Pendidikan dan
Pergerakan
Nasional
BAB 3
Menganalisis persamaan & perbedaan
pendekatan & strategi pergerakan nasional
Indonesia
Menganalisis peran tokoh nasional &
daerahnya dalam masa pergerakan
nasional
Menganalisis & menalar dampak politik, budaya,
sosial-budaya-ekonomi, & pendidikan pada masa
penjajahan Barat dalam kehidupan bangsa
Indonesia.
1
2
3
Tujuan Pembelajaran
Irigasi (pengairan) yaitu membangun dan
memperbaiki pengairan & bendungan untuk
keperluan pertanian
Emigrasi, yaitu mendorong transmigrasi
sehingga terjadi keseimbangan jumlah
penduduk
Edukasi, yaitu menyelenggarakan pendidikan
dengan memperluas bidang pengajaran dan
pendidikan
1
2
3
Politik Etis (Balas Budi)
Perbedaan perjuangan sebelum dan sesudah Tahun 1908
Sebelum tahun 1908
Dipimpin raja atau
bangsawan & tokoh
agama
Bersifat kedaerahan
Bersifat fisik/perjuangan
dengan angkat senjata
Terfokus pada pemimpin
kharismatik
Bersifat reaktif & spontan
Setelah Tahun
1908
Dipimpin & digerakkan oleh
kaum terpelajar
Bersifat nasional & telah ada kerja
sama antardaerah
Diplomasi dengan menggunakan
cara modern, seperti media
massa, lobi, & mogok
Memiliki organisasi yang
memungkinkan adanya kadernisasi
Memiliki visi yang jelas, yaitu
Indonesia merdeka
A. Munculnya Golongan Elite Baru
Indonesia
• Gagasan Van Deventer tentang politik etis (balas budi)
benar-benar dipraktekkan pemerintah kolonial Belanda
pada awal abad ke-20. Namun, pelaksanaan politik etis
ternyata memiliki pengaruh yang besar bagi tumbuhnya
kesadaran nasional bangsa Indonesia.
• Politik etis, terutama bidang edukasi, telah memberikan
dampak positif bagi bangsa Indonesia dengan lahirnya
golongan elite baru Indonesia, yakni kaum terpelajar.
• Semula, pemerintah Belanda berharap bidang edukasi akan
mampu menyediakan tenaga kerja terdidik yang terampil dan
murah. Tetapi sasaran itu meleset sebab sekolah-sekolah yang
didirikan Belanda terutama STOVIA, justru memunculkan
golongan yang mengorbankan semangat nasionalisme.
Mereka menjadi pelopor dalam menentang pemerintahan
kolonial Belanda hingga lahir masa pergerakan nasional.
Masa pembentukan (1908-1920), berdiri organisasi seperti
Budi Utomo (BU), Sarekat Islam (SI), Muhammadiyah. BU lahir
20 Mei 1908 & menjadi tonggak permulaan pergerakan
nasional di Indonesia
Masa moderat/kooperasi (1930-1942), pada masa ini berdiri
organisasi sepert Parindra, & Gapi. Selain itu juga berdiri
organisasi keagamaan, Pemuda, dan organisasi perempuan
Masa pergerakan nasional di Indonesia ditandai dengan
berdirinya organisasi-organisasi pergerakan. Masa pergerakan
nasional (1908-1942) dibagi dalam tiga tahap berikut.
01
Masa Radikal/nonkooperasi (1920-1930), berdiri organisasi
seperti PKI, Perhimpunan Indonesia (PI), & PNI
02
03
Sebab perubahan taktik
perjuangan
Tindakan pemerintah Belanda
yang semakin keras dan menekan
partai-partai politik
Krisis ekonomi dunia (melaise)
sangat memengaruhi keadaan
ekonomi pemerintah Belanda
ataupun pergerakan nasional
Faktor Pendorong Lahirnya Organisasi
Pergerakan Nasional
1
• Faktor intern (dari dalam)
• Kejayaan bangsa Indonesia
• Penderitaan rakyat akibat penjajahan
• Adanya diskrimanasi rasial
• Munculnya golongan terpelajar
2
• Faktor Eksternal (dari luar)
• Kemenangan Jepang atas Rusia dalam Perang Rusia-Jepang tahun
1905.
• Munculnya pergerakan nasional di negara-negara Asia lainnya,
seperti di Tiongkok, India, dan Turki.
• Pengaruh paham-paham baru, seperti nasionalisme, sosialisme,
liberalisme, dan demokrasi.
a. Kejayaan Bangsa Indonesia sebelum kedatangan Bangsa Barat
Sebelum kedatangan bangsa barat, wilayah Nusantara sudah berdiri
kerajaan-kerajaan besar, seperti Sriwijaya, Mataram, dan Majapahit.
Kejayaan masa lampau itu menjadi sumber inspirasi untuk melepaskan
diri dari belenggu penjajahan.
b. Penderitaan rakyat akibat politik Drainage
Pengerukan kekayaan yang dilakukan oleh Belanda dengan cara menarik
pajak yang tinggi kepada rakyat pribumi mencapai puncaknya ketika
diterapkan sistem tanam paksa (cultur stelsel) yang dilanjutkan dengan
sistem ekonomi liberal
1. Faktor Intern
c. Adanya Diskriminasi Rasial
• Diskriminasi merupakan hal yang menonjol yang diterapkan oleh Belanda dalam
kehidupan sosial pada awal abad ke-20. Dalam bidang pemerintahan tidak semua
jabatan tersedia bagi kaum pribumi
• Walaupun dengan pendidikan & keahlian sama, orang pribumi harus menduduki
jabatan yang lebih rendah daripada orang Belanda.
d. Munculnya Golongan Terpelajar
Pada awal abad ke-20, pendidikan mendapatkan perhatian yang lebih baik. Hal itu
sejalan dengan diterapkannya politik etis. Namun, hanya sebagian kecil anak-anak
Indonesia yang mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pendidikan di sekolah-
sekolah modern.
Melalui penguasaan bahasa asing di sekolah modern mereka dapat mempelajari
berbagai ide dan paham-paham baru seperti, HAM, Liberalisme, nasionalisme, dan
demokrasi.
c. Adanya Diskriminasi Rasial
• Diskriminasi merupakan hal yang menonjol yang diterapkan oleh Belanda dalam
kehidupan sosial pada awal abad ke-20. Dalam bidang pemerintahan tidak semua
jabatan tersedia bagi kaum pribumi
• Walaupun dengan pendidikan & keahlian sama, orang pribumi harus menduduki
jabatan yang lebih rendah daripada orang Belanda.
d. Munculnya Golongan Terpelajar
Pada awal abad ke-20, pendidikan mendapatkan perhatian yang lebih baik. Hal itu
sejalan dengan diterapkannya politik etis. Namun, hanya sebagian kecil anak-anak
Indonesia yang mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pendidikan di sekolah-
sekolah modern.
Melalui penguasaan bahasa asing di sekolah modern mereka dapat mempelajari
berbagai ide dan paham-paham baru seperti, HAM, Liberalisme, nasionalisme, dan
demokrasi.
a. Kemenangan Jepang atas Rusia
Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 telah berhasil menguncangkan dunia.
Bangsa kulit putih yang dianggap superior ternyata dapat dikalahkan oleh bangsa
kulit berwarna.
b. Kebangkitan Nasionalisme negara-negara Asia-Afrika
Kebangkitan nasional bangsa Asia-Afrika memberi dorongan bagi bangsa
Indonesia untuk bangkit melawan penindasan Belanda. Beberapa bangsa yang
terlebih dahulu bangkit melawan bangsa barat seperti.
• Nasionalisme Turki
• Pemberontakan Boxer di Cina (1899)
• Pemberontakan Rakyat Filipina
• Revolusi Tiongkok (1911)
2. Faktor Ekstern
• Organisasi-Organisasi Kebangsaan Indonesia
1 Budi Utomo
2 Sarekat
Islam
3
Muhammadiyah
4 Indische
Partij (IP)
5 Gerakan
Pemuda
6 Gerakan
perempuan
7 Perhimpunan
Indonesia (PI)
8
Partai Komunis
Indonesia (PKI)
9
Partai Nasional
Indonesia (PNI)
10
Partai Indonesia
(Partindo)
11
Taman siswa
12
Partai Indonesia
Raya (Parindra)
13
Partai Politik
Indonesia
(GAPI)
Tugas Individu
Dibuat dalam bentuk PPT (Canva/PPT biasa)
Tugasnya sesuai dengan nomor ABSEN (NO 1/Budi Utomo dan seterusnya, NO 14 kembali ke kelompok 1)
Batas pengumpulan tugas sampai tgl 3 November 2022
Dipersentasikan dikelas sesuai nomor urut yang diundi dikelas

BAB 3 Pendidikan & Pergerakan Nasional.p

  • 1.
  • 2.
    Menganalisis persamaan &perbedaan pendekatan & strategi pergerakan nasional Indonesia Menganalisis peran tokoh nasional & daerahnya dalam masa pergerakan nasional Menganalisis & menalar dampak politik, budaya, sosial-budaya-ekonomi, & pendidikan pada masa penjajahan Barat dalam kehidupan bangsa Indonesia. 1 2 3 Tujuan Pembelajaran
  • 3.
    Irigasi (pengairan) yaitumembangun dan memperbaiki pengairan & bendungan untuk keperluan pertanian Emigrasi, yaitu mendorong transmigrasi sehingga terjadi keseimbangan jumlah penduduk Edukasi, yaitu menyelenggarakan pendidikan dengan memperluas bidang pengajaran dan pendidikan 1 2 3 Politik Etis (Balas Budi)
  • 4.
    Perbedaan perjuangan sebelumdan sesudah Tahun 1908 Sebelum tahun 1908 Dipimpin raja atau bangsawan & tokoh agama Bersifat kedaerahan Bersifat fisik/perjuangan dengan angkat senjata Terfokus pada pemimpin kharismatik Bersifat reaktif & spontan Setelah Tahun 1908 Dipimpin & digerakkan oleh kaum terpelajar Bersifat nasional & telah ada kerja sama antardaerah Diplomasi dengan menggunakan cara modern, seperti media massa, lobi, & mogok Memiliki organisasi yang memungkinkan adanya kadernisasi Memiliki visi yang jelas, yaitu Indonesia merdeka
  • 5.
    A. Munculnya GolonganElite Baru Indonesia • Gagasan Van Deventer tentang politik etis (balas budi) benar-benar dipraktekkan pemerintah kolonial Belanda pada awal abad ke-20. Namun, pelaksanaan politik etis ternyata memiliki pengaruh yang besar bagi tumbuhnya kesadaran nasional bangsa Indonesia. • Politik etis, terutama bidang edukasi, telah memberikan dampak positif bagi bangsa Indonesia dengan lahirnya golongan elite baru Indonesia, yakni kaum terpelajar.
  • 6.
    • Semula, pemerintahBelanda berharap bidang edukasi akan mampu menyediakan tenaga kerja terdidik yang terampil dan murah. Tetapi sasaran itu meleset sebab sekolah-sekolah yang didirikan Belanda terutama STOVIA, justru memunculkan golongan yang mengorbankan semangat nasionalisme. Mereka menjadi pelopor dalam menentang pemerintahan kolonial Belanda hingga lahir masa pergerakan nasional.
  • 7.
    Masa pembentukan (1908-1920),berdiri organisasi seperti Budi Utomo (BU), Sarekat Islam (SI), Muhammadiyah. BU lahir 20 Mei 1908 & menjadi tonggak permulaan pergerakan nasional di Indonesia Masa moderat/kooperasi (1930-1942), pada masa ini berdiri organisasi sepert Parindra, & Gapi. Selain itu juga berdiri organisasi keagamaan, Pemuda, dan organisasi perempuan Masa pergerakan nasional di Indonesia ditandai dengan berdirinya organisasi-organisasi pergerakan. Masa pergerakan nasional (1908-1942) dibagi dalam tiga tahap berikut. 01 Masa Radikal/nonkooperasi (1920-1930), berdiri organisasi seperti PKI, Perhimpunan Indonesia (PI), & PNI 02 03
  • 8.
    Sebab perubahan taktik perjuangan Tindakanpemerintah Belanda yang semakin keras dan menekan partai-partai politik Krisis ekonomi dunia (melaise) sangat memengaruhi keadaan ekonomi pemerintah Belanda ataupun pergerakan nasional
  • 9.
    Faktor Pendorong LahirnyaOrganisasi Pergerakan Nasional 1 • Faktor intern (dari dalam) • Kejayaan bangsa Indonesia • Penderitaan rakyat akibat penjajahan • Adanya diskrimanasi rasial • Munculnya golongan terpelajar 2 • Faktor Eksternal (dari luar) • Kemenangan Jepang atas Rusia dalam Perang Rusia-Jepang tahun 1905. • Munculnya pergerakan nasional di negara-negara Asia lainnya, seperti di Tiongkok, India, dan Turki. • Pengaruh paham-paham baru, seperti nasionalisme, sosialisme, liberalisme, dan demokrasi.
  • 10.
    a. Kejayaan BangsaIndonesia sebelum kedatangan Bangsa Barat Sebelum kedatangan bangsa barat, wilayah Nusantara sudah berdiri kerajaan-kerajaan besar, seperti Sriwijaya, Mataram, dan Majapahit. Kejayaan masa lampau itu menjadi sumber inspirasi untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. b. Penderitaan rakyat akibat politik Drainage Pengerukan kekayaan yang dilakukan oleh Belanda dengan cara menarik pajak yang tinggi kepada rakyat pribumi mencapai puncaknya ketika diterapkan sistem tanam paksa (cultur stelsel) yang dilanjutkan dengan sistem ekonomi liberal 1. Faktor Intern
  • 11.
    c. Adanya DiskriminasiRasial • Diskriminasi merupakan hal yang menonjol yang diterapkan oleh Belanda dalam kehidupan sosial pada awal abad ke-20. Dalam bidang pemerintahan tidak semua jabatan tersedia bagi kaum pribumi • Walaupun dengan pendidikan & keahlian sama, orang pribumi harus menduduki jabatan yang lebih rendah daripada orang Belanda. d. Munculnya Golongan Terpelajar Pada awal abad ke-20, pendidikan mendapatkan perhatian yang lebih baik. Hal itu sejalan dengan diterapkannya politik etis. Namun, hanya sebagian kecil anak-anak Indonesia yang mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pendidikan di sekolah- sekolah modern. Melalui penguasaan bahasa asing di sekolah modern mereka dapat mempelajari berbagai ide dan paham-paham baru seperti, HAM, Liberalisme, nasionalisme, dan demokrasi.
  • 12.
    c. Adanya DiskriminasiRasial • Diskriminasi merupakan hal yang menonjol yang diterapkan oleh Belanda dalam kehidupan sosial pada awal abad ke-20. Dalam bidang pemerintahan tidak semua jabatan tersedia bagi kaum pribumi • Walaupun dengan pendidikan & keahlian sama, orang pribumi harus menduduki jabatan yang lebih rendah daripada orang Belanda. d. Munculnya Golongan Terpelajar Pada awal abad ke-20, pendidikan mendapatkan perhatian yang lebih baik. Hal itu sejalan dengan diterapkannya politik etis. Namun, hanya sebagian kecil anak-anak Indonesia yang mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pendidikan di sekolah- sekolah modern. Melalui penguasaan bahasa asing di sekolah modern mereka dapat mempelajari berbagai ide dan paham-paham baru seperti, HAM, Liberalisme, nasionalisme, dan demokrasi.
  • 13.
    a. Kemenangan Jepangatas Rusia Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 telah berhasil menguncangkan dunia. Bangsa kulit putih yang dianggap superior ternyata dapat dikalahkan oleh bangsa kulit berwarna. b. Kebangkitan Nasionalisme negara-negara Asia-Afrika Kebangkitan nasional bangsa Asia-Afrika memberi dorongan bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan penindasan Belanda. Beberapa bangsa yang terlebih dahulu bangkit melawan bangsa barat seperti. • Nasionalisme Turki • Pemberontakan Boxer di Cina (1899) • Pemberontakan Rakyat Filipina • Revolusi Tiongkok (1911) 2. Faktor Ekstern
  • 14.
    • Organisasi-Organisasi KebangsaanIndonesia 1 Budi Utomo 2 Sarekat Islam 3 Muhammadiyah 4 Indische Partij (IP) 5 Gerakan Pemuda 6 Gerakan perempuan 7 Perhimpunan Indonesia (PI) 8 Partai Komunis Indonesia (PKI) 9 Partai Nasional Indonesia (PNI) 10 Partai Indonesia (Partindo) 11 Taman siswa 12 Partai Indonesia Raya (Parindra) 13 Partai Politik Indonesia (GAPI) Tugas Individu Dibuat dalam bentuk PPT (Canva/PPT biasa) Tugasnya sesuai dengan nomor ABSEN (NO 1/Budi Utomo dan seterusnya, NO 14 kembali ke kelompok 1) Batas pengumpulan tugas sampai tgl 3 November 2022 Dipersentasikan dikelas sesuai nomor urut yang diundi dikelas