PERLAWANAN
DIPONEGORO
(1825 - 1830)
Kelompok 7 :
• As. Zahra Dwi Angraeni (2023013)
• Andrea Theresia Sanda P (2023012)
• Andita Unga Rimulae Ahmad
Apa itu Perlawanan Diponegoro?
• Perlawanan Diponegoro (perang jawa) adalah perang besar yang
terjadi selama 5 tahun yaitu pada tahun 1825 sampai 1830 di pulau
Jawa, Hindia Belanda.
• Pada saat itu pasukan dari Belanda dipimpin oleh Hendrick Merkus
De kock dan penduduk Jawa di bawah pimpinan Pangeran
Diponegoro.
• Pada saat masa peperangan terjadi banyak penduduk jawa yang
tewas yang mencapai 200.000 jiwa dan daripihak Belanda 8.000 dan
serdadu Pribumi sebanyak7.000.
PANGERAN DIPONEGORO
Seorang pahlawan nasional Indonesia
yang memimpin Perang Jawa (1825-1830) melawan
pemerintah kolonial Belanda. Lahir di Yogyakarta
dengan nama Bendoro Raden Mas Mustahar, merupakan
putra Sultan Hamengkubuwono III dari Yogyakarta.
LATAR
BELAKANG
Sebab Khusus:
1.Provokasi yang dilakukan oleh
pihak Belanda untuk
merencanakan pembuatan jalan
menerobos tanah pangeran
Diponegori dan juga
membongkar makam keramat.
2.Diponegoro tersingkir dari
kekuasaan karena telah menolak
untuk berkimpromi dengan
Belanda dan lebih memilih untuk
ke Tegalrejo
• Timbulnya rasa kekecewaan di
kalangan para ulama, karena
masuknya budaya Barat yang tidak
sesuai dengan ajaran agama islam.
• Belanda ikut campur dalam masalah
kesultanan.
• Sebagian dari bangsawan merasa
kecewa karena Belanda tidak mau
mengikuti adat istiadat dari keraton.
Sebab Umum:
• Kehidupan rakyat yang semakin menderita
akibat tanam paksa serta harus membayar
berbagai macam pajak.
• Wilayah kesultanan Mataram semakin
sempit dan para raja sebagai pengusaha
pribumi mulai kehilangan kedaulatan.
• Para bangsawan merasa kecewa karena
Belanda telah menghapus sistem
penyewaan tanah oleh para bangsawan
kepada petani yang sudah ada sejak tahun
1824.
JALANNYA
PERLAWANAN
Hal ini bermula dari peristiwa pada 20 Juli 1825, di mana pihak istana
mengutus dua bupati keraton senior yang memimpin pasukan Jawa-
Belanda untuk menangkap Pangeran Diponegoro dan Mangkubumi di
Tegalrejo. Saat itu Pangeran Diponegoro dan sebagian besar
pengikutnya berhasil lolos, namun kediamannya di Tegalrejo habis
dibakar. Pangeran Diponegoro bergerak ke barat hingga ke Gua
Selarong di Dusun Kentolan Lor, Guwosari, Pajangan, Bantul sebagai
markas besarnya. Perang Diponegoro didukung oleh banyak pengikut
setia, termasuk para petani, ulama, dan bangsawan, mengangkat
senjata melawan Belanda dan menyumbangkan uang serta barang-
barang berharga lainnya sebagai dana perang. Perang ini berlangsung
selama lima tahun dan melibatkan taktik gerilya yang efektif di daerah
pedesaan Jawa.
Diponegoro menggunakan taktik "perang bergerak" dengan
memanfaatkan medan yang sulit dan mengandalkan dukungan rakyat
setempat. Basis pertahanan utama Diponegoro terletak di Goa
Selarong, sebuah tempat yang strategis untuk bersembunyi dan
melancarkan serangan mendadak terhadap pasukan Belanda. Mereka
berhasil membuat Belanda kewalahan dan mengalami kerugian besar.
Belanda, yang awalnya meremehkan kekuatan Diponegoro,
akhirnya menyadari bahwa perlawanan ini bukanlah sekadar
pemberontakan kecil. Mereka mulai menerapkan strategi
"Benteng Stelsel," yaitu membangun benteng-benteng kecil
untuk mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro.
Strategi ini secara bertahap berhasil melemahkan kekuatan
Diponegoro karena memotong jalur logistik dan suplai bagi
para pejuangnya.
Pada tahun 1829, Kyai Mojo ditangkap. Menyusul kemudian
Pangeran Mangkubumi dan Alibasah Sentot Prawirodirjo
menyerahkan diri kepada Belanda. Bahkan pada 21
September 1829, Belanda sempat membuat sayembara
dengan hadiah hadiah sebesar 50.000 Gulden, beserta tanah
dan penghormatan bagi siapa saja yang dapat menangkap
Pangeran Diponegoro hidup atau mati.
Lukisan Penangkapan Pangeran
Diponegoro karya Raden Saleh
Lukisan penyerahan diri Pangeran Diponegoro kepada Jenderal de Kock pada 1830
yang menjadi penanda berakhirnya perlawanan Diponegoro ini.

PERLAWANAN DIPONEGORO.pptx yang mau ikut

  • 1.
    PERLAWANAN DIPONEGORO (1825 - 1830) Kelompok7 : • As. Zahra Dwi Angraeni (2023013) • Andrea Theresia Sanda P (2023012) • Andita Unga Rimulae Ahmad
  • 2.
    Apa itu PerlawananDiponegoro? • Perlawanan Diponegoro (perang jawa) adalah perang besar yang terjadi selama 5 tahun yaitu pada tahun 1825 sampai 1830 di pulau Jawa, Hindia Belanda. • Pada saat itu pasukan dari Belanda dipimpin oleh Hendrick Merkus De kock dan penduduk Jawa di bawah pimpinan Pangeran Diponegoro. • Pada saat masa peperangan terjadi banyak penduduk jawa yang tewas yang mencapai 200.000 jiwa dan daripihak Belanda 8.000 dan serdadu Pribumi sebanyak7.000.
  • 3.
    PANGERAN DIPONEGORO Seorang pahlawannasional Indonesia yang memimpin Perang Jawa (1825-1830) melawan pemerintah kolonial Belanda. Lahir di Yogyakarta dengan nama Bendoro Raden Mas Mustahar, merupakan putra Sultan Hamengkubuwono III dari Yogyakarta.
  • 4.
  • 5.
    Sebab Khusus: 1.Provokasi yangdilakukan oleh pihak Belanda untuk merencanakan pembuatan jalan menerobos tanah pangeran Diponegori dan juga membongkar makam keramat. 2.Diponegoro tersingkir dari kekuasaan karena telah menolak untuk berkimpromi dengan Belanda dan lebih memilih untuk ke Tegalrejo
  • 6.
    • Timbulnya rasakekecewaan di kalangan para ulama, karena masuknya budaya Barat yang tidak sesuai dengan ajaran agama islam. • Belanda ikut campur dalam masalah kesultanan. • Sebagian dari bangsawan merasa kecewa karena Belanda tidak mau mengikuti adat istiadat dari keraton. Sebab Umum:
  • 7.
    • Kehidupan rakyatyang semakin menderita akibat tanam paksa serta harus membayar berbagai macam pajak. • Wilayah kesultanan Mataram semakin sempit dan para raja sebagai pengusaha pribumi mulai kehilangan kedaulatan. • Para bangsawan merasa kecewa karena Belanda telah menghapus sistem penyewaan tanah oleh para bangsawan kepada petani yang sudah ada sejak tahun 1824.
  • 8.
  • 9.
    Hal ini bermuladari peristiwa pada 20 Juli 1825, di mana pihak istana mengutus dua bupati keraton senior yang memimpin pasukan Jawa- Belanda untuk menangkap Pangeran Diponegoro dan Mangkubumi di Tegalrejo. Saat itu Pangeran Diponegoro dan sebagian besar pengikutnya berhasil lolos, namun kediamannya di Tegalrejo habis dibakar. Pangeran Diponegoro bergerak ke barat hingga ke Gua Selarong di Dusun Kentolan Lor, Guwosari, Pajangan, Bantul sebagai markas besarnya. Perang Diponegoro didukung oleh banyak pengikut setia, termasuk para petani, ulama, dan bangsawan, mengangkat senjata melawan Belanda dan menyumbangkan uang serta barang- barang berharga lainnya sebagai dana perang. Perang ini berlangsung selama lima tahun dan melibatkan taktik gerilya yang efektif di daerah pedesaan Jawa. Diponegoro menggunakan taktik "perang bergerak" dengan memanfaatkan medan yang sulit dan mengandalkan dukungan rakyat setempat. Basis pertahanan utama Diponegoro terletak di Goa Selarong, sebuah tempat yang strategis untuk bersembunyi dan melancarkan serangan mendadak terhadap pasukan Belanda. Mereka berhasil membuat Belanda kewalahan dan mengalami kerugian besar.
  • 10.
    Belanda, yang awalnyameremehkan kekuatan Diponegoro, akhirnya menyadari bahwa perlawanan ini bukanlah sekadar pemberontakan kecil. Mereka mulai menerapkan strategi "Benteng Stelsel," yaitu membangun benteng-benteng kecil untuk mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro. Strategi ini secara bertahap berhasil melemahkan kekuatan Diponegoro karena memotong jalur logistik dan suplai bagi para pejuangnya. Pada tahun 1829, Kyai Mojo ditangkap. Menyusul kemudian Pangeran Mangkubumi dan Alibasah Sentot Prawirodirjo menyerahkan diri kepada Belanda. Bahkan pada 21 September 1829, Belanda sempat membuat sayembara dengan hadiah hadiah sebesar 50.000 Gulden, beserta tanah dan penghormatan bagi siapa saja yang dapat menangkap Pangeran Diponegoro hidup atau mati.
  • 11.
  • 12.
    Lukisan penyerahan diriPangeran Diponegoro kepada Jenderal de Kock pada 1830 yang menjadi penanda berakhirnya perlawanan Diponegoro ini.