BENTUK MUKA BUMI DAN 
PENGARUHNYA TERHADAP 
AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA 
(Sebagai Tugas Ips) 
Kelompok 6 
 Euis teti s 
 Faiz f 
 Fitri 
 Fazril m 
SMP NEGERI 1 MALINGPING 
TAHUN AJARAN 
2014/2015
Kata pengantar 
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha 
Esa penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang 
berjudul “ bentuk muka bumi dan pengaruhnya terhadap aktivitas 
penduduk Indonesia” 
Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari 
berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan 
terima kasih yang sebesar-besarnya makalah ini bisa selesai dengan 
lancar. Mama dan Bapak dirumah yang telah memberikan bantuan 
materil maupun do’anya, sehingga pembuatan makalah ini dapat 
terselesaikan. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu 
persatu yang membantu pembuatan makalah ini. 
Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca 
pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari 
bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk 
itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi 
perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan 
terimakasih. 
Penulis 
Penerbit : suara media sejahtra
Bab 1 pendahuluan 
a. Latar belakang 
Indonesia terdiri atas belasan ribu pulau, baik yang berukuran besar 
maupun yang berukuran kecil. Jumlah pulau seluruhnya mencapai 
13.466 buah. Luas wilayah Indonesia 
mencapai 5.180.053 km2, terdiri atas daratan seluas 1.922.570 km2 dan 
lautan seluas 3.257.483 km2. Ini berarti wilayah lautannya lebih luas 
dari pada wilayah daratannya. Jika kamu perhatikan keadaan pulau-pulau di 
Indonesia, tampak adanya keragaman bentuk muka bumi. 
Bentuk muka bumi Indonesia dapat dibedakan menjadi dataran rendahdataran 
tinggi, bukit, gunung, dan pegunungan. Secara umum, setiap bentuk muka 
bumi menunjukkan 
pola aktivitas penduduk yang berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. 
Adapun gambaran tentang keadaan muka bumi Indonesia dan aktivitas 
penduduknya adalah 
srebagai berikut 
BAB 2 PEMBAHASAN 
1. Mata Pencaharian 
A. Dataran Rendah 
Dataran rendah adalah bagian dari permukaan bumi dengan letaK ketinggian 
0-200 m di atas permukaan air laut (dpal). Di daerah datara rendah, aktivitas 
yang dominan adalah aktivitas permukiman dan pertanian. Di daerah ini 
biasanya terjadi aktivitas pertanian dalam skala luas dan pemusatan penduduk 
yang besar. Di Pulau Jawa, penduduk memanfaatkan lahan dataran rendah 
untuk menanam padi sehinggA Jawa menjadi sentra penghasil padi terbesar di 
Indonesia. Selain memiliki aktivitas penduduk tertentu yang dominan 
berkembang, dataran rendah juga memiliki potensi bencana alam. Bencana 
alam yang berpotensi terjadi di dataran rendah adalah banjir, tsunami, dan 
gempa.
Ada beberapa alasan terjadinya aktivitas pertanian dan permukiman di 
daerah dataran rendah, yaitu : 
1. Di daerah dataran rendah, pergerakan atau mobilitas dari satu tempat 
ke tempat lainnya mudah dilakukan oleh penduduk. 
2. Di daerah dataran, lahan yang subur banyak dijumpai karena biasanya 
berupa tanah aluvial atau hasil endapan sungai yang subur. 
3. Dataran rendah dekat dengan pantai sehingga banyak penduduk yang 
bekerja sebagai nelayan. 
4. Memudahkan penduduk untuk berhubungan dengan dunia luar 
melalui jalur laut. 
B. Bukit dan Perbukitan 
Bukit adalah bagian dari permukaan bumi yang lebih tinggi dibandingkan 
dengan daerah sekitarnya dengan ketinggian kurang dari 600 m. Bukit tidak 
tampak curam seperti halnya gunung Perbukitan berarti kumpulan dari sejumlah 
bukit pada suatu 
wilayah tertentu. Di daerah perbukitan, aktivitas 
permukiman tidak seperti di dataran rendah. Permukiman tersebar pada daerah-daerah 
tertentu atau membentuk kelompok-kelompok kecil. Penduduk 
memanfaatkan lahan datar yang luasnya 
terbatas di antara perbukitan. Permukiman umumnya dibangun di 
kaki atau lembah perbukitan karena biasanya di tempat tersebut ditemukan 
sumber air berupa mata air atau sungai. 
c. Dataran Tinggi 
Dataran tinggi adalah adalah daerah datar yang memiliki ketinggian 
lebih dari 400 meter. Daerah ini memungkinkan mobilitas penduduk 
berlangsung lancar seperti halnya di dataran rendah. Oleh karena itu, beberapa 
dataran tinggi di Indonesia 
berkembang menjadi pemusatan ekonomi penduduk, contohnya Dataran 
Tinggi Bandung. Aktivitas pertanian juga berkembang di dataran tinggi. Di 
daerah ini, sebagian penduduk menanam padi dan beberapa jenis sayuran. 
Suhu yang tidak terlalu panas memungkinkan penduduk menanam beberapa 
jenis sayuran seperti
tomat dan cabe. Sejumlah dataran tinggi menjadi daerah tujuan wisata. 
Udaranya yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah menjadi daya 
tarik penduduk untuk berwisata kedaerah dataran tinggi. 
D. Gunung Dan Pegunungan 
merupakan kawasan yang terdiri atas deretan gunung-gunung dengan 
ketinggian lebih dari 600 meter dpal. Indonesia memiliki banyak gunung dan 
pegunungan. Sebagian dari gunung tersebut merupakan gunung berapi. 
Keberadaan gunung berapi tidak hanya menimbulkan bencana, tetapi juga 
membawa manfaat bagi wilayah 
sekitarnya. Material yang dikeluarkan oleh gunung berapi memberikan 
kesuburan bagi wilayah di sekitarnya. Hal itu menjadi salah satu alasan bagi 
banyak penduduk untuk tinggal di wilayah sekitar gunung berapi karena lahan 
tersebut sangat subur untuk kegiatan pertanian. 
2. Bentuk Rumah, Pakaian, Kebiasaan Sehari-Hari yang 
Menunjukkan Keadaan yang Berbeda-Beda 
Kamu tentu mengetahui bahwa di Indonesia terdiri atas beragam suku 
bangsa, dan tentunya memiliki ciri khas dari suku-suku tersebut. Ciri khas 
yang dimiliki dapat dilihat dari bentuk rumah, pakaian yang dikenakan, dan 
kebiasaan sehari-hari yang menunjukkan keadaan yang berbeda-beda. 
Misalnya, bentuk rumah di pantai biasanya tinggi-tinggi dan berventilasi 
besar, kadang tidak memakai langit-langit dan banyak memiliki serambi atau 
beranda. Sedangkan, untuk rumah di dataran tinggi rumahnya pendek-pendek, 
rapat, dan berventilasi kecil. 
3. Alat transportasi 
Alat transportasi, terutama yang masih bersifat tradisional akan 
berbeda antara yang di pantai, dataran rendah ataupun yang di dataran tinggi 
(pegunungan). Perbedaan ini dapat kamu lihat dari alat transportasi yang 
digunakan. Misalnya, di daerah pegunungan alat transportasi yang digunakan 
berupa hewan, seperti kuda atau sapi. 
4.Adat kebiasaan 
Adat kebiasaan dalam berbicara, bertatakrama, dan berpakaian antara 
penduduk pantai, dataran rendah, dan dataran tinggi tidak akan sama. Orang 
pantai biasanya berpakaian terbuka, seperti menggunakan kaus, celana 
pendek. Hal ini disebabkan karena suhu di daerah pantai panas. Sedangkan, 
di dataran tinggi biasanya orang berpakaian tertutup. Hal ini disebabkan 
karena suhu di dataran tinggi atau daerah pegunungan dingin.
BAB 3 KESIMPULAN 
Tenaga endogen umumnya bersifat membangun karena adanya material baru 
yang dikeluarkan dari dalam bumi.Material tersebut memperbaharui material 
lama di permukaan bumi yang telah mengalami pe- rubahan atau kerusakan 
oleh tenaga eksogen.Tenaga endogen juga membentuk permukaan bumi, 
sehingga terdapat bukit, pegunungan, lembah dan lain-lain. 
Walaupun demikian, pada awal pembentukannya dirasakan sebagai sebuah 
bencana alam.Sebagai contoh, letusan gunung berapi pada awalnya 
menimbulkan kerusakan bagi lahan pertanian, hutan, permukiman dan 
menimbulkanpula korban jiwa yangbanyak.Namun, setelah letusan terjadi, 
material hasil letusan (abu, pasir dan material lainnya) mengganti lapisan tanah 
subur yang telah tipis karena erosi sehingga menjadi subur kembali. 
DAFTAR ISI
Kata pengantar ................................................................................... 
Daftar isi............................................................................................ 
Bab 1 pendahuluan ............................................................................. 
a. Latar belakang............................................................................... 
Bab 2 pembahasan ............................................................................. 
Bab 3 kesimpulan ............................................................................... 
Daftar pustaka ................................................................................... 
DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome-instant& 
ion=1&espv=2&ie=UTF- 
8#q=kesimpulan+tentang+bentuk+muka+bumi+dan+pengaruhnya+ba 
gi+kehidupan 
https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome-instant& 
ion=1&espv=2&ie=UTF- 
8#q=BENTUK+RUMAH%2C+PAKAIAN+%2Ckebiasaan+sehari+h 
ari+yang+menujukan+keadaan+yang+berbeda+beda
Kegunaan Sel Volta 
Dalam kehidupan sehari-hari, arus listrik yang dihasilkan dari suatu reaksi kimia dalam 
sel volta banyak kegunaannya, seperti untuk radio, kalkulator, televisi, kendaraan 
bermotor, dan lain-lain.Sel volta dalam kehidupan sehari-hari ada dalam bentuk berikut. 
a. Sel Baterai 
1) Baterai Biasa 
Baterai yang sering kita gunakan disebut juga sel kering atau sel Lecanche. Dikatakan sel 
kering karena jumlah air yang dipakai sedikit (dibatasi). Sel ini terdiri atas: 
AnodeLogamseng(Zn)yangdipakai sebagai wadah. 
Katode : Batang karbon (tidak aktif). 
Elektrolit : Campuran berupa pasta yang terdiri dari MnO2,NH4Cl, dan sedikit air. 
Reaksi: 
Anode : Zn(s) —>Zn2+(aq) + 2 e– 
Katode :2 MnO2(s) + 2 NH4+(aq) + 2 e–—>Mn2O3(s) + 2 NH3(g) + H2O(l) 
2) Baterai Alkaline 
Pada baterai alkaline dapat dihasilkan energi dua kali lebih besar dibanding baterai biasa. 
Sel ini terdiri atas: 
Anode : Logam seng (Zn) yang sama seperti baterai biasa digunakan sebagai wadah. 
Katode : Oksida mangan (MnO2 ). 
Elektrolit : Kalium hidroksida (KOH). 
Reaksi: 
Anode : Zn(s)—> Zn2+(aq) + 2 e– 
Katode : 2 MnO2+ H2O + 2 e–—>Mn2O3 + 2 OH– 
Ion Zn2+ bereaksi dengan OH– membentuk Zn(OH) 
b. Sel Aki 
Sel aki atau accu merupakan contoh sel volta yang bersifat reversibel, di mana hasil reaksi 
dapat diubah kembali menjadi zat semula. Pada sel aki jika sudah lemah dapat diisi 
ulang, sedangkan 
pada sel baterai tidak bisa. 
Sel ini terdiri atas: 
Anode : Lempeng logam timbal (Pb). 
Katode : Lempeng logam oksida timbal (PbO2). 
Ektrolit : Larutan asam sulfat (H2SO4) encer. 
Reaksi pengosongan aki: 
Anode : Pb(s) ++ H2SO4 (aq) —> PbSO4(s) + H+(aq) + 2 e– 
Katode :PbO2(s) + SO4-2 (aq)+ 3 H+(aq) + 2 e– —>PbSO4(aq) + 2 H2O 
_____________________________________________________________ 
_+ 
Reaksi lengkapnya:Pb(s) + PbO2(s) + 2SO4-2 (aq) + 2 H+(aq)—> 2 PbSO4(s) + 2 H2O (l) 
Ketika sel ini menghasilkan arus listrik, anode Pb dan katode PbO2 
berubah membentuk PbSO4. Ion H+ dari H2SO4 berubah membentuk H2O sehingga 
konsentrasi H2SO4 akan berkurang. Kemudian sel aki dapat diisi/disetrum kembali, 
sehingga konsentrasi asam sulfat kembali seperti semula. Proses ini nanti merupakan 
contoh dalam sel elektrolisis.
Bentuk muka bumi dan pengaruhnya terhadap aktivitas penduduk indonesia

Bentuk muka bumi dan pengaruhnya terhadap aktivitas penduduk indonesia

  • 1.
    BENTUK MUKA BUMIDAN PENGARUHNYA TERHADAP AKTIVITAS PENDUDUK INDONESIA (Sebagai Tugas Ips) Kelompok 6  Euis teti s  Faiz f  Fitri  Fazril m SMP NEGERI 1 MALINGPING TAHUN AJARAN 2014/2015
  • 2.
    Kata pengantar Denganmemanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “ bentuk muka bumi dan pengaruhnya terhadap aktivitas penduduk Indonesia” Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya makalah ini bisa selesai dengan lancar. Mama dan Bapak dirumah yang telah memberikan bantuan materil maupun do’anya, sehingga pembuatan makalah ini dapat terselesaikan. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang membantu pembuatan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih. Penulis Penerbit : suara media sejahtra
  • 3.
    Bab 1 pendahuluan a. Latar belakang Indonesia terdiri atas belasan ribu pulau, baik yang berukuran besar maupun yang berukuran kecil. Jumlah pulau seluruhnya mencapai 13.466 buah. Luas wilayah Indonesia mencapai 5.180.053 km2, terdiri atas daratan seluas 1.922.570 km2 dan lautan seluas 3.257.483 km2. Ini berarti wilayah lautannya lebih luas dari pada wilayah daratannya. Jika kamu perhatikan keadaan pulau-pulau di Indonesia, tampak adanya keragaman bentuk muka bumi. Bentuk muka bumi Indonesia dapat dibedakan menjadi dataran rendahdataran tinggi, bukit, gunung, dan pegunungan. Secara umum, setiap bentuk muka bumi menunjukkan pola aktivitas penduduk yang berbeda antara satu daerah dan daerah lainnya. Adapun gambaran tentang keadaan muka bumi Indonesia dan aktivitas penduduknya adalah srebagai berikut BAB 2 PEMBAHASAN 1. Mata Pencaharian A. Dataran Rendah Dataran rendah adalah bagian dari permukaan bumi dengan letaK ketinggian 0-200 m di atas permukaan air laut (dpal). Di daerah datara rendah, aktivitas yang dominan adalah aktivitas permukiman dan pertanian. Di daerah ini biasanya terjadi aktivitas pertanian dalam skala luas dan pemusatan penduduk yang besar. Di Pulau Jawa, penduduk memanfaatkan lahan dataran rendah untuk menanam padi sehinggA Jawa menjadi sentra penghasil padi terbesar di Indonesia. Selain memiliki aktivitas penduduk tertentu yang dominan berkembang, dataran rendah juga memiliki potensi bencana alam. Bencana alam yang berpotensi terjadi di dataran rendah adalah banjir, tsunami, dan gempa.
  • 4.
    Ada beberapa alasanterjadinya aktivitas pertanian dan permukiman di daerah dataran rendah, yaitu : 1. Di daerah dataran rendah, pergerakan atau mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya mudah dilakukan oleh penduduk. 2. Di daerah dataran, lahan yang subur banyak dijumpai karena biasanya berupa tanah aluvial atau hasil endapan sungai yang subur. 3. Dataran rendah dekat dengan pantai sehingga banyak penduduk yang bekerja sebagai nelayan. 4. Memudahkan penduduk untuk berhubungan dengan dunia luar melalui jalur laut. B. Bukit dan Perbukitan Bukit adalah bagian dari permukaan bumi yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya dengan ketinggian kurang dari 600 m. Bukit tidak tampak curam seperti halnya gunung Perbukitan berarti kumpulan dari sejumlah bukit pada suatu wilayah tertentu. Di daerah perbukitan, aktivitas permukiman tidak seperti di dataran rendah. Permukiman tersebar pada daerah-daerah tertentu atau membentuk kelompok-kelompok kecil. Penduduk memanfaatkan lahan datar yang luasnya terbatas di antara perbukitan. Permukiman umumnya dibangun di kaki atau lembah perbukitan karena biasanya di tempat tersebut ditemukan sumber air berupa mata air atau sungai. c. Dataran Tinggi Dataran tinggi adalah adalah daerah datar yang memiliki ketinggian lebih dari 400 meter. Daerah ini memungkinkan mobilitas penduduk berlangsung lancar seperti halnya di dataran rendah. Oleh karena itu, beberapa dataran tinggi di Indonesia berkembang menjadi pemusatan ekonomi penduduk, contohnya Dataran Tinggi Bandung. Aktivitas pertanian juga berkembang di dataran tinggi. Di daerah ini, sebagian penduduk menanam padi dan beberapa jenis sayuran. Suhu yang tidak terlalu panas memungkinkan penduduk menanam beberapa jenis sayuran seperti
  • 5.
    tomat dan cabe.Sejumlah dataran tinggi menjadi daerah tujuan wisata. Udaranya yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah menjadi daya tarik penduduk untuk berwisata kedaerah dataran tinggi. D. Gunung Dan Pegunungan merupakan kawasan yang terdiri atas deretan gunung-gunung dengan ketinggian lebih dari 600 meter dpal. Indonesia memiliki banyak gunung dan pegunungan. Sebagian dari gunung tersebut merupakan gunung berapi. Keberadaan gunung berapi tidak hanya menimbulkan bencana, tetapi juga membawa manfaat bagi wilayah sekitarnya. Material yang dikeluarkan oleh gunung berapi memberikan kesuburan bagi wilayah di sekitarnya. Hal itu menjadi salah satu alasan bagi banyak penduduk untuk tinggal di wilayah sekitar gunung berapi karena lahan tersebut sangat subur untuk kegiatan pertanian. 2. Bentuk Rumah, Pakaian, Kebiasaan Sehari-Hari yang Menunjukkan Keadaan yang Berbeda-Beda Kamu tentu mengetahui bahwa di Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa, dan tentunya memiliki ciri khas dari suku-suku tersebut. Ciri khas yang dimiliki dapat dilihat dari bentuk rumah, pakaian yang dikenakan, dan kebiasaan sehari-hari yang menunjukkan keadaan yang berbeda-beda. Misalnya, bentuk rumah di pantai biasanya tinggi-tinggi dan berventilasi besar, kadang tidak memakai langit-langit dan banyak memiliki serambi atau beranda. Sedangkan, untuk rumah di dataran tinggi rumahnya pendek-pendek, rapat, dan berventilasi kecil. 3. Alat transportasi Alat transportasi, terutama yang masih bersifat tradisional akan berbeda antara yang di pantai, dataran rendah ataupun yang di dataran tinggi (pegunungan). Perbedaan ini dapat kamu lihat dari alat transportasi yang digunakan. Misalnya, di daerah pegunungan alat transportasi yang digunakan berupa hewan, seperti kuda atau sapi. 4.Adat kebiasaan Adat kebiasaan dalam berbicara, bertatakrama, dan berpakaian antara penduduk pantai, dataran rendah, dan dataran tinggi tidak akan sama. Orang pantai biasanya berpakaian terbuka, seperti menggunakan kaus, celana pendek. Hal ini disebabkan karena suhu di daerah pantai panas. Sedangkan, di dataran tinggi biasanya orang berpakaian tertutup. Hal ini disebabkan karena suhu di dataran tinggi atau daerah pegunungan dingin.
  • 6.
    BAB 3 KESIMPULAN Tenaga endogen umumnya bersifat membangun karena adanya material baru yang dikeluarkan dari dalam bumi.Material tersebut memperbaharui material lama di permukaan bumi yang telah mengalami pe- rubahan atau kerusakan oleh tenaga eksogen.Tenaga endogen juga membentuk permukaan bumi, sehingga terdapat bukit, pegunungan, lembah dan lain-lain. Walaupun demikian, pada awal pembentukannya dirasakan sebagai sebuah bencana alam.Sebagai contoh, letusan gunung berapi pada awalnya menimbulkan kerusakan bagi lahan pertanian, hutan, permukiman dan menimbulkanpula korban jiwa yangbanyak.Namun, setelah letusan terjadi, material hasil letusan (abu, pasir dan material lainnya) mengganti lapisan tanah subur yang telah tipis karena erosi sehingga menjadi subur kembali. DAFTAR ISI
  • 7.
    Kata pengantar ................................................................................... Daftar isi............................................................................................ Bab 1 pendahuluan ............................................................................. a. Latar belakang............................................................................... Bab 2 pembahasan ............................................................................. Bab 3 kesimpulan ............................................................................... Daftar pustaka ................................................................................... DAFTAR PUSTAKA
  • 8.
    https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome-instant& ion=1&espv=2&ie=UTF- 8#q=kesimpulan+tentang+bentuk+muka+bumi+dan+pengaruhnya+ba gi+kehidupan https://www.google.co.id/webhp?sourceid=chrome-instant& ion=1&espv=2&ie=UTF- 8#q=BENTUK+RUMAH%2C+PAKAIAN+%2Ckebiasaan+sehari+h ari+yang+menujukan+keadaan+yang+berbeda+beda
  • 9.
    Kegunaan Sel Volta Dalam kehidupan sehari-hari, arus listrik yang dihasilkan dari suatu reaksi kimia dalam sel volta banyak kegunaannya, seperti untuk radio, kalkulator, televisi, kendaraan bermotor, dan lain-lain.Sel volta dalam kehidupan sehari-hari ada dalam bentuk berikut. a. Sel Baterai 1) Baterai Biasa Baterai yang sering kita gunakan disebut juga sel kering atau sel Lecanche. Dikatakan sel kering karena jumlah air yang dipakai sedikit (dibatasi). Sel ini terdiri atas: AnodeLogamseng(Zn)yangdipakai sebagai wadah. Katode : Batang karbon (tidak aktif). Elektrolit : Campuran berupa pasta yang terdiri dari MnO2,NH4Cl, dan sedikit air. Reaksi: Anode : Zn(s) —>Zn2+(aq) + 2 e– Katode :2 MnO2(s) + 2 NH4+(aq) + 2 e–—>Mn2O3(s) + 2 NH3(g) + H2O(l) 2) Baterai Alkaline Pada baterai alkaline dapat dihasilkan energi dua kali lebih besar dibanding baterai biasa. Sel ini terdiri atas: Anode : Logam seng (Zn) yang sama seperti baterai biasa digunakan sebagai wadah. Katode : Oksida mangan (MnO2 ). Elektrolit : Kalium hidroksida (KOH). Reaksi: Anode : Zn(s)—> Zn2+(aq) + 2 e– Katode : 2 MnO2+ H2O + 2 e–—>Mn2O3 + 2 OH– Ion Zn2+ bereaksi dengan OH– membentuk Zn(OH) b. Sel Aki Sel aki atau accu merupakan contoh sel volta yang bersifat reversibel, di mana hasil reaksi dapat diubah kembali menjadi zat semula. Pada sel aki jika sudah lemah dapat diisi ulang, sedangkan pada sel baterai tidak bisa. Sel ini terdiri atas: Anode : Lempeng logam timbal (Pb). Katode : Lempeng logam oksida timbal (PbO2). Ektrolit : Larutan asam sulfat (H2SO4) encer. Reaksi pengosongan aki: Anode : Pb(s) ++ H2SO4 (aq) —> PbSO4(s) + H+(aq) + 2 e– Katode :PbO2(s) + SO4-2 (aq)+ 3 H+(aq) + 2 e– —>PbSO4(aq) + 2 H2O _____________________________________________________________ _+ Reaksi lengkapnya:Pb(s) + PbO2(s) + 2SO4-2 (aq) + 2 H+(aq)—> 2 PbSO4(s) + 2 H2O (l) Ketika sel ini menghasilkan arus listrik, anode Pb dan katode PbO2 berubah membentuk PbSO4. Ion H+ dari H2SO4 berubah membentuk H2O sehingga konsentrasi H2SO4 akan berkurang. Kemudian sel aki dapat diisi/disetrum kembali, sehingga konsentrasi asam sulfat kembali seperti semula. Proses ini nanti merupakan contoh dalam sel elektrolisis.