BUDIDAYA JAGUNG
M. Casroni, SST
Pendahuluan
• Tingkat komsumsi jagung perkapita meningkat
• Jagung komoditas pangan ketiga dunia setelah
padi dan gandum secara nasinal kedua setelah
padi
• Kebutuhan jagung untuk pangan dan pakan terus
meningkat seiring dgn berkembangnya
peternakan
• Secara geografis kondisi alam indonesia sangat
cocok untuk pengembangan jagung.
Komponen Teknologi
1. Varietas Unggul Baru
2. Benih Bermutu
3. Pengolahan Tanah
4. Populasi Tanaman
5. Pemupukan Nitrogen Berdasarkan BWD
6. Pemupukan P Dan K Sesuai Status Hara
7. Bahan Organik
8. Pembuatan Drainase
9. Pengendalian Hama Secara Terpadu
10. Pengendalian Gulma Secar Terpadu
11. Panen Tepat Waktu
Pemilihan Varietas
• Jagung dapat tumbuh mulai dari
dataran rendah sampai dgn
dataran sedang (0-800 dpl)
• Menanam jagung (umur panen)
– >800m dpl: 150-160 hari
– dataran rendah: 95-110 hari.
• Varietas yang berumur genjah
dan tahan kering seperti lamuru,
Penyiapan lahan
• Jagung umumnya ditanam
didataran rendah, baik
diladang/tegalan, sawah tadah
hujan
• Lahan sebaiknya dibajak
secara sempurna yakni dibajak
1x ,disusul garu 2x sampai
tanah gembur untuk siap
ditanami.
• Tanam TOT, tetapi dengan
bantuan herbisida menberikan
hasil tinggi.
• Herbisida yang dianjurkan
adalah herbisida pra/sblm
Penanaman
• Varietas dan mutu benih
menentukan besarnya hasil
panen.
• Benih daya tumbuh > 90% cukup
ditanam 1 biji/lubang dan < 90%
ditanam 2 biji/lubang
• Jarak tanam 75x25 cm untuk
tanaman perrumpun, 75x50 per
dua rumpun. Jagung umur genjah
kurang dari 90 hari 75x 20cm atau
Pemupukan
• Rekomendasi umum pemupukan
jagung adalah Urea-SP36-KCL
(300-200-100)kg.
• Pemberian pupuk sebanyak 3 x
yaitu:
– 7 hst: 100kg +SP+KCl,
– 25-30 hst: 100kg+SP36 +KCL
– 45-50 hst menjelang keluarnya
malai
• Penggunaan pupuk kandang 5-10
t/Ha untuk meningkatkan kesuburan
lahan.
• Cara pemberian dengan menugal di
Penyiangan dan Pembumbunan
• Penyiangan dilakukan sesuai
dgn perkembangan gulma,
penyiangan pertama 14-20 hst
• Penyiangan kedua saat
memasuki masa generatif
• Setiap penyiangan dilakukan
pembumbunan
• Penyiangan terakhir saat
bunganya selesai menyerbuk,
bisa juga menggunakan
herbisida
Pengairan
• Tanaman jagung tergolong
tahan kekeringan sehingga
tidak memerlukan air dlm
jumlah bnyak
• Jika hujan tidak cukup, maka
pemberian air diperlukan,
• Pertama menjelang tanam,
kedua 10-14 hst yakni saat
pemupukan kedua,
pengairan selanjutnya
disesuaikan dgn kondisi
tanaman dan jenis tanah
bisa seminggu sekali
Pengendalian Penyakit Dan Hama
• Di lahan dataran rendah tropis,
penyakit utama pada jagung
adalah bulai, dikuti oleh bercak
daun, karat dan busuk upik daun
• Pada dataran tinggi penyakit
utamanya adalah hawar daun.
• Pencegahan penyakit dengan
menggunakan varietas unggul,
torelan penyakit bulai
• Hama utama pada jagung
adalah penggerek batang,
bisa menggunakan furadan
Panen
dan
Prosessing
• Panen dilakukan setelah
tongkol dan biji masak
fisiologis (100-115hari,
ditandai mengeringnya
daun & kelobot
• Kondisi siap panen kadar
air 20-25%
• Panen dilakukan manual
dengan mematahkan
pangkal tongkol dari
Mesin Perontok Jagung
PPT_Budidaya_jagung (1).pptx

PPT_Budidaya_jagung (1).pptx

  • 1.
  • 2.
    Pendahuluan • Tingkat komsumsijagung perkapita meningkat • Jagung komoditas pangan ketiga dunia setelah padi dan gandum secara nasinal kedua setelah padi • Kebutuhan jagung untuk pangan dan pakan terus meningkat seiring dgn berkembangnya peternakan • Secara geografis kondisi alam indonesia sangat cocok untuk pengembangan jagung.
  • 3.
    Komponen Teknologi 1. VarietasUnggul Baru 2. Benih Bermutu 3. Pengolahan Tanah 4. Populasi Tanaman 5. Pemupukan Nitrogen Berdasarkan BWD 6. Pemupukan P Dan K Sesuai Status Hara 7. Bahan Organik 8. Pembuatan Drainase 9. Pengendalian Hama Secara Terpadu 10. Pengendalian Gulma Secar Terpadu 11. Panen Tepat Waktu
  • 4.
    Pemilihan Varietas • Jagungdapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai dgn dataran sedang (0-800 dpl) • Menanam jagung (umur panen) – >800m dpl: 150-160 hari – dataran rendah: 95-110 hari. • Varietas yang berumur genjah dan tahan kering seperti lamuru,
  • 5.
    Penyiapan lahan • Jagungumumnya ditanam didataran rendah, baik diladang/tegalan, sawah tadah hujan • Lahan sebaiknya dibajak secara sempurna yakni dibajak 1x ,disusul garu 2x sampai tanah gembur untuk siap ditanami. • Tanam TOT, tetapi dengan bantuan herbisida menberikan hasil tinggi. • Herbisida yang dianjurkan adalah herbisida pra/sblm
  • 6.
    Penanaman • Varietas danmutu benih menentukan besarnya hasil panen. • Benih daya tumbuh > 90% cukup ditanam 1 biji/lubang dan < 90% ditanam 2 biji/lubang • Jarak tanam 75x25 cm untuk tanaman perrumpun, 75x50 per dua rumpun. Jagung umur genjah kurang dari 90 hari 75x 20cm atau
  • 7.
    Pemupukan • Rekomendasi umumpemupukan jagung adalah Urea-SP36-KCL (300-200-100)kg. • Pemberian pupuk sebanyak 3 x yaitu: – 7 hst: 100kg +SP+KCl, – 25-30 hst: 100kg+SP36 +KCL – 45-50 hst menjelang keluarnya malai • Penggunaan pupuk kandang 5-10 t/Ha untuk meningkatkan kesuburan lahan. • Cara pemberian dengan menugal di
  • 8.
    Penyiangan dan Pembumbunan •Penyiangan dilakukan sesuai dgn perkembangan gulma, penyiangan pertama 14-20 hst • Penyiangan kedua saat memasuki masa generatif • Setiap penyiangan dilakukan pembumbunan • Penyiangan terakhir saat bunganya selesai menyerbuk, bisa juga menggunakan herbisida
  • 9.
    Pengairan • Tanaman jagungtergolong tahan kekeringan sehingga tidak memerlukan air dlm jumlah bnyak • Jika hujan tidak cukup, maka pemberian air diperlukan, • Pertama menjelang tanam, kedua 10-14 hst yakni saat pemupukan kedua, pengairan selanjutnya disesuaikan dgn kondisi tanaman dan jenis tanah bisa seminggu sekali
  • 10.
    Pengendalian Penyakit DanHama • Di lahan dataran rendah tropis, penyakit utama pada jagung adalah bulai, dikuti oleh bercak daun, karat dan busuk upik daun • Pada dataran tinggi penyakit utamanya adalah hawar daun. • Pencegahan penyakit dengan menggunakan varietas unggul, torelan penyakit bulai • Hama utama pada jagung adalah penggerek batang, bisa menggunakan furadan
  • 12.
    Panen dan Prosessing • Panen dilakukansetelah tongkol dan biji masak fisiologis (100-115hari, ditandai mengeringnya daun & kelobot • Kondisi siap panen kadar air 20-25% • Panen dilakukan manual dengan mematahkan pangkal tongkol dari
  • 13.

Editor's Notes