BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS
Kemungkinan bentuk kepemilikan Bisnis adalah
Perusahaan Perorangan, Perusaha- an Kemitraan (Firma
atau CV) dan Korporasi. Dengan bentuk yang jelas
menurut hukum dapat diharapkan bahwa perusahaan akan
dapat dengan tegas menentukan langkah-langkah yang
harus dilakukan demi mencapai tujuan yang diinginkan.
Pertimbangan dalam memilih bentuk perusahaan :
• Jenis usaha (perdagangan, industri dsb.)
• Ruang lingkup usaha
• Pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
• Besarnya risiko pemilikan
Pertimbangan dalam memilih
bentuk perusahaan (lanjutan)
• Batas pertanggung-jawaban terhadap utang-utang
perusahaan
• Besarnya investasi yang ditanam
• Cara pembagian keuntungan
• Jangka waktu berdirinya perusahaan
• Peraturan-Peraturan Pemerintah
SKEMA PENGARUH BENTUK KEPEMILIKAN
BISNIS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
Keputusan
Bentuk
Kepemilikan
Bisnis
Pajak yang
harus dibayar
oleh Bisnis
Pengendalian
Bisnis
Akses Bisnis
terhadap
Pendanaan
Nilaia
Perusahaan
Bentuk kepemilikan bisnis
di Indonesia
Badan yayasan
Badan Kopersai
Swasta Multinational
Swasta Nasional
Pemerintah
Pendidikan / pengembangan SDM
Sosial Kemanusian / kesehatan
Sosial Keagamaan
Koperasi Produksi
Koperasi Konsumsi
Koperasi Kredit
Perseroan Terbatas (PT)
Perusahaan Gabungan (joint Ventura/Holding
Company)
Bisnis Perorangan
Persekutuan Firma
Persekutuan Komanditer
Perseroan Terbatas
Perusahaan Jawatan (Perjan)
Perusahaan Umum (perum)
Perusahaan Terbatas (PT. Persero)
Perusahaan Daerah (BUMD)
BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS
.Perusahaan Perorangan
Perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu
orang. Pengelola memperoleh semua keuntungan,
disisi lain menanggung semua risiko yang timbul
dalam kegiatan usaha
Kebaikan :
 Mudah dibentuk dan dibubarkan
 Bekerja dengan sederhana
 Pengelolaannya sederhana
 Tidak perlu kebijakan pembagian laba
Kelemahan :
Tanggung jawab tidak terbatas
 Kemampuan manajemen terbatas
 Sulit mengikuti pesatnya perkembangan perusahaan
 Sumber dana hanya terbatas pada pemilik
 Risiko kegiatan perusahaan ditanggung sendiri
.F i r m a
Bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa
orang dengan menggunakan nama bersama atau
satu nama digunakan bersama. Semua anggota
bertanggung-jawab penuh, baik sendiri-sendiri
atau bersama-sama terhadap utang perusahaan
kepada pihak lain, kalau perlu dengan seluruh
kekayaan pribadi.
Kebaikan :
 Prosedur pendirian relatif mudah
 Mempunyai kemampuan finansial yang lebih besar
 Keputusan yang diambil akan lebih baik, karena
pertimbangan seluruh anggota Firma
Kelemahan :
 Hutang perusahaan ditanggung oleh kekayaan pribadi
anggota Firma
 Kelangsungan hidup perusahaan tidak terjamin sebab bila
salah seorang anggota keluar , maka Firma pun bubar
Perseroan Komanditer (C.V)
Persekutuan yang didirikan oleh beberapa
orang (sekutu) yang menyerahkan uangnya
untuk dipakai dalam persekutuan sebagai
modal perseroan. Sekutu pada perseroan
terdiri dari :
 Sekutu Komplementer, yaitu orang yang bersedia
memimpin pengaturan perusahaan dan bertanggung-jawab
penuh dengan kekayaan pribadinya
 Sekutu Komanditer, yaitu sekutu yang mempercayakan
uangnya dan bertanggung- jawab terbatas pada dana yang
disetornya
Kebaikan :
 Pendiriannya relatif mudah
 Modal yang terkumpul lebih banyak
 Kemampuan untuk memperoleh Kredit lebih besar
 Manajemen dapat didiversifikasikan
 Kesempatan untuk berkembang lebih besar
Kelemahan :
 Tanggung jawab tidak terbatas
 Kelangsungan hidup tidak terjamin
 Sukar untuk menarik kembali investasinya
Perseroan Terbatas (PT)
Suatu badan yang mempunyai kekayaan, hak serta
kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan, hak
serta kewajiban para pendiri maupun para pemilik.
 Mempunyai kelangsungan hidup yang panjang, karena
perseroan ini akan tetap berjalan meskipun pendiri atau
pemiliknya meninggal dunia
 Tanda keikutsertaan sebagai pemilik adalah saham yang
dimiliki
 Besar saham yang dimiliki menentukan peran dan
kedudukan sebagai pemilik perusahaan
 Tanggung jawab terhadap pihak ketiga
terbatas pada modal sahamnya
 Kekayaan pribadi pemegang saham maupun
pemilik tidak dipertangung jawabkan
sebagai jaminan utang perusahaan
Kebaikan PT :
 Kelangsungan hidup perusahaan terjamin
 Tanggung jawab terbatas pada modal yang disetor
 Tidak menimbulkan risiko bagi kekayaan pribadi maupun
kekayaan keluarga pemilik
 Saham dapat diperjual-belikan
 Kebutuhan modal yang lebih besar akan mudah dipenuhi,
sehingga memungkinkan perluasan usaha
Kelemahan PT :
 Biaya pendiriann relatif mahal
 Rahasia tidak terjamin
 Kurangnya hubungan yang efektif antara pemegang saham
Proses Pendirian Perseoan Terbatas
 Pendirian P.T dengan akte pendirian dari notaris
 Akte Pendirian telah mendapat pengesyahan dari
Departemen Kehakiman
 Didaftarkan pada Panitera Pengadilan Negeri setempat
 Dimuat/diumumkan dalam Lembaran Berita Negara R.I
Sebelum proses tersebut dilakukan, maka
Perseoan Terbatas dimaksud belum dapat
dinyatakan sebagai Badan Hukum atau disebut
juga “PT Dalam Pendirian”
K O P E R A S I
• Menurut UU No. 25/1992 Koperasi adalah
suatu bentuk badan usaha yang beranggotakan
orang-orang atau badan hukum yang
melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi
sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat
berdasarkan azas kekeluargaan.
• Tujuannya meningkatkan kesejahteraan anggota pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut
membangun perekonomian nasional dalam rangka
mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur
berlandaskan Pancasila dan UUD 1945
Ciri Koperasi :
 Keanggotaan bersifat murni pribadi dan tidak dapat
dialihkan
 Lebih mementingkan keanggotaan dan sifat kebersamaan
 Bebas keluar-masuk menjadi anggota
 Merupakan badan hukum yang menjalankan usaha untuk
kesejahteraan anggota
 Didirikan secara tertulis dengan akte notaris
 Kelancaran usaha berada di tangan pengurus
 Para anggota koperasi turut bertanggung jawab atas utang-
utang koperasi terhadap pihak lain
 Kekuasaan tertinggi pada Rapat Anggota
Pengelompokan Koperasi
Menurut bidang usahanya :
 Koperasi Produksi
 Koperasi Konsumsi
 Koperasi Simpan Pinjam
 Koperasi Serba Usaha
Menurut luas wilayahnya :
 Primer Koperasi
 Pusat Koperasi
 Gabungan Koperasi
 Induk Koperasi
Pihak Pengelola Koperasi
.Rapat Anggota
Merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dan berkewajiban
ikut mengembangkan, menjaga keutuhan serta ketertiban
organisasi. Membantu pengurus dan Badan Pemeriksa dalam
menjalankan tugas
Pengurus Koperasi
Pihak yang menjalankan tugas pengelolaan dan penentu
keberhasilan Koperasi. Dipilih orang yang cakap, trampil
dan
berjiwa sosial dan sebagai imbalan menerima honor
Dewan Pengawas Koperasi
Dipilih sebagai wakil-wakil anggota dan harus a.l bertugas
menentukan jumlah hasil usaha dan cara pembagiannya serta
turut dalam menentukan arah kebijakan Koperasi
BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)
♦Semua perusahaan dalam bentuk dan bergerak
dalam bidang usaha apapun yang sebagian atau
seluruh modalnya merupakan kekayaan negara,
kecuali jika ditentukan lain berdasarkan U.U
♦Merupakan bentuk badan hukum yang tunduk
pada segala macam hukum di Indonesia
♦Karena milik negara maka tujuan utamanya
adalah membangun ekonomi sosial menuju
tercapainya masyarakat yang adil dan makmur
Ciri utama BUMN :
 Tujuan utama melayani kepentingan umum sekaligus
untuk mencari keuntungan
 Berstatus Badan Hukum dan diatur berdasarkan UU
 Pada umumnya bergerak pada bidang jasa-jasa vital
 Pada prinsipnya secara finansial harus dapat berdiri sendiri
 Mempunyai nama dan kekayaan sendiri serta bebas
mengikat suatu perjanjian, kontrak serta hubungan-
hubungan dengan pihak lain
 Dapat dituntut dan menuntut sesuai dengan hukum
perdata
 Seluruh atau sebagian modal dimiliki negara serta dapat
memperoleh dana dari pinjaman dalam dan luar negeri
atau dari masyarakat dalam bentuk obligasi
 Setiap tahun menyususn Laporan Keuangan, disampaikan
kepada yang berkepentingan
Contoh BUMN : Pertamina, Perusahaan Pegadaian, Indosat,
Telkom, PT. Kererta Api
METODE MEMILIKI BISNIS
YG TELAH ADA
1.Mengambil alih bisnis keluarga
Merupakan cara ideal untuk memiliki bisnis karena
kinerjanya telah diketahui sebelum menjadi pemilik serta
mudah memprediksinya.
Jika kinerja bisnis selama ini baik, maka fungsi pemilik
baru hanya memastikan bahwa operasional yang ada masih
berlanjut secara efesien. Namun apabila sebaliknya
pemilik baru harus merevisi manajemen, pemasaran dan
kebijakan keuangan
2.Membeli Bisnis yang telah ada
Bisnis dijual dengan alasan misalnya kesulitan keuangan,
pemilik meninggal atau lainnya. Pembeli harus punya
keakhlian pada jenis bisnis yang akan dibeli dan yakin
bahwa keuntungan yang akan diperoleh sebanding
3.Franchise (waralaba)
Adalah suatu perjanjian dimana pemilik bisnis
(franchisor) memperbolehkan pemilik bisnis lain
(franchisee) memakai merk, nama dagang atau hak
ciptanya dengan syarat tertentu
Jenis Waralaba :
Distributorship (Penyalur Barang)
Chain Style Business (Bisnis Gaya Rantai)
Manufacturing Agreement (Memproduksi barang)
Keuntungan Warlaba :
Gaya pengelolaan yang telah terbukti
Nama yang telah dikenal
Dukungan dana
Kerugian Waralaba :
Berbagi keuntungan
Pengendalian keuntungan
MENGUKUR KINERJA BISNIS
Manajer harus menentukan bagaimana strategi bisnis
akan
mempengaruhi imbalan atas penanaman modal (ekuitas)
perusahaan demikian pula risikonya, sehingga dua hal ini
menjadi kriteria dalam mengukur kinerja bisnis.
A. Imbalan atas Ekuitas
• Memperkirakan imbalan dari investasi dengan
mengukur ROE (Return on Equity) sebagai reperentasi
laba setelah pajak dibagi total Investasi
B. Risiko Bisnis
• Adalah tingkat ketidakpastian tentang laba perusahaan
dihari kemudian yang juga menggambarkan ketidak
pastian imbalan bagi pemiliknya.
Hubungan antara Risiko dan Imbalan
• Investor Bisnis dan Kreditor akan memberikan
dananya kepada bisnis yang berisiko tinggi
apabila mereka memperoleh imbalan yang
tinggi.
• Imbalan Kreditor berupa tingkat suku bunga
yang tinggi sebagai kompensasi atas
peminjaman dana pada bisnis yang berisiko
tinggi.

Bentuk kepemilikan bisnis

  • 1.
    BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS Kemungkinanbentuk kepemilikan Bisnis adalah Perusahaan Perorangan, Perusaha- an Kemitraan (Firma atau CV) dan Korporasi. Dengan bentuk yang jelas menurut hukum dapat diharapkan bahwa perusahaan akan dapat dengan tegas menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan demi mencapai tujuan yang diinginkan. Pertimbangan dalam memilih bentuk perusahaan : • Jenis usaha (perdagangan, industri dsb.) • Ruang lingkup usaha • Pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha • Besarnya risiko pemilikan
  • 2.
    Pertimbangan dalam memilih bentukperusahaan (lanjutan) • Batas pertanggung-jawaban terhadap utang-utang perusahaan • Besarnya investasi yang ditanam • Cara pembagian keuntungan • Jangka waktu berdirinya perusahaan • Peraturan-Peraturan Pemerintah
  • 3.
    SKEMA PENGARUH BENTUKKEPEMILIKAN BISNIS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Keputusan Bentuk Kepemilikan Bisnis Pajak yang harus dibayar oleh Bisnis Pengendalian Bisnis Akses Bisnis terhadap Pendanaan Nilaia Perusahaan
  • 4.
    Bentuk kepemilikan bisnis diIndonesia Badan yayasan Badan Kopersai Swasta Multinational Swasta Nasional Pemerintah Pendidikan / pengembangan SDM Sosial Kemanusian / kesehatan Sosial Keagamaan Koperasi Produksi Koperasi Konsumsi Koperasi Kredit Perseroan Terbatas (PT) Perusahaan Gabungan (joint Ventura/Holding Company) Bisnis Perorangan Persekutuan Firma Persekutuan Komanditer Perseroan Terbatas Perusahaan Jawatan (Perjan) Perusahaan Umum (perum) Perusahaan Terbatas (PT. Persero) Perusahaan Daerah (BUMD)
  • 5.
    BENTUK KEPEMILIKAN BISNIS .PerusahaanPerorangan Perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu orang. Pengelola memperoleh semua keuntungan, disisi lain menanggung semua risiko yang timbul dalam kegiatan usaha Kebaikan :  Mudah dibentuk dan dibubarkan  Bekerja dengan sederhana  Pengelolaannya sederhana  Tidak perlu kebijakan pembagian laba
  • 6.
    Kelemahan : Tanggung jawabtidak terbatas  Kemampuan manajemen terbatas  Sulit mengikuti pesatnya perkembangan perusahaan  Sumber dana hanya terbatas pada pemilik  Risiko kegiatan perusahaan ditanggung sendiri .F i r m a Bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama atau satu nama digunakan bersama. Semua anggota bertanggung-jawab penuh, baik sendiri-sendiri atau bersama-sama terhadap utang perusahaan kepada pihak lain, kalau perlu dengan seluruh kekayaan pribadi.
  • 7.
    Kebaikan :  Prosedurpendirian relatif mudah  Mempunyai kemampuan finansial yang lebih besar  Keputusan yang diambil akan lebih baik, karena pertimbangan seluruh anggota Firma Kelemahan :  Hutang perusahaan ditanggung oleh kekayaan pribadi anggota Firma  Kelangsungan hidup perusahaan tidak terjamin sebab bila salah seorang anggota keluar , maka Firma pun bubar
  • 8.
    Perseroan Komanditer (C.V) Persekutuanyang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan uangnya untuk dipakai dalam persekutuan sebagai modal perseroan. Sekutu pada perseroan terdiri dari :  Sekutu Komplementer, yaitu orang yang bersedia memimpin pengaturan perusahaan dan bertanggung-jawab penuh dengan kekayaan pribadinya  Sekutu Komanditer, yaitu sekutu yang mempercayakan uangnya dan bertanggung- jawab terbatas pada dana yang disetornya
  • 9.
    Kebaikan :  Pendiriannyarelatif mudah  Modal yang terkumpul lebih banyak  Kemampuan untuk memperoleh Kredit lebih besar  Manajemen dapat didiversifikasikan  Kesempatan untuk berkembang lebih besar Kelemahan :  Tanggung jawab tidak terbatas  Kelangsungan hidup tidak terjamin  Sukar untuk menarik kembali investasinya
  • 10.
    Perseroan Terbatas (PT) Suatubadan yang mempunyai kekayaan, hak serta kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan, hak serta kewajiban para pendiri maupun para pemilik.  Mempunyai kelangsungan hidup yang panjang, karena perseroan ini akan tetap berjalan meskipun pendiri atau pemiliknya meninggal dunia  Tanda keikutsertaan sebagai pemilik adalah saham yang dimiliki  Besar saham yang dimiliki menentukan peran dan kedudukan sebagai pemilik perusahaan
  • 11.
     Tanggung jawabterhadap pihak ketiga terbatas pada modal sahamnya  Kekayaan pribadi pemegang saham maupun pemilik tidak dipertangung jawabkan sebagai jaminan utang perusahaan
  • 12.
    Kebaikan PT : Kelangsungan hidup perusahaan terjamin  Tanggung jawab terbatas pada modal yang disetor  Tidak menimbulkan risiko bagi kekayaan pribadi maupun kekayaan keluarga pemilik  Saham dapat diperjual-belikan  Kebutuhan modal yang lebih besar akan mudah dipenuhi, sehingga memungkinkan perluasan usaha Kelemahan PT :  Biaya pendiriann relatif mahal  Rahasia tidak terjamin  Kurangnya hubungan yang efektif antara pemegang saham
  • 13.
    Proses Pendirian PerseoanTerbatas  Pendirian P.T dengan akte pendirian dari notaris  Akte Pendirian telah mendapat pengesyahan dari Departemen Kehakiman  Didaftarkan pada Panitera Pengadilan Negeri setempat  Dimuat/diumumkan dalam Lembaran Berita Negara R.I Sebelum proses tersebut dilakukan, maka Perseoan Terbatas dimaksud belum dapat dinyatakan sebagai Badan Hukum atau disebut juga “PT Dalam Pendirian”
  • 14.
    K O PE R A S I • Menurut UU No. 25/1992 Koperasi adalah suatu bentuk badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat berdasarkan azas kekeluargaan. • Tujuannya meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945
  • 15.
    Ciri Koperasi : Keanggotaan bersifat murni pribadi dan tidak dapat dialihkan  Lebih mementingkan keanggotaan dan sifat kebersamaan  Bebas keluar-masuk menjadi anggota  Merupakan badan hukum yang menjalankan usaha untuk kesejahteraan anggota  Didirikan secara tertulis dengan akte notaris  Kelancaran usaha berada di tangan pengurus  Para anggota koperasi turut bertanggung jawab atas utang- utang koperasi terhadap pihak lain  Kekuasaan tertinggi pada Rapat Anggota
  • 16.
    Pengelompokan Koperasi Menurut bidangusahanya :  Koperasi Produksi  Koperasi Konsumsi  Koperasi Simpan Pinjam  Koperasi Serba Usaha Menurut luas wilayahnya :  Primer Koperasi  Pusat Koperasi  Gabungan Koperasi  Induk Koperasi
  • 17.
    Pihak Pengelola Koperasi .RapatAnggota Merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dan berkewajiban ikut mengembangkan, menjaga keutuhan serta ketertiban organisasi. Membantu pengurus dan Badan Pemeriksa dalam menjalankan tugas Pengurus Koperasi Pihak yang menjalankan tugas pengelolaan dan penentu keberhasilan Koperasi. Dipilih orang yang cakap, trampil dan berjiwa sosial dan sebagai imbalan menerima honor Dewan Pengawas Koperasi Dipilih sebagai wakil-wakil anggota dan harus a.l bertugas menentukan jumlah hasil usaha dan cara pembagiannya serta turut dalam menentukan arah kebijakan Koperasi
  • 18.
    BADAN USAHA MILIKNEGARA (BUMN) ♦Semua perusahaan dalam bentuk dan bergerak dalam bidang usaha apapun yang sebagian atau seluruh modalnya merupakan kekayaan negara, kecuali jika ditentukan lain berdasarkan U.U ♦Merupakan bentuk badan hukum yang tunduk pada segala macam hukum di Indonesia ♦Karena milik negara maka tujuan utamanya adalah membangun ekonomi sosial menuju tercapainya masyarakat yang adil dan makmur
  • 19.
    Ciri utama BUMN:  Tujuan utama melayani kepentingan umum sekaligus untuk mencari keuntungan  Berstatus Badan Hukum dan diatur berdasarkan UU  Pada umumnya bergerak pada bidang jasa-jasa vital  Pada prinsipnya secara finansial harus dapat berdiri sendiri  Mempunyai nama dan kekayaan sendiri serta bebas mengikat suatu perjanjian, kontrak serta hubungan- hubungan dengan pihak lain  Dapat dituntut dan menuntut sesuai dengan hukum perdata  Seluruh atau sebagian modal dimiliki negara serta dapat memperoleh dana dari pinjaman dalam dan luar negeri atau dari masyarakat dalam bentuk obligasi  Setiap tahun menyususn Laporan Keuangan, disampaikan kepada yang berkepentingan Contoh BUMN : Pertamina, Perusahaan Pegadaian, Indosat, Telkom, PT. Kererta Api
  • 20.
    METODE MEMILIKI BISNIS YGTELAH ADA 1.Mengambil alih bisnis keluarga Merupakan cara ideal untuk memiliki bisnis karena kinerjanya telah diketahui sebelum menjadi pemilik serta mudah memprediksinya. Jika kinerja bisnis selama ini baik, maka fungsi pemilik baru hanya memastikan bahwa operasional yang ada masih berlanjut secara efesien. Namun apabila sebaliknya pemilik baru harus merevisi manajemen, pemasaran dan kebijakan keuangan 2.Membeli Bisnis yang telah ada Bisnis dijual dengan alasan misalnya kesulitan keuangan, pemilik meninggal atau lainnya. Pembeli harus punya keakhlian pada jenis bisnis yang akan dibeli dan yakin bahwa keuntungan yang akan diperoleh sebanding
  • 21.
    3.Franchise (waralaba) Adalah suatuperjanjian dimana pemilik bisnis (franchisor) memperbolehkan pemilik bisnis lain (franchisee) memakai merk, nama dagang atau hak ciptanya dengan syarat tertentu Jenis Waralaba : Distributorship (Penyalur Barang) Chain Style Business (Bisnis Gaya Rantai) Manufacturing Agreement (Memproduksi barang) Keuntungan Warlaba : Gaya pengelolaan yang telah terbukti Nama yang telah dikenal Dukungan dana Kerugian Waralaba : Berbagi keuntungan Pengendalian keuntungan
  • 22.
    MENGUKUR KINERJA BISNIS Manajerharus menentukan bagaimana strategi bisnis akan mempengaruhi imbalan atas penanaman modal (ekuitas) perusahaan demikian pula risikonya, sehingga dua hal ini menjadi kriteria dalam mengukur kinerja bisnis. A. Imbalan atas Ekuitas • Memperkirakan imbalan dari investasi dengan mengukur ROE (Return on Equity) sebagai reperentasi laba setelah pajak dibagi total Investasi B. Risiko Bisnis • Adalah tingkat ketidakpastian tentang laba perusahaan dihari kemudian yang juga menggambarkan ketidak pastian imbalan bagi pemiliknya.
  • 23.
    Hubungan antara Risikodan Imbalan • Investor Bisnis dan Kreditor akan memberikan dananya kepada bisnis yang berisiko tinggi apabila mereka memperoleh imbalan yang tinggi. • Imbalan Kreditor berupa tingkat suku bunga yang tinggi sebagai kompensasi atas peminjaman dana pada bisnis yang berisiko tinggi.