DATA DAN SKALA
PENGUKURAN
WIDI DWI ASIARINI
Email : wididwi1912@gmail.com
PENGERTIAN DATA
⚪ Dalam mempelajari Statistik, pada dasarnya kita
banyak berhubungan dengan DATA
⚪ DATA adalah bentuk jamak dari DATUM yg berasal
dari bahasa Latin yg berarti “ SUATU HIMPUNAN
ANGKA YG BERASAL DARI PENGUKURAN TERHADAP
INDIVIDU – INDIVIDU.
⚪ DATA dikelompokkan menjadi 2 jenis :
- DATA KUANTITATIF 🡺 data yg berbentuk
angka/disebut juga data NUMERIK
- DATA KUALITATIF 🡺 data yg digolongkan
berdasarkan sifat atau jenisnya/disebut juga data
kategori
PENGERTIAN DATA
A. DATA KUANTITATIF/DATA NUMERIK
1. Data Deskrit
Data yang berupa bilangan bulat dan biasanya
didapatkan dari hasil perhitungan.
Misal : Jumlah anak BALITA yg Kurang Gizi,
Jumlah Mahasiswa dsb
2. Data Kontinyu
Data yang bisa berupa bilangan bulat dan dapat
pula berupa bilangan pecahan.
Misal : Temperatur Tubuh 37,1oC ; TB 120,6 cm,
dsb
SKALA PENGUKURAN
Dalam Statistik, suatu data perlu dinyatakan skala
pengukurannya. Skala pengukuran tersebut mulai
dari tingkat yg paling rendah ke tingkat yg paling
tinggi. Pengetahuan dan penguasaan terhadap skala
pengukuran ini sangat membantu sekali dalam
menentukan uji – uji statistik apa yg dapat kita
gunakan.
⚪ NOMINAL
⚪ ORDINAL
⚪ INTERVAL
⚪ RATIO
SKALA PENGUKURAN
1. SKALA NOMINAL
a. Ada beberapa kategori
b. Antara Kategori tidak diketahui tingkat
perbedaannya. Jadi dalam skala NOMINAL kita
hanya tahu bahwa data tersebut hanya bisa
membedakan saja, tetapi kita tidak tahu tingkat
perbedaannya. Oleh karena itu, maka kita tidak
tahu mana yang lebih tinggi atau mana yang
lebih baik.
SKALA PENGUKURAN
CONTOH :
SKALA PENGUKURAN
CONTOH :
NOMOR INDUK
PEGAWAI
99001159
9901215
9902345
JENIS
PEKERJAAN
P N S
SWASTA
PETANI
BURUH
D L L
SKALA PENGUKURAN
CONTOH : JENIS
KELAMIN
LAKI - LAKI
PEREMPUAN
AGAMA
ISLAM
KRISTEN
HINDU
BUDHA
SUKU
BANGSA
JAWA
SUNDA
D L L
N I M / K T P
1200921001
1200921059
SKALA PENGUKURAN
Dari contoh diatas, kita tahu bahwa NIP 9901149,
9901215, 9902345 diatas hanya untuk membedakan
pasien saja. Bukan berarti bahwa nomor 9902345
berarti lebih baik dibandingkan nomor 9901149.
Begitu pula dg Jenis Kelamin, bahwa kita tidak tahu
mana yg lebih baik, Laki-laki atau Perempuan.
SKALA PENGUKURAN
2. SKALA ORDINAL
a. Ada beberapa kategori
b. Antara kategori diketahui tingkat perbedaannya
c. Antara kategori tidak diketahui besar
perbedaannya
Dalam skala ORDINAL, kita bisa membedakan
dan kita tahu pula tingkat perbedaannnya. Jadi kita
tahu mana yg lebih tinggi atau mana pula yg lebih
baik. Akan tetapi kita tidak tahu berapa besar
perbedaannya. Dg kata lain kita tidak tahu jarak
antar kategori tersebut.
SKALA PENGUKURAN
CONTOH :
TINGKAT
KEMANISAN
GULA
1. TIDAK
MANIS
2. KURANG
MANIS
3. SANGAT
MANIS
SKALA PENGUKURAN
CONTOH :
TINGKAT
PENDIDIKAN
1. SD
2. SMP
3. SMA
4. PT
PANGKAT
T N I
1. MAYOR
2. LETKOL
3. KOLONEL
4. D L L
SKALA PENGUKURAN
Dari contoh diatas, kita dapat mengetahui bahwa
tingkat pendidikan antara SD, SMP, SMA dan PT tsb
berbeda. Kita tahu pula bahwa SMA itu lebih tinggi
dibandingkan SD dan SMP tetapi lebih rendah
dibandingkan PT. Begitu pula dg tingkat kemanisan,
bahwa antara sangat manis dg manis itu berbeda.
Kita tahu bahwa sangat manis tsb lebih manis
dibandingkan manis atau kurang dan tidak manis.
SKALA PENGUKURAN
3. SKALA INTERVAL
a. Ada beberapa kategori
b. Antara kategori diketahui tingkat perbedaannya
c. Antara kategori diketahui besar perbedaannya
d. Antara kategori tidak diketahui besar
kelipatannya
Dalam skala INTERVAL, kita bisa membedakan,
tahu tingkat perbedaannya dan tahu pula besar
perbedaannya. Akan tetapi kita tidak tahu berapa
besar kelipatan perbedaan tsb.
SKALA PENGUKURAN
CONTOH :
- Suhu Tubuh : 36,7oC, 37oC, 38,4oC
- Intelligent Quotient (IQ) : 80, 110, 120, 140
- Indeks Prestasi (IP)
SKALA PENGUKURAN
❑ Dari contoh diatas, kita tahu bahwa suhu tubuh
antara 36.7OC, 37OC, 38.4OC tsb berbeda ada
perbedaan suhu tubuh. Kita tahu pula bahwa
38.4OC lebih tinggi dibandingkan 36.7OC. Kita tahu
pula besar perbedaannya yaitu sebesar 1.7OC. Akan
tetapi kita tidak bisa mengatakan bahwa suhu
100OC 2 kali lebih panas dari suhu 50OC atau suhu
75OC ¾ kali lebih dingin dari 100OC.
SKALA PENGUKURAN
❑ Begitu pula dengan IQ, kita tahu bahwa antara IQ
80 berbeda dg IQ 120. Kita tahu besar perbedaan
antara IQ 120 dg IQ 80, yaitu sebesar 40 poin.
Akan tetapi kita tidak dapat mengatakan bahwa IQ
140 dua kali lebih pintar dari IQ 60 atau IQ 50
separuh lebih bodoh dibandingkan IQ 100
SKALA PENGUKURAN
4. SKALA RATIO
a. Ada beberapa kategori
b. Antara kategori diketahui tingkat perbedaannya
c. Antara kategori diketahui besar perbedaannya
d. Antara kategori diketahui besar kelipatannya
e. Mempunyai titik nol absolut
SKALA PENGUKURAN
Dalam skala RATIO, kita bisa membedakan, tahu
tingkat perbedaannya, tahu pula besar
perbedaannya dan tahu berapa besar kelipatan
perbedaan tsb. Dalam skala ratio semua operasi
matematika dapat dilakukan, baik penjumlahan,
pengurangan, perkalian, pembagian, pemangkatan
dst.
CONTOH :
- Pendapatan : Rp 500.000,-; Rp 750.000,-
- Umur : 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun
- Tinggi Badan : 100 cm; 150 cm; 175 cm
SKALA PENGUKURAN
⚪ Dari contoh diatas kita tahu bahwa ada perbedaan
antara Rp
500.000,- ; Rp 750.000,- ; Rp 1000.000,- . Kita
tahu bahwa Rp 750.000,- lebih tinggi dibandingkan
Rp 500.000,- . Kita tahu pula besar perbedaan
antara keduanya yaitu sebesar dg Rp 250.000,- .
⚪ Kita tahu pula besar kelipatannya, yaitu Rp
750.000,- berarti 1½ kali lebih banyak dari Rp
500.000,-. Kita juga tahu bahwa bila pendapannya
Rp 0,- maka berarti tidak ada pendapatan sama
sekali.
SKALA PENGUKURAN
⚪ Begitu pula dg tinggi badan misalnya. Kita tahu
bahwa antara tinggi badan 100 cm, 150 cm, 175.2
cm. Kita tahu bahwa orang yg mempunyai tinggi
badan 100 cm lebih tinggi dibandingkan 50 cm.
⚪ Kita juga tahu bahwa 50 cm ½ lebih rendah
dibandingkan 100 cm atau orang yg mempunyai
tinggi 150 cm 2x lebih tinggi dibandingkan orang yg
mempunyai tinggi 75 cm. Sedangkan bila tinggi 0
cm, berarti orang tsb tidak ada sama sekali.
SKALA PENGUKURAN
❑ Dari uraian tsb diatas, maka dapat diketahui bahwa
SKALA RATIO merupakan skala pengukuran yg
tertinggi. SKALA RATIO mempunyai sifat-sifat
SKALA INTERVAL, ORDINAL dan NOMINAL.
❑ Begitu pula SKALA INTERVAL mempunyai sifat
SKALA ORDINAL dan NOMINAL .
❑ Dan SKALA ORDINAL mempunyai sifat SKALA
NOMINAL.
❑ Jadi kita dapat mengubah data yg mempunyai
SKALA RATIO ke jenis skala dibawahnya.
Sebaliknya kita tidak dapat mengubah SKALA
ORDINAL menjadi INTERVAL apalagi RATIO
SKALA PENGUKURAN
CONTOH :
PENDAPATAN :
Rp _______
(misal;
Rp 1.000.000,- ;
Rp 500.000,- ;
Rp 250.000,-)
PENDAPATA
N :
A. KAYA
B. SEDANG
C. MISKIN
SKALA PENGUKURAN
❑ Bila kita mengumpulkan data dg skala pengukuran ratio
seperti point a., maka kita dapat mengubahnya menjadi
kelompok pendapatan tinggi (misalnya), bila pendapatan
diatas Rp 1000.000,- sedang bila antara Rp 500.000,- s/d <
Rp 1000.000,- dan rendah bila kurang dari Rp 500.000,- .
❑ Sebaliknya bila kita mengumpulkan data dg skala pengukuran
ordinal seperti point b, maka kita hanya tahu bahwa A lebih
tinggi dari B dan C. Hanya saja kita tidak tahu kaya itu kalau
pendapatannya berapa rupiah atau miskin itu kalau
pendapatannya berapa rupiah dsb.

DATA DAN SKALA PENGUKURAN STATISTIK.pptx

  • 1.
    DATA DAN SKALA PENGUKURAN WIDIDWI ASIARINI Email : wididwi1912@gmail.com
  • 2.
    PENGERTIAN DATA ⚪ Dalammempelajari Statistik, pada dasarnya kita banyak berhubungan dengan DATA ⚪ DATA adalah bentuk jamak dari DATUM yg berasal dari bahasa Latin yg berarti “ SUATU HIMPUNAN ANGKA YG BERASAL DARI PENGUKURAN TERHADAP INDIVIDU – INDIVIDU. ⚪ DATA dikelompokkan menjadi 2 jenis : - DATA KUANTITATIF 🡺 data yg berbentuk angka/disebut juga data NUMERIK - DATA KUALITATIF 🡺 data yg digolongkan berdasarkan sifat atau jenisnya/disebut juga data kategori
  • 3.
    PENGERTIAN DATA A. DATAKUANTITATIF/DATA NUMERIK 1. Data Deskrit Data yang berupa bilangan bulat dan biasanya didapatkan dari hasil perhitungan. Misal : Jumlah anak BALITA yg Kurang Gizi, Jumlah Mahasiswa dsb 2. Data Kontinyu Data yang bisa berupa bilangan bulat dan dapat pula berupa bilangan pecahan. Misal : Temperatur Tubuh 37,1oC ; TB 120,6 cm, dsb
  • 4.
    SKALA PENGUKURAN Dalam Statistik,suatu data perlu dinyatakan skala pengukurannya. Skala pengukuran tersebut mulai dari tingkat yg paling rendah ke tingkat yg paling tinggi. Pengetahuan dan penguasaan terhadap skala pengukuran ini sangat membantu sekali dalam menentukan uji – uji statistik apa yg dapat kita gunakan. ⚪ NOMINAL ⚪ ORDINAL ⚪ INTERVAL ⚪ RATIO
  • 5.
    SKALA PENGUKURAN 1. SKALANOMINAL a. Ada beberapa kategori b. Antara Kategori tidak diketahui tingkat perbedaannya. Jadi dalam skala NOMINAL kita hanya tahu bahwa data tersebut hanya bisa membedakan saja, tetapi kita tidak tahu tingkat perbedaannya. Oleh karena itu, maka kita tidak tahu mana yang lebih tinggi atau mana yang lebih baik.
  • 6.
  • 7.
    SKALA PENGUKURAN CONTOH : NOMORINDUK PEGAWAI 99001159 9901215 9902345 JENIS PEKERJAAN P N S SWASTA PETANI BURUH D L L
  • 8.
    SKALA PENGUKURAN CONTOH :JENIS KELAMIN LAKI - LAKI PEREMPUAN AGAMA ISLAM KRISTEN HINDU BUDHA SUKU BANGSA JAWA SUNDA D L L N I M / K T P 1200921001 1200921059
  • 9.
    SKALA PENGUKURAN Dari contohdiatas, kita tahu bahwa NIP 9901149, 9901215, 9902345 diatas hanya untuk membedakan pasien saja. Bukan berarti bahwa nomor 9902345 berarti lebih baik dibandingkan nomor 9901149. Begitu pula dg Jenis Kelamin, bahwa kita tidak tahu mana yg lebih baik, Laki-laki atau Perempuan.
  • 10.
    SKALA PENGUKURAN 2. SKALAORDINAL a. Ada beberapa kategori b. Antara kategori diketahui tingkat perbedaannya c. Antara kategori tidak diketahui besar perbedaannya Dalam skala ORDINAL, kita bisa membedakan dan kita tahu pula tingkat perbedaannnya. Jadi kita tahu mana yg lebih tinggi atau mana pula yg lebih baik. Akan tetapi kita tidak tahu berapa besar perbedaannya. Dg kata lain kita tidak tahu jarak antar kategori tersebut.
  • 11.
    SKALA PENGUKURAN CONTOH : TINGKAT KEMANISAN GULA 1.TIDAK MANIS 2. KURANG MANIS 3. SANGAT MANIS
  • 12.
    SKALA PENGUKURAN CONTOH : TINGKAT PENDIDIKAN 1.SD 2. SMP 3. SMA 4. PT PANGKAT T N I 1. MAYOR 2. LETKOL 3. KOLONEL 4. D L L
  • 13.
    SKALA PENGUKURAN Dari contohdiatas, kita dapat mengetahui bahwa tingkat pendidikan antara SD, SMP, SMA dan PT tsb berbeda. Kita tahu pula bahwa SMA itu lebih tinggi dibandingkan SD dan SMP tetapi lebih rendah dibandingkan PT. Begitu pula dg tingkat kemanisan, bahwa antara sangat manis dg manis itu berbeda. Kita tahu bahwa sangat manis tsb lebih manis dibandingkan manis atau kurang dan tidak manis.
  • 14.
    SKALA PENGUKURAN 3. SKALAINTERVAL a. Ada beberapa kategori b. Antara kategori diketahui tingkat perbedaannya c. Antara kategori diketahui besar perbedaannya d. Antara kategori tidak diketahui besar kelipatannya Dalam skala INTERVAL, kita bisa membedakan, tahu tingkat perbedaannya dan tahu pula besar perbedaannya. Akan tetapi kita tidak tahu berapa besar kelipatan perbedaan tsb.
  • 15.
    SKALA PENGUKURAN CONTOH : -Suhu Tubuh : 36,7oC, 37oC, 38,4oC - Intelligent Quotient (IQ) : 80, 110, 120, 140 - Indeks Prestasi (IP)
  • 16.
    SKALA PENGUKURAN ❑ Daricontoh diatas, kita tahu bahwa suhu tubuh antara 36.7OC, 37OC, 38.4OC tsb berbeda ada perbedaan suhu tubuh. Kita tahu pula bahwa 38.4OC lebih tinggi dibandingkan 36.7OC. Kita tahu pula besar perbedaannya yaitu sebesar 1.7OC. Akan tetapi kita tidak bisa mengatakan bahwa suhu 100OC 2 kali lebih panas dari suhu 50OC atau suhu 75OC ¾ kali lebih dingin dari 100OC.
  • 17.
    SKALA PENGUKURAN ❑ Begitupula dengan IQ, kita tahu bahwa antara IQ 80 berbeda dg IQ 120. Kita tahu besar perbedaan antara IQ 120 dg IQ 80, yaitu sebesar 40 poin. Akan tetapi kita tidak dapat mengatakan bahwa IQ 140 dua kali lebih pintar dari IQ 60 atau IQ 50 separuh lebih bodoh dibandingkan IQ 100
  • 18.
    SKALA PENGUKURAN 4. SKALARATIO a. Ada beberapa kategori b. Antara kategori diketahui tingkat perbedaannya c. Antara kategori diketahui besar perbedaannya d. Antara kategori diketahui besar kelipatannya e. Mempunyai titik nol absolut
  • 19.
    SKALA PENGUKURAN Dalam skalaRATIO, kita bisa membedakan, tahu tingkat perbedaannya, tahu pula besar perbedaannya dan tahu berapa besar kelipatan perbedaan tsb. Dalam skala ratio semua operasi matematika dapat dilakukan, baik penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pemangkatan dst. CONTOH : - Pendapatan : Rp 500.000,-; Rp 750.000,- - Umur : 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun - Tinggi Badan : 100 cm; 150 cm; 175 cm
  • 20.
    SKALA PENGUKURAN ⚪ Daricontoh diatas kita tahu bahwa ada perbedaan antara Rp 500.000,- ; Rp 750.000,- ; Rp 1000.000,- . Kita tahu bahwa Rp 750.000,- lebih tinggi dibandingkan Rp 500.000,- . Kita tahu pula besar perbedaan antara keduanya yaitu sebesar dg Rp 250.000,- . ⚪ Kita tahu pula besar kelipatannya, yaitu Rp 750.000,- berarti 1½ kali lebih banyak dari Rp 500.000,-. Kita juga tahu bahwa bila pendapannya Rp 0,- maka berarti tidak ada pendapatan sama sekali.
  • 21.
    SKALA PENGUKURAN ⚪ Begitupula dg tinggi badan misalnya. Kita tahu bahwa antara tinggi badan 100 cm, 150 cm, 175.2 cm. Kita tahu bahwa orang yg mempunyai tinggi badan 100 cm lebih tinggi dibandingkan 50 cm. ⚪ Kita juga tahu bahwa 50 cm ½ lebih rendah dibandingkan 100 cm atau orang yg mempunyai tinggi 150 cm 2x lebih tinggi dibandingkan orang yg mempunyai tinggi 75 cm. Sedangkan bila tinggi 0 cm, berarti orang tsb tidak ada sama sekali.
  • 22.
    SKALA PENGUKURAN ❑ Dariuraian tsb diatas, maka dapat diketahui bahwa SKALA RATIO merupakan skala pengukuran yg tertinggi. SKALA RATIO mempunyai sifat-sifat SKALA INTERVAL, ORDINAL dan NOMINAL. ❑ Begitu pula SKALA INTERVAL mempunyai sifat SKALA ORDINAL dan NOMINAL . ❑ Dan SKALA ORDINAL mempunyai sifat SKALA NOMINAL. ❑ Jadi kita dapat mengubah data yg mempunyai SKALA RATIO ke jenis skala dibawahnya. Sebaliknya kita tidak dapat mengubah SKALA ORDINAL menjadi INTERVAL apalagi RATIO
  • 23.
    SKALA PENGUKURAN CONTOH : PENDAPATAN: Rp _______ (misal; Rp 1.000.000,- ; Rp 500.000,- ; Rp 250.000,-) PENDAPATA N : A. KAYA B. SEDANG C. MISKIN
  • 24.
    SKALA PENGUKURAN ❑ Bilakita mengumpulkan data dg skala pengukuran ratio seperti point a., maka kita dapat mengubahnya menjadi kelompok pendapatan tinggi (misalnya), bila pendapatan diatas Rp 1000.000,- sedang bila antara Rp 500.000,- s/d < Rp 1000.000,- dan rendah bila kurang dari Rp 500.000,- . ❑ Sebaliknya bila kita mengumpulkan data dg skala pengukuran ordinal seperti point b, maka kita hanya tahu bahwa A lebih tinggi dari B dan C. Hanya saja kita tidak tahu kaya itu kalau pendapatannya berapa rupiah atau miskin itu kalau pendapatannya berapa rupiah dsb.