KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
bimbingan dan penyertaan-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Bimbingan
Konseling yang berjudul ‘Asas dan Fungsi Bimbingan dan Konseling’ dengan baik.
Penulis juga tidak lupa berterimakasih kepada Ranisa Juniati, S.Pd, M.Pd
sebagai dosen pengampuh mata kuliah Kuliah Bimbingan Konseling dan juga semua
pihak yang terlibat dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa
penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Besar
harapan penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kepentingan semua pihak
yang membaca makalah ini.
Jambi, 06 Febuari 2017
Kelompok2
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai salah satu lembaga pendidikan, sekolah membutuhkan pelayanan BK
dalam penyelenggaraan dan peningkatan kondisi kehidupan di sekolah demi
tercapainya tujuan pendidikan yang berjalan seiring dengan visi profesi konseling
yaitu: terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya
pelayanan bantuan dalam memberikan dukungan perkembangan dan pengentasan
masalah agar individu berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.
Namun untuk mencapai tujuan tersebut Konselor haruslah memenuhi Asas dan
fungsi Bimbingan dan Konseling. Pemenuhan asas-asas bimbingan itu akan
memperlancar pelaksanaan dan lebih menjamin keberhasilan layanan/kegiatan,
sedangkan pengingkarannya akan dapat menghambat atau bahkan menggagalkan
pelaksanaan, serta mengurangi atau mengaburkan hasil layanan/kegiatan bimbingan
dan konseling itu sendiri. Selain itu fungsi bimbingan dan konseling menurut
(Hikmawati, 2014:14-20) yaitu adanya fungsi pemahaman, preventif, pengembangan,
pemyembuhan, penyaluran, adaptasi, penyesuaian, perbaikan, faasilitas, dan fungsi
pemeliharaan. Seorang konselor dan guru BK saat ini belum banyak yang mengetahui
betapa pentingnya tugas dan fungsi disuatu sekolahan, dengan ini diharapkan dapat
mengetahui fungsi seorang guru BK dan konselor khususnya disekolahan dan pada
umumnya di lingkungan sosial yang permasalahan tersebut sangat fundamental.
B. Rumusan masalah
1. Apa pengertian asas dalam bimbingan dan konseling ?
2. Apa tujuan adanya asas dalam bimbingan dan konseling ?
3. Apa saja asas-asas dalam bimbingan dan konseling ?
4. Apa saja fungsi dari bimbingan dan konseling ?
5. Bagaimana implementasi asas bimbingan konseling dalam pendidikan
disekolah ?
C. Tujuan:
1. Dapat mengetahui pengertian asas dalam bimbingan dan konseling
2. Dapat mengetahui tujuan asas dalam bimbingan dan konseling
3. Dapat mengetahui macam macam asas dalam bimbingan dan konseling
4. Dapat mengetahui fungsi-fungsi dalam bimbingan dan konseling
5. Dapat mengetahui bagaimana implementasi asas bimbingan konseling dalam
pendidikan disekolah.
D. Manfaat:
BAB II
PEMBAHASAN
A. Azas Bimbingan dan Konseling
A.1. Pengertian Azas Bimbingan dan Konseling
Azas-azas bimbingan dan konseling merupakan ketentuan-ketentuan yang
harus diterapkan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling. Azas
berarti dasar ( sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat), dasar cita-
cita (perkumpulan atau organisasi) serta hukum dasar. (Syamsul.dkk,2012:15).
Menurut Menurut Prayitno (dalam Anas.S,2010:21) Pelayanan bimbingan
dan konseling adalah pekerjaan profesional sesuai dengan makna apeksi, dan
perlakuan konselor terhadap kasus, pekerjaan profesional itu harus di laksanakan
dengan mengikuti kaidah –kaidah yang menjamin efisien dan efektivitas proses dan
lainnya. Dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling kaidah –
kaidah tersebut di kenal dengan asas bimbingan dan konseling, yaitu ketentuan –
ketentuan yang harus di terapkan dalam peyelenggaraan pelayanan itu.
A.2. Macam-macam Azas Bimbingan dan Konseling
Slameto (1986) (dalam Tohirin,2007:84-95) membagi asas-asas bimbingan
dan konseling menjadi dua bagian, yaitu : (1) Asas bimbingan dan konseling yang
berhubungan dengan individu (Siswa) dan (2) asas-asas bimbingan dan konseling
yang berhubungan dengan praktik atau pekerjaan bimbingan.
A.2.1. Asas bimbingan dan konseling yang berhubungan dengan individu
(Siswa)
1. Tiap-tiap siswa mempunyai kebutuhan
Tiap-tiap siswa sebagai individu mempunyai kebutuhan yang berbeda baik
jasmaniah maupun rohaniah. Tingkah laku individu pada umumnya dalam
rangka memenuhi kebutuhan. Apabila kebutuhan tidak tercapai maka akan
menimbulkan kecemasan dan kekecewaan, sehingga pada akhirnya
menimbulkan perilaku menyimpang.
Guru bimbingan dan konseling disekolah harus mampu memahami berbagai
kebutuhan siswa, sehingga pelayanan diberikan dalam rangka memenuhi
kebutuhan siswa terutama kebutuhan psikis seperti memperoleh kasih sayang
dan rasa aman.
2. Ada perbedaan antra siswa (asas perbedaan siswa)
Dalam teori individualitas ditegaskan bahwa tiap-tiap individu berbeda.
Demikian halnya siswa sebagai individu. Tiap siswa mempunyai karakteristik
yang berbeda baik fisik maupun fisikis. Perbedan-perbedaan siswa tersebut
harus mendapat perhatian secara lebih spesifik dari pembimbing atau konselor
disekolah sehingga siswa dapat berkembang sesuai karakteristik pribadinya
masing-masing.
3. Tiap-tiap individu (siswa) ingin menjadi dirinya sendiri.
Tiap-tiap individu ingin menjadi dirinya sendiri sesuai dengan
karakteristik masing-masing. Pelayanan bimbingan dan konseling disekolah
harus dapat mengantarkan siswa berkembang menjadi dirinya sendiri,
pembimbing tidak boleh mengarah siswa untuk berkembang sesuai dengan yang
pembimbing atau konselor inginkan.
4. Tiap-tiap individu (siswa) mempunyai dorongan untuk menjadi matang
Dalam tahap perkembangannya setiap siswa mempunyai dorongan yang
kuat untuk menjadi matang,produktif, dan mandiri. Untuk itu, pelayanan
bimbingan dan konseling disekolah harus berorientasi pada kematangan siswa
sehingga siswa tersebut dapat berkembang sesuai dengan kecenderungan-
kecenderungan nya.
5. Tiap-tiap siswa mempunyai masalah dan mempunyai dorongan untuk
menyelesaikannya.
Tidak ada individu yang tidak memiliki masalah, dalam proses
perkembangan pasti memiliki masalah. Yang berbeda adalah kompleksitas
masalah yang dialami oleh tiap-tiap siswa. Pada dasarnya tiap individu
mempunyai dorongan untuk mememcahkan masalah, namun adakalanya siswa
tidak selalu berhasil. Pelayanan bimbingan dan konseling harus diarahkan dalam
rangka membantu siswa dalam menyelesaikan atau memcahkan masalah yang
dihadapi dalam hidupnya dengan memanfaatkan sebaik-baiknya dorongan yang
ada dalam diri setiap siswa.
A.2.2 asas-asasbimbingandan konseling yang berhubungan dengan
praktik atau pekerjaan bimbingan
1. Asas Kerahasiaan
Asas-asas kerahasian yaitu menuntun dirahasiakanya segenap data dan
keterangan peserta didik yang menjadi sasaran layanan , yaitu data atau
keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain .
Sebagaimana telah diketahui bahwa dalam kegiatan bimbingan dan
koseling, kadang-kadang konseli harus menyampaikan hal-hal yang sangat
pribadi/ rahasia kepada konselor.Oleh karena itu konselor harus menjaga
kerahasiaan data yang diperolehnya dari konselinya.
Sebgai konselor berkewajiban untuk menjaga rahasia data tersebut, baik
data yang diperoleh dari hasil wawancara atau konseling, karena hubungan
menolong dalam bimbingan dan konseling hanya dapat berlangsung dengan baik
jika data informasi yang dipercayakan kepada konselor atau guru pembimbing
dapat dijamin kerahasiaannya. Asas ini bisa dikatakan sebagai “Asas Kunci”
dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling, karena dengan adanya asas
kerahasiaan ini dapat menimbulkan rasa aman dalam diri konseli.
Berdasarkan apa yang dikemukakan di atas, maka apa yang terjadi saat
pelayanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh konselor dan konseli
baik itu isi pembicaraan atau pun sikap konseli, kerahasiaanya perlu dihargai dan
dijaga dengan baik. Demikian pula catatan-catatan yang dibuat sewaktu atau pun
sesudah wawancara atau konseling perlu disimpan dengan baik dan
kerahasiaanya dijaga dengan cermat oleh konselor.
Contoh asaa kerahasian :ada seorang konseli yang menceritakan kepada
konselor bahwa seorang konseli itu memiliki penyakit HIV yang didapatnya
sejak lama maka seorang konselor harus bisa menjaga kerahasian tersebut agar
penyakit konseli itu tidak di ketahui oleh orang banyak .
2. Asas Kesukarelaan
Asas kesukarelaan yaitu assa BK yang menghendaki adanya kesukaaan
dan kerelaan peserta didik mengikuti atau menjalankan layanan atau kegiatan
yang di peruntukan baginya . Telah dikemukakan bahwa bimbingan merupakan
proses membantu individu.
Perkataan membantu disini mengandung arti bahwa bimbingan bukan
merupakan suatu paksaan, akan tetapi merupakan suatu binaan. Oleh karena itu
dalam kegiatan bimbingan dan konseling diperlukan adanya kerjasama yang
demokratis antara konselor/ guru pembimbing dengan konselinya. Kerjasama
akan terjalin bilamana konseli dapat dengan suka rela menceritakan serta
menjelaskan masalah yang dialaminya kepada konselor.
Contoh asas kesukarelaan : ada seorang peserta didik yang selalu tidak
masuk dikarenakan tidak suka pada pada salah satu mata pelajaran di sekolahnya
, sebagai guru konselor seharusnya kita harus mengubah sikap/perilaku konseli
tersebut agar dapat suka pada mata pelajaran tersebut dengan selalu membina
dan mengembangkanya.
3. Asas Keterbukaan
Asas keterbukaan yaitu asas BK yang menghendaki agar peserta didik
yang menjadi sasaran layanan atau kegiataan bersikap terbuka dan tidak berpura-
pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun
dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi
pengembangan dirinya .
Asas keterbukaan merupakan asas yang sangat penting bagi konselor/ guru
pembimbing, karena hubungan tatap muka antara konselor dan konseli
merupakan pertemuan bathin tanpa tedeng aling-aling.Dengan adanya
keterbukaan ini dapat ditumbuhkan kecenderungan pada konseli untuk
membuka dirinya, untuk membuka kedok hidupnya yang menjadi penghalang
bagi perkembangan psikisnya.Konselor yang sukses adalah konselor yang bisa
memudahkan konseli untuk membuka dirinya dan berusaha memahami lebih
jauh tentang dirinya sendiri.Truax dan Carkhuff menyimpulkan bahwa “ada
hubungan yang erat antara keterbukaan konselor dan kemampuan klien
membuka diri (self exploration).”
Asas ini menghendaki agar konseli bersifat terbuka dan tidak berpura-pura
dalam memberikan keterangan maupun informasi.Dalam hal ini konselor/ guru
pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli.Agar konseli
dapat terbuka, guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan
tidak berpura-pura. Hal demikian akan mendorong konseli mengekspresikan
pengalaman pribadinya.
Keterusterangan dan kejujuran si terbimbing akan terjadi jika si terbimbing
tidak lagi mempersoalkan asas kerahasiaan dan kesuka relaan ; maksudnya , si
terbimbing telah betul-betul telah mempercayai konselornya lebih jauh,
keterbukaan akan semakin berkembang apabila klien tahu bahwa kinselornya
terbuka.
Keterbukaan di sini di tinjau dari dua arah. Dari pihak klien di harapkan
pertama-tama mau membuka diri sendiri sehingga apa yang ada pada dirinya
dapat di ketahui oleh orang lain, dan kedunya mau membuka diri dalam arti mau
menerima saran-saran dan masukan lain lainya dari pihak luar.
Contoh asas keterbukaan : ada seorang konseli yang memiliki sifat tertutup
sebagai konselor kita harus dapat mengubah konseli untuk bicara secara terbuka
dan tidak berpura-pura dalam menceritakan maslah pribadinya sendiri ,sehingga
konseli dapat berbicara jujur dan merasa nyaman dalam menyampaikan
masalahhnya.
4. Asas Kekinian
Asas kekinian yaitu asas bimbingan yang mengkehendaki agar obyek
sasaran layanan BK ialah permasalahan peserta didik dalam kondisi masa
sekarang. Layanan yang berkenan dengan masa depan atau masa lamoau dilihat
dampak atau kaitan dengan kondisi yang ada dan apa yang dapat diperbuat
sekarang .Pada umumnya pelayanan bimbingan dan konseling bertitik tolak dari
masalah yang dirasakan konseli saat kini atau sekarang, namun pada dasarnya
pelayanan bimbingan dan konseling itu sendiri menjangkau dimensi waktu yang
lebih luas, yaitu masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang.
Permasalahan yang dihadapi oleh konseli sering bersumber dari rasa
penyesalannya terhadap apa yang terjadi pada masa lalu, dan kekhawatiran
dalam menghadapi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, sehingga
ia lupa dengan apa yang harus dan dapat dikerjakannya pada saat ini.
Sesuai apa yang terkemukan di atas, maka diharapkan konselor dapat
mengarahkan konseli untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapinya
sekarang. Sebagaimana firman Allah SWT
Artinya :
“Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam
kerugian.Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan
nasehat menasehati supaya mentaatikebenaran dan nasehat menasehati supaya
menetapi kesabaran.” (QS. Al Ashr : 1-3).
Contoh asaa kekinian ; konselor tidak banyak fokus pada masalah yang
telah di hadapi , tetapi konselor harus terus memantau perkembangan konseli
baik fisik dan psikisnya.
5. Asas Kemandirian
Asas kemandirian yaitu asas BK yang menunjuk pada tujuan umum
BK,yaitu : peserta didik sebagai sasaran layanan BK diharapkan menjadi
individu –individu yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri
sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan ,mengarahkan serta
mewujudkan diri sendiri.
Salah satu tujuan pemberian layanan bimbingan dan konseling adalah agar
konselor berusaha menghidupkan kemandirian di dalam diri konseli.Ciri-ciri
kemandirian tersebut yaitu mengenal dan menerima diri sendiri dan
lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan
diri sendiri. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap
pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi
berkembangnya kemandirian konseli. Agar dapat tumbuh sikap kemandirian
tersebut, maka konselor harus memberikan respon yang cermat terhadap konseli
atas keluhan-keluhan yang diungkapkan.Individu yang terbimbing setelah
dibantu diharapkan dapat mandiri dengan ciri-ciri pokok mampu:
1. mengenal diri sendiri dan lingkungan sebagaimana mestinya.
2. menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis.
3. mengambil keputusan untuk dan oleh diri sendiri.
4. mengarahkan diri sesui dengan keputusan itu.
5. mewujudkan diri secara optimal sesuai dengan potensi, minat dan
kemampuan-kemampuan yang di miliki.
Kemandirian dengan ciri-ciri umum di atas haruslah disesuikan dengan
tingkat perkembangan dan peranan klien dalam kehidupan sehari-hari.
Kemandiran sebagai hasil konseling menjadi arah dari keseluruhan proses
konseling, dan hal itu didasari baik oleh konselor maupun klien.
Contoh asaa kemandirian : ada seorang konseli yang cacat fisik datang
pada kita dia menceritakan bahwa dia tidak memiliki semangat untuk
meluruskan hidupnya, sebagai konselo yang profesional kita harus bisa
menumbuhkan rasa semangat hidup dengan cara memberikan pemahaman agar
konseli tersebut mengenal dan menerima dirinya dan lingkungan ,dan mampu
mengambil sebuah keputusan agar konseli tersebut menjadi diri yang mandiri .
6. Asas Kegiatan
Asas kegiatan yaitu asa BK yang mengkehendaki agar peserta didik yang
menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan
layanan atau kegiatan BK.
Dalam proses pelayanan bimbingan dan konseling kadang-kadang
konselor memberikan beberapa tugas dan kegiatan pada konslinya. Dalam hal
ini konseli harus mampu melaksanakan sendiri kegiatan-kegiatan tersebut dalam
rangka mencapai tujuan bimbingan dan konseling yang telah ditetapkan.Asas ini
menghendaki agar konseli bisa berpartisipasi secara aktif atas kegiatan yang
diselenggarakan oleh konselor. Di pihak lain konselor harus berusaha/
mendorong agar konseli mampu melaksanakan kegiatan yang telah ditetapkan
tersebut.
Asas ini merujuk pada pola konseling”multidimensional” yang tidak
hanya mengandalkan transaksi perbal antara klien dan konselor. Dalam
selenggara, yaitu klien aktif menjalani proses konseling dan aktif pula
melaksanakan/menerapkan hasil-hasil konseling.
Contoh asas kegiatan : seorang konselor harus bisa membuat suatu
program kegiatan seperti ospek maupun MOS (siswa baru ) agar konseli /peserta
didik dapat mengenali lingkungan yang baru serta mampu untuk mnyesuaikan
dirinya dengan lingkungan yang baru.
7. Asas Kedinamisan
Asas kedinamisan yaitu asas BK yang mengkehendaki agar isi layanan
terhadap sasaran layanan yang sama kehendaknya selalu bergerak maju,tidak
monoton,dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan
dan tahap perkembanganya dari waktu ke waktu .
Keberhasilan usaha pelayanan bimbingan dan konseling ditandai dengan
terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku konseli ke arah yang lebih baik.
Untuk mewujudkan terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku itu
membutuhkan proses dan waktu tertentu sesuai dengan kedalaman dan
kerumitan masalah yang dihadapi konseli. Isi layanan bimbingan dan konseling
dari asas ini adalah selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang
serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari
waktu ke waktu.Konselor dan pihak-pihak lain diminta untuk memberikan
kerjasama sepenuhnya agar pelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan
dapat dengan cepat menimbulkan perubahan dalam sikap dan tingkah laku
konseli.Asas kedinamisan mengacuh pada hal-hal baru yang hendaknya terdapat
pada dan menjadi ciri-ciri dari proses konseling dan hasil-hasil nya.
Contoh asas kedinamisan :seorang konselor harus mampu mengikuti
pergerakan zaman , agar konselor dapat menyelesaikan suatu permasalahn yang
pada seorang konseli yang semakin kompleks misalnya keluarga broken serta
pergaulan bebas dikalangan pemuda.
8. Asas Keterpaduan
Asas keterpaduan yaitu asas BK yang mengkenhendaki agar berbagai
layanan dan kegiatan BK , baik yang di lakuakn oleh guru BK/konselor maupun
pihak lain ,saling menunjang ,harmonis dan terpaduan .
Pelayanan bimbingan dan konseling menghendaki terjalin keterpaduan
berbagai aspek dari individu yang dibimbing. Untuk itu konselor perlu bekerja
sama dengan orang-orang yang diharapkan dapat membantu penanggulangan
masalah yang dihadapi konseli. Dalam hal ini peranan guru, orang tua, dan
siswa-siswa yang lain sering kali sangat menentukan. Konselor harus pandai
menjalin kerja sama yang saling mengerti dan saling membantu demi
terbantunya konseli yang mengalami masalah.
Untuk terselenggaranya asas keterpaduan, konselor perlu memiliki
wawasan yang luas tentang perkembangan klien dan aspek-aspek lingkungan
klien, serta berbagai sumber yang dapat diaktifkan untuk menangani masalah
klien. Kesemuanya itu dipadukan dalam keadaan serasi dan saling menunjang
dalam upaya bimbingan dan konseling .
Contoh asas keterpaduan : seorang konseli melakuakn kerjasama dengan
seorang psikologi seks mupun dokter kandungan ,dan mengundang kesekolah
untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik di sekolah agar
konseli/peserta didik memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih jelas
tentang seks, upayah mereka tidak terjerat dalam pergaulan besar.
9. Asas Kenormatifan
Asas kenormatifan yaitu asas BK yang mengkehendaki agar segenap
layanan dan kegiatan BK didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan
nilai dan norma-norma yang ada, yaitu norma agama, hukum dan peraturan ,adat
istiadat ilmu pengetahuan ,dan kebiasaan yang berlaku .
Pelayanan bimbingan dan konseling yang dilakukan hendaknya tidak
bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat dan
lingkungannya. Dalam kegiatan bimbingan dan konseling,
konselor tentu akan menyertakan norma-norma yang dianutnya ke dalam
hubungan konseling, baik secara langsung atau tidak langsung. Tetapi harus
diingat bahwa konselor tidak boleh memaksakan nilai atau norma yang
dianutnya itu kepada konselinya. Seluruh layanan dan kegiatan bimbingan dan
konseling ini adalah didasarkan pada norma-norma yang berlaku yaitu norma
agama, hukum, peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan
kebiasaan-kebiasaan yang berlaku. Bahkan lebih jauh lagi, layanan/
kegiatan bimbingan dan konseling ini harus dapat meningkatkan kemampuan
siswa/ konseli dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan norma-norma
tersebut.
Contoh asas kenormatifan : seorang konselor dalam menjalankan tugasnya
, harus sesui dengan norma, hukum , adat istiadat sehingga terciptanya suasana
yang harmonis diantara konseli dan konselor karena seorang konselor yang
profesional harus bisa menciptakan suasana yang nyaman bagi seorang konseli.
10. Asas Keahlian
Asas keahlian yaitu asas BK yang mengkehendaki agar layanan dan
kegiatan BK diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional.
Untuk menjamin keberhasilan usaha bimbingan dan konseling, para
petugas harus mendapatkan pendidikan dan latihan yang memadai. Pengetahuan,
keterampilan, sikap dan kepribadian yang ditampilkan oleh konselor/ guru
pembimbing akan menunjang hasil konseling. Pendek kata bahwa para
pelaksana layanan bimbingan dan konseling ini harus benar-benar ahli dibidang
bimbingan dan konseling, atau dalam istilah lain adalah profesional.
Contoh asas keahlian : apabila ada seorang peserta didik/konselor yang
datang pada seorang konselor , seorang harus bersikap seprti konselor bukan
bersikap seprti dokter maupun yang lainya yaitu memberikan sepenuhnya semua
keputusan pada konseli .
11. Asas Alih Tangan (Referal)
Asas alih tangan yaitu asas BK yang mengkehendaki agar pihak –pihak
yang tidak mampu menyelenggarakan layanan BK secara tepat dan tuntas atas
suatu permasalahan peserta didik mengalih tangankan permasalahan itu kepada
pihak yang lebih ahli.
Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional yang
menangani masalah-masalah yang cukup pelik. Berhubung hakekat masalah
yang dihadapi konseli adalah unik (kedalamannya, keluasannya, dan
kedinamisannya), disamping pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh
konselor adalah terbatas, maka ada kemungkinan suatu masalah belum dapat
diatasi setelah proses konseling berlangsung. Dalam hal ini konselor perlu
mengalih tangankan (referal) konseli pada pihak lain (konselor) yang lebih ahli
untuk menangani masalah yang sedang dihadapi oleh konseli tersebut.
Contoh asas alih tangan :ada seorang peserta didik/konseli yang
mengalami tidak lulus sekolah , seorang konselor tidak dapat bertindak sendiri
dalam konteks ini ,seorang konselor harus melakuakn kerjasama dengan pihak
yang lebih kompeten dalam kasus ini seperti membawa konseli tersebut pada
seorang psikiater maupun dokter.
12. Asas Tut Wuri Handayani
Asas tutwuri handayani yaitu asas BK yang mengkehendaki agar
pelayanan BK secara keseluruhan dapat menciptakan suasana yang mengayomi
(memberi rasa aman),mengembangkan keteladanan , memberikan ransangan
dan dorongan serta kesempataan yang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk
maju
Sebagaimana yang telah dipahami dalam pengertian bimbingan dan
konseling bahwa bimbingan dan konseling itu merupakan kegiatan yang
dilakukan secara sistematis, sengaja, berencana, terus menerus, dan terarah
kepada suatu tujuan.Oleh karena itu kegiatan pelayanan bimbingan dan
konseling tidak hanya dirasakan adanya pada saat konseli mengalami masalah
dan menghadapkannya kepada konselor/ guru pembimbing saja.Kegiatan
bimbingan dan konseling harus senantiasa diikuti secara terus menerus dan aktif
sampai sejauh mana konseli telah berhasil mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.Asas ini menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling
secara keseluruhan dapat menciptakan suasana mengayomi (memberikan rasa
aman), mengembangkan keteladanan, dan memberikan rangsangan dan
dorongan, serta kesempatan yang seluas-luasnya kepada konseli untuk
maju.(Anas Salahudin.
Contoh asas tut wuri handayani : seorang konselor harus menjadi guru
teladan ,dan menyenangkan agar peserta didik/ konseli tidak takut menceritakan
masalahnya kepada kita dan mampu mengayomi pasaerta didik.
A.2.3 Pentingnya Azas- Azas Bimbingan dan Konseling
Penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan
konseling selain dimuati oleh fungsi dan didasarkan pada prinsip-prinsip
tertentu, juga dituntut untuk memenuhi sejumlah asas bimbingan. Pemenuhan
asas-asas bimbingan itu akan memperlancar pelaksanaan dan lebih menjamin
keberhasilan layanan/kegiatan, sedangkan pengingkarannya akan dapat
menghambat atau bahkan menggagalkan pelaksanaan, serta mengurangi atau
mengaburkan hasil layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri.
Betapa pentingnya asas-asas bimbingan konseling ini sehingga dikatakan
sebagai jiwa dan nafas dari seluruh kehidupan layanan bimbingan dan konseling.
Apabila asas-asas ini tidak dijalankan dengan baik, maka penyelenggaraan
bimbingan dan konseling akan berjalan tersendat-sendat atau bahkan terhenti
sama sekali.
B. Fungsi Bimbingan dan Konseling
Secara teorikal fungsi bimbingan dan konseling secara umum adalah sebagai
fasilitatordan motivator klien dalam upaya mengatasi dan memcahkan problem
kehidupan klien dengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri.
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa bimbingan dan konseling bertujuan agar
peserta didik dapat menemukan dirinya, mengenal dirinya, dan mampu merencanakan
masa depannya. Dalam hubungan ini bimbingan dan konseling berfungsi memberikan
pelayanan pada peserta didik agar masing-masing peserta didik dapat berkembang
secara optimal sehingga menjadi pribadi yang utuh dan mandiri. Oleh karena itu
pelayanan bimbingan dan konseling mengemban sejumlah fungsi yang hendak
dipenuhi melalui kegiatan bimbingan dan konseling (Hikmawati,2011:4).
Prayitno, dkk (2004:14) menyatakan bahwa Fungsi seorang pembimbing di
sekolah adalah membantu kepala sekolah serta stafnya didalam menyelenggarakan
kesejahteraan sekolah (schoolwelfare) . sehubungan tentang fungsi ini maka seorang
pembimbing mempunyai tugas-tugas tetentu. Pelayanan bimbingan dan Konseling
mengemban sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan
bimbingan dan Konseling. Ada tiga fungsi bimbingan dan konseling, yaitu:
a. Fungsi penyaluran ( distributif )
Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan
siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan yang ada di sekolah,
memilih jurusan sekolah, memilih jenis sekolah sambungan ataupun lapangan kerja
yang sesuai dengan bakat, minat, cita-cita dan ciri- ciri kepribadiannya. Di samping
itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah
antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar, dan lain-lain.
b. Fungsi penyesuaian ( adjustif )
Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk
memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Dalam berbagai teknik bimbingan
khususnya dalam teknik konseling, siswa dibantu menghadapi dan memecahkan
masalah-masalah dan kesulitan-kesulitannya. Fungsi ini juga membantu siswa
dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal.
c. Fungsi adaptasi ( adaptif )
Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah
khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus
dan kebutuhan pribadi siswa-siswa. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan
data tentang ciri-ciri, kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan
siswa kepada guru. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan
pengalaman belajar bagi para siswanya. Sehingga para siswa memperoleh
pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat, cita-cita, kebutuhan dan minat.
DAFTAR PUSTAKA
Hikmawati,Fenti.2011.Bimbingan dan Konseling Edisi
Revisi.Jakarta:PT.RajaGrafindo Persada.
Hikmawati, Fenti. 2014. Bimbingan dan Konseling Edisi
Revisi.Jakarta:PT.RajaGrafindo Persada.
Prayitno dan Erman Amti. (2004). Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta:
Rineka Cipta.
Salahudin, Anas. 2010. BimbingandanKonseling.Bandung: CV. Pustaka Setia
Syamsu Yusuf,dkk.2012. Landasan Bimbingan dan Konseling.Jakarta :PT Remaja
Rosdakarya.
Tohirin.2007.Bimbingan dan Konseling diSekolah dan Madrasah (Berbasis
Integrasi).Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada.

Bimbingan dan konseling_diperbaiki_lagi_ya[1]

  • 1.
    KATA PENGANTAR Puji dansyukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas bimbingan dan penyertaan-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Bimbingan Konseling yang berjudul ‘Asas dan Fungsi Bimbingan dan Konseling’ dengan baik. Penulis juga tidak lupa berterimakasih kepada Ranisa Juniati, S.Pd, M.Pd sebagai dosen pengampuh mata kuliah Kuliah Bimbingan Konseling dan juga semua pihak yang terlibat dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Besar harapan penulis, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kepentingan semua pihak yang membaca makalah ini. Jambi, 06 Febuari 2017 Kelompok2
  • 2.
  • 3.
    BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Sebagai salah satu lembaga pendidikan, sekolah membutuhkan pelayanan BK dalam penyelenggaraan dan peningkatan kondisi kehidupan di sekolah demi tercapainya tujuan pendidikan yang berjalan seiring dengan visi profesi konseling yaitu: terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam memberikan dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar individu berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia. Namun untuk mencapai tujuan tersebut Konselor haruslah memenuhi Asas dan fungsi Bimbingan dan Konseling. Pemenuhan asas-asas bimbingan itu akan memperlancar pelaksanaan dan lebih menjamin keberhasilan layanan/kegiatan, sedangkan pengingkarannya akan dapat menghambat atau bahkan menggagalkan pelaksanaan, serta mengurangi atau mengaburkan hasil layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri. Selain itu fungsi bimbingan dan konseling menurut (Hikmawati, 2014:14-20) yaitu adanya fungsi pemahaman, preventif, pengembangan, pemyembuhan, penyaluran, adaptasi, penyesuaian, perbaikan, faasilitas, dan fungsi pemeliharaan. Seorang konselor dan guru BK saat ini belum banyak yang mengetahui betapa pentingnya tugas dan fungsi disuatu sekolahan, dengan ini diharapkan dapat mengetahui fungsi seorang guru BK dan konselor khususnya disekolahan dan pada umumnya di lingkungan sosial yang permasalahan tersebut sangat fundamental. B. Rumusan masalah 1. Apa pengertian asas dalam bimbingan dan konseling ? 2. Apa tujuan adanya asas dalam bimbingan dan konseling ? 3. Apa saja asas-asas dalam bimbingan dan konseling ? 4. Apa saja fungsi dari bimbingan dan konseling ? 5. Bagaimana implementasi asas bimbingan konseling dalam pendidikan disekolah ?
  • 4.
    C. Tujuan: 1. Dapatmengetahui pengertian asas dalam bimbingan dan konseling 2. Dapat mengetahui tujuan asas dalam bimbingan dan konseling 3. Dapat mengetahui macam macam asas dalam bimbingan dan konseling 4. Dapat mengetahui fungsi-fungsi dalam bimbingan dan konseling 5. Dapat mengetahui bagaimana implementasi asas bimbingan konseling dalam pendidikan disekolah. D. Manfaat: BAB II
  • 5.
    PEMBAHASAN A. Azas Bimbingandan Konseling A.1. Pengertian Azas Bimbingan dan Konseling Azas-azas bimbingan dan konseling merupakan ketentuan-ketentuan yang harus diterapkan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling. Azas berarti dasar ( sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat), dasar cita- cita (perkumpulan atau organisasi) serta hukum dasar. (Syamsul.dkk,2012:15). Menurut Menurut Prayitno (dalam Anas.S,2010:21) Pelayanan bimbingan dan konseling adalah pekerjaan profesional sesuai dengan makna apeksi, dan perlakuan konselor terhadap kasus, pekerjaan profesional itu harus di laksanakan dengan mengikuti kaidah –kaidah yang menjamin efisien dan efektivitas proses dan lainnya. Dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling kaidah – kaidah tersebut di kenal dengan asas bimbingan dan konseling, yaitu ketentuan – ketentuan yang harus di terapkan dalam peyelenggaraan pelayanan itu. A.2. Macam-macam Azas Bimbingan dan Konseling Slameto (1986) (dalam Tohirin,2007:84-95) membagi asas-asas bimbingan dan konseling menjadi dua bagian, yaitu : (1) Asas bimbingan dan konseling yang berhubungan dengan individu (Siswa) dan (2) asas-asas bimbingan dan konseling yang berhubungan dengan praktik atau pekerjaan bimbingan. A.2.1. Asas bimbingan dan konseling yang berhubungan dengan individu (Siswa) 1. Tiap-tiap siswa mempunyai kebutuhan Tiap-tiap siswa sebagai individu mempunyai kebutuhan yang berbeda baik jasmaniah maupun rohaniah. Tingkah laku individu pada umumnya dalam rangka memenuhi kebutuhan. Apabila kebutuhan tidak tercapai maka akan menimbulkan kecemasan dan kekecewaan, sehingga pada akhirnya menimbulkan perilaku menyimpang.
  • 6.
    Guru bimbingan dankonseling disekolah harus mampu memahami berbagai kebutuhan siswa, sehingga pelayanan diberikan dalam rangka memenuhi kebutuhan siswa terutama kebutuhan psikis seperti memperoleh kasih sayang dan rasa aman. 2. Ada perbedaan antra siswa (asas perbedaan siswa) Dalam teori individualitas ditegaskan bahwa tiap-tiap individu berbeda. Demikian halnya siswa sebagai individu. Tiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda baik fisik maupun fisikis. Perbedan-perbedaan siswa tersebut harus mendapat perhatian secara lebih spesifik dari pembimbing atau konselor disekolah sehingga siswa dapat berkembang sesuai karakteristik pribadinya masing-masing. 3. Tiap-tiap individu (siswa) ingin menjadi dirinya sendiri. Tiap-tiap individu ingin menjadi dirinya sendiri sesuai dengan karakteristik masing-masing. Pelayanan bimbingan dan konseling disekolah harus dapat mengantarkan siswa berkembang menjadi dirinya sendiri, pembimbing tidak boleh mengarah siswa untuk berkembang sesuai dengan yang pembimbing atau konselor inginkan. 4. Tiap-tiap individu (siswa) mempunyai dorongan untuk menjadi matang Dalam tahap perkembangannya setiap siswa mempunyai dorongan yang kuat untuk menjadi matang,produktif, dan mandiri. Untuk itu, pelayanan bimbingan dan konseling disekolah harus berorientasi pada kematangan siswa sehingga siswa tersebut dapat berkembang sesuai dengan kecenderungan- kecenderungan nya. 5. Tiap-tiap siswa mempunyai masalah dan mempunyai dorongan untuk menyelesaikannya. Tidak ada individu yang tidak memiliki masalah, dalam proses perkembangan pasti memiliki masalah. Yang berbeda adalah kompleksitas masalah yang dialami oleh tiap-tiap siswa. Pada dasarnya tiap individu
  • 7.
    mempunyai dorongan untukmememcahkan masalah, namun adakalanya siswa tidak selalu berhasil. Pelayanan bimbingan dan konseling harus diarahkan dalam rangka membantu siswa dalam menyelesaikan atau memcahkan masalah yang dihadapi dalam hidupnya dengan memanfaatkan sebaik-baiknya dorongan yang ada dalam diri setiap siswa. A.2.2 asas-asasbimbingandan konseling yang berhubungan dengan praktik atau pekerjaan bimbingan 1. Asas Kerahasiaan Asas-asas kerahasian yaitu menuntun dirahasiakanya segenap data dan keterangan peserta didik yang menjadi sasaran layanan , yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain . Sebagaimana telah diketahui bahwa dalam kegiatan bimbingan dan koseling, kadang-kadang konseli harus menyampaikan hal-hal yang sangat pribadi/ rahasia kepada konselor.Oleh karena itu konselor harus menjaga kerahasiaan data yang diperolehnya dari konselinya. Sebgai konselor berkewajiban untuk menjaga rahasia data tersebut, baik data yang diperoleh dari hasil wawancara atau konseling, karena hubungan menolong dalam bimbingan dan konseling hanya dapat berlangsung dengan baik jika data informasi yang dipercayakan kepada konselor atau guru pembimbing dapat dijamin kerahasiaannya. Asas ini bisa dikatakan sebagai “Asas Kunci” dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling, karena dengan adanya asas kerahasiaan ini dapat menimbulkan rasa aman dalam diri konseli. Berdasarkan apa yang dikemukakan di atas, maka apa yang terjadi saat pelayanan bimbingan dan konseling yang dilakukan oleh konselor dan konseli baik itu isi pembicaraan atau pun sikap konseli, kerahasiaanya perlu dihargai dan dijaga dengan baik. Demikian pula catatan-catatan yang dibuat sewaktu atau pun sesudah wawancara atau konseling perlu disimpan dengan baik dan kerahasiaanya dijaga dengan cermat oleh konselor. Contoh asaa kerahasian :ada seorang konseli yang menceritakan kepada konselor bahwa seorang konseli itu memiliki penyakit HIV yang didapatnya
  • 8.
    sejak lama makaseorang konselor harus bisa menjaga kerahasian tersebut agar penyakit konseli itu tidak di ketahui oleh orang banyak . 2. Asas Kesukarelaan Asas kesukarelaan yaitu assa BK yang menghendaki adanya kesukaaan dan kerelaan peserta didik mengikuti atau menjalankan layanan atau kegiatan yang di peruntukan baginya . Telah dikemukakan bahwa bimbingan merupakan proses membantu individu. Perkataan membantu disini mengandung arti bahwa bimbingan bukan merupakan suatu paksaan, akan tetapi merupakan suatu binaan. Oleh karena itu dalam kegiatan bimbingan dan konseling diperlukan adanya kerjasama yang demokratis antara konselor/ guru pembimbing dengan konselinya. Kerjasama akan terjalin bilamana konseli dapat dengan suka rela menceritakan serta menjelaskan masalah yang dialaminya kepada konselor. Contoh asas kesukarelaan : ada seorang peserta didik yang selalu tidak masuk dikarenakan tidak suka pada pada salah satu mata pelajaran di sekolahnya , sebagai guru konselor seharusnya kita harus mengubah sikap/perilaku konseli tersebut agar dapat suka pada mata pelajaran tersebut dengan selalu membina dan mengembangkanya. 3. Asas Keterbukaan Asas keterbukaan yaitu asas BK yang menghendaki agar peserta didik yang menjadi sasaran layanan atau kegiataan bersikap terbuka dan tidak berpura- pura, baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya . Asas keterbukaan merupakan asas yang sangat penting bagi konselor/ guru pembimbing, karena hubungan tatap muka antara konselor dan konseli merupakan pertemuan bathin tanpa tedeng aling-aling.Dengan adanya keterbukaan ini dapat ditumbuhkan kecenderungan pada konseli untuk membuka dirinya, untuk membuka kedok hidupnya yang menjadi penghalang bagi perkembangan psikisnya.Konselor yang sukses adalah konselor yang bisa
  • 9.
    memudahkan konseli untukmembuka dirinya dan berusaha memahami lebih jauh tentang dirinya sendiri.Truax dan Carkhuff menyimpulkan bahwa “ada hubungan yang erat antara keterbukaan konselor dan kemampuan klien membuka diri (self exploration).” Asas ini menghendaki agar konseli bersifat terbuka dan tidak berpura-pura dalam memberikan keterangan maupun informasi.Dalam hal ini konselor/ guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli.Agar konseli dapat terbuka, guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Hal demikian akan mendorong konseli mengekspresikan pengalaman pribadinya. Keterusterangan dan kejujuran si terbimbing akan terjadi jika si terbimbing tidak lagi mempersoalkan asas kerahasiaan dan kesuka relaan ; maksudnya , si terbimbing telah betul-betul telah mempercayai konselornya lebih jauh, keterbukaan akan semakin berkembang apabila klien tahu bahwa kinselornya terbuka. Keterbukaan di sini di tinjau dari dua arah. Dari pihak klien di harapkan pertama-tama mau membuka diri sendiri sehingga apa yang ada pada dirinya dapat di ketahui oleh orang lain, dan kedunya mau membuka diri dalam arti mau menerima saran-saran dan masukan lain lainya dari pihak luar. Contoh asas keterbukaan : ada seorang konseli yang memiliki sifat tertutup sebagai konselor kita harus dapat mengubah konseli untuk bicara secara terbuka dan tidak berpura-pura dalam menceritakan maslah pribadinya sendiri ,sehingga konseli dapat berbicara jujur dan merasa nyaman dalam menyampaikan masalahhnya. 4. Asas Kekinian Asas kekinian yaitu asas bimbingan yang mengkehendaki agar obyek sasaran layanan BK ialah permasalahan peserta didik dalam kondisi masa sekarang. Layanan yang berkenan dengan masa depan atau masa lamoau dilihat dampak atau kaitan dengan kondisi yang ada dan apa yang dapat diperbuat sekarang .Pada umumnya pelayanan bimbingan dan konseling bertitik tolak dari
  • 10.
    masalah yang dirasakankonseli saat kini atau sekarang, namun pada dasarnya pelayanan bimbingan dan konseling itu sendiri menjangkau dimensi waktu yang lebih luas, yaitu masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. Permasalahan yang dihadapi oleh konseli sering bersumber dari rasa penyesalannya terhadap apa yang terjadi pada masa lalu, dan kekhawatiran dalam menghadapi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, sehingga ia lupa dengan apa yang harus dan dapat dikerjakannya pada saat ini. Sesuai apa yang terkemukan di atas, maka diharapkan konselor dapat mengarahkan konseli untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapinya sekarang. Sebagaimana firman Allah SWT Artinya : “Demi masa.Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaatikebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al Ashr : 1-3). Contoh asaa kekinian ; konselor tidak banyak fokus pada masalah yang telah di hadapi , tetapi konselor harus terus memantau perkembangan konseli baik fisik dan psikisnya. 5. Asas Kemandirian Asas kemandirian yaitu asas BK yang menunjuk pada tujuan umum BK,yaitu : peserta didik sebagai sasaran layanan BK diharapkan menjadi individu –individu yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan ,mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Salah satu tujuan pemberian layanan bimbingan dan konseling adalah agar konselor berusaha menghidupkan kemandirian di dalam diri konseli.Ciri-ciri kemandirian tersebut yaitu mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli. Agar dapat tumbuh sikap kemandirian tersebut, maka konselor harus memberikan respon yang cermat terhadap konseli
  • 11.
    atas keluhan-keluhan yangdiungkapkan.Individu yang terbimbing setelah dibantu diharapkan dapat mandiri dengan ciri-ciri pokok mampu: 1. mengenal diri sendiri dan lingkungan sebagaimana mestinya. 2. menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis. 3. mengambil keputusan untuk dan oleh diri sendiri. 4. mengarahkan diri sesui dengan keputusan itu. 5. mewujudkan diri secara optimal sesuai dengan potensi, minat dan kemampuan-kemampuan yang di miliki. Kemandirian dengan ciri-ciri umum di atas haruslah disesuikan dengan tingkat perkembangan dan peranan klien dalam kehidupan sehari-hari. Kemandiran sebagai hasil konseling menjadi arah dari keseluruhan proses konseling, dan hal itu didasari baik oleh konselor maupun klien. Contoh asaa kemandirian : ada seorang konseli yang cacat fisik datang pada kita dia menceritakan bahwa dia tidak memiliki semangat untuk meluruskan hidupnya, sebagai konselo yang profesional kita harus bisa menumbuhkan rasa semangat hidup dengan cara memberikan pemahaman agar konseli tersebut mengenal dan menerima dirinya dan lingkungan ,dan mampu mengambil sebuah keputusan agar konseli tersebut menjadi diri yang mandiri . 6. Asas Kegiatan Asas kegiatan yaitu asa BK yang mengkehendaki agar peserta didik yang menjadi sasaran layanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan layanan atau kegiatan BK. Dalam proses pelayanan bimbingan dan konseling kadang-kadang konselor memberikan beberapa tugas dan kegiatan pada konslinya. Dalam hal ini konseli harus mampu melaksanakan sendiri kegiatan-kegiatan tersebut dalam rangka mencapai tujuan bimbingan dan konseling yang telah ditetapkan.Asas ini menghendaki agar konseli bisa berpartisipasi secara aktif atas kegiatan yang diselenggarakan oleh konselor. Di pihak lain konselor harus berusaha/ mendorong agar konseli mampu melaksanakan kegiatan yang telah ditetapkan tersebut.
  • 12.
    Asas ini merujukpada pola konseling”multidimensional” yang tidak hanya mengandalkan transaksi perbal antara klien dan konselor. Dalam selenggara, yaitu klien aktif menjalani proses konseling dan aktif pula melaksanakan/menerapkan hasil-hasil konseling. Contoh asas kegiatan : seorang konselor harus bisa membuat suatu program kegiatan seperti ospek maupun MOS (siswa baru ) agar konseli /peserta didik dapat mengenali lingkungan yang baru serta mampu untuk mnyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang baru. 7. Asas Kedinamisan Asas kedinamisan yaitu asas BK yang mengkehendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan yang sama kehendaknya selalu bergerak maju,tidak monoton,dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembanganya dari waktu ke waktu . Keberhasilan usaha pelayanan bimbingan dan konseling ditandai dengan terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku konseli ke arah yang lebih baik. Untuk mewujudkan terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku itu membutuhkan proses dan waktu tertentu sesuai dengan kedalaman dan kerumitan masalah yang dihadapi konseli. Isi layanan bimbingan dan konseling dari asas ini adalah selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu.Konselor dan pihak-pihak lain diminta untuk memberikan kerjasama sepenuhnya agar pelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan dapat dengan cepat menimbulkan perubahan dalam sikap dan tingkah laku konseli.Asas kedinamisan mengacuh pada hal-hal baru yang hendaknya terdapat pada dan menjadi ciri-ciri dari proses konseling dan hasil-hasil nya. Contoh asas kedinamisan :seorang konselor harus mampu mengikuti pergerakan zaman , agar konselor dapat menyelesaikan suatu permasalahn yang pada seorang konseli yang semakin kompleks misalnya keluarga broken serta pergaulan bebas dikalangan pemuda. 8. Asas Keterpaduan
  • 13.
    Asas keterpaduan yaituasas BK yang mengkenhendaki agar berbagai layanan dan kegiatan BK , baik yang di lakuakn oleh guru BK/konselor maupun pihak lain ,saling menunjang ,harmonis dan terpaduan . Pelayanan bimbingan dan konseling menghendaki terjalin keterpaduan berbagai aspek dari individu yang dibimbing. Untuk itu konselor perlu bekerja sama dengan orang-orang yang diharapkan dapat membantu penanggulangan masalah yang dihadapi konseli. Dalam hal ini peranan guru, orang tua, dan siswa-siswa yang lain sering kali sangat menentukan. Konselor harus pandai menjalin kerja sama yang saling mengerti dan saling membantu demi terbantunya konseli yang mengalami masalah. Untuk terselenggaranya asas keterpaduan, konselor perlu memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan klien dan aspek-aspek lingkungan klien, serta berbagai sumber yang dapat diaktifkan untuk menangani masalah klien. Kesemuanya itu dipadukan dalam keadaan serasi dan saling menunjang dalam upaya bimbingan dan konseling . Contoh asas keterpaduan : seorang konseli melakuakn kerjasama dengan seorang psikologi seks mupun dokter kandungan ,dan mengundang kesekolah untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik di sekolah agar konseli/peserta didik memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih jelas tentang seks, upayah mereka tidak terjerat dalam pergaulan besar. 9. Asas Kenormatifan Asas kenormatifan yaitu asas BK yang mengkehendaki agar segenap layanan dan kegiatan BK didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma-norma yang ada, yaitu norma agama, hukum dan peraturan ,adat istiadat ilmu pengetahuan ,dan kebiasaan yang berlaku . Pelayanan bimbingan dan konseling yang dilakukan hendaknya tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat dan lingkungannya. Dalam kegiatan bimbingan dan konseling, konselor tentu akan menyertakan norma-norma yang dianutnya ke dalam hubungan konseling, baik secara langsung atau tidak langsung. Tetapi harus diingat bahwa konselor tidak boleh memaksakan nilai atau norma yang
  • 14.
    dianutnya itu kepadakonselinya. Seluruh layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling ini adalah didasarkan pada norma-norma yang berlaku yaitu norma agama, hukum, peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku. Bahkan lebih jauh lagi, layanan/ kegiatan bimbingan dan konseling ini harus dapat meningkatkan kemampuan siswa/ konseli dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan norma-norma tersebut. Contoh asas kenormatifan : seorang konselor dalam menjalankan tugasnya , harus sesui dengan norma, hukum , adat istiadat sehingga terciptanya suasana yang harmonis diantara konseli dan konselor karena seorang konselor yang profesional harus bisa menciptakan suasana yang nyaman bagi seorang konseli. 10. Asas Keahlian Asas keahlian yaitu asas BK yang mengkehendaki agar layanan dan kegiatan BK diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Untuk menjamin keberhasilan usaha bimbingan dan konseling, para petugas harus mendapatkan pendidikan dan latihan yang memadai. Pengetahuan, keterampilan, sikap dan kepribadian yang ditampilkan oleh konselor/ guru pembimbing akan menunjang hasil konseling. Pendek kata bahwa para pelaksana layanan bimbingan dan konseling ini harus benar-benar ahli dibidang bimbingan dan konseling, atau dalam istilah lain adalah profesional. Contoh asas keahlian : apabila ada seorang peserta didik/konselor yang datang pada seorang konselor , seorang harus bersikap seprti konselor bukan bersikap seprti dokter maupun yang lainya yaitu memberikan sepenuhnya semua keputusan pada konseli . 11. Asas Alih Tangan (Referal) Asas alih tangan yaitu asas BK yang mengkehendaki agar pihak –pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan BK secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik mengalih tangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli.
  • 15.
    Bimbingan dan konselingmerupakan kegiatan profesional yang menangani masalah-masalah yang cukup pelik. Berhubung hakekat masalah yang dihadapi konseli adalah unik (kedalamannya, keluasannya, dan kedinamisannya), disamping pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh konselor adalah terbatas, maka ada kemungkinan suatu masalah belum dapat diatasi setelah proses konseling berlangsung. Dalam hal ini konselor perlu mengalih tangankan (referal) konseli pada pihak lain (konselor) yang lebih ahli untuk menangani masalah yang sedang dihadapi oleh konseli tersebut. Contoh asas alih tangan :ada seorang peserta didik/konseli yang mengalami tidak lulus sekolah , seorang konselor tidak dapat bertindak sendiri dalam konteks ini ,seorang konselor harus melakuakn kerjasama dengan pihak yang lebih kompeten dalam kasus ini seperti membawa konseli tersebut pada seorang psikiater maupun dokter. 12. Asas Tut Wuri Handayani Asas tutwuri handayani yaitu asas BK yang mengkehendaki agar pelayanan BK secara keseluruhan dapat menciptakan suasana yang mengayomi (memberi rasa aman),mengembangkan keteladanan , memberikan ransangan dan dorongan serta kesempataan yang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk maju Sebagaimana yang telah dipahami dalam pengertian bimbingan dan konseling bahwa bimbingan dan konseling itu merupakan kegiatan yang dilakukan secara sistematis, sengaja, berencana, terus menerus, dan terarah kepada suatu tujuan.Oleh karena itu kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling tidak hanya dirasakan adanya pada saat konseli mengalami masalah dan menghadapkannya kepada konselor/ guru pembimbing saja.Kegiatan bimbingan dan konseling harus senantiasa diikuti secara terus menerus dan aktif sampai sejauh mana konseli telah berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Asas ini menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana mengayomi (memberikan rasa aman), mengembangkan keteladanan, dan memberikan rangsangan dan
  • 16.
    dorongan, serta kesempatanyang seluas-luasnya kepada konseli untuk maju.(Anas Salahudin. Contoh asas tut wuri handayani : seorang konselor harus menjadi guru teladan ,dan menyenangkan agar peserta didik/ konseli tidak takut menceritakan masalahnya kepada kita dan mampu mengayomi pasaerta didik. A.2.3 Pentingnya Azas- Azas Bimbingan dan Konseling Penyelenggaraan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling selain dimuati oleh fungsi dan didasarkan pada prinsip-prinsip tertentu, juga dituntut untuk memenuhi sejumlah asas bimbingan. Pemenuhan asas-asas bimbingan itu akan memperlancar pelaksanaan dan lebih menjamin keberhasilan layanan/kegiatan, sedangkan pengingkarannya akan dapat menghambat atau bahkan menggagalkan pelaksanaan, serta mengurangi atau mengaburkan hasil layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri. Betapa pentingnya asas-asas bimbingan konseling ini sehingga dikatakan sebagai jiwa dan nafas dari seluruh kehidupan layanan bimbingan dan konseling. Apabila asas-asas ini tidak dijalankan dengan baik, maka penyelenggaraan bimbingan dan konseling akan berjalan tersendat-sendat atau bahkan terhenti sama sekali. B. Fungsi Bimbingan dan Konseling Secara teorikal fungsi bimbingan dan konseling secara umum adalah sebagai fasilitatordan motivator klien dalam upaya mengatasi dan memcahkan problem kehidupan klien dengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa bimbingan dan konseling bertujuan agar peserta didik dapat menemukan dirinya, mengenal dirinya, dan mampu merencanakan masa depannya. Dalam hubungan ini bimbingan dan konseling berfungsi memberikan pelayanan pada peserta didik agar masing-masing peserta didik dapat berkembang
  • 17.
    secara optimal sehinggamenjadi pribadi yang utuh dan mandiri. Oleh karena itu pelayanan bimbingan dan konseling mengemban sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi melalui kegiatan bimbingan dan konseling (Hikmawati,2011:4). Prayitno, dkk (2004:14) menyatakan bahwa Fungsi seorang pembimbing di sekolah adalah membantu kepala sekolah serta stafnya didalam menyelenggarakan kesejahteraan sekolah (schoolwelfare) . sehubungan tentang fungsi ini maka seorang pembimbing mempunyai tugas-tugas tetentu. Pelayanan bimbingan dan Konseling mengemban sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan Konseling. Ada tiga fungsi bimbingan dan konseling, yaitu: a. Fungsi penyaluran ( distributif ) Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan yang ada di sekolah, memilih jurusan sekolah, memilih jenis sekolah sambungan ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat, minat, cita-cita dan ciri- ciri kepribadiannya. Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar, dan lain-lain. b. Fungsi penyesuaian ( adjustif ) Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Dalam berbagai teknik bimbingan khususnya dalam teknik konseling, siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitannya. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal. c. Fungsi adaptasi ( adaptif ) Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswa-siswa. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri, kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan siswa kepada guru. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat, cita-cita, kebutuhan dan minat.
  • 18.
    DAFTAR PUSTAKA Hikmawati,Fenti.2011.Bimbingan danKonseling Edisi Revisi.Jakarta:PT.RajaGrafindo Persada. Hikmawati, Fenti. 2014. Bimbingan dan Konseling Edisi Revisi.Jakarta:PT.RajaGrafindo Persada. Prayitno dan Erman Amti. (2004). Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta. Salahudin, Anas. 2010. BimbingandanKonseling.Bandung: CV. Pustaka Setia
  • 19.
    Syamsu Yusuf,dkk.2012. LandasanBimbingan dan Konseling.Jakarta :PT Remaja Rosdakarya. Tohirin.2007.Bimbingan dan Konseling diSekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi).Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada.