
 mulia. Antara keduanya terdapat ikatan yang sangat erat, tidak dapat
 dipisahkan.
 Menurut J.Preth kombinasi antara ekonomi dan etika ini bukanlah
 hal baru dalam islam. Sejak semula islam tidak mengenal pemisahan
 jasmani dan rohani. Dalam islam kita menemukan praktek – praktek
 bisnis yang menggabungkan antara etika dan ekonomi, seperti
 larangan untuk mengurangi takaran atau timbangan, larangan
 memakan riba, anjuran untuk menafkahkan harta yang dimiliki, agar
 tidak menumpuk pada orang – orang tertentu larangan bersifat kikir.
C. Prinsip Ekonomi Islam

a) Ekonomi Ilahiah (robbany) semua aktivitas
   manusia termasuk ekonomi harus selalu
   bersandar kepada Tuhan.
b) Dalam ajaran islam tidak ada pemisahan
   antara dunia dan akhirat, berarti dalam
   mencari rizki harus halal lagi baik.
D. Tujuan Ekonomi Islam
Secara umum tujuan ekonomis islam adalah:
•   Untuk meningkatkan ekonomi umat supaya lebih makmur atau
    meningkatkan tarap hidup ke arah yang lebih baik
•   Menciptakan ekonomi umat yang adil dan merata
•   Mewujudkan perekonomian yang stabil, namun tidak menghambat laju
    pertumbuhan ekonomi masyarakat
•   Mewujudkan perekonomian yang serasi, damai, bersatu, dalam suasana
    kekeluargaan sesama umat, menghilangkan nafsu menguasai atau serakah
•   Mewujudkan perekonomian yang menjamin kemerdekaan dalam hal
    produksi, distribusi serta menumbuhkan rasa kebersamaaan
•   Mewujudkan peri kehidupan ekonomi yang tidak membuat kerusakan di
    muka bumi, sehingga kelestarian alam dapat dijaga dengan sebaik –
    baiknya, baik alam fisik, kultural, social maupun spiritual keagamaan.
•   Menciptakan ekonomi yang mandiri
E. Lembaga Ekonomi Islam
     Lembaga keuangan di Indonesia yang berbasis syariah Islam
     disebut LKS dibedakan menjadi dua yaitu LKS Bank dan LKS
     yang bukan bank. Komponen yang termasuk dalam kategori
     lembaga keuangan syariah adalah:
1)   Bank Umum Syariah
     Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya
     memberikan kredit dan jasa – jasa lain dalam lalu lintas
     pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi disesuaikan
     dengan prinsip – prinsip syariah.
2)   BPR Syariah (Badan Perkreditan Rakyat Syariah)
     BPRS menurut UU perbankan No.7 tahun 1992 adalah lembaga
     keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk
     deposito berjangka tabungan, dan/ atau bentuk lainnya yang
     dipersamakan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha
     BPR
Bentuk – bentuk penyaluran dan dana BPR Syariah
•    Pembiayaan Mudharabah bank menyediakan modal bagi nasabah (pengusaha)
     kemudian dikelola keuntungan yang diperoleh akan dibagi (perjanjian bagi hasil)
     sesuai dengan kesepakatan.
•    Pembiayaan musyawarah bank dan pengusaha bersama – sama membiayai suatu
     proyek dan dikelola secara bersama – sama. Keuntungan akan dibagi sesuai
     dengan penyertaan masing – masing pihak.
•    Pembiayaan Bai’u Bithaman Ajil, bank menyediakan dana untuk pembelian
     sesuatu barang atau asset yang dibutuhkan oleh nasabah guna mendukung usaha
     atau proyek yang sedang di usahakan.
3) BMT (Baitul Mal Wattamwil)
     Prinsip operasional BMT tidak jauh berbeda dengan BPRS yakni
     menggunakan 3 prinsip:
1.   Prinsip bagi hasil mudharabah, musyarakah, muzaroah dan muzaqah
2.   Sistem jual beli
3.   Sistem non profit contoh Qordul Hasan
4)   Asuransi Syariah
5)   Pegadaian Syariah
     Tugas pokoknya adalah memberikan pinjaman kepada masyarakat atas dasar
     hukum gadai agar masyarakat tidak dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan
     informal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari
     masyarakat. Gadai dalam fiqih disebut rahn, yang menurut bahasa adalah nama
     barang yang dijadikan sebagai jaminan kepercayaan sedangkan menurut syariah
     artinya menyandera sejumlah harta yang diserahkan sebagai jaminan secara hak,
     tetapi dapat diambil kembali sebagai tebusan.
6)   Pasar Modal Syariah
     Pasar modal syariah adalah kegiatan yang berhubungan dengan
     perdagangan efek syariah perusahaan public yang berkaitan
     dengan efek yang diterbitkan, serta lembaga profesi yang berkaitan
     dengannya dimana semua produk dan mekanisme operasionalnya
     berjalan tidak bertentangan dengan hukum muamalat islam.
7)   Reksadana Syariah
     Reksadana Syariah mengandung pengertian sebagai reksadana
     yang pengelolaanya dan kebijakan investasinya mengacu pada
     syariat islam. Misalnya tidak menginvestasikan pada saham –
     saham atau obligasi dari perusahaan yang pengelolaanya atau
     produknya bertentangan dengan syariat islam. Seperti pabrik
     makanan/minuman yang mengandung alkohol, daging babi, roko
     dan tembakau, jasa keuangan konvensional, pertahanan dan
     persenjataan serta bisnis hiburan yang berbau maksiat.
8)   Koperasi Syariah
     Koperasi adalah lembaga usaha yang dinilai cocok untuk memberdayakan
     rakyat kecil. Nilai – nilai koperasi juga mulia seperti keadilan,
     kebersamaan, kekeluargaan dan kesejahteraan bersama koperasi dalam
     islam disebut syirkah. Syirkah adalah salah satu bentuk kerjasama dagang
     dengan rukun dan syarat – syarat tertentu, yang dalam hukum positif
     disebut dengan perserikatan dagang.
     Dalam koperasi syariah ada 2 prinsif dasar yaitu syirkah mufawadah dan
     syirkatul inan.
1.   Syirkah mufawadhah adalah perkongsian antara 2 orang atau lebih,
     dengan masing – masing pihak memberikan kontribusi dana (simpanan
     pokok) wajib yang sama. Sedangkan simpanan suka rela tergantung pada
     masing – masing anggota.
2.   Syirkatul inan yaitu perkongsian 2 orang atua lebih dengan kontribusi
     dana dari masing – masing anggota kongsi bervarias. Dana itu
     dikembangkan bersama – sama dan pembagian keuntungan berdasarkan
     kesepakatan bersama.
F. Perbedaan Ekonomi Islam
   dan Ekonomi Konvensional
a)   Sumber (epistimology) dan tujuan kehidupan
     Ekonomi islam berazaskan pada Al-Qur’an dan Al-Sunnah serta ijtihad, perkara –
     perkara asas muamalah dijelaskan dalam bentuk suruhan dan larangan. Suruhan
     dan larangan tersebut bertujuan untuk membangun keseimbangan rohani dan
     jasmani manusia yang berazaskan tauhid. Ekonomi konvensional lahir
     berdasarkan pemikiran manusia yang bisa berubah berdasarkan waktu sehingga
     tidak bersifat kekal dan selalu membutuhkan perubahan – perubahan, bahkan
     terkadang mengabaikan aspek etika dan moral tergantung untuk kepentingan apa
     dan siapa.
b)   Masalah kelangkaan dan pilihan
     Dalam ekonomi konvensional masalah ekonomi timbul karena adanya kelangkaan
     sumber daya yang dihadapkan pada keinginan manusia yang tidak terbatas.
     Dalam islam, islam kelangkaan sifatnya relatif bukan kelangkaan yang absolut
     dan hanya terjadi pada 1 dimensi ruang dan waktu tertentu saja dan kelangkaan
     tersebut timbul karena manusia tidak memiliki kemampuan untuk mengelola
     sumber daya yang telah diciptakan allah.
c)   Konsep harta dan kepemilikan
     Semua harta adalah milik allah, “milik allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.
     Allah maha kuasa atas segala sesuatu.”
     Dalam islam kepemilikan pribadi, baik atas barang konsumsi ataupun barang modal sangat
     dihormati walaupun hakikatnya tidak mutlak dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan
     dengan kepentingan orang lain adalah ajaran islam. Sementara itu dalam ekonomi kapitalis,
     kepemilikan bersifat mutlak dan pemanfaatannya bebas, sedangkan dalam ekonomi konvensional
     lainnya (khusus di kalangan sosialis) justru sebaliknya, kepemilikan pribadi tidak diakui, yang ada
     kepemilikan negara.
     Salah satu karakteristik ekonomi islam mengenai harta yang tidak terdapat dalam perekonomian
     lain adalah zakat.
d)   Konsep bunga
     Suatu system ekonomi islam harus bebas dari bunga (riba) karena riba merupakan pemerasan
     kepada orang yang terdesak atas kebutuhan. Dalam islam system yang diterima adalah system bagi
     hasil (profit sharing) system ini berorientasi pemenuhan kemaslahatan hidup umat manusia
     sedangkan dalam system konvensional adanya riba. Pada system riba yang selalu diuntungkan
     adalah orang yang punya modal akhirnya yang kaya makin kaya. Perbedaaan kaya dan miskin
     sangat jauh jurang pemisahanya yang menimbulkan kesenjangan yang sangat tinggi.
G. Manfaat Mengamalkan
   Ekonomi Islam
 Mengamalkan ekonomi islam jelas mendatangkan
 manfaat yang besar bagi ummat islam itu sendiri,
 pertama mewujudkan integritas seorang muslim
 yang kaffah, sehingga islam tidak lagi parsial. Bila
 ummat islam masih bergelut dan mengamalkan
 ekonomi ribawi, berarti keislamannya belum kaffah
 sebab ajaran ekonomi islam dibatalkan.
H. Penutup
 Islam menawarkan konsep musyarakah atau profit loss sharing,
 mudharabah atau profit – sharing, murabahah atau cozt plus margin bai’I
 bit sama ajil, qardhul atau pinjaman kebajikan tanpa imbalan apapun
 kecuali pengembalian pokok pinjaman.
 Islam tidak melarang utang dan juga tidak menganjurkannya tetapi
 sebaiknya dihindarkan. Sebagai solusi, ajaran islam menganjurkan
 perubahan status utang piutang menjadi kemitraan bisnis non magrib
 yaitu non maisyir, non gharar, dan non ribawi.
 Dalam rangka membantu mengatasi masalah kemiskinan dan
 ketimpangan, konsep zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ziskaf) yang telah
 lama dilalaikan oleh umat maupun pemerintah, sudah waktunya untuk
 dibangkitkan dan dihidupkan kembali.

Ekonomi islam

  • 1.
    EKONOMI ISLAM Disusu Oleh L/O/G/O FitriantoAdi Saputro Mochamad Fajri Ansari Muhammad Nurmansyah Santosa
  • 2.
    Definisi 1. Sistem ekonomiIslam : Penyelenggaraan kegiatan perekonomian baik yang berhubungan dengan produksi, konsumsi distribusi ataupun penukaran yang berlandaskan pada asas syariat islam, yaitu Al-Qur’an dan SunnahRasul. 2. Lembaga ekonomi Islam : Suatu lembaga yang bergerak di bidang ekonomi yang berlandaskan pada syariat islam yaitu tidak hanya mengutamakan keuntungan tapi juga meningkatkan kehidupan social masyarakat. 3. Ekonomi dalam Islam : Ilmu yang mempelajari segala perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan memperoleh falah (kedamaian dan kesejahteraan dunia – akhirat).
  • 3.
    A. Konsep EkonomiIslam Ekonomi islam pada hakikatnya bukanlah sebuah ilmu dari sikap reaksioner terhadap fenomena ekonomi konvensional. Awal keberadaanya sama dengan awal keberadaan islam di muka bumi ini (1500 tahun yang lalu), karena ekonomi islam merupakan bagian yang tak terpisahkan dari islam sebagai sistem hidup. Islam yang diyakini sebagai konsep hidup tentu melingkupi ekonomi sebagai salah satu aktivitas hidup manusia. Jadi dapat dikatakan bahwa ekonomi islam merupakan aktivitas agama atau ibadah kita dalam berekonomi.
  • 4.
    B. Sistem EkonomiIslam Dalam sistem ekonom islam harus terikat dengan syariat islam, sebab segala aktivitas manusia ( termasuk kegiatan ekonomi) wajib tunduk kepada syariat islam. Sistem ekonomi islam adalah suatu konsep penyelenggaraan kegiatan kehidupan perekonomian baik yang berhubungan dengan produksi, distribusi, ataupun penukaran yang berlandaskan kepada syariat islam yaitu al-Qur’an dan as- Sunnah. Sistem ekonomi islam kontras dengan system ekonomi kapitalis yaitu sekulerisme di mana paham sekularisme yaitu pemisahan agama dari kehidupan. Dalam kapitalisme pemanfaatan kepemilikan tidak membuat batasan tatacaranya, dan tidak ada pula batasan jumlahnya. Sebab pada sistem ekonomi kapitalisme adalah cermin dari paham kebebasan (freedom/liberalisme) di bidang pemanfaatan hak milik. Seseorang boleh memiliki harta dalam jumlah berapa
  • 5.
    Sistem Ekonomi Berlandaskan Etika Sistem ekonomi yang berlandaskan etika diakui juga oleh pakar ekonomi barat antara lain Jack Austri seorang Prancis dalam bukunya “Islam dan Pengembangan Ekonomi” mengatakan islam adalah gabungan tatatanan kehidupan praktis dan sumber etika mulia. Antara keduanya terdapat ikatan yang sangat erat, tidak dapat dipisahkan. Menurut J.Preth kombinasi antara ekonomi dan etika ini bukanlah hal baru dalam islam. Sejak semula islam tidak mengenal pemisahan jasmani dan rohani. Dalam islam kita menemukan praktek – praktek bisnis yang menggabungkan antara etika dan ekonomi, seperti larangan untuk mengurangi takaran atau timbangan, larangan memakan riba, anjuran untuk menafkahkan harta yang dimiliki, agar tidak menumpuk pada orang – orang tertentu larangan bersifat kikir.
  • 6.
    C. Prinsip EkonomiIslam a) Ekonomi Ilahiah (robbany) semua aktivitas manusia termasuk ekonomi harus selalu bersandar kepada Tuhan. b) Dalam ajaran islam tidak ada pemisahan antara dunia dan akhirat, berarti dalam mencari rizki harus halal lagi baik.
  • 7.
    D. Tujuan EkonomiIslam Secara umum tujuan ekonomis islam adalah: • Untuk meningkatkan ekonomi umat supaya lebih makmur atau meningkatkan tarap hidup ke arah yang lebih baik • Menciptakan ekonomi umat yang adil dan merata • Mewujudkan perekonomian yang stabil, namun tidak menghambat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat • Mewujudkan perekonomian yang serasi, damai, bersatu, dalam suasana kekeluargaan sesama umat, menghilangkan nafsu menguasai atau serakah • Mewujudkan perekonomian yang menjamin kemerdekaan dalam hal produksi, distribusi serta menumbuhkan rasa kebersamaaan • Mewujudkan peri kehidupan ekonomi yang tidak membuat kerusakan di muka bumi, sehingga kelestarian alam dapat dijaga dengan sebaik – baiknya, baik alam fisik, kultural, social maupun spiritual keagamaan. • Menciptakan ekonomi yang mandiri
  • 8.
    E. Lembaga EkonomiIslam Lembaga keuangan di Indonesia yang berbasis syariah Islam disebut LKS dibedakan menjadi dua yaitu LKS Bank dan LKS yang bukan bank. Komponen yang termasuk dalam kategori lembaga keuangan syariah adalah: 1) Bank Umum Syariah Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa – jasa lain dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi disesuaikan dengan prinsip – prinsip syariah. 2) BPR Syariah (Badan Perkreditan Rakyat Syariah) BPRS menurut UU perbankan No.7 tahun 1992 adalah lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka tabungan, dan/ atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR
  • 9.
    Bentuk – bentukpenyaluran dan dana BPR Syariah • Pembiayaan Mudharabah bank menyediakan modal bagi nasabah (pengusaha) kemudian dikelola keuntungan yang diperoleh akan dibagi (perjanjian bagi hasil) sesuai dengan kesepakatan. • Pembiayaan musyawarah bank dan pengusaha bersama – sama membiayai suatu proyek dan dikelola secara bersama – sama. Keuntungan akan dibagi sesuai dengan penyertaan masing – masing pihak. • Pembiayaan Bai’u Bithaman Ajil, bank menyediakan dana untuk pembelian sesuatu barang atau asset yang dibutuhkan oleh nasabah guna mendukung usaha atau proyek yang sedang di usahakan. 3) BMT (Baitul Mal Wattamwil) Prinsip operasional BMT tidak jauh berbeda dengan BPRS yakni menggunakan 3 prinsip:
  • 10.
    1. Prinsip bagi hasil mudharabah, musyarakah, muzaroah dan muzaqah 2. Sistem jual beli 3. Sistem non profit contoh Qordul Hasan 4) Asuransi Syariah 5) Pegadaian Syariah Tugas pokoknya adalah memberikan pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai agar masyarakat tidak dirugikan oleh kegiatan lembaga keuangan informal yang cenderung memanfaatkan kebutuhan dana mendesak dari masyarakat. Gadai dalam fiqih disebut rahn, yang menurut bahasa adalah nama barang yang dijadikan sebagai jaminan kepercayaan sedangkan menurut syariah artinya menyandera sejumlah harta yang diserahkan sebagai jaminan secara hak, tetapi dapat diambil kembali sebagai tebusan.
  • 11.
    6) Pasar Modal Syariah Pasar modal syariah adalah kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan efek syariah perusahaan public yang berkaitan dengan efek yang diterbitkan, serta lembaga profesi yang berkaitan dengannya dimana semua produk dan mekanisme operasionalnya berjalan tidak bertentangan dengan hukum muamalat islam. 7) Reksadana Syariah Reksadana Syariah mengandung pengertian sebagai reksadana yang pengelolaanya dan kebijakan investasinya mengacu pada syariat islam. Misalnya tidak menginvestasikan pada saham – saham atau obligasi dari perusahaan yang pengelolaanya atau produknya bertentangan dengan syariat islam. Seperti pabrik makanan/minuman yang mengandung alkohol, daging babi, roko dan tembakau, jasa keuangan konvensional, pertahanan dan persenjataan serta bisnis hiburan yang berbau maksiat.
  • 12.
    8) Koperasi Syariah Koperasi adalah lembaga usaha yang dinilai cocok untuk memberdayakan rakyat kecil. Nilai – nilai koperasi juga mulia seperti keadilan, kebersamaan, kekeluargaan dan kesejahteraan bersama koperasi dalam islam disebut syirkah. Syirkah adalah salah satu bentuk kerjasama dagang dengan rukun dan syarat – syarat tertentu, yang dalam hukum positif disebut dengan perserikatan dagang. Dalam koperasi syariah ada 2 prinsif dasar yaitu syirkah mufawadah dan syirkatul inan. 1. Syirkah mufawadhah adalah perkongsian antara 2 orang atau lebih, dengan masing – masing pihak memberikan kontribusi dana (simpanan pokok) wajib yang sama. Sedangkan simpanan suka rela tergantung pada masing – masing anggota. 2. Syirkatul inan yaitu perkongsian 2 orang atua lebih dengan kontribusi dana dari masing – masing anggota kongsi bervarias. Dana itu dikembangkan bersama – sama dan pembagian keuntungan berdasarkan kesepakatan bersama.
  • 13.
    F. Perbedaan EkonomiIslam dan Ekonomi Konvensional a) Sumber (epistimology) dan tujuan kehidupan Ekonomi islam berazaskan pada Al-Qur’an dan Al-Sunnah serta ijtihad, perkara – perkara asas muamalah dijelaskan dalam bentuk suruhan dan larangan. Suruhan dan larangan tersebut bertujuan untuk membangun keseimbangan rohani dan jasmani manusia yang berazaskan tauhid. Ekonomi konvensional lahir berdasarkan pemikiran manusia yang bisa berubah berdasarkan waktu sehingga tidak bersifat kekal dan selalu membutuhkan perubahan – perubahan, bahkan terkadang mengabaikan aspek etika dan moral tergantung untuk kepentingan apa dan siapa. b) Masalah kelangkaan dan pilihan Dalam ekonomi konvensional masalah ekonomi timbul karena adanya kelangkaan sumber daya yang dihadapkan pada keinginan manusia yang tidak terbatas. Dalam islam, islam kelangkaan sifatnya relatif bukan kelangkaan yang absolut dan hanya terjadi pada 1 dimensi ruang dan waktu tertentu saja dan kelangkaan tersebut timbul karena manusia tidak memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya yang telah diciptakan allah.
  • 14.
    c) Konsep harta dan kepemilikan Semua harta adalah milik allah, “milik allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah maha kuasa atas segala sesuatu.” Dalam islam kepemilikan pribadi, baik atas barang konsumsi ataupun barang modal sangat dihormati walaupun hakikatnya tidak mutlak dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan orang lain adalah ajaran islam. Sementara itu dalam ekonomi kapitalis, kepemilikan bersifat mutlak dan pemanfaatannya bebas, sedangkan dalam ekonomi konvensional lainnya (khusus di kalangan sosialis) justru sebaliknya, kepemilikan pribadi tidak diakui, yang ada kepemilikan negara. Salah satu karakteristik ekonomi islam mengenai harta yang tidak terdapat dalam perekonomian lain adalah zakat. d) Konsep bunga Suatu system ekonomi islam harus bebas dari bunga (riba) karena riba merupakan pemerasan kepada orang yang terdesak atas kebutuhan. Dalam islam system yang diterima adalah system bagi hasil (profit sharing) system ini berorientasi pemenuhan kemaslahatan hidup umat manusia sedangkan dalam system konvensional adanya riba. Pada system riba yang selalu diuntungkan adalah orang yang punya modal akhirnya yang kaya makin kaya. Perbedaaan kaya dan miskin sangat jauh jurang pemisahanya yang menimbulkan kesenjangan yang sangat tinggi.
  • 15.
    G. Manfaat Mengamalkan Ekonomi Islam Mengamalkan ekonomi islam jelas mendatangkan manfaat yang besar bagi ummat islam itu sendiri, pertama mewujudkan integritas seorang muslim yang kaffah, sehingga islam tidak lagi parsial. Bila ummat islam masih bergelut dan mengamalkan ekonomi ribawi, berarti keislamannya belum kaffah sebab ajaran ekonomi islam dibatalkan.
  • 16.
    H. Penutup Islammenawarkan konsep musyarakah atau profit loss sharing, mudharabah atau profit – sharing, murabahah atau cozt plus margin bai’I bit sama ajil, qardhul atau pinjaman kebajikan tanpa imbalan apapun kecuali pengembalian pokok pinjaman. Islam tidak melarang utang dan juga tidak menganjurkannya tetapi sebaiknya dihindarkan. Sebagai solusi, ajaran islam menganjurkan perubahan status utang piutang menjadi kemitraan bisnis non magrib yaitu non maisyir, non gharar, dan non ribawi. Dalam rangka membantu mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan, konsep zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ziskaf) yang telah lama dilalaikan oleh umat maupun pemerintah, sudah waktunya untuk dibangkitkan dan dihidupkan kembali.