1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bidang pendidikan sebagai suatu organisasi yang besar dan luas –
mulai dari tingkat pusat yang dipimpin oleh menteri, sampai tingkat
sekolah dipimpin oleh kepala sekolah— membutuhkan mekanisme
koordinasi yang efisien agar kegiatan berjalan efektif untuk mencapai
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Usaha-usaha yang dilakukan
di bidang pendidikan, mulai dari perencanaan, pengambilan keputusan,
pelaksanaan kegiatan sampai kepada monitoring dan evaluasi hasil
kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan pendidikan,
kesemuanya itu bermuara pada kegiatan pokok yang disebut belajar-
mengajar yang menjadi tugas dan tanggungjawab guru,
Ilmu pengelolaan sangat berperanan dalam kegiatan pendidikan,
terutama kaitannya dengan fungsi pengelolaan dan kepemimpinan agar
kegiatan yang dilaksanakan mencapai hasil optimal. Manajemen
pendidikan berkaitan dengan kegiatan pendidikan dalam konteks yang
luas, manajemen kelas berkaitan dengan kegiatan pendidikan dalam
konteks pembelajaran kelas.
Adalah bukan hal yang mudah untuk mengelola sebuah kelas agar
kelas menjadi efektif dan tujuan pembelajaran tercapai. Dalam setiap
pembelajaran akan ditemui beberapa masalah dalam memanajemen
sebuah kelas, oleh sebab itu dibutuhkan pemahaman yang mendalam
bagaimana mengahadapi suatu masalah dan hambatan dalam
peneglolaan kelas agar kelas menjadi efektif dan tujuan pembelajaran
dapat tercapai.
2
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang saya mengambil beberapa rumusan masalah, yakni:
1. Apa pengertian manajemen kelas?
2. Apa saja masalah-masalah manajemen kelas?
3. Bagaimana cara mengatasi masalah-masalah manajemen kelas?
C. Tujuan
Dari rumusan diatas dapat disimpulkan beberapa tujuan yang ingin
dicapai, yakni:
1. Mengetahui pengertian manajemen kelas.
2. Mengetahui masalah-masalah manajemen kelas.
3. Mengetahui cara mengatasi masalah-masalah manajemen kelas.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Manajemen Kelas
1. Pengertian Manajemen Kelas
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Manajemen adalah 1.
proses, cara, pembuatan mengelola, 2. Proses melakukan kegiatan
tertentu dengan menggerakkan tenaga orang lain. Berikut ini beberapa
pengertian manajemen kelas menurut beberapa ahli:
 Menurut John Jarolimek dan Clifford D. Foster
Manajemen kelas menunjuk kepada proses-proses yang
digunakan oleh guru untuk mengarahkan kelas melaksanakan
kegiatan-kegiatan pokok dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
pembelajaran kelas secara efisien, yang konsisten dengan
psikologi anak.
 Menurut Johana K. Lemlech (1986:61)
Manajemen kelas adalah kemajemukan dari kehidupan
kelas: merencanakan kurikulum, mengorganisasikan prosedur-
prosedur dan sumber-sumber, mengatur lingkungan untuk
memaksimalkan efisiensi, memantau kemajuan para siswa.
Mengantisipasi masalah-masalah potensial.
Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa
manajemen kelas adalah cara atau seni yang dilakukan guru
dalam mengarahkan anak untuk mencapai tujuan-tujan
pembelajaran. Manajemen kelas sangatlah penting untuk
mengurangi atau meminimalisir kelemahan-kelemahan atau
kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses
pembelajaran serta untuk memaksimalkan
penataan/pengelolaan kelas sehingga mewujudkan proses
belajar –mengajar yang efektif dan efisien.
4
2. Kegiatan Manajemen kelas
Kegiatan manajemen kelas secara garis besarnya meliputi dua (2)
kegiatan pokok pengaturan, terdiri dari :
a) Pengaturan orang (siswa)
Siswa adalah orang yang melakukan aktivitas dan kegiatan di kelas
yang ditempatkan sebagai objek dan arena perkembangan ilmu
pengetahuan dan kesadaran manusia, maka siswa bergerak kemudian
menduduki fungsi sebagai subjektif. Artinya siswa bukan barang atau
objek yang hanya dikenai akan tetapi juga merupakan objek yang memiliki
potensi dan pilihan untuk bergerak. Pergerakan yang terjadi dalam konteks
pencapaian tujuan tidak sembarang, artinya dalam hal ini fungsi guru tetap
memiliki proporsi yang benar untuk dapat membimbing, mengarahkan dan
memandu setiap aktivitas yang harus dilakukan siswa. Oleh karena itu
pengaturan orang atau siswa adalah bagaimana mengatur dan
menempatkan siswa dalam kelas sesuai dengan potensi intelektual dan
perkembangan emosionalnya. Siswa diberikan kesempatan untuk
memperoleh posisi dalam belajar yang sesuai dengan minat dan
keinginannya.
b) Pengaturan fasilitas
Aktivitas dalam kelas baik guru maupun siswa dalam kelas
kelangsungannya akan banyak dipengaruhi oleh kondisi dan situasi fisik
lingkungan kelas. Oleh karena itu lingkungan fisik kelas berupa sasaran
dan prasarana kelas harus dapat memenuhi dan mendukung interaksi yang
terjadi, sehingga harmonisasi kehidupan kelas dapat berlangsung dengan
baik dari permulaan masa kegiatan belajar mengajar sampai akhir - akhir
masa belajar mengajar.
Adapaun secara lebih terperinci kegiatan-kegiatan yang perlu
dilaksanakan guru dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek
manajemen kelas yang tertuang dalam bagan berikut :
5
3. Permasalah Pokok Manajemen Kelas
Masalah manajemen kelas dapat dikelompokkan ke dalam dua
kategori, yaitu: 1) masalah individu, 2) masalah kelompok. Masalah
individu maupun masalah kelompok dalam manajemen kelas pada
dasarnya merupakan permasalahan perilaku, baik yang dilakukan
individu anak maupun oleh kelompok atau nama kelompok yang dapat
menggangu suasana, ketertiban dan disiplin kelas,s ehinggga
menghambat proses kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu
perilaku menggangu atau perilaku menyimpang (misbehavior) mesti
ditangani secara serius agar proses belajar-mengajar menjadi efektif.
a) Masalah Individu
Dreikurs dan Cassel (1947:34-39) mengelomp[okkan masalah
perilaku individu anak yang menyimpang ke dalam empat (4)
jenis, yaitu:
 Attention-getting behavior (perilaku yang ingin mendapat
perhatian)
Kegiatan Pengelolaan Kelas
Mengatur orang
(Kondisi emosional):
- Tingkah laku
- Disiplin
- Minat/perhatian
- Gairah belajar
- Dinamika kelompok
- dsb
Mengatur fasilitas belajar-
mengajar (kondisi fisik):
- Ventilasi ruang kelas
- Cahaya
- Kenyamanan
- Tempat duduk
- Alat peraga
- dsb
6
 Power seeking behavior (perilaku yang mencari kekuatan)
 Revenge-seeking behavior (perilaku yang mencari
pemrusuhan)
 Display of inadequancy (peragaan ketidakmampuan)
b) Masalah Kelompok
Johnson dan Bany (1970) menjelasakan tujuh (7) kategori
sebagai masalah perilaku kelompok. Masalah0masalah yang
dimaksud sebagai berikut:
 Kelas tidak menyatu, yang disebabkan adanya
perbedaan jenis kelamin, suku, tingkat social ekonomi
maupuin SARA (Suku, Ras dan Agama);
 Penyimpangan kelas dari norma-norma perilaku dan
prosedur-prosedur tugas.
 Kelas mereaksi negative terhadap anggotanya.
 Kelas yang mendukung perilaku penyimpangan.
 Kelompok mudah beralih perhatiannya dari tugas yang
telah dilakukan.
 Moral kelas dan semangat kerja rendah, bersikap
menentang atau mereaksi agresif.
 Kelas tidak mampu menyesuaikan diri dengan
perubahan lingkungan.
7
B. Profil Sekolah
Berikut ini merupakan data sekolah dan kelas yang saya observasi:
1. Nama Sekolah : SD Negeri 20 Kota Serang
2. Alamat Sekolah : Jl. Yumaga No.6A 42112, Serang.
3. Nama Kepela Sekolah : Ida Saadiyah, S.Pd
4. Kelas : 4 (Empat)
5. Jumlah Siswa : 43 siswa, 3 siswa tidak masuk
6. Nama Guru : Heni, S.Pd
8
C. Proses Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
Saya mengamati pembelajaran mata pelajaran matematika di kelas
IV SD Negeri 29 Kota Serang dengan materi pembelajaran mengenai
Cermin, berikut rincian kegiatan pembelajarannya:
No.
Waktu
(WIB)
Nama
Kegiatan
Keterangan
1. 09.25 Masuk Kelas Pembelajaran ini merupakan pembelajaran
kedua setelah jam istirahat.
2. 9.25-9.30 Absensi Ketika akan memulai pembelajaran lagi,
guru mengabsensi siswa.
3. 9.30-11.15 Kegiatan
Pembelajaran
1. Pada saat akan memulai
pembelajaran guru membawa sebuah
cermin yang cukup besar.
2. Guru menyuruh siswa menyiapakan
alat-alat pembelajaran yang pada
sehari sebelumnya sudah di tugaskan
untuk dibawa sepeti buku berpetak,
pensil, penghapus dan penggaris,
serta membuka buku LKS mengenai
materi cermin.
3. Guru menyuruh beberapa siswa untuk
maju ke depan kelas dan bercermin
dengan cermin yang telah disediakan.
4. Guru bersama-sama dengan siswa
membuat kesimpulan mengenai
cermin.
5. Guru menggambarkan pencerminan
dipapan tulis untuk ditiru oleh siswa
dan dijelaskan cara kerjanya.
6. Siswa menggambar mengenai
9
pencerminan di buku berpetaknya
masing-masing.
7. Guru menugaskan siswa untuk
mengerjakan tugas yang ada pada
LKS untuk di gambar ulang di buku
berpetak mengenai cermin.
8. Guru membimbing siswa yang belum
mengerti untuk mengerjakan LKS.
9. Siswa mengumpulkan tugas yang
diberikan kepada guru untuk
diberikan nilai.
10. Siswa yang masih belum bisa
ditugaskan untuk mengerjakan ulang
dirumahnya.
4. 11.15 Pulang Siswa yang telah mengerjakan tugas
diperbolehkan untuk pulang terlebih dahulu,
sedangkan siswa yang belum selesai
ditugaskan untuk membawa tuasnya ke
rumah dan mengumpulkannya pada esok hari
D. Deskripsi Proses Pembelajaran
Secara keseluruhan saya melihat pembelajaran sudah berjalan dengan
cukup baik dan tujuan pembelajaran juga sudah tercapai, meskipun tidak
mengena pada seluruh siswa. Pada saat awal pembelajaran guru melakukan
apersepsi dengan melakukan absensi dan menyuruh siswa untuk
memperhatian guru dengan baik. Guru juga membawa cermin sebagai media
pembelajaran pada saat kegiatan pemebelajaran dimulai, guru menyuruh
beberapa siswa untuk maju ke depan kelas dan meragakan pencerminana.
Selanjutnya siswa membuat kesimpulan terhadap cermin tersebut dan guru
10
menjelaskan kembali pengertian cermin dengan jelas dari buku LKS (Lembar
Kerja Siswa) yang ada pada siswa sebagai buku sumber belajar.
Selanjutnya guru mengambar pencerminan di papan tulis, untuk
selanjutnya digambar kembali oleh siswa pada buku berpetak yang telah
diperintahkan guru sebelumnya untuk dibawa pada pembelajaran hari ini.
Guru menjelaskan perhitungan cara membuat atau menggambar pencerminan
dengan buku berpetak dengan jarak dan gambar yang sesuai, lalu guru
menugaskan siswa untuk mengerjakan sepuluh (10) soal yang ada pada LKS
mengenai penggambaran dan perhitungan pencerminan.
Setelah siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, siswa
diperbolehkan untuk pulang.
E. Masalah dalam Kegiatan Pembelajaran
Dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung dikelas empat (VI) SD
Negeri 20 ini terdapat masalah-masalah kecil yang mungkin saja terjadi
pada kegiatana pembelajaran lain dikelas lain maupun di sekolah lain.
Berikut ini masalah yang terdapat dalam kegiatan pembelajaran tersebut:
1. Suara Guru yang Tidak Terdengar Jelas
Ketika saya sedang mengamati kelas tersebut saya duduk di
bangku kelas paling belakang. Pada saat kegiatan pembelajaran
berlangsung saya tidak terlalu mendengar dengan jelas suara guru, hal
ini disebabkan oleh beberapa fakor, yakni; a) Suara guru yang kecil,
2) Ruang kelas yang terlalu luas, sehingga jarak depan kelas dengan
belakang kelas cukup jauh, 3) Kondisi kelas yang kurang kondusif
disebabkan beberapa siswa yang membuat kegaduhan seperti,
mengobrol, bercanda dan menyanyi, 4) Suara dari kelas lain,
peghalang kelas satu dengan kelas lainnya adalah papan yang tidak
kedap udara sehingga suara dari ruang kelas sebelah lumayan
terdengar jelas.
11
2. Pengkondisisan Siswa Kurang
Pada saat kegiatan pembelajaran dimulai memang mulanya siswa
terfokus pada guru karena adanya alat peraga cermin. Namun setelah
guru menjelaskan pengertian cermin, siswa kembali gaduh dengan
kegiatannya masing-masing seperti megobrol dengan temannya,
bercanda maupun bernyanyi. Hal ini disebabkan beberapa factor,
yakni; a) Guru hanya terfokus pada beberapa siswa saja yang duduk
di barisan depan tanpa membuat siswa yang lain untuk terfokus pada
guru dan pembelajaran, b) Guru tidak memantau seluruh kelas apakah
siswa seluaruhnya menulis atau menggambar apa yang guru
perintahkan atau tidak, c) Jumlah siswa yang terlalu banyak, dengan
jumlah siswa 40 guru mengalami kesulitan untuk mengkondisikan
kelas dengan siswa yang unik pada dasarnya.
3. Tujuan Pembelajaran Tidak Tercapai pada Seluruh Siswa
Karena beberapa masalah dan factor-faktor permasalahan diatas,
tujuan pembelajaran tidak dirasakan sepenuhnya oleh seluruh siswa,
hanya beberapa siswa saja yang dirasa telah paham mengenai materi
yang diajarkan oleh guru. Ketika saya melakukan observasipun,
banyak siswa yang menyanyakan kembali bagaimana cara
mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, bahkan beberapa siswa
tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru
dikarenakan kurang pemahamannya terhadap materi ajar.
F. Disiplin Kelas untuk Pemecahan Masalah dalam Kegiatan
Pembelajaran
Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada gading yang tak retak,
tidak ada pembelajaran yang sepenuhnya sempurna meskipun telah
dipersiapkan sedemikian rupa baiknya oleh pihak sekolah, pendidik,
tenaga pendidik maupun oleh siswa sendiri. Setiap kesalahan, hambatan
maupun masalah yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya
12
disebabkan oleh satu pihak saja, karena proses belajara mengajar dapat
berlangsung karena adanya bantuan dari berbagai pihak. Disini saya ingin
memberikan sedikit penjelasan mengenai disiplin kelas untuk pemecahan
masalah dalam kegiatan Pembelajaran.
1. Pengertian Disiplin Kelas
Disiplin pada hakekatnya adalah pernyataan sikap mental individu
maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang
didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam
rangka pencapaian tujuan. Jadi, Disiplin kelas adalah keadaan tertib
dalam suatu kelas yang didalamnya tergabung guru dan siswa taat pada
tata tertib yang telah ditetapkan dalam rangka pencapaian tujuan kelas.
2. Nilai-nilai Disiplin
Sikap disiplin yang dilakukan seseorang sebenarnya adalah suatu tindakan
untuk memenuhi tuntutan nilai-nilai tertentu. Nilai-nilai tersebut antara
lain:
 Nilai Keagamaan
Nilai ini diyakini kebenerannya sehingga melahirkan perilaku
disiplin yang tulus dan ikhlas untuk berkorban.
 Nilai Tradisional
Nilai tradisional merupakanperilaku pantangan yang umumnya
tidak masuk akal.
 Nilai Kekuasaan
Nilai ini bersumber dari penguasa yang melahirkan perilaku
disiplin demi terlaksananya tata kepemimpinanan menurut
kehendak penguasa.
 Nilai Subjektif
Nilai yang bersumber dari penilaian pribadi yang melahirkan
prilaku egoisentris.
 Nilai Rasional
13
Nilai yang memberi penjelasan dan alasan perlu tidaknya prilaku
disiplin terhadap sesuatu hal.
3. Mewujudkan Peraturan dan Prosedur Disiplin Kelas
Peraturan dan prosedur harus diwujudkan sebagai usaha untuk
mengurangi terjadinya permasalahan disiplin kelas yang akan menjadi
salah satu dari kegiatan-kegiatan manajemen kelas yang paling penting.
Peraturan dan prosedur mesti dibuat (dirumuskan) sebelum hari pertama
sekolah berjalan, dan mesti menjadi komitmen guru untuk diterapkan di
kelas.
Bentuk peraturan dan prosedur yang berbeda diperlukan untuk
kegiatan manajemen kelas yang efektif. Ada 4 (Empat) hal pokok yang
harus diperhatika berkaitan dengan masalah peraturan dan prosedur, yaitu:
 Peraturan dan prosedur harus berkaitan dengan tugas-tugas
akademik.
 Peraturan dan prosedur harus berkaitan dengan pengendalian kelas.
 Peraturan dan prosedur harus dikomunikasikan pada hari pertama
mengajar.
 Peraturan dan prosedur dapat dikomunikasikan kemudian pada
kesempatan yang cocok.
4. Hak Siswa Kaitannya dengan Disiplin
Hak-hak siswa yang perlu diperhatikan berkaitan dengan disiplin antara
lain:
 Hak menyelesaikan pendidikan dengan sebaik-baiknya.
 Hak persamaan kedudukan dari perlakuan diskriminasi dalam
kelompok.
 Hak berekspresi secara pribadi.
 Hak keleluasaan pribadi.
 Hak menyelesaikan studi secara tepat.
14
5. Tahapan Memelihara Disiplin Kelas
Berikut adalah tahapan dalam memelihara disiplin kelas:
 Pencegahan.
 Pemeliharaaan.
 Campur tangan.
 Pengaturan.
6. Pencegahan Gangguan Disiplin Kelas
Upaya yang dapat dilakukan guru dalam rangka pencegahan
gangguan disiplin kelas:
 Sajian kegiatan yang menarik
 Penampilan yang menarik
 Ketepatan menangani gangguan
 Belajar dari kesalahan
 Penggunaan hukuman.
15
BAB III
Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
Manajemen kelas adalah cara atau seni yang dilakukan guru dalam
mengarahkan anak untuk mencapai tujuan-tujan pembelajaran.
Manajemen kelas sangatlah penting untuk mengurangi atau meminimalisir
kelemahan-kelemahan atau kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi
dalam proses pembelajaran serta untuk memaksimalkan
penataan/pengelolaan kelas sehingga mewujudkan proses belajar –
mengajar yang efektif dan efisien. Namun pada kenyataannya tetap saja
akan terjadi beberapa masalah maupun hambatan dan setiap kegiatan
pembelajaran. Oleh sebab itu, sebaikan diberlakukannya disiplin kelas
yang ketat untuk mencegah dan meminimalisir segala hambatan dan
masalah yang memungkinkan akan terjadi. Disiplin kelas ini harus
dipatuhi oleh setiap elemen yang mendukung terjadinya kegiatan
pembelajaran.
B. Saran
Saran saya kepada pendidik maupun tenaga pendidik serta seluruh
elemen yang mendukung berlangsungnya kegiatan pembelajaran
sebaikanya kita memahami jelas ilmu mengenai pengelolaan kelas, karena
dalam ilmu tersebut dijelaskan bagaimana seharusnya kita bertindak dan
tidak bertindak untuk mencapai tujuan pembelajan yang baik. Setelah kita
mengetahui ilmu yang ada pada ilmu pengelolaan kelas, kita haruslah
dapat dengan sebaik mungkin mengaplikasikannya di lapangan saat kita
melakukan kegiatan mengajar agar tujuan pembelajaranpun berjalan
dengan baik dan dapat tercapai.
16
Daftar Pustaka
Diktat Perkuliahan Pengelolaan Kelas. (2015). Disusun Oleh : Drs.
Djedjen Al Rasyid, M.Ed dan Dra. Nunu Nuchiyah, M.Pd. Universitas
Pendidikan Indonesia Kampus Serang.

Disiplin Kelas untuk Pemecahan Masalah dalam Kegiatan Pembelajaran

  • 1.
    1 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Bidang pendidikan sebagai suatu organisasi yang besar dan luas – mulai dari tingkat pusat yang dipimpin oleh menteri, sampai tingkat sekolah dipimpin oleh kepala sekolah— membutuhkan mekanisme koordinasi yang efisien agar kegiatan berjalan efektif untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Usaha-usaha yang dilakukan di bidang pendidikan, mulai dari perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan kegiatan sampai kepada monitoring dan evaluasi hasil kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan pendidikan, kesemuanya itu bermuara pada kegiatan pokok yang disebut belajar- mengajar yang menjadi tugas dan tanggungjawab guru, Ilmu pengelolaan sangat berperanan dalam kegiatan pendidikan, terutama kaitannya dengan fungsi pengelolaan dan kepemimpinan agar kegiatan yang dilaksanakan mencapai hasil optimal. Manajemen pendidikan berkaitan dengan kegiatan pendidikan dalam konteks yang luas, manajemen kelas berkaitan dengan kegiatan pendidikan dalam konteks pembelajaran kelas. Adalah bukan hal yang mudah untuk mengelola sebuah kelas agar kelas menjadi efektif dan tujuan pembelajaran tercapai. Dalam setiap pembelajaran akan ditemui beberapa masalah dalam memanajemen sebuah kelas, oleh sebab itu dibutuhkan pemahaman yang mendalam bagaimana mengahadapi suatu masalah dan hambatan dalam peneglolaan kelas agar kelas menjadi efektif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.
  • 2.
    2 B. Rumusan Masalah Darilatar belakang saya mengambil beberapa rumusan masalah, yakni: 1. Apa pengertian manajemen kelas? 2. Apa saja masalah-masalah manajemen kelas? 3. Bagaimana cara mengatasi masalah-masalah manajemen kelas? C. Tujuan Dari rumusan diatas dapat disimpulkan beberapa tujuan yang ingin dicapai, yakni: 1. Mengetahui pengertian manajemen kelas. 2. Mengetahui masalah-masalah manajemen kelas. 3. Mengetahui cara mengatasi masalah-masalah manajemen kelas.
  • 3.
    3 BAB II PEMBAHASAN A. ManajemenKelas 1. Pengertian Manajemen Kelas Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Manajemen adalah 1. proses, cara, pembuatan mengelola, 2. Proses melakukan kegiatan tertentu dengan menggerakkan tenaga orang lain. Berikut ini beberapa pengertian manajemen kelas menurut beberapa ahli:  Menurut John Jarolimek dan Clifford D. Foster Manajemen kelas menunjuk kepada proses-proses yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kelas melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pembelajaran kelas secara efisien, yang konsisten dengan psikologi anak.  Menurut Johana K. Lemlech (1986:61) Manajemen kelas adalah kemajemukan dari kehidupan kelas: merencanakan kurikulum, mengorganisasikan prosedur- prosedur dan sumber-sumber, mengatur lingkungan untuk memaksimalkan efisiensi, memantau kemajuan para siswa. Mengantisipasi masalah-masalah potensial. Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas adalah cara atau seni yang dilakukan guru dalam mengarahkan anak untuk mencapai tujuan-tujan pembelajaran. Manajemen kelas sangatlah penting untuk mengurangi atau meminimalisir kelemahan-kelemahan atau kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses pembelajaran serta untuk memaksimalkan penataan/pengelolaan kelas sehingga mewujudkan proses belajar –mengajar yang efektif dan efisien.
  • 4.
    4 2. Kegiatan Manajemenkelas Kegiatan manajemen kelas secara garis besarnya meliputi dua (2) kegiatan pokok pengaturan, terdiri dari : a) Pengaturan orang (siswa) Siswa adalah orang yang melakukan aktivitas dan kegiatan di kelas yang ditempatkan sebagai objek dan arena perkembangan ilmu pengetahuan dan kesadaran manusia, maka siswa bergerak kemudian menduduki fungsi sebagai subjektif. Artinya siswa bukan barang atau objek yang hanya dikenai akan tetapi juga merupakan objek yang memiliki potensi dan pilihan untuk bergerak. Pergerakan yang terjadi dalam konteks pencapaian tujuan tidak sembarang, artinya dalam hal ini fungsi guru tetap memiliki proporsi yang benar untuk dapat membimbing, mengarahkan dan memandu setiap aktivitas yang harus dilakukan siswa. Oleh karena itu pengaturan orang atau siswa adalah bagaimana mengatur dan menempatkan siswa dalam kelas sesuai dengan potensi intelektual dan perkembangan emosionalnya. Siswa diberikan kesempatan untuk memperoleh posisi dalam belajar yang sesuai dengan minat dan keinginannya. b) Pengaturan fasilitas Aktivitas dalam kelas baik guru maupun siswa dalam kelas kelangsungannya akan banyak dipengaruhi oleh kondisi dan situasi fisik lingkungan kelas. Oleh karena itu lingkungan fisik kelas berupa sasaran dan prasarana kelas harus dapat memenuhi dan mendukung interaksi yang terjadi, sehingga harmonisasi kehidupan kelas dapat berlangsung dengan baik dari permulaan masa kegiatan belajar mengajar sampai akhir - akhir masa belajar mengajar. Adapaun secara lebih terperinci kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan guru dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam bagan berikut :
  • 5.
    5 3. Permasalah PokokManajemen Kelas Masalah manajemen kelas dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu: 1) masalah individu, 2) masalah kelompok. Masalah individu maupun masalah kelompok dalam manajemen kelas pada dasarnya merupakan permasalahan perilaku, baik yang dilakukan individu anak maupun oleh kelompok atau nama kelompok yang dapat menggangu suasana, ketertiban dan disiplin kelas,s ehinggga menghambat proses kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu perilaku menggangu atau perilaku menyimpang (misbehavior) mesti ditangani secara serius agar proses belajar-mengajar menjadi efektif. a) Masalah Individu Dreikurs dan Cassel (1947:34-39) mengelomp[okkan masalah perilaku individu anak yang menyimpang ke dalam empat (4) jenis, yaitu:  Attention-getting behavior (perilaku yang ingin mendapat perhatian) Kegiatan Pengelolaan Kelas Mengatur orang (Kondisi emosional): - Tingkah laku - Disiplin - Minat/perhatian - Gairah belajar - Dinamika kelompok - dsb Mengatur fasilitas belajar- mengajar (kondisi fisik): - Ventilasi ruang kelas - Cahaya - Kenyamanan - Tempat duduk - Alat peraga - dsb
  • 6.
    6  Power seekingbehavior (perilaku yang mencari kekuatan)  Revenge-seeking behavior (perilaku yang mencari pemrusuhan)  Display of inadequancy (peragaan ketidakmampuan) b) Masalah Kelompok Johnson dan Bany (1970) menjelasakan tujuh (7) kategori sebagai masalah perilaku kelompok. Masalah0masalah yang dimaksud sebagai berikut:  Kelas tidak menyatu, yang disebabkan adanya perbedaan jenis kelamin, suku, tingkat social ekonomi maupuin SARA (Suku, Ras dan Agama);  Penyimpangan kelas dari norma-norma perilaku dan prosedur-prosedur tugas.  Kelas mereaksi negative terhadap anggotanya.  Kelas yang mendukung perilaku penyimpangan.  Kelompok mudah beralih perhatiannya dari tugas yang telah dilakukan.  Moral kelas dan semangat kerja rendah, bersikap menentang atau mereaksi agresif.  Kelas tidak mampu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
  • 7.
    7 B. Profil Sekolah Berikutini merupakan data sekolah dan kelas yang saya observasi: 1. Nama Sekolah : SD Negeri 20 Kota Serang 2. Alamat Sekolah : Jl. Yumaga No.6A 42112, Serang. 3. Nama Kepela Sekolah : Ida Saadiyah, S.Pd 4. Kelas : 4 (Empat) 5. Jumlah Siswa : 43 siswa, 3 siswa tidak masuk 6. Nama Guru : Heni, S.Pd
  • 8.
    8 C. Proses PelaksanaanKegiatan Pembelajaran Saya mengamati pembelajaran mata pelajaran matematika di kelas IV SD Negeri 29 Kota Serang dengan materi pembelajaran mengenai Cermin, berikut rincian kegiatan pembelajarannya: No. Waktu (WIB) Nama Kegiatan Keterangan 1. 09.25 Masuk Kelas Pembelajaran ini merupakan pembelajaran kedua setelah jam istirahat. 2. 9.25-9.30 Absensi Ketika akan memulai pembelajaran lagi, guru mengabsensi siswa. 3. 9.30-11.15 Kegiatan Pembelajaran 1. Pada saat akan memulai pembelajaran guru membawa sebuah cermin yang cukup besar. 2. Guru menyuruh siswa menyiapakan alat-alat pembelajaran yang pada sehari sebelumnya sudah di tugaskan untuk dibawa sepeti buku berpetak, pensil, penghapus dan penggaris, serta membuka buku LKS mengenai materi cermin. 3. Guru menyuruh beberapa siswa untuk maju ke depan kelas dan bercermin dengan cermin yang telah disediakan. 4. Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan mengenai cermin. 5. Guru menggambarkan pencerminan dipapan tulis untuk ditiru oleh siswa dan dijelaskan cara kerjanya. 6. Siswa menggambar mengenai
  • 9.
    9 pencerminan di bukuberpetaknya masing-masing. 7. Guru menugaskan siswa untuk mengerjakan tugas yang ada pada LKS untuk di gambar ulang di buku berpetak mengenai cermin. 8. Guru membimbing siswa yang belum mengerti untuk mengerjakan LKS. 9. Siswa mengumpulkan tugas yang diberikan kepada guru untuk diberikan nilai. 10. Siswa yang masih belum bisa ditugaskan untuk mengerjakan ulang dirumahnya. 4. 11.15 Pulang Siswa yang telah mengerjakan tugas diperbolehkan untuk pulang terlebih dahulu, sedangkan siswa yang belum selesai ditugaskan untuk membawa tuasnya ke rumah dan mengumpulkannya pada esok hari D. Deskripsi Proses Pembelajaran Secara keseluruhan saya melihat pembelajaran sudah berjalan dengan cukup baik dan tujuan pembelajaran juga sudah tercapai, meskipun tidak mengena pada seluruh siswa. Pada saat awal pembelajaran guru melakukan apersepsi dengan melakukan absensi dan menyuruh siswa untuk memperhatian guru dengan baik. Guru juga membawa cermin sebagai media pembelajaran pada saat kegiatan pemebelajaran dimulai, guru menyuruh beberapa siswa untuk maju ke depan kelas dan meragakan pencerminana. Selanjutnya siswa membuat kesimpulan terhadap cermin tersebut dan guru
  • 10.
    10 menjelaskan kembali pengertiancermin dengan jelas dari buku LKS (Lembar Kerja Siswa) yang ada pada siswa sebagai buku sumber belajar. Selanjutnya guru mengambar pencerminan di papan tulis, untuk selanjutnya digambar kembali oleh siswa pada buku berpetak yang telah diperintahkan guru sebelumnya untuk dibawa pada pembelajaran hari ini. Guru menjelaskan perhitungan cara membuat atau menggambar pencerminan dengan buku berpetak dengan jarak dan gambar yang sesuai, lalu guru menugaskan siswa untuk mengerjakan sepuluh (10) soal yang ada pada LKS mengenai penggambaran dan perhitungan pencerminan. Setelah siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, siswa diperbolehkan untuk pulang. E. Masalah dalam Kegiatan Pembelajaran Dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung dikelas empat (VI) SD Negeri 20 ini terdapat masalah-masalah kecil yang mungkin saja terjadi pada kegiatana pembelajaran lain dikelas lain maupun di sekolah lain. Berikut ini masalah yang terdapat dalam kegiatan pembelajaran tersebut: 1. Suara Guru yang Tidak Terdengar Jelas Ketika saya sedang mengamati kelas tersebut saya duduk di bangku kelas paling belakang. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung saya tidak terlalu mendengar dengan jelas suara guru, hal ini disebabkan oleh beberapa fakor, yakni; a) Suara guru yang kecil, 2) Ruang kelas yang terlalu luas, sehingga jarak depan kelas dengan belakang kelas cukup jauh, 3) Kondisi kelas yang kurang kondusif disebabkan beberapa siswa yang membuat kegaduhan seperti, mengobrol, bercanda dan menyanyi, 4) Suara dari kelas lain, peghalang kelas satu dengan kelas lainnya adalah papan yang tidak kedap udara sehingga suara dari ruang kelas sebelah lumayan terdengar jelas.
  • 11.
    11 2. Pengkondisisan SiswaKurang Pada saat kegiatan pembelajaran dimulai memang mulanya siswa terfokus pada guru karena adanya alat peraga cermin. Namun setelah guru menjelaskan pengertian cermin, siswa kembali gaduh dengan kegiatannya masing-masing seperti megobrol dengan temannya, bercanda maupun bernyanyi. Hal ini disebabkan beberapa factor, yakni; a) Guru hanya terfokus pada beberapa siswa saja yang duduk di barisan depan tanpa membuat siswa yang lain untuk terfokus pada guru dan pembelajaran, b) Guru tidak memantau seluruh kelas apakah siswa seluaruhnya menulis atau menggambar apa yang guru perintahkan atau tidak, c) Jumlah siswa yang terlalu banyak, dengan jumlah siswa 40 guru mengalami kesulitan untuk mengkondisikan kelas dengan siswa yang unik pada dasarnya. 3. Tujuan Pembelajaran Tidak Tercapai pada Seluruh Siswa Karena beberapa masalah dan factor-faktor permasalahan diatas, tujuan pembelajaran tidak dirasakan sepenuhnya oleh seluruh siswa, hanya beberapa siswa saja yang dirasa telah paham mengenai materi yang diajarkan oleh guru. Ketika saya melakukan observasipun, banyak siswa yang menyanyakan kembali bagaimana cara mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, bahkan beberapa siswa tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dikarenakan kurang pemahamannya terhadap materi ajar. F. Disiplin Kelas untuk Pemecahan Masalah dalam Kegiatan Pembelajaran Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada gading yang tak retak, tidak ada pembelajaran yang sepenuhnya sempurna meskipun telah dipersiapkan sedemikian rupa baiknya oleh pihak sekolah, pendidik, tenaga pendidik maupun oleh siswa sendiri. Setiap kesalahan, hambatan maupun masalah yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya
  • 12.
    12 disebabkan oleh satupihak saja, karena proses belajara mengajar dapat berlangsung karena adanya bantuan dari berbagai pihak. Disini saya ingin memberikan sedikit penjelasan mengenai disiplin kelas untuk pemecahan masalah dalam kegiatan Pembelajaran. 1. Pengertian Disiplin Kelas Disiplin pada hakekatnya adalah pernyataan sikap mental individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. Jadi, Disiplin kelas adalah keadaan tertib dalam suatu kelas yang didalamnya tergabung guru dan siswa taat pada tata tertib yang telah ditetapkan dalam rangka pencapaian tujuan kelas. 2. Nilai-nilai Disiplin Sikap disiplin yang dilakukan seseorang sebenarnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai-nilai tertentu. Nilai-nilai tersebut antara lain:  Nilai Keagamaan Nilai ini diyakini kebenerannya sehingga melahirkan perilaku disiplin yang tulus dan ikhlas untuk berkorban.  Nilai Tradisional Nilai tradisional merupakanperilaku pantangan yang umumnya tidak masuk akal.  Nilai Kekuasaan Nilai ini bersumber dari penguasa yang melahirkan perilaku disiplin demi terlaksananya tata kepemimpinanan menurut kehendak penguasa.  Nilai Subjektif Nilai yang bersumber dari penilaian pribadi yang melahirkan prilaku egoisentris.  Nilai Rasional
  • 13.
    13 Nilai yang memberipenjelasan dan alasan perlu tidaknya prilaku disiplin terhadap sesuatu hal. 3. Mewujudkan Peraturan dan Prosedur Disiplin Kelas Peraturan dan prosedur harus diwujudkan sebagai usaha untuk mengurangi terjadinya permasalahan disiplin kelas yang akan menjadi salah satu dari kegiatan-kegiatan manajemen kelas yang paling penting. Peraturan dan prosedur mesti dibuat (dirumuskan) sebelum hari pertama sekolah berjalan, dan mesti menjadi komitmen guru untuk diterapkan di kelas. Bentuk peraturan dan prosedur yang berbeda diperlukan untuk kegiatan manajemen kelas yang efektif. Ada 4 (Empat) hal pokok yang harus diperhatika berkaitan dengan masalah peraturan dan prosedur, yaitu:  Peraturan dan prosedur harus berkaitan dengan tugas-tugas akademik.  Peraturan dan prosedur harus berkaitan dengan pengendalian kelas.  Peraturan dan prosedur harus dikomunikasikan pada hari pertama mengajar.  Peraturan dan prosedur dapat dikomunikasikan kemudian pada kesempatan yang cocok. 4. Hak Siswa Kaitannya dengan Disiplin Hak-hak siswa yang perlu diperhatikan berkaitan dengan disiplin antara lain:  Hak menyelesaikan pendidikan dengan sebaik-baiknya.  Hak persamaan kedudukan dari perlakuan diskriminasi dalam kelompok.  Hak berekspresi secara pribadi.  Hak keleluasaan pribadi.  Hak menyelesaikan studi secara tepat.
  • 14.
    14 5. Tahapan MemeliharaDisiplin Kelas Berikut adalah tahapan dalam memelihara disiplin kelas:  Pencegahan.  Pemeliharaaan.  Campur tangan.  Pengaturan. 6. Pencegahan Gangguan Disiplin Kelas Upaya yang dapat dilakukan guru dalam rangka pencegahan gangguan disiplin kelas:  Sajian kegiatan yang menarik  Penampilan yang menarik  Ketepatan menangani gangguan  Belajar dari kesalahan  Penggunaan hukuman.
  • 15.
    15 BAB III Kesimpulan danSaran A. Kesimpulan Manajemen kelas adalah cara atau seni yang dilakukan guru dalam mengarahkan anak untuk mencapai tujuan-tujan pembelajaran. Manajemen kelas sangatlah penting untuk mengurangi atau meminimalisir kelemahan-kelemahan atau kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses pembelajaran serta untuk memaksimalkan penataan/pengelolaan kelas sehingga mewujudkan proses belajar – mengajar yang efektif dan efisien. Namun pada kenyataannya tetap saja akan terjadi beberapa masalah maupun hambatan dan setiap kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu, sebaikan diberlakukannya disiplin kelas yang ketat untuk mencegah dan meminimalisir segala hambatan dan masalah yang memungkinkan akan terjadi. Disiplin kelas ini harus dipatuhi oleh setiap elemen yang mendukung terjadinya kegiatan pembelajaran. B. Saran Saran saya kepada pendidik maupun tenaga pendidik serta seluruh elemen yang mendukung berlangsungnya kegiatan pembelajaran sebaikanya kita memahami jelas ilmu mengenai pengelolaan kelas, karena dalam ilmu tersebut dijelaskan bagaimana seharusnya kita bertindak dan tidak bertindak untuk mencapai tujuan pembelajan yang baik. Setelah kita mengetahui ilmu yang ada pada ilmu pengelolaan kelas, kita haruslah dapat dengan sebaik mungkin mengaplikasikannya di lapangan saat kita melakukan kegiatan mengajar agar tujuan pembelajaranpun berjalan dengan baik dan dapat tercapai.
  • 16.
    16 Daftar Pustaka Diktat PerkuliahanPengelolaan Kelas. (2015). Disusun Oleh : Drs. Djedjen Al Rasyid, M.Ed dan Dra. Nunu Nuchiyah, M.Pd. Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang.