Pemberontakan yang dipimpin oleh Ibnu Hajar bertujuan untuk mendirikan Negara Islam Indonesia berdasarkan syariat Islam di tengah konflik dengan Belanda. Meskipun pemerintah Indonesia terlebih dahulu mencoba menyelesaikan masalah ini secara damai, Ibnu Hajar terus melakukan pemberontakan hingga akhirnya ditangkap pada tahun 1959 dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1965. Penyelesaian pemberontakan ini melibatkan operasi militer dan diplomasi.