Undang – Undang Informasi
dan Transaksi Elektonik
Kelompok 1 :
- Oki Mahesa (20202205013)
- Julius Benny Pakanan (20202205077)
Pengertian UU ITE
Undang – undang Informasi dan Transaksi
Elektronik adalah aturan yang berlaku untuk setiap
orang yang melakukan penyimpangan yang
menjurus pada pelanggaran Teknologi dan
Komunikasi serta nama baik perorangan atau
institusi
Sejarah UU ITE
Tahun 2000
Pada tahun ini, pemerintah Indonesia
melalui Kementerian Komunikasi dan
Informatika (dulu bernama Departemen
Komunikasi dan Informatika) mulai
menyusun rancangan peraturan yang
mengatur transaksi elektronik dan
kegiatan di dunia digital.
Tahun 2006
Rancangan Undang-Undang tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik
diajukan ke DPR (Dewan Perwakilan
Rakyat) untuk dibahas dan disahkan
sebagai undang-undang.
Tahun 2008
Pada 25 Maret 2008, DPR menyetujui
rancangan UU ITE menjadi undang-
undang. Undang-undang ini diberi
nomor 11 tahun 2008.
Tahun 2009
UU ITE resmi berlaku setelah
diundangkan pada tanggal 21 April
2009. UU ITE menggantikan peraturan
sebelumnya yang mengatur transaksi
elektronik, yaitu UU No. 11 Tahun 2002
tentang Informasi dan Transaksi
Elektronik.
Transaksi Elektronik
• Mengatur aspek hukum transaksi elektronik,
seperti pembelian online, kontrak elektronik,
dan tanda tangan digital.
• Menjamin keabsahan dan keamanan
transaksi elektronik serta melindungi hak
konsumen.
Unsur – Unsur Utama UU ITE
Komunikasi Elektronik
• Mengatur kejahatan dalam komunikasi
elektronik, seperti penipuan, pengiriman
spam, penghinaan, dan pencemaran nama
baik.
• Melindungi pengguna internet dari praktik-
praktik yang merugikan atau merugikan
reputasi mereka.
Pengelolaan Informasi Elektronik
• Melindungi privasi data pribadi dan mengatur
keamanan informasi elektronik.
• Mewajibkan entitas yang mengumpulkan dan
mengelola data pribadi untuk menjaga
kerahasiaan dan keamanan informasi
tersebut.
Keuntungan UU ITE
UU ITE memberikan beberapa keuntungan penting dalam lingkungan
digital:
Perlindungan Konsumen
 Melindungi konsumen dari penipuan online dan
praktik bisnis yang merugikan.
 Memberikan kerangka hukum untuk melindungi hak
konsumen dalam transaksi elektronik.
Kepercayaan dan Keamanan Transaksi
Elektronik
 Menciptakan kepercayaan di antara pelaku bisnis dan
pengguna internet dalam melakukan transaksi
elektronik.-
 Mengatur tanda tangan digital sebagai metode sah
dalam transaksi online yang dapat memberikan
keamanan dan keabsahan.
Perkembangan Ekonomi Digital:
 Mendorong pertumbuhan ekonomi digital dengan
memberikan kepastian hukum bagi pelaku bisnis
online.
 Mengurangi hambatan dan meningkatkan
kepercayaan masyarakat dalam bertransaksi secara
elektronik.
Kontroversi dan Perdebatan seputar UU
ITE
UU ITE juga telah menghadapi kontroversi dan perdebatan terkait
beberapa pasal yang dianggap kontroversial. Beberapa isu yang sering
dibahas meliputi:
01 Pembatasan Kebebasan Berekspresi:
 Pasal-pasal UU ITE yang berkaitan dengan penghinaan
dan pencemaran nama baik telah dituduh membatasi
kebebasan berekspresi dan menghambat kebebasan
pers.
 Tuntutan untuk memastikan bahwa regulasi tersebut
tidak digunakan secara semena-mena untuk menekan
opini dan kritik yang sah.
02 Rancu dan Tidak Jelas
 Beberapa pasal dalam UU ITE dianggap ambigu dan
dapat disalahgunakan untuk membatasi kebebasan
berpendapat.
 Tuntutan untuk merevisi dan mengklarifikasi pasal-
pasal yang dapat menimbulkan tafsir yang beragam.
Dampak UU ITE pada Masyarakat
Implementasi UU ITE memiliki dampak signifikan pada masyarakat
dan pengguna internet:
01 Kesadaran akan Keamanan Digital
 UU ITE meningkatkan kesadaran masyarakat tentang
pentingnya keamanan digital dan perlindungan data
pribadi.
 Pengguna internet menjadi lebih berhati-hati dalam
menggunakan media sosial, berinteraksi online, dan
berbagi informasi pribadi.
02 Perlindungan Data Diri
 UU ITE mendorong perlindungan data pribadi dengan
mengatur pengelolaan dan penggunaan informasi
elektronik.
 Pengguna internet memiliki hak untuk meminta
perlindungan terhadap pengumpulan dan
penyalahgunaan data pribadi mereka.
03 Kepatuhan dari Platform Digital
 Platform digital dan penyedia layanan online harus
mematuhi aturan UU ITE.
 Mereka perlu menjaga keamanan pengguna,
melindungi privasi, dan menghapus konten yang
melanggar ketentuan UU ITE.
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) merupakan peraturan
hukum yang penting dalam mengatur dunia digital.- UU ITE memiliki tujuan untuk
melindungi pengguna internet, memastikan keamanan transaksi elektronik, dan
mengatur pengelolaan informasi elektronik.
Meskipun UU ITE memberikan keuntungan dalam perlindungan konsumen dan
kepercayaan transaksi elektronik, terdapat kontroversi seputar pembatasan
kebebasan berekspresi dan ketidakjelasan pasal-pasal tertentu.
Dalam era digital yang terus berkembang, penting untuk mempertimbangkan revisi
dan penyesuaian UU ITE agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan
perkembangan teknologi, serta menjaga keseimbangan antara keamanan, privasi, dan
kebebasan berekspresi.
Kesimpulan
SEKIAN
&
TERIMA KASIH

UU ITE (Digital Forensik).pptxchdchsvjchvjsh

  • 1.
    Undang – UndangInformasi dan Transaksi Elektonik Kelompok 1 : - Oki Mahesa (20202205013) - Julius Benny Pakanan (20202205077)
  • 2.
    Pengertian UU ITE Undang– undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah aturan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan penyimpangan yang menjurus pada pelanggaran Teknologi dan Komunikasi serta nama baik perorangan atau institusi
  • 3.
    Sejarah UU ITE Tahun2000 Pada tahun ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (dulu bernama Departemen Komunikasi dan Informatika) mulai menyusun rancangan peraturan yang mengatur transaksi elektronik dan kegiatan di dunia digital. Tahun 2006 Rancangan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik diajukan ke DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) untuk dibahas dan disahkan sebagai undang-undang. Tahun 2008 Pada 25 Maret 2008, DPR menyetujui rancangan UU ITE menjadi undang- undang. Undang-undang ini diberi nomor 11 tahun 2008. Tahun 2009 UU ITE resmi berlaku setelah diundangkan pada tanggal 21 April 2009. UU ITE menggantikan peraturan sebelumnya yang mengatur transaksi elektronik, yaitu UU No. 11 Tahun 2002 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
  • 4.
    Transaksi Elektronik • Mengaturaspek hukum transaksi elektronik, seperti pembelian online, kontrak elektronik, dan tanda tangan digital. • Menjamin keabsahan dan keamanan transaksi elektronik serta melindungi hak konsumen. Unsur – Unsur Utama UU ITE Komunikasi Elektronik • Mengatur kejahatan dalam komunikasi elektronik, seperti penipuan, pengiriman spam, penghinaan, dan pencemaran nama baik. • Melindungi pengguna internet dari praktik- praktik yang merugikan atau merugikan reputasi mereka. Pengelolaan Informasi Elektronik • Melindungi privasi data pribadi dan mengatur keamanan informasi elektronik. • Mewajibkan entitas yang mengumpulkan dan mengelola data pribadi untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi tersebut.
  • 5.
    Keuntungan UU ITE UUITE memberikan beberapa keuntungan penting dalam lingkungan digital: Perlindungan Konsumen  Melindungi konsumen dari penipuan online dan praktik bisnis yang merugikan.  Memberikan kerangka hukum untuk melindungi hak konsumen dalam transaksi elektronik.
  • 6.
    Kepercayaan dan KeamananTransaksi Elektronik  Menciptakan kepercayaan di antara pelaku bisnis dan pengguna internet dalam melakukan transaksi elektronik.-  Mengatur tanda tangan digital sebagai metode sah dalam transaksi online yang dapat memberikan keamanan dan keabsahan.
  • 7.
    Perkembangan Ekonomi Digital: Mendorong pertumbuhan ekonomi digital dengan memberikan kepastian hukum bagi pelaku bisnis online.  Mengurangi hambatan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam bertransaksi secara elektronik.
  • 8.
    Kontroversi dan Perdebatanseputar UU ITE UU ITE juga telah menghadapi kontroversi dan perdebatan terkait beberapa pasal yang dianggap kontroversial. Beberapa isu yang sering dibahas meliputi: 01 Pembatasan Kebebasan Berekspresi:  Pasal-pasal UU ITE yang berkaitan dengan penghinaan dan pencemaran nama baik telah dituduh membatasi kebebasan berekspresi dan menghambat kebebasan pers.  Tuntutan untuk memastikan bahwa regulasi tersebut tidak digunakan secara semena-mena untuk menekan opini dan kritik yang sah.
  • 9.
    02 Rancu danTidak Jelas  Beberapa pasal dalam UU ITE dianggap ambigu dan dapat disalahgunakan untuk membatasi kebebasan berpendapat.  Tuntutan untuk merevisi dan mengklarifikasi pasal- pasal yang dapat menimbulkan tafsir yang beragam.
  • 10.
    Dampak UU ITEpada Masyarakat Implementasi UU ITE memiliki dampak signifikan pada masyarakat dan pengguna internet: 01 Kesadaran akan Keamanan Digital  UU ITE meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan digital dan perlindungan data pribadi.  Pengguna internet menjadi lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial, berinteraksi online, dan berbagi informasi pribadi.
  • 11.
    02 Perlindungan DataDiri  UU ITE mendorong perlindungan data pribadi dengan mengatur pengelolaan dan penggunaan informasi elektronik.  Pengguna internet memiliki hak untuk meminta perlindungan terhadap pengumpulan dan penyalahgunaan data pribadi mereka.
  • 12.
    03 Kepatuhan dariPlatform Digital  Platform digital dan penyedia layanan online harus mematuhi aturan UU ITE.  Mereka perlu menjaga keamanan pengguna, melindungi privasi, dan menghapus konten yang melanggar ketentuan UU ITE.
  • 13.
    Undang-Undang Informasi danTransaksi Elektronik (UU ITE) merupakan peraturan hukum yang penting dalam mengatur dunia digital.- UU ITE memiliki tujuan untuk melindungi pengguna internet, memastikan keamanan transaksi elektronik, dan mengatur pengelolaan informasi elektronik. Meskipun UU ITE memberikan keuntungan dalam perlindungan konsumen dan kepercayaan transaksi elektronik, terdapat kontroversi seputar pembatasan kebebasan berekspresi dan ketidakjelasan pasal-pasal tertentu. Dalam era digital yang terus berkembang, penting untuk mempertimbangkan revisi dan penyesuaian UU ITE agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi, serta menjaga keseimbangan antara keamanan, privasi, dan kebebasan berekspresi. Kesimpulan
  • 14.