LATAR BELAKANG DISUSUNNYA
      UNDANG – UNDANG NOMOR 11
              TAHUN 2008


 Hukum yang baik adalah hukum yang bersifat dinamis,
    dimana hukum dapat berkembang sesuai dengan
  perkembangan yang terjadi di masyarakat. Salah satu
 perkembangan yang terjadi adalah perkembangan ilmu
  pengetahuan dan teknologi dalam dunia maya. Dunia
maya juga telah mengubah kebiasaan banyak orang yang
   menggunakan internet untuk melakukan berbagai
kegiatan dan juga membuka peluang terjadinya kejahatan
                          .
Untuk itu tentu dibutuhkan suatu
   aturan yang dapat memberikan
   kepastian hukum dunia maya di
   Indonesia. Maka diterbitkanlah
 undang-undang No. 11 tahun 2008
   tentang informasi dan transaksi
elektronik yang lazim dikenal dengan
    istilah ―Undang-Undang ITE‖.
MANFAAT KEHADIRAN UNDANG-UNDANG ITE


  1. Menjamin kepastian
                                           2. Mendorong
 hukum bagi masyarakat
                                       pertumbuhan ekonomi
yang melakukan transaksi
                                             Indonesia;
     secara elektronik;
                    Kehadiran UU No. 11 Tahun
                    2008 tentang Informasi dan
                     Transaksi Elektronik (ITE)
                    akan memberikan manfaat,
                       beberapa diantaranya


3. Sebagai salah satu upaya          4. Melindungi masyarakat
untuk mencegah terjadinya              pengguna jasa dengan
     kejahatan berbasis              memanfaatkan teknologi
    teknologi informasi;                     informasi.
KRONOLOGIS UNDANG-UNDANG ITE


 UU ITE mulai dirancang     yang disusun Ditjen Pos
  sejak Maret 2003 oleh      dan Telekomunikasi -
   Kementerian Negara      Departemen Perhubungan
Komunikasi dan Informasi       serta Departemen
 (Kominfo) dengan nama         Perindustrian dan
   Rancangan Undang          Perdagangan, bekerja
    Undang Informasi         sama dengan Tim dari
 Elektronikdan Transaksi        Fakultas Hukum
 Elektronik (RUU-IETE).     Universitas Padjadjaran
Semula UU ini dinamakan        (Unpad) dan Tim
        Rancangan           Asistensi dari ITB, serta
UndangUndang Informasi      Lembaga Kajian Hukum
Komunikasi dan Transaksi   dan Teknologi Universitas
 Elektronik (RUU IKTE)           Indonesia (UI).
Pada 5 September,          ―Tim Antar
    Presiden Susilo      Departemen Dalam
Bambang Yudhoyono       rangka Pembahasan
      melalui surat          RUU Antara
                        Pemerintah dan DPR
No.R./70/Pres/9/200     RI‖ dengan Keputusan
   5 menyampaikan        Menteri Komunikasi
    naskah RUU ini         dan Informatika
 secara resmi kepada   No.83/KEP/M.KOMIN
         DPR RI.       FO/10/2005 tanggal 24
  Bersamaan dengan       Oktober 2005 yang
    itu, pemerintah           kemudian
                       disempurnakan dengan
 melalui Departemen    Keputusan Menteri No.:
   Komunikasi dan      10/KEP/M.Kominfo/01
      Informatika         /2007 tanggal 23
      membentuk             Januari 2007.
Tujuan Undang-Undang ITE

   Mengembangkan kehidupan bangsa sebagai bagian dari
             masyarakat informasi dunia.



 Mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional
  dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



    Meningkatkan aktifitas dan efisiensi pelayanan publik


  Membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang
   untuk memajukan pemikiran dan kemampuan dibidang
 penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi seoptimal
             mungkin dan bertanggung jawab.


 Memberikan rasa aman, keadilan dan kepastian hukum bagi
    pengguna dan penyelenggara teknologi informasi.
Gambaran Umum Undang-Undang ITE

                          • Yang menjelaskan istilah–istilah
Bab 1 – tentang ketentuan   teknologi informasi menurut undang-
          umum              undang informasi dan transaksi
                            elektronik.


                             • Yang menjelaskan tentang landasan
Bab 2 – tentang asas dan       pikiran dan tujuan pemanfaatan
         tujuan                teknologi informasi dan transaksi
                               elektronik


                             • Yang menjelaskan sahnya secara
Bab 3 – tentang informasi,     hukum penggunaan dokumen dan
  dokumen, dan tanda
                               tanda tangan elektronik sebagai mana
    tangan elektronik          dokument atau surat berharga.
• Menjelaskan tentang individu atau
     Bab 4 – tentang           lembaga yang berhak mengeluarkan
penyelenggaraa seritfikasi     sertifikasi elektronik dan mengatur
  elektronik dan sistem        ketentuan yang harus di lakukan bagi
        elektronik             penyelenggara sistem elektronik



                             • Berisi tentang tata cara
                               penyelenggaraan transaksi elektronik
Bab 5 - tengtang transaksi
        elektronik




                             • Menjelaskan tentang tata cara
  Bab 6 – Tentang nama         kepemilikan dan penggunaan nama
  domain, hak kekayaan         domain
      intelektual, dan
perlindungAN HAK pribadi
• Menjelaskan tentang pendistribusian
Bab – 7 tentang      dan mentransmisikan informasi
perbuatan yang       elektronik secara sengaja atau tanpa
                     hak yang didalamnya memiliki
   dilarang          muatan yang dilarang oleh hukum



                   • Menjelaskan tentang pengajuan
Bab – 8 tentang      gugatan terhadap pihak pengguna
 penyelesaian        teknologi informasi sesuai ketentuan
                     peraturan perundang-undangan
   sengketa


 Bab 9 – tentang   • Menjelaskan tentang peran serta
                     pemerintah dan masyarakat dalam
peran pemerintah     melindungi dan memanfaatkan
    dan peran        teknologi informasi dan transaksi
                     elektronik
   masyarakat
• Bab ini mengatur tata cara penyidikan tindak
 Bab 10 – tentang       pidana yang melanggar undang-undang ite
                        sekaligus menentukan pihak-pihak yang berhak
   penyidikan           melakukan penyidikan




                      • Berisi sanksi-sanksi bagi pelanggar
 Bab 11 - tentang       undang-undag ITE
 ketentuan pidana


                      • Menginformasi bahwa segala peraturan
 Bab – 12 tentang       lainnya dinyatakan berlaku selama tidak
                        bertentangan dengan undang-undang ITE
ketentuan peralihan


                      • Berisi tentang pemberlakuan undang—
 Bab 13 – tentang       undang ini sejak ditanda tanganipresiden.
ketentuan penutup
Pembobolan Situs KPU
Pada hari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah (25
th), konsultan Teknologi Informasi (TI) PT
Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik
Komisi Pemilihan Umum (KPU) di
http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama
partai di dalamnya menjadi nama-nama unik seperti
Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu,
dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL
Injection (pada dasarnya teknik tersebut adalah
dengan cara mengetikkan string atau perintah
tertentu di address bar browser) untuk menjebol
situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari
Kamis, 22 April 2004.
Kasus Melinda Dee, Pembobolan Dana
Nasabah Citibank

Malinda melakukan manipulasi data serta
mengalihkan dana milik nasabah ke rekening dia
sendiri. Kasus ini muncul ke permukaan setelah
nasabah melaporkan hal ini ke kantor polisi
karena merasa dana yang dia simpan di bank
berkurang.
Terjerat dengan UU ITE Pasal 30 ayat (1) dan
Pasal 32 ayat (2), kemudian KUHP Pasal 263 ayat
(1) dan (2).

Cyber crime

  • 1.
    LATAR BELAKANG DISUSUNNYA UNDANG – UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 Hukum yang baik adalah hukum yang bersifat dinamis, dimana hukum dapat berkembang sesuai dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat. Salah satu perkembangan yang terjadi adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia maya. Dunia maya juga telah mengubah kebiasaan banyak orang yang menggunakan internet untuk melakukan berbagai kegiatan dan juga membuka peluang terjadinya kejahatan .
  • 2.
    Untuk itu tentudibutuhkan suatu aturan yang dapat memberikan kepastian hukum dunia maya di Indonesia. Maka diterbitkanlah undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik yang lazim dikenal dengan istilah ―Undang-Undang ITE‖.
  • 3.
    MANFAAT KEHADIRAN UNDANG-UNDANGITE 1. Menjamin kepastian 2. Mendorong hukum bagi masyarakat pertumbuhan ekonomi yang melakukan transaksi Indonesia; secara elektronik; Kehadiran UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) akan memberikan manfaat, beberapa diantaranya 3. Sebagai salah satu upaya 4. Melindungi masyarakat untuk mencegah terjadinya pengguna jasa dengan kejahatan berbasis memanfaatkan teknologi teknologi informasi; informasi.
  • 4.
    KRONOLOGIS UNDANG-UNDANG ITE UU ITE mulai dirancang yang disusun Ditjen Pos sejak Maret 2003 oleh dan Telekomunikasi - Kementerian Negara Departemen Perhubungan Komunikasi dan Informasi serta Departemen (Kominfo) dengan nama Perindustrian dan Rancangan Undang Perdagangan, bekerja Undang Informasi sama dengan Tim dari Elektronikdan Transaksi Fakultas Hukum Elektronik (RUU-IETE). Universitas Padjadjaran Semula UU ini dinamakan (Unpad) dan Tim Rancangan Asistensi dari ITB, serta UndangUndang Informasi Lembaga Kajian Hukum Komunikasi dan Transaksi dan Teknologi Universitas Elektronik (RUU IKTE) Indonesia (UI).
  • 5.
    Pada 5 September, ―Tim Antar Presiden Susilo Departemen Dalam Bambang Yudhoyono rangka Pembahasan melalui surat RUU Antara Pemerintah dan DPR No.R./70/Pres/9/200 RI‖ dengan Keputusan 5 menyampaikan Menteri Komunikasi naskah RUU ini dan Informatika secara resmi kepada No.83/KEP/M.KOMIN DPR RI. FO/10/2005 tanggal 24 Bersamaan dengan Oktober 2005 yang itu, pemerintah kemudian disempurnakan dengan melalui Departemen Keputusan Menteri No.: Komunikasi dan 10/KEP/M.Kominfo/01 Informatika /2007 tanggal 23 membentuk Januari 2007.
  • 6.
    Tujuan Undang-Undang ITE Mengembangkan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia. Mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meningkatkan aktifitas dan efisiensi pelayanan publik Membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan dibidang penggunaan dan pemanfaatan teknologi informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab. Memberikan rasa aman, keadilan dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara teknologi informasi.
  • 7.
    Gambaran Umum Undang-UndangITE • Yang menjelaskan istilah–istilah Bab 1 – tentang ketentuan teknologi informasi menurut undang- umum undang informasi dan transaksi elektronik. • Yang menjelaskan tentang landasan Bab 2 – tentang asas dan pikiran dan tujuan pemanfaatan tujuan teknologi informasi dan transaksi elektronik • Yang menjelaskan sahnya secara Bab 3 – tentang informasi, hukum penggunaan dokumen dan dokumen, dan tanda tanda tangan elektronik sebagai mana tangan elektronik dokument atau surat berharga.
  • 8.
    • Menjelaskan tentangindividu atau Bab 4 – tentang lembaga yang berhak mengeluarkan penyelenggaraa seritfikasi sertifikasi elektronik dan mengatur elektronik dan sistem ketentuan yang harus di lakukan bagi elektronik penyelenggara sistem elektronik • Berisi tentang tata cara penyelenggaraan transaksi elektronik Bab 5 - tengtang transaksi elektronik • Menjelaskan tentang tata cara Bab 6 – Tentang nama kepemilikan dan penggunaan nama domain, hak kekayaan domain intelektual, dan perlindungAN HAK pribadi
  • 9.
    • Menjelaskan tentangpendistribusian Bab – 7 tentang dan mentransmisikan informasi perbuatan yang elektronik secara sengaja atau tanpa hak yang didalamnya memiliki dilarang muatan yang dilarang oleh hukum • Menjelaskan tentang pengajuan Bab – 8 tentang gugatan terhadap pihak pengguna penyelesaian teknologi informasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sengketa Bab 9 – tentang • Menjelaskan tentang peran serta pemerintah dan masyarakat dalam peran pemerintah melindungi dan memanfaatkan dan peran teknologi informasi dan transaksi elektronik masyarakat
  • 10.
    • Bab inimengatur tata cara penyidikan tindak Bab 10 – tentang pidana yang melanggar undang-undang ite sekaligus menentukan pihak-pihak yang berhak penyidikan melakukan penyidikan • Berisi sanksi-sanksi bagi pelanggar Bab 11 - tentang undang-undag ITE ketentuan pidana • Menginformasi bahwa segala peraturan Bab – 12 tentang lainnya dinyatakan berlaku selama tidak bertentangan dengan undang-undang ITE ketentuan peralihan • Berisi tentang pemberlakuan undang— Bab 13 – tentang undang ini sejak ditanda tanganipresiden. ketentuan penutup
  • 11.
    Pembobolan Situs KPU Padahari Sabtu, 17 April 2004, Dani Firmansyah (25 th), konsultan Teknologi Informasi (TI) PT Danareksa di Jakarta berhasil membobol situs milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) di http://tnp.kpu.go.id dan mengubah nama-nama partai di dalamnya menjadi nama-nama unik seperti Partai Kolor Ijo, Partai Mbah Jambon, Partai Jambu, dan lain sebagainya. Dani menggunakan teknik SQL Injection (pada dasarnya teknik tersebut adalah dengan cara mengetikkan string atau perintah tertentu di address bar browser) untuk menjebol situs KPU. Kemudian Dani tertangkap pada hari Kamis, 22 April 2004.
  • 12.
    Kasus Melinda Dee,Pembobolan Dana Nasabah Citibank Malinda melakukan manipulasi data serta mengalihkan dana milik nasabah ke rekening dia sendiri. Kasus ini muncul ke permukaan setelah nasabah melaporkan hal ini ke kantor polisi karena merasa dana yang dia simpan di bank berkurang. Terjerat dengan UU ITE Pasal 30 ayat (1) dan Pasal 32 ayat (2), kemudian KUHP Pasal 263 ayat (1) dan (2).