1
2
BUKU PEGANGAN
PENDAMPINGAN
INDIVIDU
Pendidikan Guru Penggerak
PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
ANGKATAN 5
202
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | i
KATA PENGANTAR DIREKTUR JENDERAL GURU DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN
Guru Penggerak merupakan episode kelima dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar
yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan
dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK).
Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk menyiapkan para pemimpin pendidikan
Indonesia masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara
holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk
mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid; serta menjadi
teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar
Pancasila. Untuk mendukung tercapainya tujuan itu, Program Pendidikan Guru
Penggerak (PPGP) dijalankan dengan menekankan pada kompetensi kepemimpinan
pembelajaran (instructional leadership) yang mencakup komunitas praktik,
pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai
perkembangan murid, dan kompetensi lain dalam pengembangan diri dan sekolah.
Dalam rangka mendukung PPGP dimaksud perlu adanya Pengajar Praktik guru
penggerak. Untuk mewujudkan Pengajar Praktik guru penggerak yang memiliki
kompetensi sesuai yang diharapkan, maka Pengajar Praktik tersebut perlu dibekali
dengan materi-materi yang esensial. Keseluruhan materi ajar diramu dalam siklus
MERDEKA, yang diawali dengan Mulai dari Diri, lalu dilanjutkan dengan Eksplorasi
Konsep; Ruang Kolaborasi; Demonstrasi Kontekstual; Elaborasi Pemahaman; Koneksi
Antarmateri; dan ditutup dengan Aksi Nyata.
Buku pegangan pendampingan individu guru penggerak ini memuat langkah-langkah
pendampingan individu kepada calon guru penggerak.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
ii
Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim
penyusun dan berbagai pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi positif untuk
menyelesaikan buku pegangan ini. Semoga Allah Yang Mahakuasa senantiasa
memberkati upaya yang kita lakukan demi pendidikan Indonesia. Aamiin.
Jakarta, Mei 2022
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga
Kependidikan,
Dr. Iwan Syahril, Ph.D.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DIREKTUR JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN i
DAFTAR ISI iii
BAB I 1
PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang ....................................................................................................1
B. Tujuan...................................................................................................................2
C. Jadwal...................................................................................................................2
D. Tema Pendampingan Individu ..........................................................................3
E. Persiapan pendampingan individu...................................................................4
BAB II 6
KEGIATAN PENDAMPINGAN 6
A. Pendampingan 1: Refleksi Awal Kompetensi Guru Penggerak ..................6
B. Pendampingan 2: Perubahan Paradigman Pemimpin Pembelajaran......10
C. Pendampingan 3 : Implentasi Pembelajaran yang Berpihak pada Murid16
D. Pendampingan 4: Evaluasi dan Pengembangan Proses Pembelajaran .20
E. Pendampingan 5: Rancangan Program yang Berpihak pad Murid .........25
F. Pendampingan 6 : Refleksi Perubahan Diri dan Dampak Pendidikan.....31
BAB III 36
PENUTUP 36
LAMPIRAN 37
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
iv
2) Lampiran 2: Lembar Refleksi Hasil Umpan Balik Kompetensi Guru
Penggerak..................................................................................................................94
3) Lampiran 3: Rubrik Penilaian Kebermaknaan Refleksi ..............................97
4) Lampiran 4: Lembar Catatan Percakapan Pra-Observasi Kelas ............100
5) Lampiran 5: Instrumen Observasi Praktik Mengajar Calon Guru
Penggerak................................................................................................................102
6) Lampiran 6: Lembar Catatan Percakapan Pasca-Observasi Kelas .......122
7) Lampiran 7: Lembar Rencana Pengembangan Diri..................................124
8) Lampiran 8: Rubrik Penilaian Sesi Coaching .............................................126
9) Lampiran 9: Rubrik Dokumentasi Pemetaan Aset.....................................130
Buku Pegangan Pendampingan Individu | 1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019-
2024 salah satu visi Pemerintah Republik Indonesia berfokus pada pengembangan
Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan
manajemen talenta. Visi tersebut terkait langsung dengan tugas Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai penyelenggara pemerintahan
di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Untuk mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta,
Kemendikbud mengembangkan rangkaian kebijakan Merdeka Belajar pada tahun
2019. Kebijakan ini dicetuskan sebagai langkah awal melakukan lompatan di bidang
pendidikan. Tujuannya adalah mengubah pola pikir publik dan pemangku
kepentingan pendidikan menjadi komunitas penggerak pendidikan. Filosofi
“Merdeka Belajar” disarikan dari asas penciptaan manusia yang merdeka memilih
jalan hidupnya dengan bekal akal, hati, dan jasad sebagai anugerah Tuhan Yang
Maha Kuasa. Dengan demikian, merdeka belajar dimaknai kemerdekaan belajar
yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar senyaman mungkin
dalam suasana bahagia tanpa adanya rasa tertekan.
Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan Episode Kelima dari Kebijakan
Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk
mewujudkan guru yang berdaya dan mampu memberdayakan. Program ini
bertujuan memberikan bekal menjadi pemimpin pembelajaran sehingga dapat
menumbuhkembangkan potensi murid dan secara aktif mengembangkan pendidik
di sekitarnya dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid
untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
2
Dalam upaya mengembangkan kepemimpinan pembelajaran, proses belajar dalam
PGP didesain dengan pendekatan orang dewasa dan berbasis pengalaman. Untuk
mendapatkan hasil yang maksimal dari pengembangan pengalaman guru maka
diperlukan pembimbingan dalam bentuk pendampingan individu kepada guru
penggerak. Pendampingan individu adalah proses coaching dan mentoring
Pengajar Praktik kepada Calon Guru Penggerak.
Berdasarkan hal tersebut maka perlu kiranya disusun buku pegangan
pendampingan individu untuk para Pengajar Praktik. Buku pegangan ini disusun
sebagai acuan implementasi agar pendampingan dapat berjalan dengan sebaik-
baiknya.
B. Tujuan
Pendampingan individu bertujuan untuk membantu Calon Guru Penggerak
menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya sehingga Calon Guru
Penggerak mampu:
1. mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi,
berbagi, dan kolaborasi;
2. memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai
kode etik;
3. merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran
yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua;
C. Jadwal
Proses pendampingan individu akan berlangsung satu bulan sekali sepanjang
proses Pendidikan Guru Penggerak. Dalam setiap bulannya, Pengajar Praktik akan
mengunjungi sekolah Calon Guru Penggerak selama kurang lebih 4 jam pelajaran
untuk mengamati kegiatan pembelajaran dan perubahan yang terjadi di sekolah
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 3
sebagai implementasi pembelajaran daring dan lokakarya serta mengajak mereka
merefleksikan prosesnya.
D. Tema Pendampingan Individu
No Tema Pendampingan Fokus Pendampingan
1 Refleksi awal kompetensi guru
penggerak
a. Diskusi tantangan belajar daring
b. Refleksi penerapan perubahan kelas
sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara
c. Diskusi pembuatan kerangka portofolio
d. Diskusi peta posisi diri dan rencana
pengembangan diri dalam kompetensi
guru penggerak
2 Perubahan paradigma pemimpin
pembelajaran
a. Diskusi refleksi diri tentang lingkungan
belajar di sekolah
b. Diskusi refleksi perubahan diri setelah
mempelajari modul 1.1, 1.2 dan 1.3
c. Diskusi rencana merintis komunitas
praktisi di sekolah, berdasarkan hasil
pemetaan di lokakarya 1
d. Mengkomunikasikan visi dan prakasra
perubahan ke KS dan warga sekolah
dengan dimoderasi oleh PP
3 Implementasi Pembelajaran yang
Berpihak pada Murid
a. Refleksi hasil survei (umpan balik 360
derajat) dan penilaian sendiri tentang
kompetensi guru penggerak
b. Diskusi rencana menerapkan
pembelajaran sosial-emosional
c. Diskusi hasil lokakarya 2
(keterlaksanaan dari tahapan BAGJA)
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
4
4 Evaluasi dan Pengembangan Proses
Pembelajaran
a. Observasi kelas CGP untuk melihat
penerapan dari modul budaya positif,
pembelajaran berdiferensiasi dan
pembelajaran sosial-emosional.
b. Penilaian Observasi Praktik
Pembelajaran
5 Rancangan Program yang Berpihak
pada Murid
a. Refleksi penerapan aksi nyata modul
3.1
b. Diskusi rancangan program yang
berdampak pada murid
c. Diskusi perkembangan komunitas
praktisi yang dijalankan di sekolah serta
implementasi dari rencana di lokakarya
3 untuk berbagi ke rekan sejawat
d. Penilaian praktik coaching
6 Refleksi perubahan diri dan dampak
pendidikan
a. Persiapan panen hasil belajar
b. Pengumpulan survei umpan balik dan
refleksi hasil survei tentang kompetensi
guru penggerak (umpan balik 360
derajat)
c. Refleksi perubahan dalam
pembelajaran yang sudah diterapkan
selama 6 bulan, diskusikan dampak
pada diri guru dan murid yang terjadi
d. Penilaian pemetaan aset; diskusi
apakah tujuan program sudah
dikomunikasikan ke warga sekolah
E. Persiapan pendampingan individu
1. Lakukan koordinasi dengan penyelenggara Program Pendidikan Guru
Penggerak terkait dengan jadwal pendampingan;
2. Bacalah profil Calon Guru Penggerak yang akan anda dampingi sebelum
pertemuan, serta isilah jurnal pendampingan yang terdapat pada LMS di setiap
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 5
modulnya agar Anda mengetahui perkembangan belajar Calon Guru Penggerak
yang didampingi;
3. Tulislah tujuan dan topik pendampingan di setiap pertemuan pada Catatan
Pendampingan
4. Komunikasikanlah tujuan pendampingan kepada Calon Guru Penggerak
sebelum memulai kegiatan pendampingan;
5. Pelajari fokus pendampingan bulanan dan materi-materi yang berkaitan dalam
modul Calon Guru Penggerak;
6. Dalam pendampingan, Pendamping/Pengajar Praktik berperan untuk
mengapresiasi pencapaian dan upaya implementasi yang sudah dilakukan
Calon Guru Penggerak, memotivasi, mendiskusikan bersama solusi untuk
tantangan dan kendala yang dihadapi, serta membantu Calon Guru Penggerak
menemukan pembelajaran-pembelajaran dalam setiap prosesnya. Upayakan
agar proses diskusi berjalan dalam suasana nyaman secara dua-arah sehingga
Calon Guru Penggerak dapat mengeluarkan refleksinya dengan lebih leluasa;
7. Jika fokus pendampingan berkaitan dengan penugasan pada fase pendidikan
daring, sempatkan diri untuk mempelajari hasil yang dikumpulkan oleh setiap
Calon Guru Penggerak pada portal belajar (learning management system) PGP
atau bagian Jurnal Komunikasi dengan fasilitator;
8. Baca kembali catatan-catatan pada Jurnal Pendampingan (coaching log) untuk
mengetahui pembahasan pada pertemuan sebelumnya.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
6
BAB II
KEGIATAN PENDAMPINGAN
A. Pendampingan 1: Refleksi Awal Kompetensi Guru Penggerak
Durasi Waktu : 4 x 45 menit
Waktu Pelaksanaan : Kurun waktu seminggu sebelum lokakarya 1
Bahan Yang Dibutuhkan:
a. Buku Pegangan Pendampingan Individu
b. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP
c. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya. (ada
di LMS)
d. Dokumen kerangka portofolio CGP
e. Panduan Penyusunan Portofolio
Langkah-langkah:
1. Bagian awal pendampingan (20’)
a. Pengajar praktik menyapa dan menanyakan kabar Calon Guru Penggerak
b. Menjelaskan tentang fokus pendampingan
PP memastikan CGP memahami aktivitas pendampingan yang akan dilakukan.
c. Pengajar praktik memastikan dokumen yang dibutuhkan saat pendampingan
individu sudah disiapkan CGP.
a. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama
satu bulan terakhir dan apa yang telah dilakukan sebagai capaian selama satu
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 7
bulan tersebut (pada saat ini, PP melakukan kroscek berdasarkan pada “Jurnal
Hasil Pemantauan Pembelajaran Daring CGP).
b. Pengajar Praktik mengapresiasi Calon Guru Penggerak karena telah melakukan
pembelajaran daring di bulan pertama.
c. Pengajar Praktik menanyakan tentang dukungan dari ekosistem sekolahnya
2. Bagian inti pendampingan (150’)
a. Tindak lanjut hasil lokakarya Orientasi (30’)
Lakukan diskusi terkait harapan, kekhawatiran, dan dukungan yang diberikan
khususnya dari ekosistem sekolah:
1) Setelah melakukan pembelajaran daring selama 1 bulan bersama fasilitator,
bagaimana harapan dan kekhawatiran Bapak/ Ibu saat ini?
a) Apa saja kekhawatiran yang sebelumnya Bapak/ Ibu resahkan dan
terjadi, atau belum/ tidak terjadi?
b) Apa saja harapan-harapan yang sudah terwujud setelah pembelajaran 1
bulan ini?
c) Adakah harapan baru yang Bapak/ Ibu harapkan untuk pembelajaran 1
bulan ke depan?
2) Bagaimana dukungan yang diberikan oleh kepala sekolah dan rekan guru
selama Bapak/ Ibu melakukan pembelajaran daring?
b. Tindak lanjut hasil pembelajaran (30’)
Diskusi terkait implementasi perubahan di ruang kelas sesuai pemikiran Ki
Hadjar Dewantara, dengan mengajukan pertanyaan pemantik berikut ini:
1) Berdasarkan pembelajaran mengenai filosofi pendidikan yang sudah Bapak/
Ibu pelajari, apa perubahan yang dilakukan Bapak/Ibu di ruang kelas agar
selaras dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara?
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
8
2) Apa saja pembelajaran yang Bapak/ Ibu dapatkan dari modul Filosofi
Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara yang mendorong Bapak/Ibu
melakukan perubahan tersebut?
3) Bagaimana respons peserta didik Bapak/Ibu atas perubahan yang dilakukan
dan bagaimana Bapak/ Ibu melihat respons tersebut?
4) Apa hal yang sudah baik dari perubahan tersebut dan apa saja yang perlu
diperbaiki ke depannya?
5) Perubahan konkret yang telah dilakukan dalam kelas, apakah sudah
dituangkan dalam jurnal refleksi dwimingguan?
Tuliskanlah proses pembelajaran dalam jurnal refleksi (yang terdapat di LMS)
c. Pembuatan kerangka portofolio (60’)
Pengajar praktik memberikan pembimbingan kepada CGP dalam membuat
kerangka portofolio. Berikan pertanyaan pemantik berikut ini untuk menggali
informasi dari CGP sehingga pembimbingan yang diberikan sesuai dengan
kebutuhan CGP:
1) Media/Platform apa yang akan Bapak/Ibu gunakan untuk membuat portofolio
digital?
2) Komponen apa saja yang akan dituangkan ke dalam portofolio digital?
3) Seperti apa bentuk penyajian portofolio digital yang akan Bapak/Ibu buat?
Dalam pembuatan portofolio pastikan CGP mengikuti panduan.
d. Peta posisi diri dan rencana pengembangan diri dalam kompetensi guru
penggerak (30’)
Proses pendampingan ini, pengajar praktik mengajak CGP berdiskusi untuk
mengetahui peta posisi diri. Hasil peta posisi diri menjadi dasar bagi CGP dalam
merencanakan pengembangan diri. Gunakanlah pertanyaan pemantik berikut
ini untuk menggali informasi kepada CGP dalam diskusi:
1) Kompetensi apa yang sudah baik? Jelaskan alasannya
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 9
2) Kompetensi apa yang perlu ditingkatkan? Jelaskan alasannya
3) Setelah Anda mengetahui umpan balik tersebut, apakah ada perubahan
rencana Anda? Apa saja yang berubah?
Berikan apresiasi dan umpan balik terhadap laporan yang diberikan oleh CGP
Anda
3. Bagian akhir pendampingan (10 menit)
a) Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini:
1) Apa pembelajaran atau ide baru yang Bapak/ Ibu dapatkan setelah sesi
pendampingan ini?
2) Apa yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki dari pendamping/ pengajar
praktik di pendampingan berikutnya?
b) Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang
sudah dilakukan dari pembelajaran daring.
c) Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator,
maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi dalam LMS.
4. Pelaporan
a) Mengisi Jurnal Pendampingan, mengisi daftar hadir, dan rencana
pendampingan selanjutnya (dalam LMS)
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
10
B. Pendampingan 2: Perubahan Paradigman Pemimpin Pembelajaran
Waktu : 4 x 45 menit
Waktu Pelaksanaan :Kurun waktu seminggu sebelum lokakarya 2
Bahan Yang Dibutuhkan:
1. Buku Pegangan Pendampingan Individu
2. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP
3. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya
4. Rumusan Visi Sekolah
5. Hasil pemetaan CGP dari lokakarya 1 terkait komunitas praktisi
6. Isian lembar kerja penugasan untuk lokakarya 2
Langkah-langkah:
1. Bagian awal pendampingan (10’)
a) Pengajar Praktik menyapa dan menanyakan kabar Calon Guru Penggerak
b) Menjelaskan tentang fokus pendampingan. PP memastikan CGP memahami
aktivitas pendampingan yang akan dilakukan.
c) Pengajar praktik memastikan dokumen yang dibutuhkan saat pendampingan
individu sudah disiapkan CGP.
d) Pengajar praktik menanyakan apa saja proses kegiatan yang sudah berjalan
selama satu bulan terakhir, pembelajaran daring dan menanyakan rencana
tindak lanjut dari pendampingan individu 1, serta hal-hal yang dianggap sebagai
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 11
capaian selama satu bulan terakhir (berdasarkan jurnal hasil pemantauan
pembelajaran daring)
e) Mengapresiasi kemajuan-kemajuan yang disampaikan oleh Calon Guru
Penggerak;
2. Bagian inti pendampingan (160’)
a) Refleksi diri tentang lingkungan belajar di sekolah (15’)
Lakukan diskusi dengan CGP terkait lingkungan belajar di sekolah dengan
memberikan pertanyaan pemantik berikut ini:
1) Bagaimana dukungan Kepala Sekolah/ Rekan Sejawat terhadap
pendidikan guru penggerak yang Bapak/Ibu jalani?
2) Apa bentuk dukungan yang mereka berikan?
3) Apa tantangan yang Bapak/Ibu hadapi dalam menjalani pendidikan guru
penggerak di lingkungan selolah Bapak/Ibu?
4) Apa yang Bapak/Ibu lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut?
5) Apa rencana Bapak/Ibu ke depannya sehingga kegiatan pendidikan guru
penggerak yang Bapak/Ibu jalani berjalan maksimal?
b) Refleksi perubahan diri setelah memperlajari modul 1.1, 1.2 dan 1.3. (15’)
Lakukan diskusi dengan CGP tekait perubahan apa saja yang dirasakan setelah
mempelajari modul, dengan memberikan pertanyaan pemantik berikut ini:
1) Apa saja yang sudah Bapak/Ibu pelajari pada Modul 1.1, 1.2 dan 1.3?
2) Apakah yang Bapak/Ibu pelajari sudah diimplementasikan di kelas
Bapak/Ibu? Berikan beberapa contohnya.
3) Apakah terjadi perubahan terhadap murid Bapak/Ibu di kelas? dan
bagaimana tanggapan atau respons murid Bapak/Ibu terhadap perubahan
yang dilakukan?
4) Bagaimana perasaan Bapak/Ibu setelah menerapkan Modul 1.1, 1.2 dan
1.3 di kelas Bapak/Ibu?
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
12
5) Apa yang yang sudah baik dan yang perlu Bapak/Ibu perbaiki ke depannya?
c) Rencana merintis/menumbuhkan komunitas praktisi di sekolah (20’)
Ajak CGP untuk melihat lagi hasil pemetaan komunitas praktisi di lokakarya 1.
Kemudian diskusikan pertanyaan pemantik berikut ini dengan CGP.
1) Apakah Bapak/ibu memiliki pengalaman merintis komunitas praktisi di
sekolah/ lingkungan?
2) Apa tantangan selama penerapan komunitas praktisi di sekolah dan
bagaimana Bapak/Ibu mengatasi tantangan tersebut?
3) Apa saja hal menarik dan menjadi pembelajaran saat merintis komunitas
praktisi?
Setelah CGP menjawab 4 pertanyaan di atas, berikan pertanyaan lanjutan
berikut ini.
1) Strategi apa saja yang akan Bapak/ Ibu lakukan untuk segera memulai
komunitas praktisi di lingkungan sekolah Bapak/ Ibu? (jika belum dimulai)
2) Apa rencana yang akan Bapak/Ibu lakukan untuk pengembangan komunitas
praktiksi yang sudah dibentuk?
d) Mengkomunikasikan visi dan prakarsa perubahan sekolah (110’)
Pengajar praktik mendampingi dan membimbing CGP berdiskusi terkait visi dan
prakasa perubahan sekolah. Peserta dan pembagian peran dalam berdiskusi:
1) Pengajar Praktik : Moderator
2) Calon Guru Penggerak : Pemandu diskusi
3) Peserta diskusi : Kepala sekolah, Guru, tenaga
kependidikan
Proses diskusi:
1) CGP membuka diskusi dan menyampaikan tujuan diskusi kepada peserta.
Jika berkenan, CGP dapat membuka sesi dengan pembacaan beberapa bait
puisi “Aku Melihat Indonesia” karya Ir. Soekarno, untuk memantik semangat
peserta dalam memaknai visi.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 13
2) CGP mengajak peserta diskusi untuk membahas dan menganalisis visi
sekolah, CGP memberikan pertanyaan pemantik kepada peserta diskusi:
a) Apakah visi sekolah saat ini sudah menggambarkan dengan jelas impian
dan cita-cita yang ingin kita capai dari murid kita? Apakah visi tersebut
sudah menunjukkan hal yang diharapkan menjadi pembeda antara murid
di sekolah kita dengan murid di sekolah lain? Ajaklah peserta diskusi
mengisi bersama kalimat rumpang yang tercantum pada modul 1.3 Visi
Guru Penggerak.
Kita memimpikan murid-murid yang
…………………………………….…….………………………………………………
……………………………………
Kita percaya bahwa murid adalah
………………………….………………….……………………………………………
…………………………………..
Di sekolah, kita mengutamakan
………………………………..…..…....…….…………………………………………
………………………………….
Murid di sekolah kita sadar betul bahwa
…………………………..………….……………………………………………………
…………………………………..
Kita, warga sekolah di sekolah ini yakin untuk
……………....……….…….……………………………………………………………
………………………………….
Saya dan guru lain di sekolah saya paham bahwa
……………..…….…….…………………………………………………………………
………………………………….
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
14
b) Apakah visi sekolah sudah berpihak kepada murid? Jika visi masih berupa
jargon/slogan, dorong warga sekolah untuk membuatnya lebih
terdeskripsikan.
c) Jika visi sudah berpihak kepada murid, lakukan identifikasi program apa
saja yang bisa dilakukan oleh warga sekolah untuk mendorong
pertumbuhan diri murid dari segala sisinya.
d) Jika visi belum berpihak kepada murid, ajak warga sekolah merumuskan
visi yang berpihak kepada murid. Setelah visi dirumuskan, ajak warga
sekolah melakukan identifikasi dan mengembangkan program yang bisa
dilakukan oleh warga sekolah.
3) PP memberikan penguatan di akhir diskusi.
4) Semua hasil diskusi dicatat dan didokumentasikan oleh CGP
5) Laporan hasil diskusi diserahkan CGP kepada Kepala sekolah dan Pengajar
Praktik.
3. Bagian akhir pendampingan (10’)
a) Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini:
1) Apa hal paling menarik yang Bapak/ Ibu dapatkan setelah proses
pendampingan hari ini? Apa yang membuat hal tersebut menarik menurut
Bapak/ Ibu?
2) Apa yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki dari pendamping pada
kegiatan pendampingan berikutnya?
a) Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang
sudah dilakukan dari pembelajaran daring.
b) Mengingat CGP untuk menyebarkan, mengumpulkan dan menginput survei di
LMS tentang kompetensi guru penggerak (lembar umpan balik, lampiran 3).
Kegiatan ini dilakukan satu minggu sebelum pelaksanaan PI 3. Yang harus
dilakukan CGP:
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 15
1) Menyebarkan kuesioner survey Lembar Umpan Balik sesuai peran dan
jenjang yang diampu oleh CGP dengan responden Kepala sekolah, rekan
guru (5 orang), dan perwakilan murid CGP (5 orang)
2) CGP mengisi lembar asesmen mandiri kompetensi guru penggerak.
3) CGP membuat refleksi tertulis terkait umpan balik dari para responden dan
hasil asesmen mandiri. Refleksi ini diunggah di LMS pada bagian
Pendampingan Individu 3 (Lampiran 2).
c) Memotivasi untuk tetap mencoba praktik-praktik pembelajaran yang berpihak
pada murid.
d) Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator,
maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi.
4. Penilaian dan Pelaporan
a) Umpan balik dari Kepala Sekolah, Rekan sejawat, murid di awal dan akhir
program (Lampiran 3. Umpan balik)
b) Mengisi Jurnal Pendampingan, mengisi daftar hadir, dan rencana
pendampingan selanjutnya.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
16
C. Pendampingan 3 : Implentasi Pembelajaran yang Berpihak pada Murid
Waktu : 4 x 45 menit
Waktu Pelaksanaan : Kurun waktu seminggu sebelum lokakarya 3
Bahan Yang Dibutuhkan:
1. Buku Pegangan Pendampingan Individu
2. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP
3. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya
4. Hasil input Instrumen Lembar Umpan Balik (Lampiran 1)
5. Hasil keterlaksanaan dari tahapan BAGJA (hasil diskusi lokakarya 2)
6. Rubrik penilaian refleksi (Lampiran 3)
Langkah-langkah:
1. Bagian Awal Pendampingan (20’)
a. Pengajar Praktik menyapa dan menanyakan kabar Calon Guru Penggerak
b. Menjelaskan tentang fokus pendampingan, PP memastikan CGP memahami
aktivitas pendampingan yang akan dilakukan.
c. Pengajar Praktik memastikan Calon Guru Penggerak telah meng-input
instrumen lembar umpan balik (Lampiran 3) ke LMS sesuai dengan responden
yang telah ditetapkan, berikut refleksi tertulis mengenai hasil umpan balik.
d. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama
satu bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan
sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan
terakhir (berdasarkan Jurnal Hasil Pemantauan Pembelajaran Daring)
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 17
e. Mengapresiasi kemajuan-kemajuan yang disampaikan oleh Calon Guru
Penggerak
2. Bagian Inti Pendampingan (145’)
a. Refleksi hasil survei (umpan balik 360 derajat) dan asesmen mandiri
tentang kompetensi guru penggerak (45’)
PP menggali CGP untuk menyampaikan hasil analisis dan refleksi dari umpan
balik 3600
(Lampiran 2) dan asesmen mandiri tentang kompetensi guru
penggerak. PP dapat memberikan pertanyaan lanjutan kepada CGP dengan
memberikan pertanyaan pemantik berikut ini:
1) Berdasarkan hasil feedback 3600
dan asesmen mandiri tentang kompetensi
guru penggerak, apa yang kurang baik/ perlu ditingkatkan menurut
responden terhadap kompetensi bapak/Ibu? Jelaskan menurut masing-
masing responden (kepala sekolah, rekan sejawat, dan murid)
2) Apa rencana Bapak/Ibu ke depannya untuk semakin mengasah kompetensi
guru penggerak yang harus Bapak/Ibu miliki?
3) Siapa saja yang akan Bapak/Ibu libatkan untuk meningkatkan kompetensi
guru penggerak yang harus Bapak/Ibu miliki?
b. Rencana penerapan pembelajaran sosial-emosional (40’)
PP mengajak CGP berdiskusi terkait rencana penerapan pembelajaran sosial-
emosional, gunakan pertanyaan pemantik berikut sebagai panduan diskusi:
1) Apakah Bapak/Ibu sudah mempelajari Modul 2.2? Apa yang dipelajari pada
modul tersebut?
2) Apakah Bapak/Ibu sudah merencanakan pembelajaran sosial-emosional
yang akan diterapkan dalam kelas Bapak/Ibu?
3) Jika sudah, seperti apa perencanaan yang sudah Bapak/Ibu buat?
4) Apa harapan Bapak/Ibu setelah menerapkan pembelajaran sosial-
emosional di kelas yang Bapak/Ibu ampu?
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
18
c. Keterlaksanaan tahapan BAGJA (60’)
Berdasarkan hasil diskusi lokakarya 2, gali informasi dan berikan penguatan
terkait keterlaksanaan BAGJA di sekolah CGP. Gunakan pertanyaan pemantik
berikut ini:
1) Apakah Bapak/Ibu telah menerapkan metode BAGJA untuk merencanakan
perubahan pada diri Bapak/Ibu?
2) Setelah Bapak/Ibu melakukan tahapan BAGJA apakah memperoleh hasil
sesuai dengan visi guru penggerak yang Bapak/Ibu inginkan?
3) Apakah tantangan yang Bapak/Ibu hadapi dalam menerapkan tahapan
BAGJA untuk mencapai visi?
4) Apa yang perlu Bapak/Ibu perbaiki ke depannya terkait dengan
pelaksanaan tahapan BAGJA untuk perubahan diri bapak/ibu sehingga bisa
mencapai visi yang telah dirumuskan?
3. Bagian akhir pendampingan (15’)
a. Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini:
1) Apa hal paling menarik yang Bapak/ Ibu dapatkan setelah proses kegiatan
pendampingan hari ini? Apa yang membuat hal tersebut menarik menurut
Bapak/ Ibu?
2) Apa yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki dari pendamping di kegiatan
pendampingan berikutnya?
b. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang
sudah dilakukan dari pembelajaran daring.
c. Sebelum pelaksanaan Pendampingan Individu 4, tugas yang harus disiapkan
oleh CGP adalah:
1) CGP menyusun RPP dengan unsur diferensiasi, kompetensi sosial
emosional, dan budaya positif (sepakati batas waktu pengerjaan RPP
dengan CGP).
2) RPP yang telah disusun CGP dikirimkan kepada PP untuk diberikan umpan
balik, kemudian diserahkan kembali ke CGP untuk dilakukan perbaikan.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 19
3) Penetapan Jadwal pelaksanaan observasi pembelajaran dengan CGP
(observasi pembelajaran dilaksanakan minimal 2 jam pelajaran dan
mengikuti jadwal CGP atau jadwal yang disepakati bersama).
d. Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator,
maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS.
4. Pelaporan
a) Mengisi Jurnal Pendampingan, mengisi daftar hadir, dan rencana
pendampingan selanjutnya.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
20
D. Pendampingan 4: Evaluasi dan Pengembangan Proses Pembelajaran
Waktu : 4 x 45 menit
Waktu Pelaksanaan : Kurun waktu seminggu sebelum lokakarya 4
Bahan Yang Dibutuhkan:
1. Buku Pegangan Pendampingan Individu
2. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP
3. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya
4. RPP CGP yang akan digunakan dalam pembelajaran
5. Modul 2.3 : Coaching Untuk Supervisi Akademik
6. Lembar Catatan Percakapan Pra Observasi kelas (lampiran 4)
7. Instrumen Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5)
8. Lembar Catatan Percakapan Pasca Observasi Kelas (lampiran 6)
9. Lembar Rencana Pengembangan Diri (lampiran 7)
Langkah-langkah:
1. Bagian Awal Pendampingan (20’)
b. Menjelaskan tentang fokus pendampingan, Pengajar Praktik memastikan CGP
memahami aktivitas pendampingan yang akan dilakukan.
c. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama
satu bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan
sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan
terakhir (berdasarkan Jurnal Pemantauan Pembelajaran Daring)
d. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang
sudah dilakukan dari pembelajaran daring.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 21
e. Pengajar Praktik memastikan RPP yang dibuat CGP sudah direvisi berdasarkan
masukan yang diberikan PP.
f. Menyiapkan lembar Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak
(Lampiran 5).
2. Bagian Inti Pendampingan (135’)
a. Ketentuan
1) Observasi pembelajaran dilakukan di kelas CGP baik secara luring atau
daring (disesuaikan dengan kebijakan sekolah)
2) Observasi dilakukan minimal 2 (dua) jam pelajaran dengan durasi menit
disesuaikan dengan jenjang sekolah.
b. Pra- Observasi (15’)
Pertemuan pra-observasi ini merupakan percakapan yang membangun
hubungan antara guru (CGP) dan supervisor (PP) sebagai mitra dalam
pengembangan kompetensi diri.
Percakapan pra-observasi ini berlangsung selama 15 menit, dengan
menggunakan percakapan coaching untuk perencanaan, supervisor dapat
mencatat apa yang menjadi sasaran pengembangan guru dan
menginformasikan kepada guru prosedur supervisi klinis ini. Adapun yang harus
dilakukan oleh supervisor adalah:
1. Supervisor menyampaikan tujuan besar supervisi dan tujuan dari
percakapan awal.
2. Guru menyampaikan rancangan pelaksanaan pembelajaran dan
menginformasikan aspek perkembangan yang hendak diobservasi
3. Supervisor dan guru menyepakati sasaran observasi, waktu kunjungan
kelas dan waktu percakapan pasca-observasi
4. Supervisor menginformasikan bahwa ia akan mencatat kegiatan
pembelajaran yang dilakukan guru di kelas
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
22
Percakapan pra-observasi baiknya berlangsung dengan suasana santai dan
kekeluargaan dan dengan semangat positif. Hasil percakapan pra-observasi
dicatat pada lampiran 4.
c. Observasi Pembelajaran (90’)
Observasi adalah aktivitas pengamatan oleh supervisor (PP) pada saat guru
melaksanakan pembelajaran di kelas. Tujuan utama tahap ini adalah
mengambil data atau informasi secara obyektif mengenai aspek
pengembangan yang sudah disepakati.
Pengamatan oleh supervisor menggunakan instrumen yang telah ditentukan
sebelumnya dan fokus pada sasaran yang sudah disepakati (lihat hasil catatan
pada lampiran 4). Namun dapat saja pada saat observasi ada hal-hal menarik
di luar hal yang sudah disepakati yang ditemukan oleh supervisor (PP) yang
dapat bermanfaat bagi guru dalam pengembangan kompetensi dirinya sebagai
pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid.
Hal-hal yang harus diperhatikan saat observasi pembelajaran:
1) Saat observasi, PP tidak boleh menganggu proses pembelajaran atau
ikut membantu CGP dalam pembelajaran. PP hanya melakukan
pengamatan, apakah sudah sesuai dengan perangkat yang sudah
dibuat dan materi modul yang sudah dipelajari yaitu sudah menerapkan
budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial-
emosional.
2) PP boleh melihat secara dekat aktivitas pembelajaran murid di saat
murid mengerjakan tugas. Di sini PP tetap tidak dibolehkan membantu
murid dalam menyelesaikan masalah belajarnya, hanya boleh
mengamati saja.
3) Usahakan saat proses observasi pembelajaran tidak terlalu sering
keluar masuk kelas karena hal ini dapat menganggu kosentrasi murid
dalam belajar. (izin keluar jika benar-benar mendesak)
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 23
4) Pastikan gawai dalam keadaan nada getar (tidak diizinkan melakukan
komunukasi dalam kelas dengan gawai). silakan gunakan gawai untuk
mengambil foto proses pembelajaran.
5) Pencatatan aktivitas pembelajaran dilakukan pada lembar Observasi
Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5)
d. Pasca Observasi (30’)
Dalam proses percakapan pasca-observasi ini, supervisor (PP) dan guru (CGP)
secara bersama memahami tujuan percakapan dan saling percaya akan
tahapan kegiatan yang berlangsung. Percakapan pasca-observasi berisikan
aktivitas berikut:
1) Menyampaikan tujuan percakapan dan hasil analisis data observasi kepada
CGP
2) Melakukan percakapan umpan balik. Dalam percakapan PP menemukan
area pengembangan dan perbaikan diri yang hendak dilakukan. Catat hasil
umpan balik pada lampiran 6.
3) Percakapan perencanaan area pengembangan
4) Rencana aksi pengembangan diri. Hasil perencanaan aksi pengembangan
diri dicatat pada lampiran 7.
3. Bagian akhir pendampingan (15’)
a. Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini:
1) Apa yang sudah baik dan yang perlu Bapak/Ibu perbaiki ke depannya pada
pembelajaran tadi?
2) Sejauh apa pendampingan saat ini membantu Bapak/ Ibu
mengimplementasikan pembelajaran yang berpihak kepada murid? Hal-hal
apa saja yang perlu diperbaiki untuk ke depannya?
b. Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator,
maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS.
c. Mengingatkan CGP untuk menyiapkan diri untuk pendampingan invidu 5.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
24
Aktivitas persiapan:
1) Kelengkapan bahan yang harus disiapkan CGP untuk PI 5 adalah:
a) Mengajak satu orang rekan sejawat untuk dibimbing dan dicoaching pada
PI 5.
b) Penetapan jadwal observasi pembelajaran. Pelaksanaan observasi
pembelajaran minimal 2 jam pelajaran dan dapat dilakukan secara daring
ataupun luring (disesuaikan dengan kebijakan sekolah)
c) Membimbing rekan sejawat dalam menyusun RPP dan juga melakukan
koreksi terhadap RPP yang disusun. Hasil koreksiksi CGP dijadi dasar
perbaikan RPP oleh rekan sejawat.
2) Aktivitas Coaching untuk supervisi akademik
Untuk melakukan aktivitas ini, CGP harus mengikuti instruksi yang ada dalam
modul 2.3 pada bagian aksi nyata. Pastikan CGP melakukan:
a) Proses pra-observasi. Hasil catatan saat proses ini diserahkan kepada PP
saat pendampingan individu 5 (CGP menggunakan instrumen pra-
observasi di modul 2.3). Bila memungkinkan, percakapan saat pra-
observasi juga dapat direkam untuk ditunjukkan kepada PP saat
pendampingan individu 5.
b) Proses observasi pembelajaran. Hasil catatan saat proses ini diserahkan
kepada PP saat pendampingan individu 5 (CGP menggunakan instrumen
observasi pembelajaran di modul 2.3)
3) Setiap aktivitas CGP saat melakukan pra-observasi dan observasi
pembelajaran, PP tetap melakukan pemantauan dan diskusi melalui
gawai/tatap muka virtual.
4. Penilaian dan Pelaporan
a. Penilaian terhadap proses pembelajaran yang berpusat pada murid (Lampiran
5)
b. Mengisi Jurnal Pendampingan dalam LMS, mengisi daftar hadir, dan rencana
pendampingan selanjutnya.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 25
E. Pendampingan 5: Rancangan Program yang Berpihak pad Murid
Waktu : 4 x 45 menit
Waktu Pelaksanaan :Kurun waktu seminggu sebelum lokakarya 5
Bahan Yang Dibutuhkan:
1. Buku Pegangan Pendampingan Individu
2. Modul 2.3 : Coaching untuk Supervisi Akademik
3. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP
4. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya
5. RPP CGP yang digunakan dalam pembelajaran
6. Hasil Catatan Percakapan Pra Observasi kelas
7. Hasil Observasi Pembelajaran
8. Rubrik Penilaian Sesi Aksi Nyata Coaching (Lampiran 8)
Langkah-langkah
1. Bagian Awal Pendampingan (10’)
a. Menjelaskan tentang fokus pendampingan, PP memastikan CGP memahami
aktivitas pendampingan yang akan dilakukan.
b. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama satu
bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan
sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan
terakhir (berdasarkan Jurnal Pemantauan Pembelajaran Daring)
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
26
c. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang
sudah dilakukan dari pembelajaran daring.
d. Meminta hasil observasi pembelajaran rekan sejawat
2. Bagian Inti Pendampingan (160’)
a. Penerapan aksi nyata modul 3.1 (30’)
Penerapan aksi nyata modul 3.1, CGP tidak ditugaskan untuk melaporkan
implementasinya melalui LMS. CGP hanya mendiskusikan pengalaman dan
refleksi dari aksi nyata ini bersama pendamping pada saat pendampingan
individu.
Untuk mempermudah PP melaksanakan refleksi dengan CGP, gunakanlah
pertanyaan pemantik berikut ini:
1) Refleksi proses pengambilan keputusan dengan menggunakan
pertanyaan:
a) Berdasarkan hasil pemetaan yang Bapak/ Ibu lakukan, bagaimana hal
tersebut memengaruhi proses pengambilan keputusan yang dilakukan
Bapak/ Ibu?
b) Apa hal yang menurut Bapak/ Ibu masih perlu dikembangkan atau perlu
dievaluasi?
c) Apa hal yang menurut Bapak/ Ibu mendukung keberhasilan dari
keputusan yang diambil?
d) Adakah pengalaman yang terjadi (baik dalam waktu dekat ataupun
sebelum mengikuti Pendidikan Guru Penggerak) yang mencerminkan
dilema etika, baik itu terkait murid maupun rekan sejawat?
e) Menurut Bapak/Ibu, apakah proses pengambilan keputusan yang
dilakukan sudah sesuai dengan prinsip dan langkah yang dipelajari di
modul 3.1?
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 27
f) Apa hal yang menurut Bapak/ Ibu masih perlu dikembangkan atau perlu
dievaluasi dari proses pengambilan keputusan tersebut?
b. Rancangan program yang berdampak pada murid (30’)
Diskusi rancangan program yang berdampak pada murid, dapat diawali dengan
menanyakan rancangan program yang sudah ada di sekolah. Lakukan reviu
bersama CGP, apakah rancangan di sekolah sudah berpihak kepada murid?.
Untuk lebih meningkatkan pengalaman CGP, ajaklah CGP berdiskusi terkait
rancangan program yang berdampak pada murid dengan mengajukan
pertanyaan pemantik berikut ini:
1) Apakah Bapak/Ibu sudah membuat rancangan program yang berdampak
pada murid?
2) Apa tujuan dari program yang Bapak/Ibu rancang dalam kaitannya terhadap
murid? Apakah sudah ada indikator ketercapaian tujuannya?
3) Apakah keseluruhan proses sudah sesuai untuk mencapai tujuan pada
murid?
4) Dukungan apa saja yang Bapak/Ibu perlukan untuk menerapkan program
yang sudah dibuat?
5) Apa yang menjadi tantangan Bapak/Ibu dalam melaksanakan rancangan
program yang sudah dibuat?
6) Apa yang Bapak/Ibu lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut?
c. Perkembangan komunitas praktisi (30’)
Diskusi perkembangan komunitas praktisi yang dijalankan di sekolah serta
implementasi dari rencana di lokakarya 2 untuk berbagi ke rekan sejawat.
1) Bapak/ Ibu sudah merintis komunitas praktisi di lingkungan sekolah (dan
sekitarnya, jika ada), bagaimana peran komunitas ini terhadap proses
belajar Bapak/ Ibu?
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
28
2) Apa saja perubahan menyenangkan yang Bapak/ Ibu alami dari rekan di
komunitas praktisi Bapak/ Ibu?
3) Apa rencana yang akan dilakukan komunitas praktisi Bapak/ Ibu setelah
program ini selesai?
4) Apa dukungan yang Bapak/ Ibu perlukan untuk komunitas praktisi Bapak/
Ibu agar bisa terus belajar bersama?
d. Dialog Pasca-Observasi Pembelajaran (70’)
Pada akhir PI 4, CGP sudah ditugaskan untuk membimbing satu orang rekan
sejawat dalam penyusunan RPP dan juga melakukan observasi pembelajaran
ke kelas rekan sejawat. Pada PI 5 ini, PP mengarahkan CGP untuk:
1) Menyampaikan tujuan percakapan dan hasil analisis data observasi
pembelajaran ke rekan sejawat.
2) Melakukan percakapan umpan balik. Dalam percakapan CGP menemukan
area pengembangan dan perbaikan diri yang hendak dilakukan kepada rekan
sejawat. Catat hasil umpan balik pada Catatan Percakapan Pasca Observasi
Kelas (format ambil di modul 2.3 pada bagian aksi nyata) .
3) Percakapan perencanaan area pengembangan
4) Rencana aksi pengembangan diri. Hasil perencanaan aksi pengembangan
diri rekan sejawat dicatat pada Lembar Rencana Pengembangan Diri (format
ambil di modul 2.3 pada bagian aksi nyata).
5) Refleksi Diri Latihan Coaching. Hasil refleksi yang dilakukan CGP dengan
rekan sejawat dicatat pada Refleksi Diri Latihan Coaching (format ambil di
modul 2.3 pada bagian aksi nyata).
Proses Pasca-observasi pembelajaran ini diamati dan dilakukan penilaian oleh PP
dengan mengunakan Rubrik Penilaian Sesi Aksi Nyata (Lampiran 8 )
3. Bagian Akhir Pendampingan (10’)
a. Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini:
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 29
1) Setelah Bapak/ Ibu menjalani program PGP ini apa hal yang menurut
Bapak/ Ibu paling Bapak/Ibu kuasai dari materi-materi yang sudah
dipraktikkan?
2) Materi apa yang Bapak/ Ibu rasakan masih membingungkan dan ingin
dipelajari lebih dalam?
b. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang
sudah dilakukan dari pembelajaran daring.
c. Mengingatkan CGP untuk menyebarkan, mengumpulkan dan menginput survei
tentang kompetensi guru penggerak (umpan balik 360 derajat). Kegiatan ini
sudah harus dilakukan sebelum pelaksanaan PI 6. Yang harus dilakukan CGP:
1) Menyebarkan kuesioner survey umpan balik 360 derajat sesuai peran dan
jenjang yang diampu oleh CGP dengan responden Kepala sekolah, rekan
guru (5 orang), dan perwakilan murid CGP (5 orang)
2) CGP mengisi lembar asesmen mandiri kompetensi guru penggerak.
3) CGP membuat refleksi tertulis terkait umpan balik dari para responden dan
hasil asesmen mandiri. Refleksi ini diunggah di LMS pada bagian
Pendampingan Individu 6 (Lampiran 2).
d. Mengingatkan CGP untuk melakuan diskusi terkait Pemetaan Aset (pelaksanaan
sebelum PI 6 dilakukan), adapun hal-hal yang harus dilakukan CGP:
1) Menentukan jadwal diskusi Pemetaan aset dengan Kepala Sekolah
2) Mengundang aktor (Kepala sekolah, rekan guru, murid, orang tua, tokoh
setempat dengan perwakilan gender) yang terlibat dalam diskusi
3) Membuat notulen hasil diskusi
4) Mengambil foto kegiatan
5) Mengumpulkan hasil pemetaan
e. Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator,
maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS.
4. Penilaian dan Pelaporan
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
30
a. Melakukan penilaian proses coaching untuk supervisi akademik dengan Rubrik
Penilaian Sesi Aksi Nyata (Lampiran 8)
b. Mengisi Jurnal Pendampingan dalam LMS, mengisi daftar hadir, dan rencana
pendampingan selanjutnya.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 31
F. Pendampingan 6 : Refleksi Perubahan Diri dan Dampak Pendidikan
Waktu : 4 x 45 menit
Waktu Pelaksanaan : Kurun waktu seminggu sebelum lokakarya 6
Bahan yang dibutuhkan:
1. Buku Pegangan Pendampingan Individu
2. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP
3. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya
4. Rubrik Dokumentasi Pemetaan Aset (Lampiran 9)
5. Hasil analisis survei umpan balik 3600
6. Dokumentasi Proses Pemetaan Aset :
a. Notulen (mencakup siapa yang berbicara dan ide yang disampaikan,
kesimpulan pertemuan)
b. Foto proses pertemuan
c. Hasil pemetaan
Langkah-langkah
1. Bagian Awal Pendampingan (10’)
a. Menjelaskan tentang fokus pendampingan, PP memastikan CGP memahami
aktivitas pendampingan yang akan dilakukan.
b. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama satu
bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan
sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan
terakhir (berdasarkan Jurnal Pemantauan Pembelajaran Daring)
c. Apresiasi kemajuan-kemajuan yang disampaikan oleh Calon Guru Penggerak,
termasuk hal baik yang dilihat selama observasi
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
32
2. Bagian Inti Pendampingan (160’)
a. Refleksi hasil survei (feedback 360) (40’)
PP menggali CGP untuk menyampaikan hasil analisis dan refleksi dari umpan
balik 3600
dan asesmen mandiri tentang kompetensi guru penggerak. PP dapat
memberikan pertanyaan lanjutan kepada CGP dengan memberikan pertanyaan
pemantik berikut ini:
1) Berdasarkan hasil feedback 3600
dan asesmen mandiri tentang
kompetensi guru penggerak, apa yang kurang baik/ perlu ditingkatkan
menurut responden terhadap kompetensi bapak/Ibu? Jelaskan
menurut masing-masing responden (kepala sekolah, rekan sejawat,
dan murid)
2) Apa rencana Bapak/Ibu ke depannya untuk semakin mengasah
kompetensi guru penggerak yang harus Bapak/Ibu miliki?
3) Siapa saja yang akan Bapak/Ibu libatkan untuk meningkatkan
kompetensi guru penggerak yang harus Bapak/Ibu miliki?
b. Perubahan dalam pembelajaran (30’)
Refleksi perubahan dalam pembelajaran yang sudah diterapkan selama 6 bulan,
diskusikan dampak pada diri guru dan murid yang terjadi.
1) Setelah Bapak/ Ibu menjalani 6 bulan pendidikan guru penggerak,
perubahan apa yang Bapak/ Ibu rasakan yang berkaitan dengan
kompetensi Bapak/ Ibu sebagai guru?
2) Berdasarkan yang Bapak/ Ibu alami, perubahan apa saja yang terjadi pada
diri murid Bapak/ Ibu setelah Bapak/ Ibu menjalani program 6 bulan ini?
3) Apa saja hal yang membuat perjalanan 6 bulan ini cukup memuaskan?
4) Apa saja hal yang membuat perjalanan 6 bulan ini menjadi cukup
menantang bagi Bapak/Ibu?
c. Penilaian pemetaan aset (50’)
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 33
Proses penilaian pemetaan aset dilakukan dengan cara berdiskusi dengan CGP
dan aktor yang terlibat saat proses pemetaan asset. Berdasarkan hasil diskusi
tersebut, silakan lakukan penilaian dengan menggunakan rubrik pemetaan aset
(lampiran 9) yang telah disediakan.
Pertanyaan pemantik untuk CGP yang digunakan saat diskusi:
1) Siapa saja aktor yang terlibat saat proses pemetaan aset?
2) Bagaimana proses Bapak/Ibu dalam menemukan/mengidentifikasi sumber
daya yang ada di sekolah bersama para aktor? Apakah proses kolaborasi
terjadi dengan baik selama pemetaan?
3) Apa saja kendala dan tantangan yang Bapak/Ibu hadapi saat melakukan
identifikasi sumber daya sekolah dan bagaimana Bapak/Ibu mengatasinya?
4) Bagaimana perasaan Bapak/Ibu ketika berhasil mengidentifikasi sumber daya
sekolah?
5) Apa pertimbangan Bapak/Ibu dalam menentukan sumber daya sekolah?
Apakah aset yang dipetakan sudah sejalan dengan program yang dirancang?
6) Apakah terdapat hal lain yang dapat dijadikan sumber daya sekolah yang
belum Bapak/Ibu temukan dalam proses yang sudah berlangsung?
Selain berdiskusi dengan CGP, lakukan juga wawancara ke perwakilan aktor
yang terlibat untuk mengecek kesepahaman akan tujuan pemetaan dan proses
yang terjadi, dengan menggunakan pertanyaan pemantik berikut ini:
1) Bagaimana proses Bapak/Ibu dalam menemukan/mengidentifikasi sumber
daya yang ada di sekolah?
2) Apa saja kendala dan tantangan yang Bapak/Ibu hadapi saat melakukan
identifikasi sumber daya sekolah dan bagaimana Bapak/Ibu mengatasinya?
3) Bagaimana perasaan Bapak/Ibu ketika berhasil mengidentifikasi sumber
daya sekolah?
4) Apa saja pembelajaran yang Bapak/Ibu dapatkan dari proses pemetaan aset
ini?
5) Apa pertimbangan Bapak/Ibu dalam menentukan sumber daya sekolah?
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
34
a. Persiapan panen hasil belajar (40’)
Diskusikan dengan CGP terkait persiapan panen hasil belajar, pastikan CGP
mengetahui dan memahami kelengkapan apa saja yang akan dibawa dan
ditampilkan saat pelaksanaan panen hasil belajar. Berikan pertanyaan pemantik
sebagai panduan diskusi dengan CGP:
1) Apa ide Bapak/Ibu untuk persiapan panen hasil belajar pada Lokakarya 7?
2) Apa yang akan Bapak/Ibu pamerkan pada saat panen hasil belajar?
Di samping itu, untuk CGP yang terpilih sebagai penyaji dalam kelas berbagi,
menyiapkan:
1) Materi yang akan dibagikan ke peserta panen belajar (rambu-rambu penyajian
dilihat pada lampiran Lokakarya 7).
2) PPT/bahan tayang yang akan dipaparkan saat kelas berbagi
3. Bagian Akhir Pendampingan (10’)
a. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang
sudah dilakukan dari pembelajaran daring.
b. Mendorong untuk terus memetakan sumber daya dalam melakukan perubahan
dan perbaikan pembelajaran.
c. Mengingatkan CGP untuk mengumpulkan Rencana Kerja Pengembangan
Program Sekolah, paling lambat 2 (dua) hari setelah Lokakarya 7
d. Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator,
maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 35
4. Penilaian dan Pelaporan
a. Umpan balik dari Kepala Sekolah, Rekan sejawat, murid di awal dan akhir
program (Lampiran 1)
b. Melakukan penilaian terhadap Pemetaan Aset berdasarkan rubrik (Lampiran
9)
c. Mengisi Jurnal Pendampingan dalam LMS, mengisi daftar hadir, dan rencana
pendampingan selanjutnya.
d. Melakukan penilaian terhadap Rencana Kerja Pengembangan Program
Sekolah, yang CGP kumpulkan 2 (dua) hari setelah Lokakarya 7 (Lampiran
10)
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
36
BAB III
PENUTUP
Program Pendidikan Guru Penggerak merupakan langkah strategis untuk
meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan sehingga dapat melakukan
pembelajaran yang menarik dan berinovasi sesuai kebutuhan materi yang diajarkan.
Sehingga, tujuan akhir dari program ini, yaitu meningkatkan kompetensi peserta didik
dalam peningkatan keterampilan dan menyelesaikan masalah pembelajaran dapat
tercapai. Keberhasilan pelaksanaan Program Pendidikan Guru Penggerak ditentukan
oleh kesungguhan semua pihak dalam melaksanakan program ini.
Buku Pegangan Pendampingan Individu | 37
LAMPIRAN
1) Lampiran 1: Lembar Umpan Balik 360 Derajat untuk Kompetensi Guru Penggerak
A. Lembar untuk asesmen mandiri CGP
LEMBAR ASESMEN MANDIRI
KOMPETENSI GURU PENGGERAK
NAMA :
ASAL SEKOLAH :
TANGGAL :
Instruksi :
Berikut ini adalah daftar kompetensi Guru Penggerak. Silakan Anda lakukan pengecekan
mandiri terhadap diri Anda secara objektif. Tidak ada jawaban benar dan salah dalam
pengecekan mandiri ini. Pengecekan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang
kemajuan pencapaian Anda dalam mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak dan tidak
ditujukan untuk penilaian kinerja Anda ataupun penentuan kelulusan. Mohon jawab sesuai
kondisi yang sebenarnya dengan cara memberikan tanda silang (X) pada kolom angka yang
paling menggambarkan diri Anda. Penilaian mandiri menggunakan skala 1-4.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
38
Belum Dilakukan Mulai Dilakukan Sering Dilakukan Konsisten Dilakukan
Praktik yang
diharapkan belum
dilakukan dalam tiga
bulan terakhir
Praktik yang diharapkan
sudah mulai dilakukan
setidaknya 1-2 kali dalam
tiga bulan terakhir
Praktik yang diharapkan
sudah sering dilakukan dan
sudah memiliki jadwal yang
rutin, hanya belum konsisten
dilaksanakan
Praktik yang diharapkan
sudah konsisten
dilakukan sesuai jadwal
yang dimiliki
1 2 3 4
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 39
KATEGORI: PENGEMBANGAN DIRI DAN ORANG LAIN
1 2 3 4
Menunjukkan praktik pengembangan diri berdasarkan kesadaran dan kemauan pribadi
1. Saya bertanya kepada murid hal apa yang sudah baik dari
praktik mengajar.
2. Saya bertanya kepada murid hal apa yang belum dimengerti
dari praktik mengajar saya.
3. Saya meminta rekan sesama guru untuk melihat praktik
saya mengajar.
4. Saya meminta rekan sesama guru untuk memberikan
masukan setelah melihat praktik saya mengajar.
5. Saya mencatat kelebihan dan kekurangan saya dalam
praktik mengajar.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
40
6. Saya membuat rencana pengembangan diri untuk perbaikan
praktik mengajar berdasarkan catatan saya.
7. Saya membuat rencana pengembangan diri untuk perbaikan
praktik mengajar berdasarkan masukan dari rekan sesama
guru, kepala sekolah dan/atau murid.
8. Saya membuat rencana tindak lanjut untuk perbaikan praktik
mengajar.
1 2 3 4
Mengembangkan kompetensi warga sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
9. Saya membantu rekan sesama guru dalam mengidentifikasi
persoalan pembelajaran.
10. Saya membantu menganalisis permasalahan pembelajaran
rekan sejawat.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 41
11. Saya membantu rekan sesama guru untuk menemukan
strategi pengembangan kompetensi diri berdasarkan
kebutuhan belajarnya.
12. Saya mengajak rekan sesama guru untuk mengikuti
pelatihan atau program pengembangan diri lainnya.
1 2 3 4
Berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi yang relevan dengan kepemimpinan sekolah
untuk mengembangkan karier
13. Saya berpartisipasi rutin dalam kegiatan pengembangan diri
di organisasi atau komunitas profesi seperti KKG, MGMP,
atau gugus baik di dalam maupun luar sekolah
14. Saya aktif mengambil peran dalam organisasi atau
komunitas profesi.
15. Saya aktif berbagi praktik baik dengan rekan sesama guru di
sekolah.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
42
16. Saya aktif berbagi praktik baik dengan rekan sesama guru
dari sekolah lain.
17. Saya aktif mempelajari praktik baik dalam kepemimpinan
dan/atau pembelajaran dari sekolah lain untuk diterapkan di
lingkungan sekolah saya.
18. Saya berinisiatif menghasilkan karya dari hasil kegiatan
jejaring dan organisasi.
1 2 3 4
Menunjukkan kematangan spiritual, moral, dan emosi untuk berperilaku sesuai dengan kode
etik
19. Saya mampu mengelola stress ketika saya mengalami
kesulitan atau kegagalan dalam praktik mengajar yang saya
ingin lakukan.
20. Saya mampu mengelola rasa marah saat murid saya
menunjukkan perilaku yang tidak diharapkan.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 43
21. Saya bekerja sama dengan baik dengan rekan sejawat
tanpa melihat agama, suku, status atau bentuk fisiknya.
22. Saya mempertimbangkan norma moral dan etika dalam
mengambil keputusan di kelas atau sekolah.
23. Saya mendengarkan setiap pendapat murid saya dan
meresponsnya dengan sungguh-sungguh
24. Saya mendorong murid untuk memperbaiki kondisi dan
belajar dari kesalahannya ketika dia melakukan
pelanggaran.
25. Saya menahan diri dari melakukan hal yang melanggar
kode etik seorang pendidik.
KATEGORI: KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
1 2 3 4
Memimpin upaya pengembangan lingkungan belajar yang berpusat pada murid
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
44
26. Saya merencanakan lingkungan pembelajaran yang sesuai
kebutuhan belajar murid.
27. Saya mempraktikkan pembelajaran yang memberikan
kesempatan bagi murid untuk beraktivitas secara mandiri
dan berkelompok.
28. Saya menyediakan waktu bagi murid-murid saya untuk
berdiskusi dan berpendapat selama pembelajaran.
29. Saya memberikan pilihan kepada murid untuk
mendemonstrasikan pemahamannya sesuai minat.
30. Saya menyediakan berbagai bentuk bahan ajar untuk
menyesuaikan dengan kebutuhan belajar murid.
31. Saya memberikan kesempatan kepada murid untuk memberi
saran dan kritik terkait praktik pembelajaran.
1 2 3 4
Memimpin perencanaan dan pelaksanaan proses belajar yang berpusat pada murid
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 45
32. Saya mengajak rekan sejawat untuk merencanakan
pembelajaran yang mendorong murid gemar belajar.
33. Saya mengajak sesama guru melakukan pembelajaran yang
mendorong murid gemar belajar.
34. Saya memandu pertemuan dengan rekan sejawat untuk
mendiskusikan ragam strategi pembelajaran untuk
memenuhi kebutuhan belajar murid.
1 2 3 4
Memimpin refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang berpusat pada murid
35. Saya mengajak rekan sejawat untuk saling mengobservasi
proses mengajar satu sama lain dan memberikan umpan
balik.
36. Saya mengajak rekan sejawat melakukan refleksi terkait
perbaikan kualitas praktik pembelajaran.
37. Saya memandu rekan sesama guru untuk bersama
menganalisis data hasil pembelajaran.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
46
38. Saya dan rekan sesama guru merencanakan tindak lanjut
berdasarkan hasil analisis untuk meningkatkan
pembelajaran.
1 2 3 4
Melibatkan orang tua/wali murid sebagai pendamping dan sumber belajar di sekolah
39. Saya mengidentifikasi profil orang tua/wali murid dan
mencatatnya.
40. Saya berkomunikasi dengan orang tua/wali murid untuk
membicarakan peran mereka dalam mendampingi murid
belajar.
41. Saya berdiskusi dengan orang tua/wali murid untuk mencari
langkah efektif dalam mendampingi murid belajar.
42. Saya menyediakan kesempatan kepada orang tua/wali
murid untuk memberikan saran terkait pendampingan murid
dalam belajar.
43. Saya menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid
untuk hadir di sekolah sebagai guru tamu.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 47
KATEGORI: KEPEMIMPINAN MANAJEMEN SEKOLAH
1 2 3 4
Mengembangkan dan mewujudkan visi sekolah yang berorientasi pada murid
44. Saya mengajak warga sekolah untuk mengkaji ulang visi
sekolah agar lebih berpihak pada murid.
45. Saya mengajak warga sekolah untuk mensosialisasikan visi
sekolah yang berpihak pada murid melalui berbagai media.
46. Saya mengajak warga sekolah untuk merefleksikan
kesesuaian program sekolah dengan visi pendidikan yang
berpusat pada murid.
47. Saya mengajak warga sekolah untuk mencoba pendekatan
baru dalam mewujudkan visi dan program sekolah.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
48
48. Saya memberi kesempatan warga sekolah untuk
memberikan masukan terhadap program sekolah agar
sesuai dengan visi yang berpihak pada murid.
1 2 3 4
Memimpin dan mengelola program sekolah yang berdampak pada murid
49. Saya menyusun dan merencanakan program pembelajaran
(intra-, ko-, ekstra-kurikuler) di kelas atau sekolah sesuai
dengan visi sekolah dan kebutuhan murid.
50. Saya berkolaborasi dengan warga sekolah untuk merancang
dan menjalankan program pembelajaran (intra-, ko-, ekstra-
kurikuler) di kelas atau sekolah.
51. Saya mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk
menjalankan program pembelajaran yang berdampak
kepada murid.
52. Saya melakukan pemantauan (monitor) pelaksanaan
program agar dapat mencapai tujuan program yang
berdampak pada murid.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 49
53. Saya melakukan refleksi dan mengumpulkan umpan balik
terkait ketercapaian program terhadap dampaknya pada
kualitas belajar murid.
54. Saya melakukan rencana tindak lanjut setelah mengevaluasi
ketercapaian program supaya lebih berdampak bagi murid.
KATEGORI: KEPEMIMPINAN PENGEMBANGAN SEKOLAH
1 2 3 4
Memimpin program pengembangan sekolah untuk mengoptimalkan proses belajar murid dan
mendukung kebutuhan masyarakat sekitar sekolah yang relevan
55. Saya melakukan pemetaan kebutuhan belajar warga
sekolah terkait pembelajaran
56. Saya memotivasi rekan guru dan tenaga kependidikan di
sekolah untuk menumbuhkan budaya belajar yang berpihak
pada murid.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
50
57. Saya menyusun prioritas dan merancang program yang
sesuai visi sekolah, realistis dan mengacu peta kebutuhan
warga sekolah.
1 2 3 4
Melibatkan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah
58. Saya mengkomunikasikan pentingnya pengembangan
sekolah untuk peningkatan kualitas belajar murid kepada
orang tua/wali murid dan masyarakat dengan berbagai cara
atau media.
59. Saya menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid
dan masyarakat untuk mengambil peran dalam
pengembangan sekolah.
60. Saya mengkomunikasikan dampak hasil pengembangan
sekolah pada peningkatan kualitas belajar murid kepada
orang tua/wali murid dan masyarakat.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 51
B. Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah
LEMBAR UMPAN BALIK DARI KEPALA SEKOLAH
UNTUK KOMPETENSI GURU PENGGERAK
NAMA CGP :
NAMA KEPALA SEKOLAH :
ASAL SEKOLAH :
TANGGAL :
Instruksi :
Berikut ini adalah daftar kompetensi Guru Penggerak. Mohon berikan penilaian terhadap Calon Guru Penggerak secara objektif. Tidak ada
jawaban benar dan salah dalam pengecekan mandiri ini. Pengecekan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kemajuan
pencapaian CGP dalam mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak dan tidak ditujukan untuk penilaian kinerja CGP dan Kepala
Sekolah ataupun penentuan kelulusan CGP. Mohon jawab sesuai kondisi yang sebenarnya dengan cara memberikan tanda silang (X) pada
kolom angka yang paling menggambarkan diri Anda. Penilaian mandiri menggunakan skala 1-4.
Belum Dilakukan Mulai Dilakukan Sering Dilakukan Konsisten Dilakukan
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
52
Praktik yang
diharapkan belum
dilakukan dalam tiga
bulan terakhir
Praktik yang
diharapkan sudah
mulai dilakukan
setidaknya 1-2 kali
dalam tiga bulan
terakhir
Praktik yang
diharapkan sudah
sering dilakukan dan
sudah memiliki jadwal
yang rutin, hanya
belum konsisten
dilaksanakan
Praktik yang
diharapkan sudah
konsisten dilakukan
sesuai jadwal yang
dimiliki
1 2 3 4
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 53
KATEGORI: PENGEMBANGAN DIRI DAN ORANG LAIN
1 2 3 4
Menunjukkan praktik pengembangan diri berdasarkan kesadaran dan kemauan pribadi
1. CGP bertanya kepada murid hal apa yang sudah baik dari
praktik mengajar.
2. CGP bertanya kepada murid hal apa yang belum dimengerti
dari praktik mengajar CGP.
3. CGP meminta rekan sesama guru untuk melihat praktik CGP
mengajar.
4. CGP meminta rekan sesama guru untuk memberikan
masukan setelah melihat praktik CGP mengajar.
5. CGP mencatat kelebihan dan kekurangan CGP dalam
praktik mengajar.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
54
6. CGP membuat rencana pengembangan diri untuk perbaikan
praktik mengajar berdasarkan catatan CGP.
7. CGP membuat rencana pengembangan diri untuk perbaikan
praktik mengajar berdasarkan masukan dari rekan sesama
guru, kepala sekolah dan/atau murid.
8. CGP membuat rencana tindak lanjut untuk perbaikan praktik
mengajar.
1 2 3 4
Mengembangkan kompetensi warga sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
9. CGP membantu rekan sesama guru dalam mengidentifikasi
persoalan pembelajaran.
10. CGP membantu menganalisis permasalahan pembelajaran
rekan sejawat.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 55
11. CGP membantu rekan sesama guru untuk menemukan
strategi pengembangan kompetensi diri berdasarkan
kebutuhan belajarnya.
12. CGP mengajak rekan sesama guru untuk mengikuti
pelatihan atau program pengembangan diri lainnya.
1 2 3 4
Berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi yang relevan dengan kepemimpinan sekolah
untuk mengembangkan karier
13. CGP berpartisipasi rutin dalam kegiatan pengembangan diri
di organisasi atau komunitas profesi seperti KKG, MGMP,
atau gugus baik di dalam maupun luar sekolah
14. CGP aktif mengambil peran dalam organisasi atau
komunitas profesi.
15. CGP aktif berbagi praktik baik dengan rekan sesama guru di
sekolah.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
56
16. CGP aktif berbagi praktik baik dengan rekan sesama guru
dari sekolah lain.
17. CGP aktif mempelajari praktik baik dalam kepemimpinan
dan/atau pembelajaran dari sekolah lain untuk diterapkan di
lingkungan sekolah CGP.
18. CGP berinisiatif menghasilkan karya dari hasil kegiatan
jejaring dan organisasi.
1 2 3 4
Menunjukkan kematangan spiritual, moral, dan emosi untuk berperilaku sesuai dengan kode
etik
19. CGP mampu mengelola stress ketika CGP mengalami
kesulitan atau kegagalan dalam praktik mengajar yang CGP
ingin lakukan.
20. CGP mampu mengelola rasa marah saat murid CGP
menunjukkan perilaku yang tidak diharapkan.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 57
21. CGP bekerja sama dengan baik dengan rekan sejawat tanpa
melihat agama, suku, status atau bentuk fisiknya.
22. CGP mempertimbangkan norma moral dan etika dalam
mengambil keputusan di kelas atau sekolah.
23. CGP mendengarkan setiap pendapat murid CGP dan
meresponnya dengan sungguh-sungguh
24. CGP mendorong murid untuk memperbaiki kondisi dan
belajar dari kesalahannya ketika dia melakukan
pelanggaran.
25. CGP menahan diri dari melakukan hal yang melanggar
kode etik seorang pendidik.
KATEGORI: KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
1 2 3 4
Memimpin upaya pengembangan lingkungan belajar yang berpusat pada murid
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
58
26. CGP merencanakan lingkungan pembelajaran yang sesuai
kebutuhan belajar murid.
27. CGP mempraktikkan pembelajaran yang memberikan
kesempatan bagi murid untuk beraktivitas secara mandiri
dan berkelompok.
28. CGP menyediakan waktu bagi murid-murid CGP untuk
berdiskusi dan berpendapat selama pembelajaran.
29. CGP memberikan pilihan kepada murid untuk
mendemonstrasikan pemahamannya sesuai minat.
30. CGP menyediakan berbagai bentuk bahan ajar untuk
menyesuaikan dengan kebutuhan belajar murid.
31. CGP memberikan kesempatan kepada murid untuk memberi
saran dan kritik terkait praktik pembelajaran.
1 2 3 4
Memimpin perencanaan dan pelaksanaan proses belajar yang berpusat pada murid
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 59
32. CGP mengajak rekan sejawat untuk merencanakan
pembelajaran yang mendorong murid gemar belajar.
33. CGP mengajak sesama guru melakukan pembelajaran yang
mendorong murid gemar belajar.
34. CGP memandu pertemuan dengan rekan sejawat untuk
mendiskusikan ragam strategi pembelajaran untuk
memenuhi kebutuhan belajar murid.
1 2 3 4
Memimpin refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang berpusat pada murid
35. CGP mengajak rekan sejawat untuk saling mengobservasi
proses mengajar satu sama lain dan memberikan umpan
balik.
36. CGP mengajak rekan sejawat melakukan refleksi terkait
perbaikan kualitas praktik pembelajaran.
37. CGP memandu rekan sesama guru untuk bersama
menganalisis data hasil pembelajaran.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
60
38. CGP dan rekan sesama guru merencanakan tindak lanjut
berdasarkan hasil analisis untuk meningkatkan
pembelajaran.
1 2 3 4
Melibatkan orang tua/wali murid sebagai pendamping dan sumber belajar di sekolah
39. CGP mengidentifikasi profil orang tua/wali murid dan
mencatatnya.
40. CGP berkomunikasi dengan orang tua/wali murid untuk
membicarakan peran mereka dalam mendampingi murid
belajar.
41. CGP berdiskusi dengan orang tua/wali murid untuk mencari
langkah efektif dalam mendampingi murid belajar.
42. CGP menyediakan kesempatan kepada orang tua/wali murid
untuk memberikan saran terkait pendampingan murid dalam
belajar.
43. CGP menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid
untuk hadir di sekolah sebagai guru tamu.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 61
KATEGORI: KEPEMIMPINAN MANAJEMEN SEKOLAH
1 2 3 4
Mengembangkan dan mewujudkan visi sekolah yang berorientasi pada murid
44. CGP mengajak warga sekolah untuk mengkaji ulang visi
sekolah agar lebih berpihak pada murid.
45. CGP mengajak warga sekolah untuk mensosialisasikan visi
sekolah yang berpihak pada murid melalui berbagai media.
46. CGP mengajak warga sekolah untuk merefleksikan
kesesuaian program sekolah dengan visi pendidikan yang
berpusat pada murid.
47. CGP mengajak warga sekolah untuk mencoba pendekatan
baru dalam mewujudkan visi dan program sekolah.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
62
48. CGP memberi kesempatan warga sekolah untuk
memberikan masukan terhadap program sekolah agar
sesuai dengan visi yang berpihak pada murid.
1 2 3 4
Memimpin dan mengelola program sekolah yang berdampak pada murid
49. CGP menyusun dan merencanakan program pembelajaran
(intra-, ko-, ekstra-kurikuler) di kelas atau sekolah sesuai
dengan visi sekolah dan kebutuhan murid.
50. CGP berkolaborasi dengan warga sekolah untuk merancang
dan menjalankan program pembelajaran (intra-, ko-, ekstra-
kurikuler) di kelas atau sekolah.
51. CGP mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk
menjalankan program pembelajaran yang berdampak
kepada murid.
52. CGP melakukan pemantauan (monitor) pelaksanaan
program agar dapat mencapai tujuan program yang
berdampak pada murid.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 63
53. CGP melakukan refleksi dan mengumpulkan umpan balik
terkait ketercapaian program terhadap dampaknya pada
kualitas belajar murid.
54. CGP melakukan rencana tindak lanjut setelah mengevaluasi
ketercapaian program supaya lebih berdampak bagi murid.
KATEGORI: KEPEMIMPINAN PENGEMBANGAN SEKOLAH
1 2 3 4
Memimpin program pengembangan sekolah untuk mengoptimalkan proses belajar murid dan
mendukung kebutuhan masyarakat sekitar sekolah yang relevan
55. CGP melakukan pemetaan kebutuhan belajar warga
sekolah terkait pembelajaran
56. CGP memotivasi rekan guru dan tenaga kependidikan di
sekolah untuk menumbuhkan budaya belajar yang berpihak
pada murid.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
64
57. CGP menyusun prioritas dan merancang program yang
sesuai visi sekolah, realistis dan mengacu peta kebutuhan
warga sekolah.
1 2 3 4
Melibatkan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah
58. CGP mengkomunikasikan pentingnya pengembangan
sekolah untuk peningkatan kualitas belajar murid kepada
orang tua/wali murid dan masyarakat dengan berbagai cara
atau media.
59. CGP menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid
dan masyarakat untuk mengambil peran dalam
pengembangan sekolah.
60. CGP mengkomunikasikan dampak hasil pengembangan
sekolah pada peningkatan kualitas belajar murid kepada
orang tua/wali murid dan masyarakat.
Umpan balik secara umum terkait penguasaan kompetensi guru penggerak:
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 65
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
Tambahkan informasi berikut untuk membantu CGP menentukan langkah tindak lanjutnya:
Perilaku yang perlu CGP terus lanjutkan Perilaku yang perlu CGP hentikan Perilaku yang perlu CGP mulai lakukan
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
66
C. Lembar Umpan Balik dari Rekan Sejawat
LEMBAR UMPAN BALIK DARI REKAN SEJAWAT
UNTUK KOMPETENSI GURU PENGGERAK
NAMA CGP :
NAMA REKAN GURU :
ASAL SEKOLAH :
TANGGAL :
Instruksi :
Berikut ini adalah daftar kompetensi Guru Penggerak. Mohon berikan penilaian terhadap Calon Guru Penggerak secara objektif. Tidak ada
jawaban benar dan salah dalam pengecekan mandiri ini. Pengecekan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kemajuan
pencapaian CGP dalam mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak dan tidak ditujukan untuk penilaian kinerja ataupun penentuan
kelulusan CGP. Mohon jawab sesuai kondisi yang sebenarnya dengan cara memberikan tanda silang (X) pada kolom angka yang paling
menggambarkan diri Anda. Penilaian mandiri menggunakan skala 1-4.
Belum Dilakukan Mulai Dilakukan Sering Dilakukan Konsisten Dilakukan
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 67
Praktik yang
diharapkan belum
dilakukan dalam tiga
bulan terakhir
Praktik yang
diharapkan sudah
mulai dilakukan
setidaknya 1-2 kali
dalam tiga bulan
terakhir
Praktik yang
diharapkan sudah
sering dilakukan dan
sudah memiliki jadwal
yang rutin, hanya
belum konsisten
dilaksanakan
Praktik yang
diharapkan sudah
konsisten dilakukan
sesuai jadwal yang
dimiliki
1 2 3 4
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
68
KATEGORI: PENGEMBANGAN DIRI DAN ORANG LAIN
1 2 3 4
Menunjukkan praktik pengembangan diri berdasarkan kesadaran dan kemauan pribadi
1. CGP bertanya kepada murid hal apa yang sudah baik dari
praktik mengajar.
2. CGP bertanya kepada murid hal apa yang belum dimengerti
dari praktik mengajar CGP.
3. CGP meminta rekan sesama guru untuk melihat praktik CGP
mengajar.
4. CGP meminta rekan sesama guru untuk memberikan
masukan setelah melihat praktik CGP mengajar.
5. CGP mencatat kelebihan dan kekurangan CGP dalam
praktik mengajar.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 69
6. CGP membuat rencana pengembangan diri untuk perbaikan
praktik mengajar berdasarkan catatan CGP.
7. CGP membuat rencana pengembangan diri untuk perbaikan
praktik mengajar berdasarkan masukan dari rekan sesama
guru, kepala sekolah dan/atau murid.
8. CGP membuat rencana tindak lanjut untuk perbaikan praktik
mengajar.
1 2 3 4
Mengembangkan kompetensi warga sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
9. CGP membantu rekan sesama guru dalam mengidentifikasi
persoalan pembelajaran.
10. CGP membantu menganalisis permasalahan pembelajaran
rekan sejawat.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
70
11. CGP membantu rekan sesama guru untuk menemukan
strategi pengembangan kompetensi diri berdasarkan
kebutuhan belajarnya.
12. CGP mengajak rekan sesama guru untuk mengikuti
pelatihan atau program pengembangan diri lainnya.
1 2 3 4
Berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi yang relevan dengan kepemimpinan sekolah
untuk mengembangkan karier
13. CGP berpartisipasi rutin dalam kegiatan pengembangan diri
di organisasi atau komunitas profesi seperti KKG, MGMP,
atau gugus baik di dalam maupun luar sekolah
14. CGP aktif mengambil peran dalam organisasi atau
komunitas profesi.
15. CGP aktif berbagi praktik baik dengan rekan sesama guru di
sekolah.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 71
16. CGP aktif berbagi praktik baik dengan rekan sesama guru
dari sekolah lain.
17. CGP aktif mempelajari praktik baik dalam kepemimpinan
dan/atau pembelajaran dari sekolah lain untuk diterapkan di
lingkungan sekolah CGP.
18. CGP berinisiatif menghasilkan karya dari hasil kegiatan
jejaring dan organisasi.
1 2 3 4
Menunjukkan kematangan spiritual, moral, dan emosi untuk berperilaku sesuai dengan kode
etik
19. CGP mampu mengelola stress ketika CGP mengalami
kesulitan atau kegagalan dalam praktik mengajar yang CGP
ingin lakukan.
20. CGP mampu mengelola rasa marah saat murid CGP
menunjukkan perilaku yang tidak diharapkan.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
72
21. CGP bekerja sama dengan baik dengan rekan sejawat tanpa
melihat agama, suku, status atau bentuk fisiknya.
22. CGP mempertimbangkan norma moral dan etika dalam
mengambil keputusan di kelas atau sekolah.
23. CGP mendengarkan setiap pendapat murid CGP dan
meresponnya dengan sungguh-sungguh
24. CGP mendorong murid untuk memperbaiki kondisi dan
belajar dari kesalahannya ketika dia melakukan
pelanggaran.
25. CGP menahan diri dari melakukan hal yang melanggar
kode etik seorang pendidik.
KATEGORI: KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN
1 2 3 4
Memimpin upaya pengembangan lingkungan belajar yang berpusat pada murid
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 73
26. CGP merencanakan lingkungan pembelajaran yang sesuai
kebutuhan belajar murid.
27. CGP mempraktikkan pembelajaran yang memberikan
kesempatan bagi murid untuk beraktivitas secara mandiri
dan berkelompok.
28. CGP menyediakan waktu bagi murid-murid CGP untuk
berdiskusi dan berpendapat selama pembelajaran.
29. CGP memberikan pilihan kepada murid untuk
mendemonstrasikan pemahamannya sesuai minat.
30. CGP menyediakan berbagai bentuk bahan ajar untuk
menyesuaikan dengan kebutuhan belajar murid.
31. CGP memberikan kesempatan kepada murid untuk memberi
saran dan kritik terkait praktik pembelajaran.
1 2 3 4
Memimpin perencanaan dan pelaksanaan proses belajar yang berpusat pada murid
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
74
32. CGP mengajak rekan sejawat untuk merencanakan
pembelajaran yang mendorong murid gemar belajar.
33. CGP mengajak sesama guru melakukan pembelajaran yang
mendorong murid gemar belajar.
34. CGP memandu pertemuan dengan rekan sejawat untuk
mendiskusikan ragam strategi pembelajaran untuk
memenuhi kebutuhan belajar murid.
1 2 3 4
Memimpin refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang berpusat pada murid
35. CGP mengajak rekan sejawat untuk saling mengobservasi
proses mengajar satu sama lain dan memberikan umpan
balik.
36. CGP mengajak rekan sejawat melakukan refleksi terkait
perbaikan kualitas praktik pembelajaran.
37. CGP memandu rekan sesama guru untuk bersama
menganalisis data hasil pembelajaran.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 75
38. CGP dan rekan sesama guru merencanakan tindak lanjut
berdasarkan hasil analisis untuk meningkatkan
pembelajaran.
1 2 3 4
Melibatkan orang tua/wali murid sebagai pendamping dan sumber belajar di sekolah
39. CGP mengidentifikasi profil orang tua/wali murid dan
mencatatnya.
40. CGP berkomunikasi dengan orang tua/wali murid untuk
membicarakan peran mereka dalam mendampingi murid
belajar.
41. CGP berdiskusi dengan orang tua/wali murid untuk mencari
langkah efektif dalam mendampingi murid belajar.
42. CGP menyediakan kesempatan kepada orang tua/wali murid
untuk memberikan saran terkait pendampingan murid dalam
belajar.
43. CGP menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid
untuk hadir di sekolah sebagai guru tamu.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
76
KATEGORI: KEPEMIMPINAN MANAJEMEN SEKOLAH
1 2 3 4
Mengembangkan dan mewujudkan visi sekolah yang berorientasi pada murid
44. CGP mengajak warga sekolah untuk mengkaji ulang visi
sekolah agar lebih berpihak pada murid.
45. CGP mengajak warga sekolah untuk mensosialisasikan visi
sekolah yang berpihak pada murid melalui berbagai media.
46. CGP mengajak warga sekolah untuk merefleksikan
kesesuaian program sekolah dengan visi pendidikan yang
berpusat pada murid.
47. CGP mengajak warga sekolah untuk mencoba pendekatan
baru dalam mewujudkan visi dan program sekolah.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 77
48. CGP memberi kesempatan warga sekolah untuk
memberikan masukan terhadap program sekolah agar
sesuai dengan visi yang berpihak pada murid.
1 2 3 4
Memimpin dan mengelola program sekolah yang berdampak pada murid
49. CGP menyusun dan merencanakan program pembelajaran
(intra-, ko-, ekstra-kurikuler) di kelas atau sekolah sesuai
dengan visi sekolah dan kebutuhan murid.
50. CGP berkolaborasi dengan warga sekolah untuk merancang
dan menjalankan program pembelajaran (intra-, ko-, ekstra-
kurikuler) di kelas atau sekolah.
51. CGP mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk
menjalankan program pembelajaran yang berdampak
kepada murid.
52. CGP melakukan pemantauan (monitor) pelaksanaan
program agar dapat mencapai tujuan program yang
berdampak pada murid.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
78
53. CGP melakukan refleksi dan mengumpulkan umpan balik
terkait ketercapaian program terhadap dampaknya pada
kualitas belajar murid.
54. CGP melakukan rencana tindak lanjut setelah mengevaluasi
ketercapaian program supaya lebih berdampak bagi murid.
KATEGORI: KEPEMIMPINAN PENGEMBANGAN SEKOLAH
1 2 3 4
Memimpin program pengembangan sekolah untuk mengoptimalkan proses belajar murid dan
mendukung kebutuhan masyarakat sekitar sekolah yang relevan
55. CGP melakukan pemetaan kebutuhan belajar warga
sekolah terkait pembelajaran
56. CGP memotivasi rekan guru dan tenaga kependidikan di
sekolah untuk menumbuhkan budaya belajar yang berpihak
pada murid.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 79
57. CGP menyusun prioritas dan merancang program yang
sesuai visi sekolah, realistis dan mengacu peta kebutuhan
warga sekolah.
1 2 3 4
Melibatkan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah
58. CGP mengkomunikasikan pentingnya pengembangan
sekolah untuk peningkatan kualitas belajar murid kepada
orang tua/wali murid dan masyarakat dengan berbagai cara
atau media.
59. CGP menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid
dan masyarakat untuk mengambil peran dalam
pengembangan sekolah.
60. CGP mengkomunikasikan dampak hasil pengembangan
sekolah pada peningkatan kualitas belajar murid kepada
orang tua/wali murid dan masyarakat.
Umpan balik secara umum terkait penguasaan kompetensi guru penggerak:
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
80
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
Tambahkan informasi berikut untuk membantu CGP menentukan langkah tindak lanjutnya:
Perilaku yang perlu CGP terus lanjutkan Perilaku yang perlu CGP hentikan Perilaku yang perlu CGP mulai lakukan
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 81
D. Lembar Umpan Balik dari Murid PAUD, SD kelas 1 dan 2
LEMBAR PERTANYAAN UNTUK MURID
KOMPETENSI GURU PENGGERAK
NAMA :
ASAL SEKOLAH :
TANGGAL :
Instruksi :
Berikut ini adalah daftar pernyataan mengenai Bapak/Ibu guru yang mengajar kamu di kelas. Pertanyaan ini bukan ujian dan tidak akan
dinilai. Jawablah dengan jujur karena ini akan sangat membantu Bapak/ Ibu guru memperbaiki proses mengajar. Kamu hanya perlu
menjawab sesuai ekspresi yang ada di lembar ini. Ekspresi wajah ini menggambarkan apakah Bapak/Ibu guru belum pernah, jarang, sering,
atau selalu melakukan hal-hal berikut.
Catatan: jika murid belum dapat memahami bacaan, maka lembar ini dapat dibacakan oleh orang dewasa lainnya (guru lain atau orangtua).
Kode Kalimat Pernyataan Belum
pernah
Jaran
g
Seri
ng
Selalu
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
82
1.1.1 Ibu/Bapak guru bertanya apakah kami senang atau tidak
dengan pelajarannya.
1.1.2 Ibu/Bapak guru selalu memberikan pembelajaran berbeda
yang membuat kami senang
1.1.3 Kami boleh bertanya tentang apa saja kepada Ibu/Bapak
guru.
1.1.4 Ibu/ Bapak guru memperbolehkan kami belajar sesuai
keinginan
1.2.1 Ibu/ Bapak guru mengingatkan apa yang perlu kami siapkan
sebelum mulai belajar.
1.2.2 Ibu/ Bapak guru selalu membantu jika kami tidak bisa
mengerjakan tugas yang diberikan.
1.2.3 Ibu/Bapak guru membolehkan kami membantu teman yang
belum selesai mengerjakan tugas jika teman meminta.
1.2.4 Ibu/ Bapak memberi semangat pada kami saat melakukan
sesuatu.
1.2.5 Ibu/ Bapak guru meminta kami bergantian memimpin doa
atau barisan.
1.3.1 Ibu/ Bapak guru bercerita akan mengikuti pelatihan/rapat.
1.4.1 Bapak/Ibu guru selalu mengajak kami untuk berdoa
sebelum memulai belajar.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 83
1.4.2 Bapak/Ibu guru selalu menyambut kedatangan kami di
sekolah dengan sapaan dan senyuman.
1.4.3 Bapak/Ibu guru mengajarkan kami untuk saling menolong.
1.4.4 Bapak/Ibu guru bersikap baik kepada saya dan teman-
teman, tanpa membeda-bedakan.
1.4.5 Bapak/Ibu guru datang ke kelas tepat waktu.
1.4.6 Ketika kami melakukan kesalahan, Bapak/Ibu guru
mengingatkan kami tentang kesepakatan kelas.
2.1.1 Bapak/Ibu guru mengingatkan kami untuk menjaga
kebersihan sekolah.
2.1.2 Bapak/Ibu guru menyediakan buku bacaan untuk kami baca
di sekolah maupun di rumah.
2.1.3 Saya tidak takut untuk bercerita tentang apapun yang ingin
kami ceritakan kepada Bapak/ Ibu guru.
2.2.1 Bapak/Ibu guru menceritakan apa yang akan dipelajari
sebelum mulai mengajar.
2.2.2 Tugas yang diberikan Bapak/ibu guru boleh dikerjakan
dengan cara yang saya senangi (misal: menggambar,
membuat video aktivitas yang dibantu orangtua, dll)
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
84
2.3.1 Bapak/ibu guru menanyakan apa yang sudah kami pelajari
hari ini.
2.3.2 Bapak/ibu guru menanyakan perasaan kami setelah belajar
hari ini.
2.3.3 Bapak/ibu guru menanyakan cara belajar yang kami sukai.
2.4.1 Bapak/ibu guru berbicara dengan orangtua saya tentang
kegiatan saya di sekolah.
2.4.2 Bapak/Ibu guru menunjukkan hasil belajar saya di kelas
kepada orang tua/keluarga saya.
2.4.3 Orang tua saya/teman-teman datang ke sekolah untuk
mengajar pada hari tertentu.
3.1.1 Bapak/Ibu guru bertanya kepada kami suasana kelas yang
kami inginkan agar nyaman saat belajar.
3.2.1 Bapak/Ibu guru menanyakan pendapat kami sebelum
membuat kegiatan-kegiatan belajar di sekolah
3.2.2 Saya ikut terlibat di dalam kegiatan-kegiatan di sekolah
seperti menari, berkebun, berkunjung ke museum/tempat
lain.
3.2.3 Saya merasa kegiatan-kegiatan di sekolah yang dilakukan
oleh guru membuat saya semakin pintar.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 85
E. Lembar Umpan Balik dari Murid SD kelas 3-6
LEMBAR PERTANYAAN UNTUK MURID
KOMPETENSI GURU PENGGERAK
NAMA :
ASAL SEKOLAH :
TANGGAL :
Instruksi :
Berikut ini adalah daftar pernyataan mengenai Bapak/Ibu guru yang mengajar kamu di kelas. Pertanyaan ini bukan ujian dan tidak akan
dinilai. Jawablah dengan jujur karena ini akan sangat membantu Bapak/ Ibu guru memperbaiki proses mengajar. Kamu hanya perlu
menjawab sesuai ekspresi yang ada di lembar ini. Ekspresi wajah ini menggambarkan apakah Bapak/Ibu guru belum pernah, jarang, sering,
atau selalu melakukan hal-hal berikut.
Kode Kalimat Pernyataan Belum
pernah
Jaran
g
Seri
ng
Selalu
1.1.1 Ibu/ Bapak guru mengajar dengan berbagai cara yang
menyenangkan
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
86
1.1.2 Ibu/ Bapak guru mengajar dengan menggunakan media
dan peralatan belajar yang bermacam-macam
1.1.3 Ibu/ Bapak guru bertanya apakah murid paham pelajaran
yang disampaikan
1.1.4 Ibu/ Bapak guru mengubah cara mengajar pada saat
mengulang materi yang sulit dipahami
1.1.5 Ibu/ bapak guru meminta waktu untuk mencari jawaban
pertanyaan yang belum bisa dijawab saat itu
1.2.1 Ibu/ Bapak guru pernah mengajar kelas bersama guru kelas
lain.
1.2.2 Ibu/Bapak guru membantu atau menjawab pertanyaan
teman-teman dari kelas berbeda.
1.2.3 Ibu/Bapak guru mengajari kami cara membantu teman lain
untuk belajar.
1.2.4 Ibu/Bapak guru mengajak kami belajar bersama teman-
teman dari kelas/sekolah lain
1.2.5 Orangtua atau keluarga saya membantu saya belajar di
rumah dengan lebih baik setelah bertemu dengan
Bapak/Ibu guru.
1.3.1 Saya tahu bapak/ibu guru mengikuti kegiatan bersama
guru-guru dari sekolah lain.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 87
1.3.2 Guru tidak mengajar kelas karena ikut pelatihan
1.3.3 Cara mengajar Ibu/Bapak guru berbeda setelah mengikuti
pelatihan
1.3.4 Ibu/bapak guru mendatangkan orang luar untuk mengajar
kami
1.4.1 Bapak/Ibu guru mengingatkan tentang ajaran agama dan
kepercayaan kami saat memberikan nasihat.
1.4.2 Bapak/ibu guru berbicara dengan sikap dan suara tenang
pada kami.
1.4.3 Bapak/ibu guru mendorong kami untuk saling membantu.
1.4.4 Saat kami bertengkar, Bapak/Ibu guru mendengar pendapat
dan keluhan dari semua yang sedang berselisih sebelum
membantu kami.
1.4.5 Bapak/Ibu guru datang ke kelas tepat waktu.
1.4.6 Saat saya atau teman-teman melakukan kesalahan,
Bapak/Ibu guru akan mengingatkan kami tentang
kesepakatan kelas dan meminta kami bertanggung jawab.
2.1.1 Bapak/Ibu guru mengajak saya dan teman-teman untuk
menjaga kebersihan dan keamanan di kelas dan sekolah.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
88
2.1.2 Bapak/Ibu guru menyediakan buku bacaan yang dengan
mudah dapat kami baca baik di kelas maupun dipinjam.
2.1.3 Saya nyaman dan berani menyampaikan saran dan
bercerita berbagai hal kepada Bapak/Ibu guru.
2.1.4 Bapak/Ibu guru mengajak saya dan teman-teman membuat
kesepakatan atau aturan bersama di kelas.
2.1.5 Bapak/Ibu guru menerima saran dan masukan kami tentang
cara belajar yang kami inginkan.
2.2.1 Bapak/Ibu guru menceritakan apa yang akan dipelajari
sebelum mulai mengajar.
2.2.2 Bapak/Ibu guru memperbolehkan saya dan teman-teman
memilih cara belajar yang akan kami kerjakan di kelas.
2.3.1 Bapak/ibu guru menanyakan apa yang sudah kami pelajari
hari ini.
2.3.2 Bapak/ibu guru menanyakan perasaan kami setelah belajar
hari ini.
2.3.3 Bapak/Ibu guru mendengarkan/mengikuti pendapat saya
dan teman-teman tentang aktivitas belajar.
2.4.1 Bapak/ibu guru mengajak para orang tua bertemu untuk
membicarakan kelas kami.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 89
2.4.2 Bapak/Ibu guru meminta saya menunjukkan hasil pekerjaan
di kelas kepada orangtua di rumah.
2.4.3 Orang tua saya/teman-teman datang ke sekolah untuk
mengajar pada hari tertentu.
3.1.1 Bapak/Ibu guru mengajak kami untuk menyepakati suasana
kelas yang kami inginkan agar nyaman saat belajar.
3.1.2 Bapak/Ibu guru mendampingi kami untuk mewujudkan
suasana yang kami inginkan agar nyaman saat belajar.
3.2.1 Bapak/Ibu guru menanyakan pendapat kami sebelum
membuat kegiatan-kegiatan belajar di sekolah
3.2.2 Saya diperbolehkan memilih peran yang ingin saya lakukan
dalam kegiatan-kegiatan di sekolah.
3.2.3 Saya merasa kegiatan-kegiatan di sekolah yang dilakukan
oleh guru membuat saya semakin pintar.
F. Lembar Umpan Balik dari Murid SMP dan SMA
LEMBAR UMPAN BALIK MURID
KOMPETENSI GURU PENGGERAK
NAMA :
ASAL SEKOLAH :
TANGGAL :
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
90
Instruksi :
Berikut ini adalah daftar pernyataan mengenai Bapak/Ibu guru yang mengajar kamu di kelas. Kamu hanya perlu menjawab dengan cara
menyilang atau mencentang kotak pada satu dari empat pilihan yang bisa kamu pilih
1. Tidak pernah
2. Sesekali/jarang
3. Sering
4. Selalu
Kuesioner ini tidak ada jawaban benar salah. Artinya jawaban kamu di kuesioner ini tidak akan dimasukkan ke hasil nilaimu di laporan
belajar. Isilah kuesioner ini sesuai dengan yang yang kamu alami sehari-hari. Jawablah dengan jujur karena ini akan sangat membantu
Bapak/ Ibu guru memperbaiki proses mengajar.
Selamat mengisi!
Kode Kalimat Pernyataan Tidak
perna
h
Seseka
li/
Jarang
Seri
ng
Selalu
1.1.1 Guru mencatat semua masukan murid terhadap cara
mengajarnya.
1.1.2 Guru bertanya kepada murid-murid apakah cara
mengajarnya menyenangkan dan mudah dimengerti
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 91
1.1.3 Guru mengajak guru lain untuk melihat cara mengajarnya.
1.1.4 Guru terlihat mengamati murid-murid dan membuat catatan
selama mengajar di kelas
1.1.5 Guru menceritakan pengalamannya mengikuti acara-acara
pengembangan diri (seminar, pelatihan, kursus, dll) ke
murid-murid.
1.2.1 Guru pernah mengajar kelas bersama guru kelas lain.
1.2.2 Guru membantu atau menjawab pertanyaan teman-teman
dari kelas berbeda.
1.2.3 Guru mengajari kami cara membantu teman lain untuk
belajar.
1.2.4 Guru mengajak kami belajar bersama teman-teman dari
kelas/sekolah lain
1.2.5 Guru memberikan kami cara efektif belajar di rumah
1.2.6 Guru meminta kami bergantian menjadi ketua kelompok.
1.3.1 Guru menceritakan pengalamannya mengikuti organisasi
atau komunitas profesi guru
1.3.2 Guru terlibat aktif sebagai panitia di acara-acara sekolah
1.3.3 Guru menceritakan pengalamannya bertemu guru-guru dari
sekolah lain
1.3.4 Guru menceritakan apa yang ia pelajari dari organisasi atau
komunitas profesi guru yang beliau ikuti
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
92
1.4.1 Guru menghargai perbedaan agama, suku, status selama
mengajar
1.4.2 Guru mampu mengelola kelas dengan tenang dan sabar
1.4.3 Guru mengajarkan dan mencontohkan hal-hal baik seperti
sopan santun, kejujuran, tanggung jawab, dll selama
mengajar di kelas
1.4.4 Guru memberikan kesempatan yang merata kepada setiap
murid di kelas untuk berpendapat dan menjawab
pertanyaan.
1.4.5 Bapak/Ibu guru datang ke kelas tepat waktu.
1.4.6 Saat saya atau teman-teman melakukan kesalahan, guru
akan mengajak kami berdialog tentang
kesepakatan/keyakinan kelas dan meminta solusi dari kami
untuk memperbaiki keadaan.
2.1.1 Bapak/Ibu guru mengajak saya dan teman-teman untuk
menjaga kebersihan dan keamanan di kelas dan sekolah.
2.1.2 Bapak/Ibu guru menyediakan buku bacaan yang dengan
mudah dapat kami baca baik di kelas maupun dipinjam.
2.1.3 Saya merasa guru mendengarkan masukan kami terhadap
keputusan yang beliau ambil, termasuk cara beliau
mengajar.
2.1.4 Guru mengajak saya dan teman-teman membuat
kesepakatan/komitmen/keyakinan bersama di kelas.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 93
2.2.1 Guru mengajar dengan cara yang bervariasi.
2.2.2 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran sebelum
menjelaskan materi
2.2.3 Guru mengajak murid menentukan cara belajar/mengajar
(cara mengerjakan tugas, media yang dipakai, dll) yang
akan diterapkan di kelas.
2.3.1 Guru menanyakan perasaan kami setelah mengikuti
pembelajaran hari ini.
2.3.2 Guru mendengarkan/mengikuti pendapat saya dan teman-
teman tentang aktivitas belajar.
2.4.1 Guru mendiskusikan perkembangan belajar saya dengan
orang tua.
2.4.2 Guru menyediakan kesempatan bagi murid untuk
membagikan hasil belajarnya kepada orang tua/keluarga.
2.4.3 Guru memberi kesempatan kepada orang tua/wali murid
untuk mengajar/menjadi guru tamu pada hari tertentu.
3.1.1 Guru mengajak kami untuk menyepakati suasana
kelas/sekolah yang kami inginkan agar nyaman saat
belajar.
3.1.2 Guru mendampingi kami untuk mewujudkan suasana yang
kami inginkan agar nyaman saat belajar.
3.2.1 Guru mengajak murid untuk menggali ide untuk
pelaksanaan kegiatan-kegiatan sekolah.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
94
3.2.2 Guru memberi kesempatan kepada murid untuk memimpin
pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut.
3.2.3 Kegiatan sekolah yang disusun oleh guru mengajarkan
saya nilai-nilai hidup seperti bekerjasama, kepemimpinan,
dll.
2) Lampiran 2: Lembar Refleksi Hasil Umpan Balik Kompetensi Guru Penggerak
Lembar Refleksi Hasil Umpan Balik Kompetensi Guru Penggerak
Bapak/Ibu telah mendapatkan umpan balik dari kepala sekolah, rekan sejawat dan para
murid. Bagaimana perasaan Bapak/Ibu setelah menerimanya? Apakah hasilnya sama atau
berbeda dengan asesmen Bapak/Ibu sendiri? Sangat wajar jika penilaian orang lain berbeda
dengan yang kita miliki, dan wajar pula jika Bapak/Ibu merasa terkejut dengan hasilnya. Kini,
mari kita duduk sejenak dengan tenang dan berkesadaran penuh untuk merefleksikan umpan
balik yang diberikan.
Apa saja poin umpan balik yang konsisten diberikan oleh kepala sekolah, rekan sejawat dan
murid Anda? (Jika hampir semua orang menyampaikan poin yang sama, maka hal tersebut perlu
menjadi perhatian Bapak/Ibu).
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 95
Pada kompetensi mana saja, Anda sudah menunjukkan tingkat yang diharapkan (poin
tinggi)?
Pada kompetensi mana saja, Anda perlu menunjukkan peningkatan (poin rendah)?
Sebagai tindak lanjut, perilaku apa saja yang akan Bapak/Ibu terus lakukan?
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
96
Perilaku apa saja yang akan Bapak/Ibu berhenti lakukan?
Perilaku apa saja yang akan Bapak/Ibu mulai lakukan?
Apa dukungan yang Bapak/Ibu butuhkan untuk mewujudkan rencana tindak lanjut tersebut?
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 97
Tempat, Tanggal
3) Lampiran 3: Rubrik Penilaian Kebermaknaan Refleksi
Tautan: https://docs.google.com/document/d/1iOxbuute3kEbeCmZNy0OEPtmBEiuFwZqsGI6YKNwhks/edit
Rubrik Kebermaknaan Refleksi
Nama CGP : Nama Fasilitator/Pengajar Praktik :
Sekolah CGP :
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
98
Pengantar:
Dalam pendidikan guru, proses refleksi dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian karena dapat mendorong guru untuk
mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999). Bagi Calon Guru
Penggerak (CGP), melakukan refleksi secara rutin diharapkan memberikan ruang untuk merenungi apakah praktik yang dijalankannya sudah sesuai,
sehingga pada masa yang akan datang dapat terus melakukan perbaikan.
Sebagai pendamping dan teman belajar CGP, peran Fasilitator dan Pengajar Praktik sangat penting untuk memastikan proses dan kualitas refleksi CGP
mencerminkan kebermaknaan pembelajaran dan mampu mendorong upaya perbaikan yang terus menerus. Oleh karena itulah, selain memandu dan
memberikan umpan balik refleksi, Fasilitator dan Pengajar Praktik juga diminta untuk memberikan penilaian berdasarkan rubrik yang disediakan.
Rubrik ini mengukur 3 (tiga) aspek yang terdiri dari: (a) Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar; (b) Analisis untuk implementasi dalam konteks CGP;
(c) Membuat keterhubungan. Sistem penilaian menggunakan rentang skor antara 1-4 dengan penjelasan sebagai berikut:
1 = Kurang; 2 = Cukup; 3 = Baik; 4 = Sangat baik
Penilaian Pengajar Praktik terhadap refleksi CGP dilakukan dalam 2 tahap yaitu:
(a) Penilaian refleksi dari LK Orientasi-Lokakarya 4 dan Pendampingan Individu 1-3. Hasilnya dicatat di LMS pada Pendampingan Individu 3
(b) Penilaian refleksi dari LK 5-LK 7 dan Pendampingan Individu 5-6. Hasilnya dicatat di LMS pada pendampingan Individu 6
Oleh karena itu, Pengajar Praktik perlu merenungkan keseluruhan interaksi bersama CGP dan membuka kembali berbagai catatan terkait hasil refleksi CGP
sebelum memberikan penilaian. Fasilitator diharapkan membaca dengan baik setiap indikator dari setiap aspek sebelum memberikan penilaian di dalam
sistem yang disediakan di dalam LMS.
Aspek Indikator Sangat Baik Baik Cukup Kurang
Buku Pegangan Pendampingan Individu. | 99
4 3 2 1
Pemikiran
reflektif terkait
pengalaman
belajar
Dalam refleksinya, CGP menyampaikan poin-
poin berikut:
1) pengalaman/materi pembelajaran yang baru
saja diperoleh
2) emosi-emosi yang dirasakan terkait
pengalaman belajar
3) apa yang sudah baik berkaitan dengan
keterlibatan dirinya dalam proses belajar
4) apa yang perlu diperbaiki terkait dengan
keterlibatan dirinya dalam proses belajar
5) keterkaitan terhadap kompetensi dan
kematangan diri pribadi
CGP
mencantumkan
4-5 indikator
dalam
refleksinya
CGP
mencantumkan
3 indikator
dalam
refleksinya
CGP hanya
mencantumkan
2 indikator saja
dalam
refleksinya
CGP hanya
mencantumkan
1 indikator saja
dalam
refleksinya
Analisis untuk
implementasi
dalam konteks
CGP
Dalam refleksinya, CGP menyampaikan analisis
terkait topik dengan indikator sebagai berikut:
1. memunculkan pertanyaan kritis yang
berhubungan dengan konsep materi dan
menggalinya lebih jauh
2. mengolah materi yang dipelajari dengan
pemikiran pribadi sehingga tergali wawasan
(insight) baru
3. menganalisis tantangan yang sesuai dengan
konteks asal CGP (baik tingkat sekolah maupun
daerah)
4. memunculkan alternatif solusi terhadap
tantangan yang diidentifikasi
Refleksi CGP
menunjukkan
hasil analisisnya
terhadap 3-4
indikator
Refleksi CGP
menunjukkan
hasil analisisnya
terhadap dua
indikator
Refleksi CGP
menunjukkan
hasil analisisnya
terhadap salah
satu indikator
Refleksi CGP
tidak
menunjukkan
hasil analisisnya
terhadap satu
indikator pun.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
100
Membuat
keterhubungan
Refleksi yang CGP buat memunculkan koneksi
dari pembelajarannya dengan poin-poin berikut:
1. pengalaman masa lalu
2. penerapan di masa mendatang
3. konsep atau praktik baik yang dilakukan dari
modul lain yang telah dipelajari
4. informasi yang didapat dari orang atau
sumber lain di luar bahan ajar PGP.
CGP
mengaitkan
refleksinya
dengan 3-4
indikator.
CGP
mengaitkan
refleksinya
dengan dua
indikator.
CGP
mengaitkan
refleksinya
dengan salah
satu indikator.
CGP tidak
mengaitkan
refleksinya
dengan satu
indikator pun.
NILAI TOTAL
Umpan Balik
dari Pengajar
Praktik
______________________________________________________________________________________________________________
______
______________________________________________________________________________________________________________
______
4) Lampiran 4: Lembar Catatan Percakapan Pra-Observasi Kelas
Hari/ Tanggal : Sekolah :
Nama Guru : Kelas :
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |101
Mata Pelajaran : Waktu Percakapan :
Tujuan Pembelajaran:
Area Pengembangan yang hendak dicapai:
Strategi yang dipersiapkan:
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
102
Catatan khusus Supervisor:
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Disepakati bersama
(……………………………) (……………………………)
Supervisor Guru
Supervisi Akademik dengan Pola Pikir
Coaching
5) Lampiran 5: Instrumen Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak
Tautan: https://docs.google.com/document/d/1-rBIs3sNstADdtG0Qzo7u6cvP1my7dbWsbsGAy6xROU/edit?usp=sharing
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |103
Form Observasi Pembelajaran yang Berpusat pada Murid
Pengantar:
Keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid merupakan salah satu
kompetensi kunci yang diharapkan muncul pada peserta Pendidikan Guru Penggerak. Keberpusatan pada murid tersebut dapat
dilihat dari (1) penumbuhan suasana kelas yang menerapkan disiplin positif; (2) pemenuhan kebutuhan belajar murid dalam proses
pembelajaran; serta (3) penerapan strategi untuk mengembangkan kompetensi sosial dan emosional pada murid.
Keseluruhan aspek tersebut akan diamati pada saat observasi praktik mengajar di kelas CGP. Observasi pembelajaran dilakukan
pada Pendampingan Individu ke-4. Pengajar Praktik akan mengunjungi sekolah tiap CGP dan menjalankan serangkaian agenda
supervisi klinis dengan pendekatan coaching.
Selama observasi, Pengajar Praktik berfokus pada 3 kategori, di mana setiap kategori terdiri dari beberapa aspek, yaitu
1. Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman
(a) Kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid
(b) Penggunaan komunikasi positif
(c) Penerapan disiplin
(d) Pemberian motivasi
2. Memandu proses belajar mengajar yang efektif
(a) Pembukaan proses belajar
(b) Muatan sosial-emosional dalam aktivitas pembelajaran
(c) Pendekatan dalam mendampingi murid
(d) Penggunaan strategi pembelajaran
(e) Penutupan proses belajar
3. Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
104
(a) Pemberian umpan balik
(b) Pelaksanaan asesmen
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |105
Penilaian selama observasi ini memiliki dua fungsi, yaitu sebagai komponen nilai CGP dan juga pijakan PP dalam memandu proses
percakapan pasca-observasi dengan pendekatan coaching.
PP diharapkan membuat catatan tertulis selama observasi; membaca dengan baik indikator dari setiap aspek sebelum memberikan
penilaian; serta segera melakukan input penilaian di dalam sistem yang disediakan di dalam LMS agar data lebih akurat.
INFORMASI OBSERVASI
a.
Nama Calon Guru Penggerak
(tuliskan nama lengkap calon guru
penggerak yang Anda amati)
b.
Nama Sekolah Calon Guru Penggerak
(tuliskan nama sekolah tempat calon guru
penggerak mengajar. Contoh: SDN 3
Cimahi; SMPN 73 Bandung)
c.
Kelas
(tuliskan kelas yang diajar oleh calon guru
pengerak pada saat observasi. Contoh:
Kelas 4, Kelas 12, dsb.)
d.
Jumlah Murid
(tuliskan jumlah murid yang diajar oleh
calon guru penggerak pada saat
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
106
pengamatan. Tuliskan angka saja. Contoh:
24)
e.
Nama Observer
(tuliskan nama lengkap Anda selaku
pengamat calon guru penggerak )
f.
Waktu Observasi
(tuliskan dengan format
HARI/BULAN/TAHUN; contoh 24/05/2021)
g.
Waktu dimulainya kelas
(tuliskan dengan format JAM:MENIT;
contoh 08:23)
h.
Waktu dimulainya observasi
(tuliskan dengan format JAM:MENIT;
contoh 08:23)
i.
Waktu diakhirinya kelas
(tuliskan dengan format JAM:MENIT;
contoh 08:23)
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |107
j.
Waktu diakhirinya observasi
(tuliskan dengan format JAM:MENIT;
contoh 08:23)
PETUNJUK UMUM OBSERVASI
Pada setiap bagian pilihlah antara skor 1 – 4 yang paling menggambarkan perilaku calon guru penggerak selama praktik mengajar.
Tuliskan angka 1/2/3/4 pada kolom “Skor” dan tuliskan poin-poin penting bagi calon guru penggerak pada kolom “Catatan”.
Catatan:
Skor 4 bukan berarti sempurna sehingga tetap dimungkinkan adanya saran pengembangan yang spesifik bagi guru dengan skor 4.
Untuk itu, tuliskanlah catatan kualitatif dari setiap aspek yang diamati pada kolom yang tersedia.
Contoh-contoh yang disediakan di lembar observasi ini hanya ilustrasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi guru.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
108
OBSERVASI I
Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman
1
Kenyamanan Lingkungan Belajar untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid*
*) lingkungan belajar dapat berupa kelas, halaman, perpustakaan, atau tempat lainnya, baik di dalam atau luar sekolah.
Nyaman ketika:
(1) Guru melakukan penyesuaian lingkungan belajar sesuai dengan karakteristik murid
Beberapa contoh perilaku guru yang menggambarkan (contoh bisa disesuaikan dengan kondisi guru):
> Memperhatikan posisi murid berkebutuhan khusus (seperti gangguan dengar, murid dengan ADHD, dll.).
> Memperhatikan posisi murid sesuai dengan kondisi fisik (seperti berkacamata atau tidak, tinggi badan murid, dll.).
(2) Guru melakukan penyesuaian lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran (kebutuhan belajar-akademik).
Beberapa contoh perilaku guru yang menggambarkan (contoh bisa disesuaikan dengan kondisi guru):
> Posisi murid diatur sedemikian rupa sehingga penjelasan guru dapat didengar jelas secara merata oleh semua murid.
> Posisi murid diatur sehingga peragaan guru dapat dilihat jelas dari sisi mana pun.
> Lingkungan belajar memungkinkan guru dapat menjangkau seluruh muridnya untuk memfasilitasi belajar secara adil.
> Lingkungan belajar memungkinkan untuk terjadinya interaksi dua arah antara guru dan murid.
(3) Guru melakukan penyesuaian lingkungan belajar sesuai dengan kebutuhan belajar- kompetensi sosial emosional.
Beberapa contoh perilaku guru yang menggambarkan (contoh bisa disesuaikan dengan kondisi guru):
> Posisi murid diatur sehingga memungkinkan interaksi lintas gender.
> Posisi murid diatur sehingga pada saat berkolaborasi, memudahkan murid untuk berinteraksi satu sama lain (contoh: murid
duduk diatur berkelompok dan tetap menjadikan guru sebagai pusat perhatian).
> Melakukan "rotasi posisi duduk" atau perubahan tempat belajar.
1 2 3 4 Skor Catatan
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |109
Guru tidak
menunjukkan
modifikasi lingkungan
belajar sesuai dengan
tujuan pembelajaran,
karakteristik murid
dan kompetensi sosial
emosional.
Guru melakukan
modifikasi lingkungan
belajar sesuai dengan
tujuan pembelajaran
(kebutuhan belajar
akademik).
Guru melakukan
modifikasi lingkungan
belajar sesuai dengan
tujuan pembelajaran
dan
mempertimbangkan
karakteristik murid.
Guru melakukan modifikasi
lingkungan belajar sesuai
dengan tujuan pembelajaran,
karakteristik murid, dan tujuan
pembelajaran sosial dan
emosional.
2
Penggunaan Komunikasi Positif
Terdapat 3 kriteria komunikasi positif:
(2a) Interaktif: adanya timbal balik antara murid dan guru; adanya timbal balik juga antara murid dengan murid.
Contoh perilaku guru:
> Interaksi terjadi dua arah (tidak didominasi oleh guru saja).
> Mendorong interaksi antarmurid pada saat pembelajaran (mendorong murid untuk mengekspresikan pendapatnya,
perasaannya, pilihannya. Validasi perasaan).
1 2 3 4 Skor Catatan
Guru mendominasi
interaksi dan hanya
memberikan sedikit
kesempatan kepada
murid untuk
berpendapat (metode
ceramah satu arah).
Pada satu jam
pelajaran,
sebagiannya (50%)
guru melakukan
komunikasi satu arah
dan sebagiannya lagi
guru memberikan
kesempatan kepada
murid untuk
Guru melakukan
komunikasi secara
timbal balik dengan
muridnya (guru-
murid).
Guru melakukan komunikasi
secara timbal balik dengan
muridnya (guru-murid) dan juga
memberikan kesempatan
kepada muridnya untuk saling
berinteraksi (murid-murid).
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
110
berpendapat.
(2b) Empatik: guru ingin tahu dan mencoba memahami sudut pandang murid.
Contoh perilaku guru:
> Guru mendengarkan secara aktif pendapat/penjelasan dari murid.
> Guru mengajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi pendapat/penjelasan murid.
1 2 3 4 Skor Catatan
Guru berasumsi
tentang kondisi murid
tanpa mengklarifikasi
terlebih dahulu.
Guru mendengarkan
pendapat murid yang
relevan dengan topik
atau pertanyaan yang
diajukan oleh guru
saja.
Guru berupaya
mencari tahu apa
yang sedang
dikerjakan dan
dipikirkan oleh
muridnya, namun
hanya berhasil
melakukannya pada
sedikit murid.
Guru mendengarkan
dengan aktif pendapat
yang disampaikan
oleh semua murid.
Guru mencari tahu apa yang
sedang dikerjakan dan
dipikirkan oleh muridnya.
Guru mendengarkan dengan
aktif pendapat yang
disampaikan oleh semua murid.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |111
(2c) Emosi positif: guru mengekspresikan emosi positif selama berinteraksi dengan murid
Contoh perilaku guru:
> tidak menggunakan kata bermuatan negatif yang dapat merendahkan diri murid.
> menunjukkan ekspresi emosi positif (seperti: senyum, pandangan mata diarahkan pada murid, emosi senang, antusias,
ramah, dll.).
> merespon tanggapan murid dengan tetap menghargai dan mengapresiasi pendapat murid.
1 2 3 4 Skor Catatan
Guru menggunakan
kata-kata bermuatan
negatif.
Guru menampilkan
ekspresi emosi yang
tidak konsisten (antara
emosi negatif dan
positif)
Guru menampilkan
ekspresi emosi yang
positif dan emosi
netral secara
bergantian.
Guru menampilkan ekspresi
emosi yang positif secara
konsisten (menampilkan emosi
senang, antusias, ramah)
3
Penerapan Disiplin
Guru berupaya menerapkan prinsip restitusi; yaitu menguatkan dan mengajarkan murid bahwa kesalahan dapat menjadi
kesempatan untuk belajar. Restitusi juga menekankan refleksi diri murid tentang apa yang bisa mereka lakukan ketika
melakukan kesalahan.
1 2 3 4 Skor Catatan
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
112
Posisi Penghukum
Guru menggunakan
hukuman, sindiran,
dan kritik untuk
mendisiplinkan murid.
Guru akan
mengekspresikan
kemarahan ketika
murid melakukan
kesalahan dengan
menghardik,
membentak, atau
menunjuk-nunjuk.
Posisi Pembuat
Merasa Bersalah
Guru mendiamkan
murid atau
menggunakan kata-
kata yang membuat
murid merasa
bersalah (seolah-olah
guru/orang tua/murid
lain akan menderita
akibat kesalahannya).
Contoh: Jika kamu
Posisi Teman
Guru menggunakan
pertemanan dan
humor untuk
memberikan pengaruh
pada murid. Guru
seringkali memberikan
pembelaan,
pembenaran atau
memberikan
penjelasan-penjelasan
atas perilaku yang
dilakukan murid.
Contoh: "Ayo bantu
bapak melakukan ini
ya. Ya sudah, untuk
sekarang tidak apa-
apa kamu
melakukannya namun
berikutnya tolong
diikuti ya."
Posisi
Pemantau/Monitor
Guru menerapkan
kedisiplinan dengan
menggunakan
peraturan dan
konsekuensi yang
disepakati bersama
murid. Guru berusaha
untuk memberikan
bukti objektif,
menekankan pada
pencatatan dan
pengukuran dalam
mendisiplinkan murid.
Konsekuensi yang
diberikan
berhubungan dengan
peraturan yang
dilanggar murid.
Contoh: Menggunakan
checklist (daftar
periksa), poin, atau
alat lainnya. Atau
dengan mengatakan,
Posisi Manajer
Guru menggunakan prinsip
restitusi bahwa kesalahan wajar
terjadi dan mereka menerima
kesalahan murid. Guru
bertanya pada murid alasan
mereka melakukan kesalahan
dan membantu mereka mencari
jalan keluar. Guru tipe ini
kadang menggunakan posisi
pemantau dan manajer pada
murid di situasi tertentu.
Contoh: "Apa yang akan kamu
lakukan sekarang? Apa yang
bisa kita lakukan untuk
mengatasi kesalahan ini?"
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |113
terus seperti itu, Ibu
bisa jantungan,
kasihan orang tua
kamu.
"Peraturan apa yang
kamu langgar? Apa
konsekuensinya?".
4
Pemberian Motivasi
Guru mendorong murid untuk mau dan semangat belajar.
1 2 3 4 Skor Catatan
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
114
Guru mendorong
murid untuk belajar
dengan cara
memberikan
hukuman/konsekuensi
negatif.
Contoh: "Jika kamu
tidak mengumpulkan
tugas, Ibu tidak akan
mengizinkan kamu
ikut kelas berikutnya."
Guru mendorong
perilaku belajar murid
dengan
menyampaikan
ekspektasi guru dan
memberikan
konsekuensi positif.
Contoh: "Coba kamu
lebih rajin, pasti kamu
sudah bisa juara
satu."
Guru mendorong
kemauan murid untuk
belajar dengan cara
mengingatkan tentang
pentingnya
pembelajaran
terhadap diri mereka
dan menyemangati
mereka pada
beberapa aktivitas
pembelajaran.
Contoh: Ibu/Bapak
ingin kalian
mempelajari topik ini
dengan sungguh-
sungguh karena ini
akan berguna ketika
kalian besar nanti.
Guru menumbuhkan keinginan
belajar murid dengan cara
memberikan kesenangan,
semangat, dan minat murid
selama sesi pembelajaran.
Contoh: Guru merancang
pembelajaran yang sesuai
dengan minat murid.
"Ternyata Matematika itu seru
ya. Kira-kira minggu depan
kalian ingin belajar apa ya, biar
tambah semangat?"
TOTAL SKOR OBSERVASI I (1 + 2a + 2b+ 2c + 3 + 4)
OBSERVASI II
Memandu proses belajar mengajar yang efektif
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |115
1
Pembukaan Proses Belajar
(1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dari sesi tersebut.
(2) Guru menghubungkan materi pembelajaran sebelumnya dengan tujuan pembelajaran sesi tersebut.
(3) Guru menyampaikan relevansi tujuan/materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari/ Menyampaikan pentingnya
materi tersebut untuk kehidupan murid
(4) Guru menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan pada sesi pembelajaran.
1 2 3 4 Skor Catatan
Guru langsung
memulai
pembelajaran tanpa
menyebutkan tujuan
yang akan dipelajari.
Guru hanya
menyampaikan tujuan
pembelajaran dan
tidak menjelaskan
rangkaian aktivitas
yang akan dilakukan.
Guru memastikan
murid memahami
tujuan pembelajaran
yang diharapkan dan
rangkaian aktivitas
yang akan dilakukan
Guru memastikan murid
memahami tujuan
pembelajaran yang diharapkan
dan rangkaian aktivitas yang
akan dilakukan, serta
mendiskusikan bersama murid
keterkaitan dari topik yang
dibahas dengan materi lain dan
dengan kehidupan sehari-hari.
2
Muatan Sosial-Emosional dalam Aktivitas Pembelajaran
1 2 3 4 Skor Catatan
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
116
Aktivitas
pembelajaran yang
diberikan hanya
bermuatan akademik
Ada aktivitas yang
membuat murid
bersemangat,
bersenang-senang,
atau kembali fokus ke
pembelajaran (seperti:
ice breaking atau
energizer) namun
tidak dimanfaatkan
secara eksplisit untuk
menguatkan
kompetensi sosial-
emosional dan
terpisah dari muatan
akademik yang
sedang dipelajari
Aktivitas yang
menguatkan
kompetensi sosial-
emosional murid telah
diintegrasikan ke
dalam pembelajaran
pada: tahap
pembukaan yang
hangat, tahap inti yang
melibatkan-
menantang-
menyenangkan, dan
tahap penutup yang
optimistik namun
masih terpisah dari
materi akademik yang
sedang dipelajari
Aktivitas yang menguatkan
kompetensi sosial-emosional
murid telah diintegrasikan ke
dalam pembelajaran pada:
tahap pembukaan yang hangat,
tahap inti yang melibatkan-
menantang-menyenangkan,
dan tahap penutup yang
optimistik dengan cara
meleburkannya dengan muatan
akademik yang sedang
dipelajari
3
Pendekatan dalam Mendampingi murid
Guru memberikan scaffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Scaffolding yang dimaksud adalah suatu
teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahan-lahan diadakan pengurangan terhadap
bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran.
1 2 3 4 Skor Catatan
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |117
Guru mendiamkan
dan membiarkan
murid untuk
mengerjakan sendiri
tugas yang diberikan.
Guru memberikan
arahan dan solusi
secara langsung pada
murid ketika mereka
mengerjakan tugas.
Guru melakukan
scaffolding untuk
membantu murid yang
mengalami kesulitan.
Guru melakukan scaffolding
untuk membantu murid sesuai
dengan kebutuhan belajar
mereka. Murid-murid dapat
mengerjakan tugasnya secara
mandiri sebagai hasil dari
proses scaffolding yang
dilakukan guru.
4
Penggunaan Strategi Pembelajaran
1 2 3 4 Skor Catatan
Guru hanya
menggunakan satu
strategi belajar di
sepanjang satu sesi .
ATAU
Guru menggunakan
strategi pembelajaran
namun kesulitan
untuk melibatkan
murid secara aktif
dalam pembelajaran.
Guru menggunakan
beberapa strategi
pembelajaran dan
berusaha mendorong
siswa untuk terlibat
secara aktif dalam
pembelajaran serta
berusaha mendorong
pengembangan
keterampilan penting,
namun belum
konsisten hingga akhir
sesi.
Guru menggunakan
beberapa strategi
pembelajaran yang
relevan untuk
melibatkan siswa
secara aktif di
sepanjang
pembelajaran dan
mendorong
pengembangan
keterampilan penting.
Guru dengan lancar
memodifikasi strategi, materi,
dan pengelompokan untuk
mengoptimalkan kesempatan
siswa untuk belajar dan
memenuhi kebutuhan belajar
mereka. Siswa terlibat aktif
sepanjang pembelajaran dan
fokus dalam pekerjaan yang
tidak hanya mengembangkan
keterampilan namun
menantang mereka menjadi
pemecah masalah.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
118
5
Penutupan Proses Belajar
(1) Guru mengajak murid mengambil rangkuman dan kesimpulan dari pembelajaran sesi tersebut
(2) Guru bersama murid merefleksikan pembelajaran
(3) Guru mengapresiasi kemajuan yang dicapai murid
1 2 3 4 Skor Catatan
Guru menutup kelas
tanpa memberikan
kesimpulan
pembelajaran.
Guru hanya berfokus
pada menyebutkan
materi ajar pada
pertemuan sesi
tersebut, tetapi tidak
berusaha
menyimpulkan
pembelajaran lainnya
yang non-akademik.
Guru menyimpulkan
dan memberitahu
murid pembelajaran
apa lagi yang
didapatkan selain
tentang materi ajar
(misalnya terkait
dengan keterampilan
sosial emosional yang
dipelajari)
Guru mengajak murid
menyimpulkan, merefleksikan
hal-hal yang sudah dipelajari
(baik dari sisi akademik, sosial,
dan emosional), serta
mengapresiasi kemajuan atau
perubahan positif yang dicapai
murid.
TOTAL SKOR OBSERVASI II (1 + 2 + 3 + 4 + 5)
OBSERVASI III
Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik
1
Pemberian Umpan Balik
1 2 3 4 Skor Catatan
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |119
Guru memberikan
umpan balik yang
menyinggung pribadi
murid (contoh:
menyalahkan murid
karena sifatnya)
Guru hanya
memberikan umpan
balik secara umum
terhadap produk
seluruh murid.
ATAU
Guru hanya
memberikan komentar
singkat dengan kata,
"Mantap/Kerja yang
bagus/Keren/sejenisn
ya" saja.
Guru memberikan
umpan balik yang
konkret (jelas)
terhadap produk murid
yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran.
Guru memberikan umpan balik
yang konstruktif (jelas dan
mengandung saran
pengembangan) bukan hanya
terhadap produk murid tetapi
juga proses belajar mereka
(contoh: bagaimana strategi
berpikir murid, bagaimana
murid menyelesaikan masalah,
teknik komunikasi yang
dilakukan murid)
2
Fungsi Asesmen
Asesmen meliputi:
(1) Assessment of learning
Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai.
(2) Assessment for learning
Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk
melakukan perbaikan proses belajar mengajar.
(3) Assessment as learning
Penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-murid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut.
(4) Differentiated assessment
Menetapkan bentuk asesmen (contoh latihan soal, tugas laporan) sesuai dengan kemampuan murid (misal: membedakan jenis
soal untuk murid yang cerdas berbakat dengan murid biasa. Atau murid yang cepat menangkap dengan murid yang lebih
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
120
lambat)
1 2 3 4 Skor Catatan
Saat proses
pembelajaran
berlangsung, tidak
terjadi proses
penilaian.
Saat proses
pembelajaran
berlangsung, terjadi
proses penilaian,
namun tidak terlalu
berkaitan dengan
tujuan pembelajaran.
Saat pembelajaran
berlangsung, terjadi
proses penilaian dan
terdapat bukti
penilaian yang sesuai
dengan tujuan
pembelajaran.
Saat pembelajaran
berlangsung, terjadi proses
penilaian yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran. Terdapat
bukti adanya upaya guru
melakukan diferensiasi untuk
memenuhi kebutuhan belajar
murid dan memastikan murid
memahami proses penilaian
yang dilakukan.
TOTAL SKOR OBSERVASI III (1 + 2)
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |121
PENILAIAN OBSERVASI PRAKTIK GURU PENGGERAK
Total Skor Observasi I (A)
Total Skor Observasi II (B)
Total Skor Observasi III (C)
NILAI AKHIR (A+B+C) x 100 =
52
Catatan Umum dan Umpan Balik untuk Calon
Guru Penggerak
Tanda Tangan Observer
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
122
6) Lampiran 6: Lembar Catatan Percakapan Pasca-Observasi Kelas
Hari/ Tanggal : Sekolah :
Nama Guru : Kelas :
Mata Pelajaran : Waktu Percakapan :
Lampiran: Lembar Catatan Observasi
Catatan Refleksi Guru:
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |123
Topik percakapan dan catatan:
Rencana Tindak Lanjut:
Disepakati bersama
(……………………………) (……………………………)
Supervisor Guru
Supervisi Akademik dengan Pola Pikir
Coaching
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
124
7) Lampiran 7: Lembar Rencana Pengembangan Diri
Nama Guru : Tahun pelajaran :
NIK : Sekolah :
Coach/ Supervisor 1. Kelas :
2. Mata Pelajaran
No
Aktivitas
Pengembangan Tujuan yang hendak dicapai Ukuran Keberhasilan Pendukung Waktu
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |125
Disepakati Bersama
Hari : Guru Supervisor
Tanggal :
(……………………………) (……………………………)
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
126
8) Lampiran 8: Rubrik Penilaian Sesi Coaching
Tautan: https://docs.google.com/document/d/1IBnUmSpO5wfy804wiEi0F6X_WvtcyjmJiCjrDsEVvJY/edit?usp=sharing
Rubrik Kompetensi Coaching
Nama CGP : Nama Pengajar Praktik :
Sekolah CGP : Waktu Kunjungan (Hari, Tanggal) :
Pengantar:
Coaching merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan oleh seorang pemimpin pembelajaran dalam
menjalankan perannya. Dalam hal ini, coaching menjadi sarana untuk memimpin upaya pengembangan pembelajaran
yang berpihak pada murid, sekaligus untuk pengembangan kompetensi diri dalam setiap pendidik.
Sebagai seorang calon pemimpin pembelajaran, CGP juga dilatih untuk mempraktikkan coaching. Pada kunjungan
Pendampingan Individu ke-5, Pengajar Praktik akan menilai CGP saat melakukan coaching dalam konteks rangkaian
supervisi akademik kepada rekan sejawat di sekolahnya. Aspek penilaian pada rubrik ini didasarkan pada tiga (3) prinsip
yang perlu diperhatikan saat melakukan coaching, yaitu kemitraan yang setara, proses kreatif dan memaksimalkan
potensi. Ketiga prinsip ini dijabarkan menjadi delapan (8) kriteria sebagaimana tertulis pada tabel di bawah ini.
Prinsip
Coaching
Kriteria
Kemitraan 1. Tujuan ditetapkan oleh rekan sejawat
2. TIDAK menggurui atau memberikan saran/nasihat kepada rekan sejawat, pada saat dimintai saran,
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |127
berbagi pengalaman
Proses Kreatif 3. Percakapan dua arah dan rekan sejawat yang lebih banyak berbicara
4. Mendengarkan, mengulang/merangkum perkataan rekan sejawat, dan bertanya
5. Pertanyaan yang digunakan merupakan pertanyaan yang menggali
Memaksimalk
an potensi
6. Percakapan menghasilkan tindak lanjut konkret
7. Tindak lanjut konkret berasal dari rekan sejawat
8. Percakapan ditutup dengan kesimpulan dari rekan sejawat
Delapan kriteria di atas menjadi acuan dalam penilaian yang terdiri dari rentang 1-4 sebagai berikut:
1 (Kurang) = CGP hanya menerapkan 1-2 kriteria prinsip coaching;
2 (Cukup) = CGP menerapkan 3-4 kriteria prinsip coaching;
3 (Baik) = CGP menerapkan 5-6 kriteria prinsip coaching;
4 (Sangat Baik) = CGP menerapkan 7-8 kriteria prinsip coaching
Oleh karena itu, Pengajar Praktik perlu mengamati apakah CGP menerapkan prinsip-prinsip tersebut saat melakukan
ketiga tahap coaching (pra-supervisi, observasi, dan pasca-percakapan). Fasilitator mengisi rubrik ini dengan cara
memberi tanda cek pada kolom yang sesuai.
Tahapan Rincian Tahapan
Sangat Baik
(Memenuhi 7-8
kriteria)
Baik
(Memenuhi 5-6
kriteria)
Cukup
(Memenuhi 3-4
kriteria)
Kurang
(Memenuhi 1-2
kriteria)
4 3 2 1
Pra-Supervisi Mendiskusikan standar
kompetensi yang digunakan
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
128
untuk observasi
Menanyakan kompetensi/area
apa yang ingin dikembangkan
oleh rekan sejawat
Menanyakan kompetensi/area
mana secara spesifik yang ingin
diobservasi
Menanyakan indikator
ketercapaian dari tujuan
pengembangan yang diinginkan
oleh rekan sejawat
Observasi Mencatat yang terlihat dan
terdengar pada saat teman
sejawat mengajar, yang bebas
dari penilaian dan asumsi, fokus
pada area yang ingin
dikembangkan, hasil dari pra
percakapan.
Pasca-
percakapan
Menanyakan apa yang sudah
dilakukan pada saat mengajar,
yang menjadi indikator
ketercapaian pengembangan
yang diinginkan
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |129
Menyampaikan catatan hasil
observasi berbasis data, yang
bebas dari penilaian dan
asumsi, fokus pada area yang
ingin dikembangkan, hasil dari
pra percakapan
Menanyakan apa lagi yang ingin
dikembangkan, berdasarkan
hasil observasi yang barusan
dilakukan
TOTAL NILAI
Umpan Balik
dari Pengajar
Praktik
____________________________________________________________________________________
_______________
____________________________________________________________________________________
_______________
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
130
9) Lampiran 9: Rubrik Dokumentasi Pemetaan Aset
Tautan: https://docs.google.com/document/d/1JGVOOGIL1FJHFtql5WUlWP8n255PUco4sbviLaZ22nA/edit?usp=sharing
Rubrik Pemetaan Aset secara Kolaboratif
Nama CGP :
Nama Pengajar
Praktik :
Sekolah CGP : Waktu Kunjungan :
Pengantar:
Modal sosial merupakan salah satu aset/modal yang dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan sekolah. Dalam konteks
sekolah, modal sosial dapat diwujudkan melalui kemitraan antara komunitas sekolah, orang tua dan masyarakat, atau disebut Tri
Sentra Pendidikan. Karena itu, pelibatan, pemberdayaan dan kolaborasi antara unsur-unsur tersebut perlu diperkuat agar dapat
mendukung terwujudnya program yang berdampak pada murid.
Rubrik ini ditujukan untuk menilai proses yang dilakukan oleh CGP dalam memberdayakan murid, rekan guru, orang tua dan
masyarakat untuk memetakan aset. Aset-aset yang diidentifikasi tersebut akan menjadi modal dalam pelaksanaan program untuk
mendorong kepemimpinan murid, yang menjadi aksi nyata di modul 3.3. Pemetaan ini didorong untuk dilakukan minimal dua kali
dengan melibatkan beragam unsur. Pengajar Praktik perlu mengingatkan CGP untuk mendokumentasikan prosesnya, dalam bentuk
notulensi, foto dari pertemuan, serta hasil pemetaan aset itu sendiri.
Rubrik ini terdiri dari 3 (empat) aspek, yaitu keterlibatan berbagai pemangku kepentingan; kerja sama tim; dan keterkaitan hasil
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |131
pemetaan aset untuk pengembangan program sekolah. Sistem penilaian menggunakan rentang skor antara 1-4 dengan penjelasan
sebagai berikut:
1 = Kurang; 2 = Cukup; 3 = Baik; 4 = Sangat baik
CGP menjalankan proses ini di antara Lokakarya 5 dan sebelum Pendampingan Individu ke-6, dan Pengajar Praktik menilainya pada
kunjungan Pendampingan Individu ke-6.
Pengajar Praktik diharapkan membaca dengan baik setiap indikator dari setiap aspek sebelum memberikan penilaian di dalam
sistem yang disediakan di dalam LMS.
Aspek Indikator Sangat Baik Baik Cukup Kurang
4 3 2 1
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
132
Keterlibatan
berbagai
pemangku
kepentingan
Ragam aktor yang dilibatkan untuk
melakukan pemetaan aset berbasis
kekuatan
1. Kepala sekolah
2. Rekan guru
3. Murid
4. Orang tua
5. Tokoh setempat
CGP melakukan
pemetaan aset
dengan melibatkan
5 unsur aktor yang
mewakili ragam
gender (jika kondisi
sekolah sesuai).
CGP melakukan
pemetaan aset
dengan melibatkan
3-4 unsur aktor
yang mewakili
ragam gender (jika
kondisi sekolah
sesuai).
CGP melakukan
pemetaan dengan
melibatkan kepala
sekolah dan rekan
guru yang mewakili
ragam gender (jika
kondisi sekolah
sesuai).
CGP melakukan
pemetaan
dengan hanya
melibatkan
beberapa rekan
guru dari satu
gender yang
sama.
Kerja sama tim Dengan pengecekan melalui
notulensi, dokumentasi dan/atau
wawancara, terlihat bahwa:
1. proses kerja sama
memperlihatkan tujuan yang jelas
2. terjadi minimal 2 pertemuan (baik
tatap muka/tatap maya, dibuktikan
melalui dokumentasi)
3. ragam aktor terlibat untuk analisis
bersama
4. terdapat notulensi pertemuan
terkait dengan program
5. terdapat keselarasan pemahaman
tentang proses pemetaan aset di
antara anggota tim yang terlibat
CGP memenuhi 4-5
indikator dalam
memandu proses
kerja sama tim.
CGP memenuhi
tiga indikator
dalam memandu
proses kerja sama
tim.
CGP memenuhi
dua indikator
dalam memandu
proses kerja sama
tim.
CGP hanya
memenuhi satu
indikator dalam
memandu
proses kerja
sama tim.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |133
Keterkaitan
hasil pemetaan
aset untuk
pengembangan
program
sekolah
1. hasil pemetaan mendukung
tercapainya dampak yang ingin
dilihat pada murid
2. pemetaan aset komprehensif
(modal yang dipetakan dijelaskan
dengan rinci)
3. hasil pemetaan aset realistis
4. hasil pemetaan aset relevan
dengan kebutuhan sekolah (konteks
sekolah)
Hasil pemetaan
aset yang dilakukan
CGP memenuhi
keempat indikator.
Hasil pemeetaan
aset yang
dilakukan CGP
memenuhi 3 dari 4
(empat) indikator.
Hasil pemeetaan
aset yang
dilakukan CGP
memenuhi 2 dari 4
(empat) indikator.
Hasil pemeetaan
aset yang
dilakukan CGP
memenuhi 1 dari
4 (empat)
indikator.
NILAI TOTAL
Umpan Balik
dari Pengajar
Praktik
____________________________________________________________________________________________
_________
____________________________________________________________________________________________
_________
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
134
10) Lampiran 10: Rubrik Rencana Kerja Pengembangan Program Sekolah
Tautan:
https://docs.google.com/document/d/1ZvJ8217DuqBbuzNZ_MDIY6DsmlxiHHetatpVIxrAmPQ/edit?usp=sharing
Rubrik Rencana Kerja Pengembangan Program Sekolah
Nama CGP :
Nama Pengajar
Praktik :
Sekolah CGP : Waktu Kunjungan :
Pengantar:
Salah satu kompetensi seorang pemimpin pembelajaran adalah mampu merancang, melaksanakan dan mengevaluasi program di sekolah
agar memiliki dampak positif bagi murid. Dampak tersebut dapat terlihat dalam jangka panjang maupun menengah. Dalam pendidikan
guru penggerak, program yang dimaksud adalah program pembelajaran, baik berupa intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler.
Sebelum merancang program, seorang CGP perlu melihat kembali visi sekolah yang diharapkan berpihak kepada murid; mengajak rekan
sejawat untuk menjalankan proses inkuiri apresiatif, serta memanfaatkan aset yang dimiliki daerah maupun sekolah.
Rubrik ini ditujukan untuk menilai rancangan program yang CGP susun, sehingga diharapkan saat CGP sudah selesai mengikuti
rangkaian PGP, mereka dapat menindak lanjutinya di sekolah. Rubrik ini terdiri dari 4 (empat) aspek, yaitu tujuan program; kelengkapan
rencana dalam struktur program; keterlibatan komunitas dan rencana evaluasi. Sistem penilaian menggunakan rentang skor antara 1-4
dengan penjelasan sebagai berikut:
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |135
1 = Kurang; 2 = Cukup; 3 = Baik; 4 = Sangat baik
CGP mengerjakan tugas ini pada saat pembelajaran mandiri kedua. Fasilitator menilai rancangan program pengembangan sekolah ini
pada saat PTM 4.
Fasilitator diharapkan membaca dengan baik setiap indikator dari setiap aspek sebelum memberikan penilaian di dalam sistem yang
disediakan di dalam LMS.
Aspek Indikator Sangat Baik Baik Cukup Kurang
4 3 2 1
Tujuan program 1. mengarah ke perwujudan satu
atau lebih karakteristik lingkungan
belajar yang menumbuhkan
kepemimpinan murid dengan
spesifik
2. mendukung penumbuhan suara,
pilihan dan kepemilikan dalam diri
murid
3. dilengkapi dengan indikator
Bagian pendahuluan
dan langkah
pelaksanaan
menunjukkan ketiga
indikator dan
dijelaskan secara
terperinci.
Bagian pendahuluan
dan langkah
pelaksanaan
menunjukkan ketiga
indikator namun tidak
dijelaskan secara
terperinci (cenderung
normatif).
Bagian
pendahuluan dan
langkah
pelaksanaan
menunjukkan dua
dari ketiga
indikator.
Bagian
pendahuluan dan
langkah
pelaksanaan
hanya
menunjukkan
satu dari ketiga
indikator.
| Buku Pegangan Pendampingan Individu
136
ketercapaian yang terukur dari
tujuan besar program
Kelengkapan
rencana dalam
struktur program
1. deskripsi target peserta yang
dilibatkan
2. linimasa perencanaan dan
pelaksanaan yang rinci
3. potensi tantangan dalam
pelaksanaan
4. rencana solusi untuk mengatasi
tantangan
Struktur program
menjelaskan
keempat indikator
kelengkapan.
Struktur program
hanya menjelaskan
tiga dari empat
indikator
kelengkapan.
Struktur program
hanya menjelaskan
dua dari empat
indikator
kelengkapan.
Struktur program
hanya
menjelaskan satu
dari empat
indikator
kelengkapan.
Kemitraan/
keterlibatan
komunitas
1. ragam sumber daya yang akan
digunakan untuk melakukan
program
2. upaya untuk menempatkan
murid sebagai kontributor dan
pemeran utama dalam program
3. rencana pelibatan
komunitas/mitra
Rencana kerja
menunjukkan ketiga
indikator kemitraan
yang dijelaskan
secara terperinci
Rencana kerja
menunjukkan ketiga
indikator kemitraan
namun tidak
dijelaskan secara
terperinci
Rencana kerja
hanya
menunjukkan dua
dari ketiga
indikator
kemitraan.
Rencana kerja
hanya
menunjukkan
satu dari ketiga
indikator
kemitraan.
Buku Pegangan Pendampingan Individu. |137
Rencana
evaluasi program
1. linimasa evaluasi yang jelas
2. sumber data yang akan diambil
untuk bahan evaluasi
3. teknik pengambilan data
(observasi/dialog/survei/wawancara
/lainnya)
Rencana kerja
mencantumkan
ketiga rencana
evaluasi program.
Rencana kerja
mencantumkan dua
(2) dari ketiga
rencana evaluasi
program.
Rencana kerja
mencantumkan
satu (1) dari ketiga
rencana evaluasi
program.
Rencana kerja
tidak
mencantumkan
rencana evaluasi
program.
NILAI TOTAL
Umpan Balik
dari Pengajar
Praktik
_______________________________________________________________________________________________
_________________________________________________
_______________________________________________________________________________________________
_________________________________________________

BP_PI A.5_15052022 CGP PEMBEKALAN CPP.pdf

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    BUKU PEGANGAN PENDAMPINGAN INDIVIDU Pendidikan GuruPenggerak PROGRAM PENDIDIKAN GURU PENGGERAK ANGKATAN 5 202
  • 5.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | i KATA PENGANTAR DIREKTUR JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Guru Penggerak merupakan episode kelima dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila. Untuk mendukung tercapainya tujuan itu, Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) dijalankan dengan menekankan pada kompetensi kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) yang mencakup komunitas praktik, pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai perkembangan murid, dan kompetensi lain dalam pengembangan diri dan sekolah. Dalam rangka mendukung PPGP dimaksud perlu adanya Pengajar Praktik guru penggerak. Untuk mewujudkan Pengajar Praktik guru penggerak yang memiliki kompetensi sesuai yang diharapkan, maka Pengajar Praktik tersebut perlu dibekali dengan materi-materi yang esensial. Keseluruhan materi ajar diramu dalam siklus MERDEKA, yang diawali dengan Mulai dari Diri, lalu dilanjutkan dengan Eksplorasi Konsep; Ruang Kolaborasi; Demonstrasi Kontekstual; Elaborasi Pemahaman; Koneksi Antarmateri; dan ditutup dengan Aksi Nyata. Buku pegangan pendampingan individu guru penggerak ini memuat langkah-langkah pendampingan individu kepada calon guru penggerak.
  • 6.
    | Buku PeganganPendampingan Individu ii Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim penyusun dan berbagai pihak yang telah bekerja keras dan berkontribusi positif untuk menyelesaikan buku pegangan ini. Semoga Allah Yang Mahakuasa senantiasa memberkati upaya yang kita lakukan demi pendidikan Indonesia. Aamiin. Jakarta, Mei 2022 Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Dr. Iwan Syahril, Ph.D.
  • 7.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DIREKTUR JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN i DAFTAR ISI iii BAB I 1 PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang ....................................................................................................1 B. Tujuan...................................................................................................................2 C. Jadwal...................................................................................................................2 D. Tema Pendampingan Individu ..........................................................................3 E. Persiapan pendampingan individu...................................................................4 BAB II 6 KEGIATAN PENDAMPINGAN 6 A. Pendampingan 1: Refleksi Awal Kompetensi Guru Penggerak ..................6 B. Pendampingan 2: Perubahan Paradigman Pemimpin Pembelajaran......10 C. Pendampingan 3 : Implentasi Pembelajaran yang Berpihak pada Murid16 D. Pendampingan 4: Evaluasi dan Pengembangan Proses Pembelajaran .20 E. Pendampingan 5: Rancangan Program yang Berpihak pad Murid .........25 F. Pendampingan 6 : Refleksi Perubahan Diri dan Dampak Pendidikan.....31 BAB III 36 PENUTUP 36 LAMPIRAN 37
  • 8.
    | Buku PeganganPendampingan Individu iv 2) Lampiran 2: Lembar Refleksi Hasil Umpan Balik Kompetensi Guru Penggerak..................................................................................................................94 3) Lampiran 3: Rubrik Penilaian Kebermaknaan Refleksi ..............................97 4) Lampiran 4: Lembar Catatan Percakapan Pra-Observasi Kelas ............100 5) Lampiran 5: Instrumen Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak................................................................................................................102 6) Lampiran 6: Lembar Catatan Percakapan Pasca-Observasi Kelas .......122 7) Lampiran 7: Lembar Rencana Pengembangan Diri..................................124 8) Lampiran 8: Rubrik Penilaian Sesi Coaching .............................................126 9) Lampiran 9: Rubrik Dokumentasi Pemetaan Aset.....................................130
  • 9.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu | 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019- 2024 salah satu visi Pemerintah Republik Indonesia berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta. Visi tersebut terkait langsung dengan tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai penyelenggara pemerintahan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Untuk mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta, Kemendikbud mengembangkan rangkaian kebijakan Merdeka Belajar pada tahun 2019. Kebijakan ini dicetuskan sebagai langkah awal melakukan lompatan di bidang pendidikan. Tujuannya adalah mengubah pola pikir publik dan pemangku kepentingan pendidikan menjadi komunitas penggerak pendidikan. Filosofi “Merdeka Belajar” disarikan dari asas penciptaan manusia yang merdeka memilih jalan hidupnya dengan bekal akal, hati, dan jasad sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, merdeka belajar dimaknai kemerdekaan belajar yang memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar senyaman mungkin dalam suasana bahagia tanpa adanya rasa tertekan. Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan Episode Kelima dari Kebijakan Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk mewujudkan guru yang berdaya dan mampu memberdayakan. Program ini bertujuan memberikan bekal menjadi pemimpin pembelajaran sehingga dapat menumbuhkembangkan potensi murid dan secara aktif mengembangkan pendidik di sekitarnya dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.
  • 10.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 2 Dalam upaya mengembangkan kepemimpinan pembelajaran, proses belajar dalam PGP didesain dengan pendekatan orang dewasa dan berbasis pengalaman. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pengembangan pengalaman guru maka diperlukan pembimbingan dalam bentuk pendampingan individu kepada guru penggerak. Pendampingan individu adalah proses coaching dan mentoring Pengajar Praktik kepada Calon Guru Penggerak. Berdasarkan hal tersebut maka perlu kiranya disusun buku pegangan pendampingan individu untuk para Pengajar Praktik. Buku pegangan ini disusun sebagai acuan implementasi agar pendampingan dapat berjalan dengan sebaik- baiknya. B. Tujuan Pendampingan individu bertujuan untuk membantu Calon Guru Penggerak menerapkan hasil pembelajaran daring dan lokakarya sehingga Calon Guru Penggerak mampu: 1. mengembangkan diri sendiri dan juga guru lain dengan cara melakukan refleksi, berbagi, dan kolaborasi; 2. memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik; 3. merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua; C. Jadwal Proses pendampingan individu akan berlangsung satu bulan sekali sepanjang proses Pendidikan Guru Penggerak. Dalam setiap bulannya, Pengajar Praktik akan mengunjungi sekolah Calon Guru Penggerak selama kurang lebih 4 jam pelajaran untuk mengamati kegiatan pembelajaran dan perubahan yang terjadi di sekolah
  • 11.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 3 sebagai implementasi pembelajaran daring dan lokakarya serta mengajak mereka merefleksikan prosesnya. D. Tema Pendampingan Individu No Tema Pendampingan Fokus Pendampingan 1 Refleksi awal kompetensi guru penggerak a. Diskusi tantangan belajar daring b. Refleksi penerapan perubahan kelas sesuai pemikiran Ki Hajar Dewantara c. Diskusi pembuatan kerangka portofolio d. Diskusi peta posisi diri dan rencana pengembangan diri dalam kompetensi guru penggerak 2 Perubahan paradigma pemimpin pembelajaran a. Diskusi refleksi diri tentang lingkungan belajar di sekolah b. Diskusi refleksi perubahan diri setelah mempelajari modul 1.1, 1.2 dan 1.3 c. Diskusi rencana merintis komunitas praktisi di sekolah, berdasarkan hasil pemetaan di lokakarya 1 d. Mengkomunikasikan visi dan prakasra perubahan ke KS dan warga sekolah dengan dimoderasi oleh PP 3 Implementasi Pembelajaran yang Berpihak pada Murid a. Refleksi hasil survei (umpan balik 360 derajat) dan penilaian sendiri tentang kompetensi guru penggerak b. Diskusi rencana menerapkan pembelajaran sosial-emosional c. Diskusi hasil lokakarya 2 (keterlaksanaan dari tahapan BAGJA)
  • 12.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 4 4 Evaluasi dan Pengembangan Proses Pembelajaran a. Observasi kelas CGP untuk melihat penerapan dari modul budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial-emosional. b. Penilaian Observasi Praktik Pembelajaran 5 Rancangan Program yang Berpihak pada Murid a. Refleksi penerapan aksi nyata modul 3.1 b. Diskusi rancangan program yang berdampak pada murid c. Diskusi perkembangan komunitas praktisi yang dijalankan di sekolah serta implementasi dari rencana di lokakarya 3 untuk berbagi ke rekan sejawat d. Penilaian praktik coaching 6 Refleksi perubahan diri dan dampak pendidikan a. Persiapan panen hasil belajar b. Pengumpulan survei umpan balik dan refleksi hasil survei tentang kompetensi guru penggerak (umpan balik 360 derajat) c. Refleksi perubahan dalam pembelajaran yang sudah diterapkan selama 6 bulan, diskusikan dampak pada diri guru dan murid yang terjadi d. Penilaian pemetaan aset; diskusi apakah tujuan program sudah dikomunikasikan ke warga sekolah E. Persiapan pendampingan individu 1. Lakukan koordinasi dengan penyelenggara Program Pendidikan Guru Penggerak terkait dengan jadwal pendampingan; 2. Bacalah profil Calon Guru Penggerak yang akan anda dampingi sebelum pertemuan, serta isilah jurnal pendampingan yang terdapat pada LMS di setiap
  • 13.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 5 modulnya agar Anda mengetahui perkembangan belajar Calon Guru Penggerak yang didampingi; 3. Tulislah tujuan dan topik pendampingan di setiap pertemuan pada Catatan Pendampingan 4. Komunikasikanlah tujuan pendampingan kepada Calon Guru Penggerak sebelum memulai kegiatan pendampingan; 5. Pelajari fokus pendampingan bulanan dan materi-materi yang berkaitan dalam modul Calon Guru Penggerak; 6. Dalam pendampingan, Pendamping/Pengajar Praktik berperan untuk mengapresiasi pencapaian dan upaya implementasi yang sudah dilakukan Calon Guru Penggerak, memotivasi, mendiskusikan bersama solusi untuk tantangan dan kendala yang dihadapi, serta membantu Calon Guru Penggerak menemukan pembelajaran-pembelajaran dalam setiap prosesnya. Upayakan agar proses diskusi berjalan dalam suasana nyaman secara dua-arah sehingga Calon Guru Penggerak dapat mengeluarkan refleksinya dengan lebih leluasa; 7. Jika fokus pendampingan berkaitan dengan penugasan pada fase pendidikan daring, sempatkan diri untuk mempelajari hasil yang dikumpulkan oleh setiap Calon Guru Penggerak pada portal belajar (learning management system) PGP atau bagian Jurnal Komunikasi dengan fasilitator; 8. Baca kembali catatan-catatan pada Jurnal Pendampingan (coaching log) untuk mengetahui pembahasan pada pertemuan sebelumnya.
  • 14.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 6 BAB II KEGIATAN PENDAMPINGAN A. Pendampingan 1: Refleksi Awal Kompetensi Guru Penggerak Durasi Waktu : 4 x 45 menit Waktu Pelaksanaan : Kurun waktu seminggu sebelum lokakarya 1 Bahan Yang Dibutuhkan: a. Buku Pegangan Pendampingan Individu b. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP c. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya. (ada di LMS) d. Dokumen kerangka portofolio CGP e. Panduan Penyusunan Portofolio Langkah-langkah: 1. Bagian awal pendampingan (20’) a. Pengajar praktik menyapa dan menanyakan kabar Calon Guru Penggerak b. Menjelaskan tentang fokus pendampingan PP memastikan CGP memahami aktivitas pendampingan yang akan dilakukan. c. Pengajar praktik memastikan dokumen yang dibutuhkan saat pendampingan individu sudah disiapkan CGP. a. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama satu bulan terakhir dan apa yang telah dilakukan sebagai capaian selama satu
  • 15.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 7 bulan tersebut (pada saat ini, PP melakukan kroscek berdasarkan pada “Jurnal Hasil Pemantauan Pembelajaran Daring CGP). b. Pengajar Praktik mengapresiasi Calon Guru Penggerak karena telah melakukan pembelajaran daring di bulan pertama. c. Pengajar Praktik menanyakan tentang dukungan dari ekosistem sekolahnya 2. Bagian inti pendampingan (150’) a. Tindak lanjut hasil lokakarya Orientasi (30’) Lakukan diskusi terkait harapan, kekhawatiran, dan dukungan yang diberikan khususnya dari ekosistem sekolah: 1) Setelah melakukan pembelajaran daring selama 1 bulan bersama fasilitator, bagaimana harapan dan kekhawatiran Bapak/ Ibu saat ini? a) Apa saja kekhawatiran yang sebelumnya Bapak/ Ibu resahkan dan terjadi, atau belum/ tidak terjadi? b) Apa saja harapan-harapan yang sudah terwujud setelah pembelajaran 1 bulan ini? c) Adakah harapan baru yang Bapak/ Ibu harapkan untuk pembelajaran 1 bulan ke depan? 2) Bagaimana dukungan yang diberikan oleh kepala sekolah dan rekan guru selama Bapak/ Ibu melakukan pembelajaran daring? b. Tindak lanjut hasil pembelajaran (30’) Diskusi terkait implementasi perubahan di ruang kelas sesuai pemikiran Ki Hadjar Dewantara, dengan mengajukan pertanyaan pemantik berikut ini: 1) Berdasarkan pembelajaran mengenai filosofi pendidikan yang sudah Bapak/ Ibu pelajari, apa perubahan yang dilakukan Bapak/Ibu di ruang kelas agar selaras dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara?
  • 16.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 8 2) Apa saja pembelajaran yang Bapak/ Ibu dapatkan dari modul Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara yang mendorong Bapak/Ibu melakukan perubahan tersebut? 3) Bagaimana respons peserta didik Bapak/Ibu atas perubahan yang dilakukan dan bagaimana Bapak/ Ibu melihat respons tersebut? 4) Apa hal yang sudah baik dari perubahan tersebut dan apa saja yang perlu diperbaiki ke depannya? 5) Perubahan konkret yang telah dilakukan dalam kelas, apakah sudah dituangkan dalam jurnal refleksi dwimingguan? Tuliskanlah proses pembelajaran dalam jurnal refleksi (yang terdapat di LMS) c. Pembuatan kerangka portofolio (60’) Pengajar praktik memberikan pembimbingan kepada CGP dalam membuat kerangka portofolio. Berikan pertanyaan pemantik berikut ini untuk menggali informasi dari CGP sehingga pembimbingan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan CGP: 1) Media/Platform apa yang akan Bapak/Ibu gunakan untuk membuat portofolio digital? 2) Komponen apa saja yang akan dituangkan ke dalam portofolio digital? 3) Seperti apa bentuk penyajian portofolio digital yang akan Bapak/Ibu buat? Dalam pembuatan portofolio pastikan CGP mengikuti panduan. d. Peta posisi diri dan rencana pengembangan diri dalam kompetensi guru penggerak (30’) Proses pendampingan ini, pengajar praktik mengajak CGP berdiskusi untuk mengetahui peta posisi diri. Hasil peta posisi diri menjadi dasar bagi CGP dalam merencanakan pengembangan diri. Gunakanlah pertanyaan pemantik berikut ini untuk menggali informasi kepada CGP dalam diskusi: 1) Kompetensi apa yang sudah baik? Jelaskan alasannya
  • 17.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 9 2) Kompetensi apa yang perlu ditingkatkan? Jelaskan alasannya 3) Setelah Anda mengetahui umpan balik tersebut, apakah ada perubahan rencana Anda? Apa saja yang berubah? Berikan apresiasi dan umpan balik terhadap laporan yang diberikan oleh CGP Anda 3. Bagian akhir pendampingan (10 menit) a) Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini: 1) Apa pembelajaran atau ide baru yang Bapak/ Ibu dapatkan setelah sesi pendampingan ini? 2) Apa yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki dari pendamping/ pengajar praktik di pendampingan berikutnya? b) Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang sudah dilakukan dari pembelajaran daring. c) Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator, maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi dalam LMS. 4. Pelaporan a) Mengisi Jurnal Pendampingan, mengisi daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya (dalam LMS)
  • 18.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 10 B. Pendampingan 2: Perubahan Paradigman Pemimpin Pembelajaran Waktu : 4 x 45 menit Waktu Pelaksanaan :Kurun waktu seminggu sebelum lokakarya 2 Bahan Yang Dibutuhkan: 1. Buku Pegangan Pendampingan Individu 2. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP 3. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya 4. Rumusan Visi Sekolah 5. Hasil pemetaan CGP dari lokakarya 1 terkait komunitas praktisi 6. Isian lembar kerja penugasan untuk lokakarya 2 Langkah-langkah: 1. Bagian awal pendampingan (10’) a) Pengajar Praktik menyapa dan menanyakan kabar Calon Guru Penggerak b) Menjelaskan tentang fokus pendampingan. PP memastikan CGP memahami aktivitas pendampingan yang akan dilakukan. c) Pengajar praktik memastikan dokumen yang dibutuhkan saat pendampingan individu sudah disiapkan CGP. d) Pengajar praktik menanyakan apa saja proses kegiatan yang sudah berjalan selama satu bulan terakhir, pembelajaran daring dan menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan individu 1, serta hal-hal yang dianggap sebagai
  • 19.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 11 capaian selama satu bulan terakhir (berdasarkan jurnal hasil pemantauan pembelajaran daring) e) Mengapresiasi kemajuan-kemajuan yang disampaikan oleh Calon Guru Penggerak; 2. Bagian inti pendampingan (160’) a) Refleksi diri tentang lingkungan belajar di sekolah (15’) Lakukan diskusi dengan CGP terkait lingkungan belajar di sekolah dengan memberikan pertanyaan pemantik berikut ini: 1) Bagaimana dukungan Kepala Sekolah/ Rekan Sejawat terhadap pendidikan guru penggerak yang Bapak/Ibu jalani? 2) Apa bentuk dukungan yang mereka berikan? 3) Apa tantangan yang Bapak/Ibu hadapi dalam menjalani pendidikan guru penggerak di lingkungan selolah Bapak/Ibu? 4) Apa yang Bapak/Ibu lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut? 5) Apa rencana Bapak/Ibu ke depannya sehingga kegiatan pendidikan guru penggerak yang Bapak/Ibu jalani berjalan maksimal? b) Refleksi perubahan diri setelah memperlajari modul 1.1, 1.2 dan 1.3. (15’) Lakukan diskusi dengan CGP tekait perubahan apa saja yang dirasakan setelah mempelajari modul, dengan memberikan pertanyaan pemantik berikut ini: 1) Apa saja yang sudah Bapak/Ibu pelajari pada Modul 1.1, 1.2 dan 1.3? 2) Apakah yang Bapak/Ibu pelajari sudah diimplementasikan di kelas Bapak/Ibu? Berikan beberapa contohnya. 3) Apakah terjadi perubahan terhadap murid Bapak/Ibu di kelas? dan bagaimana tanggapan atau respons murid Bapak/Ibu terhadap perubahan yang dilakukan? 4) Bagaimana perasaan Bapak/Ibu setelah menerapkan Modul 1.1, 1.2 dan 1.3 di kelas Bapak/Ibu?
  • 20.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 12 5) Apa yang yang sudah baik dan yang perlu Bapak/Ibu perbaiki ke depannya? c) Rencana merintis/menumbuhkan komunitas praktisi di sekolah (20’) Ajak CGP untuk melihat lagi hasil pemetaan komunitas praktisi di lokakarya 1. Kemudian diskusikan pertanyaan pemantik berikut ini dengan CGP. 1) Apakah Bapak/ibu memiliki pengalaman merintis komunitas praktisi di sekolah/ lingkungan? 2) Apa tantangan selama penerapan komunitas praktisi di sekolah dan bagaimana Bapak/Ibu mengatasi tantangan tersebut? 3) Apa saja hal menarik dan menjadi pembelajaran saat merintis komunitas praktisi? Setelah CGP menjawab 4 pertanyaan di atas, berikan pertanyaan lanjutan berikut ini. 1) Strategi apa saja yang akan Bapak/ Ibu lakukan untuk segera memulai komunitas praktisi di lingkungan sekolah Bapak/ Ibu? (jika belum dimulai) 2) Apa rencana yang akan Bapak/Ibu lakukan untuk pengembangan komunitas praktiksi yang sudah dibentuk? d) Mengkomunikasikan visi dan prakarsa perubahan sekolah (110’) Pengajar praktik mendampingi dan membimbing CGP berdiskusi terkait visi dan prakasa perubahan sekolah. Peserta dan pembagian peran dalam berdiskusi: 1) Pengajar Praktik : Moderator 2) Calon Guru Penggerak : Pemandu diskusi 3) Peserta diskusi : Kepala sekolah, Guru, tenaga kependidikan Proses diskusi: 1) CGP membuka diskusi dan menyampaikan tujuan diskusi kepada peserta. Jika berkenan, CGP dapat membuka sesi dengan pembacaan beberapa bait puisi “Aku Melihat Indonesia” karya Ir. Soekarno, untuk memantik semangat peserta dalam memaknai visi.
  • 21.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 13 2) CGP mengajak peserta diskusi untuk membahas dan menganalisis visi sekolah, CGP memberikan pertanyaan pemantik kepada peserta diskusi: a) Apakah visi sekolah saat ini sudah menggambarkan dengan jelas impian dan cita-cita yang ingin kita capai dari murid kita? Apakah visi tersebut sudah menunjukkan hal yang diharapkan menjadi pembeda antara murid di sekolah kita dengan murid di sekolah lain? Ajaklah peserta diskusi mengisi bersama kalimat rumpang yang tercantum pada modul 1.3 Visi Guru Penggerak. Kita memimpikan murid-murid yang …………………………………….…….……………………………………………… …………………………………… Kita percaya bahwa murid adalah ………………………….………………….…………………………………………… ………………………………….. Di sekolah, kita mengutamakan ………………………………..…..…....…….………………………………………… …………………………………. Murid di sekolah kita sadar betul bahwa …………………………..………….…………………………………………………… ………………………………….. Kita, warga sekolah di sekolah ini yakin untuk ……………....……….…….…………………………………………………………… …………………………………. Saya dan guru lain di sekolah saya paham bahwa ……………..…….…….………………………………………………………………… ………………………………….
  • 22.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 14 b) Apakah visi sekolah sudah berpihak kepada murid? Jika visi masih berupa jargon/slogan, dorong warga sekolah untuk membuatnya lebih terdeskripsikan. c) Jika visi sudah berpihak kepada murid, lakukan identifikasi program apa saja yang bisa dilakukan oleh warga sekolah untuk mendorong pertumbuhan diri murid dari segala sisinya. d) Jika visi belum berpihak kepada murid, ajak warga sekolah merumuskan visi yang berpihak kepada murid. Setelah visi dirumuskan, ajak warga sekolah melakukan identifikasi dan mengembangkan program yang bisa dilakukan oleh warga sekolah. 3) PP memberikan penguatan di akhir diskusi. 4) Semua hasil diskusi dicatat dan didokumentasikan oleh CGP 5) Laporan hasil diskusi diserahkan CGP kepada Kepala sekolah dan Pengajar Praktik. 3. Bagian akhir pendampingan (10’) a) Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini: 1) Apa hal paling menarik yang Bapak/ Ibu dapatkan setelah proses pendampingan hari ini? Apa yang membuat hal tersebut menarik menurut Bapak/ Ibu? 2) Apa yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki dari pendamping pada kegiatan pendampingan berikutnya? a) Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang sudah dilakukan dari pembelajaran daring. b) Mengingat CGP untuk menyebarkan, mengumpulkan dan menginput survei di LMS tentang kompetensi guru penggerak (lembar umpan balik, lampiran 3). Kegiatan ini dilakukan satu minggu sebelum pelaksanaan PI 3. Yang harus dilakukan CGP:
  • 23.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 15 1) Menyebarkan kuesioner survey Lembar Umpan Balik sesuai peran dan jenjang yang diampu oleh CGP dengan responden Kepala sekolah, rekan guru (5 orang), dan perwakilan murid CGP (5 orang) 2) CGP mengisi lembar asesmen mandiri kompetensi guru penggerak. 3) CGP membuat refleksi tertulis terkait umpan balik dari para responden dan hasil asesmen mandiri. Refleksi ini diunggah di LMS pada bagian Pendampingan Individu 3 (Lampiran 2). c) Memotivasi untuk tetap mencoba praktik-praktik pembelajaran yang berpihak pada murid. d) Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator, maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi. 4. Penilaian dan Pelaporan a) Umpan balik dari Kepala Sekolah, Rekan sejawat, murid di awal dan akhir program (Lampiran 3. Umpan balik) b) Mengisi Jurnal Pendampingan, mengisi daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya.
  • 24.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 16 C. Pendampingan 3 : Implentasi Pembelajaran yang Berpihak pada Murid Waktu : 4 x 45 menit Waktu Pelaksanaan : Kurun waktu seminggu sebelum lokakarya 3 Bahan Yang Dibutuhkan: 1. Buku Pegangan Pendampingan Individu 2. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP 3. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya 4. Hasil input Instrumen Lembar Umpan Balik (Lampiran 1) 5. Hasil keterlaksanaan dari tahapan BAGJA (hasil diskusi lokakarya 2) 6. Rubrik penilaian refleksi (Lampiran 3) Langkah-langkah: 1. Bagian Awal Pendampingan (20’) a. Pengajar Praktik menyapa dan menanyakan kabar Calon Guru Penggerak b. Menjelaskan tentang fokus pendampingan, PP memastikan CGP memahami aktivitas pendampingan yang akan dilakukan. c. Pengajar Praktik memastikan Calon Guru Penggerak telah meng-input instrumen lembar umpan balik (Lampiran 3) ke LMS sesuai dengan responden yang telah ditetapkan, berikut refleksi tertulis mengenai hasil umpan balik. d. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama satu bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan terakhir (berdasarkan Jurnal Hasil Pemantauan Pembelajaran Daring)
  • 25.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 17 e. Mengapresiasi kemajuan-kemajuan yang disampaikan oleh Calon Guru Penggerak 2. Bagian Inti Pendampingan (145’) a. Refleksi hasil survei (umpan balik 360 derajat) dan asesmen mandiri tentang kompetensi guru penggerak (45’) PP menggali CGP untuk menyampaikan hasil analisis dan refleksi dari umpan balik 3600 (Lampiran 2) dan asesmen mandiri tentang kompetensi guru penggerak. PP dapat memberikan pertanyaan lanjutan kepada CGP dengan memberikan pertanyaan pemantik berikut ini: 1) Berdasarkan hasil feedback 3600 dan asesmen mandiri tentang kompetensi guru penggerak, apa yang kurang baik/ perlu ditingkatkan menurut responden terhadap kompetensi bapak/Ibu? Jelaskan menurut masing- masing responden (kepala sekolah, rekan sejawat, dan murid) 2) Apa rencana Bapak/Ibu ke depannya untuk semakin mengasah kompetensi guru penggerak yang harus Bapak/Ibu miliki? 3) Siapa saja yang akan Bapak/Ibu libatkan untuk meningkatkan kompetensi guru penggerak yang harus Bapak/Ibu miliki? b. Rencana penerapan pembelajaran sosial-emosional (40’) PP mengajak CGP berdiskusi terkait rencana penerapan pembelajaran sosial- emosional, gunakan pertanyaan pemantik berikut sebagai panduan diskusi: 1) Apakah Bapak/Ibu sudah mempelajari Modul 2.2? Apa yang dipelajari pada modul tersebut? 2) Apakah Bapak/Ibu sudah merencanakan pembelajaran sosial-emosional yang akan diterapkan dalam kelas Bapak/Ibu? 3) Jika sudah, seperti apa perencanaan yang sudah Bapak/Ibu buat? 4) Apa harapan Bapak/Ibu setelah menerapkan pembelajaran sosial- emosional di kelas yang Bapak/Ibu ampu?
  • 26.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 18 c. Keterlaksanaan tahapan BAGJA (60’) Berdasarkan hasil diskusi lokakarya 2, gali informasi dan berikan penguatan terkait keterlaksanaan BAGJA di sekolah CGP. Gunakan pertanyaan pemantik berikut ini: 1) Apakah Bapak/Ibu telah menerapkan metode BAGJA untuk merencanakan perubahan pada diri Bapak/Ibu? 2) Setelah Bapak/Ibu melakukan tahapan BAGJA apakah memperoleh hasil sesuai dengan visi guru penggerak yang Bapak/Ibu inginkan? 3) Apakah tantangan yang Bapak/Ibu hadapi dalam menerapkan tahapan BAGJA untuk mencapai visi? 4) Apa yang perlu Bapak/Ibu perbaiki ke depannya terkait dengan pelaksanaan tahapan BAGJA untuk perubahan diri bapak/ibu sehingga bisa mencapai visi yang telah dirumuskan? 3. Bagian akhir pendampingan (15’) a. Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini: 1) Apa hal paling menarik yang Bapak/ Ibu dapatkan setelah proses kegiatan pendampingan hari ini? Apa yang membuat hal tersebut menarik menurut Bapak/ Ibu? 2) Apa yang sudah baik dan yang perlu diperbaiki dari pendamping di kegiatan pendampingan berikutnya? b. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang sudah dilakukan dari pembelajaran daring. c. Sebelum pelaksanaan Pendampingan Individu 4, tugas yang harus disiapkan oleh CGP adalah: 1) CGP menyusun RPP dengan unsur diferensiasi, kompetensi sosial emosional, dan budaya positif (sepakati batas waktu pengerjaan RPP dengan CGP). 2) RPP yang telah disusun CGP dikirimkan kepada PP untuk diberikan umpan balik, kemudian diserahkan kembali ke CGP untuk dilakukan perbaikan.
  • 27.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 19 3) Penetapan Jadwal pelaksanaan observasi pembelajaran dengan CGP (observasi pembelajaran dilaksanakan minimal 2 jam pelajaran dan mengikuti jadwal CGP atau jadwal yang disepakati bersama). d. Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator, maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS. 4. Pelaporan a) Mengisi Jurnal Pendampingan, mengisi daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya.
  • 28.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 20 D. Pendampingan 4: Evaluasi dan Pengembangan Proses Pembelajaran Waktu : 4 x 45 menit Waktu Pelaksanaan : Kurun waktu seminggu sebelum lokakarya 4 Bahan Yang Dibutuhkan: 1. Buku Pegangan Pendampingan Individu 2. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP 3. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya 4. RPP CGP yang akan digunakan dalam pembelajaran 5. Modul 2.3 : Coaching Untuk Supervisi Akademik 6. Lembar Catatan Percakapan Pra Observasi kelas (lampiran 4) 7. Instrumen Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5) 8. Lembar Catatan Percakapan Pasca Observasi Kelas (lampiran 6) 9. Lembar Rencana Pengembangan Diri (lampiran 7) Langkah-langkah: 1. Bagian Awal Pendampingan (20’) b. Menjelaskan tentang fokus pendampingan, Pengajar Praktik memastikan CGP memahami aktivitas pendampingan yang akan dilakukan. c. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama satu bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan terakhir (berdasarkan Jurnal Pemantauan Pembelajaran Daring) d. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang sudah dilakukan dari pembelajaran daring.
  • 29.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 21 e. Pengajar Praktik memastikan RPP yang dibuat CGP sudah direvisi berdasarkan masukan yang diberikan PP. f. Menyiapkan lembar Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5). 2. Bagian Inti Pendampingan (135’) a. Ketentuan 1) Observasi pembelajaran dilakukan di kelas CGP baik secara luring atau daring (disesuaikan dengan kebijakan sekolah) 2) Observasi dilakukan minimal 2 (dua) jam pelajaran dengan durasi menit disesuaikan dengan jenjang sekolah. b. Pra- Observasi (15’) Pertemuan pra-observasi ini merupakan percakapan yang membangun hubungan antara guru (CGP) dan supervisor (PP) sebagai mitra dalam pengembangan kompetensi diri. Percakapan pra-observasi ini berlangsung selama 15 menit, dengan menggunakan percakapan coaching untuk perencanaan, supervisor dapat mencatat apa yang menjadi sasaran pengembangan guru dan menginformasikan kepada guru prosedur supervisi klinis ini. Adapun yang harus dilakukan oleh supervisor adalah: 1. Supervisor menyampaikan tujuan besar supervisi dan tujuan dari percakapan awal. 2. Guru menyampaikan rancangan pelaksanaan pembelajaran dan menginformasikan aspek perkembangan yang hendak diobservasi 3. Supervisor dan guru menyepakati sasaran observasi, waktu kunjungan kelas dan waktu percakapan pasca-observasi 4. Supervisor menginformasikan bahwa ia akan mencatat kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di kelas
  • 30.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 22 Percakapan pra-observasi baiknya berlangsung dengan suasana santai dan kekeluargaan dan dengan semangat positif. Hasil percakapan pra-observasi dicatat pada lampiran 4. c. Observasi Pembelajaran (90’) Observasi adalah aktivitas pengamatan oleh supervisor (PP) pada saat guru melaksanakan pembelajaran di kelas. Tujuan utama tahap ini adalah mengambil data atau informasi secara obyektif mengenai aspek pengembangan yang sudah disepakati. Pengamatan oleh supervisor menggunakan instrumen yang telah ditentukan sebelumnya dan fokus pada sasaran yang sudah disepakati (lihat hasil catatan pada lampiran 4). Namun dapat saja pada saat observasi ada hal-hal menarik di luar hal yang sudah disepakati yang ditemukan oleh supervisor (PP) yang dapat bermanfaat bagi guru dalam pengembangan kompetensi dirinya sebagai pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid. Hal-hal yang harus diperhatikan saat observasi pembelajaran: 1) Saat observasi, PP tidak boleh menganggu proses pembelajaran atau ikut membantu CGP dalam pembelajaran. PP hanya melakukan pengamatan, apakah sudah sesuai dengan perangkat yang sudah dibuat dan materi modul yang sudah dipelajari yaitu sudah menerapkan budaya positif, pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial- emosional. 2) PP boleh melihat secara dekat aktivitas pembelajaran murid di saat murid mengerjakan tugas. Di sini PP tetap tidak dibolehkan membantu murid dalam menyelesaikan masalah belajarnya, hanya boleh mengamati saja. 3) Usahakan saat proses observasi pembelajaran tidak terlalu sering keluar masuk kelas karena hal ini dapat menganggu kosentrasi murid dalam belajar. (izin keluar jika benar-benar mendesak)
  • 31.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 23 4) Pastikan gawai dalam keadaan nada getar (tidak diizinkan melakukan komunukasi dalam kelas dengan gawai). silakan gunakan gawai untuk mengambil foto proses pembelajaran. 5) Pencatatan aktivitas pembelajaran dilakukan pada lembar Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak (Lampiran 5) d. Pasca Observasi (30’) Dalam proses percakapan pasca-observasi ini, supervisor (PP) dan guru (CGP) secara bersama memahami tujuan percakapan dan saling percaya akan tahapan kegiatan yang berlangsung. Percakapan pasca-observasi berisikan aktivitas berikut: 1) Menyampaikan tujuan percakapan dan hasil analisis data observasi kepada CGP 2) Melakukan percakapan umpan balik. Dalam percakapan PP menemukan area pengembangan dan perbaikan diri yang hendak dilakukan. Catat hasil umpan balik pada lampiran 6. 3) Percakapan perencanaan area pengembangan 4) Rencana aksi pengembangan diri. Hasil perencanaan aksi pengembangan diri dicatat pada lampiran 7. 3. Bagian akhir pendampingan (15’) a. Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini: 1) Apa yang sudah baik dan yang perlu Bapak/Ibu perbaiki ke depannya pada pembelajaran tadi? 2) Sejauh apa pendampingan saat ini membantu Bapak/ Ibu mengimplementasikan pembelajaran yang berpihak kepada murid? Hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki untuk ke depannya? b. Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator, maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS. c. Mengingatkan CGP untuk menyiapkan diri untuk pendampingan invidu 5.
  • 32.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 24 Aktivitas persiapan: 1) Kelengkapan bahan yang harus disiapkan CGP untuk PI 5 adalah: a) Mengajak satu orang rekan sejawat untuk dibimbing dan dicoaching pada PI 5. b) Penetapan jadwal observasi pembelajaran. Pelaksanaan observasi pembelajaran minimal 2 jam pelajaran dan dapat dilakukan secara daring ataupun luring (disesuaikan dengan kebijakan sekolah) c) Membimbing rekan sejawat dalam menyusun RPP dan juga melakukan koreksi terhadap RPP yang disusun. Hasil koreksiksi CGP dijadi dasar perbaikan RPP oleh rekan sejawat. 2) Aktivitas Coaching untuk supervisi akademik Untuk melakukan aktivitas ini, CGP harus mengikuti instruksi yang ada dalam modul 2.3 pada bagian aksi nyata. Pastikan CGP melakukan: a) Proses pra-observasi. Hasil catatan saat proses ini diserahkan kepada PP saat pendampingan individu 5 (CGP menggunakan instrumen pra- observasi di modul 2.3). Bila memungkinkan, percakapan saat pra- observasi juga dapat direkam untuk ditunjukkan kepada PP saat pendampingan individu 5. b) Proses observasi pembelajaran. Hasil catatan saat proses ini diserahkan kepada PP saat pendampingan individu 5 (CGP menggunakan instrumen observasi pembelajaran di modul 2.3) 3) Setiap aktivitas CGP saat melakukan pra-observasi dan observasi pembelajaran, PP tetap melakukan pemantauan dan diskusi melalui gawai/tatap muka virtual. 4. Penilaian dan Pelaporan a. Penilaian terhadap proses pembelajaran yang berpusat pada murid (Lampiran 5) b. Mengisi Jurnal Pendampingan dalam LMS, mengisi daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya.
  • 33.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 25 E. Pendampingan 5: Rancangan Program yang Berpihak pad Murid Waktu : 4 x 45 menit Waktu Pelaksanaan :Kurun waktu seminggu sebelum lokakarya 5 Bahan Yang Dibutuhkan: 1. Buku Pegangan Pendampingan Individu 2. Modul 2.3 : Coaching untuk Supervisi Akademik 3. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP 4. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya 5. RPP CGP yang digunakan dalam pembelajaran 6. Hasil Catatan Percakapan Pra Observasi kelas 7. Hasil Observasi Pembelajaran 8. Rubrik Penilaian Sesi Aksi Nyata Coaching (Lampiran 8) Langkah-langkah 1. Bagian Awal Pendampingan (10’) a. Menjelaskan tentang fokus pendampingan, PP memastikan CGP memahami aktivitas pendampingan yang akan dilakukan. b. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama satu bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan terakhir (berdasarkan Jurnal Pemantauan Pembelajaran Daring)
  • 34.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 26 c. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang sudah dilakukan dari pembelajaran daring. d. Meminta hasil observasi pembelajaran rekan sejawat 2. Bagian Inti Pendampingan (160’) a. Penerapan aksi nyata modul 3.1 (30’) Penerapan aksi nyata modul 3.1, CGP tidak ditugaskan untuk melaporkan implementasinya melalui LMS. CGP hanya mendiskusikan pengalaman dan refleksi dari aksi nyata ini bersama pendamping pada saat pendampingan individu. Untuk mempermudah PP melaksanakan refleksi dengan CGP, gunakanlah pertanyaan pemantik berikut ini: 1) Refleksi proses pengambilan keputusan dengan menggunakan pertanyaan: a) Berdasarkan hasil pemetaan yang Bapak/ Ibu lakukan, bagaimana hal tersebut memengaruhi proses pengambilan keputusan yang dilakukan Bapak/ Ibu? b) Apa hal yang menurut Bapak/ Ibu masih perlu dikembangkan atau perlu dievaluasi? c) Apa hal yang menurut Bapak/ Ibu mendukung keberhasilan dari keputusan yang diambil? d) Adakah pengalaman yang terjadi (baik dalam waktu dekat ataupun sebelum mengikuti Pendidikan Guru Penggerak) yang mencerminkan dilema etika, baik itu terkait murid maupun rekan sejawat? e) Menurut Bapak/Ibu, apakah proses pengambilan keputusan yang dilakukan sudah sesuai dengan prinsip dan langkah yang dipelajari di modul 3.1?
  • 35.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 27 f) Apa hal yang menurut Bapak/ Ibu masih perlu dikembangkan atau perlu dievaluasi dari proses pengambilan keputusan tersebut? b. Rancangan program yang berdampak pada murid (30’) Diskusi rancangan program yang berdampak pada murid, dapat diawali dengan menanyakan rancangan program yang sudah ada di sekolah. Lakukan reviu bersama CGP, apakah rancangan di sekolah sudah berpihak kepada murid?. Untuk lebih meningkatkan pengalaman CGP, ajaklah CGP berdiskusi terkait rancangan program yang berdampak pada murid dengan mengajukan pertanyaan pemantik berikut ini: 1) Apakah Bapak/Ibu sudah membuat rancangan program yang berdampak pada murid? 2) Apa tujuan dari program yang Bapak/Ibu rancang dalam kaitannya terhadap murid? Apakah sudah ada indikator ketercapaian tujuannya? 3) Apakah keseluruhan proses sudah sesuai untuk mencapai tujuan pada murid? 4) Dukungan apa saja yang Bapak/Ibu perlukan untuk menerapkan program yang sudah dibuat? 5) Apa yang menjadi tantangan Bapak/Ibu dalam melaksanakan rancangan program yang sudah dibuat? 6) Apa yang Bapak/Ibu lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut? c. Perkembangan komunitas praktisi (30’) Diskusi perkembangan komunitas praktisi yang dijalankan di sekolah serta implementasi dari rencana di lokakarya 2 untuk berbagi ke rekan sejawat. 1) Bapak/ Ibu sudah merintis komunitas praktisi di lingkungan sekolah (dan sekitarnya, jika ada), bagaimana peran komunitas ini terhadap proses belajar Bapak/ Ibu?
  • 36.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 28 2) Apa saja perubahan menyenangkan yang Bapak/ Ibu alami dari rekan di komunitas praktisi Bapak/ Ibu? 3) Apa rencana yang akan dilakukan komunitas praktisi Bapak/ Ibu setelah program ini selesai? 4) Apa dukungan yang Bapak/ Ibu perlukan untuk komunitas praktisi Bapak/ Ibu agar bisa terus belajar bersama? d. Dialog Pasca-Observasi Pembelajaran (70’) Pada akhir PI 4, CGP sudah ditugaskan untuk membimbing satu orang rekan sejawat dalam penyusunan RPP dan juga melakukan observasi pembelajaran ke kelas rekan sejawat. Pada PI 5 ini, PP mengarahkan CGP untuk: 1) Menyampaikan tujuan percakapan dan hasil analisis data observasi pembelajaran ke rekan sejawat. 2) Melakukan percakapan umpan balik. Dalam percakapan CGP menemukan area pengembangan dan perbaikan diri yang hendak dilakukan kepada rekan sejawat. Catat hasil umpan balik pada Catatan Percakapan Pasca Observasi Kelas (format ambil di modul 2.3 pada bagian aksi nyata) . 3) Percakapan perencanaan area pengembangan 4) Rencana aksi pengembangan diri. Hasil perencanaan aksi pengembangan diri rekan sejawat dicatat pada Lembar Rencana Pengembangan Diri (format ambil di modul 2.3 pada bagian aksi nyata). 5) Refleksi Diri Latihan Coaching. Hasil refleksi yang dilakukan CGP dengan rekan sejawat dicatat pada Refleksi Diri Latihan Coaching (format ambil di modul 2.3 pada bagian aksi nyata). Proses Pasca-observasi pembelajaran ini diamati dan dilakukan penilaian oleh PP dengan mengunakan Rubrik Penilaian Sesi Aksi Nyata (Lampiran 8 ) 3. Bagian Akhir Pendampingan (10’) a. Melakukan refleksi terhadap proses pendampingan saat ini:
  • 37.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 29 1) Setelah Bapak/ Ibu menjalani program PGP ini apa hal yang menurut Bapak/ Ibu paling Bapak/Ibu kuasai dari materi-materi yang sudah dipraktikkan? 2) Materi apa yang Bapak/ Ibu rasakan masih membingungkan dan ingin dipelajari lebih dalam? b. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang sudah dilakukan dari pembelajaran daring. c. Mengingatkan CGP untuk menyebarkan, mengumpulkan dan menginput survei tentang kompetensi guru penggerak (umpan balik 360 derajat). Kegiatan ini sudah harus dilakukan sebelum pelaksanaan PI 6. Yang harus dilakukan CGP: 1) Menyebarkan kuesioner survey umpan balik 360 derajat sesuai peran dan jenjang yang diampu oleh CGP dengan responden Kepala sekolah, rekan guru (5 orang), dan perwakilan murid CGP (5 orang) 2) CGP mengisi lembar asesmen mandiri kompetensi guru penggerak. 3) CGP membuat refleksi tertulis terkait umpan balik dari para responden dan hasil asesmen mandiri. Refleksi ini diunggah di LMS pada bagian Pendampingan Individu 6 (Lampiran 2). d. Mengingatkan CGP untuk melakuan diskusi terkait Pemetaan Aset (pelaksanaan sebelum PI 6 dilakukan), adapun hal-hal yang harus dilakukan CGP: 1) Menentukan jadwal diskusi Pemetaan aset dengan Kepala Sekolah 2) Mengundang aktor (Kepala sekolah, rekan guru, murid, orang tua, tokoh setempat dengan perwakilan gender) yang terlibat dalam diskusi 3) Membuat notulen hasil diskusi 4) Mengambil foto kegiatan 5) Mengumpulkan hasil pemetaan e. Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator, maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS. 4. Penilaian dan Pelaporan
  • 38.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 30 a. Melakukan penilaian proses coaching untuk supervisi akademik dengan Rubrik Penilaian Sesi Aksi Nyata (Lampiran 8) b. Mengisi Jurnal Pendampingan dalam LMS, mengisi daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya.
  • 39.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 31 F. Pendampingan 6 : Refleksi Perubahan Diri dan Dampak Pendidikan Waktu : 4 x 45 menit Waktu Pelaksanaan : Kurun waktu seminggu sebelum lokakarya 6 Bahan yang dibutuhkan: 1. Buku Pegangan Pendampingan Individu 2. Jurnal hasil pemantauan pembelajaran Daring CGP 3. Jurnal Pendampingan, daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya 4. Rubrik Dokumentasi Pemetaan Aset (Lampiran 9) 5. Hasil analisis survei umpan balik 3600 6. Dokumentasi Proses Pemetaan Aset : a. Notulen (mencakup siapa yang berbicara dan ide yang disampaikan, kesimpulan pertemuan) b. Foto proses pertemuan c. Hasil pemetaan Langkah-langkah 1. Bagian Awal Pendampingan (10’) a. Menjelaskan tentang fokus pendampingan, PP memastikan CGP memahami aktivitas pendampingan yang akan dilakukan. b. Pengajar Praktik menanyakan apa saja proses yang sudah berjalan selama satu bulan terakhir, menanyakan rencana tindak lanjut dari pendampingan sebelumnya, serta hal-hal yang dianggap sebagai capaian selama satu bulan terakhir (berdasarkan Jurnal Pemantauan Pembelajaran Daring) c. Apresiasi kemajuan-kemajuan yang disampaikan oleh Calon Guru Penggerak, termasuk hal baik yang dilihat selama observasi
  • 40.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 32 2. Bagian Inti Pendampingan (160’) a. Refleksi hasil survei (feedback 360) (40’) PP menggali CGP untuk menyampaikan hasil analisis dan refleksi dari umpan balik 3600 dan asesmen mandiri tentang kompetensi guru penggerak. PP dapat memberikan pertanyaan lanjutan kepada CGP dengan memberikan pertanyaan pemantik berikut ini: 1) Berdasarkan hasil feedback 3600 dan asesmen mandiri tentang kompetensi guru penggerak, apa yang kurang baik/ perlu ditingkatkan menurut responden terhadap kompetensi bapak/Ibu? Jelaskan menurut masing-masing responden (kepala sekolah, rekan sejawat, dan murid) 2) Apa rencana Bapak/Ibu ke depannya untuk semakin mengasah kompetensi guru penggerak yang harus Bapak/Ibu miliki? 3) Siapa saja yang akan Bapak/Ibu libatkan untuk meningkatkan kompetensi guru penggerak yang harus Bapak/Ibu miliki? b. Perubahan dalam pembelajaran (30’) Refleksi perubahan dalam pembelajaran yang sudah diterapkan selama 6 bulan, diskusikan dampak pada diri guru dan murid yang terjadi. 1) Setelah Bapak/ Ibu menjalani 6 bulan pendidikan guru penggerak, perubahan apa yang Bapak/ Ibu rasakan yang berkaitan dengan kompetensi Bapak/ Ibu sebagai guru? 2) Berdasarkan yang Bapak/ Ibu alami, perubahan apa saja yang terjadi pada diri murid Bapak/ Ibu setelah Bapak/ Ibu menjalani program 6 bulan ini? 3) Apa saja hal yang membuat perjalanan 6 bulan ini cukup memuaskan? 4) Apa saja hal yang membuat perjalanan 6 bulan ini menjadi cukup menantang bagi Bapak/Ibu? c. Penilaian pemetaan aset (50’)
  • 41.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 33 Proses penilaian pemetaan aset dilakukan dengan cara berdiskusi dengan CGP dan aktor yang terlibat saat proses pemetaan asset. Berdasarkan hasil diskusi tersebut, silakan lakukan penilaian dengan menggunakan rubrik pemetaan aset (lampiran 9) yang telah disediakan. Pertanyaan pemantik untuk CGP yang digunakan saat diskusi: 1) Siapa saja aktor yang terlibat saat proses pemetaan aset? 2) Bagaimana proses Bapak/Ibu dalam menemukan/mengidentifikasi sumber daya yang ada di sekolah bersama para aktor? Apakah proses kolaborasi terjadi dengan baik selama pemetaan? 3) Apa saja kendala dan tantangan yang Bapak/Ibu hadapi saat melakukan identifikasi sumber daya sekolah dan bagaimana Bapak/Ibu mengatasinya? 4) Bagaimana perasaan Bapak/Ibu ketika berhasil mengidentifikasi sumber daya sekolah? 5) Apa pertimbangan Bapak/Ibu dalam menentukan sumber daya sekolah? Apakah aset yang dipetakan sudah sejalan dengan program yang dirancang? 6) Apakah terdapat hal lain yang dapat dijadikan sumber daya sekolah yang belum Bapak/Ibu temukan dalam proses yang sudah berlangsung? Selain berdiskusi dengan CGP, lakukan juga wawancara ke perwakilan aktor yang terlibat untuk mengecek kesepahaman akan tujuan pemetaan dan proses yang terjadi, dengan menggunakan pertanyaan pemantik berikut ini: 1) Bagaimana proses Bapak/Ibu dalam menemukan/mengidentifikasi sumber daya yang ada di sekolah? 2) Apa saja kendala dan tantangan yang Bapak/Ibu hadapi saat melakukan identifikasi sumber daya sekolah dan bagaimana Bapak/Ibu mengatasinya? 3) Bagaimana perasaan Bapak/Ibu ketika berhasil mengidentifikasi sumber daya sekolah? 4) Apa saja pembelajaran yang Bapak/Ibu dapatkan dari proses pemetaan aset ini? 5) Apa pertimbangan Bapak/Ibu dalam menentukan sumber daya sekolah?
  • 42.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 34 a. Persiapan panen hasil belajar (40’) Diskusikan dengan CGP terkait persiapan panen hasil belajar, pastikan CGP mengetahui dan memahami kelengkapan apa saja yang akan dibawa dan ditampilkan saat pelaksanaan panen hasil belajar. Berikan pertanyaan pemantik sebagai panduan diskusi dengan CGP: 1) Apa ide Bapak/Ibu untuk persiapan panen hasil belajar pada Lokakarya 7? 2) Apa yang akan Bapak/Ibu pamerkan pada saat panen hasil belajar? Di samping itu, untuk CGP yang terpilih sebagai penyaji dalam kelas berbagi, menyiapkan: 1) Materi yang akan dibagikan ke peserta panen belajar (rambu-rambu penyajian dilihat pada lampiran Lokakarya 7). 2) PPT/bahan tayang yang akan dipaparkan saat kelas berbagi 3. Bagian Akhir Pendampingan (10’) a. Mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih telah berbagi praktik baik yang sudah dilakukan dari pembelajaran daring. b. Mendorong untuk terus memetakan sumber daya dalam melakukan perubahan dan perbaikan pembelajaran. c. Mengingatkan CGP untuk mengumpulkan Rencana Kerja Pengembangan Program Sekolah, paling lambat 2 (dua) hari setelah Lokakarya 7 d. Jika ada hal-hal terkait pembelajaran daring yang perlu diketahui oleh fasilitator, maka perlu dicatat dalam Jurnal Komunikasi di LMS.
  • 43.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 35 4. Penilaian dan Pelaporan a. Umpan balik dari Kepala Sekolah, Rekan sejawat, murid di awal dan akhir program (Lampiran 1) b. Melakukan penilaian terhadap Pemetaan Aset berdasarkan rubrik (Lampiran 9) c. Mengisi Jurnal Pendampingan dalam LMS, mengisi daftar hadir, dan rencana pendampingan selanjutnya. d. Melakukan penilaian terhadap Rencana Kerja Pengembangan Program Sekolah, yang CGP kumpulkan 2 (dua) hari setelah Lokakarya 7 (Lampiran 10)
  • 44.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 36 BAB III PENUTUP Program Pendidikan Guru Penggerak merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan sehingga dapat melakukan pembelajaran yang menarik dan berinovasi sesuai kebutuhan materi yang diajarkan. Sehingga, tujuan akhir dari program ini, yaitu meningkatkan kompetensi peserta didik dalam peningkatan keterampilan dan menyelesaikan masalah pembelajaran dapat tercapai. Keberhasilan pelaksanaan Program Pendidikan Guru Penggerak ditentukan oleh kesungguhan semua pihak dalam melaksanakan program ini.
  • 45.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu | 37 LAMPIRAN 1) Lampiran 1: Lembar Umpan Balik 360 Derajat untuk Kompetensi Guru Penggerak A. Lembar untuk asesmen mandiri CGP LEMBAR ASESMEN MANDIRI KOMPETENSI GURU PENGGERAK NAMA : ASAL SEKOLAH : TANGGAL : Instruksi : Berikut ini adalah daftar kompetensi Guru Penggerak. Silakan Anda lakukan pengecekan mandiri terhadap diri Anda secara objektif. Tidak ada jawaban benar dan salah dalam pengecekan mandiri ini. Pengecekan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kemajuan pencapaian Anda dalam mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak dan tidak ditujukan untuk penilaian kinerja Anda ataupun penentuan kelulusan. Mohon jawab sesuai kondisi yang sebenarnya dengan cara memberikan tanda silang (X) pada kolom angka yang paling menggambarkan diri Anda. Penilaian mandiri menggunakan skala 1-4.
  • 46.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 38 Belum Dilakukan Mulai Dilakukan Sering Dilakukan Konsisten Dilakukan Praktik yang diharapkan belum dilakukan dalam tiga bulan terakhir Praktik yang diharapkan sudah mulai dilakukan setidaknya 1-2 kali dalam tiga bulan terakhir Praktik yang diharapkan sudah sering dilakukan dan sudah memiliki jadwal yang rutin, hanya belum konsisten dilaksanakan Praktik yang diharapkan sudah konsisten dilakukan sesuai jadwal yang dimiliki 1 2 3 4
  • 47.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 39 KATEGORI: PENGEMBANGAN DIRI DAN ORANG LAIN 1 2 3 4 Menunjukkan praktik pengembangan diri berdasarkan kesadaran dan kemauan pribadi 1. Saya bertanya kepada murid hal apa yang sudah baik dari praktik mengajar. 2. Saya bertanya kepada murid hal apa yang belum dimengerti dari praktik mengajar saya. 3. Saya meminta rekan sesama guru untuk melihat praktik saya mengajar. 4. Saya meminta rekan sesama guru untuk memberikan masukan setelah melihat praktik saya mengajar. 5. Saya mencatat kelebihan dan kekurangan saya dalam praktik mengajar.
  • 48.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 40 6. Saya membuat rencana pengembangan diri untuk perbaikan praktik mengajar berdasarkan catatan saya. 7. Saya membuat rencana pengembangan diri untuk perbaikan praktik mengajar berdasarkan masukan dari rekan sesama guru, kepala sekolah dan/atau murid. 8. Saya membuat rencana tindak lanjut untuk perbaikan praktik mengajar. 1 2 3 4 Mengembangkan kompetensi warga sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran 9. Saya membantu rekan sesama guru dalam mengidentifikasi persoalan pembelajaran. 10. Saya membantu menganalisis permasalahan pembelajaran rekan sejawat.
  • 49.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 41 11. Saya membantu rekan sesama guru untuk menemukan strategi pengembangan kompetensi diri berdasarkan kebutuhan belajarnya. 12. Saya mengajak rekan sesama guru untuk mengikuti pelatihan atau program pengembangan diri lainnya. 1 2 3 4 Berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi yang relevan dengan kepemimpinan sekolah untuk mengembangkan karier 13. Saya berpartisipasi rutin dalam kegiatan pengembangan diri di organisasi atau komunitas profesi seperti KKG, MGMP, atau gugus baik di dalam maupun luar sekolah 14. Saya aktif mengambil peran dalam organisasi atau komunitas profesi. 15. Saya aktif berbagi praktik baik dengan rekan sesama guru di sekolah.
  • 50.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 42 16. Saya aktif berbagi praktik baik dengan rekan sesama guru dari sekolah lain. 17. Saya aktif mempelajari praktik baik dalam kepemimpinan dan/atau pembelajaran dari sekolah lain untuk diterapkan di lingkungan sekolah saya. 18. Saya berinisiatif menghasilkan karya dari hasil kegiatan jejaring dan organisasi. 1 2 3 4 Menunjukkan kematangan spiritual, moral, dan emosi untuk berperilaku sesuai dengan kode etik 19. Saya mampu mengelola stress ketika saya mengalami kesulitan atau kegagalan dalam praktik mengajar yang saya ingin lakukan. 20. Saya mampu mengelola rasa marah saat murid saya menunjukkan perilaku yang tidak diharapkan.
  • 51.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 43 21. Saya bekerja sama dengan baik dengan rekan sejawat tanpa melihat agama, suku, status atau bentuk fisiknya. 22. Saya mempertimbangkan norma moral dan etika dalam mengambil keputusan di kelas atau sekolah. 23. Saya mendengarkan setiap pendapat murid saya dan meresponsnya dengan sungguh-sungguh 24. Saya mendorong murid untuk memperbaiki kondisi dan belajar dari kesalahannya ketika dia melakukan pelanggaran. 25. Saya menahan diri dari melakukan hal yang melanggar kode etik seorang pendidik. KATEGORI: KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN 1 2 3 4 Memimpin upaya pengembangan lingkungan belajar yang berpusat pada murid
  • 52.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 44 26. Saya merencanakan lingkungan pembelajaran yang sesuai kebutuhan belajar murid. 27. Saya mempraktikkan pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi murid untuk beraktivitas secara mandiri dan berkelompok. 28. Saya menyediakan waktu bagi murid-murid saya untuk berdiskusi dan berpendapat selama pembelajaran. 29. Saya memberikan pilihan kepada murid untuk mendemonstrasikan pemahamannya sesuai minat. 30. Saya menyediakan berbagai bentuk bahan ajar untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar murid. 31. Saya memberikan kesempatan kepada murid untuk memberi saran dan kritik terkait praktik pembelajaran. 1 2 3 4 Memimpin perencanaan dan pelaksanaan proses belajar yang berpusat pada murid
  • 53.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 45 32. Saya mengajak rekan sejawat untuk merencanakan pembelajaran yang mendorong murid gemar belajar. 33. Saya mengajak sesama guru melakukan pembelajaran yang mendorong murid gemar belajar. 34. Saya memandu pertemuan dengan rekan sejawat untuk mendiskusikan ragam strategi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid. 1 2 3 4 Memimpin refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang berpusat pada murid 35. Saya mengajak rekan sejawat untuk saling mengobservasi proses mengajar satu sama lain dan memberikan umpan balik. 36. Saya mengajak rekan sejawat melakukan refleksi terkait perbaikan kualitas praktik pembelajaran. 37. Saya memandu rekan sesama guru untuk bersama menganalisis data hasil pembelajaran.
  • 54.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 46 38. Saya dan rekan sesama guru merencanakan tindak lanjut berdasarkan hasil analisis untuk meningkatkan pembelajaran. 1 2 3 4 Melibatkan orang tua/wali murid sebagai pendamping dan sumber belajar di sekolah 39. Saya mengidentifikasi profil orang tua/wali murid dan mencatatnya. 40. Saya berkomunikasi dengan orang tua/wali murid untuk membicarakan peran mereka dalam mendampingi murid belajar. 41. Saya berdiskusi dengan orang tua/wali murid untuk mencari langkah efektif dalam mendampingi murid belajar. 42. Saya menyediakan kesempatan kepada orang tua/wali murid untuk memberikan saran terkait pendampingan murid dalam belajar. 43. Saya menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid untuk hadir di sekolah sebagai guru tamu.
  • 55.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 47 KATEGORI: KEPEMIMPINAN MANAJEMEN SEKOLAH 1 2 3 4 Mengembangkan dan mewujudkan visi sekolah yang berorientasi pada murid 44. Saya mengajak warga sekolah untuk mengkaji ulang visi sekolah agar lebih berpihak pada murid. 45. Saya mengajak warga sekolah untuk mensosialisasikan visi sekolah yang berpihak pada murid melalui berbagai media. 46. Saya mengajak warga sekolah untuk merefleksikan kesesuaian program sekolah dengan visi pendidikan yang berpusat pada murid. 47. Saya mengajak warga sekolah untuk mencoba pendekatan baru dalam mewujudkan visi dan program sekolah.
  • 56.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 48 48. Saya memberi kesempatan warga sekolah untuk memberikan masukan terhadap program sekolah agar sesuai dengan visi yang berpihak pada murid. 1 2 3 4 Memimpin dan mengelola program sekolah yang berdampak pada murid 49. Saya menyusun dan merencanakan program pembelajaran (intra-, ko-, ekstra-kurikuler) di kelas atau sekolah sesuai dengan visi sekolah dan kebutuhan murid. 50. Saya berkolaborasi dengan warga sekolah untuk merancang dan menjalankan program pembelajaran (intra-, ko-, ekstra- kurikuler) di kelas atau sekolah. 51. Saya mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk menjalankan program pembelajaran yang berdampak kepada murid. 52. Saya melakukan pemantauan (monitor) pelaksanaan program agar dapat mencapai tujuan program yang berdampak pada murid.
  • 57.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 49 53. Saya melakukan refleksi dan mengumpulkan umpan balik terkait ketercapaian program terhadap dampaknya pada kualitas belajar murid. 54. Saya melakukan rencana tindak lanjut setelah mengevaluasi ketercapaian program supaya lebih berdampak bagi murid. KATEGORI: KEPEMIMPINAN PENGEMBANGAN SEKOLAH 1 2 3 4 Memimpin program pengembangan sekolah untuk mengoptimalkan proses belajar murid dan mendukung kebutuhan masyarakat sekitar sekolah yang relevan 55. Saya melakukan pemetaan kebutuhan belajar warga sekolah terkait pembelajaran 56. Saya memotivasi rekan guru dan tenaga kependidikan di sekolah untuk menumbuhkan budaya belajar yang berpihak pada murid.
  • 58.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 50 57. Saya menyusun prioritas dan merancang program yang sesuai visi sekolah, realistis dan mengacu peta kebutuhan warga sekolah. 1 2 3 4 Melibatkan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah 58. Saya mengkomunikasikan pentingnya pengembangan sekolah untuk peningkatan kualitas belajar murid kepada orang tua/wali murid dan masyarakat dengan berbagai cara atau media. 59. Saya menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid dan masyarakat untuk mengambil peran dalam pengembangan sekolah. 60. Saya mengkomunikasikan dampak hasil pengembangan sekolah pada peningkatan kualitas belajar murid kepada orang tua/wali murid dan masyarakat.
  • 59.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 51 B. Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah LEMBAR UMPAN BALIK DARI KEPALA SEKOLAH UNTUK KOMPETENSI GURU PENGGERAK NAMA CGP : NAMA KEPALA SEKOLAH : ASAL SEKOLAH : TANGGAL : Instruksi : Berikut ini adalah daftar kompetensi Guru Penggerak. Mohon berikan penilaian terhadap Calon Guru Penggerak secara objektif. Tidak ada jawaban benar dan salah dalam pengecekan mandiri ini. Pengecekan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kemajuan pencapaian CGP dalam mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak dan tidak ditujukan untuk penilaian kinerja CGP dan Kepala Sekolah ataupun penentuan kelulusan CGP. Mohon jawab sesuai kondisi yang sebenarnya dengan cara memberikan tanda silang (X) pada kolom angka yang paling menggambarkan diri Anda. Penilaian mandiri menggunakan skala 1-4. Belum Dilakukan Mulai Dilakukan Sering Dilakukan Konsisten Dilakukan
  • 60.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 52 Praktik yang diharapkan belum dilakukan dalam tiga bulan terakhir Praktik yang diharapkan sudah mulai dilakukan setidaknya 1-2 kali dalam tiga bulan terakhir Praktik yang diharapkan sudah sering dilakukan dan sudah memiliki jadwal yang rutin, hanya belum konsisten dilaksanakan Praktik yang diharapkan sudah konsisten dilakukan sesuai jadwal yang dimiliki 1 2 3 4
  • 61.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 53 KATEGORI: PENGEMBANGAN DIRI DAN ORANG LAIN 1 2 3 4 Menunjukkan praktik pengembangan diri berdasarkan kesadaran dan kemauan pribadi 1. CGP bertanya kepada murid hal apa yang sudah baik dari praktik mengajar. 2. CGP bertanya kepada murid hal apa yang belum dimengerti dari praktik mengajar CGP. 3. CGP meminta rekan sesama guru untuk melihat praktik CGP mengajar. 4. CGP meminta rekan sesama guru untuk memberikan masukan setelah melihat praktik CGP mengajar. 5. CGP mencatat kelebihan dan kekurangan CGP dalam praktik mengajar.
  • 62.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 54 6. CGP membuat rencana pengembangan diri untuk perbaikan praktik mengajar berdasarkan catatan CGP. 7. CGP membuat rencana pengembangan diri untuk perbaikan praktik mengajar berdasarkan masukan dari rekan sesama guru, kepala sekolah dan/atau murid. 8. CGP membuat rencana tindak lanjut untuk perbaikan praktik mengajar. 1 2 3 4 Mengembangkan kompetensi warga sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran 9. CGP membantu rekan sesama guru dalam mengidentifikasi persoalan pembelajaran. 10. CGP membantu menganalisis permasalahan pembelajaran rekan sejawat.
  • 63.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 55 11. CGP membantu rekan sesama guru untuk menemukan strategi pengembangan kompetensi diri berdasarkan kebutuhan belajarnya. 12. CGP mengajak rekan sesama guru untuk mengikuti pelatihan atau program pengembangan diri lainnya. 1 2 3 4 Berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi yang relevan dengan kepemimpinan sekolah untuk mengembangkan karier 13. CGP berpartisipasi rutin dalam kegiatan pengembangan diri di organisasi atau komunitas profesi seperti KKG, MGMP, atau gugus baik di dalam maupun luar sekolah 14. CGP aktif mengambil peran dalam organisasi atau komunitas profesi. 15. CGP aktif berbagi praktik baik dengan rekan sesama guru di sekolah.
  • 64.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 56 16. CGP aktif berbagi praktik baik dengan rekan sesama guru dari sekolah lain. 17. CGP aktif mempelajari praktik baik dalam kepemimpinan dan/atau pembelajaran dari sekolah lain untuk diterapkan di lingkungan sekolah CGP. 18. CGP berinisiatif menghasilkan karya dari hasil kegiatan jejaring dan organisasi. 1 2 3 4 Menunjukkan kematangan spiritual, moral, dan emosi untuk berperilaku sesuai dengan kode etik 19. CGP mampu mengelola stress ketika CGP mengalami kesulitan atau kegagalan dalam praktik mengajar yang CGP ingin lakukan. 20. CGP mampu mengelola rasa marah saat murid CGP menunjukkan perilaku yang tidak diharapkan.
  • 65.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 57 21. CGP bekerja sama dengan baik dengan rekan sejawat tanpa melihat agama, suku, status atau bentuk fisiknya. 22. CGP mempertimbangkan norma moral dan etika dalam mengambil keputusan di kelas atau sekolah. 23. CGP mendengarkan setiap pendapat murid CGP dan meresponnya dengan sungguh-sungguh 24. CGP mendorong murid untuk memperbaiki kondisi dan belajar dari kesalahannya ketika dia melakukan pelanggaran. 25. CGP menahan diri dari melakukan hal yang melanggar kode etik seorang pendidik. KATEGORI: KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN 1 2 3 4 Memimpin upaya pengembangan lingkungan belajar yang berpusat pada murid
  • 66.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 58 26. CGP merencanakan lingkungan pembelajaran yang sesuai kebutuhan belajar murid. 27. CGP mempraktikkan pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi murid untuk beraktivitas secara mandiri dan berkelompok. 28. CGP menyediakan waktu bagi murid-murid CGP untuk berdiskusi dan berpendapat selama pembelajaran. 29. CGP memberikan pilihan kepada murid untuk mendemonstrasikan pemahamannya sesuai minat. 30. CGP menyediakan berbagai bentuk bahan ajar untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar murid. 31. CGP memberikan kesempatan kepada murid untuk memberi saran dan kritik terkait praktik pembelajaran. 1 2 3 4 Memimpin perencanaan dan pelaksanaan proses belajar yang berpusat pada murid
  • 67.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 59 32. CGP mengajak rekan sejawat untuk merencanakan pembelajaran yang mendorong murid gemar belajar. 33. CGP mengajak sesama guru melakukan pembelajaran yang mendorong murid gemar belajar. 34. CGP memandu pertemuan dengan rekan sejawat untuk mendiskusikan ragam strategi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid. 1 2 3 4 Memimpin refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang berpusat pada murid 35. CGP mengajak rekan sejawat untuk saling mengobservasi proses mengajar satu sama lain dan memberikan umpan balik. 36. CGP mengajak rekan sejawat melakukan refleksi terkait perbaikan kualitas praktik pembelajaran. 37. CGP memandu rekan sesama guru untuk bersama menganalisis data hasil pembelajaran.
  • 68.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 60 38. CGP dan rekan sesama guru merencanakan tindak lanjut berdasarkan hasil analisis untuk meningkatkan pembelajaran. 1 2 3 4 Melibatkan orang tua/wali murid sebagai pendamping dan sumber belajar di sekolah 39. CGP mengidentifikasi profil orang tua/wali murid dan mencatatnya. 40. CGP berkomunikasi dengan orang tua/wali murid untuk membicarakan peran mereka dalam mendampingi murid belajar. 41. CGP berdiskusi dengan orang tua/wali murid untuk mencari langkah efektif dalam mendampingi murid belajar. 42. CGP menyediakan kesempatan kepada orang tua/wali murid untuk memberikan saran terkait pendampingan murid dalam belajar. 43. CGP menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid untuk hadir di sekolah sebagai guru tamu.
  • 69.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 61 KATEGORI: KEPEMIMPINAN MANAJEMEN SEKOLAH 1 2 3 4 Mengembangkan dan mewujudkan visi sekolah yang berorientasi pada murid 44. CGP mengajak warga sekolah untuk mengkaji ulang visi sekolah agar lebih berpihak pada murid. 45. CGP mengajak warga sekolah untuk mensosialisasikan visi sekolah yang berpihak pada murid melalui berbagai media. 46. CGP mengajak warga sekolah untuk merefleksikan kesesuaian program sekolah dengan visi pendidikan yang berpusat pada murid. 47. CGP mengajak warga sekolah untuk mencoba pendekatan baru dalam mewujudkan visi dan program sekolah.
  • 70.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 62 48. CGP memberi kesempatan warga sekolah untuk memberikan masukan terhadap program sekolah agar sesuai dengan visi yang berpihak pada murid. 1 2 3 4 Memimpin dan mengelola program sekolah yang berdampak pada murid 49. CGP menyusun dan merencanakan program pembelajaran (intra-, ko-, ekstra-kurikuler) di kelas atau sekolah sesuai dengan visi sekolah dan kebutuhan murid. 50. CGP berkolaborasi dengan warga sekolah untuk merancang dan menjalankan program pembelajaran (intra-, ko-, ekstra- kurikuler) di kelas atau sekolah. 51. CGP mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk menjalankan program pembelajaran yang berdampak kepada murid. 52. CGP melakukan pemantauan (monitor) pelaksanaan program agar dapat mencapai tujuan program yang berdampak pada murid.
  • 71.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 63 53. CGP melakukan refleksi dan mengumpulkan umpan balik terkait ketercapaian program terhadap dampaknya pada kualitas belajar murid. 54. CGP melakukan rencana tindak lanjut setelah mengevaluasi ketercapaian program supaya lebih berdampak bagi murid. KATEGORI: KEPEMIMPINAN PENGEMBANGAN SEKOLAH 1 2 3 4 Memimpin program pengembangan sekolah untuk mengoptimalkan proses belajar murid dan mendukung kebutuhan masyarakat sekitar sekolah yang relevan 55. CGP melakukan pemetaan kebutuhan belajar warga sekolah terkait pembelajaran 56. CGP memotivasi rekan guru dan tenaga kependidikan di sekolah untuk menumbuhkan budaya belajar yang berpihak pada murid.
  • 72.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 64 57. CGP menyusun prioritas dan merancang program yang sesuai visi sekolah, realistis dan mengacu peta kebutuhan warga sekolah. 1 2 3 4 Melibatkan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah 58. CGP mengkomunikasikan pentingnya pengembangan sekolah untuk peningkatan kualitas belajar murid kepada orang tua/wali murid dan masyarakat dengan berbagai cara atau media. 59. CGP menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid dan masyarakat untuk mengambil peran dalam pengembangan sekolah. 60. CGP mengkomunikasikan dampak hasil pengembangan sekolah pada peningkatan kualitas belajar murid kepada orang tua/wali murid dan masyarakat. Umpan balik secara umum terkait penguasaan kompetensi guru penggerak:
  • 73.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 65 ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ Tambahkan informasi berikut untuk membantu CGP menentukan langkah tindak lanjutnya: Perilaku yang perlu CGP terus lanjutkan Perilaku yang perlu CGP hentikan Perilaku yang perlu CGP mulai lakukan
  • 74.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 66 C. Lembar Umpan Balik dari Rekan Sejawat LEMBAR UMPAN BALIK DARI REKAN SEJAWAT UNTUK KOMPETENSI GURU PENGGERAK NAMA CGP : NAMA REKAN GURU : ASAL SEKOLAH : TANGGAL : Instruksi : Berikut ini adalah daftar kompetensi Guru Penggerak. Mohon berikan penilaian terhadap Calon Guru Penggerak secara objektif. Tidak ada jawaban benar dan salah dalam pengecekan mandiri ini. Pengecekan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kemajuan pencapaian CGP dalam mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak dan tidak ditujukan untuk penilaian kinerja ataupun penentuan kelulusan CGP. Mohon jawab sesuai kondisi yang sebenarnya dengan cara memberikan tanda silang (X) pada kolom angka yang paling menggambarkan diri Anda. Penilaian mandiri menggunakan skala 1-4. Belum Dilakukan Mulai Dilakukan Sering Dilakukan Konsisten Dilakukan
  • 75.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 67 Praktik yang diharapkan belum dilakukan dalam tiga bulan terakhir Praktik yang diharapkan sudah mulai dilakukan setidaknya 1-2 kali dalam tiga bulan terakhir Praktik yang diharapkan sudah sering dilakukan dan sudah memiliki jadwal yang rutin, hanya belum konsisten dilaksanakan Praktik yang diharapkan sudah konsisten dilakukan sesuai jadwal yang dimiliki 1 2 3 4
  • 76.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 68 KATEGORI: PENGEMBANGAN DIRI DAN ORANG LAIN 1 2 3 4 Menunjukkan praktik pengembangan diri berdasarkan kesadaran dan kemauan pribadi 1. CGP bertanya kepada murid hal apa yang sudah baik dari praktik mengajar. 2. CGP bertanya kepada murid hal apa yang belum dimengerti dari praktik mengajar CGP. 3. CGP meminta rekan sesama guru untuk melihat praktik CGP mengajar. 4. CGP meminta rekan sesama guru untuk memberikan masukan setelah melihat praktik CGP mengajar. 5. CGP mencatat kelebihan dan kekurangan CGP dalam praktik mengajar.
  • 77.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 69 6. CGP membuat rencana pengembangan diri untuk perbaikan praktik mengajar berdasarkan catatan CGP. 7. CGP membuat rencana pengembangan diri untuk perbaikan praktik mengajar berdasarkan masukan dari rekan sesama guru, kepala sekolah dan/atau murid. 8. CGP membuat rencana tindak lanjut untuk perbaikan praktik mengajar. 1 2 3 4 Mengembangkan kompetensi warga sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran 9. CGP membantu rekan sesama guru dalam mengidentifikasi persoalan pembelajaran. 10. CGP membantu menganalisis permasalahan pembelajaran rekan sejawat.
  • 78.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 70 11. CGP membantu rekan sesama guru untuk menemukan strategi pengembangan kompetensi diri berdasarkan kebutuhan belajarnya. 12. CGP mengajak rekan sesama guru untuk mengikuti pelatihan atau program pengembangan diri lainnya. 1 2 3 4 Berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi yang relevan dengan kepemimpinan sekolah untuk mengembangkan karier 13. CGP berpartisipasi rutin dalam kegiatan pengembangan diri di organisasi atau komunitas profesi seperti KKG, MGMP, atau gugus baik di dalam maupun luar sekolah 14. CGP aktif mengambil peran dalam organisasi atau komunitas profesi. 15. CGP aktif berbagi praktik baik dengan rekan sesama guru di sekolah.
  • 79.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 71 16. CGP aktif berbagi praktik baik dengan rekan sesama guru dari sekolah lain. 17. CGP aktif mempelajari praktik baik dalam kepemimpinan dan/atau pembelajaran dari sekolah lain untuk diterapkan di lingkungan sekolah CGP. 18. CGP berinisiatif menghasilkan karya dari hasil kegiatan jejaring dan organisasi. 1 2 3 4 Menunjukkan kematangan spiritual, moral, dan emosi untuk berperilaku sesuai dengan kode etik 19. CGP mampu mengelola stress ketika CGP mengalami kesulitan atau kegagalan dalam praktik mengajar yang CGP ingin lakukan. 20. CGP mampu mengelola rasa marah saat murid CGP menunjukkan perilaku yang tidak diharapkan.
  • 80.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 72 21. CGP bekerja sama dengan baik dengan rekan sejawat tanpa melihat agama, suku, status atau bentuk fisiknya. 22. CGP mempertimbangkan norma moral dan etika dalam mengambil keputusan di kelas atau sekolah. 23. CGP mendengarkan setiap pendapat murid CGP dan meresponnya dengan sungguh-sungguh 24. CGP mendorong murid untuk memperbaiki kondisi dan belajar dari kesalahannya ketika dia melakukan pelanggaran. 25. CGP menahan diri dari melakukan hal yang melanggar kode etik seorang pendidik. KATEGORI: KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN 1 2 3 4 Memimpin upaya pengembangan lingkungan belajar yang berpusat pada murid
  • 81.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 73 26. CGP merencanakan lingkungan pembelajaran yang sesuai kebutuhan belajar murid. 27. CGP mempraktikkan pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi murid untuk beraktivitas secara mandiri dan berkelompok. 28. CGP menyediakan waktu bagi murid-murid CGP untuk berdiskusi dan berpendapat selama pembelajaran. 29. CGP memberikan pilihan kepada murid untuk mendemonstrasikan pemahamannya sesuai minat. 30. CGP menyediakan berbagai bentuk bahan ajar untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar murid. 31. CGP memberikan kesempatan kepada murid untuk memberi saran dan kritik terkait praktik pembelajaran. 1 2 3 4 Memimpin perencanaan dan pelaksanaan proses belajar yang berpusat pada murid
  • 82.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 74 32. CGP mengajak rekan sejawat untuk merencanakan pembelajaran yang mendorong murid gemar belajar. 33. CGP mengajak sesama guru melakukan pembelajaran yang mendorong murid gemar belajar. 34. CGP memandu pertemuan dengan rekan sejawat untuk mendiskusikan ragam strategi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid. 1 2 3 4 Memimpin refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang berpusat pada murid 35. CGP mengajak rekan sejawat untuk saling mengobservasi proses mengajar satu sama lain dan memberikan umpan balik. 36. CGP mengajak rekan sejawat melakukan refleksi terkait perbaikan kualitas praktik pembelajaran. 37. CGP memandu rekan sesama guru untuk bersama menganalisis data hasil pembelajaran.
  • 83.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 75 38. CGP dan rekan sesama guru merencanakan tindak lanjut berdasarkan hasil analisis untuk meningkatkan pembelajaran. 1 2 3 4 Melibatkan orang tua/wali murid sebagai pendamping dan sumber belajar di sekolah 39. CGP mengidentifikasi profil orang tua/wali murid dan mencatatnya. 40. CGP berkomunikasi dengan orang tua/wali murid untuk membicarakan peran mereka dalam mendampingi murid belajar. 41. CGP berdiskusi dengan orang tua/wali murid untuk mencari langkah efektif dalam mendampingi murid belajar. 42. CGP menyediakan kesempatan kepada orang tua/wali murid untuk memberikan saran terkait pendampingan murid dalam belajar. 43. CGP menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid untuk hadir di sekolah sebagai guru tamu.
  • 84.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 76 KATEGORI: KEPEMIMPINAN MANAJEMEN SEKOLAH 1 2 3 4 Mengembangkan dan mewujudkan visi sekolah yang berorientasi pada murid 44. CGP mengajak warga sekolah untuk mengkaji ulang visi sekolah agar lebih berpihak pada murid. 45. CGP mengajak warga sekolah untuk mensosialisasikan visi sekolah yang berpihak pada murid melalui berbagai media. 46. CGP mengajak warga sekolah untuk merefleksikan kesesuaian program sekolah dengan visi pendidikan yang berpusat pada murid. 47. CGP mengajak warga sekolah untuk mencoba pendekatan baru dalam mewujudkan visi dan program sekolah.
  • 85.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 77 48. CGP memberi kesempatan warga sekolah untuk memberikan masukan terhadap program sekolah agar sesuai dengan visi yang berpihak pada murid. 1 2 3 4 Memimpin dan mengelola program sekolah yang berdampak pada murid 49. CGP menyusun dan merencanakan program pembelajaran (intra-, ko-, ekstra-kurikuler) di kelas atau sekolah sesuai dengan visi sekolah dan kebutuhan murid. 50. CGP berkolaborasi dengan warga sekolah untuk merancang dan menjalankan program pembelajaran (intra-, ko-, ekstra- kurikuler) di kelas atau sekolah. 51. CGP mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk menjalankan program pembelajaran yang berdampak kepada murid. 52. CGP melakukan pemantauan (monitor) pelaksanaan program agar dapat mencapai tujuan program yang berdampak pada murid.
  • 86.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 78 53. CGP melakukan refleksi dan mengumpulkan umpan balik terkait ketercapaian program terhadap dampaknya pada kualitas belajar murid. 54. CGP melakukan rencana tindak lanjut setelah mengevaluasi ketercapaian program supaya lebih berdampak bagi murid. KATEGORI: KEPEMIMPINAN PENGEMBANGAN SEKOLAH 1 2 3 4 Memimpin program pengembangan sekolah untuk mengoptimalkan proses belajar murid dan mendukung kebutuhan masyarakat sekitar sekolah yang relevan 55. CGP melakukan pemetaan kebutuhan belajar warga sekolah terkait pembelajaran 56. CGP memotivasi rekan guru dan tenaga kependidikan di sekolah untuk menumbuhkan budaya belajar yang berpihak pada murid.
  • 87.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 79 57. CGP menyusun prioritas dan merancang program yang sesuai visi sekolah, realistis dan mengacu peta kebutuhan warga sekolah. 1 2 3 4 Melibatkan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah 58. CGP mengkomunikasikan pentingnya pengembangan sekolah untuk peningkatan kualitas belajar murid kepada orang tua/wali murid dan masyarakat dengan berbagai cara atau media. 59. CGP menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid dan masyarakat untuk mengambil peran dalam pengembangan sekolah. 60. CGP mengkomunikasikan dampak hasil pengembangan sekolah pada peningkatan kualitas belajar murid kepada orang tua/wali murid dan masyarakat. Umpan balik secara umum terkait penguasaan kompetensi guru penggerak:
  • 88.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 80 ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ Tambahkan informasi berikut untuk membantu CGP menentukan langkah tindak lanjutnya: Perilaku yang perlu CGP terus lanjutkan Perilaku yang perlu CGP hentikan Perilaku yang perlu CGP mulai lakukan
  • 89.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 81 D. Lembar Umpan Balik dari Murid PAUD, SD kelas 1 dan 2 LEMBAR PERTANYAAN UNTUK MURID KOMPETENSI GURU PENGGERAK NAMA : ASAL SEKOLAH : TANGGAL : Instruksi : Berikut ini adalah daftar pernyataan mengenai Bapak/Ibu guru yang mengajar kamu di kelas. Pertanyaan ini bukan ujian dan tidak akan dinilai. Jawablah dengan jujur karena ini akan sangat membantu Bapak/ Ibu guru memperbaiki proses mengajar. Kamu hanya perlu menjawab sesuai ekspresi yang ada di lembar ini. Ekspresi wajah ini menggambarkan apakah Bapak/Ibu guru belum pernah, jarang, sering, atau selalu melakukan hal-hal berikut. Catatan: jika murid belum dapat memahami bacaan, maka lembar ini dapat dibacakan oleh orang dewasa lainnya (guru lain atau orangtua). Kode Kalimat Pernyataan Belum pernah Jaran g Seri ng Selalu
  • 90.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 82 1.1.1 Ibu/Bapak guru bertanya apakah kami senang atau tidak dengan pelajarannya. 1.1.2 Ibu/Bapak guru selalu memberikan pembelajaran berbeda yang membuat kami senang 1.1.3 Kami boleh bertanya tentang apa saja kepada Ibu/Bapak guru. 1.1.4 Ibu/ Bapak guru memperbolehkan kami belajar sesuai keinginan 1.2.1 Ibu/ Bapak guru mengingatkan apa yang perlu kami siapkan sebelum mulai belajar. 1.2.2 Ibu/ Bapak guru selalu membantu jika kami tidak bisa mengerjakan tugas yang diberikan. 1.2.3 Ibu/Bapak guru membolehkan kami membantu teman yang belum selesai mengerjakan tugas jika teman meminta. 1.2.4 Ibu/ Bapak memberi semangat pada kami saat melakukan sesuatu. 1.2.5 Ibu/ Bapak guru meminta kami bergantian memimpin doa atau barisan. 1.3.1 Ibu/ Bapak guru bercerita akan mengikuti pelatihan/rapat. 1.4.1 Bapak/Ibu guru selalu mengajak kami untuk berdoa sebelum memulai belajar.
  • 91.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 83 1.4.2 Bapak/Ibu guru selalu menyambut kedatangan kami di sekolah dengan sapaan dan senyuman. 1.4.3 Bapak/Ibu guru mengajarkan kami untuk saling menolong. 1.4.4 Bapak/Ibu guru bersikap baik kepada saya dan teman- teman, tanpa membeda-bedakan. 1.4.5 Bapak/Ibu guru datang ke kelas tepat waktu. 1.4.6 Ketika kami melakukan kesalahan, Bapak/Ibu guru mengingatkan kami tentang kesepakatan kelas. 2.1.1 Bapak/Ibu guru mengingatkan kami untuk menjaga kebersihan sekolah. 2.1.2 Bapak/Ibu guru menyediakan buku bacaan untuk kami baca di sekolah maupun di rumah. 2.1.3 Saya tidak takut untuk bercerita tentang apapun yang ingin kami ceritakan kepada Bapak/ Ibu guru. 2.2.1 Bapak/Ibu guru menceritakan apa yang akan dipelajari sebelum mulai mengajar. 2.2.2 Tugas yang diberikan Bapak/ibu guru boleh dikerjakan dengan cara yang saya senangi (misal: menggambar, membuat video aktivitas yang dibantu orangtua, dll)
  • 92.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 84 2.3.1 Bapak/ibu guru menanyakan apa yang sudah kami pelajari hari ini. 2.3.2 Bapak/ibu guru menanyakan perasaan kami setelah belajar hari ini. 2.3.3 Bapak/ibu guru menanyakan cara belajar yang kami sukai. 2.4.1 Bapak/ibu guru berbicara dengan orangtua saya tentang kegiatan saya di sekolah. 2.4.2 Bapak/Ibu guru menunjukkan hasil belajar saya di kelas kepada orang tua/keluarga saya. 2.4.3 Orang tua saya/teman-teman datang ke sekolah untuk mengajar pada hari tertentu. 3.1.1 Bapak/Ibu guru bertanya kepada kami suasana kelas yang kami inginkan agar nyaman saat belajar. 3.2.1 Bapak/Ibu guru menanyakan pendapat kami sebelum membuat kegiatan-kegiatan belajar di sekolah 3.2.2 Saya ikut terlibat di dalam kegiatan-kegiatan di sekolah seperti menari, berkebun, berkunjung ke museum/tempat lain. 3.2.3 Saya merasa kegiatan-kegiatan di sekolah yang dilakukan oleh guru membuat saya semakin pintar.
  • 93.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 85 E. Lembar Umpan Balik dari Murid SD kelas 3-6 LEMBAR PERTANYAAN UNTUK MURID KOMPETENSI GURU PENGGERAK NAMA : ASAL SEKOLAH : TANGGAL : Instruksi : Berikut ini adalah daftar pernyataan mengenai Bapak/Ibu guru yang mengajar kamu di kelas. Pertanyaan ini bukan ujian dan tidak akan dinilai. Jawablah dengan jujur karena ini akan sangat membantu Bapak/ Ibu guru memperbaiki proses mengajar. Kamu hanya perlu menjawab sesuai ekspresi yang ada di lembar ini. Ekspresi wajah ini menggambarkan apakah Bapak/Ibu guru belum pernah, jarang, sering, atau selalu melakukan hal-hal berikut. Kode Kalimat Pernyataan Belum pernah Jaran g Seri ng Selalu 1.1.1 Ibu/ Bapak guru mengajar dengan berbagai cara yang menyenangkan
  • 94.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 86 1.1.2 Ibu/ Bapak guru mengajar dengan menggunakan media dan peralatan belajar yang bermacam-macam 1.1.3 Ibu/ Bapak guru bertanya apakah murid paham pelajaran yang disampaikan 1.1.4 Ibu/ Bapak guru mengubah cara mengajar pada saat mengulang materi yang sulit dipahami 1.1.5 Ibu/ bapak guru meminta waktu untuk mencari jawaban pertanyaan yang belum bisa dijawab saat itu 1.2.1 Ibu/ Bapak guru pernah mengajar kelas bersama guru kelas lain. 1.2.2 Ibu/Bapak guru membantu atau menjawab pertanyaan teman-teman dari kelas berbeda. 1.2.3 Ibu/Bapak guru mengajari kami cara membantu teman lain untuk belajar. 1.2.4 Ibu/Bapak guru mengajak kami belajar bersama teman- teman dari kelas/sekolah lain 1.2.5 Orangtua atau keluarga saya membantu saya belajar di rumah dengan lebih baik setelah bertemu dengan Bapak/Ibu guru. 1.3.1 Saya tahu bapak/ibu guru mengikuti kegiatan bersama guru-guru dari sekolah lain.
  • 95.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 87 1.3.2 Guru tidak mengajar kelas karena ikut pelatihan 1.3.3 Cara mengajar Ibu/Bapak guru berbeda setelah mengikuti pelatihan 1.3.4 Ibu/bapak guru mendatangkan orang luar untuk mengajar kami 1.4.1 Bapak/Ibu guru mengingatkan tentang ajaran agama dan kepercayaan kami saat memberikan nasihat. 1.4.2 Bapak/ibu guru berbicara dengan sikap dan suara tenang pada kami. 1.4.3 Bapak/ibu guru mendorong kami untuk saling membantu. 1.4.4 Saat kami bertengkar, Bapak/Ibu guru mendengar pendapat dan keluhan dari semua yang sedang berselisih sebelum membantu kami. 1.4.5 Bapak/Ibu guru datang ke kelas tepat waktu. 1.4.6 Saat saya atau teman-teman melakukan kesalahan, Bapak/Ibu guru akan mengingatkan kami tentang kesepakatan kelas dan meminta kami bertanggung jawab. 2.1.1 Bapak/Ibu guru mengajak saya dan teman-teman untuk menjaga kebersihan dan keamanan di kelas dan sekolah.
  • 96.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 88 2.1.2 Bapak/Ibu guru menyediakan buku bacaan yang dengan mudah dapat kami baca baik di kelas maupun dipinjam. 2.1.3 Saya nyaman dan berani menyampaikan saran dan bercerita berbagai hal kepada Bapak/Ibu guru. 2.1.4 Bapak/Ibu guru mengajak saya dan teman-teman membuat kesepakatan atau aturan bersama di kelas. 2.1.5 Bapak/Ibu guru menerima saran dan masukan kami tentang cara belajar yang kami inginkan. 2.2.1 Bapak/Ibu guru menceritakan apa yang akan dipelajari sebelum mulai mengajar. 2.2.2 Bapak/Ibu guru memperbolehkan saya dan teman-teman memilih cara belajar yang akan kami kerjakan di kelas. 2.3.1 Bapak/ibu guru menanyakan apa yang sudah kami pelajari hari ini. 2.3.2 Bapak/ibu guru menanyakan perasaan kami setelah belajar hari ini. 2.3.3 Bapak/Ibu guru mendengarkan/mengikuti pendapat saya dan teman-teman tentang aktivitas belajar. 2.4.1 Bapak/ibu guru mengajak para orang tua bertemu untuk membicarakan kelas kami.
  • 97.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 89 2.4.2 Bapak/Ibu guru meminta saya menunjukkan hasil pekerjaan di kelas kepada orangtua di rumah. 2.4.3 Orang tua saya/teman-teman datang ke sekolah untuk mengajar pada hari tertentu. 3.1.1 Bapak/Ibu guru mengajak kami untuk menyepakati suasana kelas yang kami inginkan agar nyaman saat belajar. 3.1.2 Bapak/Ibu guru mendampingi kami untuk mewujudkan suasana yang kami inginkan agar nyaman saat belajar. 3.2.1 Bapak/Ibu guru menanyakan pendapat kami sebelum membuat kegiatan-kegiatan belajar di sekolah 3.2.2 Saya diperbolehkan memilih peran yang ingin saya lakukan dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. 3.2.3 Saya merasa kegiatan-kegiatan di sekolah yang dilakukan oleh guru membuat saya semakin pintar. F. Lembar Umpan Balik dari Murid SMP dan SMA LEMBAR UMPAN BALIK MURID KOMPETENSI GURU PENGGERAK NAMA : ASAL SEKOLAH : TANGGAL :
  • 98.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 90 Instruksi : Berikut ini adalah daftar pernyataan mengenai Bapak/Ibu guru yang mengajar kamu di kelas. Kamu hanya perlu menjawab dengan cara menyilang atau mencentang kotak pada satu dari empat pilihan yang bisa kamu pilih 1. Tidak pernah 2. Sesekali/jarang 3. Sering 4. Selalu Kuesioner ini tidak ada jawaban benar salah. Artinya jawaban kamu di kuesioner ini tidak akan dimasukkan ke hasil nilaimu di laporan belajar. Isilah kuesioner ini sesuai dengan yang yang kamu alami sehari-hari. Jawablah dengan jujur karena ini akan sangat membantu Bapak/ Ibu guru memperbaiki proses mengajar. Selamat mengisi! Kode Kalimat Pernyataan Tidak perna h Seseka li/ Jarang Seri ng Selalu 1.1.1 Guru mencatat semua masukan murid terhadap cara mengajarnya. 1.1.2 Guru bertanya kepada murid-murid apakah cara mengajarnya menyenangkan dan mudah dimengerti
  • 99.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 91 1.1.3 Guru mengajak guru lain untuk melihat cara mengajarnya. 1.1.4 Guru terlihat mengamati murid-murid dan membuat catatan selama mengajar di kelas 1.1.5 Guru menceritakan pengalamannya mengikuti acara-acara pengembangan diri (seminar, pelatihan, kursus, dll) ke murid-murid. 1.2.1 Guru pernah mengajar kelas bersama guru kelas lain. 1.2.2 Guru membantu atau menjawab pertanyaan teman-teman dari kelas berbeda. 1.2.3 Guru mengajari kami cara membantu teman lain untuk belajar. 1.2.4 Guru mengajak kami belajar bersama teman-teman dari kelas/sekolah lain 1.2.5 Guru memberikan kami cara efektif belajar di rumah 1.2.6 Guru meminta kami bergantian menjadi ketua kelompok. 1.3.1 Guru menceritakan pengalamannya mengikuti organisasi atau komunitas profesi guru 1.3.2 Guru terlibat aktif sebagai panitia di acara-acara sekolah 1.3.3 Guru menceritakan pengalamannya bertemu guru-guru dari sekolah lain 1.3.4 Guru menceritakan apa yang ia pelajari dari organisasi atau komunitas profesi guru yang beliau ikuti
  • 100.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 92 1.4.1 Guru menghargai perbedaan agama, suku, status selama mengajar 1.4.2 Guru mampu mengelola kelas dengan tenang dan sabar 1.4.3 Guru mengajarkan dan mencontohkan hal-hal baik seperti sopan santun, kejujuran, tanggung jawab, dll selama mengajar di kelas 1.4.4 Guru memberikan kesempatan yang merata kepada setiap murid di kelas untuk berpendapat dan menjawab pertanyaan. 1.4.5 Bapak/Ibu guru datang ke kelas tepat waktu. 1.4.6 Saat saya atau teman-teman melakukan kesalahan, guru akan mengajak kami berdialog tentang kesepakatan/keyakinan kelas dan meminta solusi dari kami untuk memperbaiki keadaan. 2.1.1 Bapak/Ibu guru mengajak saya dan teman-teman untuk menjaga kebersihan dan keamanan di kelas dan sekolah. 2.1.2 Bapak/Ibu guru menyediakan buku bacaan yang dengan mudah dapat kami baca baik di kelas maupun dipinjam. 2.1.3 Saya merasa guru mendengarkan masukan kami terhadap keputusan yang beliau ambil, termasuk cara beliau mengajar. 2.1.4 Guru mengajak saya dan teman-teman membuat kesepakatan/komitmen/keyakinan bersama di kelas.
  • 101.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 93 2.2.1 Guru mengajar dengan cara yang bervariasi. 2.2.2 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran sebelum menjelaskan materi 2.2.3 Guru mengajak murid menentukan cara belajar/mengajar (cara mengerjakan tugas, media yang dipakai, dll) yang akan diterapkan di kelas. 2.3.1 Guru menanyakan perasaan kami setelah mengikuti pembelajaran hari ini. 2.3.2 Guru mendengarkan/mengikuti pendapat saya dan teman- teman tentang aktivitas belajar. 2.4.1 Guru mendiskusikan perkembangan belajar saya dengan orang tua. 2.4.2 Guru menyediakan kesempatan bagi murid untuk membagikan hasil belajarnya kepada orang tua/keluarga. 2.4.3 Guru memberi kesempatan kepada orang tua/wali murid untuk mengajar/menjadi guru tamu pada hari tertentu. 3.1.1 Guru mengajak kami untuk menyepakati suasana kelas/sekolah yang kami inginkan agar nyaman saat belajar. 3.1.2 Guru mendampingi kami untuk mewujudkan suasana yang kami inginkan agar nyaman saat belajar. 3.2.1 Guru mengajak murid untuk menggali ide untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan sekolah.
  • 102.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 94 3.2.2 Guru memberi kesempatan kepada murid untuk memimpin pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut. 3.2.3 Kegiatan sekolah yang disusun oleh guru mengajarkan saya nilai-nilai hidup seperti bekerjasama, kepemimpinan, dll. 2) Lampiran 2: Lembar Refleksi Hasil Umpan Balik Kompetensi Guru Penggerak Lembar Refleksi Hasil Umpan Balik Kompetensi Guru Penggerak Bapak/Ibu telah mendapatkan umpan balik dari kepala sekolah, rekan sejawat dan para murid. Bagaimana perasaan Bapak/Ibu setelah menerimanya? Apakah hasilnya sama atau berbeda dengan asesmen Bapak/Ibu sendiri? Sangat wajar jika penilaian orang lain berbeda dengan yang kita miliki, dan wajar pula jika Bapak/Ibu merasa terkejut dengan hasilnya. Kini, mari kita duduk sejenak dengan tenang dan berkesadaran penuh untuk merefleksikan umpan balik yang diberikan. Apa saja poin umpan balik yang konsisten diberikan oleh kepala sekolah, rekan sejawat dan murid Anda? (Jika hampir semua orang menyampaikan poin yang sama, maka hal tersebut perlu menjadi perhatian Bapak/Ibu).
  • 103.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 95 Pada kompetensi mana saja, Anda sudah menunjukkan tingkat yang diharapkan (poin tinggi)? Pada kompetensi mana saja, Anda perlu menunjukkan peningkatan (poin rendah)? Sebagai tindak lanjut, perilaku apa saja yang akan Bapak/Ibu terus lakukan?
  • 104.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 96 Perilaku apa saja yang akan Bapak/Ibu berhenti lakukan? Perilaku apa saja yang akan Bapak/Ibu mulai lakukan? Apa dukungan yang Bapak/Ibu butuhkan untuk mewujudkan rencana tindak lanjut tersebut?
  • 105.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 97 Tempat, Tanggal 3) Lampiran 3: Rubrik Penilaian Kebermaknaan Refleksi Tautan: https://docs.google.com/document/d/1iOxbuute3kEbeCmZNy0OEPtmBEiuFwZqsGI6YKNwhks/edit Rubrik Kebermaknaan Refleksi Nama CGP : Nama Fasilitator/Pengajar Praktik : Sekolah CGP :
  • 106.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 98 Pengantar: Dalam pendidikan guru, proses refleksi dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian karena dapat mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999). Bagi Calon Guru Penggerak (CGP), melakukan refleksi secara rutin diharapkan memberikan ruang untuk merenungi apakah praktik yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga pada masa yang akan datang dapat terus melakukan perbaikan. Sebagai pendamping dan teman belajar CGP, peran Fasilitator dan Pengajar Praktik sangat penting untuk memastikan proses dan kualitas refleksi CGP mencerminkan kebermaknaan pembelajaran dan mampu mendorong upaya perbaikan yang terus menerus. Oleh karena itulah, selain memandu dan memberikan umpan balik refleksi, Fasilitator dan Pengajar Praktik juga diminta untuk memberikan penilaian berdasarkan rubrik yang disediakan. Rubrik ini mengukur 3 (tiga) aspek yang terdiri dari: (a) Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar; (b) Analisis untuk implementasi dalam konteks CGP; (c) Membuat keterhubungan. Sistem penilaian menggunakan rentang skor antara 1-4 dengan penjelasan sebagai berikut: 1 = Kurang; 2 = Cukup; 3 = Baik; 4 = Sangat baik Penilaian Pengajar Praktik terhadap refleksi CGP dilakukan dalam 2 tahap yaitu: (a) Penilaian refleksi dari LK Orientasi-Lokakarya 4 dan Pendampingan Individu 1-3. Hasilnya dicatat di LMS pada Pendampingan Individu 3 (b) Penilaian refleksi dari LK 5-LK 7 dan Pendampingan Individu 5-6. Hasilnya dicatat di LMS pada pendampingan Individu 6 Oleh karena itu, Pengajar Praktik perlu merenungkan keseluruhan interaksi bersama CGP dan membuka kembali berbagai catatan terkait hasil refleksi CGP sebelum memberikan penilaian. Fasilitator diharapkan membaca dengan baik setiap indikator dari setiap aspek sebelum memberikan penilaian di dalam sistem yang disediakan di dalam LMS. Aspek Indikator Sangat Baik Baik Cukup Kurang
  • 107.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. | 99 4 3 2 1 Pemikiran reflektif terkait pengalaman belajar Dalam refleksinya, CGP menyampaikan poin- poin berikut: 1) pengalaman/materi pembelajaran yang baru saja diperoleh 2) emosi-emosi yang dirasakan terkait pengalaman belajar 3) apa yang sudah baik berkaitan dengan keterlibatan dirinya dalam proses belajar 4) apa yang perlu diperbaiki terkait dengan keterlibatan dirinya dalam proses belajar 5) keterkaitan terhadap kompetensi dan kematangan diri pribadi CGP mencantumkan 4-5 indikator dalam refleksinya CGP mencantumkan 3 indikator dalam refleksinya CGP hanya mencantumkan 2 indikator saja dalam refleksinya CGP hanya mencantumkan 1 indikator saja dalam refleksinya Analisis untuk implementasi dalam konteks CGP Dalam refleksinya, CGP menyampaikan analisis terkait topik dengan indikator sebagai berikut: 1. memunculkan pertanyaan kritis yang berhubungan dengan konsep materi dan menggalinya lebih jauh 2. mengolah materi yang dipelajari dengan pemikiran pribadi sehingga tergali wawasan (insight) baru 3. menganalisis tantangan yang sesuai dengan konteks asal CGP (baik tingkat sekolah maupun daerah) 4. memunculkan alternatif solusi terhadap tantangan yang diidentifikasi Refleksi CGP menunjukkan hasil analisisnya terhadap 3-4 indikator Refleksi CGP menunjukkan hasil analisisnya terhadap dua indikator Refleksi CGP menunjukkan hasil analisisnya terhadap salah satu indikator Refleksi CGP tidak menunjukkan hasil analisisnya terhadap satu indikator pun.
  • 108.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 100 Membuat keterhubungan Refleksi yang CGP buat memunculkan koneksi dari pembelajarannya dengan poin-poin berikut: 1. pengalaman masa lalu 2. penerapan di masa mendatang 3. konsep atau praktik baik yang dilakukan dari modul lain yang telah dipelajari 4. informasi yang didapat dari orang atau sumber lain di luar bahan ajar PGP. CGP mengaitkan refleksinya dengan 3-4 indikator. CGP mengaitkan refleksinya dengan dua indikator. CGP mengaitkan refleksinya dengan salah satu indikator. CGP tidak mengaitkan refleksinya dengan satu indikator pun. NILAI TOTAL Umpan Balik dari Pengajar Praktik ______________________________________________________________________________________________________________ ______ ______________________________________________________________________________________________________________ ______ 4) Lampiran 4: Lembar Catatan Percakapan Pra-Observasi Kelas Hari/ Tanggal : Sekolah : Nama Guru : Kelas :
  • 109.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |101 Mata Pelajaran : Waktu Percakapan : Tujuan Pembelajaran: Area Pengembangan yang hendak dicapai: Strategi yang dipersiapkan:
  • 110.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 102 Catatan khusus Supervisor: ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………… Disepakati bersama (……………………………) (……………………………) Supervisor Guru Supervisi Akademik dengan Pola Pikir Coaching 5) Lampiran 5: Instrumen Observasi Praktik Mengajar Calon Guru Penggerak Tautan: https://docs.google.com/document/d/1-rBIs3sNstADdtG0Qzo7u6cvP1my7dbWsbsGAy6xROU/edit?usp=sharing
  • 111.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |103 Form Observasi Pembelajaran yang Berpusat pada Murid Pengantar: Keterampilan merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid merupakan salah satu kompetensi kunci yang diharapkan muncul pada peserta Pendidikan Guru Penggerak. Keberpusatan pada murid tersebut dapat dilihat dari (1) penumbuhan suasana kelas yang menerapkan disiplin positif; (2) pemenuhan kebutuhan belajar murid dalam proses pembelajaran; serta (3) penerapan strategi untuk mengembangkan kompetensi sosial dan emosional pada murid. Keseluruhan aspek tersebut akan diamati pada saat observasi praktik mengajar di kelas CGP. Observasi pembelajaran dilakukan pada Pendampingan Individu ke-4. Pengajar Praktik akan mengunjungi sekolah tiap CGP dan menjalankan serangkaian agenda supervisi klinis dengan pendekatan coaching. Selama observasi, Pengajar Praktik berfokus pada 3 kategori, di mana setiap kategori terdiri dari beberapa aspek, yaitu 1. Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman (a) Kenyamanan lingkungan belajar untuk memenuhi kebutuhan belajar murid (b) Penggunaan komunikasi positif (c) Penerapan disiplin (d) Pemberian motivasi 2. Memandu proses belajar mengajar yang efektif (a) Pembukaan proses belajar (b) Muatan sosial-emosional dalam aktivitas pembelajaran (c) Pendekatan dalam mendampingi murid (d) Penggunaan strategi pembelajaran (e) Penutupan proses belajar 3. Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik
  • 112.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 104 (a) Pemberian umpan balik (b) Pelaksanaan asesmen
  • 113.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |105 Penilaian selama observasi ini memiliki dua fungsi, yaitu sebagai komponen nilai CGP dan juga pijakan PP dalam memandu proses percakapan pasca-observasi dengan pendekatan coaching. PP diharapkan membuat catatan tertulis selama observasi; membaca dengan baik indikator dari setiap aspek sebelum memberikan penilaian; serta segera melakukan input penilaian di dalam sistem yang disediakan di dalam LMS agar data lebih akurat. INFORMASI OBSERVASI a. Nama Calon Guru Penggerak (tuliskan nama lengkap calon guru penggerak yang Anda amati) b. Nama Sekolah Calon Guru Penggerak (tuliskan nama sekolah tempat calon guru penggerak mengajar. Contoh: SDN 3 Cimahi; SMPN 73 Bandung) c. Kelas (tuliskan kelas yang diajar oleh calon guru pengerak pada saat observasi. Contoh: Kelas 4, Kelas 12, dsb.) d. Jumlah Murid (tuliskan jumlah murid yang diajar oleh calon guru penggerak pada saat
  • 114.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 106 pengamatan. Tuliskan angka saja. Contoh: 24) e. Nama Observer (tuliskan nama lengkap Anda selaku pengamat calon guru penggerak ) f. Waktu Observasi (tuliskan dengan format HARI/BULAN/TAHUN; contoh 24/05/2021) g. Waktu dimulainya kelas (tuliskan dengan format JAM:MENIT; contoh 08:23) h. Waktu dimulainya observasi (tuliskan dengan format JAM:MENIT; contoh 08:23) i. Waktu diakhirinya kelas (tuliskan dengan format JAM:MENIT; contoh 08:23)
  • 115.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |107 j. Waktu diakhirinya observasi (tuliskan dengan format JAM:MENIT; contoh 08:23) PETUNJUK UMUM OBSERVASI Pada setiap bagian pilihlah antara skor 1 – 4 yang paling menggambarkan perilaku calon guru penggerak selama praktik mengajar. Tuliskan angka 1/2/3/4 pada kolom “Skor” dan tuliskan poin-poin penting bagi calon guru penggerak pada kolom “Catatan”. Catatan: Skor 4 bukan berarti sempurna sehingga tetap dimungkinkan adanya saran pengembangan yang spesifik bagi guru dengan skor 4. Untuk itu, tuliskanlah catatan kualitatif dari setiap aspek yang diamati pada kolom yang tersedia. Contoh-contoh yang disediakan di lembar observasi ini hanya ilustrasi dan dapat disesuaikan dengan kondisi guru.
  • 116.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 108 OBSERVASI I Mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara nyaman 1 Kenyamanan Lingkungan Belajar untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid* *) lingkungan belajar dapat berupa kelas, halaman, perpustakaan, atau tempat lainnya, baik di dalam atau luar sekolah. Nyaman ketika: (1) Guru melakukan penyesuaian lingkungan belajar sesuai dengan karakteristik murid Beberapa contoh perilaku guru yang menggambarkan (contoh bisa disesuaikan dengan kondisi guru): > Memperhatikan posisi murid berkebutuhan khusus (seperti gangguan dengar, murid dengan ADHD, dll.). > Memperhatikan posisi murid sesuai dengan kondisi fisik (seperti berkacamata atau tidak, tinggi badan murid, dll.). (2) Guru melakukan penyesuaian lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran (kebutuhan belajar-akademik). Beberapa contoh perilaku guru yang menggambarkan (contoh bisa disesuaikan dengan kondisi guru): > Posisi murid diatur sedemikian rupa sehingga penjelasan guru dapat didengar jelas secara merata oleh semua murid. > Posisi murid diatur sehingga peragaan guru dapat dilihat jelas dari sisi mana pun. > Lingkungan belajar memungkinkan guru dapat menjangkau seluruh muridnya untuk memfasilitasi belajar secara adil. > Lingkungan belajar memungkinkan untuk terjadinya interaksi dua arah antara guru dan murid. (3) Guru melakukan penyesuaian lingkungan belajar sesuai dengan kebutuhan belajar- kompetensi sosial emosional. Beberapa contoh perilaku guru yang menggambarkan (contoh bisa disesuaikan dengan kondisi guru): > Posisi murid diatur sehingga memungkinkan interaksi lintas gender. > Posisi murid diatur sehingga pada saat berkolaborasi, memudahkan murid untuk berinteraksi satu sama lain (contoh: murid duduk diatur berkelompok dan tetap menjadikan guru sebagai pusat perhatian). > Melakukan "rotasi posisi duduk" atau perubahan tempat belajar. 1 2 3 4 Skor Catatan
  • 117.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |109 Guru tidak menunjukkan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik murid dan kompetensi sosial emosional. Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran (kebutuhan belajar akademik). Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran dan mempertimbangkan karakteristik murid. Guru melakukan modifikasi lingkungan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik murid, dan tujuan pembelajaran sosial dan emosional. 2 Penggunaan Komunikasi Positif Terdapat 3 kriteria komunikasi positif: (2a) Interaktif: adanya timbal balik antara murid dan guru; adanya timbal balik juga antara murid dengan murid. Contoh perilaku guru: > Interaksi terjadi dua arah (tidak didominasi oleh guru saja). > Mendorong interaksi antarmurid pada saat pembelajaran (mendorong murid untuk mengekspresikan pendapatnya, perasaannya, pilihannya. Validasi perasaan). 1 2 3 4 Skor Catatan Guru mendominasi interaksi dan hanya memberikan sedikit kesempatan kepada murid untuk berpendapat (metode ceramah satu arah). Pada satu jam pelajaran, sebagiannya (50%) guru melakukan komunikasi satu arah dan sebagiannya lagi guru memberikan kesempatan kepada murid untuk Guru melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (guru- murid). Guru melakukan komunikasi secara timbal balik dengan muridnya (guru-murid) dan juga memberikan kesempatan kepada muridnya untuk saling berinteraksi (murid-murid).
  • 118.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 110 berpendapat. (2b) Empatik: guru ingin tahu dan mencoba memahami sudut pandang murid. Contoh perilaku guru: > Guru mendengarkan secara aktif pendapat/penjelasan dari murid. > Guru mengajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi pendapat/penjelasan murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru berasumsi tentang kondisi murid tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. Guru mendengarkan pendapat murid yang relevan dengan topik atau pertanyaan yang diajukan oleh guru saja. Guru berupaya mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya, namun hanya berhasil melakukannya pada sedikit murid. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid. Guru mencari tahu apa yang sedang dikerjakan dan dipikirkan oleh muridnya. Guru mendengarkan dengan aktif pendapat yang disampaikan oleh semua murid.
  • 119.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |111 (2c) Emosi positif: guru mengekspresikan emosi positif selama berinteraksi dengan murid Contoh perilaku guru: > tidak menggunakan kata bermuatan negatif yang dapat merendahkan diri murid. > menunjukkan ekspresi emosi positif (seperti: senyum, pandangan mata diarahkan pada murid, emosi senang, antusias, ramah, dll.). > merespon tanggapan murid dengan tetap menghargai dan mengapresiasi pendapat murid. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru menggunakan kata-kata bermuatan negatif. Guru menampilkan ekspresi emosi yang tidak konsisten (antara emosi negatif dan positif) Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif dan emosi netral secara bergantian. Guru menampilkan ekspresi emosi yang positif secara konsisten (menampilkan emosi senang, antusias, ramah) 3 Penerapan Disiplin Guru berupaya menerapkan prinsip restitusi; yaitu menguatkan dan mengajarkan murid bahwa kesalahan dapat menjadi kesempatan untuk belajar. Restitusi juga menekankan refleksi diri murid tentang apa yang bisa mereka lakukan ketika melakukan kesalahan. 1 2 3 4 Skor Catatan
  • 120.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 112 Posisi Penghukum Guru menggunakan hukuman, sindiran, dan kritik untuk mendisiplinkan murid. Guru akan mengekspresikan kemarahan ketika murid melakukan kesalahan dengan menghardik, membentak, atau menunjuk-nunjuk. Posisi Pembuat Merasa Bersalah Guru mendiamkan murid atau menggunakan kata- kata yang membuat murid merasa bersalah (seolah-olah guru/orang tua/murid lain akan menderita akibat kesalahannya). Contoh: Jika kamu Posisi Teman Guru menggunakan pertemanan dan humor untuk memberikan pengaruh pada murid. Guru seringkali memberikan pembelaan, pembenaran atau memberikan penjelasan-penjelasan atas perilaku yang dilakukan murid. Contoh: "Ayo bantu bapak melakukan ini ya. Ya sudah, untuk sekarang tidak apa- apa kamu melakukannya namun berikutnya tolong diikuti ya." Posisi Pemantau/Monitor Guru menerapkan kedisiplinan dengan menggunakan peraturan dan konsekuensi yang disepakati bersama murid. Guru berusaha untuk memberikan bukti objektif, menekankan pada pencatatan dan pengukuran dalam mendisiplinkan murid. Konsekuensi yang diberikan berhubungan dengan peraturan yang dilanggar murid. Contoh: Menggunakan checklist (daftar periksa), poin, atau alat lainnya. Atau dengan mengatakan, Posisi Manajer Guru menggunakan prinsip restitusi bahwa kesalahan wajar terjadi dan mereka menerima kesalahan murid. Guru bertanya pada murid alasan mereka melakukan kesalahan dan membantu mereka mencari jalan keluar. Guru tipe ini kadang menggunakan posisi pemantau dan manajer pada murid di situasi tertentu. Contoh: "Apa yang akan kamu lakukan sekarang? Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kesalahan ini?"
  • 121.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |113 terus seperti itu, Ibu bisa jantungan, kasihan orang tua kamu. "Peraturan apa yang kamu langgar? Apa konsekuensinya?". 4 Pemberian Motivasi Guru mendorong murid untuk mau dan semangat belajar. 1 2 3 4 Skor Catatan
  • 122.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 114 Guru mendorong murid untuk belajar dengan cara memberikan hukuman/konsekuensi negatif. Contoh: "Jika kamu tidak mengumpulkan tugas, Ibu tidak akan mengizinkan kamu ikut kelas berikutnya." Guru mendorong perilaku belajar murid dengan menyampaikan ekspektasi guru dan memberikan konsekuensi positif. Contoh: "Coba kamu lebih rajin, pasti kamu sudah bisa juara satu." Guru mendorong kemauan murid untuk belajar dengan cara mengingatkan tentang pentingnya pembelajaran terhadap diri mereka dan menyemangati mereka pada beberapa aktivitas pembelajaran. Contoh: Ibu/Bapak ingin kalian mempelajari topik ini dengan sungguh- sungguh karena ini akan berguna ketika kalian besar nanti. Guru menumbuhkan keinginan belajar murid dengan cara memberikan kesenangan, semangat, dan minat murid selama sesi pembelajaran. Contoh: Guru merancang pembelajaran yang sesuai dengan minat murid. "Ternyata Matematika itu seru ya. Kira-kira minggu depan kalian ingin belajar apa ya, biar tambah semangat?" TOTAL SKOR OBSERVASI I (1 + 2a + 2b+ 2c + 3 + 4) OBSERVASI II Memandu proses belajar mengajar yang efektif
  • 123.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |115 1 Pembukaan Proses Belajar (1) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dari sesi tersebut. (2) Guru menghubungkan materi pembelajaran sebelumnya dengan tujuan pembelajaran sesi tersebut. (3) Guru menyampaikan relevansi tujuan/materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari/ Menyampaikan pentingnya materi tersebut untuk kehidupan murid (4) Guru menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan pada sesi pembelajaran. 1 2 3 4 Skor Catatan Guru langsung memulai pembelajaran tanpa menyebutkan tujuan yang akan dipelajari. Guru hanya menyampaikan tujuan pembelajaran dan tidak menjelaskan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan. Guru memastikan murid memahami tujuan pembelajaran yang diharapkan dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan Guru memastikan murid memahami tujuan pembelajaran yang diharapkan dan rangkaian aktivitas yang akan dilakukan, serta mendiskusikan bersama murid keterkaitan dari topik yang dibahas dengan materi lain dan dengan kehidupan sehari-hari. 2 Muatan Sosial-Emosional dalam Aktivitas Pembelajaran 1 2 3 4 Skor Catatan
  • 124.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 116 Aktivitas pembelajaran yang diberikan hanya bermuatan akademik Ada aktivitas yang membuat murid bersemangat, bersenang-senang, atau kembali fokus ke pembelajaran (seperti: ice breaking atau energizer) namun tidak dimanfaatkan secara eksplisit untuk menguatkan kompetensi sosial- emosional dan terpisah dari muatan akademik yang sedang dipelajari Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosial- emosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada: tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkan- menantang- menyenangkan, dan tahap penutup yang optimistik namun masih terpisah dari materi akademik yang sedang dipelajari Aktivitas yang menguatkan kompetensi sosial-emosional murid telah diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada: tahap pembukaan yang hangat, tahap inti yang melibatkan- menantang-menyenangkan, dan tahap penutup yang optimistik dengan cara meleburkannya dengan muatan akademik yang sedang dipelajari 3 Pendekatan dalam Mendampingi murid Guru memberikan scaffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Scaffolding yang dimaksud adalah suatu teknik pembelajaran di mana murid diberikan sejumlah bantuan, kemudian perlahan-lahan diadakan pengurangan terhadap bantuan tersebut hingga pada akhirnya, murid dapat menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam proses pembelajaran. 1 2 3 4 Skor Catatan
  • 125.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |117 Guru mendiamkan dan membiarkan murid untuk mengerjakan sendiri tugas yang diberikan. Guru memberikan arahan dan solusi secara langsung pada murid ketika mereka mengerjakan tugas. Guru melakukan scaffolding untuk membantu murid yang mengalami kesulitan. Guru melakukan scaffolding untuk membantu murid sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Murid-murid dapat mengerjakan tugasnya secara mandiri sebagai hasil dari proses scaffolding yang dilakukan guru. 4 Penggunaan Strategi Pembelajaran 1 2 3 4 Skor Catatan Guru hanya menggunakan satu strategi belajar di sepanjang satu sesi . ATAU Guru menggunakan strategi pembelajaran namun kesulitan untuk melibatkan murid secara aktif dalam pembelajaran. Guru menggunakan beberapa strategi pembelajaran dan berusaha mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran serta berusaha mendorong pengembangan keterampilan penting, namun belum konsisten hingga akhir sesi. Guru menggunakan beberapa strategi pembelajaran yang relevan untuk melibatkan siswa secara aktif di sepanjang pembelajaran dan mendorong pengembangan keterampilan penting. Guru dengan lancar memodifikasi strategi, materi, dan pengelompokan untuk mengoptimalkan kesempatan siswa untuk belajar dan memenuhi kebutuhan belajar mereka. Siswa terlibat aktif sepanjang pembelajaran dan fokus dalam pekerjaan yang tidak hanya mengembangkan keterampilan namun menantang mereka menjadi pemecah masalah.
  • 126.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 118 5 Penutupan Proses Belajar (1) Guru mengajak murid mengambil rangkuman dan kesimpulan dari pembelajaran sesi tersebut (2) Guru bersama murid merefleksikan pembelajaran (3) Guru mengapresiasi kemajuan yang dicapai murid 1 2 3 4 Skor Catatan Guru menutup kelas tanpa memberikan kesimpulan pembelajaran. Guru hanya berfokus pada menyebutkan materi ajar pada pertemuan sesi tersebut, tetapi tidak berusaha menyimpulkan pembelajaran lainnya yang non-akademik. Guru menyimpulkan dan memberitahu murid pembelajaran apa lagi yang didapatkan selain tentang materi ajar (misalnya terkait dengan keterampilan sosial emosional yang dipelajari) Guru mengajak murid menyimpulkan, merefleksikan hal-hal yang sudah dipelajari (baik dari sisi akademik, sosial, dan emosional), serta mengapresiasi kemajuan atau perubahan positif yang dicapai murid. TOTAL SKOR OBSERVASI II (1 + 2 + 3 + 4 + 5) OBSERVASI III Melakukan asesmen dan menyediakan umpan balik 1 Pemberian Umpan Balik 1 2 3 4 Skor Catatan
  • 127.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |119 Guru memberikan umpan balik yang menyinggung pribadi murid (contoh: menyalahkan murid karena sifatnya) Guru hanya memberikan umpan balik secara umum terhadap produk seluruh murid. ATAU Guru hanya memberikan komentar singkat dengan kata, "Mantap/Kerja yang bagus/Keren/sejenisn ya" saja. Guru memberikan umpan balik yang konkret (jelas) terhadap produk murid yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru memberikan umpan balik yang konstruktif (jelas dan mengandung saran pengembangan) bukan hanya terhadap produk murid tetapi juga proses belajar mereka (contoh: bagaimana strategi berpikir murid, bagaimana murid menyelesaikan masalah, teknik komunikasi yang dilakukan murid) 2 Fungsi Asesmen Asesmen meliputi: (1) Assessment of learning Penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai. (2) Assessment for learning Penilaian yang dilakukan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar mengajar. (3) Assessment as learning Penilaian sebagai proses belajar dan melibatkan murid-murid secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut. (4) Differentiated assessment Menetapkan bentuk asesmen (contoh latihan soal, tugas laporan) sesuai dengan kemampuan murid (misal: membedakan jenis soal untuk murid yang cerdas berbakat dengan murid biasa. Atau murid yang cepat menangkap dengan murid yang lebih
  • 128.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 120 lambat) 1 2 3 4 Skor Catatan Saat proses pembelajaran berlangsung, tidak terjadi proses penilaian. Saat proses pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian, namun tidak terlalu berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian dan terdapat bukti penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, terjadi proses penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Terdapat bukti adanya upaya guru melakukan diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar murid dan memastikan murid memahami proses penilaian yang dilakukan. TOTAL SKOR OBSERVASI III (1 + 2)
  • 129.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |121 PENILAIAN OBSERVASI PRAKTIK GURU PENGGERAK Total Skor Observasi I (A) Total Skor Observasi II (B) Total Skor Observasi III (C) NILAI AKHIR (A+B+C) x 100 = 52 Catatan Umum dan Umpan Balik untuk Calon Guru Penggerak Tanda Tangan Observer
  • 130.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 122 6) Lampiran 6: Lembar Catatan Percakapan Pasca-Observasi Kelas Hari/ Tanggal : Sekolah : Nama Guru : Kelas : Mata Pelajaran : Waktu Percakapan : Lampiran: Lembar Catatan Observasi Catatan Refleksi Guru:
  • 131.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |123 Topik percakapan dan catatan: Rencana Tindak Lanjut: Disepakati bersama (……………………………) (……………………………) Supervisor Guru Supervisi Akademik dengan Pola Pikir Coaching
  • 132.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 124 7) Lampiran 7: Lembar Rencana Pengembangan Diri Nama Guru : Tahun pelajaran : NIK : Sekolah : Coach/ Supervisor 1. Kelas : 2. Mata Pelajaran No Aktivitas Pengembangan Tujuan yang hendak dicapai Ukuran Keberhasilan Pendukung Waktu
  • 133.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |125 Disepakati Bersama Hari : Guru Supervisor Tanggal : (……………………………) (……………………………)
  • 134.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 126 8) Lampiran 8: Rubrik Penilaian Sesi Coaching Tautan: https://docs.google.com/document/d/1IBnUmSpO5wfy804wiEi0F6X_WvtcyjmJiCjrDsEVvJY/edit?usp=sharing Rubrik Kompetensi Coaching Nama CGP : Nama Pengajar Praktik : Sekolah CGP : Waktu Kunjungan (Hari, Tanggal) : Pengantar: Coaching merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan oleh seorang pemimpin pembelajaran dalam menjalankan perannya. Dalam hal ini, coaching menjadi sarana untuk memimpin upaya pengembangan pembelajaran yang berpihak pada murid, sekaligus untuk pengembangan kompetensi diri dalam setiap pendidik. Sebagai seorang calon pemimpin pembelajaran, CGP juga dilatih untuk mempraktikkan coaching. Pada kunjungan Pendampingan Individu ke-5, Pengajar Praktik akan menilai CGP saat melakukan coaching dalam konteks rangkaian supervisi akademik kepada rekan sejawat di sekolahnya. Aspek penilaian pada rubrik ini didasarkan pada tiga (3) prinsip yang perlu diperhatikan saat melakukan coaching, yaitu kemitraan yang setara, proses kreatif dan memaksimalkan potensi. Ketiga prinsip ini dijabarkan menjadi delapan (8) kriteria sebagaimana tertulis pada tabel di bawah ini. Prinsip Coaching Kriteria Kemitraan 1. Tujuan ditetapkan oleh rekan sejawat 2. TIDAK menggurui atau memberikan saran/nasihat kepada rekan sejawat, pada saat dimintai saran,
  • 135.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |127 berbagi pengalaman Proses Kreatif 3. Percakapan dua arah dan rekan sejawat yang lebih banyak berbicara 4. Mendengarkan, mengulang/merangkum perkataan rekan sejawat, dan bertanya 5. Pertanyaan yang digunakan merupakan pertanyaan yang menggali Memaksimalk an potensi 6. Percakapan menghasilkan tindak lanjut konkret 7. Tindak lanjut konkret berasal dari rekan sejawat 8. Percakapan ditutup dengan kesimpulan dari rekan sejawat Delapan kriteria di atas menjadi acuan dalam penilaian yang terdiri dari rentang 1-4 sebagai berikut: 1 (Kurang) = CGP hanya menerapkan 1-2 kriteria prinsip coaching; 2 (Cukup) = CGP menerapkan 3-4 kriteria prinsip coaching; 3 (Baik) = CGP menerapkan 5-6 kriteria prinsip coaching; 4 (Sangat Baik) = CGP menerapkan 7-8 kriteria prinsip coaching Oleh karena itu, Pengajar Praktik perlu mengamati apakah CGP menerapkan prinsip-prinsip tersebut saat melakukan ketiga tahap coaching (pra-supervisi, observasi, dan pasca-percakapan). Fasilitator mengisi rubrik ini dengan cara memberi tanda cek pada kolom yang sesuai. Tahapan Rincian Tahapan Sangat Baik (Memenuhi 7-8 kriteria) Baik (Memenuhi 5-6 kriteria) Cukup (Memenuhi 3-4 kriteria) Kurang (Memenuhi 1-2 kriteria) 4 3 2 1 Pra-Supervisi Mendiskusikan standar kompetensi yang digunakan
  • 136.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 128 untuk observasi Menanyakan kompetensi/area apa yang ingin dikembangkan oleh rekan sejawat Menanyakan kompetensi/area mana secara spesifik yang ingin diobservasi Menanyakan indikator ketercapaian dari tujuan pengembangan yang diinginkan oleh rekan sejawat Observasi Mencatat yang terlihat dan terdengar pada saat teman sejawat mengajar, yang bebas dari penilaian dan asumsi, fokus pada area yang ingin dikembangkan, hasil dari pra percakapan. Pasca- percakapan Menanyakan apa yang sudah dilakukan pada saat mengajar, yang menjadi indikator ketercapaian pengembangan yang diinginkan
  • 137.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |129 Menyampaikan catatan hasil observasi berbasis data, yang bebas dari penilaian dan asumsi, fokus pada area yang ingin dikembangkan, hasil dari pra percakapan Menanyakan apa lagi yang ingin dikembangkan, berdasarkan hasil observasi yang barusan dilakukan TOTAL NILAI Umpan Balik dari Pengajar Praktik ____________________________________________________________________________________ _______________ ____________________________________________________________________________________ _______________
  • 138.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 130 9) Lampiran 9: Rubrik Dokumentasi Pemetaan Aset Tautan: https://docs.google.com/document/d/1JGVOOGIL1FJHFtql5WUlWP8n255PUco4sbviLaZ22nA/edit?usp=sharing Rubrik Pemetaan Aset secara Kolaboratif Nama CGP : Nama Pengajar Praktik : Sekolah CGP : Waktu Kunjungan : Pengantar: Modal sosial merupakan salah satu aset/modal yang dapat menjadi kekuatan dalam mengembangkan sekolah. Dalam konteks sekolah, modal sosial dapat diwujudkan melalui kemitraan antara komunitas sekolah, orang tua dan masyarakat, atau disebut Tri Sentra Pendidikan. Karena itu, pelibatan, pemberdayaan dan kolaborasi antara unsur-unsur tersebut perlu diperkuat agar dapat mendukung terwujudnya program yang berdampak pada murid. Rubrik ini ditujukan untuk menilai proses yang dilakukan oleh CGP dalam memberdayakan murid, rekan guru, orang tua dan masyarakat untuk memetakan aset. Aset-aset yang diidentifikasi tersebut akan menjadi modal dalam pelaksanaan program untuk mendorong kepemimpinan murid, yang menjadi aksi nyata di modul 3.3. Pemetaan ini didorong untuk dilakukan minimal dua kali dengan melibatkan beragam unsur. Pengajar Praktik perlu mengingatkan CGP untuk mendokumentasikan prosesnya, dalam bentuk notulensi, foto dari pertemuan, serta hasil pemetaan aset itu sendiri. Rubrik ini terdiri dari 3 (empat) aspek, yaitu keterlibatan berbagai pemangku kepentingan; kerja sama tim; dan keterkaitan hasil
  • 139.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |131 pemetaan aset untuk pengembangan program sekolah. Sistem penilaian menggunakan rentang skor antara 1-4 dengan penjelasan sebagai berikut: 1 = Kurang; 2 = Cukup; 3 = Baik; 4 = Sangat baik CGP menjalankan proses ini di antara Lokakarya 5 dan sebelum Pendampingan Individu ke-6, dan Pengajar Praktik menilainya pada kunjungan Pendampingan Individu ke-6. Pengajar Praktik diharapkan membaca dengan baik setiap indikator dari setiap aspek sebelum memberikan penilaian di dalam sistem yang disediakan di dalam LMS. Aspek Indikator Sangat Baik Baik Cukup Kurang 4 3 2 1
  • 140.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 132 Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan Ragam aktor yang dilibatkan untuk melakukan pemetaan aset berbasis kekuatan 1. Kepala sekolah 2. Rekan guru 3. Murid 4. Orang tua 5. Tokoh setempat CGP melakukan pemetaan aset dengan melibatkan 5 unsur aktor yang mewakili ragam gender (jika kondisi sekolah sesuai). CGP melakukan pemetaan aset dengan melibatkan 3-4 unsur aktor yang mewakili ragam gender (jika kondisi sekolah sesuai). CGP melakukan pemetaan dengan melibatkan kepala sekolah dan rekan guru yang mewakili ragam gender (jika kondisi sekolah sesuai). CGP melakukan pemetaan dengan hanya melibatkan beberapa rekan guru dari satu gender yang sama. Kerja sama tim Dengan pengecekan melalui notulensi, dokumentasi dan/atau wawancara, terlihat bahwa: 1. proses kerja sama memperlihatkan tujuan yang jelas 2. terjadi minimal 2 pertemuan (baik tatap muka/tatap maya, dibuktikan melalui dokumentasi) 3. ragam aktor terlibat untuk analisis bersama 4. terdapat notulensi pertemuan terkait dengan program 5. terdapat keselarasan pemahaman tentang proses pemetaan aset di antara anggota tim yang terlibat CGP memenuhi 4-5 indikator dalam memandu proses kerja sama tim. CGP memenuhi tiga indikator dalam memandu proses kerja sama tim. CGP memenuhi dua indikator dalam memandu proses kerja sama tim. CGP hanya memenuhi satu indikator dalam memandu proses kerja sama tim.
  • 141.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |133 Keterkaitan hasil pemetaan aset untuk pengembangan program sekolah 1. hasil pemetaan mendukung tercapainya dampak yang ingin dilihat pada murid 2. pemetaan aset komprehensif (modal yang dipetakan dijelaskan dengan rinci) 3. hasil pemetaan aset realistis 4. hasil pemetaan aset relevan dengan kebutuhan sekolah (konteks sekolah) Hasil pemetaan aset yang dilakukan CGP memenuhi keempat indikator. Hasil pemeetaan aset yang dilakukan CGP memenuhi 3 dari 4 (empat) indikator. Hasil pemeetaan aset yang dilakukan CGP memenuhi 2 dari 4 (empat) indikator. Hasil pemeetaan aset yang dilakukan CGP memenuhi 1 dari 4 (empat) indikator. NILAI TOTAL Umpan Balik dari Pengajar Praktik ____________________________________________________________________________________________ _________ ____________________________________________________________________________________________ _________
  • 142.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 134 10) Lampiran 10: Rubrik Rencana Kerja Pengembangan Program Sekolah Tautan: https://docs.google.com/document/d/1ZvJ8217DuqBbuzNZ_MDIY6DsmlxiHHetatpVIxrAmPQ/edit?usp=sharing Rubrik Rencana Kerja Pengembangan Program Sekolah Nama CGP : Nama Pengajar Praktik : Sekolah CGP : Waktu Kunjungan : Pengantar: Salah satu kompetensi seorang pemimpin pembelajaran adalah mampu merancang, melaksanakan dan mengevaluasi program di sekolah agar memiliki dampak positif bagi murid. Dampak tersebut dapat terlihat dalam jangka panjang maupun menengah. Dalam pendidikan guru penggerak, program yang dimaksud adalah program pembelajaran, baik berupa intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler. Sebelum merancang program, seorang CGP perlu melihat kembali visi sekolah yang diharapkan berpihak kepada murid; mengajak rekan sejawat untuk menjalankan proses inkuiri apresiatif, serta memanfaatkan aset yang dimiliki daerah maupun sekolah. Rubrik ini ditujukan untuk menilai rancangan program yang CGP susun, sehingga diharapkan saat CGP sudah selesai mengikuti rangkaian PGP, mereka dapat menindak lanjutinya di sekolah. Rubrik ini terdiri dari 4 (empat) aspek, yaitu tujuan program; kelengkapan rencana dalam struktur program; keterlibatan komunitas dan rencana evaluasi. Sistem penilaian menggunakan rentang skor antara 1-4 dengan penjelasan sebagai berikut:
  • 143.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |135 1 = Kurang; 2 = Cukup; 3 = Baik; 4 = Sangat baik CGP mengerjakan tugas ini pada saat pembelajaran mandiri kedua. Fasilitator menilai rancangan program pengembangan sekolah ini pada saat PTM 4. Fasilitator diharapkan membaca dengan baik setiap indikator dari setiap aspek sebelum memberikan penilaian di dalam sistem yang disediakan di dalam LMS. Aspek Indikator Sangat Baik Baik Cukup Kurang 4 3 2 1 Tujuan program 1. mengarah ke perwujudan satu atau lebih karakteristik lingkungan belajar yang menumbuhkan kepemimpinan murid dengan spesifik 2. mendukung penumbuhan suara, pilihan dan kepemilikan dalam diri murid 3. dilengkapi dengan indikator Bagian pendahuluan dan langkah pelaksanaan menunjukkan ketiga indikator dan dijelaskan secara terperinci. Bagian pendahuluan dan langkah pelaksanaan menunjukkan ketiga indikator namun tidak dijelaskan secara terperinci (cenderung normatif). Bagian pendahuluan dan langkah pelaksanaan menunjukkan dua dari ketiga indikator. Bagian pendahuluan dan langkah pelaksanaan hanya menunjukkan satu dari ketiga indikator.
  • 144.
    | Buku PeganganPendampingan Individu 136 ketercapaian yang terukur dari tujuan besar program Kelengkapan rencana dalam struktur program 1. deskripsi target peserta yang dilibatkan 2. linimasa perencanaan dan pelaksanaan yang rinci 3. potensi tantangan dalam pelaksanaan 4. rencana solusi untuk mengatasi tantangan Struktur program menjelaskan keempat indikator kelengkapan. Struktur program hanya menjelaskan tiga dari empat indikator kelengkapan. Struktur program hanya menjelaskan dua dari empat indikator kelengkapan. Struktur program hanya menjelaskan satu dari empat indikator kelengkapan. Kemitraan/ keterlibatan komunitas 1. ragam sumber daya yang akan digunakan untuk melakukan program 2. upaya untuk menempatkan murid sebagai kontributor dan pemeran utama dalam program 3. rencana pelibatan komunitas/mitra Rencana kerja menunjukkan ketiga indikator kemitraan yang dijelaskan secara terperinci Rencana kerja menunjukkan ketiga indikator kemitraan namun tidak dijelaskan secara terperinci Rencana kerja hanya menunjukkan dua dari ketiga indikator kemitraan. Rencana kerja hanya menunjukkan satu dari ketiga indikator kemitraan.
  • 145.
    Buku Pegangan PendampinganIndividu. |137 Rencana evaluasi program 1. linimasa evaluasi yang jelas 2. sumber data yang akan diambil untuk bahan evaluasi 3. teknik pengambilan data (observasi/dialog/survei/wawancara /lainnya) Rencana kerja mencantumkan ketiga rencana evaluasi program. Rencana kerja mencantumkan dua (2) dari ketiga rencana evaluasi program. Rencana kerja mencantumkan satu (1) dari ketiga rencana evaluasi program. Rencana kerja tidak mencantumkan rencana evaluasi program. NILAI TOTAL Umpan Balik dari Pengajar Praktik _______________________________________________________________________________________________ _________________________________________________ _______________________________________________________________________________________________ _________________________________________________