Munculnya Nasionalisme
1. Nasionalismemengacu pada faham yang
mementingkan perbaikan dan kesejahteraan nasio
atau bangsanya.
2. Puncak dari pergerakan nasional adalah
pembentukan negara Indonesia.
3. E. Renan menyebut bahwa: nation est le desir
d’etre ensemble yaitu keinginan untuk ada
bersama atau nation est le desir de vivre
ensemble yaitu keinginan untuk hidup bersama.
3.
Munculnya Nasionalisme
Nasionalisme munculke permukaan semenjak
revolusi Perancis, sebagai respon terhadap
kekuatan-kekuatan imperium Barat yang berhasil
meluaskan penetrasi kekuasaannya ke berbagai
belahan bumi.
Dengan slogan “liberte, egalite, fraternite”
nasionalisme menjadi ideologi baru yang sangat
penting dan disejajarkan dengan demokrasi,
dikarenakan tanpa sebuah negara nasional
demokrasi akan sulit terwujud
Nasionalisme
Nasionalisme Indonesia mempunyaikaitan erat
dengan kolonialisme Belanda yang sudah
beberapa abad lamanya berkuasa di bumi
Indonesia.
Usaha untuk menolak kolonialisme inilah yang
merupakan manifestasi dari penderitaan dan
tekanan-tekanan disebut nasionalisme.
Melalui keinginan bersama yang didasarkan oleh
persamaan kepentingan itu akhirnya menciptakan
nasionalisme Indonesia.
6.
Faktor Nasionalisme
Timbulnya nasionalismekarena kombinasi dua
faktor yaitu faktor subjektif dan objektif.
Faktor subjektif berupa kemauan, sentimen,
aspirasi, dll.
Faktor obejektif karena kondisi ekonomi, geografi,
histori, dll.
7.
Muncul Nasionalisme
Tumbuhnya nasionalismedalam pengertian
modern merupakan bentuk reaksi atau
antitesis terhadap kolonialisme, yang
bermula dari cara eksploitasi yang
menimbulkan pertentangan kepentingan yang
permanen antara penjajah dan yang dijajah.
Dalam konteks situasi kolonial ini, nasionalisme
Indonesia merupakan suatu jawaban terhadap
syarat-syarat politik, ekonomi dan sosial yang
khusus yang ditimbulkan oleh situasi kolonial
Pergerakan Nasional
Seluruh prosesterjadinya dan perkembangan
nasionalisme Indonesia dalam segala
perwujudannya, berdasarkan kesadaran,
sentimen bersama, dan keinginan berjuang
untuk kebebasan rakyat dalam wadah negara
kesatuan.
Lahirnya pergerakan nasional tidak dapat
dipisahkan dari kebijakan politik etis, khususnya
dalam implementasi pendidikan kolonial yang
dilakukan oleh Belanda di Hindia Belanda saat itu
berkontribusi terhadap pemerataan Pendidikan
di Hindia Belanda.
10.
1.Bersifat nasional, artinyamelibatkan seluruh rakyat Indonesia dari
berbagai daerah dan suku bangsa.
2.Memiliki tujuan yang sama, yaitu mencapai kemerdekaan Indonesia.
3.Dipimpin oleh tokoh-tokoh nasional yang memiliki visi dan misi yang jelas.
4.Melakukan berbagai macam aksi dan kegiatan untuk mencapai tujuannya,
seperti:
Pendirian organisasi pergerakan nasional
Perumusan ideologi nasional
Perlawanan terhadap penjajah
Diplomasi internasional
Karakteristik Pergerakan Nasional
1.Bidang Sosial
Secara sosialpergerakan nasional juga memunculkan solidaritas,
nasionalisme dan multikulturalisme serta jiwa toleransi antar masyarakat.
Selain itu, muncul pula organisasi bersifat kedaerahan saat itu
diantaranya adalah: Jong Java, Jong Minahasa, Jong Celebes, dan lainnya.
Organisasi sosial dan keagamaan juga turut mewarnai dinamika semangat
pergerakan nasional pada saat itu, dengan contoh konkritnya adalah
terbentuknya Taman Siswa (1922), Muhammadiyah (1912), dan Nahdlatul
Ulama (1926) yang kesemuanya turut berperan serta dalam membangun
semangat nasionalisme bangsa dan mempunyai kontribusi yang nyata.
Dampak Pergerakan Nasional
13.
2. Bidang Ekonomi
Eksploitasidilakukan oleh penjajahan kolonial berdampak dengan
menimbulkan reaksi-reaksi di kalangan golongan terpelajar, baik di dalam
maupun diluar negeri.
Penjajah melakukan tindakan- tindakan ekonomi hanya untuk melindungi
kepentingan kolonial di bidang ekonomi.
Diskriminasi dan eksploitasi yang dilakukan penjajahan Belanda
menimbulkan usaha-usaha kearah eksploitasi ekonomi.
Dampak Pergerakan Nasional
14.
3. Bidang Politik
Dampakdari kolonialisme dan dan imperialisme adalah munculnya sikap
nasionalisme dari berbagai kalangan.
Politik etis yang dikerahkan kolonial Belanda terhadap bumi putera telah
mendorong lahirnya golongan elite yang kemudian menjadi dampak
signifikan bagi kolonial Belanda sendiri.
Awal abad ke-19, Organisasi pergerakan banyak bermunculan dimana
mampu merangkul berbagai macam kalangan di Hindia Belanda.
Dampak Pergerakan Nasional
15.
BudiUtomo
Budi Utomo adalahorganisasi pergerakan nasional pertama di
Indonesia yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta.
Organisasi ini didirikan oleh para mahasiswa School tot Opleiding
van Inlandsche Artsen (STOVIA), yaitu: Soeradji; Muhammad
Saleh; Soewarno A; Goenawan Mangoenkoesoemo; Suwarno B.; R.
Gumbreg; R. Angka; dan Soetomo
Berikut adalah beberapa tujuan Budi Utomo:
1.Meningkatkan taraf hidup rakyat Indonesia melalui pendidikan
2.Membangkitkan kesadaran nasionalisme di kalangan rakyat
Indonesia
3.Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
4.Memperjuangkan kemerdekaan Indonesia
16.
SarekatIslam
Sarekat Islam Indonesia(SII), dulunya dikenal sebagai Sarekat
Dagang Islam (SDI), merupakan organisasi massa pertama dan
tertua di Indonesia.
Didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905 di Solo oleh Haji
Samanhudi, organisasi ini awalnya bertujuan untuk melindungi
pedagang pribumi dari persaingan dengan pedagang Tionghoa.
Pengaruh dari SI:
1.SI telah mempelopori berbagai gerakan perlawanan terhadap
kolonialisme Belanda.
2.SI telah membangkitkan kesadaran nasional dan persatuan di
kalangan rakyat Indonesia.
3.Memperjuangkan ekonomi rakyat telah menjadikan perkumpulan
ini berkembang sangat pesat yang bercorak ekonomi religius, dan
demokratis.
17.
IndischePartij
Indische Partij (IP)atau Partai Hindia didirikan pada tanggal
25 Desember 1912 di Bandung oleh tiga serangkai:
1.E.F.E. Douwes Dekker (Danudirdja Setiabudi)
2.Tjipto Mangoenkoesoemo
3.Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara)
Tujuan Indische Partij:
1.Self-government (pemerintahan sendiri)
2.Persamaan hak bagi semua orang
3.Pendidikan bagi rakyat
4.Kemajuan ekonomi rakyat
Dibubarkan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1913
karena dianggap berbahaya.
18.
PartaiNasionalIndonesia
Partai Nasional Indonesia(PNI) didirikan pada tanggal 4 Juli 1927
di Bandung oleh Soekarno.
PNI merupakan partai politik nasionalis pertama di Indonesia
yang secara terang-terangan menuntut kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan PNI:
1.Mengadakan rapat umum dan menyebarkan brosur
2.Mengkritik kebijakan pemerintah Belanda
3.Memboikot produk-produk Belanda
4.Menuntut kemerdekaan Indonesia
PNI dibubarkan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1929 karena
dianggap berbahaya.
Soekarno dan beberapa pemimpin PNI lainnya dipenjara.
19.
PerhimpunanIndonesia
Perhimpunan Indonesia (PI)didirikan pada tahun 1908 di
Belanda oleh para pelajar Hindia Belanda.
PI merupakan organisasi pergerakan nasional pertama yang
menggunakan nama "Indonesia".
Tujuan P.I :
1.Mempererat persatuan dan kesatuan pelajar Hindia Belanda
2.Meningkatkan kesadaran nasional di kalangan pelajar Hindia
Belanda
3.Memperjuangkan kemerdekaan Indonesia
PI dibubarkan setelah kemerdekaan Indonesia. Para anggotanya
bergabung dengan berbagai partai politik dan organisasi
kemasyarakatan.
20.
PartaiKomunisIndonesia
Pada Kongres ISDVIndische Sociaal Democratische Vereeniging
di Semarang (Mei 1920), nama organisasi ini diubah menjadi
Perserikatan Komunis di Hindia (PKH).Pada 1924 nama partai ini
sekali lagi diubah, kali ini adalah menjadi Partai Komunis
Indonesia (PKI)
Tujuan PKI :
1.Melawan penjajahan Belanda
2.Mempersatukan kaum buruh dan tani
3.Membangun masyarakat sosialis.
Pemberantasan PKI (Partai Komunis Indonesia) merupakan periode
represif di Indonesia yang terjadi setelah peristiwa Gerakan 30
September 1965 (G30S).