Dokumen tersebut membahas tentang keberagaman bahasa dalam masyarakat, termasuk faktor-faktor penyebab perbedaan bahasa, jenis-jenis ragam bahasa, serta kontak bahasa antar masyarakat yang berbeda.
Keberagaman Bahasa:
Pengantar
• Sorotanbkn pd sistem bahasa, tp keberagaman bhs dlm
masyarakat
• Bahasa punya variasi & tdk kedap oleh pengaruh aspek
nonbahasa
• Bahasa alat komunikasi dinamis, sesuaikan pemakai (the
users) dan pemakaiannya (the uses)
• Aspek2 nonbahasa: usia, gender, kelas sosial, tingkat
pendidkan, pokok pembicaraan, & asal-usul kedaerahaan
3.
Keberagaman bhs menurut
pemakainya
Perbedaan:
1.Ucapan: komputer (masyarakat Jakarta) & komputér
(masyarakat Batak)
2. Tata bahasa: Jawa umumnya wis takwaca – wis kokwaca. Di
surabaya wis diwaca ambek aku – wis diwaca ambek koen
3. Pemakaian kata: Jawa umumnya kowe, piye, wadon. Di
Surabaya koen, ya’apa & wedok.
4.
Lanjutan..
• Faktor Keberagamanbahasa
1. faktor kedaerahan. Ini disebut dialek regional atau dialek. Ilmu yg
kaji dialek: dialektologi
2. Faktor pendidikan atau faktor pekerjaanFaktor ini disebut dialek
sosial atau sosiolek. Kajian aspek sosial sosiolinguistik, yatu
studi yg pelajari pemakaian bhs dlm masyarakat
Contoh: nama seseorang dgn konsonan frikatif labiodental tak
bersuara (f) Jusuf, Alif, Fransiska. Faktor pendidikan atau bhs
pertama, mereka ganti menjadi konsonan bilabial tak bersuara (p)
Jusup, Alip, Pransiska
5.
Keberagaman bhs menurut
pemakaiannya
•Peristiwan komunikasi meliputi 3 hal:
1. Medan (field) topik pemakaian bhs. Gunting, pisau, pinset,
perban aktivitas di ruang operasi rumah sakit. Contoh lain:
medan politik, ekonomi, hukum, dll. Terdapat pengaruh laras
bahasa (register) dari istilah teknisnya (jargon).
2. Suasana (tenor) hbg antara pembicara & mitra bicara.
Keberagaman suasana bicara: kesantunan, formal-informal, status
sosial pembicara. Misal: tidak, berbicar, & buat (formal) dan
enggak, ngomong, & bikin. Suasana stilistik (gaya bahasa)
seperti ragam intim, santai, konsutatif, resmi, dan beku
3. Cara (mode) peran yg dimainkan bhs dlm komunikasi. Bisa jalur
tulis, lisan, tulis untuk dilisankan, lisan untk dituliskan.
Perpaudan subdimensi di atas , tenor, medan dan cara membentuk
laras bahasa (register). Perbedaan ditandai: kosakata, struktur kalimat
dan lafal (untuk lisan)
6.
Berbagai ragam dalampemakaian
bhs
• I-ntimate: antarpenutur yg dekat gue, elo, bete, ember,
secara
• C-asual: antar penutur tdk kenal, tp tdk resmi bahasa tdk
baku: enggak, kalo, udah, aja
• C-onsultative: misal interaksi antara pembeli-penjual atau
tanya jawab guru-murid. Fokus: pertukaran informasi dan
transaksi
• F-ormal: ragam resmi atau baku
• F-rozen: melebihi ragam resmi dan bersifat kaku. Misal redaksi
& intonasi saat upacara pernikahan adat jawa atau upacara
bendera.
• Tips: I Can Catch Five Fish (Intimate-Casual-Consultative-
Formal-Frozen)
7.
Aturan2 & fungsisosial bahasa
Unsur2 pd komunikasi bahasa: SPEAKING (Hymes, 1974)
• Setting & Scene (latar): tempat & waktu
• Participants (peserta): siapa yg terlibat dlm percakapan
• Ends (hasil): hasil dari percakapan
• Act sequence (amanat): amanat percakapan
• Key (cara): cara mengemukakan percakapan
• Instrmentalities (sarana): lisan atau tulisan
• Norms (norma):aturan perilaku pd percakapan
• Genres (jenis): kuliahkah, teka-teki,
• Setting/kontekstual: baik,mari kita mulai (sedang ujian)
• Emotif: Horeee!; Sialan!
• Konatif/direktif: tolong!; Pelan-pelan!
• referensial: 2 org bincang2 ttg sepak bola
• Puitis/poetic: grafiti atau karya sastar
• Fatis/phatic/basa-basi: mau ke mana?; apa kabar; makasih ya
• Metalinguistik: h2o adalah air; Bandung adalah ibu kota Jawa Barat
10.
Masyarakat bahasa
• Bahasamelayu melahirkan bahasa Indonesia dan bahasa
Malaysia
• Meski sama2 bhs melayu, masyarakat Malaysia tdk merasa
sama bahasanya dgn bahasa Indonesia
• Sikap ini disebut: masyarakat bahasa (secara linguistis sama,
tetapi persepsi mereka berbeda
11.
Bahasa & pelapisan
masyarakat
•Dialek sosial atau sosiolek kelas sosial ekonomi pemakai
bahasa
• Keberagaman bahasa berkaitan dgn penilaian baik atau
bergengsi (prestigious) dan buruk atau bercela (stigmatized)
• Riset William Labov (1966) di New York mengetahui
keberagaman bahasa dgn pelapisan masyarakat (dari kelas
bawah ke kelas atas).
• Hasilnya: ada beda pengucapan fonem Ө pada thin, thing,
think ada yg ucap sbg frikatif Ө ada jg yg letupan (t).
12.
• Riset lainLabov:
1. Pelafalan huruf r post-vocalic (1966) oleh masyarakat New York yg
berbeda dgn pelafalan masyarakat Reading, Inggris. Msyrkt NY
ucapkan r satu getaran dan msyrkt Inggris tidak. Ini berkaitan dgn
gengsi.
2. Bahasa Inggris org Negro (BIN), 1972 yg sering hilangkan to be,
trnyata hanya di bentuk singkat yg baku saja:
a) He’s he wild
b) You’re out the game you out the game
13.
Sentuh atau kontakbahasa
• Kontak bahasa masyarakat bahasa yg bertemu, hidup
bersama-sama dan berpengaruh ke bhs masyarakat lain.
• Contoh:
a) Bilingualisme
b) Multilingualisme
14.
Kedwibahasaan
• Bilingualisme/kedwibahasaan: penguasaanyg sama baiknya
pada dua bahasa (Bloomfield, 1993); pemakaian dua bahasa
oleh seseorang secara bergantian (Weinreich, 1968);
kemampuan seseorang menghasilkan tuturan lengkap dan
bermakna dlm bhs lain (Haugen, 1966)
• Penggantian dari bhs satu ke bhs lainnya alih kode (code-
switching)
• Alih kode terjadi krn perubaha2 situasi tutur, pokok obrolan,
peserta tutur.
• Hal yg terjadi di kedwibahasaan: interferensi (penyimpangan
kaidah bahasa)
15.
Ragam bhs dlmmasyarakat
multibahasa
• Bahasa baku ragam yang telah dikodifikasi (pembakuan,
tata bahasa, ejaan, kosakata), telah ada kamusnya.
• Disebut juga ragam bahasa standar
• Dinilai bergengsi.
• Biasanya berfungsi sebagai bahasa resmi dan bahasa nasional
(seperti bhs Indonesia)
16.
Vernakular
• Vernakular ragam bahasa yg tidak punya status resmi
• Biasanya vernakular tdk alami kodifikasi
• Seringkali, vernakular diidentikkan dgn bahasa daerah (meski
tdk sepenuhnya benar)
• Contoh: dua org pakai bhs Jawa (vernakular) ketika bertutur di
halte, tetapi saat di kantor memakai bahasa Indonesia.
17.
Lingua Franca
• Linguafranca = bahasa perantara
• Awalnya, ragam ini bersifat darurat dan digunakan sbg bhs utk
bertahan hidup
• Lingua franca titik temu 2 pihak yg punya bhs yg sama
sekali berbeda
• Bahasa melayu lingua franca bagi para pedagang arab,
portugis dan cina yang berniaga di Nusantara dulu
18.
Pijin (pidgin)
• Pijin ragam bhs yg tidak memiliki penutur asli
• Biasanya pijin ditemukan di negara dunia ketiga, bekas jajahan
koloni
• Awalnya kontak dari 2 bhs yg berbeda. 2 bahasa ini bergabung dan
menjaid bhs pijin (tata bahasa pijin biasanya sederhana)
• Pijin bentuk respons atas perubahan politik dan sosial di
negaranya
• Contoh: pijin Melanisia tok pisin (Papua Nugini)
19.
Kreol
• Kreol bahasa pijin yg terpakai dari waktu ke waktu dan
generasi ke generasi berikutnya
• Misal: A menggunakan bhs pijin. Anak dan cucu A msh
menggunakannya, maka bhs pijin itu menjadi bhs kreol.
• Kreol disebu jg bhs pijin yg berpenutur asli