Oleh :
KEPALA BIDANG PETERNAKAN DAN KESEHATAN
HEWAN
(drh. YULIANA ELISABET)
DINAS PERTANIAN
KABUPATEN GUNUNG MAS
Jl. D. I PANJAITAN NO. 13
PENGEMBANGAN USAHA
PETERNAKAN BABI
Mengenal Babi
 Babi asli Indonesia adalah babi hutan yang masih
berkeliaran di hutan-hutan. Babi yang sekarang ada
di Indonesia adalah keturunan babi hutan dengan
ciri khas umumnya liar, warna hitam dan dipelihara
secara ekstensif, bebas berkeliaran di sekitar
perkampungan.
 Bangsa babi asli Indonesia adalah Babi Bali, Babi
Karawang, Babi Sumba dan Babi Nias.
 Babi impor yang didatangkan dari Luar negeri yang
telah berkembang di Indonesia yaitu : babi VDL
(Veredeld Duits Landvarken), Babi Yorkshire dikenal
dengan nama Large White, babi Tamworth, babi
Saddle back , babi Landrace.
1. STANDAR UMUM PEMILIHAN BIBIT
• Babi sehat dan tidak ada cacat fisik
• Berasal dari induk yang sering menghasilkan anak
banyak (mempunyai anak lebih dari 5 ekor dalam satu
kelahiran)
• Mempunyai sifat keibuan/indukan yang baik
• pejantan harus bersifat agresif terhadap betina
Ciri-ciri induk yang baik
• Tingkat kesuburan tinggi (jumlah anak banyak
dan mampu melahirkan anak minimal 2 kali 1
tahun)
• Mempunyai sifat keibuan (pandai merawat anak-
anaknya dan mampu memproduksi air susu yang
banyak)
• Setiap melahirkan jumlah dan berat anak merata,
dengan berat lahir rata-rata 1-1,5 kg dengan
jumlah anak yang dilahirkan rata-rata 7-14 ekor
• Mempunyai jumlah puting susu minimal 8
pasang
Contoh Calon Pejantan yang baik
Contoh Calon Indukan yang baik
Penampilan luar (bentuk tubuh) Induk babi
yang baik
• Kepala : Besarnya sedang, rahang ringan
• Tubuh : Panjang, bahu lebar dalam, punggung
agak membusur dan kuat
• Bahu : Lebar dan rata dengan punggung
• Perut : Bila dipegang lunak, halus
• Jumlah puting : Cukup banyak, 12-14 buah dan
letaknya simetris, genap
• Kaki : Kaki kuat, lurus, tumit kuat, kuku
rapat, simetris dan kuat
• Ham (paha) : Tebal, lebar
• Ekor : Melingkar
Penampilan luar (bentuk tubuh) pejantan yang
baik
 Kepala : Ringan
 Pandangan : Tajam
 Tubuh : Panjang, pada punggung agak
melengkung dan kuat
 Bahu : Lebar, dalam dan rata dengan
punggung
 Kaki : Kuat, lebih-lebih kaki belakang,
dengan tumit yang kuat
 Kuku : Rapat, simetris, bersih
Testes : Besarnya sama, simetris
Perut : Bagian bawah rata
Temperamen : Agresif, bersemangat.
2. MANAJEMEN PAKAN
Bahan Pakan
a. Bahan sumber protein
• Tepung ikan
• Susu skim, Susu skim bubuk
• Bungkil kedelai
• Bungkil kacang tanah
b. Bahan sumber energi
• Jagung
• Katul
• Mollase
c. Hijauan
• Hijauan segar (Daun umbi kayu, kacang
tanah/kedelai
• Tepung daun lamtoro
Penyusunan ransum
Ransum starter
Babi starter ialah anak babi yang masih menyusui dengan umur 8 –
10 minggu
• Komposisi bahan makanan yang mudah dihisap dan mudah
dicerna (creep feeder)
• Kandungan serat kasarnya rendah ( 3 %.)
Ransum Grower
Babi grower yaitu anak babi sesudah melampaui fase starter sampai
umur 5 bulan
• Kadar protein kurang lebih 17%
• Serat kasar 5%
• Ditambah ekstra hijauan segar, vitamin-vitamin dan mineral
Ransum Fattening (penggemukan)
• Babi fattening adalah babi-babi yang digemukkan sebagai babi
potong yang beratnya 50 – 100 kg. penggemukan ini dimulai
semenjak mereka sudah melewati fase grower.
• Bahan makanan yang agak kasar
• Kadar protein 14%
Ransum bibit
diberikan kepada babi dara dan babi bunting 3 bulan pertama. Yang
perlu diperhatikan dalam hal ini ialah babi tidak boleh terlampau
gemuk dan banyak lemak.
• Bahan-bahan makanan yang kadar serat kasarnya relatif tinggi
kurang lebih 8,5%
• Protein 14,5 %
Teknik pemberian pakan
Sistem basah
Semua bahan pakan dihaluskan kemudian dicampur air atau dibasahi
dan diberikan dalam bak pakan atau ditaruh di atas lantai.
Kebaikan pemberian pakan sistem basah ;
• Makanan basah lebih mudah dimakan dan dicerna
• Menambah nafsu makan, sebab babi lebih suka makanan basah
• Makanan yang basah dengan mudah bisa ditaruh di atas lantai.
Kelemahannya
• Membutuhkan tenaga lebih besar
• Sisa makanan dengan sangat mudah menjadi basi
• Kandang lebih cepat menjadi kotor
Sistem kering
Keuntungan pemberian pakan sistem kering
• Pengisian makanan cukup dilakukan sekali sehari
• Makanan yang tersisa tidak mudah menjadi basi
• Tempat pakan atau kandang tidak mudah kotor
• Lebih menghemat tenaga, karena peternak tidak setiap kali harus
membersihkan tempat dan tidak selalu mengisikan makanan
Kelemahannya
• Agak sulit dimakan
• Makanan mudah terhambur.
3. MANAJEMEN PERKANDANGAN
Nyaman
Bagi
Ternak
Nyaman
Bagi
Peternak
Nyaman
Bagi
Lingku-
ngan
STAN-
DAR
PEMILIHAN LOKASI
Aspek higienis (Bebas penyakit)
• Tempat lebih tinggi dari lingkungan sekitar, tanah mudah
meresap air, mudah dibuat saluran (pembuangan)
• Tempat terbuka, bukan di bawah pepohonan yang rindang
Sosial ekonomis
• Dekat sumber air
• Dekat sumber bahan pakan
• Mudah dicapai kendaraan
• Dekat dengan peternak
• Dekat dengan areal perluasan
• Jauh dari pemukiman dan perluasan tata ruang wilayah
KONSTRUKSI KANDANG
Ventilasi
Ventilasi berguna untuk mengeluarkan udara kotor dari dalam
kandang dan menggantikan udara segar dari luar.
Dinding, atap dan lantai
Dinding, atap dan lantai merupakan isolasi (pembatas) terhadap
lingkungan, terutama untuk menjaga kestabilan udara di dalam
kandang.
• Dinding
Dinding semi terbuka untuk menjamin udara dalam kandang
tetap segar, dan di waktu malam tidak terlalu dingin. Ukuran
tinggi dinding untuk penggemukan setinggi 1 m, untuk induk
setinggi 1,2 m. Bangunan dinding kadang harus kuat dan mudah
dibersihkan. Bahan bisa dibuat dari papan, anyaman bambu,
tembok.
Peralatan kandang
1. Tempat pakan dan minum
Berbentuk bak dari semen, papan atau seng.
• Ukuran disesuaikan dengan umur dan ukuran tubuh babi
• Mudah dibersihkan
• Konstruksi harus dijaga, agar babi tidak bisa dengan mudah
masuk menginjak-injak ataupun berbaring di dalamnya
• Diletakkan di tempat yang lebih tinggi dari lantai
• Permukaan bagian dalam mesti keras, rata dan halus agar sisa
makanan tidak bisa tertinggal di sela-selanya, dan mudah
dibersihkan
• Tepi atau bibir tempat pakan dan minum harus dibuat agak
bulat seperti punggung belut, sehingga tidak tajam.
MODEL KANDANG
1.Kandang individu
• Tinggi bagian depan 2,5 m, bagian belakang 2 m
• Panjang 2,5 m, ditambah halaman pengumbaran yang terletak di
belakang sepanjang 4 m
• Tinggi dinding (tembok) 1 m, Lebar 3 m
• Pada ren (halaman pengumbaran) lantai terbuat dari semen, tanah
atau batu, sedangkan untuk dinding depan bisa dibuat dari tembok,
bambu, papan atau bahan lain seperti anyaman kawat.
• Kandang dilengkapi dengan guard-rail (pintu penghalang) yang
terletak di dalam, guna mencegah babi kecil mati tertindih
• Kandang juga dilengkapi dengan tempat pakan khusus untuk anak-
anak babi dan diberi pagar pemisah dengan induk.
• Dilengkapi dengan lampu pemanas
• Kandang diberi alas jerami kering atau serbuk gergaji
2. Kandang kelompok
Pada prinsipnya kandang kelompok ini sama seperti kandang
individual. Biasanya konstruksi kandang ini kandang ganda,
sehingga bisa dilengkapi dengan gang/jalan yang dapat dipakai
untuk memberikan makanan dan air minum, sedang alat
perlengkapan lainnya sama seperti pada kandang tunggal.
4. MANAJEMEN PEMELIHARAAN
1. Pemeliharaan induk
Induk bunting
• Berikan makanan berkualitas dalam bentuk basah
• Gerak badan (exercise) untuk menghindari kesulitan
melahirkan dan anak yang lemah.
• Pindah kandang ke kandang beranak saat mau
melahirkan
Induk yang sedang melahirkan
• Dalam rangka mempersiapkan kelahiran anak babi,
yang perlu mendapatkan perhatian ialah mengenai
tanda-tanda babi yang akan melahirkan, proses
kelahiran dan sanitasi.
2. Pemeliharaan anak
Anak babi yang baru lahir
– Pembersihan lendir yang menutupi mulut dan hidung
– Pemotongan tali pusat dan pemberian yodium tinctur
– Anak babi yang baru lahir diusahakan segera bisa menyusu,
sebab air susu pertama (colustrum) penuh dengan zat-zat
antibiotic yang sangat diperlukan bagi kehidupan anak babi
yang baru lahir.
Anak babi umur 3 – 10 hari
Masa kritis karena saat ini babi sangat sensitif terhadap
lingkungan yang berat. Masalah yang sering muncul :
• Kedinginan untuk itu perlu pemanas
• Mati tertindih
• Mati lemas, karena kekurangan susu sehingga perlu susu
tambahan
• Penyapihan
Umumnya dilakukan pada saat anak babi sudah
mencapai umur 8 minggu dan sudah mencapai
berat 14 kg.
• Pemotongan gigi
Pemotongan gigi dilakukakn untuk menghindari
luka pada puting induk dan mencegah
pendarahan karena perkelahian. Pemotongan
dilakukan dengan menggunakan alat khusus
yang berbentuk seperti tang. Apabila alat
tersebut tidak ada, bisa menggunakan gunting
kecil yang tajam
3. Pemeliharaan dara umur 6 bulan ke atas
• Latihan (exercise) , untuk mencegah kesulitan kawin alam
• Pemberian pakan 3 kg/ekor/hari dengan ransum dara.
• Mengawinkan babi dara
Babi mulai dewasa kelamin umur 5 – 6 bulan, perkawinan
pertama baru boleh dilakukan pada saat mereka telah
berumur 8 bulan atau mencapai berat 110 – 120 kg
• Untuk mencapai konsepsi (pembuahan) yang tinggi
hendaknya babi itu dikawinkan 2 kali selama mereka
sedang birahi
• Babi yang habis dikawinkan hendaknya ditempatkan
terpisah dari babi-babi yang lain, selama 2 hari. Mereka
diberikan makanan yang baik dan ditempatkan di
lingkungan yang tenang.
4. Pemeliharaan pejantan
• Babi jantan dewasa kelamin umur 5 – 6 bulan, tetapi
baru bisa dipakai sebagai pemacek umur ± 8 bulan
• Babi pejantan dewasa dapat mengawini 40 ekor
betina/bulan, tapi disarankan perbandingannya 1:4
• Pejantan dikandangkan di tempat yang kuat dan luas,
agar mereka bisa exercise dan diusahakan agar ia bisa
melihat beberapa ekor betina
• Pejantan harus selalu diberikan makanan yang baik
dan cukup, agar sehat dan kuat
• Untuk menghindarkan agar pejantan tidak menjadi
gemuk dan subur, maka ia harus diberi kesempatan
berlatih.
PENGENDALIAN PENYAKIT
Beberapa Penyakit yang sering menyerang babi antara lain:
• Brucellosis dengan tanda :
• Kegagalan kebuntingan
• Melahirkan belum waktunya
• Peradangan uterus
Pencegahan : Vaksinasi brucela secara berkala
• Kholera dengan tanda-tanda :
• Nafsu makan menurun
• Suhu Badan tinggi
• Mati mendadak
Penyebab : Virus cholera
Pencegahan :
• Mengisolasi babi yang sakit
• Mendesinfektankan kandang dengan Biotanol,
Rodalon.
• Scabies/kurap yaitu luka yang ditutupi koreng. Pengobatan :
• Pemberian Ivomex injeksi
• Anemia (Penyakit kekurangan darah) :
• Biasanya dialami babi-babi kecil usia sekitar umur 3 minggu
Gejala :
• Pucat, Diare/Mencret
• Pertumbuhan terganggu dan kekurangan berat badan
• Babi banyak berbaring/lemah
• Pencegahan dan Pengobatan :
• Babi bunting diberi makanan tambahan mineral yang banyak
menagndung zat besi dan tembaga.
• Anak babi bisa diberi zat besi dan tembaga dengan cara injeksi
(biosan, biodin)
• Pengobatan : pemberian colibact injeksi, pyroxy, duodin LA
injeksi.
Lanjutan Pengendalian Penyakit…..
• Scours (Mencret),
• Disebabkan oleh bakteri
• Sanitasi kandang kurang diperhatikan
• Makanan tidak memenuhi syarat (dari standar kesehatan maupun tingkat kecernakan
pakan)
• Dapat menimbulkan resiko kematian terutama pada anak babi
Pencegahan dan pengobatan :
• Menjaga kebersihan kandang dan melakukan desinfeksi kandang dengan biotanol, rodalon.
• Anak babi sebaiknya diberi alas agar selalu hangat dan kering
• Pengobatan dengan : pemberian colibact injeksi, pyroxy, duodin LA injeksi
• Cacingan (Ascarid)
• Banyak menyerang babi muda hingga menyebabkan kematian
Gejala :
• Anak babi menjadi kurus dan buncit
• Pertumbuhan sangat lambat
• Mencret dan nafsu makan berkurang
• Selaput mata pucat
Pencegahan dan pengobatan :
• Kandang harus bersih dengan disemprot desinfektan dengan menggunakan biotanol,
rodalon
• Pengobatan : dengan pemberian Verm-o Kaplet, dosis disesuaikan dengan berat badan.
Lanjutan Pengendalian Penyakit…..
Sekian dan
terima kasih

BUDIDAYA BABI.ppt

  • 1.
    Oleh : KEPALA BIDANGPETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN (drh. YULIANA ELISABET) DINAS PERTANIAN KABUPATEN GUNUNG MAS Jl. D. I PANJAITAN NO. 13 PENGEMBANGAN USAHA PETERNAKAN BABI
  • 2.
    Mengenal Babi  Babiasli Indonesia adalah babi hutan yang masih berkeliaran di hutan-hutan. Babi yang sekarang ada di Indonesia adalah keturunan babi hutan dengan ciri khas umumnya liar, warna hitam dan dipelihara secara ekstensif, bebas berkeliaran di sekitar perkampungan.  Bangsa babi asli Indonesia adalah Babi Bali, Babi Karawang, Babi Sumba dan Babi Nias.  Babi impor yang didatangkan dari Luar negeri yang telah berkembang di Indonesia yaitu : babi VDL (Veredeld Duits Landvarken), Babi Yorkshire dikenal dengan nama Large White, babi Tamworth, babi Saddle back , babi Landrace.
  • 3.
    1. STANDAR UMUMPEMILIHAN BIBIT • Babi sehat dan tidak ada cacat fisik • Berasal dari induk yang sering menghasilkan anak banyak (mempunyai anak lebih dari 5 ekor dalam satu kelahiran) • Mempunyai sifat keibuan/indukan yang baik • pejantan harus bersifat agresif terhadap betina
  • 4.
    Ciri-ciri induk yangbaik • Tingkat kesuburan tinggi (jumlah anak banyak dan mampu melahirkan anak minimal 2 kali 1 tahun) • Mempunyai sifat keibuan (pandai merawat anak- anaknya dan mampu memproduksi air susu yang banyak) • Setiap melahirkan jumlah dan berat anak merata, dengan berat lahir rata-rata 1-1,5 kg dengan jumlah anak yang dilahirkan rata-rata 7-14 ekor • Mempunyai jumlah puting susu minimal 8 pasang
  • 5.
  • 6.
  • 7.
    Penampilan luar (bentuktubuh) Induk babi yang baik • Kepala : Besarnya sedang, rahang ringan • Tubuh : Panjang, bahu lebar dalam, punggung agak membusur dan kuat • Bahu : Lebar dan rata dengan punggung • Perut : Bila dipegang lunak, halus • Jumlah puting : Cukup banyak, 12-14 buah dan letaknya simetris, genap • Kaki : Kaki kuat, lurus, tumit kuat, kuku rapat, simetris dan kuat • Ham (paha) : Tebal, lebar • Ekor : Melingkar
  • 8.
    Penampilan luar (bentuktubuh) pejantan yang baik  Kepala : Ringan  Pandangan : Tajam  Tubuh : Panjang, pada punggung agak melengkung dan kuat  Bahu : Lebar, dalam dan rata dengan punggung  Kaki : Kuat, lebih-lebih kaki belakang, dengan tumit yang kuat  Kuku : Rapat, simetris, bersih Testes : Besarnya sama, simetris Perut : Bagian bawah rata Temperamen : Agresif, bersemangat.
  • 9.
    2. MANAJEMEN PAKAN BahanPakan a. Bahan sumber protein • Tepung ikan • Susu skim, Susu skim bubuk • Bungkil kedelai • Bungkil kacang tanah b. Bahan sumber energi • Jagung • Katul • Mollase c. Hijauan • Hijauan segar (Daun umbi kayu, kacang tanah/kedelai • Tepung daun lamtoro
  • 10.
    Penyusunan ransum Ransum starter Babistarter ialah anak babi yang masih menyusui dengan umur 8 – 10 minggu • Komposisi bahan makanan yang mudah dihisap dan mudah dicerna (creep feeder) • Kandungan serat kasarnya rendah ( 3 %.) Ransum Grower Babi grower yaitu anak babi sesudah melampaui fase starter sampai umur 5 bulan • Kadar protein kurang lebih 17% • Serat kasar 5% • Ditambah ekstra hijauan segar, vitamin-vitamin dan mineral
  • 11.
    Ransum Fattening (penggemukan) •Babi fattening adalah babi-babi yang digemukkan sebagai babi potong yang beratnya 50 – 100 kg. penggemukan ini dimulai semenjak mereka sudah melewati fase grower. • Bahan makanan yang agak kasar • Kadar protein 14% Ransum bibit diberikan kepada babi dara dan babi bunting 3 bulan pertama. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini ialah babi tidak boleh terlampau gemuk dan banyak lemak. • Bahan-bahan makanan yang kadar serat kasarnya relatif tinggi kurang lebih 8,5% • Protein 14,5 %
  • 12.
    Teknik pemberian pakan Sistembasah Semua bahan pakan dihaluskan kemudian dicampur air atau dibasahi dan diberikan dalam bak pakan atau ditaruh di atas lantai. Kebaikan pemberian pakan sistem basah ; • Makanan basah lebih mudah dimakan dan dicerna • Menambah nafsu makan, sebab babi lebih suka makanan basah • Makanan yang basah dengan mudah bisa ditaruh di atas lantai. Kelemahannya • Membutuhkan tenaga lebih besar • Sisa makanan dengan sangat mudah menjadi basi • Kandang lebih cepat menjadi kotor
  • 13.
    Sistem kering Keuntungan pemberianpakan sistem kering • Pengisian makanan cukup dilakukan sekali sehari • Makanan yang tersisa tidak mudah menjadi basi • Tempat pakan atau kandang tidak mudah kotor • Lebih menghemat tenaga, karena peternak tidak setiap kali harus membersihkan tempat dan tidak selalu mengisikan makanan Kelemahannya • Agak sulit dimakan • Makanan mudah terhambur.
  • 14.
  • 15.
    PEMILIHAN LOKASI Aspek higienis(Bebas penyakit) • Tempat lebih tinggi dari lingkungan sekitar, tanah mudah meresap air, mudah dibuat saluran (pembuangan) • Tempat terbuka, bukan di bawah pepohonan yang rindang Sosial ekonomis • Dekat sumber air • Dekat sumber bahan pakan • Mudah dicapai kendaraan • Dekat dengan peternak • Dekat dengan areal perluasan • Jauh dari pemukiman dan perluasan tata ruang wilayah
  • 16.
    KONSTRUKSI KANDANG Ventilasi Ventilasi bergunauntuk mengeluarkan udara kotor dari dalam kandang dan menggantikan udara segar dari luar. Dinding, atap dan lantai Dinding, atap dan lantai merupakan isolasi (pembatas) terhadap lingkungan, terutama untuk menjaga kestabilan udara di dalam kandang. • Dinding Dinding semi terbuka untuk menjamin udara dalam kandang tetap segar, dan di waktu malam tidak terlalu dingin. Ukuran tinggi dinding untuk penggemukan setinggi 1 m, untuk induk setinggi 1,2 m. Bangunan dinding kadang harus kuat dan mudah dibersihkan. Bahan bisa dibuat dari papan, anyaman bambu, tembok.
  • 17.
    Peralatan kandang 1. Tempatpakan dan minum Berbentuk bak dari semen, papan atau seng. • Ukuran disesuaikan dengan umur dan ukuran tubuh babi • Mudah dibersihkan • Konstruksi harus dijaga, agar babi tidak bisa dengan mudah masuk menginjak-injak ataupun berbaring di dalamnya • Diletakkan di tempat yang lebih tinggi dari lantai • Permukaan bagian dalam mesti keras, rata dan halus agar sisa makanan tidak bisa tertinggal di sela-selanya, dan mudah dibersihkan • Tepi atau bibir tempat pakan dan minum harus dibuat agak bulat seperti punggung belut, sehingga tidak tajam.
  • 18.
    MODEL KANDANG 1.Kandang individu •Tinggi bagian depan 2,5 m, bagian belakang 2 m • Panjang 2,5 m, ditambah halaman pengumbaran yang terletak di belakang sepanjang 4 m • Tinggi dinding (tembok) 1 m, Lebar 3 m • Pada ren (halaman pengumbaran) lantai terbuat dari semen, tanah atau batu, sedangkan untuk dinding depan bisa dibuat dari tembok, bambu, papan atau bahan lain seperti anyaman kawat. • Kandang dilengkapi dengan guard-rail (pintu penghalang) yang terletak di dalam, guna mencegah babi kecil mati tertindih • Kandang juga dilengkapi dengan tempat pakan khusus untuk anak- anak babi dan diberi pagar pemisah dengan induk. • Dilengkapi dengan lampu pemanas • Kandang diberi alas jerami kering atau serbuk gergaji
  • 19.
    2. Kandang kelompok Padaprinsipnya kandang kelompok ini sama seperti kandang individual. Biasanya konstruksi kandang ini kandang ganda, sehingga bisa dilengkapi dengan gang/jalan yang dapat dipakai untuk memberikan makanan dan air minum, sedang alat perlengkapan lainnya sama seperti pada kandang tunggal.
  • 20.
    4. MANAJEMEN PEMELIHARAAN 1.Pemeliharaan induk Induk bunting • Berikan makanan berkualitas dalam bentuk basah • Gerak badan (exercise) untuk menghindari kesulitan melahirkan dan anak yang lemah. • Pindah kandang ke kandang beranak saat mau melahirkan Induk yang sedang melahirkan • Dalam rangka mempersiapkan kelahiran anak babi, yang perlu mendapatkan perhatian ialah mengenai tanda-tanda babi yang akan melahirkan, proses kelahiran dan sanitasi.
  • 21.
    2. Pemeliharaan anak Anakbabi yang baru lahir – Pembersihan lendir yang menutupi mulut dan hidung – Pemotongan tali pusat dan pemberian yodium tinctur – Anak babi yang baru lahir diusahakan segera bisa menyusu, sebab air susu pertama (colustrum) penuh dengan zat-zat antibiotic yang sangat diperlukan bagi kehidupan anak babi yang baru lahir. Anak babi umur 3 – 10 hari Masa kritis karena saat ini babi sangat sensitif terhadap lingkungan yang berat. Masalah yang sering muncul : • Kedinginan untuk itu perlu pemanas • Mati tertindih • Mati lemas, karena kekurangan susu sehingga perlu susu tambahan
  • 22.
    • Penyapihan Umumnya dilakukanpada saat anak babi sudah mencapai umur 8 minggu dan sudah mencapai berat 14 kg. • Pemotongan gigi Pemotongan gigi dilakukakn untuk menghindari luka pada puting induk dan mencegah pendarahan karena perkelahian. Pemotongan dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang berbentuk seperti tang. Apabila alat tersebut tidak ada, bisa menggunakan gunting kecil yang tajam
  • 23.
    3. Pemeliharaan daraumur 6 bulan ke atas • Latihan (exercise) , untuk mencegah kesulitan kawin alam • Pemberian pakan 3 kg/ekor/hari dengan ransum dara. • Mengawinkan babi dara Babi mulai dewasa kelamin umur 5 – 6 bulan, perkawinan pertama baru boleh dilakukan pada saat mereka telah berumur 8 bulan atau mencapai berat 110 – 120 kg • Untuk mencapai konsepsi (pembuahan) yang tinggi hendaknya babi itu dikawinkan 2 kali selama mereka sedang birahi • Babi yang habis dikawinkan hendaknya ditempatkan terpisah dari babi-babi yang lain, selama 2 hari. Mereka diberikan makanan yang baik dan ditempatkan di lingkungan yang tenang.
  • 24.
    4. Pemeliharaan pejantan •Babi jantan dewasa kelamin umur 5 – 6 bulan, tetapi baru bisa dipakai sebagai pemacek umur ± 8 bulan • Babi pejantan dewasa dapat mengawini 40 ekor betina/bulan, tapi disarankan perbandingannya 1:4 • Pejantan dikandangkan di tempat yang kuat dan luas, agar mereka bisa exercise dan diusahakan agar ia bisa melihat beberapa ekor betina • Pejantan harus selalu diberikan makanan yang baik dan cukup, agar sehat dan kuat • Untuk menghindarkan agar pejantan tidak menjadi gemuk dan subur, maka ia harus diberi kesempatan berlatih.
  • 25.
    PENGENDALIAN PENYAKIT Beberapa Penyakityang sering menyerang babi antara lain: • Brucellosis dengan tanda : • Kegagalan kebuntingan • Melahirkan belum waktunya • Peradangan uterus Pencegahan : Vaksinasi brucela secara berkala • Kholera dengan tanda-tanda : • Nafsu makan menurun • Suhu Badan tinggi • Mati mendadak Penyebab : Virus cholera Pencegahan : • Mengisolasi babi yang sakit • Mendesinfektankan kandang dengan Biotanol, Rodalon.
  • 26.
    • Scabies/kurap yaituluka yang ditutupi koreng. Pengobatan : • Pemberian Ivomex injeksi • Anemia (Penyakit kekurangan darah) : • Biasanya dialami babi-babi kecil usia sekitar umur 3 minggu Gejala : • Pucat, Diare/Mencret • Pertumbuhan terganggu dan kekurangan berat badan • Babi banyak berbaring/lemah • Pencegahan dan Pengobatan : • Babi bunting diberi makanan tambahan mineral yang banyak menagndung zat besi dan tembaga. • Anak babi bisa diberi zat besi dan tembaga dengan cara injeksi (biosan, biodin) • Pengobatan : pemberian colibact injeksi, pyroxy, duodin LA injeksi. Lanjutan Pengendalian Penyakit…..
  • 27.
    • Scours (Mencret), •Disebabkan oleh bakteri • Sanitasi kandang kurang diperhatikan • Makanan tidak memenuhi syarat (dari standar kesehatan maupun tingkat kecernakan pakan) • Dapat menimbulkan resiko kematian terutama pada anak babi Pencegahan dan pengobatan : • Menjaga kebersihan kandang dan melakukan desinfeksi kandang dengan biotanol, rodalon. • Anak babi sebaiknya diberi alas agar selalu hangat dan kering • Pengobatan dengan : pemberian colibact injeksi, pyroxy, duodin LA injeksi • Cacingan (Ascarid) • Banyak menyerang babi muda hingga menyebabkan kematian Gejala : • Anak babi menjadi kurus dan buncit • Pertumbuhan sangat lambat • Mencret dan nafsu makan berkurang • Selaput mata pucat Pencegahan dan pengobatan : • Kandang harus bersih dengan disemprot desinfektan dengan menggunakan biotanol, rodalon • Pengobatan : dengan pemberian Verm-o Kaplet, dosis disesuaikan dengan berat badan. Lanjutan Pengendalian Penyakit…..
  • 28.