PENGARUH KOMBINASI AROMATERAPI JASMINE DAN
RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP
PENURUNAN NYERI DISMENORE
Oleh
Ade Putri Rupina
17.001.001.01
Siklus mentruasi setiap wanita berbeda-beda, ada yang mengalami menstruasi tidak teratur dan ada pula yang relative teratur.
Dismenore adalah keadaan nyeri dibagian abdomen, kram dan sakit punggung yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dampak dari dismenore selain mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kinerja juga terjadi keluhan seperti mual, kadang
disertai muntah dan diare. World Health Organization (WHO) menerangkan bahwa kejadian dismenore (nyeri haid) didunia sangat
besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap negara mengalami dismenore (Ningsih,2011).
Prevalensi dismenore di dunia sangat besar yaitu, rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap dunia mengalaminya. Presentase
dismenore di Amerika Serikat di perkirakan hampir 90% wanita mengalami dismenore dan 10-15 di antaranya mengalami
dismenore berat. Prevalensi di Malaysia dismenore pada remaja mengalami sebanyak 62,3%. Prevalensi dismenore di Swedia 72%,
dan di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,88% nyeri haid primer dan 9,36% nyeri haid sekunder.
LATAR BELAKANG
Relaksasi otot progresif adalah relaksasi yang menimbulkan sensasi otot. Untuk menimbulkan sensasi otot, pasien dianjurkan untuk
mengisolasi dan mengontraksikan otot atau kelompok otot tertentu secara bergantian (Fitriani, 2017).
Aromaterapi dapat mempengaruhi kelancaran sirkulasi darah, sehingga suplai nutrisi ke jaringan luka tercukupi dan proses
penyembuhan akan lebih cepat. Saat aromaterapi dihirup, zat aktif yang terdapat di dalamnya akan merangsang hipotalamus
(kelenjar hipofise) untuk mengeluarkan hormon endorpin. Endorpin diketahui sebagai zat yang menimbulkan rasa tenang, relaks,
dan bahagia. Adapun aromaterapi inhalasi yang dapat digunakan dengan cara aromaterapi untuk pengobatan nyeri saat menstruasi
adalah minyak jasmine, minyak ini berfungsi membantu melancarkan pengeluaran darah kotor.Minyak jasmine dapat menurunkan
rasa nyeri ataupun rasa sakit, jasmine ini memiliki aroma yang sedative, yang dapat menghilangkan rasa sakit.
LATAR BELAKANG
RUMUSAN MASALAH
Apakah ada “Pengaruh Kombinasi Aromaterapai Jasmine Dan Relaksasi
Otot Progresif Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore”.
TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan umum
2. Tujuan khusus
MANFAAT PENELITIAN
1. Manfaat Teoritis
2. Manfaat Praktis
1. Dewi Purnama Sari, Hendra, Aryani Pradana Dewi (2015) dengan judul “Pengaruh Aromaterapi
Jasmine Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Remaja Putri Yang Mengangalami Dismenore Di
SMA 2 Pontianak”.
2. Chandra Sulistyorini, Siti Makaromah, Femi Tari Pongsibidang (2019) dengan judul “Efektivitas
Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri”.
3. Ulya Inayatul Zulfa dkk (2017), dengan judul “Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap
Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi”.
PENELITIAN TERKAIT
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Konsep Dismenore
2. Nyeri Dismenore
3. Aromaterapi
4. Relaksasi Otot Progresif
KERANGKA TEORI MODIFIKASI BERDASARKAN TEORI
KENYAMANAN KOLCABA
HIPOTESIS
Ha : Terdapat Pengaruh Kombinasi Aromaterapi Jasmine Dan Relaksasi Otot Progresif.
Ho : Tidak Terdapat Pengaruh Kombinasi Aromaterapi Jasmine Dan Relaksasi Otot Progresif.
Quasi Ekperiment dengan pendekatan pre
end post test without control
BAB III
METODE PENELITIAN
Populasi
Desain
Penelitian
Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi
yang mengalami nyeri dismenore di Itkes wiyata
Husada Samarinda berjumlah 22 responden .
Teknik
Sampling
Lokasi & Wakt
Lokasi
Peneulitian dilakukan Di ITKES Wiyata Husada Samarinda
Waktu
Penelitian dilakukan pada Mei-Juni 2021
Non Probability
KERANGKA TEORI
PENELITIAN
DEFINISI OPERASIONAL
INSTRUMEN PENELITIAN
 Variabel Indenpenden dalam penelitian ini Aromaterapi Jasmine dan
Relaksasi Otot Progresif menggunanakan Standar Prosedur
Operasional
 Variabel Dependen menggunakan Numeric Ranting Scale (NRS),
untuk mengukur intensitas nyeri pada dismenore peneliti menunjukkan
gambar skala dari 0 sampai 10 dengan tingkat nyeri yang paling ringan
di mulai dari angka 0tidak nyeri, 1-3 nyeri ringan, 4-6 nyeri sedang,
dan 7-10 nyeri berat, kemudian responden menunjukkan tingkat nyeri
yang dirasakan.
Alat dan bahan: yang digunakan dalam penelitian ini yang disediakan terutama adalah
aromaterapi minyak Essential oil. Essential oil yang di gunakan dalam penelitian ini
adalah essential oil Jasmine.
Diffuser berfungsi sebagai pengatur kelembapan udara. Pemancaran partikel dan
penyebaran aroma dalam satu alat praktis dan sangat mudah digunakan.
Kursi yang digunakan saat melakukan latihan Relaksasi Otot Progresif untuk
memberikan kenyamana saat tindakan di lakukan.
Alat dan Bahan Yang Digunakan Untuk Pemberian
Kombinasi Aromaterapi Jasmine dan
Relaksasi otot progresif.
ANALISA DATA
Uji Normalitas
Uji Univariate
Uji Bivariate
01 02 03
PENGELOLAHAN DATA
 Editing Data
 Coding Data
 Data Entry
 Cleaning
ETIKA PENELITIAN
 Otonomy
 Non-maleficience
 Confidentiality (Kerahasiaan)
 Justice (Keadilan)
THANK YOU!

CONTOH PPT SEMPRO.pptx

  • 1.
    PENGARUH KOMBINASI AROMATERAPIJASMINE DAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE Oleh Ade Putri Rupina 17.001.001.01
  • 2.
    Siklus mentruasi setiapwanita berbeda-beda, ada yang mengalami menstruasi tidak teratur dan ada pula yang relative teratur. Dismenore adalah keadaan nyeri dibagian abdomen, kram dan sakit punggung yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dampak dari dismenore selain mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kinerja juga terjadi keluhan seperti mual, kadang disertai muntah dan diare. World Health Organization (WHO) menerangkan bahwa kejadian dismenore (nyeri haid) didunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap negara mengalami dismenore (Ningsih,2011). Prevalensi dismenore di dunia sangat besar yaitu, rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap dunia mengalaminya. Presentase dismenore di Amerika Serikat di perkirakan hampir 90% wanita mengalami dismenore dan 10-15 di antaranya mengalami dismenore berat. Prevalensi di Malaysia dismenore pada remaja mengalami sebanyak 62,3%. Prevalensi dismenore di Swedia 72%, dan di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,88% nyeri haid primer dan 9,36% nyeri haid sekunder. LATAR BELAKANG
  • 3.
    Relaksasi otot progresifadalah relaksasi yang menimbulkan sensasi otot. Untuk menimbulkan sensasi otot, pasien dianjurkan untuk mengisolasi dan mengontraksikan otot atau kelompok otot tertentu secara bergantian (Fitriani, 2017). Aromaterapi dapat mempengaruhi kelancaran sirkulasi darah, sehingga suplai nutrisi ke jaringan luka tercukupi dan proses penyembuhan akan lebih cepat. Saat aromaterapi dihirup, zat aktif yang terdapat di dalamnya akan merangsang hipotalamus (kelenjar hipofise) untuk mengeluarkan hormon endorpin. Endorpin diketahui sebagai zat yang menimbulkan rasa tenang, relaks, dan bahagia. Adapun aromaterapi inhalasi yang dapat digunakan dengan cara aromaterapi untuk pengobatan nyeri saat menstruasi adalah minyak jasmine, minyak ini berfungsi membantu melancarkan pengeluaran darah kotor.Minyak jasmine dapat menurunkan rasa nyeri ataupun rasa sakit, jasmine ini memiliki aroma yang sedative, yang dapat menghilangkan rasa sakit. LATAR BELAKANG
  • 4.
    RUMUSAN MASALAH Apakah ada“Pengaruh Kombinasi Aromaterapai Jasmine Dan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore”. TUJUAN PENELITIAN 1. Tujuan umum 2. Tujuan khusus MANFAAT PENELITIAN 1. Manfaat Teoritis 2. Manfaat Praktis
  • 5.
    1. Dewi PurnamaSari, Hendra, Aryani Pradana Dewi (2015) dengan judul “Pengaruh Aromaterapi Jasmine Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Remaja Putri Yang Mengangalami Dismenore Di SMA 2 Pontianak”. 2. Chandra Sulistyorini, Siti Makaromah, Femi Tari Pongsibidang (2019) dengan judul “Efektivitas Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri”. 3. Ulya Inayatul Zulfa dkk (2017), dengan judul “Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi”. PENELITIAN TERKAIT
  • 6.
    BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.Konsep Dismenore 2. Nyeri Dismenore 3. Aromaterapi 4. Relaksasi Otot Progresif
  • 7.
    KERANGKA TEORI MODIFIKASIBERDASARKAN TEORI KENYAMANAN KOLCABA
  • 8.
    HIPOTESIS Ha : TerdapatPengaruh Kombinasi Aromaterapi Jasmine Dan Relaksasi Otot Progresif. Ho : Tidak Terdapat Pengaruh Kombinasi Aromaterapi Jasmine Dan Relaksasi Otot Progresif.
  • 9.
    Quasi Ekperiment denganpendekatan pre end post test without control BAB III METODE PENELITIAN Populasi Desain Penelitian Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi yang mengalami nyeri dismenore di Itkes wiyata Husada Samarinda berjumlah 22 responden . Teknik Sampling Lokasi & Wakt Lokasi Peneulitian dilakukan Di ITKES Wiyata Husada Samarinda Waktu Penelitian dilakukan pada Mei-Juni 2021 Non Probability
  • 10.
  • 11.
  • 12.
    INSTRUMEN PENELITIAN  VariabelIndenpenden dalam penelitian ini Aromaterapi Jasmine dan Relaksasi Otot Progresif menggunanakan Standar Prosedur Operasional  Variabel Dependen menggunakan Numeric Ranting Scale (NRS), untuk mengukur intensitas nyeri pada dismenore peneliti menunjukkan gambar skala dari 0 sampai 10 dengan tingkat nyeri yang paling ringan di mulai dari angka 0tidak nyeri, 1-3 nyeri ringan, 4-6 nyeri sedang, dan 7-10 nyeri berat, kemudian responden menunjukkan tingkat nyeri yang dirasakan.
  • 13.
    Alat dan bahan:yang digunakan dalam penelitian ini yang disediakan terutama adalah aromaterapi minyak Essential oil. Essential oil yang di gunakan dalam penelitian ini adalah essential oil Jasmine. Diffuser berfungsi sebagai pengatur kelembapan udara. Pemancaran partikel dan penyebaran aroma dalam satu alat praktis dan sangat mudah digunakan. Kursi yang digunakan saat melakukan latihan Relaksasi Otot Progresif untuk memberikan kenyamana saat tindakan di lakukan. Alat dan Bahan Yang Digunakan Untuk Pemberian Kombinasi Aromaterapi Jasmine dan Relaksasi otot progresif.
  • 14.
    ANALISA DATA Uji Normalitas UjiUnivariate Uji Bivariate 01 02 03
  • 15.
    PENGELOLAHAN DATA  EditingData  Coding Data  Data Entry  Cleaning
  • 16.
    ETIKA PENELITIAN  Otonomy Non-maleficience  Confidentiality (Kerahasiaan)  Justice (Keadilan)
  • 17.