PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH
Charisma alma’aarij
5v-MA
PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH
Suatu proses dimana pemerintah daerah dan
masyarakat mengelola sumber daya yang
ada dan membentuk suatu pola kemitraan
antara pemerintah daerah dengan sektor
swasta untuk menciptakan suatu lapangan
kerja baru dan merangsang perkembangan
kegiatan ekonomi diwilayah tersebut
(Lincolin,1999)
TUJUAN
Tujuan utama dari usaha-usaha
pembangunan ekonomi daerah selain
menciptakan pertumbuhan yang setinggi-
tingginya, harus pula menghapus atau
mengurangi tingkat kemiskinan, ketimpangan
pendapatan dan tingkat pengangguran.
PERMASALAHAN DALAM PEMBANGUNAN
EKONOMI DAERAH
a. Ketimpangan Pembangunan Sektor Industri
Konsentrasi kegiatan ekonomi yang tinggi
didaerah tertentu merupakan salah satu faktor
yang menyebabkan terjadinya ketimpangan
pembangunan antar daerah. Pertumbuhan
ekonomi didaerah dengan konsentrasi ekonomi
yang tinggi cenderung pesat, sedangkan daerah
yang konsentrasi ekonominya rendah ada
kecenderungan tingkat pembangunan
ekonominya rendah.
b. Kurang Meratanya Invesasi
(Harrod-Domar) ada korelasi positif antara
tingkat investasi dengan laju pertumbuhan
ekonomi, sehingga dengan kurangnya investasi
dengan laju pertumbuhan ekonomi disuatu
daerah membuat pertumbuhan dan tingkat
pendapatan perkapita masyarakat didaerah
tersebut rendah. Hal ini dikarenakan tidak
adanya kegiatan-kegiatan ekonomi yang
produktif seperti industri manufaktur.
c. Tingkat Mobilitas Faktor Produksi yang Rendah
Kurang lancarnya mobilitas faktor produksi
seperti tenaga kerja dan kapasitas antar
daerah juga merupakan penyebab terjadinya
ketimpangan ekonomi regional, hal ini karena
perbedaan laju pertumbuhan ekonomi antar
daerah membuat terjadinya perbedaan tingkat
pendapatan perkapita antar daerah.
d. Perbedaan Sumber Daya Alam (SDA)
Pemikiran klasik yang mengatakan bahwa
pembangunan ekonomi daerah yang kaya SDA
akan lebih maju dan masyarakatnya lebih
makmur dibandingkan dengan daerah yang
miskin SDA. Hingga tingkat tertentu pendapat
tersebut dapat dibenarkan, dalam arti sumber
daya manusia dilihat hanya sebagai modal
awal untuk pembangunan dan selanjutnya
harus dikembangkan terus menerus. Dan untuk
itu diperlukan faktor lain yaitu faktor teknologi.
e. Perbedaan Demografis
Ketimpangan ekonomi regional di dindonesia juga
disebabkan oleh perbedaan kondisi geografis
antar daerah. Kondisi ini berpengaruh terhadap
jumlah dan pertumbuhan penduduk, tingkat
kepadatan penduduk, pendidikan, kesehatan,
kedisiplinan, dan etos kerja. Faktor-faktor ini
mempengaruhi tingkat pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan dan
penawaran.
f. Kurang Lancarnya Perdagangan antar Daerah
(intra-trade)
ini juga merupakan faktor yang turut
menciptakan ketimpangan ekonomi regional
indonesia. Tidak lancarnya intra trade
disebabkan oleh keterbatasan transfortasi dan
komunikasi. Jadi, tidak lancarnya arus barang
dan jasa antar daerah mmepengauhi
pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
suatu daerah dari sisi permintaan dan
penawaran.
PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN
EKONOMI DAERAH
1. Entrepreneur
Pemerintah daerah bertanggung jawab
untuk menjalankan suatu usaha bisnis
seperti BUMD yang harus dikelola lebih baik
sehingga secara ekonomis menguntungkan
2. Koordinator
untuk menetapkan kebijakan atau
mengusulkan strategi-strategi bagi
pembangunan daerahnya. Dalam
perannya sebagai koordinator,
pemerintah daerah bisa juga melibatkan
lembaga-lembaga pemerintah lainnya,
dunia usaha, dan masyarakat dalam
penyusunan sasaran-sasaran konsistensi
pembangunan daerah dengan nasional
(pusat) dan menjamin bahwa perekonomian
daerah akan mendapat manfaat yang
maksimum daripadanya
3. Fasilitator
Pemerinah daerah dapat mempercepat
pembangunan melalui perbaikan lingkungan
didaerahnya, hal ini akan mempercepat
proses pembangunan dan prosedur
perencanaan serta pengaturan penetapan
daerah yang lebih baik.
4. Stimulator
pemerintah daerah dapat menstimulasi
penciptaan dan pengembangan usaha
melalui tindakan-tindakan khusus yang akan
mempengaruhi perusahaan-perusahaan
untuk masuk ke daerah tersebut dan
menjaga agar perusahaan yang telah ada
tetap berada didaerah tersebut.

Charisma 1140935 pembangunan ekonomi

  • 1.
  • 2.
    PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH Suatuproses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi diwilayah tersebut (Lincolin,1999)
  • 3.
    TUJUAN Tujuan utama dariusaha-usaha pembangunan ekonomi daerah selain menciptakan pertumbuhan yang setinggi- tingginya, harus pula menghapus atau mengurangi tingkat kemiskinan, ketimpangan pendapatan dan tingkat pengangguran.
  • 4.
    PERMASALAHAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMIDAERAH a. Ketimpangan Pembangunan Sektor Industri Konsentrasi kegiatan ekonomi yang tinggi didaerah tertentu merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya ketimpangan pembangunan antar daerah. Pertumbuhan ekonomi didaerah dengan konsentrasi ekonomi yang tinggi cenderung pesat, sedangkan daerah yang konsentrasi ekonominya rendah ada kecenderungan tingkat pembangunan ekonominya rendah.
  • 5.
    b. Kurang MeratanyaInvesasi (Harrod-Domar) ada korelasi positif antara tingkat investasi dengan laju pertumbuhan ekonomi, sehingga dengan kurangnya investasi dengan laju pertumbuhan ekonomi disuatu daerah membuat pertumbuhan dan tingkat pendapatan perkapita masyarakat didaerah tersebut rendah. Hal ini dikarenakan tidak adanya kegiatan-kegiatan ekonomi yang produktif seperti industri manufaktur.
  • 6.
    c. Tingkat MobilitasFaktor Produksi yang Rendah Kurang lancarnya mobilitas faktor produksi seperti tenaga kerja dan kapasitas antar daerah juga merupakan penyebab terjadinya ketimpangan ekonomi regional, hal ini karena perbedaan laju pertumbuhan ekonomi antar daerah membuat terjadinya perbedaan tingkat pendapatan perkapita antar daerah.
  • 7.
    d. Perbedaan SumberDaya Alam (SDA) Pemikiran klasik yang mengatakan bahwa pembangunan ekonomi daerah yang kaya SDA akan lebih maju dan masyarakatnya lebih makmur dibandingkan dengan daerah yang miskin SDA. Hingga tingkat tertentu pendapat tersebut dapat dibenarkan, dalam arti sumber daya manusia dilihat hanya sebagai modal awal untuk pembangunan dan selanjutnya harus dikembangkan terus menerus. Dan untuk itu diperlukan faktor lain yaitu faktor teknologi.
  • 8.
    e. Perbedaan Demografis Ketimpanganekonomi regional di dindonesia juga disebabkan oleh perbedaan kondisi geografis antar daerah. Kondisi ini berpengaruh terhadap jumlah dan pertumbuhan penduduk, tingkat kepadatan penduduk, pendidikan, kesehatan, kedisiplinan, dan etos kerja. Faktor-faktor ini mempengaruhi tingkat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan dan penawaran.
  • 9.
    f. Kurang LancarnyaPerdagangan antar Daerah (intra-trade) ini juga merupakan faktor yang turut menciptakan ketimpangan ekonomi regional indonesia. Tidak lancarnya intra trade disebabkan oleh keterbatasan transfortasi dan komunikasi. Jadi, tidak lancarnya arus barang dan jasa antar daerah mmepengauhi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah dari sisi permintaan dan penawaran.
  • 10.
    PERAN PEMERINTAH DALAMPEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH 1. Entrepreneur Pemerintah daerah bertanggung jawab untuk menjalankan suatu usaha bisnis seperti BUMD yang harus dikelola lebih baik sehingga secara ekonomis menguntungkan
  • 11.
    2. Koordinator untuk menetapkankebijakan atau mengusulkan strategi-strategi bagi pembangunan daerahnya. Dalam perannya sebagai koordinator, pemerintah daerah bisa juga melibatkan lembaga-lembaga pemerintah lainnya, dunia usaha, dan masyarakat dalam penyusunan sasaran-sasaran konsistensi
  • 12.
    pembangunan daerah dengannasional (pusat) dan menjamin bahwa perekonomian daerah akan mendapat manfaat yang maksimum daripadanya
  • 13.
    3. Fasilitator Pemerinah daerahdapat mempercepat pembangunan melalui perbaikan lingkungan didaerahnya, hal ini akan mempercepat proses pembangunan dan prosedur perencanaan serta pengaturan penetapan daerah yang lebih baik.
  • 14.
    4. Stimulator pemerintah daerahdapat menstimulasi penciptaan dan pengembangan usaha melalui tindakan-tindakan khusus yang akan mempengaruhi perusahaan-perusahaan untuk masuk ke daerah tersebut dan menjaga agar perusahaan yang telah ada tetap berada didaerah tersebut.